Title : CHANYEOL BESIDE YOU

Main Cast : Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Oh Sehun

Xi Luhan

Other Cast : All Member Exo, SM Family, dll

Rated : T (Sewaktu-waktu bisa berubah)

Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan, Orang Tua mereka dan Agency mereka saya cuma meminjam nama mereka disini

Warning : Typo(s) bertebaran, Bahasa tidak sesuai EYD, GS (Genderswitch) for Uke, Not Yaoi (Belum kepikiran buat bikin YAOI), Ingat FF ini Remake dari Drama Taiwan berjudul 'DEVIL BESIDE YOU'


Backsong : Rainie Yang - Ai Mei


CHAPTER 4 :

Aku membalikan tubuh ku membelakangi chanyeol, mata sipit ku membulat sempurna dengan amarah yang bergemuruh. Apa yang ia lakukan? Mengapa ia tidak memukul ku? Mengapa ia malah menempelkan bibirnya di bibirku? WHAT ? Menempelkan bibirnya dibibirku itu berarti dia MENCIUMKU? Astaga Kenapa dia menciumku? Apa yang ia….. arghhhh kau brengsek park chanyeol!

" APA YANG KAU LAKUKAN?"

Aku menarik tubuhku agar menjauh dari dekapannya, dengan syok yang termat tentu saja.

" bukan kah sudah ku beritahu? Aku pasti selalu mendapatkan apa yang aku inginkan"

" apa sebenarnya yang kau ingin kan, mengapa kau lakukan ini pada ku?" aku mencoba menatap wajahnya yang masih terlihat tenang ketika intonasi dari pertanyaan ku menaik karena menahan amarah.

" KAU! aku menginginkan mu…"

" arggggghhhhhhhhhh"

Aku menutup kedua telinga ku sambil berteriak, mencoba seolah seolah tidak pernah mendengar apa yang chanyeol ucapkan barusan, pria ini benar benar ….

" bukan kah kalian sebentar lagi akan menjadi keluarga?"

Aku mendongkak terkejut melihat siapa orang yang barusan bertanya, ia berdiri dari jarak yang tak jauh dari tempat ku dan chanyeol berdiri sekarang, dan betapa lemas nya aku ketika mengetahui bahwa sehun lah yang berdiri disana.

Chanyeol menarik tubuh ku mendekat, tubuh ku yang kecil tak sanggup melawan kuatnya tarikan lengan chanyeol.

" benar, di masa yang akan datang kami akan menjadi kaka adik. Kaka adik yang berbahaya"

" berhenti berbicara omong kosong," aku meronta sambil membalas ucapan chanyeol barusan.

" sehun-sshi, ini tidak seperti apa yang kau lihat"

Aku mencoba menjelaskan walau ku tahu ini hanya akan menjadi sebuah alasan konyol

" ini sesuai seperti apa yang kau lihat, percaya lah"

" tutup mulut mu itu!, sehun-sshi aku…."

" mianhae ketua…" astaga park chanyeol. tidak bisa kah dia berhenti membuat kekacauan ini? ia hanya memperkuat kesalahpahaman yang dilihat sehun saat ini.

" cinta adalah hak setiap orang, dan itu pilihan! Kau tidak perlu meminta maaf… tidak masalah bagi ku"

Senyum tipi situ terukir di salah satu sudut bibir sehun, aku tak mengerti mengapa sehun bisa mengucapkan kata kata itu? Bukan kah ia pernah bilang kalau ia percaya pada ku?

Dan untuk apa senyum itu sebenarnya? hati ku mendadak seperti dihantam benda keras ketika sedetik kemudian sehun pergi berjalan meninggalkan ku ..

" reaksinya begitu dingin, sangat membosan kan"

" kaka adik berbahaya apa maksud mu hah? Dia akan salah paham pada ku"

" bukan kah itu ide yang brilliant?"

" apa yang sebenarnya kau pikirkan?"

" jangan pernah lakukan itu lagi…"

aku menatap lekat kedua mata chanyeol, mencoba untuk mencerna ucapannya. Tapi nihil, otak ku saat ini sedang tidak bisa memikirkan maksud dari perbuatan sekaligus ucapan chanyeol. karena yang sekarang menjadi pusat perhatian ku adalah sehun.

apa yang akan terjadi nanti? sehun seharusnya tidak melihat kejadian tadi. Lalu bagaiamana dengan usaha pendekatan ku selama ini? semuanya akan sia sia karena ulah si brengsek park chanyeol itu.

Dan setelah beberapa detik saling bertatap mata dengan chanyeol, aku bisa melihat Raut muka chanyeol yang semula datar, berubah menjadi sedikit sendu ketika air mata ku mengalir tanpa bisa ku tahan. Lalu entah mengapa aku pun tak tahan melihat ekspresi chanyeol barusan, maka dari itu aku pergi berlari meninggalkannya seorang diri di sana.

.


.

" kau tidak pergi untuk ikut menemani tim basket latihan?" luhan bertanya sambil terus menatap ku heran

" benar, kau kan manager mereka" minseok pun ikut menimpal pertanyaan luhan

" anni, baekhyun lebih tepat di sebut assistan pribadi chanyeol dari pada di sebut manager tim basket" luhan kembali menyeruakan pendapatnya dengan lengan yang disilangkan di dadanya.

" kau harus pintar pintar mencuri waktu agar bisa mengetahui hal apa saja yang disukai sehun" Minseok kembali memberikan sarannya pada ku

Apa mereka tak mengetahui situasinya saat ini, bagaiamana mungkin aku berani melakukan pendekatan itu lagi ketika aku sudah tertangkap basah berciuman dengan si brengsek chanyeol kemarin siang,

"tidak semudah itu, teman teman" aku menjawab dengan malas

" tentu saja, apalagi kau sudah kepergok berciuman dengan park chanyeol itu" luhan mendelik kearah ku, apa mungkin itu sindiran? Mengapa luhan seperti ini?

" yak luhan, jangan membuat suasana hati baekhyun semakin buruk. Kau ini…" minseok meninggikan suaranya, sama seperti ku yang terheran heran ada apa sebenarnya dengan luhan saat ini?

" aku? Tidak.. dia harus mengetahui kesalahan nya kan? Lagi pula ini sudah tidak bisa di perbaiki lagi, kali ini kau tidak akan mudah mendapatkan sehun"

Aku menatap luhan dengan sendu, ucapan sehun tempo hari terlintas lagi di benak ku

" cinta adalah hak setiap orang, dan itu pilihan! Kau tidak perlu meminta maaf… tidak masalah bagi ku"

Sehun benar, cinta dalah hak setiap orang kita tidak bisa menghentikan seseorang agar tidak memiliki perasaan cinta pada setiap orang yang dicintainya.

" yak,, LUHAN!" minseok mencoba menghentikan ucapan luhan.

" mwoya? Aku benar kan? Maka dari itu, Baekhyun kau harus cepat memberitahu sehun soal perasaan mu yang sebenarnya."

" entah lah lu, aku sudah tak punya keberanian lagi untuk bertemu dengan sehun" aku mendesah ringan

" jika kau tidak punya keberanian itu, maka aku yang akan memberitahunya. Aku yang akan membertiahu kan soal perasaan mu pada sehun"

" APA?"/ " kau gila" aku dan minseok berbicara bersamaan saking terkejutnya, luhan benar benar anak yang nekat. Tapi semoga saja omongan nya kali ini tidak sama dengan nyalinya, sama seperti saat ini dengan berani mengatakan bahwa dia akan membatu ku terbebas dari perbudakan seorang park chanyeol tempo hari.

" mwo? Apa kalian tidak percaya pada ku?"

Luhan bertanya dengan mengangkat dagunya, aku dan minseok hanya tidak saling memandang.

" ahh arraseo, kalian tak perlu percaya pada ku. Lihat dan tonton saja, Aku pergi pai pai.."

Luhan berjalan pergi meninggalkan ku dengan minseok yang masih membeku karena keterkejutan yang dibuat luhan barusan.

" yak, apa yang kita tunggu. Ayo kita kejar luhan baek"

Ajakan minseok barusan menyadarkan ku untuk mengejar luhan sebelum ia benar benar memberitahu kan yang sebenarnya pada sehun.


Saat itu sehun Nampak sedang tidak bersemangat untuk latihan basket, ia hanya berdiri di depan ring dengan bola di tangan yang tak sedikit pun ia gerakan, entah lah semenjak melihat kejadian antara baekhyun dan chnayeol kemarin siang suasana hatinya benar benar tidak dalam keadaan bersemangat untuk melakukan aktifitas lainnya.

Tapi tiba tiba suara derap langkah membuatnya mengalihkan pandangan yang semula kosong menjadi bergemuruh

" sehun ssi,,, lihat lah baekhyun ada di sini untuk bertemu dengan mu"

Luhan berbicara dengan lantang agar sehun benar benar mendengarnya dari balik pintu hall yang terbuka lebar itu, beruntung minseok dan baekhyun tiba di waktu yang tepat.

" maaf kan kinerja baekhyun yang kurang baik ini ya sehun ssi, dia harusnya tidak boleh melewatkan dalam sesi latihan basket hari ini kan?"

Luhan membungkuk untuk memintaa maaf,

" ini bukan urusan mu luhan ssi, tolong pikirkan saja kepentingan mu. Harusnya ia bisa professional dalam tanggung jawabnya. " luhan berjalan mendekat kearah ku, memegang kedua pundak ku dari samping mencoba menguatkan ku agar tida menyerah dengan respon yang akan di berikan sehun.

"yak apa ini sifat asli dari seorang ketua basket kita? Mengapa kau sangat menyebalkan? Apa kau tahu, baekhyun sudah mengumpulkan keberaniannya untuk datang kesini. Dan apa kau tahu kalau baekhyun sangat menyukai mu?" luhan berapi api, dengan tas yang di kaitkan di sebelah lengan kanan nya.

"kami pikir kau adalah pria yang baik" minseok menimpal ucapan luhan walau dengan wajah yang Nampak lebih santai dari luhan, tentu saja.

aku melihat suramnya wajah sehun saat ini, mungkin kah kata kata luhan dan minseok barusan membuat hatinya tersakiti?

" apa kalian sudah selesai berbicara? Semua itu adalah masalah mu, dan asal kalian tahu aku bukan lah orang seperti itu"

Setelah mengatakan hal membuat dada ku seketika sesak sehun dengan santainya pergi meninggalkan hall. Dan ketika itu luhan pun mengejarnya.. aku tak tahu lagi apa yang akan luhan katakan untuk menyakinkan sehun saat ini.

" kau ini pria atau bukan? Aku pernah berpikir kalau kau itu sangat keren. Tapi ternyata kau bahkan tidak bisa mengutarakan perasaan mu sendiri" luhan berhasil menyusul dan menghentikan langkah sehun yang kini sudah berada halaman depan kampus mereka

" tahu apa kau soal diri ku? Aku tidak mengatakan apapun yang ada di dalam pikiran dan hati ku"

" kalau begitu berikan baekhyun kesempatan, kau tahu usaha baekhyun selama ini untuk mendekati mu? ini semua tidak akan mudah bagi baekhyun."

Perkataan luhan kali ini cukup membuat sehun sadar, ia tak tahu bahwa usaha baekhyun untuk lebih dekat dengan nya begitu besar dan tanpa berkata apapun lagi sehun segera berbalik meninggalakan luhan untuk mengejar baekhyun yang mungkin saja masih berada di lapangan basket. Sedang kan luhan hanya menatap kepergian sehun dengan wajah yang sulit diartikan.

Dan ketika dalam larinya yang akan memasuki kembali kampus, sehun berhenti karena sosok yang ia cari sedang berjalan membelakanginya, dengan wajah yang ditundukan tentu saja.

Ia membenci ku, bahkan ia tak ingin melihat ku lagi.. sepertinya ini adalah akhir dari segalanya. Mungkin aku harus menyerah pada perasaan ku. Di musim gugur yang akan habis ini udara semakain terasa dingin, aku masih saja berjalan dengan malas. Rasanya hari ini benar benar buruk

" Bekhyun ssi"

Seseorang memangil ku dari belakang, suara itu.. benar kah suara itu.. aku berbalik dengan ragu untuk melihat jawaban dari pertanyaan ku barusan.

Ya dia sehun, dengan kedua tangan yang menempel di siku aku bisa melihat nafasnya yang tak teratur. Mungkin kah ia berlari untuk mnegejar ku? Ahh anni, ini tidak mungkin. Sehun sudah membenci mu baek, sadarlah!

Kami berdiri bersebelahan memandang rumput hijau yang menjadi tempat di mana untuk pertama kalinya aku dan sehun mengobrol waktu itu.

Baik aku maupun sehun belum ada yang membuka pembicaraan ini, entah lah ini terasa sedikit canggung untuk kembali ke situasi seperti dulu.

" aku tahu kau kecewa dengan sikap ku tadi, tapi aku sungguh tidak bisa mengendalikan diriku sendiri"

Sehun sepertinya tahu apa yang aku pikirkan, kecewa? Tentu saja.. sifat sehun yang tadi itu adalah sisi lain yang baru aku tahu selama ini. tapi aku sungguh tak sekecewa itu.. mengingat itu adalah hal yang wajar karena tempo hari ia melihat ku dan chanyeol sedang berciuman..

" aku pernah bilang pada mu, bahwa akan ada orang yang juga merasakan sakit yang sama ketika kau tersakiti dan itu…"

" hari itu,… " aku memotong ucapan sehun, aku tak ingin mendengar sehun merasa tersakiti lagi Karena ulah chanyeol

" aku sungguh tak tahu kalau dia akan ber…" aku baru saja akan memberikan chanyeol sebuah penjelasan tentang apa yang terjadi waktu itu tapi ucapan ku di potong oleh sehun

" ayo pergi ke konser dengan ku,kau mau kan?"

Aku tercengang sambil beralih menatap sehun, dia yang baru saja mengajak ku berkencan? Apa aku tak salah dengar?

" itu lah yang ingin aku katakan waktu itu, aku sangat ingin mengajak mu menonton konser di akhir pekan besok" sehun memutus kontak mata dengan ku, dan kembali menatap kearah depan kali ini ia juga memasukan kedua lengan nya ke dalam saku jaketnya. Sedang kan aku masih tetap saja tidak bisa mengalihkan kedua mataku semenjak ajakan nya barusan

" tapi karena masalah yang dibuat dongsaeng mu itu, aku jadi tidak bisa mengatakannya pada mu. Dan waktu itu aku terlalu kecewa sehingga aku menunjukan sifat yang tak sepantas nya. Maaf kan aku" sehun mendengus kecil dengan wajah yang di tekuk kebawah

" aku seharusnya menjadi orang yang pertama berkata seperti itu"

Aku dan sehun saling menatap, setelah pembicaraan ini kami jadi megerti satu sama lain. Dan akhirnya kami memutuskan untuk pulang bersama, tentu dengan senyuman yang tak pernah henti di setiap langkah kaki yang kami pijak.


.

Ketika itu chanyeol dan teman temannya terlihat sedang mempersiapkan sebuah pertunjukan amal, dan chanyeol yang terlihat paling serius disini ketika semua hal kecil menurutnya belum sempurna maka ia akan meminta joohon si rambut merah untuk memperbaikinya, atau bilang saja ketika chanyeol meminta kihyun untuk berhati hati memindahkan peralatan musik yang hampir jatuh karena kecerobohan kihyun saat kakinya tidak sengaja terlilit kabel kabel itu.

Bahkan ketika ditawari minuman wine oleh jongin, chanyeol dengan santai menolak " ini bukan saat nya" . melihat itu joohon diam diam menghampiri jongin dan bertanya sambil berbisik

" ada apa dengan nya?"

" ia benar benar peduli pada semua temannya yang punya niat baik untuk mengadakan acara amal kau tahu?" jongin menjawab dengan santainya

" tapi aku rasa bukan hanya karena itu, aku lihat ada sesuatu yang disembunyikan ketua kita"

Jongin tersenyum kearah joohon, ia hanya menepuk bahu milik joohon dan pergi begitu saja tanpa mau mendengarkan apa yang akan diucapkan oleh jeohon selanjutnya.

Dan sementara itu setelah dirasa semua persiapan sudah cukup matang, chanyeol mencoba mengistirahatkan tubuhnya dengan duduk di sebuah sofa tak jauh dari panggung pertunjukan. Wajah baekhyun beberapa waktu lalu muncul kembali, mata sipit yang di hiasi eyeliner itu nampak mengeluarkan butiran butiran krystal yang selama ini tak pernah chanyeol lihat, baekhyun menangis setelah insiden ciuman itu, dan yang sangat membuat hatinya semakin sakit adalah ketika baekhyun yang malang itu pergi begitu saja meninggalkan dirinya dengan rasa bersalah.


Aku masih memilah milah pakaian apa yang akan ku gunakan untuk nanti malam saat berkencan dengan sehun, pokoknya kau harus terlihat cantik sangat cantik. Dan untuk si brengsek park chanyeol,,, membayangakan bagaimana aku telah berciuman dengannya argghhh itu sangat BURUK, BURUK BURUKKKKK sekali.

Tapi hari ini aku kan berkencan dengan sehun, semoga hari ini akan menjadi hari yang sangat istimewa.. byun baekhyun jangan buat kesalahan sekecil apapun untuk hari ini oke? Tapi aku sungguh benar benar gugup. Ahhh OH SEHUN...

Sehun menunggu baekhyun di depan gedung pertunjukan karena beberapa menit lagi konser akan dimulai tapi baekhyun Nampak nya masih belum datang, sambil memegang 2 buah tiket sehun tak bisa untuk tidak tersenyum kala itu, tapi bagai malam dengan sinar matahari senyum itu hilang ketika ia melihat chanyeol dengan jaket kulit berwarna cokelat terang berada di sebrang jalan. Chanyeol juga melihat keberadaan sehun kala itu, namun berbeda dengan yang sehun lakukan, chanyeol lebih memilih membuang muka .

Chanyeol melihat sebuah burung yang nampaknya terjerat oleh tali diatas sebuah kardus ditengah jalan, melihat ada yang ganjil ia pun berlari dan menggengam burung itu dengan sebelah tangan, sedangkan tangan satunya ia gunakan untuk menyingkirkan kardus itu dari tengah jalan sebelum kardus itu benar benar meledak seperti dugaan chanyeol. Hanya anak anak yang kurang kerjaan pikrinya.

Sehun pun berlari karena terkejut dengan bunyi ledakan barusan, ia menghampiri chanyeol dan bertanya apa dia baik baik saja, dan tentu saja chanyeol hanya mengatakan " aku OKE bung" setelahnya chanyeol tersenyum sambil melepaskan burung yang telah ia selamatkan barusan.

Tapi sehun tahu, ia melihat bahwa lengan kanan chanyeol yang ia gunakan untuk meyingkirkan kardus barusan terluka, terlihat dengan jelas ketika telapak lengan nya megeluarkan darah.

" kenapa kau masih disini" tidak berniat untuk membuat suasana hening dengan tatapan malang yang sehun berikan, akhirnya chanyeol bersuara duluan.

" aku kesini untuk menonton konser"

" tak kusangka seorang atlit basket seperti mu juga menyukai musik"

"tak kusangka kau tidak meminta maaf bahkan atas apa yang kau lakukan pada nuna mu!"

"itu benar, dan sekali lagi ku katakan pada mu . tak peduli siapapun byun baekhyun itu, aku akan melakukan hal itu lagi. Dan siapapun yang akan ia pilih, pada akhirnya aku lah yang akan mengubah keputusannya itu. Karena kau tahu apa? Karena dia byun baekhyun adalah milik ku" chanyeol menyebut nama byun baekhyun dengan sebuah penekanan yang disengaja,

Sehun tersenyum kecut, ia meremehkan ucapan chanyeol barusan. Dan ia tak ingin menjawab omong kosong itu. Tapi kemudian perhatian mereka berdua teralihkan ketika melihat seorang anak kecil yang akan melakukan hal yang sama seperti tadi, menaruh kardus berisikan petasan di tengah jalan.

Melihat hal itu chanyeol menghampiri anak itu dan memarahinya. Dan selang setelah itu baekhyun datang ia hanya melihat kejadian dimana chanyeol memarahi anak kecil itu, dan baekhyun pun mengira chanyeol hanya mengganggu anak itu lalu kemudian baekhyun mengahampiri chanyeol dan memarahinya

" mengapa kau sangat kejam? Haruskah kau lakukan hal ini juga pada seorang anak kecil? Apa ibu tidak pernah mengajari bagaimana caranya bersikap baik?"

Chanyeol terlihat sangat kesal ketika baekhyun membawa bawa nama seorang ibu

" aku memang jahat,kau tahu segalanya tentang ku dengan baik. Bahkan dia..."

Chanyeol menunjuk sehun

"bahkan ia menyerah pada ku".

Melihat itu, sehun menghampiri mereka berdua untuk menengahinya. Kekesalan chanyeol semakin menggebu ketika ia tahu bahwa baekhyun lah yang ditunggu sehun. Dan ketika itu ia menarik scraf baekhyun yang berwarna senada dengan jaket yang ia gunakan.

" jangan sentuh aku"

Baekhyun memincingkan matanya dengan sengit ketika ia melihat chanyeol mengambil scraf miliknya yang sedari tadi melilit di lehernya itu, dan dengan santainya chanyeol berjalan meninggalkan mereka berdua, tapi sebelum benar benar pergi chanyeol berbisik tepat di telinga sehun

" dia berdandan special untuk mu hanya karena kencan ini, aku sangat cemburu kau tahu. Maka untuk mengurangi rasa kecemburuan ku, aku hanya akan megambil scraf miliknya"

Walau berbisik, baekhyun masih bisa mendengar ucapan konyol tak masuk akal chanyeol tersebut dan hal itu malah membuat baekhyun semakin kesal saja.

" kau sangat manis nuna…"

Setelah mengucapkan kalimat menggelikan itu chanyeol pergi, sementara baekhyun yang masih kesal sempat tak mau memutuskan kontak dengan chanyeol. Oh bahkan kini chanyeol masih saja mengatakan hal yang bermutu sambil membelakangi sehun dan baekhyun

" nikmatilah konsernya, dan ingat aku akan mengikuti acara kencan kalian "

Awal yang buruk untuk memulai kencan ini, baekhyun memandang wajah sehun yang Nampak nya juga ikut kesal dan terbawa oleh omong kosong yang di ucapkan chanyeol. lagi lagi semua ini karena ulah Park chanyeol.


Kini baekhyun dan sehun sudah berada di dalam gedung pementasan, sebentar lagi grup music bernama EXO yang sedang jadi bahan perbincangan hangat dikalangan anak muda ini akan memulai perform, penonton pun sangat hebat ketika lagu andalan mereka yang berjudul CALL ME BABY menjadi lagu pembuka.

Untunglah baekhyun dan sehun mendapatkan tempat paling depan, sehingga mereka tak perlu berjinjit ataupun merasa sesak untuk bisa melihatnya. Baekhyun sehun pun terlihat menikmati perform EXO tersebut, terlihat jelas keduanya saling melempar sebuah senyuman. Melihat hal itu, chanyeol yang sedari duduk di belakang panggung pun hanya bisa mengepalkan kedua lengannya.

tapi belum sempat di penghujung lagu tiba tiba saja salah satu gitaris yang berdiri di sebelah kiri panggung pingsan entah kenapa.

Seketika suara hening, para penonton pun hanya memandang kasihan pada gitaris EXO yang bernama yixing tersebut. Mungkin karena jadwal yang begitu padat, sang panitia pun membawa yixing turun dari panggung.

Chanyeol pun ikut membantu membawa yixing turun, dan seketika itu manager EXO yang bernama kim jun myeong meminta chanyeol menggantikan yixing di panggung agar acara tetap berjalan.

tanpa berpikir panjang lagi chanyeol pun menyanggupi hal itu, selama ini kemampuannya bermain gitar memang tidak usah ditanyakan, lagi pula acara ini tetap harus berjalan karena ini untuk amal. Tapi di luar sana ada baekhyun dan sehun.

ia tak mau jika mereka berdua melihatnya, chanyeol pun melihat sebuah topeng wajah di samping meja panitia. Dan sedetik kemudian ia meraih dan langsung memakainnya

" maaf kan kami, yixing sepertinya kurang sehat saat ini. tapi acara tetap akan dilanjutkan dengan bantuan salah satu teman kami yang membuat acara konser amal ini terwujud" salah satu perwakilan panita memberikan kalrifikasinya.

Riuh riuh tepuk tangan pun terdengar, chanyeol naik keatas panggung dan mereka pun memulai kembali pertunjukannya dengan lagu yang berjudul " my answer its you"

Baekhyun dan sehun mematung di tengah lambaian para penonton yang mengikuti alunan lagu yang mellow dan romantic tersebut.

Karena mereka tahu siapa gitaris bertopeng itu, dia adalah chanyeol park chanyeol.

Mereka bisa tahu dari scraf yang melilit telapak tangan kiri milik chanyeol, scraf berwarna hijau milik baekhyun yang diambil paksa oleh chanyeol.

Baekhyun dan sehun pun bisa melihat setiap tetesan darah yang terjatuh dari tangan nya chanyeol. mungkin akibat dari bermain gitar tersebut.

Sehun menatap baekhyun yang sedari tadi terus menatap lekat kearah chanyeol, bahkan sehun merasa sepertinya baekhyun hanya memusatkan perhatiannya pada chanyeol, bukan pada EXO. Dan hal itu membuat sehun sangat kesal.

Seketika gedung pertunjukan terasa hampa oleh suara chanyeol, baekhyun merasa gedung ini hanya ada dia dan chanyeol saja. Entah lah mengapa ia bisa berpikir seperti itu. Tapi melihatnya yang terluka dengan darah yang menetes seperti itu baekhyun merasa….

" apa yang terjadi pada ku?"

TBC


yuhuyyyy akhirnya bisa update juga chapter 4 ini...

bagaimana apa semakin membuat readerdeul penasaran?

hayoo hayooo itu baekhyun kenapa hayoo?

hihihi

terima kasih untuk semua yang udah review , follow dan favorite :*

sampai jumpa di chap selanjutnya

salam cinta dari istri baekhyun :* #ditimpukfansbaekhyun

paii-paiiiii

Review jusseyo? ^^