Title : CHANYEOL BESIDE YOU
Main Cast : Byun Baekhyun
Park Chanyeol
Oh Sehun
Xi Luhan
Other Cast : All Member Exo, SM Family, dll
Rated : T (Sewaktu-waktu bisa berubah)
Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan, Orang Tua mereka dan Agency mereka saya cuma meminjam nama mereka disini
Warning : Typo(s) bertebaran, Bahasa tidak sesuai EYD, GS (Genderswitch) for Uke, Not Yaoi (Belum kepikiran buat bikin YAOI), Ingat FF ini Remake dari Drama Taiwan berjudul 'DEVIL BESIDE YOU'
Backsong : Rainie Yang - Ai Mei
Chap 8
Hujan ringan yang mengguyur kota seoul pagi ini, menambah suasana kesedihan yang terjadi pada seorang pria yang tengah berlari sambil terus memegangi dada sebelah kirinya.
Ia terus berlari menerobos rintikan demi rintikan hujan yang seakan sedang menertawainya. Kemudian ia berhenti tepat di sebuah ring basket, lutut yang terasa lemas akhirnya tak mampu menopang tubuhnya lagi.
Ia terjatuh dengan lutut yang menyentuh lantai di lapangan basket tersebut.
ia oh sehun kembali mengingat semua kejadian antara dirinya dan baekhyun.
dimana ketika untuk pertama kalinya baekhyun dengan berani menyatakan bahwa dirinya menyukai sehun.
" SEHUN SSI, AKU SUDAH LAMA MENYUKAI MU" bahkan ucapan baekhyun kala itu masih ia hafal.
Insiden surat cinta, yang membuat seisi kampus tahu tentang perasaan baekhyun.
Ketika pertama kalinya sehun melihat baekhyun menangis dan memberinya sapu tangan.
" didunia ini banyak orang orang yang berniat untuk menyakitimu, tapi akan ada seseorang yang ikut merasakan sedih atas kesakitan mu juga. Kau harus tahu itu"
kata kata itu adalah ucapan tulus atas perasaan sehun yang sebenarnya
Ciuman antara baekhyun dan chanyeol yang membuat hatinya kelu.
Dan yang terakhir kalinya.. yang mengharuskan dirinya benar benar melepaskan baekhyun
" aku menyukai orang lain,,, ak aku.. aku menyukai chanyeol"
Meskipun kelihatan tegar dan menyatakan ia tak menyukai baekhyun lagi namun sebenarnya sehun sangat merasa sedih harus berpisah dengan baekhyun. Ia hanya tak bisa mengekspresikan kesedihan nya dihadapan semua orang.
Ia lebih memilih menyimpan semua kesedihannya sendiri dan pada akhirnya ia akan berakhir dengan tertunduk lemas sambil menangis di tengah guyuran hujan seperti apa yang sekarang terjadi.
" mau berbagi payung dengan ku?"
Tawaran seseorang dari belakang sana membuat sehun menghentikan bayangan bayangan baekhyun untuk sesaat.
Dari suaranya ia bisa tahu, bahwa orang itu adalah luhan, xi luhan.
"Apa kau berniat terus seperti itu dalam waktu yang lama?" Tambah pertanyaan luhan dari belakang sana, sedangkan sehun ia tak ingin menjawab satu pun dari pertanyaan yang dilontarkan oleh luhan
"Ahh aku tahu, mungkin agar orang orang tidak bisa melihatmu dan membedakan mana air mata dan mana air hujan, benar kan?"
"Apa ku sedang mengejek ku?"
Tanya balik sehun yang sepertinya sedikit dibuat kesal oleh luhan
"Aku? Anni. Menurut ku wajar wajar saja jika seorang pria menangis, apalagi setelah apa yang terjadi pada mu." Jawab luhan dengan santai
" sudahlah aku tak perlu belas kasihan atau simpati dari mu. Dan jangan mencoba untuk menghibur ku itu percuma."
"Siapa bilang aku kesini untuk menghibur mu? Aku a aku hanya ingin mengucapkan satu hal.."
Hening... untuk beberapa detik luhan tiba tiba mengehentikan ucapannya, membuat sehun menunggu dengan penasaran apa yang sebebarnya akan diucapkan luhan.
"Berkencan lah dengan ku"
Deg...
What? Sehun terkejut dengan apa yang barusan di dengar nya. Oh ayolah dia baru saja putus dengan kekasihnya. Ia bahkan masih menangisi semua kenangan manis itu, tapi belum sempat ada satu jam semenjak ia bertemu baekhyun yang memutuskan hubungannya, kini sudah ada seseorang yang meminta nya berkencan oh bahkan orang itu dia adalah sahabat dari mantan kekasihnya sendiri.
keadaan semakin hening, luhan mati matian menahan degub jantung nya yang seakan ingin keluar. Pegangannya pada besi payung pun semakin kencang ketika ia melihat sehun bangkit dan mulai menatap matanya.
"Bagiamana mungkin hujan yang turun ini bisa begitu saja langsung mengahapus semua bayangan dan kenangan yang terjadi?"
Sehun menyekat air matanya untuk sesaat
"Dan kenapa kau ingin berkencan dengan seseorang yang bahkan masih membawa semua kenangan dan bayangan yang..."
CHU...
Luhan berlari dan mencium tepat disamping bibir milik sehun, payung yang ia bawa pun ia buang begitu saja kesamping. Dan luhan berhasil menghentikan ucapan sehun yang kala itu belum berakhir sebenarnya.
Luhan menarik bibirnya karena mendapati wajah sehun yang syok. Ia kemudian berlari meninggalkan sehun dengan wajah yang memerah.
Tapi anehnya luhan malah bersorak gembira karena ia akhirnya berhasil mencium sehun. Sedangkan sehun yang melihat itu hanya bisa memandang luhan kosong, Ciuman tadi sungguh tak bisa ia artikan.
.
Sehun tengah duduk di meja belajar di kamar nya saat ini. Selembar demi selembar buku tentang ekonomi yang tebal itu iya buka. Ketika sampai pada lembar terakhir ia menemukan sebuah amplop berwarna merah muda dengan tulisan tangan di pojok kanan bawah.
To: oh sehun
From: byun baekhyun
Surat cinta dari baekhyun. ingatan nya masih sangat segar tentang surat itu. Surat yang mengantarkan dirinya kepada baekhyun.
Tapi bayangan pahit dari kenyataan tadi pagi pun terlintas lagi. Seakan menjadi sebuah petir di siang bolong. Kenangan manis itu sirna ketika baekhyun mengucapkan kalimat yang menyakiti hatinya, namun...
Tawaran yang menurutnya sedikit agak gila(?) Tersebut malah membuat nya tidak pernah berhenti bertanya, sebenarnya gerangan apa yang terjadi pada luhan? Mengapa ia Menjadi seperti itu? Apakah ia hanya ingin menghibur atau arrgghh entah lah. Sehun sendiri tidak bisa menafsirkan sesuatu yang lebih dari tindakan spontan yang membuatnya syok tadi pagi.
.
.
Saat itu baekhyun tengah berdiri disebuah halte bus tak jauh dari rumah chanyeol. Ya lebih baik ia berangkat lebih awal dari pada harus kembali berangkat bersama dengan chanyeol beserta appa nya. Hal itu hanya akan membuatnya kembali menjadi pusat perhatian seisi kampus.
Brummm brummm brummmm
Derum sebuah motor berhenti tepat di depan baekhyun, ia sedikit menoleh kearah si pembawa motor yang kini masih setia duduk di motornya dan enggan membuka kaca helm.
Baru setelah si pembawa motor menghentikan mesin dan mencabut kunci motor nya ia membuka kaca helm dan... yeah dia adalah park chanyeol.
Baekhyun sedikit menyerengit bingung, untuk apa chanyeol disana? Mungkin kah chanyeol akan mengajaknya pergi ke kampus bersama?
"Naik lah..."
ucap chanyeol membubarkan sederetan pertanyaan yang melingkupi otaknya barusan
"Tapi aku tidak bawa helm"
jawab polos baekhyun, well tentu saja apa yang diucapkan baekhyun memang benar iya tidak membawa helm bahkan ia pun tak melihat chanyeol membawa helm lain selain helm yang ia pakai di kepala besarnya, memang kepala chanyeol besar(?). Ah lupakan.
"Siapa bilang kau akan naik bersama ku, disana"
chanyeol menunjuk ke arah belakang membuat baekhyun mengikuti arah dari sebuah telunjuknya tersebut.
Disana,sebuah mobil terparkir dengan 4 orang yang memasang wajah horor kearah baekhyun yak mereka teman teman chanyeol, siapa lagi? memang seperti chanyeol punya banyak teman saja?.
Baekhyun merasakan bulu kuduk nya berdiri saat ini. Mereka apalagi kim jongin sedang menyeringai percis seperti yang selalu dilakukan chanyeol ketika akan menjahilinya... oh astaga kali ini apa? Batin baekhyun
"Ayo nuna..."
jongin dan jeohon menghampiri baekhyun lalu tanpa ampun mengapit kedua lengan mungil itu dan membawanya masuk kedalam mobil, tanpa memperdulikan pekikan ataupun rontaan dari baekhyun.
Baekhyun pun hanya pasrah ketika ia digiring ke sebuah katakan lah markas, yang cukup luas ini.
Disana terdapat sederetan baju wanita yang entah untuk apa, tapi ketika vernon mengambil salah satu baju yang bergantung dan menyerahkan pada baekhyun, baekhyun pun akhirnya mengerti.
Baekhyun kemudian mengganti pakaiaannga sesuai yang dipilihkan vernon. sebuah baju berwarna ungu tua dengan aksen bunga tepat di samping kiri baju serta sebuah celana jeans menutupi lutut.
Baekhyun keluar dari kamar ganti untuk menunjukannya pada jongin, jeohon, kihyun dan vernoon tentu saja..
Tapi wajah mereka menampakan tidak setuju dengan baju pilihan vernoon. Dan akhirnya aksi riset dengan menjadikan tubuh baekhyun sebagai bahan percobaan pun dimulai.
Entah sudah berapa sheet baju yang baekhyun coba dan tak satu pun menurut ke 4 pria ini cocok di tubuh mungil baekhyun. Oh ayolahhh apa yang sedang mereka lakukan sebenarnya, baekhyun nampak baik baik saja dengan pakaian kesehariannya itu.
Sampai akhirnya baju yang terakhir ini membuat semua kegilaan ini berakhir. Baekhyun keluar dengan mini dress selutut berwarna hitam putih dengan aksen renda di bagian lengan dan sebuah pita panjang yang menjalar ke area bawah.
Ke 4 pria yang kini tengah duduk itu pun menatap takjub pada baju yang terakhir di pakai baekhyun. Baekhyun terlihat sangat sangat cantik.
"Mengapa kalian melakukan ini pada ku?" Tanya baekhyun tiba tiba
"Hmmm sepertinya sudah lama kita tidak bermain seperti ini" ucap vernoon
"Kau benar, padahal dulu kita sering melakukannya dengan menjadikan kyungsoo sebagai model dadakan. Tapi sekarang ia hanya dekat dengan chanyeol saja" tambah jeohon
Mendengar nama kyungsoo di bawa, mood jongin seketika berubah. Ia sedikit kesal jujur saja.
"Oh chanyeol kau sudah datang?"
Sapa jongin ketika melihat kedatangan chanyeol dari balik pintu.
Sama hal nya seperti baekhyun yang sudah rapi dan siap pergi, chanyeol pun sama. Ia sudah memakai setelan jas berwarna hitam dengan kemeja bergaris hitam putih. Apa kah ini tidak berlebihan? Jika baekhyun dan chanyeol pergi berasama semua orang pasti akan mengira mereka adalah pasangan serasi. Alalagi dengan baju yang mereka pakai saat ini. oh ini bukan baju couple kan?
"Kau sudah siap? Ayo.."
ajakan chanyeok ketika ia mendapati baekhyun tengah berdiri dan sibuk menatapi chanyeol dari ujung kaki sampai ujung kepala.
"Sebenarnya kita akan kemana, mengapa harus seformal ini? "Tanya baekhyun akhirnya pecah
"Imo baru saja kembali sari daegu, appa mengadakan makan malam keluarga untuk yang pertama kalinya"
chanyeol menjelaskan dengan singkat. Setelah itu chanyeol bergegas menuruni tangga tapi tiba tiba
"Tunggu, harus nya kalian seperti ini"
jeohon tiba tiba menarik lengan chanyeol lalu menyatukannya dengan baekhyun.
"nah sekarang sudah siap."
Ucap jahil jeohon yang dibalas dengan decakan ringan dari chanyeol. Tapi baik chanyeol ataupun baekhyun kedua nya sama sama tidak menolak hal yang dilakukan jeohon barusan
Chanyeol pun menuruni tangga bersama dengan baekhyun, sementara ke 4 pria di sana merasakan bangga yang teramat ketika melihat chanbaek yang terlihat serasi disana.
Tapi nyatanya bukan hanya mereka berempat yang sedari tadi ada disana, ada seseorang yang diam diam menyaksikan kejadian itu dari awal kedatangan baekhyun hingga akhirnya chanyeol datang menjemput baekhyun.
Bedanya jika ke 4 pria tadi merasa bahagia dan bangga atas hasil karyanya, seseorang disana malahh terlihat mengepalkam kedua lengannya menahan marah!
~~~Chanyeol Beside You~~~
Sebuah restoran china berbintang 5 menjadi tujuan chanyeol dan baekhyun melangkah saat ini.
Meja 8 atas nama park nickhyun. Chanyeok mencari dimana letak meja 8 yang dimaksud appanya saat ditelepon tadi, syukurlah pelayang restoran membatu dan membawa chanyeol juga baekhyun ke tempat tujuan dengn cepat.
" bersulang.., untuk mata mu yang indahh"
"Aishh kau ini, bersulang juga untuk masa depan kita"
"Tentu saja dan bersulang juga..."
"Ekhemm ekhemm"
batuk yang dibuat buat chanyeol seakan menghentikan aksi cheesy oh atau mungkin bisa disebut aksi tak tahu umur antara nickhyun dan victorya itu terhenti.
"Ne chanyeolie?" Tanya sang appa
" yak pak tua, berhenti bersikap seperti itu. Ingat umur mu ckckckck"
chanyeol berbicara sambil terus menyuap makanan yang tersaji di depannya.
Duagghh
kepala nickhyun berbenturan dengan meja, nickhun sangat sedih dan selalu sedih ketika chanyeol selalu bersikap tak bersahabat seperti ini.
" menurut ku, ajjushi hanya mencoba menjadi pria romantis benarkan eomma?"
Hibur baekhyun yang kemudian dibalas anggukan serta senyuman eomma nya.
Nickhun pun kembali bersemangat dan mendongkakan kepalanya
"Yakk aku pria romantis tentu saja. Mempunyai anak perempuan yang manis memang sangat menyenangkan" sindir nickhun
Cekrekk cekrekk
Dari jauh sebuah kamera tengah membidik moment hangat kekuarga park yang sebentar lagi akan resmi menjadi keluarga. Dan setelah beberapa foto berhasil ia abadikan ia pun pergi dengan seringai disudut bibir kanannya. Siapa kah ia sebenarnya?
"Ayo bersulang, untuk kebahagian eomma dan ajjushi chers"
baekhyun mengangkat gelas yang sudah berisi wine berwarna merah itu, begitu pun dengan eomma dan ajjushi nya hanya chanyeol ya lagi lagi hanya chanyeol yang susah di ajak berbaur pada situasi seperti ini
"Yak, berpartisipasilah. Dasar tidak bisa diajak kerja sama!"
Ucap pelan baekhyun seraya berbisik kepada chanyeol. Dan akhirnya chanyeol pun mengikuti perintah dari baekhyun mereka berempat pun akhirnya bersulang.
"Chanyeol..." panggil pelan nickhun yang kala itu sedang memasukan daging di saladanya
"Apa kau cemburu?"
"Hentikan ocehan mu. Makan lah dengan tenang"
seperti biasa balasan dingin dari chanyeol
"Kau tenang saja chanyeolie. kasih sayang ku mungkin akan terbagi untuk victorya dan baekhyun. Tapi aku akan memberikan seluruh curahan hati ku pada mu. Jadi kau tak usah cemburu seperti itu"
Baekhyun bergumam dalam hati karena kekonyolan ajjushi ini mulai kambuh lagi. Chanyeol yang kala itu mendengar sederet ucapan menggelikan itu tiba tiba menghentikan suapan pada mulutnya dan beralih menatap tajam kearah sang appa.
"Lihat lihat tatapannya itu. Aigoo aku sangat tersentuh dengan wajah mu itu"
nickhun menyentuh dada kirinya sedangkan victorya tersenyum geli melihat kekonyolan calon suami dan calon anak lelakinya itu.
Baekhyun meraih lengan chanyeol lalu menggoyang goyangkannya mencoba mencari perhatian chanyeol, setelah chanyeol menatapanya baekhyun pun mengintrupsi chanyeol agar tersenyum seperti dirinya.
Tapi bukannya tersenyum chanyeol malah masih menampakan wajah kesalnya saat ini, hal itu membuat baekhyun kesal dan dengan kedua telunjuk lentiknya, baekhyun perlahan mulai mendekatkannya pada chanyeol.
Niatnya sih mencoba menarik kedua sudut bibir chanyeol agar terangkat, tapi belum sempat itu terjadi ia merasakan bahwa...
"woahhhh a ada wasabi di bi bir mu"
"Tolong bersihkan, aku tidak bisa melihatnya nuna?"
Ternyata victorya dan nickhun sedari tadi sudah berdiri berdekatan dengan chanbaek. Baekhyun yang kaget pun akhirnya mencari alasan agar dirinya tidak dianggap sedang melakukan hal konyol seperti calon ayah tirinya (?)
"Aku tak tahu kalian sudah sedekat ini, arrrggghhh aku sangat senang" pekikan victorya yang saking senangnya sampai memeluk leher nickhun.
"imo tenang saja, kami akan selalu dekat seperti ini. aku akan menjaga nuna ku" ucap gombal chanyeol
" tadi nya aku khawatir karena diusia seperti ini biasanya kalian akan saling canggung. Tapi syukurlah kita merasa lega" tambah nickhun membalas pelukan dari victorya.
dan akhirnya mereka pun mengakhiri sesi makan malam itu dengan sebuah foto keluarga yang diambil oleh nickhun dengn meminta salah satu pelayan membidik nya.
-
.
Pagi tiba... saat ini baekhyun tengah mengikuti pelajaran yang mengharuskan nya menggunakan fasilitas sekolah.
"Ayo kita mulai pelajaran nya, buka komputer kalian dan tanyakan apapun pada ku jika ada yang tidak kalian mengerti"
Kim uisanim yang duduk di bangku paling depan pun membuka sesi pelajarannya.
Dan ketika semua murid menghidupkan komputer masing masing, seluruh murid tak terkecuali kim uisanim pun mendelik ke arah home screen yang diyakini menjadi home screen di semua komputer murid murid nya juga.
"Ba baekhyun-ah... lihat itu"
Baekhyun yang pagi ini terlihat malas mengikuti pelajaran pun akhirnya mengikuti arah padang luhan yang tengah duduk dengan mata yang membulat.
"Mwo? Ke kenapa foto itu bisa disana?"
Baekhyun tak kalah membulatkan mata sama seperti luhan saat ini, ia bahkan sampai berdiri dari duduk nya saat itu.
Ya foto calon keluarga baru baekhyun ada di semua komputer di seluruh kampus Sm university ini. Difoto itu tertera sebuah tulisan
(Keluarga baru komisaris kita, pangeran seduction park chanyeol akan mempunyai nuna)
Created by: do kyungsoo.
Baekhyun menyulut amarahnya ketika melihat nama kyungsoo si gadis jahat itu. Ia tak habis pikir tindakan mengancam nya tempo dulu akan separah ini.
"Yak mengapa kau berisik sekali. Duduk!"
Perintah uisanim kepada baekhyun, tapi setelah ia menatap baekhyun yang sedikit membuatnya menyerengit karena menyadari bahwa baekhyun lah yang ada didalam foto tersebut
"Bukan kah kau yang ada di dalam foto ini?" Tanya kim uisananim
"Hemm nde uisanim. maaf kan aku sepertinya.."
"Wah baekhyun ibu mu sangat cantik, ia juga masih terlihat sangat muda"
pekikan seseorang yang kini tengah menggoda baekhyun dari ujung kursi paling pojok. Ia adalah jimin
"Wah keluarga yang sempurna kkkk"
suga yang berada di depannya pun menimbal ucapan jimin yang kala itu membuat baekhyun semakin kesal.
"Uisanim maaf kan aku, sepertinya aku harus memastikan sesuatu saat ini. Permisi"
Baekhyun pamit untuk tidak mengikuti pelajaran kim uisanim, ia berlari menerjang kerumunan semua siswa dan siswi yang kembali mencemooh dan membicarakannya.
God bukan kah hal ini pernah terjadi pada baekhyun beberapa waktu lalu? Mengapa nasib mu buruk sekali byun baekhyun
Brakkk...
Baekhyun membuka pintu sebuah kelas dengan keras sehingga membuat suara yang nyaring kala itu.
dia kyungsoo brunonan (?) yang tengah dicari baekhyun kini sedang berdiri menghadap jendela dengan lengan yang dilipat di dada.
Kelas yang tak terlalu ramai dan hanya segelintir orang berada disana, menyadari tatapan membunuh dari baekhyun semua orang yang berada dikelas itu pun pergi.
Baekhyun kembali mengingat ancaman terakhir kali kyungsoo.
" kali ini kau beruntung, lain kali tak akan ku biarkan kau lepas!" ucapan kyungsoo yang kala itu memang tak main main.
"Akhirnya kau datang," ucap santai kyungsoo
"Sebenarnya apa yang kau lakukan, apa perlu sejauh ini?"
"Sudah ku katakan pada mu aku tidak pernah bermain main dengan ucapan ku"
"Kau..." baekhyun sudah teramat kesal saat ini
"Mwo? Aku kan hanya membantu mu dengan memberitahukan kesemua orang bahwa kau dan pangeran akan segera menjadi kakak beradik"
"Aku tak butuh bantuan mu, dan asal kau tahu tindakan mu ini hanya lah penyalahgunaan wewenang saja"
"Oh benarkah? Kalau begitu bukan kah sudah ku jelas kan, jangan pernah kau berada di dekat pangeran lagi"
.
"Kyungsoo-ahh..."
Seseorang memanggil kyungsoo dari balik pintu, membuat baekhyun dan kyungsok menghentikan argumentasi mereka untuk sesaat.
"chanyeol ingin kau menemuinnya di kantin"
tambah jongin yang kala itu juga bersikap santai, oh ayolah dia pasti sudah tahu tentang foto itu tapi mengapa ia bisa sesantai ini?
" pangeran menginginkan ku, aku harus pergi sekarang Eonni"
Kyungsoo berjalan melewati baekhyun dengan menyenggol bahunya, membuat baekhyun semakin diliputi kemarahan saat ini
-
"Hai pangeran..." sapa hangat kyungsoo saat ia datang dan langsung duduk di sebelah chanyeol
"Apa alasan mu melakukan hal semacam ini?" Tanya chanyeol tanpa mau berbasa basi
"pangeran, kau tahu kan kau ini sangat populer"
"Jangan memanggil ku dengan sebutan pangeran" chanyeol sedikit berbicara dengan nada tinggi
"yang ku buat ini untuk melindungi kakak mu, hal ini akan membuatnya tidak diganggu atau bahkan disakiti fans fans mu itu. Aku melakukan nya hanya untuk mu percayalah" jawab kyungsoo
"Tapi aku tidak setuju dengan cara mu, apapun jawaban mu ini sudah kelewatan dan aku kecewa pada mu"
"Aku memang bodoh sudah melakukan hal yang membuat mu kecewa, tapi jika kau menyuruh ku untuk tidak peduli lagi pada mu maaf aku tidak bisa melakukan hal itu"
Ucap kyungsoo dengan wajah memelas, semua orang yang berada di kantin pun terkesima dengan sederet percakapan antara chanyeol dengan kyungsoo, tak terkecuali luhan dan minseok yang kala itu bermaksud membelikan sarapan untuk baekhyun.
"Sudahlah, ayo kita makan dulu"
Maksud hati ingin mencairkan susana, tapi apalah daya niatnya itu malah diabaikan. Chanyeol memandang malas kearah jongin
Kyungsoo pun menatap sedih kearah chanyeol yang saat ini masih diam. sedangkan jongin kini tengah duduk untuk menenangkan kyungsoo
"Kami sudah resmi masuk tim basket kampus, sesekali datang lah."
"Tim basket? Oh tentu saja aku akan datang. Aku akan menjadi manager baru kalian" jawab spontan kyungsoo sambil mentap jongin. Oh ayolah bukankah jabatan manager masih di pegang oleh baekhyun?
" aku akan menjaga mu di lapangan sana pangeran" ucap kyungso dengan wajah tersenyumnya. Melihat itu membuat chanyeol semakin muak dan pergi meninggalkan mereka berdua.
~~CB~~
Baekhyun berjalan menelusuri koridor kampus yang sepi, ini bahkan sudah memasuki waktu pulang. Tapi ia berhenti ketika ia melewati loby dan melihat cuaca di luar
' aku bahkan tidak bisa mengatakan pada orang yang kusukai tentang perasaan ku. diluar sangat mendung mungkin kah hari ini akan turun hujan lagi? Semoga hujan ini akan bisa menghapus sedikit beban masalah ku' lirih baekhyun ketika ia meraih payung
"Menurut ku monsta x lebih cocok mendapat gelar rokie tahun ini"
"Sudah lah, voting nya kan sudah menyatakan ikon sebagai pemenangnya. Lagi pula aku lebih setuju jika ikon yang mendapatkan penghargaan itu"
" anni, aku tetap memilih monsta X"
"Yak kim minseok!"
"Yak xi luhan!"
Luhan dan minseok sedang berjalan berdampingan dengan satu payung yang di pegang oleh luhan, karena minseok sepertinya hari ini tidak membawa payungnya. beberapa obrolan kecil yang sungguh tak seharusnya mereka ributkan pun menjadi bahan perbincangan mereka saat ini.
masih membahas tentang siapa yang layak untuk penghargaan rokie tahun ini, luhan tanpa sengaja melihat sehun berlari terbirit birit memasuki sebuh box telepon umum di sebrang jalan sana.
Sepertinya sehun lupa membawa payung.
"Minseok-ah, kau bawa saja payung ku. Aku harus pergi pai pai..."
Luhan tanpa menunggu persetujuan minseok tiba tiba menerjang hujan sambil menutupi kepalanya dengan lengannya, oh ayolah itu percuma karena sudah di pastikan baju luhan akan tetap basah saat ia sampai menemui sehun.
"Yak luhan, kau mau kemana" teriak minseok dari sebrang jalan, bukan luhan jika ia tidak nekat sejauh itu hanya untuk mengejar sehun di tengah guyuran hujan lebat seperti ini.
Sedangkan minseok lagi lagi harus menelan pil pahit karena beberapa hari ini selalu ditinggalkan begitu saja oleh baekhyun bahkan luhan.
Luhan sendiri berpura-pura kehujanan dan berlari ke Tempat sehun berada. Oh xi luhan kau sangat cerdik.
Sehun yang terkejut karena tiba tiba harus terjebak di box telepon umum bersama seorang wanita yang secara terang terangan meminta nya berkencan dan bahkan sudah berani menciumnya itu hanya membuatnya salah tingkah. Begitupun dengan luhan.
Saking canggungnya mereka sampai bicara bersamaan.
"Kau duluan" ucap sehun, ladies first. the good boy right?
"Ahh kau saja duluan sehun-ssi" sodor luhan
"aku sebenarnya tidak bisa berbasa basi, aku tak tahu kata kata apa yang nantinya tidak melukai hati mu" sebenarnya sehun ragu mengatakan ini, tapi setelah bertarung dengan logikanya semalam suntuk akhirnya ia telah mengambil keputusan untuk tidak menerima tawaran dari luhan.
"Ahh tidak perlu seperti itu, sebenarnya jika di ingat ingat kembali aku sudah keterlaluan waktu itu. Maaf kan aku sehun-ssi"
Ucap luhan kikuk, jujur memang itu yang sebenarnya ada dipikirannya saat ini
Keheningan kembali menyelimuti...
"Hachimmm"
Luhan tiba tiba bersin, mungkin dinginnya hujan membuat luhan mulai terserang flu.
Sehun menggosakan kedua telapak tangannga lalu langsung menaruhnya di kedua pipi itu
"Lakukan seperi ini, kau akan merasa hangat"
Luhan pun mengikuti saran dari sehun, dan ternyata memang benar. Luhan merasa tubuhnya sedikit menghangat atau mungkin tidak hanya tubuhnya tapi hatinya ?
Tok tok tok
Seorang pria paruh baya mengetuk pintu telepon box, seperti nya ia akan menggunakan telepon sebagai mana fungsinya.
"Kemana kau setelah ini?" Tanya sehun pada luhan
"Hmmm kereta bawah tanah" jawab singkat luhan
"Ayo aku akan mengantarkan mu"
Sehun pun menyibakan jaketnya untuk menutupi tubuhnya dan tubuh luhan saat mereka berlari menuju statsiun bawah tanah yang letaknya tak jauh dari box telepon tadi.
Mereka pun berlari ditengah hujan. Luhan sangat bahagia dengan kedekatan nya berasama sehun saat ini, bahkan sehun pun terlihat demikian
Keduanya tiba di stasiun,
" masuk lah, dan ini bawa jaket ku " ucap sehun sambil menjulurkan jakenya pada luhan, tentu luhan menerima dan meraih jaket itu.
luhan pun perlahan masuk kedalam statsiun dengan perasaan yang tak rela harus berpisah dengan sehun.
Sehun menatap kepergian luhan hingga ia menghilang dari balik tangga, setelah memastikan luhan sudah pergi ia juga melangkah mundur untuk pulang, tapi.
"Sehun-ssi..."
Sehun berbalik dan melihat luhan yang rupanya masih berdiri disana
"Apakah ini sungguh tidak mungkin?aku sungguh tidak mempermasalahkan jika kau belum bisa melupakan baekhyun secepatnya, Bisakah kita hanya membuat kenangan indah kita sendiri?"
Sehun tercengan mendengar ucapan luhan yang tulus itu.
"Bagaimana jika kita taruhan?" Tambah luhan, membuat sehun menyerengit heran.
"Jika orang selanjutnya yang datang membawa payung berwarna merah maka kita harus kencan"
Luhan, kau benar benar gila nak. Bagaimana bisa sebuah kencan harus di lakukan dengan taruhan terlebih dahulu seperti itu? Ckckck
"Bukan kah itu tidak adil bagi mu?" Jawab sehun, hal itu memang tidak adil bukan? Nasib kencan mu dipertaruhkan hanya dari sebuah payung?
"menurut ku ini lebih baik, dari pada aku tidak diberi kesempatan sama sekali kan?" Ya ya katakan lah luhan memang tidak bisa diajak berargumentasi karena pada akhirnya ia akan selalu menang.
Sehun semakin tertegun, ia tak menyangka sampai seperti inikah luhan memperjuangkan keinginannya untuk berkencan dengan sehun?
Tanpa sepatah kata pun keduanya langsung melihat ke pintu masuk untuk memulai taruhan tersebut. Luhan menunggu dengan harapan yang tinggi jika seseorang itu akan membuka payung berwarna merah tapi sayang Seorang Pria keluar dari pintu masuk dengan payung berwarna hitam.
Luhan pun sedih dibuatnya, ia benar benar gagal. Sepertinya ia memang tidak ditakdirkan untuk berasama sehun
"Jadi ini lah akhirnya.."
Lirih luhan yang mulai melangkah pergi meninggalkan sehun. Ia sudah pasrah sungguh.
"Akan lebih adil jika aku diberi kesempatan untuk mencoba juga kan?"
Sehun membuat langkah luhan berhenti. Jujur saja membuat seseorang yang bersemangat seperti luhan harus menelan kepedihan seperti itu.. ia tak tega rasanya
"Hal yang sama, jika yang berikutnya lewat menggunakan payung merah maka kita akan
berkencan", tambah lagi sehun
Luhan pun menatap lega kearah sehun, ia tak menyangka ternyata sehun juga menginginkan kencan ini?
Keduanya lalu memperhatikan pintu masuk wanita keluar dari pintu itu namun warna
payung yang dibawa kembali berwarna hitam hal itu membuat sehun dan luhan kembali kecewa dan sedih. Oh ayolah jika kalian menginginkan kencan bersama mengapa tidak langsung memutuskan tanggal pertemuan dan bukan bermain warna payung seperti ini?
Namun sedetik memudian sehun dan luhan dibuat terkejut karena ternyata yang hitam itu adalah kain
pembungkusnya sementara warna payung itu adalah MERAH.
Luhan tersenyum saking bahagianya kemudian ia berlari meninggalkan sehun yang kala itu juga menatap luhan dengan senyum yang mengembang.
Jadi apakah sekarang mereka sudah resmi menjadi kekasih?
.
TBC
.
yipiyyy itu HunHan udah mau kencan nih,,,
dan bagaimana dengan hubungan Chanbaek?
hiihihi
penasaran? ikutin terus aja yah kelanjutannya :D
Review jusseyo?
