HALOOOOOOOOOO
Ane lanjut lagi yah dengan cerita ini. Hehe
Lansung saja yuuk…
o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o
TEMPAT DIMANA KAMU BERADA. Part 4
o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o
Suasana ricuh di siang hari yang sangat panas ini membuat kelas terasa semaki panas untuk diriku sendiri. Berbeda dengan siswa lainnya yang sibuk dengan urusannya masing – masing. Di sebelah bangku narutopun terlihat para gadis ( Sakura – Ino – Hinata ) sedang sibuk mendisdusikan masalah pakaian renang.
" jangan! Baju disini jelek semua "
" ah? Yang bener "
" iya disini bener – bener tidak ada pilihan yang bagus "
" jadi kita naik bus aja kekota! "
" bla bla bla bla "
Tapi semua pembicaraan para gadis sama sekali tidak masuk dan dapat di cerna oleh otak Naruto padahal jarak antara mereka Cuma 1 bangku. Naruto sama sekali belum bisa melupakan apa yang telah terjadi kemarin tepatnya apa yang di ucapkan oleh Ino kemarin. ( jika kamu merasa sesedih itu….. kenapa kamu tidak coba saja untuk menyukaiku? )kata –n kata itulah yang terus terngiang di fikiran naruto hingga sekarang.
' arrrrrgghhhh siaalll…. " geram naruto pada dirinya sendiri. " dia piker dia bisa bercanda seperti itu karena aku orang desa!? " lanjutnya yang hanya dia sendiri bisa dengar.
Dan fikiran naruto inilah yang membuat dirinya terus ga focus selama sekolah hari ini. Hingga sekarang pun di dalam kelas dia masih saja memikirkan kata – kata kemarin sambil menunggu orang yang selalu ada dalam benaknya ini.
Suara pintu kelas bergeser berbunyi dan menampakkan seorang gadis yang sedari tadi naruto tunggu dan (fikir).
" ahhhh maaf membuatmu menunggu Naruto hosh hosh hosh… " ucap gadis itu dengan suara yang serak dan terputus – putus.
" ohh iya ga apa apa. " jawab naruto " baiklah mari kita pulang " lanjut Naruto
" ahhhh Naruto…. Tunggu sebentar. " potong Ino tiba – tiba.
" ada apa? " Tanya naruto
" hmmmm itu,, hmmm kudengar dari sakura katanya di jalan arah kita pulang ada kolam pemandian air panas baru buka " ucap ino sedikit gugup
" ohh yang itu,, iya aku tau tempat itu " jawab naruto enteng.
" baguslah kalau kamu tahu. Jadi…. Bagaimana kalau kita berdua kesana. " ucap Ino lega " siapa tau ada pemandian campurannya hehehe " lanjut Ino dengan nada menggoda.
" apasiiiiih ngga lucu tau " bentak Naruto dengan wajah yang sangat merah. Bukan marah melainkan malu.
" ahhh tunggu naruto. Aku Cuma bercanda. " kejar ino sambil meminta maaf " aku Cuma bercanda tentang pemandian campurannya tapi aku juga sudah mengajak Hinata untuk ikut " lanjut Ino saat sampai di samping Naruto.
" Bisa ndak sih kamu hentikan gurauanmu itu? " teriak Naruto lagi dengan wajah yang makin merah seperti ketiping rebus.
Mereka berduapun pergi meninggalkan sekolah tapi tanpa di sadari ternyata mereka benar benar bertemu dengan Hinata di persimpangan jalan. Dan akhirnya Narutopun menjadi makin syok dan salah tingkah akibat perbuatan Ino yang semena-mena.
' apa-apaan ini. Jadi dia benar benar membawa Hinata. Dasar Ino selalu saja berbuat seenaknya. ' geruto naruto dalam hati. ' tapi apa yang direncanakannya lagi? Yah walaupun sebenarnya aku sedikit senang sih. Apa jangan-jangan Ino mau membantuku agar bisa jalan bareng Hinata? ' lanjut Naruto dalam hati.
" sebenarnya aku Cuma mau jalan sama kamu sih Hinata, tapi jika aku tidak bersama Naruto aku tidak bakal bisa pulang. " ucap Ino tiba-tiba mengagetkan Naruto dengan nada agak keras.
"Ino, jangan begitu. Gak enak didengar sama naru. " balas Hinata berbisik.
' dasar egois …. Ternyata dia Cuma mementingkan dirinya sendiri. ' gerutu Naruto makin geram mendengar perkataan Ino.
o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o
sebuah tempat permandian air panas adalah tempat yang sangat pas untuk menghilangkan penak dalam diri. Begitu pula di tempat pemandian air panas yang dikunjungi oleh mereka bertiga.
" wow keren sekali tempat ini! Tapi kok ga ada siapa-siapa di sini? " terdengar suara gadis berambut blonde sesaat setelah meninggalkan ruang ganti dan masuk ke area kolam permandian
" mungkin karena hari ini cuacanya sangat panas jadi orang-orang malas ke pemandian air panas. " jawab Hinata sambil berjalan dengan pelan karena pijakan yang licin.
" yang benar saja. Justru saat seperti ini berendam air panas sangatlah nikmat. " balas Ino mendekati tubuh Hinata. " kita bagaikan menjadi tamu VIP saja disini HaHaHa " lanjut Ino.
"ada-ada saja kamu " jawab Hinata santai.
" Wah tubuhmu bagus sekali Hinata. " tiba-tiba Ino menarik handuk penutup tubuh Hinata dan terpampanglah tubuh Hinata. " WOW Hinata lihat tubuhmu, sungguh sangat luar biasa. Dan coba lihat sikembar ini. Betapa besar ukurannya. Pasti para cowok di sekolah bisa kesemsem dengan kedua bola ini. Baiklah berbaliklah biar aku gosok tubuhmu. " lanjut Ino dengan suara yang sangat besar dan nada yang sangat-sangat mesum.
" HaHaHa geli Ino jangan…. Sudah kubilang jangan aku bisa kok menggosoknya sendiri. " balas Hinata dengan sangat geli karena perbuatan Ino.
" apakah kamu yakin bisa menggosok Bola-bola ini? " Rayu Ino makin menjadi.
Begitulah suasana di pemandia wanita. Cuma 2 orang gadis yang membuat seluruh tempat pemandian air panas mendengar semua perkataan dan gelak tawa mereka. Untung saja yang menjadi tamu pada saat itu Cuma mereka bertiga. Ohh iya kita melupakan seseorang bergender Pria yang sudah sangat memerah bukan karena berendam di dalam kolam air panas itu, melainkan wajahnya memerah karena mendengar semua perkataan dari Ino yang sangat-sangat sensual menurutnya.
o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o
di sebuah ruangan di depan ruangan ganti pakaian, terlihat Naruto yang paling pertama selesai dengan urusan menyegarkan badannya. Dan kali ini malah dia bertingkah konyol dengan memainkan kipas angina dengan suaranya. Hingga membuat suara yang dihasilkan makin bergema.
" hahaha…. Ternyata kamu suka juga yah seperti itu naruto. " ucap seorang gadis mengagetkan Naruto yang ternyata Hinata. " kok ga mengejutan yah melkihatmu skekpkerti ini?k " lankkjkut Hinata sambil duduk di samping naruto.
". Ehhhh,,, bukan ini… Cuma .. ini Cuma iseng saja karena bosan hehe " balas naruto gugup karena kaget tingkah konyolnya dilihat Hinata " ohh iya si Ino mana, Kok belum keluar? " lanjut naruto bertanya sambil melihat pintu tirai yang tadi dilewati Hinata.
" ohh dia katanya masih mau berlama-lama di dalam " jawab Hinata sambil memejamkan matanya menikmati sejuknya kipas angina di hadapannya.
" dasar Ino dia suka seenaknya sendiri. " ucap Naruto menggerutu gemas.
Tiba-tiba saja Hinata berbalik menghadap kipas angina dan melakukan tingkah konyol Naruto tadi.
" HaHaHa kau jadi ketularan yah Hinata? " Tanya naruto cekikikan melihat tingkah Hinata.
" bukankakh meniru itu adalah hal yang wajar? " jawab hinata mkenatap naruto. Dan mata mereka berdua akhirnya ketemu. Suasana canggung pun akhirnya muncul dan membuat mereka berdua terdiam dengan saling menatap mata lawan bicara mereka satu sama lain. Wajah narutopun berubah menjadi sedih.
" ada apa Naru? " Tanya hinta memecah kesunyian.
" Tidak ada apa-apa. " jawab naruto dan mengalihkan pandangannya. " maaf yah Hinata " lanjut naruto dengan menatap tirai pintu tadi.
" hah, untuk apa? " Tanya Hinata bingung.
" ohhh tidak,, maksudku maaf untuk perbuatan Ino yang semena-mena dan membuatmu kerepotan " jawab naruto dan menatap kembali wajah Hinata.
" tidak kok, malah sebenarnya aku ingin sekali kesini dan rasanya malah lebih bagus jika aku bareng dengan Ino. " balas Hinata menenangkan Naruto.
Dan pembicaraan mereka pun lanjut. Naruto merasa dirinya sangat beruntung bisa ngobrol berdua dengan Hinata ini pertama kalinya dia bisa mendapatkan moment selangka ini dan sangat lama. Mereka membicarakan seputar kenakalan Ino, tentang naruto yang sangat jago dalam hal memasak dan semua macam kegiatan mereka selama ini. Mereka berbincang hingga lupa waktu. Yah mungkin karena ini kesempatan mereka ngobrol berdua lebih lama dari biasanya. Hingga mereka tidak sadar melupakan seseorang yang ada bersama mereka hari ini. Jam pun menunjukan angka 5 sore.
" Ino kok lama sekali yah padahal sudah sangat sore " ucap naruto melihat jam yang sudah menunjukkan angka 5 lewat.
" iya juga sih, yasudah deh aku lihat Ino dulu " ucap Hinata agak khawatir. Dan pergi meninggalkan Naruto
'dasar Ino masih saja membuat repot hingga sore seperti ini ' ucap naruto dalam hati.
Tiba-tiba saja suara derap langkah kencang mendekat kearah Naruto.
" gawat Naruto, Ino pingsan di ruangan sauna " teriak Hinata Panik dan menarik lengan Naruto agar cepat menolong Ino.
Mereka berduapun pergi menyelamatkan Ino. Semua berubah menjadi panic. Mereka bertiga akhirnya pulang setelah Ino bangun setengah jam kemudian. Hinata mohon pamit duluan dan meninggalkan mereka berdua karena rumahnya berlainan arah.
Narutopun memapah tubuh Ini don menaikkannya kesepeda Naruto yang ditaruhnya disamping tempat pemandian air panas. Mereka berdua pulang dalam keadaan sunyi hingga Ino membuka pembicaraan.
" mukaku panas sekali dan kepalaku pusing banget " ucap Ino memegang kepalanya dan tetap bersandar di punggung naruto.
" aku belum pernah ketemu orang bego yang mandi di sauna sampai pingsan " ucap naruto meledek.
" apaaaa…. Dasar kau.. " teriak Ino tidak terima " aku sudah mencoba bertahan kok " lanjut Ino dengan nada pelan.
" tapi ngapain sih kamu tetap di sauna selama itu? " Tanya Naruto geram " childhis banget sih. " lanjutnya.
" tapi…. " balas Ino pelan " dengan itu kamu bisa ngobrol lebih lama dengan Hinatakan? " lanjut Ino dengan nada normal.
" apa? " Tanya naruto pura-pura ga terlalu dengar dengan perkataan Ino.
" kamu menyukai Hinata kan? " Tanya ino bangkit dari punggung Naruto dengan keras.
" ahh sebenarnya ituu.. itu. " ucap naruto terbata-bata
" apa jangan-jangan kamu lebih suka ngobrol denganku? " potong Ino antusias.
" enak saja, mana sudi aku suka ngobrol dengan mu " teriak naruto tidak terima tentang perkataan Ino.
Merekapun melanjutkan pertengkaran mereka hingga kerumah. Tapi Naruto selalu kepikiran tentang perbuatan Ino tadi. Ino rela berlama-lama di sauna untuk memberikan kesempatan kepadanya. Naruto melirik Ino diam-diam karena Ino tiba-tiba saja terdiam. Dan ternyata Ino tertidur di bangku belakang sepedanya sambil bersandar dipunggung naruto.
' entah mengapa semakin dekat aku dengannya aku semakin tidak mengerti tentang jalan pikirannya. ' ucap naruto dalam hati.
o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o
Yaaaaaaa cut
Wah tumben yah lanjut hehehe.. semoga saja besok bisa lanjut lagi yah ceritanya. Dan maaf karena sikapsaya yang sangat soooook sibuk…
Maaf buat cerita yang terbengkalai ini.
Dan
Maaf buat kalian semuaaaaaaaa…
Jangan lupa Reviewnya. ^o^v
