itle : CHANYEOL BESIDE YOU

Main Cast : Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Oh Sehun

Xi Luhan

Other Cast : All Member Exo, SM Family, dll

Rated : T (Sewaktu-waktu bisa berubah)

Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan, Orang Tua mereka dan Agency mereka saya cuma meminjam nama mereka disini

Warning : Typo(s) bertebaran, Bahasa tidak sesuai EYD, GS (Genderswitch) for Uke, Not Yaoi (Belum kepikiran buat bikin YAOI), Ingat FF ini Remake dari Drama Taiwan berjudul 'DEVIL BESIDE YOU'


Chapter 3

" yahh, eomma. Terakhir kali aku masih ingat bahwa nyonya goong bilang kau begitu hampir frustasi.. Tapi sekarang? Kau selalu bersinar sinar seperti ini. Jatuh cinta memang membuat orang menjadi lebih berwarna"

"hmm, kau benar baek. Eomma tidak bisa mengontrol diri eomma sekarang, setiap hari semua terasa berwarna "

"aku mengerti eomma, aku bahkan tak bisa berhenti tersenyum"

" aku setuju dengan mu baekie, aku tidak tahu apa yang harus aku katakan pada anaknya tapi…

"AKU INGIN BERKENCAN"

"AKU INGIN MENIKAH"

" APA YANG KAU KATAKAN?"

Baekhyun dan victorya sama sama bertanya dengan pertanyaan yang sama.

" menikah?eomma baru saja kencan beberapa kali kan? Tanyaku pada eomma

" hmm, itu tidak masalah karena kami sudah merasa cocok hehe, sebenarnya kencan diusia seperti ini sangat menarik. Kita berdua …"

"jangan mengalihkan pembicaraan eomma!"

"mian, aku hanya terbawa suasana."

" eomma bagaiamana bisa kau, akhh aku bahkan belum pernah bertemu dengannya"

"dia selalu menunggu untuk bertemu dengan mu sebenarnya baekkie. Ia seharusnya datang hari ini, tapi sesuatu yang mendesak terjadi. Katanya ia akan menemui mu disekolah saja"

" mengapa harus disekolah?"

" hah? Bagaimana aku bisa lupa untuk memberitahu mu baekkie. Dia itu adalah komisaris disekolah mu."

"jika ia tidak datang hari ini, lalu mengapa kau memasak semua makanan ini?"

Aku menunjuk semua makanan yang sekarang ada di atas meja makan, jika benar apa yang dikatakan tentang ajjusi yang tidak jadi datang hari ini lantas untuk siapa semua makan disini?

" ahhh,, oh ya eomma lupa bertanya pada mu. Dengan siapa kau AKAN KENCAN? HUH?"

Aishh mengapa keadaan sekarang malah berbalik seperti ini? Bagaimana menceritakan nya pada eomma tentang sehun? ahhh ini akan menjadi malam yang panjang….

Ting tong

Ting tong

" dia datang" eomma berlari bergegas membuka pintu, entah kenapa rasa nya ada yang janggal disini. Komisaris sekolah?rasanya aku pernah mendengar nya.

" Aku dengar dia adalah anak tunggal komisaris universitas kita, dengan dukungan ayahnya tersebut ia selalu berbuat semaunya. Dan dia adalah ketua di genk nya tersebut. Bahkan aku pernah mendengar kabar yang lebih buruk ketika mereka di senior high school bersama gank nya tersebut, mereka itu selalu membuat onar dan masalah"

Ucapan luhan tempo hari teringat kembali di otak ku, OH ASTAGA…..

"EOMMA! ANDWAE OMMA"

Aku berteriak menyusul eomma, ia sedang berdiri tepat di depan pintu dengan tangan yang sudah membuka knop pintu tersebut. aku mohon eomma jangan di buka, jangan….

Ceklek

Telat…. Pintu itu terbuka, dan sialnya aku lah orang yang pertama dilihat chanyeol saat pintu itu terbuka. Dan kau tahu apa? Dia orang itu benar benar chanyeol, orang yang berdiri di depan ku ini benar benar dia? Orang ini.. orang ini adalah anak dari ajjusi yang akan menikahi eomma? Orang ini, orang ini akan menjadi adik ku?

" dia adalah anak dari lelaki yang akan menikahi eomma. Dia park chanyeol"

" senang bertemu dengan mu, NUNA?"

Akhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh, jika ini mimpi aku mohon bangunkan aku!


~~Devil~~


" jinjja?"

" neo dongsaeng? Park chanyeol?"

" hidupku begitu tragis bukan?" aku masih duduk di anak tangga ini dengan kedua tangan yang ku topang untuk menahan raut wajahku yang kusut ini, sementara luhan dan minseok nampaknya masih sangat terkejut sama seperti ku malam tadi.

" baek, apa yang sebenarnya terjadi?" luhan bertanya kepada ku dengan kening yang dikerutkan

FLASHBACK

" ketika aku mendengar bahwa appamu sudah membicarakan perihal pernikahan ini, appa mu bilang kau sangat bahagia. Ia meminta ku membuatkan makanan ini untuk mu. Kau ternyata anak yang manis chanyeol" eomma memandangi chanyeol dengan berseri seri

" manis? Itu tidak benar. Eomma bagaimana kau bisa mengatakan itu? "

Aku berdiri dari duduk ku dan langsung menghampiri si manis brengsek menurut eomma itu

" Apa eomma tahu tentang lelaki ini?tentang keburukannya? "

"BERHENTI! Aku bilang jangan memakan makanan buatan eomma ku." Chanyeol mengentikan pergerakkannya yang kala itu baru saja mengambil sumpit yang berada disamping kanannya.

" kau tidak punya malu park chanyeol!"

Hiks hiks hiks….. apa ini? mengapa eomma tiba tiba menangis seperti ini? aku pun menghampiri eomma untuk menenangkannya

" eomma…""

" kau belum bisa menerima lelaki lain selain appa mu,? ketika kau bilang eomma boleh berkencan dengan nya kau hanya tidak mau menyakiti hati eomma kan? Tapi sebenarnya kau tidak menginginkan hal ini"

" a anni, eomma… tidak seperti itu…" aku masih setia memeluk eomma ku yang saat ini sedang menangis tersedu sedu

" kau pasti berpikir eomma telah mengkhianati appa kan? hiks hiks"

" aku mohon eomma, aku tidak berpikir seperti itu"

" Imo, mohon untuk tidak menyakiti hati mu sendiri"

Aku dan eomma menoleh secara bersamaan

" ini salah ku, aku membuat nuna membenci ku"

" ohh chanyeolie.. maaf kan imo, ini adalah kesalahan imo. Mianhae telah menyakiti perasaan mu"

" padahal aku berharap bisa mempunyai keluarga yang lengkap" chanyeol memasang wajah melas nya yang aku yakini hanya acting belaka

" imo juga ingin sekali memiliki keluarga yang sempurna seperti itu chanyeolie"

Ige ? apa ini? Mengapa si chanyeol ini pandai sekali berakting? Dan eomma ayolah apa itu chanyeolie? Kalian menggelikan!

"chanyeol," eomma menggengam lengan chanyeol sambil memanggilnya dengan lembut

"aku sebenarnya menginginkan mu menjadi anak ku juga,"

" imo, itu pasti akan membuat ku sangat senang. Aku sunggu tersentuh dengan keinginan mu"

" huaaaahhh, chanyeolie. Jika saja baekhyun menyetujui ini." Tangis eomma semakin menjadi setelah mendengar kata kata manis si park ini.

"aku sangat sangat menyesal harus membatalkan pernikahan ini, tolong beritahu appa mu soal ini. Aku sangat sangat menyesal"

Eomma masih tetap menangis sambil menundukkan kepalanya di atas lengan chanyeol yang sedari tadi ia genggam, aku tak percaya ini. Si park brengsek ini membuat ku terlihat seperti anak yang buruk sekarang.

FLASBACK END.


" dia benar benar iblis,"

"bagaimana bisa ada kebetulan yang seperti ini?"

" aku rasa ia sudah tahu lebih dahulu jika appanya dan eomma ku berkencan, maka itu ia berbuat seperti ini pada ku"

"baekhyun, ayolah jangan menyerah"

"benar,bukan kah kau masih punya malaikat"

Aku bisa melihat anggukan luhan dan minseok secara bersamaan

" lihat…" minseok menyuruhku dan luhan mengikuti arah telunjuk tangannya

walaupun kenyataan ada seorang devil seperti chanyeol disekitar ku, minseok ada seorang malaikat yang kini ku punya yaitu sehun.

sehun yang sepertinya baru datang pagi ini nampaknya tak menyadari keberadaan ku dan kawan kawan. Ia hanya melewati ku dan berjalan lurus di lorong menuju kelas nya hari ini. Dan seperti biasanya ketika semua itu terjadi aku hanya memandangi nya dari balik punggung kokohnya tersebut.

'sehun sangat lucu hari ini'

Putar kepalamu , lihat aku..

Nampaknya aku sudah seperti penyihir awam saat ini, mengucapkan mantara yang tak jelas agar sehun benar benar tersihir oleh mantra ku. Ta ttaapi,,,, sehun benar benar menoleh kebelakang dan melihat ku sambil tersenyum. Mantra yang ampuh byun baekhyun.


Aku bergegas menuju kelas ku hari ini, setelah berpisah dengan luhan dan minseok tadi yang sudah memberiku pesan penyemangat. Dan aku masih saja tersenyum senyum ketika membayangkan wajah lucu sehun tadi pagi, tapi raut di senyum indahku itu seketika hilang saat sebuah motor berhenti mendadak tepat di depan ku

" annyeong, NUNA?"

" menyingkir dari hadapan ku!"

" sikap uri nuna begitu buruk ternyata.. sebenarnya, kau tak ingin aku menjadi adik mu kan?. Kalau begitu Beritahu eomma mu untuk membatalkan pernikahannya dengan appa ku."

" aku tidak bisa melakukannya"

" kenapa tidak?"

" walaupun aku sangat membenci mu, aku tidak akan mengatakan hal itu pada eomma."

"walaupun kau tahu aku tidak akan tinggal diam?"

" aku tidak peduli "

" haha,, aku bisa melakukan hal yang lebih buruk dari kemarin"

" sudah ku bilang aku tidak peduli, asalkan eomma bahagia aku akan menghadapi semua itu walaupun harus dengan berhadapan dengan mu"

Setelah mengucapkan kalimat terakhir yang menjadikan ku alasan untuk menolak permintaan chnayeol, aku melangkah pergi meninggalkan. Bagaiamana bisa ia meminta ku mengatakan hal itu pada eomma? Aku tidak bisa menghalangi kebahagian eomma hanya karena aku ,keegoisan ku. Eomma adalah satu satunya orang yang ku punya saat ini, aku akan selalu menjadikan kebahagiannya sebagai kebahagianku juga, walaupun pada akhirnya aku harus menderita dengan berpura pura tidak membenci park chanyeol.


Bel pelajaran terakhir bergema diseluruh penjuru kelas, semua mahasiswa/I berhamburan keluar sama seperti ku yang kini tengah berjalan di koridor menuju loker tempat penyimpanan barang barang berharga yang di siapkan oleh pihak universitas sebagai tempat privasi untuk mahasiswa/I nya.

Senyum ku tak pernah ku hilangkan selama perjalan menuju loker, sambil menggenggam sapu tangan yang tempo hari sehun pinjam kan pada ku. Hari ini aku bermaksud menemuinya dan mengembalikan sapu tangannya yang sudah ku cuci dengan wangi in.

" oh hai baekhyun-ssi"

" aku telah mencuci sapu tangan mu ini, gamsahamnida"

" ahh, sapu tangan. Tidak apa apa untuk mu saja"

" jinjja? Ahh neomu neomu gamsahamnida"

" ahh bukan apa apa baekhyun-ssi. Itu hanya sebuah sapu tangan"

Sehun yang merendah saat ini, terlihat sangat manis. Oh astaga oh sehun bagaiamana bisa kau sesempurna ini dimata ku?... aku jadi semakin menyukai mu.

" oh sini biar ku bantu membawakan buku buku itu"

BRUGHHH

akhh aku bodoh atau bagaimana mana sih, bisa bisanya aku malah menjatuhkan buku buku yang dibawa sehun saat ini

" mianhae sehun-ssi" aku mengambil buku buku yang berserakan dilantai tersebut, sama dengan yang sehun lakukan

"tidak apa apa baekhyun-ssi, "

Jarak kami sangat dekat ketika sepasang bola mata kami dipertemukan, aku tersenyum membalas kilatan mata sehun yang tajam. Tapi entah mengapa sehun nampaknya…

" mengapa perasaan ku berkata bahwa disini ada orang lain selain kita berdua?"

Apa yang sebenarnya sehun katakan? Di loker ini memang Cuma ada aku dan dia, karena mungkin saat ini semua mahasiswa/I sudah pergi meninggalakan kampus, tapi memang benar rasanya aku juga merasakan hal hal yang janggal…

"aku juga merasakan hal yang sama sehun-ssi"

Dan entah atas perintah siapa mata ku dan mata sehun secara bersamaan melirik kesebelah kiri kami dan tebak siapa yang aku temukan disana dengan senyuman jahatnya

"wa wae? Mengapa kau disini? Kelas mu kan sudah berakir. Kau ingin menakut nakuti semua orang?"

Aku berdiri menjauh dari chanyeol, sedangkan sehun dan chanyeol masih setia tatap menatap

"apa kalian saling mengenal?" sehun bertanya pada ku.

" a ani, dia sebenarnya dia adalah dongsaengku"

" aku?" chanyeol balik bertanya sambil menunjuk dirinya sendiri.

"diam kau"

Aku membentak chanyeol yang berada di samping kiri ku dengan wajah garang.

" ahh, jadi begini sehun-ssi. Eomma ku akan menikah lagi dan dia adalah anak dari calon lelaki yang akan menikahi eomma ku itu."

" ahh benarkah? Senang bertemu dengan mu. Kenalkan aku oh sehun"

Sehun menjulurkan lengannya pada chanyeol mencoba berjabat tangan saat berkenalan dengannya, tapi si tidak sopan park chanyeol ini malah tidak menerima jabatan tangan dari sehun. harusnya aku sudah tahu soal ini, si chanyeol itu malah menatap sehun dengan senyum yang biasa.

" sehun-ssi?"

" oh ne?"

" aku dengar kau sangat hebat dalam basket, kau juga sangat digemari dikampus kita bukan?"

"ahh itu tidak terlalu benar"

Ahh ini gawat, aku tidak bisa membiarkan si brengsek chanyeol ini terus bercakap cakap dengan sehun. aku menarik lengan sehun dan membawanya ke pojokan loker di samping

"sehun-ssi, jagan percaya apa yang diucapkannya semuanya itu bohong"

"dia membohongi ku? Tapi kan dia adik mu" aku mengangguk mengiyakan pertanyaan sehun

"nuna ku pasti sudah memberitahu semua tentang ku pada mu ya.."

Sial, si park ini mendorong tubuhku menjauh dari tubuh sehun yang sedari tadi kutempeli,

"sehun-ssi sebenarnya, dongsaeng ku ini sedikit bodoh dan kekanakan" aku mencoba berakting idiot saat ini

" aku adalah penggemarmu, bisakah aku bermain basket dengan mu?"

ada apa dengan si brengsek ini? Ia selalu saja mengalihkan pembicaraan ku.

" tidak masalah, lain kali aku akan mengatur waktunya."

" setuju, sampai jumpa lain waktu sehun-ssi"

Aku bisa melihat high five mereka, setelah nya chanyeol pergi meninggalkan ku dan sehun

" dongsaeng mu sangat menyenangkan, pasti ia memiliki banyak teman"

Aku hanya bisa ternyesum kecut mendengar spekulasi yang dibuat sehun pada chanyeol? Menyenangkan katanya? Kau harus lebih mengenal park cahnyeol sehun-ahh….

Lihat saja aku akan membuat perhitungan padanya.


~~Chanbaek~~


" apa sebenarnya yang kau rencanakan? Jangan libatkan sehun dalam masalah kita"

Aku sekarang berada di sebuah taman dengan rumput hijau yang berada tak jauh dari area belakang kampusku, tentu saja si park ini sedang bersama dengan genknya

Merasa diacuhkan, aku menarik sebuah buku yang sedari tadi dipakai chanyeol untuk menutupi wajahnya dari sinar matahari, aku tahu ia sedang pura pura tidur saat ini.

" apa yang kau katakan? Tidak ada yang aku rencanakan. Aku hanya ingin bermain basket dengan ketua kita dan bersenang senang"

" aku tahu arti bersenang senang yang sebenarnya bagi mu, park chanyeol"

" baekhyun…."

Aku menoleh ke seseorang yang tadi menganggu percakapan ku dengan chanyeol

"apa kau bosan hidup? Kau mau mati?" aku masih mengingat sihitam yang sedang berbicara ini, ya kim jongin

" kalau kau bisa hidup, kenapa aku harus mati?"

" membuat masalah dengan ketua kita, itu artinya bosan hidup""

Giliran si rambut merah yang mengeluarkan suara, ah aku tahu sekarang namanya kim jeohoon! Berterimakasih lah pada minseok yang memberitahu kan semua nama anggota genk si park ini secara terperinci.

" biasanya paling tidak akan ada 2-3 tulang lah yang patah"

Sekarang giliran pria berlesung pipit Vernon yang ikut mengeluarkan suara, apa lagi ini? Apa yang mereka ucapkan itu benar? Jika chanyeol separah itu bagaimana dengan nasib sehun? aku tidak ingin sehun mendapatkan semua itu karena aku.

" jongin, setelah kelas hari ini selesai. Kumpulkan anak anak di lapangan basket"

" OKE!"

Apa ini? Chanyeol benar benar akan bertanding dengan sehun? apa yang baru saja aku lakukan? Bagaiamana ini…..


Dan disini lah aku, berdiri dengan gengaman kuat pada sebuah besi pembatas. Sorak sorak semua orang yang memenuhi lapangan basket in door kampus ku. Bagaiamna tidak? Setelah disebarnya kabar bahwa genk chanyeol akan bertading melawan tim basket kampus ini, semua orang langsung mengisi kursi kursi kosong untuk menyaksikan secara langsung.

Aku bisa melihta tim sehun yang menggunakan setelan kaos tim yang berwarna putih dengan nomor 1 yang dipakai sehun menandakan kalau ia memang kapten sekaligus ketua di timnya. Sedangkan tim si park itu hanya menggunakan pakaian biasa dengan celana yang romebng rombeng beserta jaket kulit yang menjadi cirri khas nya.

Priiitttttt….

Pertandingan pun dimulai, tak kusangka ternyata tim chanyeol memang tidak bisa diremehkan. Mereka bukan hanya berandalan yang selama ini diketahui banyak orang, ternyata mereka juga punya keahlian yang cukup bisa dibanggakan apa lagi chanyeol. Jika ku perhatika di 10 menit pertama chanyeol hanya mengincar bola bola yang di pegang sehun, aku sangat kesal melihat itu.

" fighting, sehun-ssi"

Aku berteriak ikut menyemangatinya dari bangku penonton, mungkin suara ku tak akan terdengar saat ini karena tentu saja suara ku tenggelam oleh teriakan orang orang yang juga menyemangati kedua tim

" tak ku sangaka tim nya chanyeol sehebat ini" nampaknya minseok juga terheran heran melihat kehebatan tim chanyeol

" aku tidak memikirkan itu, aku hanya takut si park itu menyakiti sehun ku"

" hey, mereka itu lelaki. Lagi pula kau yakin ketua basket kita tak selemah itu baekhyun" luhan meyakinkan ku tentang sehun yang kuat saat ini.

Pritttt

Pritttt

"Bukan kah kita bilang ini adalah pertandingan persahabatan? Mengapa kau begitu seserius ini?

" karena kau punya tujuan, yaitu MENANG!"

Sehun nampaknya sekarang mulai mengerti, chanyeol memang menganggapnya sebagai rival saat ini. Setelah pertandingan dengan kekalahan sang ketua basket yang hanya berbeda 1 poin saja dengan tim chanyeol. lantas Chanyeol meninggalkan sehun begitu saja dengan kemenangan yang dianggapnya memuaskan.

" sebenarnya kau hebat, apa kau mau bergabung dengan tim basket kampus kita?"

Aku bisa mendengar tawaran yang di berikan sehun untuk chanyeol saat ini.

" oke,asalkan kau menjadikan gadis itu sebagai manager kita"

Apa dia sudah gila? Mengapa ia menunjuk ku, aku bahkan tak tahu menau tentang basket. Apa yang sedang si park ini rencanakan

"kami memang punya masalah dengan manager kami yang beberapa waktu lalu mengundurkan diri, jika itu mau mu aku bisa meminta baekhyun sebagai penggantinya. Tapi itu semua ku serahkan pada keputusan baekhyun-ssi…?"

" ahhh,, aku bersedia tentu saja sehun-ssi"

Aku tidak bisa menolak permintaan sehun, walaupun aku tahu ada alasan yang aneh dari si park itu.

"oke selesai, aku akan bergabung dengan tim"

Lagi lagi senyum jahatnya itu tidak bisa ku artikan, aku yakin setelah ini ia akan lebih kejam menyiksaku. Aku melirik luhan dan minseok bergantian

" aku akan lebih menderita teman teman…."


Mereka sedang latihan, dengan gaya yang di sebut lay up. Tentu saja aku harus ikut hadir dalam jadwal latihan mereka yang di lakukan 3x dalam seminggu. Padahal tugas kampus ku begitu banyak akhir akhir ini, tapi aku harus membagi waktu ku yang padat ini untuk mengurusi tim basket kampus, jika bukan karena sehun yang meminta aku tidak akan mau melakukan hal konyol ini.

Tapi jika dipikir pikir lagi mungkin ada sisi baik nya juga, bukankah dengan menjadi manager tim basket kampus aku jadi punya waktu untuk berdekatandengan sehun. sama seperti sekarang ketika dengan leluasanya aku bisa melihat sehun sedang mendrible bola tanpa harus bersembunyi karena takut ketahuan seperti dulu. Ohh bahkan barusan ia tersenyum pada ku.

Bagaiamana jika setelah latihan ini selesai, sehun mengajak ku pulang bersama? Ahh aku pasti akan langsung menjawab 'tentu saja, aku mau sehun-ssi'

" manager, selamat menjalanakan pekerjaan baru mu"

Si park ini membuyarkan lamunan ku yang indah bersama sehun, ketika ia baru saja datang bersama dengan teman setimnya yang nampaknya juga menikuti jejak sang ketua.

Setelah melihat nya berada dilapangan yang sama, aku merasa hidup ku ini akan segera berakhir. Oh tidak bisa kah seorang park chanyeol hilang seutuhnya dari dunia ku?

"bawakan aku air!"

" handuk ku mana?"

" hei manager, mana jus ku?"

" yak, bukan kah sudah ku bilang kau harus membukanya terlebih dahulu"

aku kira aku akan meledak saai ini juga, apa pria ini big baby? Mengapa membuka jus saja tidak becus sih. Sabar baekhyun, sabar… kau tidak boleh terpancing oleh park chanyeol jahat ini. Ingat sehun, yak hanya sehun!

" manager, pijat aku"

" wae? Kenapa harus aku?"

" ya.. kapten, manager ini tidak bisa melakukan apapun"

Aku berlari mendekat kearah cahnyeol yang saat ini sedang tertidur sambil terlentang di tengah lapangan, tidur kau bilang? Ia benar si park bodoh ini tidak mengikuti latihan seperti yang sedang dilakukan yang lain dan malah membuatku terpaksa harus melakukan apapun yang ia perintahkan sama seperti sekarang ini,

Bahkan ketika aku merasa sudah muak dan memberontak perintahnya, dia akan langsung melaporkan ku pada sehun. tentu saja aku tidak bisa berbuat apa apa lagi jika sudah begini.

Aku sedang merebahkan tubuhku di salah satu bangku di pinggir lapangan basket, dengan nafas yang tak teratur akibat kelelahan. Tentu saja ulah siapa lagi jika bukan si park chanyeol itu?


" baek, bagaimana sudah ada progress baru? Sudah sejauh mana kau dan sehun?" suara luhan memecah keheningan, ia baru saja datang bersama dengan minseok.

"tidak ada, lu. Aku bahkan tidak bisa mendekati sehun karena si devil park chanyeol itu selalu mengacaukannya"

Suara ku masih bercampur dengan nafas yang belum stabil. Minsok mengeluarkan sebuah minuman dari tas nya dan memberikannya pada ku

"kau kan manager tim basket sekarang,kau harus tahu park chanyeol dulunya juga pernah menjadi bagian tim ketika di senior high school"

" apa maksud mu, minseok?"

" kau tidak tahu? Ia pernah memukul pelatihnya sendiri waktu itu"

" apa? Pelatihnya? Lalu apa yang terjadi, apa pelatihnya melaporkan hal tersebut?"

" kau kan tahu keluarga chanyeol itu kaya, mereka menutup semua kasus dengan uang mereka"

Minseok ini harus diberikan awards nampaknya, ia selalu tahu apapun yang berhubungan dengan seorang park chanyeol. bahkan sekarang aku sudah hapal semua nama anggota genk chanyeol yang terdiri dari jongin, jeoheon, wonho, dan leo. Ya aku harus berterima kasih pada minseok yang menghabisakan malam dengan bercerita tentang seluk beluk mereka.

" itu tidak benar!"

Tatapan ku beralih kepada seseorang yang ternyata sedari mneguping pembicaraan ku dengan luhan dan minseok dari bangku paling belakang, dia adalah kim jongin? Sejak kapan ia duduk disana? Aduh gawat apa dia akan mengadu pada ketuanya itu? Mampus kau baek.

Ia mendekat kearah kami, dengan masih menggunakan seragam tim basket kampus ia kemudian duduk tepat disamping ku dengan tangan yang dilipat dibawah kepalanya dengan santai.

" chanyeol tidak seperti yang kalian bicarakan barusan"

Aku berdiri dari duduk ku, karena aku merasa hubungan ku dengan jongin tidak terlalu dekat.

" ketika di senior high school dulu, chanyeol sangat pendiam. Bahkan ketika ia masuk tim basket ia sama sekali tidak menyentuh bola basket"

Aku malas mendengar sesuatu yang berhubungan dengan chnayeol saat ini, tapi jongin malah berceloteh panjang.

"tapi suatu hari, pelatih mengatakan sesuatu "

FLASH BACK

" hey kau, tetap disini. duduk dan tonton saja. Aishhh jinjja kau hanya penghalang saja kau membuat sesi latihan menjadi lamban"

Duaghhhh…

" kau tidak berhak berkata seperti itu, memangnya siapa kau"

" ketika mendengar sang pelatih berkata kasar seperti itu pada anggota tim yang memiliki badan yang besar dari rata rata seukuran pemain basket, ia langsung membanting bola yang ia bawa dan tanpa ampun lagi ia memukuli pelatih itu hingga babak belur"

" kerana itu, chanyeol dikelurakan dari tim. Ia tidak melakukan apapun lagi saat itu untuk kembali menjadi anggota tim basket."

Aku, luhan, dan minseok seketika menjadi pendengar yang serius saat ini. Bahkan aku, minseok dan luhan memilih duduk kembali disamping jongin.

" tapi ketika dia marah, tidak ada seorang pun yang mampu mengendalikan kemarahannya."

" dan pria gemuk yang dibela chanyeol itu adalah aku"

Aku mendongkak tak percaya menatap jongin, benar kah yang jongin bicarakan?

Jongin tersenyum tipis, tapi aku cukup jeli melihat senyuman itu. Ia merogoh sesuatu dari balik saku celananya dan menyodorkannya pada ku.

Sebuah foto, ya itu foto. Aku meraih nya dari tangan jongin. Disusul minseok dan luhan yang kemudian mengapitku untuk melihat foto yang baru saja di tunjukan jongin

"wahhh, dia benar benar gemuk."

" kau benar… dia, upsss"

Mulut minseok dan luhan ini memang tidak bisa di control apa?

" kalian benar, jika bukan karena chanyeol aku tidak akan bisa seperti sekarang ini. dia memang anak dari komisaris kampus aku sangat peduli padanya dan semenjak itulah kami berteman"


.

" belikan aku buah, minuman, ayam, ramen, dan colla. Kau mengerti? Cepat!"

Berbeda dengan tadi pagi saat saat chanyeol menyuruh ku dan aku akan mengoceh terlebih dahulu untuk menolaknya. Tapi sekarang aku hanya mengangguk atas semua permintaannya tanpa membantah tanpa mengoceh.

Aku sudah membeli semua yang di pesan chanyeol tadi, untung tidak terlalu banyak tadi dua tangan ku masih cukup untuk menenteng semuanya itu

" ada apa dengan dia?aku ini manager, mengapa aku malah terlihat seperti assisten pribadinya? Beli ini, beli itu, apa ia tak punya kerjaan lain? Jika yang dikatakan jongin itu benar…. Akhhh"

Aku terjatuh dengan barang bawaan ku yang juga ikut berserakan, apa ini? rasanya aku pernah mengalami hal serupa beberapa waktu lalu.

" kau lagi, sebenarnya apa yang kau mau hah?"

"mengapa kau tidak mendengarkan kata kata ku? Mengapa kau masih menempeli pangeran?, bukankah masalah kalian sudah selesai, surat yang kau buat untuk ketua basket. Aku lah yang menyebarkannya di madding kampus kita, bukankah aku membantu mu mengutarakan perasaan mu pada si ketua basket?"

Surat? Mengapa ia tahu soal surat itu. Dan apa yang dia katakana tadi? Dia yang menyebarkannya? Dia benar benar keterlaluan, aku sudah salah sangaka kepada chanyeol. aku menyalahkannya nya atas semua hal yang terjadi padahal pelakunya si wanita jahat ini.

" kau wanita yang jahat…"

" wae? Aku memang seperti itu"

Aku benar benar tak habis pikir pada wanita ini,ia mendekta kearah ku

" sebenarnya apa yang kau mau?"

Bukannya menjawab , wanita ini malah tersenyum melihat kedatangan 2 orang gadis di lorong kelas yang sepi ini, siapa mereka dan mengapa meraka emmbawa sebuah tali oh astaga…

"yak lepaskan aku"

" diam kau, berhenti bergerak"

Srekkk….

Disaat aku masih memberontak dengan kedua tangan yang sudah sepenuhnya diikat oleh kedua gadis ini, aku melihat wanita itu menyalakan sebuah bensin api yang biasa sigunakan oleh orang orang peroko sebagai pengganti korek api. Ia kemudian berjalan mendekat kearah ku dengan api yang masih menyala

" jika api ni mengenai rambut panjang mu itu, menurut mu apa yang akan terjadi?"

Tap

Astaga, wanita ini akan membakar rambut ku?

Tap

Apa dia psycopat?

Tap

Seseorang tolong aku,,,,

BYUUUURRRRR

Air,, air dari mana ini? apa atapnya bocor, tapi seingatku hari ini tidak hujan

" AHHH, maaf kan aku maaf. Aku cleaning service disini. apa yang kalian lakukan disinini nona nona?"

Aku menatap serorang ajjushi yang memang memakai pakaian cleaning service kampus ku, jadi dia yang menyiram kan air kepada si wanita itu

" ohh pembullian ya? Kalian melakukan pembulian pada gadis manis ini?"

"hey pak tua, ini bukan urusan mu"

Wanita yang memegangi tangan ku terlihat sangat marah

" pak tua? Aku lebih suka gadis cantik memanggil ku ajusshi"

" kau pria tua mesum!"

" kali ini kau beruntung, lain kali tak akan ku biarkan kau lepas!"

Segerombolan wanita itu pergi meninggalkan ku dengan sederet ancaman yang membuat ku merinding, oh ayolah apa salahku sampai sampai ia membenci dan mengancam ku seperti tadi.

" neo gwenchana?"

Pertanyaan ajjushi itu menyadarkan ku dari beberapa pertanyaan yang sempat terlintas di benak ku.

Tapi entah kenapa tiba tiba ajjushi ini dengan secepat kilat memeluk tubuh ku dengan erat, sampai sampai aku tak sempat untuk menghindar.

" kau tidak perlu berterima kasih pada ku, ini sudah menjadi kewajiban ku untuk melindungi mu"

" apa yang kau lakukan ajjushi? Dasar ajjushi mesum, seseorang tolong aku ku mohon. TOLONG.. TOLONG…"

Aku meronta di dalam pelukan ajjushi ini, sambil terus berteriak agar seseorang bisa menolongku dari pelecehan seksual ini, oh eomma anak mu menjadi korban serang pedofil saat ini. tolong aku eomma…

DUKKKKK

" Yak pak tua, apa yang sedang kau lakukan?"

Seseorang berteriak sambil melempar sebuah bola basket kearah punggung ajjushi ini, sontak si ajjushi langsung melepaskan lengannya yang sedari tadi melingkar di bahu ku sambil memekik kesakitan, mungkin lemparan bola tadi cukup membuat punggung nya terasa nyeri.

" Chanyeol? aaaaaaaaaa aaaa aaaaaa"

Si ajjushi itu kegirangan bukan main ketika mendapati seorang park chanyeol yang telah melempar bola pada punggungnya tadi, dan sedetik kemudian ia berlari mendekat kearah chanyeol sambil memeluk dengan erat sama seperti yang ia lakukan pada ku.

Tapi bedannya si ajjushi ini lebih terlihat seperti seorang monkey yang sedang merengek kepada induknya yang bergelayutan meminta susu , oh god pemandangan apa yang sedang aku lihat ini? menggelikan!

" oh chanyeol, cutie, cutie…"

"apa yang sedang kau lakukan? Yak pak tua, jangan sentuh aku!"

Ajjushi itu melepaskan pelukannya sesuai permintaan chanyeol

" apa aku tak boleh memeluk anak ku sendiri?"

" mwoya? Anak? Itu berarti ajjushi ini… Appa chanyeol?" aku bermonolog sendiri

" APPA? Kau sudah siap memanggil ku appa? Aa aaaaaaaaaa"

Ternyata monolog ku terdengar oleh ajjushi ahh maksud ku appanya chanyeol, dan ia sangat bahagia ketika samar samar indra pendengarannya menangkap ku yang memanggilnya appa. Dan sama seperti beberapa detik lalu saat bahagianya melihat chanyeol, ia pun berlari kearah ku merentangkan kedua tangannya dengan sangat lebar dan bersiap memeluk ku kembali..

Aku memasang wajah ketakutan, jujur saja aku masih terlalu syok jika ajjushi ini bertingkah se intim ini pada ku.

" eomma, tolong aku" aku pun berteriak sambil menutup kedua mata ku, tapi..

"yak kau sudah tua, jangan memeluk orang sembarangan!"

Hufttt untuk ada chanyeol, ia ternyata bisa menghentikan aksi pedofil appanya.

" dia sangat lucu seperti eommanya, jadi aku tidak bisa menahan untuk tidak memeluknya"

" apa kau tidak mendengar pekikannya yang meminta tolong?"

" geurae? baekhyunee annyeong.. aku akan melindungi mu, juga eomma mu…"

Aku mengangguk kikuk, bingung harus berkata apa

" yak pak tua hentikan! Kau menjijikan .."

Aku tahu kalau park chanyeol itu orang yang paling tidak sopan yang pernah aku temui, tapi aku baru kalau ia juga sama tak sopannya kepada appa nya sendiri, bahkan appanya ia sebut menjijikan? Oh park kau benar benar anak durhaka.

" menjijikan? Yak kita kan keluarga chanyeol. ketika kau dengar kau akan punya nuna bukannkah kau sangat besemangat? Jadi jangan berbicara kasar di depan nuna mu ya.."

Aku mendelik dengan heran kearah chanyeol? hah apa ajjushi ini sedang membual? Haha, chanyeol sebahagia itu?

" yak,, tutup mulut mu itu pak tua. Kapan aku mengatakan hal itu. Aishhh…."

Chanyeol berjalan menjauhi ku dan appanya ini

" baekhyunee, kau harus tahu. Ketika chanyeol tahu dia akan punya nuna, dia terus bertanya dimana kah nuna nya kuliah? Apa zodiac nya, berapa umurnya dan …"

" SUDAH KU BILANG TUTUP MULUT MU ITU TUA BANGKA"

Chanyeol melemparkan lagi bola basket nya kearah ajjushi ini, tapi seakan sudah hapal perilaku anaknya dengan sigap ajjushi ini menangkap bola yang dilemparkan chanyeol dengankedua tangannya.

Dengan senyum yang sedikit agak bodoh ( eomma mohon maaf kan aku) mungkin ia merasa bangga karena berhasil menangkap bola itu.

" komisaris, akhirnya saya menemukan anda"

Seseorang datang dari arah tempat chanyeol berdiri, seorang pria kepala tiga yang menggunakan setelan jas hitam yang sangat rapih perlahan menghampiri ajjushi itu

" komisaris, kita datang kesini untuk mengahadiri meeting" aku bisa melihat anggukan malas ajjushi,

" Tapi dimana kau menemukan baju ini sajangnim?"

" ige? Ahh kau tak perlu tahu, ini sangat meneyenangkan. ayo kita hadiri meetingnya"

Ckck, anak dan ayah sama saja ternyata.. memiliki dunia sendiri untuk mengartikan sebuah kata

" bersenang senang" yang berbeda.

"oh ya.. baekhyunee. Aku pergi dulu ya.. pai pai.."

Aku membalas lambaian ajjushi itu dengan senyum yang ku paksakan,, entah lah aku masih merasa canggung dengan suasana seperti ini, ya walau ku tahu tak lama lagi mungkin kami akan tinggal dalam satu atap ketika eomma dan ajjushi ini sudah benar benar menikah dan menjadi suami istri

Setelah kepergian ajjushi itu, aku menghampiri chanyeol yang nampaknya masih setia memasang wajah kesalnya.

" mwo?" dia bertanya dengan tangan yang dilipat di depan dadanya.

" kau dan appa mu ternyata sangat berbeda , tapi ternyata kau bisa lepas kendali juga oleh sikap appa mu haha"

" yak, jangan sok tahu"

Hening… baik aku maupun chnayeol tak ada lagi yang bersuara, entah ada angin apa tiba tiba aku teringat sikap ku tempo hari yang sudah menuduh chanyeol yang menyebarkan surat cinta ku ke penjuru kampus, aku rasa aku harus minta maaf untuk yang satu ini.

" mianhae.. maaf sudah menuduh mu menyebarkan surat itu, dan maaf telah berkata kasar"

Aku bisa melihat kilatan mata chanyeol yang semakin tajam saat ini

" aku tahu kau pasti sangat marah, maka dari itu aku aku bersedia menerima hukuman dari mu."


Saat itu ketika tim basket sedang latihan dengan serius, sehun berhenti sejenak untuk mengambil botol minumnya di dalam tas, tapi saat setegukan air itu meluncur melewati tenggorokannya ia membuka tas yang di dalamnya terdapat sebuah tiket konser music.

" jika aku mengajak baekhyun, mungkin kah ia mau pergi berdua dengan ku?"

Sehun bertanya pada dirinya sendiri, masih dengan menggenggam 2 buah tiket konser itu di tangannya.

" oh, jongin… kau tahu dimana manager kita?"

" baekhyun? ia keluar pergi membeli minuman. Waeyo?"

" hmm, anni. sepertinya bawaanya banyak, aku akan pergi membantunya"

Sehun pun berlari tanpa lupa membawa jaket kesangannya,

" oiiii oh sehun tak usah, chanyeol sudah pergi duluan untuk membantunya"

Tapi sepertinya ucapan jongin tak didengar oleh sehun, karena saat ini sehun sudah melesat pergi keluar hall arena in door lapangan basket

" neo gwenchana?"

" hmm. Jika aku tidak melakukan ini aku tidak akan pernah bisa melupakan apa yang ku perbuat pada mu"

" tapi mungkin wajah mu akan memar"

" aku tidak peduli"

" ini akan sangat menyakitkan"

" hmm oke, aku kan menahannya. Aku akan merasa lega setelah menerima hukuman dari mu"

" baiklah… ayo lakukan baekhyun nuna?"

"hmmmm"

Chanyeol menghentikan langkah kecilnya, membalikan badanya yang tinggi ke arah tubuh ku yang hanya sebatas kuping lebarnya itu, aku mengatur nafas ku yang agaknya sedikit ketakutan. Ayolah siapa juga yang tidak merasa takut jika harus mendapat pukulan dari seorang chanyeol, si preman kampus yang punya predikat buruk ini?

" tutup mata mu"

Aku mengikuti saran chanyeol, mungkin ia benar dengan menutup kedua mata ku mungkin sakitnya akan sedikit berkurang.. tapi aku tak yakin soal itu..

" kau siap?" pertanyaan itu membuat seluruh badan ku panas dingin karena takut, aku mulai merasakan nafas hangat milik chnayeol menerpa wajah ku. Mungkin saat ini ia sedang menyiapkan tinjunya untuk memukul wajah ku… aku semakin gemetar menunggu pukulan itu mengenai wajah ku ini, sepertinya untuk 1 minggu ke depan aku tidak akan masuk kuliah karena harus menutupi wajah memar ku , dan detik selanjutnya,…

" APA YANG KAU LAKUKAN?"

.

.

TBC

.

.


TBCnya gantung banget yah

hayo itu chanyeolnya ngapain Baekhyun hayoo?

hahha

penasaran kan penasaran?

hahahaha bocoran nih chapter depan bakal ada CB moment yang sweetttt dah

makanya banyak-banyak review yahhh !

okeyyy sampai jumpa dichapter depan ?

See you ^^

Review Jusseyo?