Title : CHANYEOL BESIDE YOU

Main Cast : Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Oh Sehun

Xi Luhan

Other Cast : All Member Exo, SM Family, dll

Rated : T (Sewaktu-waktu bisa berubah)

Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan, Orang Tua mereka dan Agency mereka saya cuma meminjam nama mereka disini

Warning : Typo(s) bertebaran, Bahasa tidak sesuai EYD, GS (Genderswitch) for Uke, Not Yaoi (Belum kepikiran buat bikin YAOI), Ingat FF ini Remake dari Drama Taiwan berjudul 'DEVIL BESIDE YOU'


Chap 2

Disini lah aku, di sebuah kelas yang sudah ditinggalkan penghuninya dan hanya menyisakan beberapa lelaki yang sedang menatap ku dari ujung kepala sampai ujung kaki, aku berdiri dengan tubuh yang bergetar karena ketakutan. Bagaimana tidak? Ada lima pria yang mengelilingi ku termasuk park chanyeol yang duduk tepat didepan ku dengan angkuhnya.

" chanyeol hyung, siapa gadis ini?"

Lelaki di sebelah kanan ku yang pertama bertanya, dengan memakai kaos tanpa lengan aku bisa melihat bagiamana kulit hitamnya.

"kau menemukannya dimana?"

Kini giliran lelaki yang sedari tadi berdiri di belakang ku yang bertanya, kebalikannya dari si pria hitam tadi. Lelaki ini Nampak nya terlihat sedikit lebih putih

" dia adalah byun baekhyun, jika ada yang kalian butuhkan beritahu dia. Dia akan melakukannya untuk kalian"

" semuanya?"

pria berlesung pipit itu yang bertanya kali ini

" bisa kah aku melihat underwearmu?"

Lelaki yang satu ini tidak sopan, ku kira dia yang paling baik diantara lelaki yang berada disini karena sedari tadi ia tak mengeluarkan suara. Tapi ternyata ia lebih buruk. Dengan rambutnya yang di cat merah aku akan selalu ku ingat orang ini sebagai orang mesum.

PLAKK

Mulut si pria merah ditampar oleh pria di samping kanan ku, si pria hitam tadi

" tidak sopan berbicara seperti itu pada perempuan,"

Huftttt,,, aku lega ternyata pria hitam ini lebih baik dari perkiraan ku, aku bersyukur

" jangan dengar kan dia ya, dia memang seperti itu. Aku lelaki baik

Kenalkan nama ku kim jongin. Sini biar aku cium dulu "

Huaahhhhhhh, ternyata pria hitam ini lebih mesum lagi ternyata, ba bagaimana ini? Bibir tebalnya itu sudah bergerak maju untuk menyentuh bibir ku. Aku aku tidak mau aku tidak mau dicium pria hitam ini, eomma… tolong aku. Aku menutup mata ku takut sambil berteriak

" andwae,,,,,,"

PLAKK

BUGHHH

" YOU ARE PERVERTS,"

Nafas ku terengah engah, aku sangat takut sekali. Tapi ketika aku membuka mata mereka semua sudah tidak berada di dekat ku lagi, si pria berambut merah memegangi perutnya dan siapa tadi kim jongin? Ia terlihat kesakitan sambil menyentuh pipinya? Apa sebenarnya yang dilakukan chanyeol?

" menjauh dari nya, tidak kah kalian mengerti ? dia milik ku sekarang, dia hanya akan mendengarkan perintah ku saja mulai saat ini."

Ia mendekatkan wajahnya kearah ku menyeringai seperti biasa

" benarkan byun? Kalau kau berkata tidak maka kau akan tahu apa yang selanjutnya terjadi pada surat mu itu"

" ya ya benar, aku milik mu. Aku hanya akan melayani perintah mu saja"

Srettt

Tubuhku merosot kelantai setelah kepergian 5 orang pria brengsek tadi, aku meratapi nasib ku yang buruk

"EOMMA….."

" BUDAK? Apa dia gila?

" aku juga berpikir ia sudah gila, tapi aku takut padanya"
" aku dengar saat di senior high school, jika ia melihat target wanita yang ia sukai ia akan memaksanya agar menyukainya juga"

" mengapa kau ceritakan ini pada ku minseok?"

Minseok ini, bukannya membantu malah menambah buruk suasana hati ku saja.

" karena kau target selanjutnya, ia akan terus membuli mu sampai kau dapatkan lagi surat mu. Aku akan membantu mu baekhyun"

Luhan berbicara dengan tegas, aku terharu atasa bantuan tulusnya

" luhannn, kau adalah teman yang paling the best"

" jangan khawatir tentang apa pun, aku akan berada disamping mu"

Aku senang bukan main, akhirnya aku punya seseorang disamping ku untuk melawan park chanyeol.

Kami menuruni tangga, bermaksud mencari park chanyeol untuk mengeroyoknya agar mau mengembalikan surat ku

" kau harus berhati hati luhan,"

" tentu, kau harus melihatnya. Aku akan memaksa dia mengembalikan surat mu seperti diflm 'my sassy girl', terserah jika si park itu tidak tahu film itu, pokonya aku tahu.."

Aku mulai merasa luhan terlalu berlebihan, ia akan melakukannya seperti di film? Aku ragu ini akan berhasil.

" aku akan berkata seperti ini ' hey park chanyeol dengar ini, jika kau tidak ingin mati maka…'"

" ma maka, jelek sekali"

Bagaimana bisa luhan berkata seperti itu, dan oh god sejak kapan si chanyeol itu berdiri di belakang kami bertiga? Ia membuat luhan kaget setengah mati ketika memperagakan apa yanga akan dia katakan pada chanyeol seperti di film my sassy girl.

" lalu apa?"

Chanyeol bertanya pada luhan dengan ekspresi dingin, membuat luhan memekik ketakutan.

" hah, jangan pikir kami takut pada mu. Kami akan melawan mu Benar kan luhan ?"

" haha, apa yang aku katakan tadi ya… baekhyun datang pada mu untuk menjadi budak mu, hah silakan jaga dia dengan baik. Dia memang sedikit ceroboh, tapi ia sungguh sangat lucu"

Luhan, apa yang kau katakana? Mengapa kau jadi seperti ini? Kau menghianati ku? akan ku cabut ucapan ku ketika bilang kau adalah teman yang baik

Luhan berjalan kearah ku bersembunyi di balik punggung ku sambil menyentuh kedua pundak ku dengan tangan mulusnya

" kau harus mendengarkan apa yang dikatakan chanyeol, baekhyun. jaga dia ya.."

Setelah mengucapkan itu ia lantas mendorong tubuh ku untuk mendekat kearah park chanyeol, aku berbalik hendak pergi menjauh sebelum Ia menarik kerah jaket yang ku kenakan

" jangan lupa dengan pekerjaan baru mu"

Ia menarik ku agar mengikuti langkahnya tentu saja dengan cara yang sadis, aku berjalan mudur sambil mengikuti langkah lebar milik chanyeol menuruni tangga.

" KALIAN TIDAK SETIA KAWAN, AWAS KAU LUHAN, MINSEOKKKKKKKKKKK"

Aku bisa mendengar suara cekikian mereka berdua, lihat setelah ini aku pasti akan membunuh kalian berdua.

Kemana sebenarnya chanyeol akan membawa ku? Tak dengar kah ia ketika aku memekik kelelahan karena berjalan mundur?

.


.

"oke semua nya sekarang lihat halaman 25, aku akan menulisnya di white board. Setelah itu kita akan berdiskusi"

Itu suara dosen yang tak kukenal, ia sedang menulis di depan white board tanpa memperhatikan mahasiwa/I yang sedari tadi tidak memperhatikannya.

Aku menulis apa yang ia tulis di papan white board dengan tangan kiri yang kugunakan untuk menutup hidung ku karena sedari tadi chanyeol menaruh kedua kaki nya tepat diatas meja yang sedang kugunakan untuk mencatat ini. Ya benar aku sedang berada di kelas chanyeol saat ini, menulis apa yang semestinya di tulis chnayeol.. aku benci melakukannya, tapi apa boleh buat sekarang status ku adalah budak dari seorang park chanyeol

"hey, nona. Kelas mu bukan disini kan?"

Dosen itu bertanya pada ku, tentu saja aku bukan bagian dari kelas ini. Inikan kelas anak yang baru masuk universitas sedang kan aku sudah menjalani tahap smester 4.

" professor tolong aku, …"

" apa yang kau katakana, cepat pergi dari kelas ku"

" ya prof benar, aku akan keluar sekarang"

Untunglah prof ini mengerti keinginan ku, tanpa menunggu apapun lagi aku mengambil tas yang kutaruh disamping kursi dan hendak beranjak dari kursi sebelum

BRAKKKK

Chanyeol menggebrak meja dengan tangannya dan menimbulkan suara yang keras,

Tubuhku ditarik untuk duduk kembali oleh si hitam kim jongin dari belakang.

"Prof, dia bersama ku untuk membantu mencatat"

"mencatat saja harus meminta bantuan orang lain?

Ya kau benar prof, si kurang ajar chanyeol memang harus diberi nasehat dari seorang professor bijak seperti mu

" ya ya ya, kau tidak tahu siapa dia prof?"

Itu pria berambut merah mesum yang berbicara.

" kau masih punya tangan kan? Memang nya siapa kau ?"

"PARK CHANYEOL"

Beru kali ini, aku mendengar seruan paduan suara kelas yang sangat mengganggu. Bagaimana mungkin pertanyaan prof ini dijawab oleh semua orang yang ada dikelas ini dengan kompak.

" dia anak dari komisaris kita, kau bodoh atau apa prof?"

Oke kim jongin ini bukan hanya mesum sekarang, ia juga sama kurang ajarnya ternyata. Bagaimana mungkin ia mengatai prof ini bodoh di depan semua mahasiswa/I nya?

Tapi bukannya marah atau menghukum, prof itu malah menunduk pasrah ketika nama komisaris dibawa di perbincangan ini.

Aku makin mencap berengsek genk park chanyeol sekarang ini, dasar idiot, kekanakan.

" maaf prof, aku akan keluar dari kelas"

" hmm,, hey nak. Kau boleh kembali ke kursi mu lanjutkan mencatatnya"

Whatttttttt? Apa yang sebenarnya prof ini katakan? Ia benar benar mengikuti kemauan park chanyeol si brengsek ini? Bahkan seseorang yang menyandang sebagai dosen disini pun bertekuk lutut pada chanyeol oh hell baekhyun, kau sangat beruntung!.

Aku kembali duduk di tempat semula denga ogah ogahan, menaruh kembali tas yang ku pakai di bahu ku dan melanjutkan mencatat sesuai yang di perintahkan prof tadi.

" kau dengar? Aku selalu mendapatkan apa yang ku mau"

"sebenarnya apa yang kau ingin kan dari ku?"

" tidak ada, ini hanya sekedar kesenangan ku saja. Aku sangat bahagia melihat wanita yang frustasi.

Seperti biasa ia menyeriangai bodoh setelah mengucapkan itu, aku sungguh sungguh muak dengan nya saat ini. Aku tak bisa mengontrol emosi ku ini, ini sudah sangat keterlaluan. Aku hanya dijadikan sebagai bagian dari kesenangnannya saja?

" apa? Karena ketika aku menginginkan sesuatu. Tak perduli bagaimana pun caranya, aku pasti akan mendapatkannya"

Tapi kekesalanku bertambah ketika diriku dengan sendirinya tak bisa menolak semua yang diperintahkan oleh chanyeol, lagi lagi karena surat itu alasannya. Ya mau bagaimana lagi? Selama surat itu belum berhasil kudapatkan aku harus melakukan nya dengan mau tak mau, seperti sekarang ini..

Tangan ku semuanya penuh dengan tentengan plastic yang berisi snack, makanan ringan dan minuman pesanan chanyeol dkk. Aku bahkan harus memeluk satu plastic berisi penuh karena kedua tangan ku yang sudah kugunakan untuk menenteng plastic yang lain.

Sesekali plastic yang kubawa itu jatuh dan isi didalam nya pun berserakan dijalanan, kekesalan ku jadi bertambah lagi. aku sulit melihat jalan karena tumpukan plastic ini, sesekali kepala ku ku miringkan kekanan dan kiri melihat kalau kalau ada orang dihadapan ku maka aku akan memberitahunya untuk menyingkir dari jalan agar aku tak menabraknya

'Hidup ku telah berakhir, aku dipermainkan oleh seorang iblis seperti chanyeol'

Ketika mulut ku ini berkomat kamit dilorong menuju kelas chanyeol tiba tiba seorang menarik kepangan rambutku dengan keras sampai sampai aku menjerit kesakitan dibuatnya.

BRUKKK…

" yak,,,, apa apan kau…"

Aku meringis kesakitan ketika ia mendorong tubuhku sampai aku terjatuh kelantai dan plastic berisi makanan yang ku bawa ikut berhamburan di lantai yang sama dengan ku, aku mendongkak ingin melihat siapa gerangan yang tak punya hati ini

" siapa kau? Kenapa kau selalu berada didekat pangeran?"

Seorang wanita berdiri di depan ku, rambutnya hitam sepunggung dengan sedikit polesan cat biru di bagian depan rambut hitamnya yang juga digeray dengan indah.

" hah, siapa yang kau maksud pangeran disini?"

Aku bertanya dengan nada meremehkan, ia pikir ini era joseon? Kalo ada seseorang yang ia sebut pangeran maka aku akan jadi ibu suri nya kalau begitu, dan wanita ini akan cocok menjadi dayang kerajaan.

" chanyeol, prince of seduction"

" ha ha hahahahahahah, prince of seduction? Ia bahkan lebih mirip iblis tak berhati bagi ku."

Aku tertawa dengan sinis setelah mendengar jawabannya barusan, pangeran chanyeol katanya?

Dan Setelah mengatakan itu aku memunguti makanan yang berserakan itu, tapi entah kenapa si wanita bercorak biru ini malah menendang makanan itu.

" tutup mulut mu, apa kau tak mengerti? Kau hanya mainan baru untuk pangeran. Jika ia sudah bosan kau hanya akan bernasib sama dengan wanita wanita lain. DI BUANG!"

Aku kesal bukan main saat ini, aku bangun dan berdiri berhadapan dengan nya. Siapa sih wanita ini? Penggemarnya chanyeol? Oh benar, ia pasti fangirl nya chanyeol. Karena sifat nya tak beda jauh dengan sang idolanya. BURUK!

" kau bilang apa tadi? Jika saja ia tak memilik surat ku, aku tak akan sudi menjadi budaknya seperti sekarang"

Mata ku menyala nyala ketika mengucapkkan itu semua, sebaliknya si wanita bercorak biru itu malah bingung sambil bertanya " surat?"

.

.


" hey, sedang apa kalian?"

Aku melirik kearah sumber suara , sama seperti yang dilakukan wanita didepan ku ini. oh ayolah tidak ada yang lebih buruk lagi sekarang? Kenapa sehun harus muncul disaat seperti ini? Semoga ia tidak mendengar kata kata buruk ku barusan.

Aku memilih mengalihkan pandang ku kearah lain, malu harus dilihat sehun. sebaliknya si wanita bercorak biru memilih pergi meninggalkan ku dan sehun, aku bisa melihat wajah kesalnya saat kedatangan sehun barusan, mungkin karena sudah merusak acara tindas menindas yang di unjuk kan untuk ku.

" apa kau baik baik saja?"

Tanya sehun ketika menghampiriku

" ne, gwenchana…"

Jawab ku masih dengan tidak menatap wajahnya, aku pun memungut satu persatu makanan yang ada dilantai dan memasukannya keplastic besar.

" aku dengar kau menjadi anak buah dari seorang anak kelas satu?"

" itu,,, itu tidak seperti yang kau dengar. Arggghhhh bagaiamana aku menjawabnya. Pokonya itu semua tidak terlalu benar"

" mungkin kau punya alasan tertentu sehingga menyetujui hal ini, aku percaya apa yang kau ucapkan"

Aku membeku di tempat, mencerna setiap ucapan sehun.

'apa mungkin ia menghawatirkan ku? '

Aku tersenyum sambil memunggunginya, sehun mendekat kemudian membantuku memasukan beberapa makanan itu kedalam plasctik yang aku pegang

Aku semakin yakin untuk memberitahukan perasaan ku pada sehun, jika aku sudah melakukannya aku tidak punya hal lain lagi untuk di khawatirkan, terutama tentang surat itu.

( tanpa sehun dan baekhyun ketahui, ada seorang wanita yang mendelik tak suka ketika melihat mereka begitu akrab)

"aku ingin memberitahu mu, mulai sekarang aku tak akan menjadi budak mu lagi!"

Aku berbicara dengan nada yang lantang kearah cahnyeol, setelah melempar plastic plastic itu dihadapan chanyeol dkk aku kembali berdiri dengan tegak dan tanpa ragu mulai berbicara dengan lantang pada chanyeol

"tapi kau menyukai kapten basket kita kan?, yakin kau akan melakukan hal itu?"

" aku bisa melakukannya, aku akan memberitahunya"

Baekhyun kau banar, aku bisa melakukannya. Kau tak boleh mudur dihadapan seorang seperti ini.

"hei.. kue ku rusak, aku tak ingin memakan yang ini. Cepat belikan yang baru!"

Hah, aku mentapnya tak percaya. Setelah apa yang aku katakan semuanya pada chanyeol. Dan ia hanya mengomentari sebuah kue yang tadi ia pesan ? oh god apa otaknya perlu di cuci?

" aku tak mau,aku bukan budak mu lagi chanyeol. Jangan harap aku akan melakukan apa yang kau minta. Tidak akan!"

Aku melangkah pergi meninggalkan chanyeol begitu saja, tapi seketika sebuah tangan menghadang ku sehingga mau tak mau menghentika pergerakkan ku.

"baekhyun, kau harus berhati hati. Pergi lah beli kue yang baru"

Oh ia kim jongin, dengan wajahnya yang tak lagi mesum tentunya. Karena ketika ia mengatakan hal itu aku sedikit melihat rautan wajah seriusnya

" pergi dari hadapan ku, aku muak pada kalian!"

Aku sudah tak bisa menahan amarah ku lagi saat ini, kebencianku sudah amat besar pada mereka. Dan detik kemudian ku lanjutkan berjalan meninggalkan mereka semua dengan kaki yang ku hentak hentakkan.

( baekhyun pergi dengan kesal, sampai samapi ia tak melihat bahwa tadi ia berpapasan dengan gadis bercorak biru itu. Gadis itu menatap baekhyun heran, wajah baekhyun tidak sama seperti saat ia berbicara dengan nya di lorong tadi, ahh untuk apa ia peduli. Gaids itu berjalan lurus menghampiri chanyeol dkk dengan sebuah senyuman dan sebuah kue di tangannya


"hai… kyungsooo"

Itu suara jongin yang menyapa, tangannya terulur dan sudut bibirnya terbentuk sungguh mengenaskan ketika kyungsoo yang disapa hanya lewat dengan santai tanpa mau membalas bahkan menengok sedikit pun kepada jongin)

" pangeran, aku membawakan mu kue. Ini"

Kyungsoo menjulurkan kue yang ia bawa untuk chanyeol

" shireo, "

Kyungsoo merubah guratan wajahnya yang semula datang dengan wajah yang sumringah

"apa ini? Kau memakan kue yang buruk rupa ini?

Ya chanyeol menolak menerima kue pemberian kyungsoo dan memilih memakan kue yang sudah rusak yang di bawa baekhyun barusan

" benar kue itu sudah tak layak makan, hyung"

Itu suara jongin, ia membela kyungsoo dengan membenarkan ucapannya. Padahal, oh ayolah kue itu hanya rusak di bagian atasnya saja karena terbanting gara gara ulah kyungsoo yang mendorong tubuh baekhyun tadi

" DIAM kau."

Bentak chanyeol pada jongin yang saat itu juga membuat suasana jadi hening.. mereka tahu saat ini chanyeol sedang marah. Bahkan setelah itu kue yang hendak masuk mulut chanyeol pun ia banting ketanah dengan kesal.

Setelahnya chanyeol pergi meninggalkan mereka, dengan kyungsoo yang masih menatap punggung chanyeol dan jongin yang menatap kyungsoo prihatin.

"chanyeol tidak dalam mood yang baik"

Jongin nampaknya mencoba menghibur kyungsoo yang saat ini kecewa karena perilaku chanyeol kepadanya. Tapi seakan tuli, kyungsoo bahkan tak mencoba mendengarkan apa yang jongin ucapkan.. matanya hanya tertuju pada chanyeol ya hanya pada chanyeol dan chanyeol.


.

'aku harap hari ini berjalan lancar,, ya tuhan tolong buat ini 100 % sukses'

Aku berjalan mengitari area lobi kampusku, mencoba menetralisir rasa kegugupan ku saat ini. ku sandarkan punggung kecil ini pada sebuah tembok besar di belakang ku menempelkan kedua telapak tangan ku dan menaruhnya di bawah dagu dengan mata yang kupejamkan. Aku harus berdoa terlebih dahulu!

Setelah menyemprot pengharum mulut yang aku bawa disaku, aku kembali menegapkan badan ku. Seharusnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi, persiapannya sudah sempurna.

'apa sehun akan mencium ku setelah aku memberitahukan perasaan ku?'

Arggghhh aku semakin gugup jika hal itu benar terjadi, aku memegangi dada ku dengan kedua tangan mencoba menahan degupan jantung ku yang rasanya sebentar lagi akan keluar.

Hah,,, yang aku tunggu tiba.

Itu sehun ia berjalan memunggungi ku, aku harus bisa melakukannya. Hari ini harus berhasil byun. Fighting

" sehun ssi….."

Aku memanggil namanya sedikit lebih keras, takut takut jika sehun sedang memakai erphonenya seperti tempo hari, aku akan kembali menyesal jika hari ini gagal seperti sebelumnya.

Sehun menghentikan langkahnya, dan tanpa menunggu lama aku berlari ketempat sehun berdiri.

" sehun ssi…"

Aku kembali memanggil namanya, sehun pun menoleh kearah ku sambil tersenyum.

" ah ne baekhyun ssi..?"

" se sehun ssi… sebenarnya, sebenarnya"

Kenapa aku mendadak gagap seperti ini? Aku bahkan sampai tak mengenali suara ku sendiri saat ini

" se sebenarnya asdghfkjismdfjsodenjhdnjahdjdh"

" apa itu baekhyun ssi? Aku tidak mengerti"

Sehun bertanya dengan heran pada ku, oh baekhyun tak bisa kah kau membuat ini semudah yang kau rencanakan sebelumnya.

Oke kembalikan jati dirimu baek, kau harus bisa memberitahunya. HARUS!

Aku menarik nafas ku dalam dalam ketika wajah ku yang idiot ini ku tekut ke bawah.

Dan dengan tegas aku mengangkat wajah ku untuk menatap sehun dan selanjutnya…

" SEHUN SSI, AKU SUDAH LAMA MENYUKAI MU"

Suara ku bergema di setiap penjuru lorong kelas yang kosong ini, aku berteriak ketika mengucapnya. Akhirnya byun, akhirnya… kau benar benar telah menyampaikan isi hati mu kepada sehun secara langsung.

Sehun menatap ku dengan terkejut, mungkin ia benar benar syok saat ini. Bisa ku lihat dari balik matanya yang sedikit melebar.

" aaaa, baekhyun ssi. Aku, aku sebenarnya juga menyukai mu"

DEMI APA? Aku tak punya gangguan telinga kan saat ini? Sehun juga menyukai ku? Ja jadi kami berdua? Ahhhhhhh mimpi ku menjadi kenyataan. Terimakasih tuhan kau mengabulakan doa ku. Luhan minseok terimakasih telah membantu ku selama ini, eomma terimakasih telah membesar kan ku. Untuk guru guru ku di ….

Ahh mengapa aku seperti ini? Aku berpidato seakan akan telah mendapatkan sebuah rewards? Ohh byun tentu saja oh sehun adalah reward itu!

.

.


Aku berjalan beriringan dengannya, dengan malu malu kami sempat melirik satu sama lain. Sehun yang gugup dengan terus memegang ujung jaketnya saat ini terlihat lucu bagi ku. Dan ini adalah sisi sehun yang baru kutahu setelah selama setahun aku mengenal dan menyukainya secara diam diam.

" huahhhhhh, the legendary couple datang bersama sama"

" ahh, oh sehun kau sungguh popular ternyata."

Aku heran dengan maksud perkataan orang orang yang berpapasan dengan kami barusan, apa yang sebenarnya terjadi? The legend couple? Sehun popular? Aku melihat sebuah kerumunan tak jauh dari tempat ku dan sehun berdiri, sebuah madding . mereka menggerumuti layaknya madding itu adalah sebuah madu informan, lantas saja Sehun pun ikut penasaran dan mencoba memecah kerumunan itu agar ia tahu gerangan apa yang sedang terjadi.

Dan sungguh, betapa terkejutnya diriku mengetahui apa isi madding yang sekarang menjadi bahan perbincangan anak anak ini

"wahh,sehun kau sangat beruntung. Kau sangat dicintai."

" cepat pergi kencan , tunggu apa lagi"

Orang orang itu masih setia menggoda sehun, bagaimana tidak?

Sebuah gambar diriku dan sehun yang sedang berdiri terpisah, aku tahu ini hanya editan. Karena sebenarnya aku tak pernah sekali pun merasa pernah di potret seperti itu. Tapi bukan itu yang membuat ku mendidih dengan marah seperti sekarang.

Surat ku, ya surat ku ada disana. Ditempel dengan banyaknya hampir memenuhi area madding . aku mengepalkan kedua lenganku, chanyeol. Ini semua pasti perbuatan chanyeol. Aku mengambil paksa salah satu surat ku di madding itu meremasnya dengan kuat sampai terbentuk seperti sebuah bola kesil dan aku pun berlari dari kerumunan orang orang itu, meninggalkan sehun yang nampaknya juga ikut merobek surat surat itu dari madding.

Aku bisa mendengarnya memanggil nama ku, aku tidak peduli saat ini. Chanyeol.. ya aku harus menemui orang brengsek ini

' kenapa? Kenapa harus aku? Apa yang kau dapatkan dari ini semua?'

Aku berlari menembus tatapan tajam orang orang di area kampus yang Nampak nya sudah mendengar dan melihat surat ku,Membuat ku semakin kesal.

" kau dengar? Aku selalu mendapatkan apa yang ku mau"

" tidak ada, ini hanya sekedar kesenangan ku saja. Aku sangat bahagia melihat wanita yang frustasi."

" apa? Karena ketika aku menginginkan sesuatu. Tak perduli bagaimana pun caranya, aku pasti akan mendapatkannya"

Perkataan chanyeol kembali teringiang di benak ku, aku masih tidak percaya ada orang yang benar benar tak berperasaan seperti chanyeol

" aku tak akan memaafkan mu, tidak akan pernah park chanyeol"

( baekhyun masih berlari. Tujuannya saat ini adalah kelas chanyeol, tak peduli jika orang orang ini terus mengatainya. Bahkan ia tak menyadari kehadiran luhan dan minseok yang tadi menyapanya)

" ada apa dengan baekhyun?"

" aku tidak tahu, tapi sepertinya ini tak baik"

Luhan dan minseok masih bertanya satu sama lain, dan ketika mereka hendak menyusul baekyun tiba tiba saja sehun datang

" apa kalian melihat baekhyun?"

" sebenarnya apa yang terjadi?"

Luhan bertanya tanpa menjawab terlebih dahulu, ia tahu ini pasti masalah serius. Sehun dan baekhyun? Luhan menunggu penjelasan selanjutnya dari sehun.

PLAKKK

Aku menampar pipi kiri dari seorang park chanyeol, dan hal itu aku lakukan di depan teman temannya. Aku yakin saat ini mulut mereka Nampak seperti ikan koi ketika bernafas dalam air saking terkejutnya.

" apa yang kau lakukan?"

Chanyeol bertanya seolah meminta pertanggung jawaban atas tamparan ku barusan.

" mengapa kau menyebar kan surat ku? Apa ini membuat mu senang, apa kau tahu Karena sikap mu ini perasaan seseorang bisa menjadi terluka. "

Nampak jelas wajah chanyeol yang marah saat ini, apa peduli ku? Wajah ku pun tak kalah menyeramkan saat ini.

" aku tahu alasan sebenarnya atas tindakan mu ini, KAU….."

Aku masih menatapnya tanpa mau berpaling sedikit pun. Sama halnya dengan yang dilakukan chanyeol

" karena kau tak pernah sekali pun menyukai seseorang dengan tulus!, "

Nafas ku tak teratur, mulutku benar benar tak terkontrol saat ini. Mungkin setelah ini aku akan menyalahkan diriku sendiri ketika mengingat apa yang tadi aku ucapkan seperti yang sudah sudah.

Tapi tidak kali ini, Karena aku yakin seyakin yakinnya aku tak akan pernah menyesali apa yang aku katakana pada seorang park chanyeol barusan.

" kau datang kemari hanya untuk berpidato?"

Chanyeol menarik tengkuk ku, membuat jarak wajah diantara kita benar benar dekat.

" dengar, ketika aku menginginkan sesuatu aku pasti akan mendapatkannya. Bukan kah aku pernah memberitahu mu?"

Ia kembali menyeringai kearah ku, membuat ku semakin makin tak tahan. Ku lempar lembaran surat yang aku ambil di madding tadi lalu melemparkan tepat didepan wajah bodohnya itu. Dan sedetik kemudian aku meninggalkan kelas itu

( chanyeol memungut lembaran kertas yang terjatuh di depannya, dan ucapan baekhyun terus saja memenuhi otaknya saat ini.)

" apa yang akan kita lakukan? baekhyun pasti malu"

Minseok berujar dengan sedih begitu pun luhan, nampaknya mereka sudah tahu semua perihal surat baekhyun tersebut. Tentu saja semua itu dari cerita asli sehun.

" aku akan memberitahunya terlebih dahulu"

"tentang apa?"

Minseok dan luhan menunggu jawaban selanjutnya dari sehun

" aku akan membuatnya nyaman bersama ku saat ini, itu yang dia perlukan"

" tapi kau tak bisa membuatnya kembali seperti semula setelah kejadian ini kan?"

" tentu tidak,tapi aku tidak akan membiarkan orang lain menyakitinya "

Luhan dan minseok menatap sehun secara bergantian, mereka masih belum percaya bahwa ahirnya baekhyun telah mendapatkan hati seorang oh sehun, terlihat jelas bagaiamana ia berkata dengan serius. Siapa yang menyangka hal ini akan benar benar terjadi?

" ya, lu.."

Aku mengangat panggilan telepon dari luhan, ia pasti sudah tahu semuanya.

" baek, apa kau baik baik saja?

" ne, nan gwenchanayo'

Jawabku bohong

" aku ada diperpustakan, datang kemari ya"

" sekarang aku tak bisa, lu"

"aku tak peduli, pokonya kau harus datang. Oke bye bye!"

" tapi lu,,,"

Tuuttt

Tuuttt

Tuuttt

Luhan menutup teleponnya tanpa mau mendengar penolakan dari ku, dan akhirnya aku terpaksa mengikuti apa maunya dengan malas. Padahal sebenarnya aku ingin sekali pulang kerumah saat ini, mengurung diri di kamar meratapi setiap nasib buruk yang terjadi pada ku akhir akhir ini.

( luhan tersenyum kearah sehun, mungkin tadi saat menelpon sehun mendengar nya menyebut nyebut nama baekhyun. Tapi sehun masih tidakmengerti dengan rencana luhan saat ini. Luhan pun menghampiri sehun dan berdiri di sebelahnya)

" dia sedang dalam perjalanan sekarang, datang lah temui dia"

.

.

.


Aku berdiri di balkon perpustakaan yang cukup luas ini, sedikit lebih tenang karena tempat ini begitu sepi dari hirup pirup orang. Tentu karena ini adalah perpustakaan.

' mana luhan?'

Sebenarnya dimana dia? dia sendiri yang menyuruhku kemari. Ahh sepertinya luhan hanya mengerjaiku saja, aku akan memarahinya nanti.

" baekhyun ssi"

Ku hentikan langkah kaki ku ini ketika mendengar seseorang memanggil nama ku, aku kenal suara ini. Aku menoleh kearah sumber suaranya dengan perlahan, benar dia oh sehun .

Aku belum ingin bertemu dengan nya saat ini, aku malu sungguh benar benar malu terhadapnya.

Aku bahkan tak berani menatap matanya yang saat ini mulai berjarak lebih dekat dengan ku

" aku minta maaf sehun ssi, sebenarnya aku tidak ingin kau terlibat. Hikss"

Aku sungguh tak bisa menahannya lagi, suaraku serak akibat menahan tangis yang sedari tadi ingin kulakukan. Tapi sekarang aku malah melakukannya di depan sehun

" maaf membuat mu malu…"

" bolehkah?"

Aku melihat tangannya yang mengepal sebuah sapu tangan, mungkin bermaksud menyeka air mata ku ini.

" surat itu, aku sungguh tak terganggu."

Benarkah apa yang dikatakan sehun? aku mengangkat wajah ku untuk melihat keseriusan di balik kata katanya

"melihat kau menangis seperti sekarang, aku tak tahu apa yang harus aku lakukan. Tapi.."

Ia mengusap air mata ku dengan sapu tangan nya, aku tak percaya ini. Sehun benar benar peduli pada ku.

( minseok mengintip di balik tangga bersama luhan, tentu saja ini semua ide luhan yang tadi dengan sengaja menelpon baekhyun untuk menyuruhnya datang ke perpustakaan. Tapi berbeda dengan minseok yang tersenyum bahagia karena melihat adegan antara baekhyun dan sehun tersebut, luhan malah memandang dengan sedih… ada apa dengan luhan?)

" didunia ini banyak orang orang yang berniat untuk menyakitimu, tapi akan ada seseorang yang ikut merasakan sedih atas kesakitan mu juga. Kau harus tahu itu"

Sehun berbicara dengan sungguh sungguh, setelah mendengar itu semua tangis ku berhenti. Kata kata itu sungguh membuat ku berpikir bahwa mungkin yang dimaksud sehun adalah dirinya sendiri dan hal itu membuat ku selama ini bersyukur karena ternyata aku tak mencintai orang yang salah.

Sehun mendekat kearah ku, wajahnya benar benar dekat. Aku tahu ini adalah apa yang aku inginkan sehun benar benar akan mencium ku? Aku mulai memejamkan mata begitu pun dengannya.

Tapi…

Tetttt

Tettt

Tettt

Suara bel berbunyi menandakan jam peajaran kuliah berakhir, membuat sehun mau tak mau menjauhkan diri dari ku karena terkejut. Aku menunduk malu, begitu pun dengan sehun yang jadi salah tingkah saat ini

" ahh, aku ada kelas tambahan. Aku harus pergi"

Setelah berbicara dengan gugup sehun pergi meninggal kan ku, tapi sedetik kemudian ia kembali dan memberikan ku sebuah sapu tangan yang ia gunanakan untuk mneghapus air mataku tadi.

Senyum di bibir ku kini kembali melengkung ke atas, dibalik semua kejadian buruk yang terjadi di hari ini setidaknya aku mensyukuri satu hal tentang sehun. aku masih punya sehun, orang yang ku cintai dan mencintai ku.

" yahh, eomma. Terakhir kali aku masih ingat bahwa nyonya goong bilang kau begitu hampir prustasi.. Tapi sekarang? Kau selalu bersinar sinar sperti ini. Jatuh cinta memang membuat orang menjadi lebih berwarna"

"hmm, kau benar baek. Eomma tidak bisa mengontrol diri eomma sekarang, setiap hari semua terasa berwarna "

"aku mengerti eomma, aku bahkan tak bisa berhenti tersenyum"

" aku setuju dengan mu baekie, aku tidak tahu apa yang harus aku katakana pada anaknya tapi…

"AKU INGIN PACARAN"

"AKU INGIN MENIKAH"

TBC


hai hai hai saya kembali lagi nih membawakan ff remake ini

ternyata ada yang suka dengan ff remake ini

Terima kasih ya buat semua yang udah mau menyempatkan dirinya membaca, memfavoritekan dan memfollow ff ini

dan terima kasih banyak buat semua yang mau review ff ini.

Big Thanks To:

xiuxiumin, sunye, Gianty 581, Baeks06, Baekkiechu, Yousee

Review Jusseyo ? ^^