Title : CHANYEOL BESIDE YOU
Main Cast : Byun Baekhyun
Park Chanyeol
Oh Sehun
Xi Luhan
Other Cast : All Member Exo, SM Family, dll
Rated : T (Sewaktu-waktu bisa berubah)
Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan, Orang Tua mereka dan Agency mereka saya cuma meminjam nama mereka disini
Warning : Typo(s) bertebaran, Bahasa tidak sesuai EYD, GS (Genderswitch) for Uke, Not Yaoi (Belum kepikiran buat bikin YAOI), Ingat FF ini Remake dari Drama Taiwan berjudul 'DEVIL BESIDE YOU'
Backsong : Rainie Yang - Ai Mei
CHAP 6
pagi tiba…
chanyeol terus saja memandang wajah mungil yang kini terlelap dengan damainya, sudut bibirnya terangkat ketika melihat wajah baekhyun yang tertidur pulas dengan mulut yang sedikit terbuka, dan oh jangan lupakan bagimana cara baekhyun tertidur dengan badan yang terlentang itu… chanyeol terkekeh pelan, ia harus segera membangunkan nuna nya itu, jika tidak ia akan terlambat pergi ke kampus
" selamat pagi…"
" hmmm pagi juga" baekhyun membalas masih dengan mata yang tertutup, nyawanya belum sepenuhnya terkumpul saat ini. sehingga ia tak menyadari dimana dirinya terbangun kala itu
Setelah beberapa detik berlalu baru lah, baekhyun merasakan hal ganjil. Ia pun perlahan membuka mata sabitnya. Ia mengerjap lucu, membuat chanyeol semakin gemas dibuatnya.
"ARRRRRRGGGGGGHHHHHHHHHH"
Baekhyun setengah bangun saat ini, ia berteriak dengan suara 6 oktafnya ketika mengetahui siapa orang pertama yang ia lihat di pagi yang cerah ini, dan bukan hanya itu yang membuat baekhyun semakin membulatkan mata, sebenarnya bagaimana bisa ia tertidur di tempat tidur yang sama dengan chanyeol, apa yang terjadi malam tadi?
" apa yang terjadi semalam?"
" kau tidur" chanyeol hanya menjawab dengan santai
" dimana ajjushi?"
" tidur di kamarnya"
" bagaimana bisa ia membiarkan ku tidur disini? harusnya ia menjaga ku dan meyuruhku untuk pindah kekamar lain"
" hah, kau tak tahu. Pria tua itu yang mengangkat dan memindahkan tubuh mu kekasur ku"
" harusnya kau membangunkan ku kalau begitu" baekhyun sedikit kesal.
Baekhyun memelitir jari jari lentiknya, ia tak habis pikir bagaimana mungkin ajjushi itu melakukan hal ini, baekhyun dan chanyeol kan bukan anak kecil lagi yang bisa tidur berdua, ya walaupun sebentar lagi mereka akan menjadi keluarga.
"ck, sudah lah. kau tahu, semalam kau tidur sambil berbicara"
" tidak mungkin…"
" kau bilang, (sepertinya aku mulai menyukai chanyeol)"
" huahhhhhhhh,,,,,,,,," baekhyun meloncat turun dari ranjang king size milik chanyeol, sedikit berlari sambil terus berteriak
" bagaimana bisa itu terjadi, itu mustahil. Argghhh tidak mungkin"
Chanyeol pun tertawa dibuatnya, gadis yang sebentar lagi menyandang sebagai nuna nya itu sangat mudah di goda ternyata. Padahal apa yang diucapkan chanyeol barusan hanyalah kebohongan. Kkkk
Baekhyun membasuh wajah nya di washtafle, kemudian ia menatap wajah nya di cermin.
'Aku tertidur di ranjang yang sama dengan chanyeol? dia melihat ku tertidur?mengapa ia melakukan itu? Arrrggghh'
Baekhyun menyenderkan badanya kepada dinding di belakang cermin, mengapa juga ia harus tertidur di kamar chanyeol semalam? Apalagi chanyeol mengatakan bahwa baekhyun sempat mengigau
" kau tahu, semalam kau tidur sambil berbicara"
" kau bilang, (sepertinya aku mulai menyukai chanyeol)"
Ucapan chanyeol terus saja mengganjal di dalam pikirannya
'arrggghhhh tapi bagiaman jika ia melihat wajah jelek ku saat tidur,aishhhh ini benar benar memalukan! '
Kampus
Saat itu, di tengah keraiman siswa/I yang sebentar lagi melaksanakan kegiatannya. Baekhyun dan chanyeol datang bersama dengan nickhun yang menyandang sebagai komisaris kampus di SM university ini. mobil hitam lengap dengan supir yang membukakan pintu saat mereka tiba di depan kampus, chanyeol yang duduk di depan pun mengikuti appanya keluar dari mobil. Lain hal dengan baekhyun yang nampaknya ragu, ia tak biasa jadi pusat perhatian orang orang. Apa jadinya jika satu kampus melihat dirinya datang bersama dengan chanyeol dan juga appanya.
" kau tidak turun?" tegur chanyeol saat baekhyun masih enggan menggeserkan bokongnya dari jok mobil, tapi akhirnya mau tak mau baekhyun pun mengikuti chanyeol dan ajjushi itu keluar dari dalam mobil dan ikut berjalan berdampingan saat memasuki area kampus.
Benar saja, semua mata kini memfokuskan penglihatannya kepada mereka bertiga. Bagiaman tidak? Mereka pasti bertanya Tanya ada hubungan apa gerangan antara baekhyun dengan keluarga park?
Risih menjadi pusat perhatian, baekhyun pun Nampak gelisah. Dan chanyeol bisa melihat itu.
" kau masuk lah duluan"
" yak mengapa begitu? Kita harus masuk bersama sama" jawab nickhun
" jangan memaksa baekhyun melakukan ini lagi, berangkat bersama agar semua orang tahu bahwa kami berdua akan menjadi kaka beradik?ini hanya akan menjadi yang pertama dan yang terakhir kalinya. Kau pria tua konyol!"
Nickhun mengangkat kedua alisnya, benarkah baekhyun tidak menyukai hal ini? tapi ia enggan berkomentar, karena ajjushi itu juga sadar banyak sepasang mata yang sedang menatap mereka.
" maafkan aku ajjushi, aku pergi lebih dulu. Annyeong" baekhyun menundukan badannya tanda rasa hormat kepada ajjushi itu. Lantas setelahnya ia pergi dengan sedikit berlari meninggalkan chanyeol juga appanya.
.
"Jadi kalian berangkat bersama? Kau, chanyeol juga komisaris?"
" hhmmm ya, ajjushi meminta nya. "
"apa? Jadi malam tadi kau juga tinggal dan tidur di rumah chanyeol?"
Grepp
Baekhyun membengkap mulut luhan dengan lengannya, bagaimana bisa ia berkata sekeras ini? padahal kelas sedang ramai bagaiamana jika yang lain mendengar,
" pelan kan suara mu lu" baekhyun mengangkat dagunya menunjuk kearah sehun yang kini sedang duduk tak jauh dari mereka.
" ya tapi, rumah chanyeol?"
"sssttttt"
baekhyun baru saja kan melepaskan lengannya dari mulut luhan, tapi nampaknya luhan masih tak bisa di ajak bekerja sama, ia terus saja bertanya dengan nada yang tinggi
Baru setelah luhan mengangguk, tanda bahwa ia akan lebih berhati hati. Baekhyun pun melepaskan lengannya
" Tapi bagaimana mungkin kau lakukan ini pada sehun? kau baru saja pergi menonton concert dengannya, lalu bagaimana bisa kau langsung berada dirumah chanyeol?"
" yak,,, itu… akkkhhh aku tak tahu harus mulai dari mana"
Baekhyun begitu frustasi mendengar rentetan pertanyaan dari luhan dan minseok, ditambah tatapan sepasang mata semua orang yang terus saja mengarah padanya. Dan jangan lupakan sehun yang tadi berada disana. Bagaimana jika sehun kembali salah paham padanya?. Bukan kah mereka baru saja berbaikan?
" yakkk byun baekhyun mau kemana kau?" minseok bertanya saat melihat baekhyun melangkahan kakinya keluar dari dalam kelas, aoh baekhyun bahkan jam pelajaran pertama guru seo pun belum di mulai.
" bilang pada guru seo, aku tidak ikut pelajaranya. Aku kan belajar di perpustakaan saja"
" oh? Geurae" timpal luhan.
Baekhyun pun menghilang dari balik pintu, ia berjalan dengan sangat cepat.
" mengapa baekhyun menyetujui ide ajjushi itu? Apa tidak terlalu awal untuk tinggal bersama?" minseok mencoba mendiskusikan masalah baekhyun dengan luhan kali ini
"eomma nya kan sebentar lagi akan menikah, itu hal yang wajar sebenarnya. tapi bukan itu masalahnya, Yang harus diwaspadai itu adalah chanyeol, karena dia juga tinggal disana. Dan ohh jangan lupa bagaiaman cara nya merebut first kiss nya baekhyun kala itu"
BRAKKK
Sehun membanting buku yang sedang ia baca pada mejanya, luhan dan minseok yang kaget pun menoleh dan mendapati sehun yang kala itu beranjak dari tempat duduknya dan melangkah keluar dari kelas dengan wajah yang terlihat sangat menyeramkan…
saat itu baekhyun sedang berada di lorong perpustakaan, mengambil salah satu buku yang sebenarnya tak berniat untuk dibacanya.
'Aku tak mengerti dengan apa yang aku rasakan, mengapa juga aku tak ingin kalau sehun mengetahui hal yang sebenarnya tentang chanyeol? aku rasa aku hanya menghawatirkannya.'
Baekhyun berbalik, bermaksud menyelusuri lorong lorong perpustakaan lain. Tapi betapa terkejutnya baekhyun ketika mendapati sehun sedang berdiri dengan tangan yang di tumpu di kedua rak lemari buku tersebut dengan wajah yang terlihat tidak biasa. Sehun Menatap dengan tatapan yang sangat sangat menyeramkan. Baekhyun merasakan atmosfer menakutkan saat dihadapkan dengan sehun.
"sehun-sshi, apa ada sesuatu?" baekhyun bertanya dengan ragu
"kau tahu betapa senang nya aku ketika dekat dengan mu? Bahkan mengetahui kalau kau sampai menulis surat untu ku? Dan kebahagian ku semakin bertambah ketika aku mengetahui bahwa wanita yang kusukai juga menyukai ku.?" Baekhyun mulai merinding dengan sederet ucapan yang sehun lontarkan, kearah mana sebenarnya perbincangan mereka kali ini
" TAPI, .. mengapa aku harus melihat seseorang yang kusukai berciuman dengan orang lain"
" cha chanyeol yang mencium ku lebih dulu" baekhyun memudurkan badanya beberapa langkah, karena sehun terus saja memojokan dirinya yang hampir menyentuh sudut dinding itu
" dan saat di konser kemarin, mata mu hanya menatap chanyeol seorang. Seolah olah aku memang tak pernah ada disana." Sehun semakin terlihat seperti orang lain di mata baekhyun kini,
Baekhyun terengah engah karena detak jantungnya yang tak beraturan, ia sungguh takut dengan ekspresi sehun saat ini.
" bukan kah itu kencan pertama kita?"
" se sehun-ssi aku…." Baekhyun bahkan merasakan kalau tenggorokan seakan kering saat ini.
" mengapa kau tak memahami perasaan ku?" sehun berteriak dan membentak baekhyun, jarak mereka begitu dekat saat ini
" aku sangat marah, cemburu dan sakit. Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang? Lelaki baik juga punya batas kesabaran"
Mata sehun memerah dengan garangnya, kini tubuh baekhyun sudah bergetar dengan hebat. Bahkan beberapa buku yang ia bawa dan bekap di dada dengan kedua lengan nya itu seketika terjatuh .
'Aku masih mengingat nya saat aku pertama kali melihat dan bertemu dengan sehun. saat itu awal semester kedua ku di SM university.'
Flashback
Seorang wanita terlihat menuruni sebuah tangga dengan beberapa buku yang ia bawa yang justru sedikit menyulitkannya, seketika dari arah berlawanan terlihat segerombolan mahasiswa pria tengah asik berbicang dan tanpa sengaja salah satu dari mereka menabrak wanita tadi.
Semua buku yang dibawa wanita itu pun berserakan di beberapa anak tangga, tapi tak seorang pun dari gerombolan pria itu yang bersedia membantunya, sampai akhirnya datang seorang pria dengan tas yang hanya menggantung disalah satu bahunya.
Baekhyun yang kala itu hendak berjalan menuju kelasnya, tak sengaja menyaksikan kejadian yang seketika menyita seluruh perhatiannya itu. Pria disana dengan baiknya menolong wanita yang sedang kesusahan itu, dengan senyum yang manis pria itu menyerahkan semua buku yang dipungutnya lalu menyerahkan ke wanita yang berada di depannya tersebut. Dan setelah wanita itu seperti bergumam termakasih lalu pria itu mengangguk sambil tersenyum. Baekhyun pun tanpa sadar ikut tersenyum ketika si pria itu berjalan melewati dirinya.
'Ketika pertama melihat sehun, aku merasa dia benar benar lelaki yang sangat baik. Dan karena itu lah aku mulai menyukai sehun.'
FLASBACK END
"minseok, baekhyun pergi perpustakaan kan? Mengapa ia belum kembali juga, apa sebenarnya yang terjadi?" luhan baru saja kembali setelah mengecek keluar kelas untuk melihat apakah baekhyun sudah kembali dari perpustakaan atau belum.
" kau ini, lu. Jangan terlalu cemas bukan kah sehun ada disana juga? Ia pasti sedang menyusul baekhyun disana"
"ahh kau benar, sehun pasti akan menjaga baekhyun kan?
Tapi tiba tiba etah mengapa suasana mendadak menjadi panas, apa mungkin…
" mengapa tiba tiba aku merasakan aura yang negatife ya minseok?"
" ka kau benar, di disana ada orang yang sungguh bermasalah" minseok menunjuk seseorang yang sedang berdiri diantara dirinya dan luhan
chanyeol ia lah orang yang kini sedang berdiri di atas meja dengan tidak sopannya, mentang mentang kelas sudah berakhir ia bisa bertindak seperti ini. Tapi bukan kah chanyeol memang seperti itu?
" apa yang tadi kau katakan?" chanyeol dengan tatapan tajamnya bertanya kepada luhan.
SREEETTTT
Sehun menarik lengan baekhyun dengan cepat, membuat sang pemiliknya berdecit semakin ketakutan
" kau menyukai ku juga bukan?"
'Ini tidak benar, dia bukan sehun yang selama ini ku kenal'
" aku mohon, jangan menatapku seperti itu, kau sangat menakutkan sehun-ssi. Kau seperti bukan sehun yang ku kenal,,, kau seperti…."
" apa yang kau pikirkan tentang ku? Jika kau tak tahu apa apa berhentilah bicara omong kosong"
Sehun menarik pundak baekhyun mendekat, ia mencengkram kuat bahu sempit milik baekhyun. Dan sedetik kemudian sehun mencoba mendekat kan bibirnya pada bibir baekhyun, tapi….
" OH SEHUN!"
Sehun berhenti ketika mendengar seseorang memanggil namanya, ia menjauhkan wajahnya pada baekhyun untuk mengetahui siapa gerangan yang berani mencampuri urusannya saat ini
" chan chanyeol?" bekhyun bingung mengapa chanyeol bisa berada disana, tapi syukurlah. Dengan begitu aksi sehun yang akan menciumnya dengan mengerikan itu gagal.
" apa kau tidak bisa melakukan nya di tempat yang lebih baik? Karena jika kau melakukan tindakan mu di area umum seperti ini sudah ku pastikan itu tidak akan berjalan dengan lancar, kau tahu kenapa? Karena akan ada orang lain yang kehadiranya tidak di inginkan akan mengganggumu. Seperti diriku!"
Aura semakin panas di perpustakaan ini setelah kehadiran chanyeol barusan. apalagi ketika sehun dan chanyeol saling menghujani tatapan mereka dengan mengerikan. Baekhyun tak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini.
Kedua lelaki yang kini berada di hadapannya terlihat seperti prajuit yang siap bertempur dengan tatapan saling membunuh nya.
" aku mohon, bisakah kalian semua tenang sedikit?"
Luhan yang datang bersama dengan minseok tiba tiba memecahkan keheningan di antara kepanasan yang terjadi antara hunbaek VS chanbaek.
Merasa terlalu banyak sepasang mata yang ikut campur dalam urusannya, sehun pun masih dengan wajah yang sama berjalan dan mendekat kearah chanyeol. ketegangan pun semakin mencengang..
Apa yang akan dilakukan sehun? mungkin kah ia akan memulai perkelahian dengan chanyeol? apakah ia akan memukul chanyeol? semua orang yang berada disitu pun seakan membeku dan tak habis pikir.
Ternyata sehun hanya berjalan melewati chanyeol tanpa mau memutus kontak mata nya dengan chanyeol. dan hal itu pun diluar dugaan chanyeol yang berpikir jika sehun akan melakukan hal yang sewajarnya harus dilakukan seorang kekasih pada seorang brengsek seperti dirinya yang telah mencuri ciuman pertama pacarnya tersebut. Responnya masih tetap sama pikir chanyeol, terlalu dingin.
Luhan pun terlihat sedih ketika melihat wajah sehun yang kala itu seakan pasrah pada situasi yang terjadi. Ia tak habis pikir apa yang sebenarnya sehun pikirkan mengapa ia,… arrggghh entah lah.
"aku meletakan bekal makan siang di kelas. Appa membuatkannya untuk mu"
Seolah tak terjadi apapun, chanyeol dengan santainya mendekat dan memberitahu hal konyol pada baekhyun yang saat ini masih memandang dengan tatapan kosong kearah pintu yang dipakai sehun keluar tadi. Bahkan baekhyun sendiri sepertinya tak menyadari maupun mendengar apa yang sedang di katakan chanyeol. ya benar ia hanya sedang menghawatirkan sehun saat ini.
Maka dari itu, sedetik kemudian setelah chanyeol berhenti berbicara baekhyun berlari keluar dari perpustakan meninggalkan chanyeol dengan sejuta kekecewaannya. Sedangkan chanyeol sendiri merasakan sebuah dejavu saat ini. bukan kah hal seperti ini pernah terjadi ketika insiden ciuman kemarin?
Tapi bahkan baekhyun seakan tak memperdulikan luhan dan minseok yang berada disana. Hanya pintu keluar yang ia tuju saat itu
.
Baekhyun terus saja berlari dan kemudian ia berhenti di sebuah padang rumput di belakang kampusnya, ia menompangkan tubuh lemahnya dengan kedua lengan yang di sandarkan pada sebuh bangku taman disana.
Luhan dan minseok yang ternyata mengikutinya sejak tadi pun,ikut khawatir dengan apa yang menimpa pada baekhyun saat ini. mereka berdua perlahan mendekat kearah baekhyun.
" kami akan cari cara lain agar kau dan sehun bisa kembali seperti dulu"
Luhan berbicara dari balik punggung baekhyun.
"aku rasa saat ini bukan itu masalah nya" luhan dan minseok saling bertatapan dengan alis yang saling bertautan ketika mendengar ucapan baekhyun
"aku tak tahu mengapa sehun menjadi orang yang sangat menakutkan. Aku memberitahu nya bahwa orang saat ini sedang berbicara dengan ku bukan lah oh sehun yang ku kenal. Dan ia langsung marah saat itu"
Luhan dan minseok sedikit membuka mulut mereka karena tidak percaya dengan apa yang baekhyun katakan barusan, benar kah sehun semarah itu?
" aku rasa aku tidak menemukan hal lain lagi yang ku sukai pada sehun."
Luhan dan minseok semakin bingung dengan ucapan baekhyun
" baekhyun-ah,, apa yang kau bicarakan?" minseok mencoba menloading ucapan baekhyun
" tunggu!" kali ini luhan yang berbicara
" baekhyun, apa kau tahu apa yang sedang kau ucapkan barusan ? bahkan kalian sudah pernah pergi berkencan. Apa kau tak mengerti , sehun juga menyukai mu!"
"lu…" minseok mencoba menghentikan luhan yang sepertinya akan melewati batas saat ini
" kau juga tahu perjuangan mu untuk mendekati sehun tidak lah mudah, lalu jika ini berakhir apa kau pernah berpikir apa yang akan terjadi pada sehun nanti nya?"
Baekhyun menunduk, ia tak tahu mengapa semua ucapan yang dilontar kan oleh sahabatnya itu terasa benar semua. Sedang kan minseok ia tak banyak bicara seperti biasanya.
" kau tidak bisa menarik ulur perasaan seseorang, sehun sekarang sudah menyukai mu dan kau bilang apa barusan? Kau sudah tidak punya alasan lain untuk menyukai sehun? apa kau tak berpikir kau itu akan menyakiti hatinya"
Luhan semakin gencar berbicara tentang keegosian baekhyun saat ini,
"aku sungguh terlihat bodoh sudah mendukung mu untuk mendapatkan hati sehun, jika tahu seperti ini jadinya Aku tidak akan pernah mau melakukan hal itu"
Plakk, sebuah ucapan terakhir dari luhan membuat hati baekhyun benar benar terasa sakit. Benar kah semua itu? Benar kah jika ia seseorang seperti itu. Tapi mengapa luhan terlihat sangat marah? Apa yang terjadi pada luhan? Dan mengapa ia berbicara seolah olah ia lah yang merasakan sakit dari apa yang telah baekhyun putuskan untuk tidak melanjutkan perasaan nya pada sehun.
" xi luhann…"
Minseok memanggil luhan yang kala itu langsung pergi setelah mengucapkan sederet kalimat yang membuat baekhyun tertampar dengan keras. Dan mungkin kah apa yang baekhyun dan minseok lihat barusan adalah sebuah kenyataan? Mengapa dalam perginya luhan yang kala itu setengah berlari, ia terlihat seperti sedang menyekat air mata nya menggunakan punggung lengan sebelah kanannya? Apa yang sebenarnya terjadi pada luhan? Mengapa ia menangis?
.
.
" ada apa dengan nya?"
" ia terlihat menakutkan"
" aku tak tahu apa yang terjadi dengannya, tapi aku baru kali ini melihat nya seperti itu"
" apa ia sedang dalam mood yang buruk?"
" apa mungkin ini masalah wanita?"
Hanbin, donghyuk, yunheong, junhoe dan jinhwan yang kala itu terlihat sedang memperhatikan ketua tim basket yang terlihat berbeda dari biasanya, sebenarnya mereka sendiri tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi tapi jujur saja itu membuat suasana latihan menjadi kurang kondusif ketika sang ketua sendiri bahkan tak terlihat focus pada latihan. Dan pada akhirnya mereka membiarkan sesi latihan diberhentikan untuk sesaat. Semua orang pun terlihat menepi kepinggir lapangan untuk merebahkan otot otot mereka.
Sedangkan sehun hanya berdiri mematung di tengah lapangan basket dengan tatapan yang masih saja kosong karena memikirkan kejadian tadi pagi di perpustakaan.
" sehunie,, apa ada sesuatu yang ingin kau katakan pada ku?"
Tiba tiba saja entah dari mana, park chanyeol sudah berdiri di belakang sehun. hal itu membuat teman satu tim basket menatap dengan heran.
" kau terlihat sangat kacau saat ini"
Merasa tak ada respon dari sehun, chanyeol pun mendekat dan berkata sambil berbisik tepat ditelinga sehun
" mana ada ketua basket yang membawa masalah pribadinya kelapangan? Membuat orang yang tak mengetahui apapun kena imbasnya?"
" apa yang sedang kau bicarakan" Sehun hanya menoleh sambil berbicara dengan tenang, seperti biasa. Dan itu lah yang membuat chanyeol semakin bosan dengan respon yang tak menarik ini.
" kau ketua yang tak becus"
DUAGHHHH
Sehun dengan nafas yang menggebu memukul wajah chanyeol dengan kerasnya, bahkan chanyeol sampai limbung dan terjatuh. sudut bibir chanyeol pun mengeluarkan darah yang segar. Tapi setelah itu chanyeol langsung bangkit dan malah tersenyum sambil menatap sehun.
" mengapa kau tak melawan? Bukan kah aku sudah memukul mu?" Tanya sehun dengan wajah dingin nya
"aku tak perlu melakukan hal itu, aku menyukainya. Karena Sebenarnya aku hanya ingin melihat wajah mu saat marah"
What? Apa yang sebenarnya chanyeol ucapkan? Sehun semakin kesal ketika mendengar penuturan chanyeol barusan. Kedua tangannya kembali mengepal.
" kau pikir aku ini bodoh?" sehun bertanya sambil berteriak didepan wajah chanyeol
" ayolah, kau hanya takut pada kenyataan. Kau takut jika harus menerima bahwa sesungguhnya kenyataan tak berpihak pada mu kan?
DUAAAGGGHHHH…
Sehun kembali memukul wajah chanyeol hingga punggung nya terbentur besi ring basket, dan setelah nya ia menarik kerah milik chanyeol lalu menghempaskan pemilik tubuh itu sampai terguling beberapa kali di lantai,tapi sungguh ironi chanyeol masih bisa tersenyum seperti biasa.
" wajah sehunie saat marah terlihat lebih berkarakter…" walau sudah di pukul dengan keras sampai terguling di lantai chanyeol masih dengan wajah tersenyum nya malah mengajak sehun untuk bercanda, bahkan mnegejeknya?
Sehun menggeratkan giginya saking tak tahan menahan emosi yang menyuluti dirinya, dengan sedikit berlari sehun kembali mengepalkan lengannya bersiap memberikan hadiah pada wajah chanyeol yang saat ini masih terlihat dengan senyum seringaiannya,
Tapi,,,
Ckitt
Ckitt
Ckiitt
Suara beberapa derap sepatu yang di gesekan dengan lantai membuat suara yang terdengar nyaring hal itu membuat sehun menghentikan aksi hantaman lengannya tepat beberapa centi didepan wajah chanyeol.
.
TBC
.
.
wuihhh hayo tebak siapa itu yang dateng?
hayoo hayoooo
hahahah
dan itu Luhan kenapa lagi nangis? ayo ada yang bisa nebak? hihihi
okay sampai jumpa aja ya di chap selanjutnya
bye ^^
