Title : CHANYEOL BESIDE YOU
Main Cast : Byun Baekhyun
Park Chanyeol
Oh Sehun
Xi Luhan
Other Cast : All Member Exo, SM Family, dll
Rated : T (Sewaktu-waktu bisa berubah)
Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan, Orang Tua mereka dan Agency mereka saya cuma meminjam nama mereka disini
Warning : Typo(s) bertebaran, Bahasa tidak sesuai EYD, GS (Genderswitch) for Uke, Not Yaoi (Belum kepikiran buat bikin YAOI), Ingat FF ini Remake dari Drama Taiwan berjudul 'DEVIL BESIDE YOU'
Backsong : Rainie Yang - Ai Mei
CHAP 10.
'Mengapa jongin dengan mudahnya melepas kyungsoo untuk chanyeol?'
Setelah mengakhiri percakapannya bersama jongin dikoridor kelas tadi. Baekhyun memutuskan untuk pulang karena hari memang sudah semakin sore. Tapi bayangan tentang ucapan jongin sedikit membuat nya ikut merasa sedih dan prihatin. Sedih karena ia juga merasakan diposisi yang sama dengan jongin, dan prihatin karena jongin terlihat pasrah dan menyerah terhadap cintanya tanpa mau memperjuangkannya terlebih dahulu.
Baekhyun mempercepat langkahnya, ia ingin segera pulang agar bisa menyiapkan makan malam untuk dirinya dan eommanya.
Dan saat baekhyun sampai rumah, ia segera bergegas mandi dan berganti pakaian lalu ia langsung masuk ke dapur dan memakai appround.
"kau memasak mie? Jangan masukan daun bawang, aku tidak menyukainya"
"Ukhukk ukhukk"
Baekhyun tersedak ketika dirinya sedang mencicipi masakannya sendiri. Betapa tidak tiba tiba saja chanyeol yang entah kapan datangnya sudah berdiri di belakangnya.
"hey apa yang kau lakukan dirumah ku?"
"Appa tidak dirumah karena ada bisnis diluar kota, aku lapar dan kulihat pintunya tidak dikunci"
"mengapa tidak menekan bell? apa rumah ku ini restoran, seenaknya saja meminta makan disini. Bahkan restoran saja memasang tarif untuk setiap porsinya!"
"selesaikan masakan mu, aku akan menunggu sambil menonton tv. Ingat apa yang appa katakan masakan mu akan mencerminkan kepribadian mu juga. Maka buatkan aku masakan yang enak"
"Yakkk siapa bilang kau boleh memakan masakan ku?kau pikir ini rumah siapa hah?"
tidak mau berlama lama mendengar omelan baekhyun, chanyeol pun memilih pergi menonton tv sambil menunggu masakan baekhyun siap dimeja makan. Chanyel duduk di sofa yang menghadap ke tv,kakinya pun ia naikan diatas meja sambil terus bersiul dengan santai,
'kenapa ia bersikap seolah olah tak terjadi apapun? Dasar sama sekali tidak peduli pada perasaan orang lain, TIDAK PEKA!'
Kesal baekhyun yang melangkah kembali kedapur untuk menyelesaikan masakannya.
Makanan sudah tersaji di meja makan. Chanyeol yang mendengar bunyi dentuman di meja makan pun langsung melesat pergi dari ruang tv.
"itu panas, tunggu sampai dingin dulu"
" kau itu nuna ku, bukan appaku. Jangan cerewet aku mau makan"
Chanyeol mulai memakan makanan yang ada dihadapannya.
"Bagaimana keadaan kyungsoo?"
"dia tidak akan mati, hanya karena luka yang sedikit"
"Ma maksud ku bukan seperti itu, aishh. Apa ia sering di pukuli seperti itu?"
Chanyeol seketika menghetikan asupan makannya, ia beralih menatap baekhyun dengan tajam.
"dasar jongin cerewet, dia pasti sudah berkicau terlalu banyak"
" jongin bilang, kau selalu melindungi kyungsoo ketika ia sedang dalam keadaan yang sulit"
"ketika aku bertemu dengan kyungsoo aku selalu merasa tegang, aku selalu berpura pura dan menjaga jarak dengannya karena pada saat itu aku merasa bahwa aku menemukan diriku didalam diri kyungsoo"
Chanyeol kembali menyeruput mie yang dibuat baekhyun, sedangkan baekhyun menjadi pendengar yang baik sekarang
"benarkah? Ohhh jadi karena itu kau tidak bisa mengabaikan kehadiran kyungsoo didekat mu?'
"mwo? Apa kau sedang cemburu?"
" cemburu? Haha itu tidak mungkin"
"melihat wajah murung mu saat ini, aku yakin kau sedang cemburu"
PLAK
"dasar idiot!"
baekhyun memukul kepala chanyeol dengan spatula yang ada di sampingnya, ia sungguh kesal mendengar pertanyaan dari chanyeol tersebut. Kekesalannya itu bukan tanpa alasan, ia memang membenarkan hal itu. Baekhyun memang cemburu pada kyungsoo, tapi well kalian tahu kan kegengsian seorang wanita? Ia akan marah jika hal yang dituduhkan padanya itu memang kebenaran yang terjadi.
"Apa kau berniat membunuh ku? Spatula itu terbuat dari logam" chanyeol meringis kesakitan sambil terus mengusap kepalanya.
Sedangkan baekhyun pergi meninggalkan chanyeol dimeja makan, lebih baik ia mengurung diri dikamar dari pada harus bertemu dengan chanyeol yang seharian ini terus saja membuat nya kesal.
" memangnya kenapa kalau aku ingin membunuh mu? Kau tidak suka?"
"ya kau sudah ingin membunuhku, sekarang malah memarahi ku dasar wanita gila"
Sebagai pelampiasan kekesalannya sebuah boneka tedy bear yang berada dikasur nya pun jadi target. Baekhyun memukul boneka itu menggunakan spatula yang sama saat memukul chanyeol. Poor teddy bear!
Puas dengan boneka yang sekarang sudah tak berbentuk itu, baekhyun meraih ponsel dan menekan sebuah nomor untuk ia hubungi.
"Lu ini aku"
"Iya,Ada apa baek?"
"Aku butuh bantuan mu"
Baekhyun menceritakan semua kejadian antara dirinya chanyeol dan juga kyungsoo. Ia bahkan memberitahu luhan kalau saat ini chanyeol sedang ada dirumahnya.
"Sebaikanya kau tanyakan saja bagimana perasaannya terhadap mu"
"Tapi aku takut, aku tidak berani lu"
"Ini dia letak masalahnya, kau selalu saja mengatakan takut. Kesalahan utama yang sebenarnya ada pada mu."
"Ta tapi"
"Tidak ada tapi tapi, sadar lah baek saat ini kau sudah punya saingan yang sulit seperti kyungsoo, jika kau tidak bertindak secepatnya maka..."
"Baik akan ku lakukan. Gomawo lu. Paiii"
Bahkan luhan belum menyelesaikan ucapannya tapi baekhyun langsung memutus sambungan telepon begitu saja. Oh ayolah luhan pasti sedang merasa kesal disana.
'Aku harus bertanya tentang perasaannya'
ucap tegas baekhyun yang langsung melangkah menuju meja makan.
Tapi naas saat itu ia tak mendapati chanyeol disana sepertinya ia sudah pulang mengingat betapa lamanya baekhyun dikamar tadi. Tapi ada selembar kertas dimeja makan sana.
(mie buatanmu membuatku mual. Tapi anehnya aku menemukan kebahagiaan saat memakannya"
Walaupun tahu itu adalah cara chanyeol mengucapkan terimakasih, baekhyun sedikit tidak menyukainya jujur saja. bukan karena cara yang dilakukan chanyeol terlalu kasar tapi entah kenapa saat ini jika dirinya sedang memikirkan chanyeol, kyungsoo tanpa permisi juga hinggap di pikirannya.
'dia bahagia hanya karena mie yang ku buat? Lalu kebahagiaan seperti apa yang ia terima dari kyungsoo?'
memikirkan itu membuat baekhyun kembali merasa sedih.
.
.
Tettt
Tettt
Tettt
setelah bel berbunyi, luhan langsung melesat pergi meninggal kan kelas oh bahkan seo seongsanim pun belum sempat berbicara untuk mengakhiri mata pelajarannya ini.
Melihat hal itu minseok jadi bingung, jujur saja seharusnya hari ini minseok dan luhan mengerjakan pekerjaan kelompok bersama untuk tugas yang diberikan kim seosangnim minggu lalu.
oke minseok akan menunggu seo seongsaenim menyelesaikan penutupan pelajarannya dan langsung berlari mengejar luhan untuk saat itu juga. Bukankah minseok siswi teladan?
"Lu... luhan yakk xi luhan berhenti"
Teriak minseok yang terpengal penggal karena harus berlari untuk menghentikan luhan. Untung saja luhan tidak memiliki gangguan THT
"Oh minseok? Ada apa?"
"Hoosshh hosh. Yak lu apa kau lupa hari ini kita harus mengerjakan tugas kelompok dari kim seosangnim?"
"Astaga... "
luhan menepuk dahinya, meruntuki dirinya sendiri yang melupakan tugas sepenting itu
"Tapi maaf minseok-ahh aku tidak bisa mengerjakannya sekarang. Ku mohon kau mengerti aku harus segera pergi. Paiii"
"Tapi lu... LUHANNNN!"
minseok berteriak kesal, tapi luhan tak mau menghentikan langkahnya. Ia benar benar merasa bersalah pada minseok. Ingatkan luhan setelah ini ia harus mentraktir minseok sebagai permintaan maaf.
Tapi tiba tiba,,
"Oh aku lupa"
luhan kembali berbalik dan menghampiri minseok, minseok tersenyum lebar akhirnya... luhan sadar juga akan tanggung jawabnya.
" minseok-ah mana bedak mu?"
"Bedak?"
"Iya mana? Yang kau bilang baru kau beli dari etude house itu loh"
Minseok yang bingung pun mengeluarkan bedak dari dalam tasnya, luhan langsung merebut dari tangan minseok dan kemudian ia gunakan dipipinya.
"baiklah gomawo minseok-ahh..."
Sreeetttt
Luhan lantas kembali pergi meninggalkan minseok, jadi luhan kembali hanya untuk meminjam bedak? Oh minseok kau harus berlapang dada.
-
.
.
"Apa kyungsoo sudah transfer uang nya? Aku membutuhkan uang itu"
"sudah tadi pagi, aku akan membaginya sama rata tenang saja"
"Hah.. jika mendapatkan uang semudah ini aku jadi ingin cepat lulus kuliah"
"Kau benar, lagi pula aku tidak mengerti dengan kyungsoo. Mengapa ia meminta kita memukulinya?"
"Ssttt jangan keras keras kau ini. Lagi pula itu urasan kyungsoo. Dan kita tidak perlu ikut campur lebih dalam, yang penting kita sudah mendapatkan bayarannya"
"Apa maksud kalian?"
Baekhyun yang tanpa sengaja mendengar percakapan taeyeon cs pun sukses membuat taeyeon,tifany, hyeoheon dan sooyoung terperanjat.
"Jadi apa yang kalian lakukan kemarin adalah ulah kyungsoo?"
Tanya baekhyun dengan langkah yang semakin dekat dengan mereka.
"I ini bukan urusan mu!kajja kita pergi"
ajak taeyeon pada ketiga temannya, baekhyun lantas tak membiarkannya begitu saja ia menahan pundak taeyeon
"Jadi benar kalian dibayar untuk memukuli kyungsoo dengan sengaja?" Baekhyun kembali bertanya dengan wajah yang menuntut.
taeyeon yang merasa ketahuan pun enggan menjawab pertanyaan dari baekhyun, ia menghempaskan lengan baekhyun dan lari bersama teman temannya.
Baekhyun yang kembali merasa kesal bergegas pergi keruang ganti tim basket. ia akan menanyakannya langsung pada kyungsoo.
"Bisa kita berbicara sebentar?"
Ucap ketus baekhyun ketika dirinya telah sampai diruangan itu. Tapi ia sadar kyungsoo tidak sendiri, ada jongin yang duduk disampingnya.
Sadar ucapan baekhyun tadi adalah cara halus untuk mengusirnya jongin pun langsung bangkit.
"Baiklah, aku akan keluar"
"Apa yang ingin kau bicarakan? Kaki ku masih sakit"
"kau ada dibalik semu ini kan? Kau menyutradarai mereka demi membantu kelancaran aksi jahatmu?"
"Ohh jadi kau sudah mengetahui semuannya?"
"Bisa bisanya kau menyakiti dirimu sendiri, apa yang sebenarnya kau pikirkan? Kau tahu betapa khawatirnya chanyeol dan jongin saat mendengar kau dipukuli?"
"apapun akan ku lakukan untuk mendapatkan hati chanyeol, dan aku tidak peduli sekalipun aku harus berakhir dengan cacat"
Baekhyun merasa dirinya sedang berbicara dengan psikopat saat ini, ucapan kyungsoo sungguh mengerikan ditelinganya. Ia tak habis pikir ada orang seperti kyungsoo di dunia ini hanya demi mendapatkan hati seseorang ia mengorbankan dirinya seperti itu.
.
Semua anggota tim bersiap melakukan latihan, kini mereka tengah melakukan pemanas sebelum turun ke lapangan, ya semuanya kecuali sehun yang baru datang dan belum mengganti pakaiannya.
"aku tidak bisa mengikuti latihan hari ini, bisakah kau memimpin sesi latihan hari ini chanyeol?"
"tidak masalah,, lagi pula ketua kita butuh waktu untuk pergi berkencan bukan?"
"apa yang sedang kau bicarakan? Ahh tidak maksud ku,, jika kalian sudah selesai jangan lupa kunci pintu nya dan katakan pada manager,, eohh dimana manager kita?"
" mereka sedang berbicara diruang ganti…tidak usah khawatir"
jawab jongin yang kala itu terdengar sedikit ragu, chanyeol pun menatap jongin curiga.. pasalnya apa yang dikatakan jongin berbanding balik dengan apa yang chanyeol pikirkan,,, ia justru khawatir dengan kyungsoo dan baekhyun, mengingat mereka berdua kan tidak begitu akrab dan sejauh ini sifat kyungsoo juga sudah melewati batas jika berhubungan dengan baekhyun
"Kau memanfaatkan kebaikan chanyeol kau tahu itu?"
"Haha benarkah? Kalau begitu tahu exspresi mu saat chanyeol menolongku dan meninggalkan mu begitu saja disana, kau terlihat seperti anak anjing yang ditinggalkan. Kau sangat menyedihkan, bukan hanya bodoh ternyata kau juga sangat cengeng"
PLAKK
Baekhyun yang sedari mengepalkan kedua lengannya menahan amarah pun tida bisa lagi untuk tidak menampar kyungsoo. Baekhyun benar benar tak bisa terima dengan sederet hinaan dari kyungsoo tersebut, tapi sungguh takdir tak memihak baekhyun karena saat yang bertepatan chanyeol dan jongin datang ketika baekhyun menampar kyungsoo
"apa yang kalian lakukan? "
Teriak chanyeol yang lasngung berlari menghampiri baekhyun dan kyungsoo
"Akkhhh sakit" lirih kyungsoo yang langsung memanfaat situasi yang kini berpihak padanya.
" kau tidak apa apa?" tanya jongin khawatir disamping kyungsoo
"aku tidak tahu mengapa baekhyun tiba tiba menamparku" bohong kyungsoo, yang tentu saja membuat baekhyun kesal setengah mati
"yak baekhyun, apa yang kau lakukan pada kyungsoo sebenarnya?"jongin tak tahan lagi untuk tidak memarahi baekhyun yang kini terlihat ketakutan
" aku, sebenarnya…"
" apa benar kau melakukan itu? Tubuh kyungsoo bahkan masih sakit"
Baekhyun tak percaya apa yang ia dengar, mungkin jika jongin yang bertanya ia tidak akan sesakit ini. Tapi dia chanyeol, chanyeol sendiri yang bertanya seperti seolah olah memang baekhyun yang salah disini.
" sudahlah pangeran, aku tidak apa apa jangan memarahi baekhyun"
"Kenapa kau selalu membelanya? Ia hanya akan menjadi orang yang lebih buruk jika kau bela"
"Sudah cukup bicaranya? Ada apa dengan mu?"
Baekhyun dan chanyeol sama sama emosi dan beradu mulut saat ini, hal itu membuat kyungsoo diam diam tersenyum bahagia sedangkan seseorang yang sedari tadi berdiri di pintu, kim jongin lagi lagi harus menelan kenyataan yang pahit.
"Aku benar benar sudah muak. kau tidak akan pernah tahu apa yang aku pikirkan. Dan hanya aku seorang,yang juga tak mengerti dengan apa yang kau pikirkan."
Tangis baekhyun tumpah seketika, ia tak tahan sungguh. Masa bodo jika setelah ini kyungasoo akan
semakin menertawainya.
"bagimu lucu kan melihat ku seperti ini? Tapi aku bukan mainan mu lagi seperti apa yang dia katakan" baekhyun menunjuk kyungsoo
"Aku tidak akan lagi membiarkan kau mempermainan ku seperti boneka!"
"Jika kau berpikir seperti itu terserah. Dan jangan khawatir aku tidak akan mempermainkan mu lagi!"
Baekhyun tak menyangka kata kata menyakitkan itu akan keluar dari mulut chanyeol, ia pun pergi saking tak kuat menahan kesedihannya bahkan air matanya kala itu masih berjatuhan di depan chanyeol.
Chanyeol terdiam ketika melihat baekhyun menangis seperti itu, ia mengacak rambutnya frustasi sambil duduk memegangi kepalanya.
"Terimakasih pangeran"
Ucap kyungsoo sambil memeluk chanyeol dari arah belakang, ia sungguh senang karena berhasil membuat chanbaek bertengkar hebat saat itu.
' aku memang bodoh, selalu merasa bahwa diriku dibutuhkan. Sekarang aku mengetahui kenyataannya cinta ku bertepuk sebelah tangan'
Baekhyun berlari sambil terus menangis, ia butuh tempat untuk menenangkan dirinya saat ini. Maka dari itu ia pergi kelantai dua di depan perpustakaan karena itulah tempat satu satunya yang dirasa bisa menenangkan baekhyun.
Sehun yang kala itu akan menemui luhan untuk menepati janji kencannya pun dibuat terkejut karena melihat baekhyun yang berlari dengan air mata. Ia pun memutuskan untuk mengejar baekhyun dan mencari tahu apa yang terjadi karena jujur saja ia begitu khawatir pada keadaan baekhyun saat ini.
"Hikss hiksss"
baekhyun menatap kosong kelangit yang jauh disana, hatinya sangat sakit benar benar sakit.
"jangan jangan kau menangis karena belum menemukan sumpit mu itu?"
Seseorang berbicara dari balik punggung baekhyun, membuat baekhyun terkejut dan sesegera mungkin menyekat air matanya karena tak mau ketahuan sedang menangis, oh ia lupa bukan kah kyungsoo bilang bahwa ia cengeng?
"aku ingat saat itu adalah pertama kalinya kita bicara, iya kan?"
Baekhyun berbalik dan melihat sehun yang berdiri disana, ia pun menatap sehun dengan sendu.
Sedangkan sehun tersenyum manis kepada baekhyun, senyum yang selalu baekhyun sukai dan menjadi alasan mengapa dulu ia menyimpan perasaan pada sehun.
Sehun pun mengajak baekhyun ketaman untuk mengajaknya bermain, beruntung untuk sesaat baekhyun bisa melupakan kesedihannya.
" terimakasih pangeran, aku akan selalu berada disisimu. Karena selain dirimu aku tidak lagi menginginkan hal lain lagi"
" sudah selesai bicara?"
Kyungsoo menyerengit heran, tiba tiba saja chanyeol melepaskan tautan tangan kyungsoo yang sedari tadi melingkar di tubuhnya dengan sekali hentakan.
" KAU ,, masih saja sama seperti dulu selalu mengandalkan ku. Kau tidak akan bisa menjalani hidup jika terus begini"
"tapi aku menyukai mu,"
"jangan menaruh harapan padaku melebihi seorang teman, itu mustahil. Karena perasaan ku pada mu tidak akan pernah sejauh itu"
Setelah mengatakan kata kata yang menyakitkan itu chanyeol lantas meninggalkan kyungsoo yang masih syok dengan tubuh yang bergetar. Tapi langkah chanyeol terhenti tepat didepan pintu ketika mendengar ucapan kyungsoo yang mengenai hatinya
"baekhyun,, ia bisa saja mencampakkan mu seperti ibumu lakukan"
" bukan kah aku sudah selesai berbicara? Kau hanya ingin membuatku marah kan saat ini. lupakan!"
Tanpa mau menatap kyungsoo yang sudah banjir dengan air mata chanyeol lantas meninggalkannya di ruang ganti bersama jongin yang juga setia menemani kyungsoo dan bahkan tak perah mengeluarkan sekali pun ketika perdebatan diantaranya mulai.
"jongin-ahh, aku sungguh menyedihkan bukan?"
Lirih kyungsoo dengan air mata yang terus mengalir
" sekarang chanyeol tidak akan lagi memperdulikan ku, aku sudah membuatnya benar benar marah. Sekarang.. hiks sekarang ia pasti tidak ingin melihat ku lagi"
"kyungsoo-ahh aku akan membantu mu, kau tenang saja. Aku akan memberikan perhitungan untuk orang orang yang sudah membuat mu sedih. Dan aku tidak akan lagi membiarkan chanyeol menyakiti mu"
Kyungsoo mendongkak menatap jongin, ia sungguh tak percaya jongin bisa berbicara seperti itu. Ia tak tahu selama ini jongin begitu peduli pada dirinya, ayolahh kyung… jadi kau baru sadar dengan kebaikan jongin selama ini? kemana saja kau?
Di tempat lain luhan menunggu dengan tak sabar kehadiran sehun, ya hari ini adalah hari kencan pertama mereka. Mengingat betapa bahagiannya luhan bisa berkencan membuat luhan kembali merasa bersalah pada minseok ia bahkan tak memberikan alasan mengapa dirinya tak bisa mengikuti kerja kelompok itu.
Tapi lain hal dengan sehun yang nampaknya lupa akan janjinya sendiri karena menemani baekhyun yang tengah menangis saat ini.
Sehun menemani baekhyun bermain di sekitar taman, mereka berdua pun nampak bahagia.
"Gomawo sehun-ssi"
"Bukankah sekarang kita teman? Panggil aku sehun saja. Oke?"
"Hhmmm arrasoo sehun-ahh"
" begitukan lebih baik"
Mereka berdua pun berjalan santai sambil terus mengobrol
"baguslah,, aku sungguh khawatir melihat mu berlari sambil menangis " Baekhyun sedikit tertegun dengan apa yang baru saja di dengar nya,, oh sehun.. dia lelaki yang telah ia sakiti hatinya ini ternyata masih saja menjadi sehun yang selalu baik hati.
"Hmm maaf terlalu lancang, tapi apa kau menyesal telah menyukai pria seperti dia? Sebenarnya aku tak mengerti mengapa kau bisa memiliki perasaan padanya"
"Aku juga tak tahu mengapa aku lebih memilihnya ketimbang dirimu. Maafkan aku"
"Tentu aku tidak menyukainya Karena dia telah membuatku kehilangan mu, tapi aku sadar aku tidak bisa membencinya"
Sehun sendiri tiba tiba mengingat kejadian saat dirinya memukul chanyeol di lapangan basket.
" chanyeol.. dia bisa mengerti kesedihan orang lain. Dan ia menggunakan caranya sendiri untuk membantu orang tersebut. ia terlalu dewasa untuk seusiannya. Itu yang ku pahami dari seorang park chanyeol saat ini"
Baekhyun pun tersenyum getir mendengar ucapan sehun.
"Kau lebih cantik jika sedang tersenyum maka kembali lah seperti byun baekhyun yang dulu. Baekhyun Yang selalu ceria" hibur sehun ketika mendapati wajah baekhyun yang akhir akhir ini selalu murung.
"Terima kasih sehun-ah.. kau lelaki yang sangat baik. Aku berdoa semoga kau mendapatkan yeoja chinggu yang baik hati juga"
Sehun tersenyum dengan ucapan baekhyun, tapi ucapan baekhyun juga membuat sehun mengingat tentang luhan, harusnya hari ini pergi berkencan dengan luhan
"Baek, aku harus pergi sekarang juga. Maaf tidak bisa mengantar mu pulang"
"Eoh? Gwenchana sehun-ah... pergilah"
Setelah berpamitan pada baekhyun sehun pun langsung berlari, ini sudah lebih dari 1 jam. Semoga saja luhan masih ada disana
Tapi nampaknya takdir berkata lain, luhan yang sudah bosan menunggu tanpa ada kabar yang jelas dari sehun pun memutuskan pulang dengan kekesalan yang tertahankan.
Sehun yang baru saja tiba di tempat janjiannya itu merasa bersalah ketika tidak menemukan luhan disana
dirogohnya handphone yang sudah dbanjiri puluhan pesan dan panggilan tak terjawab itu. Ia mencari nomor luhan untuk segera menghubunginya
"Luhan-ssi kau dimana? Aku maaf.. aku sedikit telat, aku benar benar minta maaf"
"tidak apa apa"
"Apa kau marah pada ku?"
"Aku tidak apa apa, pai pai..."
Tutt
Tutt
Tutt
Luhan langsung mematikan teleponnya.
sedangakan Di tempat berbeda luhan tidak bisa mengekspresikan kesedihannya, jika ditanya marah atau tidak tentu ia akan menjawab iya.
Tapi ketika melihat seorang wanita membawa payung merah membuat luhan sadar, bahwa perjuanganya untuk sampai ketitik ini sangat berat maka dari itu ia tak mau menyia nyiakan sehun dengan marah padanya hanya karena kencan pertamanya gagal. Lagi pula luhan yakin sehun pasti punya alasan yang kuat mengapa sampai melupakan kecan pertamanya.
Bipp bipp
Suara dering sms membuat sehun langsung membuka dan membaca pesannya.
(Jika kau telat lagi dikencan selanjutnya aku akan menggunakan payung
merah untuk memukul kepalamu!)
( baiklah, hari minggu jam 5 sore di persimpangan jalan samcheok)
Begitulah bunyi pesan dari luhan. Sehun pun langsung membalas pesan dari luhan dengan senang. Kali ini ia akan benar benar menepati janjinya.
.
Saat itu ketika sesi latihan diistirahatkan untuk sementara, beberapa dari mereka mencoba membuka percakapan ringan.
Sedangkan chanyeol ia hanya duduk di salah satu bangku dengan baekhyun dan kyungsoo yang berdiri di antaranya.
"hmm apa kalian ingin makan sesuatu? Aku akan keluar untuk membelinya"
"Jinjja? Aku ingin bibimbab"
"Aku mau pizza"
"Belikan aku macaroon, juga popcorn"
"Ya ya baiklah, tulis pesanan kalian dan aku akan segera berangkat. Arraseo?"
Semua orang memesan sesuai dengan keinginan mereka masing masing kecuali chanyeol yang masih setia duduk tanpa mengeluarkan suara.
"Ini manager, sudah."
Hanbin memberikan selembar kertas berisikan list makanan yang tim basket pesan. Baekhyun sedikit berdecak kesal melihat deretan list yang hampir memenuhi satu lembar kertas itu.
Baekhyun pun melangkah pergi sendirian meninggalkan lapangan.
Setelah baekhyun pergi hampir 10 menit, vernoon tiba tiba saja datang dengan baju setengah basah.
"Kau berenang tanpa melepas pakaian mu? Hahaha" tanya junhoe meledek.
"Diluar hujan asal kau tahu!" Jawab kesal vernoon.
Sehun yang berada disamping junhoe pun teringat baekhyun yang belum kembali, diluar sedang hujan baekhyun tidak membawa payung saat keluar tadi.
Maka dengan sedikit inisiatif sehun berjalan mendekat pada chanyeol yang duduk disalah satu kursi dipinggir lapangan
"apa kau mau menjemput baekhyun? diluar sedang hujan ia tidak membawa payung kan tadi
"kau saja"
Setelah mendengar jawaban jutek chanyeol, sehun pun tak mau berlama lama ada diradius yang dekat dengan iblis berhati dingin seperti dia
'bajingan kurang ajar,kenapa ia tidak bisa bersikap manis pada baekhyun?tidak tahu kah dia aku sudah memberikannya kesempatan'
Suara isi hati sehun yang tengah berniat menjemput baekhyun diluar sana, tapi tiba tiba suara jongin menahannya
"ketua, biar aku saja yang menjemput baekhyun"
"eh? Baiklah kalau begitu"
Sehun pun mengijinkan tawaran diri yang diajukan jongin dan tanpa curiga sedikit pun, berbeda dengan kyungsoo yang terlihat gelisah menatap kepergian jongin kala itu
'ia tidak akan berani melakukan hal itu, tidak akan…..'
Kyungsoo mencoba menjauhkan pikiran negatifnya pada jongin..-
.
Baekhyun berlari menerjang hujan, ia merutuki cuaca yang akhir akhir ini selalu tak bersahabat. Oh bukan ia meralatnya ia merutuki dirinya sendiri yang tak membawa payung di musim hujan seperti sekarang.
Tapi langkah baekhyun terhenti ketika melihat jongin ada di depannya, sedang apa ia disini mengapa ia membiarkan dirinya sendiri kehujanan seperti itu?
"Jongin-ssi? Ada apa, apa yang kau lakukan disini? Kau bisa sakit ayo masuk"
'asal aku menyingkirkan gadis ini, kyungsoo bisa hidup dengan damai' batin jongin yang semakin kuat mencengkramkan tangannya pada tongkat dari besi itu.
ucap baekhyun yang sebenarnya juga mulai basah kuyup.
Melihat jongin yang tak menjawab membuat baekhyun mengerut kan alisnya, ada yang janggal dengan sikap jongin saat ini.
Dan oh astaga untuk apa tongkat itu? Mengapa jongin membawa sebuah tongkat disaat seperti ini? Apa yang sebenarnya jongin lakukan?.
"Ini semua adalah salah mu baekhyun"
"Ma maksud mu? Aku tak mengerti"
"Kau merusak kebahagian kyungsoo, kesedihannya adalah akibat dirinya tidak bisa mendapatkan chanyeol dan semua itu, semua itu adalah karena DIRIMU!"
Baekhyun terkejut dengan ucapan jongin.
~~~Chanyeol Beside You~~
Kyungsoo nampak gelisah setelah kepergian jongin yang mengatakan akan menjemput baekhyun dan sampai saat ini belum ketakutan bukan main, ia harus memberitahu chanyeol tentang semuanya. Ya Sebelum semuanya benar benar terlambat.
"chan.. chanyeol… dia jongin, jongin.."
"jongin? Ada apa dengannya? ..."
"jongin,, ia bilang bahwa asalkan aku.. asalkan aku,chanyeol aku takut jongin akan melukai baekhyun
"kyungsoo tenang lah, aku tidak mengerti apa yang kau ucapkan"
"aku bilang pada jongin bahwa…."
FLASHBACK
Saat itu ketika insiden pertengkaran chanbaek dan chansoo di ruang ganti tim basket, jongin masih setia menemani kyungsoo hingga kyungsoo benar benar sudah merasa tenang.
"katakan siapa saja yang menghalangi kebahagiannmu?"
" baekhyun, tentu saja dia. Dia bilang aku yang salah disini, dia juga mengatakan bahwa aku adalah wanita yang jahat. Sebenarnya apa salah ku? Aku hanya menyukai chanyeol, lalu dimana letak kesalahan ku itu? Katakan dimana jongin-ah?"
" jika baekhyun menghilang apa kau akan bahagia?jika kau bahagia bisakah berikan aku sebuah senyuman?"
" jo jongin-ahh…."
FLASBACK END
Tanpa pikir panjang lagi chanyeol langsung berlari menyusul baekhyun, jika jongin benar benar melukai baekhyun sedikit saja, chanyeol bersumpah tidak akan pernah memaafkan jongin.
.
"aku tidak percaya kau bisa melukai ku, karena aku tahu kau bukan orang seperti itu" ucap Baekhyun
"jangan meremehkan ku"
"sebenarnya kau lebih takut dari ku kan"
" enyahlah dari kehidupan kami"
"ini bukan cinta jongin-ssi, ini salah… mengapa kau dan kyungsoo sama sama menyakiti diri sendiri demi mendapatkan cinta? Sadarlah perbuatan mu ini hanya kan menyakiti semua orang"
" yakkk berhenti berbicara ku bilang…! "
Jongin berlari dengan mengangkat tongkat itu, bersiap melayangkan pukulannya pada baekhyun yang saat ini terlihat pasrah sambil menutup mata, tapi...
PRANGGGG...
BUAGGGHHH
BUAGGGHHH
bersyukurlah chanyeol datang disaat yang lah yang menangkis tongkat yang dilayangkan jongin hingga terjatuh ke lantai, dan membuat bunyi yang nyaring sehingga baekhyun membuka mata, baekhyun pun melihat chanyeol dengan membabi buta memukuli jongin.
"jika kau punya masalah katakan pada ku brengsek!, pilih lawan yang seimbang dasar pengecut"
BUAGHH
BUAGGH
"kau tak tahu apa apa, kyungsoo sangat kau sama sekali tak membalas perasaannya"
BUAGHH
kini giliran jongin yang memukul chanyeol, ini lah luapan dari seorang kim jongin yang selama ini memendam perasaan dan tak berani menyatakan isi hatinya.
"Kalau begitu kau saja yang berkencan dengannya!"
"kau benar benar brengsek, orang yang jelas jelas bisa membahagiakannya adalah kau"
BUAGHHH
Chayeol berbalik memukul jongin, ia benar benar kesal dengan ucapan jongin.
"apa hak mu menentukan siapa siapa yang harus ku kencani?"
" kau lah satu satunya yang tak paham asti sebuah cinta disini"
BUAGHHH
BUAGHHH
"Kalian berdua, HENTIKAN" baekhyun berteriak karena tak tahan melihat perkelahian antara chanyeol dan jongin.
dan akhirnya Chanyeol berhasil menumbangkan jongin, ia tergeletak dengan darah di wajahnya akibat pukulan chanyeol. Siapa yang bisa mengalahkan chanyeol ketika dirinya tengah marah besar seperti ini.
Lalu chanyeol meraih tongkat yang tergeletak di lantai. Ia berniat melayangkan tongkat itu pada wajah jongin seperti niatan jongin sejak awal. Chanyeol benar benar sudah gelap mata karena amarah yang menghampirinya.
Baekhyun pun berlari, chanyeol harus segera dihentikan. Baekhyun memeluk tubuh jongin untuk melindunginya saat detik detik chanyeol akan melayangkan pukulannya
Wooshhh
Tongkat itu terhenti tepat di atas kepala baekhyun, untung saja chanyeol membuka matanya dan melihat baekhyun disana, Kalau tidak dia akan jadi orang yang telah menyakiti baekhyun.
"Chanyeol ini salah, kau akan membenci dirimu sendiri setelah ini dan aku tidak ingin melihat sorot mata mu yang penuh penyesalan"
PRANGG
chanyeol melempar tongakat itu kesamping dan menarik baekhyun agar berdiri mendekat kearahnya.
"Jika kau menyakiti baekhyun lagi,aku akan benar benar membencimu"
Chanyeol berkata masih dengan wajah kesal.
"Jadi kita lupakan saja masalah ini. Anggap hal ini tidak pernah terjadi jongin-ssi"
Chanyeol pun menarik baekhyun pergi dengan tangan yang memegangi bahu baekhyun.
Sesekali baekhyun menengok kebelakang untuk melihat keadaan jongin yang babak belur.
" bodoh... apa hal semacam ini bisa dilupakan? Aku hampir membunuh mu. Terbuat dari apa hati mu byun baekhyun?"
Lirih jongin masih setia terbaring dilantai karena menahan sakit akibat pukulan chanyeol yang keras
Dan tanpa baekhyun, chanyeol jongin ketahui ternyata kyungsoo menyaksikan semua kejadian tersebut dengan air mata dikedua pipinya. Ia tak menyangka jika jongin akan bertindak seperti itu.
-
"Aku hampir saja melukai mu" ucap chanyeol, ketika ia berjalan sambil merangkul baekhyun.
"Tidak apa, aku baik baik saja"
"Jangan lakukan hal seperti tadi. Demi melindungi orang lain kau bisa saja terluka. Beruntung aku bisa menahan nya"
"Kau yang akan terluka jika aku tak menghentikan mu tadi"
Chanyeol merasa hal yang dikatakan baekhyun itu benar, beruntung baekhyun bisa menghentikannya kala itu.
.
Chanyeol mengantar baekhyun pulang. ia tak akan membiarkan baekhyun pulang sendiri dengan keadaan seperti ini. Dan saat tiba dirumah baekhyun, chanyeol di persilakan masuk untuk sekedar mengganti baju dan menghangatkan badan.
Mereka pun tengah duduk di ruang tamu setelah baekhyun membuatkan kopi hangat untuk chanyeol.
"Apa kau takut?"
"Takut? Maksud mu?"
"Jongin... apa kau takut jika ia akan melukai mu lagi?"
" aku tidak berpikir sejauh itu, sudah lah yang penting kalian jangan berkelahi lagi"
"Ck dasar bodoh"
Baekhyun menatap chanyeol tak suka, ayolah sudah cukup kyungsoo saja yang mengatainya bodoh mengapa harus chanyeol juga?
Baekhyun mencoba tak berdebat lagi dengan chanyeol saat ini, ia meraih handuk kecil yang ia bawa lalu mengusapkan lembut ke rambut chanyeol
"Tapi syukurlah, jika bukan karena mu aku tak tahu hal buruk apa yang akan terjadi pada jongin sekarang"
" sini biar ku keringkan rambut mu, nanti kau bisa flu jika terus membiarkan rambut mu basah"
baekhyun mengalihkan pembicaraan chanyeol saat ini, sungguh melihat chanyeol yang tengah menyalahkan diri membuatnya tak tahan
"jangan pedulikan diriku, aku benar benar marah pada diriku saat ini!"
Tapi kemudian Chanyeol berdiri dan melangkah tepat di depan jendela rumah baekhyun yang terbuka, baekhyun hanya memandangi chanyeol dari balik punggungnya.
-
Jongin tengah duduk disebuah tangga bersama kyungsoo. Setelah jongin menyadari kehadiran kyungsoo yang berdiri disana, ia memutuskan membawa kyungsoo masuk ke dalam kampus mengingat hujan semakin deras.
Bukan hanya itu, jongin yakin kyungsoo sudah mendengar dan menyaksikan apa yang terjadi antara dirinya dan chanyeol mengingat reaksi kyungsoo yang seperti ini.
"Katakan pada ku, apa semua itu benar? Apa demi kebahagiaan ku?demi mendapatkan sebuah senyuman dari ku, apa berharganya senyuman ku ini bagi dirimu?
Tanya kyungsoo berderet, membuat jongin menelan ludah saking gugup nya untuk menjawab.
"Kau bodoh, benar benar bodoh kim hiks"
"Kyungsoo-ahh aku, anni maksud ku..."
"padahal dulu aku adalah gadis yang baik dan polos,seperti baekhyun. tapi kini? Arrgg aku tak mengerti mengapa ia, bahkan dia tak ada hubungannya dengan ku tapi ia selalu mengingatkan kejahatan ku"
Kyungsoo bercerita sambil tersedu sedu pada jongin
"terkadang kau merasa marah jika harus memaafkan. Iya kan?" jongin mencoba menenangkan kyungsoo dengan ikut memposisikan dirinya berada didalam situasti yang sama dengan kyungsoo
"setiap kali aku melihatnya aku merasa diriku sangat buruk, aku merasa diriku tidak pantas untuk chnayeol.. jika orang lain melihat mungkin akan beranggapan bahwa aku membenci baekhyun, padahal aku tidak. Aku hanya iri, ya hanya iri." Kyungsoo sesekali menyekat air matanya
" aku iri bukan karena ia berhasil membuat chanyeol tertarik padanya,tapi aku iri karena ia begitu tulus peduli pada orang lain. Dan aku hanya takut mengakui hal itu"
Kyungsoo menangis sejadi jadinya saat ini
"Kyungsoo-ah kau itu cantik"
hibur jongin sambil meraih lengan kyungsoo dan menggenggamnya. Ia tak tahan harus berlama lama melihat kyungsoo sedih seperti itu.
"apa yang kau bicarakan?"
Jongin sedikit lega melihat kyungsoo yang mulai mengurangi tangisannya itu.
"Baekhyun benar, seharusnya kau tidak melukai dirimu sendiri. Jika kau tak mencintai dirimu sendiri bagaimana bisa mencintai orang lain?"
Tangis kyungsoo semakin kencang, jongin tak mengerti apa kah ia salah bicara kali ini? Dan dengan berani jongin menarik tubuh kyungsoo lalu menenggelamkannya di dada.
ya Jongin memeluk kyungsoo dengan erat membiar kan kyungsoo menangis di dalam pelukannya.
"Sudah tidak baik terus menerus bersedih seperti ini, aku yakin kau akan baikan dengan jongin. Lagi pula semua orang kan menyukai mu"
"Lelucon apa yang kau katakan?"
Menyadari tatapan mengintruksi chanyeol baekhyun pun dengan kikuknya mencoba menghindar dan pergi,tapi lengan nya ditahan oleh chanyeol
"Aku mendengar ucapaan mu dengan jelas, jadi jangan coba coba menghindar, semua orang yang kau maksud menyukaiku itu.. siapa saja mereka?"
"hmm jongin, kyungsoo.."
"Dua orang bukan berarti semua nya kan? Coba sebutkan lagi siapa yang menyukai ku"
Baekhyun lagi lagi mencoba menghindar dari desakan chanyeol, ahh ia menyesal telah menghibur chanyeol dengan cara seperti ini
" semuanya? Baikalah hmmm vernoon, kihyun, ajjushi.."
"Jari kanan mu sudah habis, lalu untuk siapa jari kiri ini?"
" sudah semuanya, aku sudah menyebutkan semua orang yang menyukai mu"
"Yakin sudah semua?"
Baekhyun terlihat berpikir sejenak...
"Baiklah.. AKU! Aku juga menyukai chanyeol. aku byun baekhyun adalah orang yang paling menyukai chanyeol!"
Baekhyun berteriak sambil mengangkat tangan kirinya keudara.
"Pppff HAHAHAHAHA HAHAHAHAHA"
Tawa chanyeol pecah ketika melihat tingkah konyol baekhyun, oh ayolah siapa yang akan tahan pada sikap nunanya yang mudah di goda ini? Apa lagi ketika melihat pipinya yang dikembungkan karena menahan kesal.
" aku baru kali ini melihat seseorang mengangkat tangan demi mengutarakan isi hatinya hahaha"
Baekhyun menatap chanyeol sengit, ia mencoba menurunkan lengan kirinya kebawah tapi lagi lagi chanyeol menahan lengan baekhyun dan mengangkatnya lagi keatas.
Chanyeol menatap baekhyun dengan intim, baekhyun pun membalas tatapan chanyeol tersebut. Dan ketika merasa jari jari mereka bertautan diatas sana baekhyun pun memandang dengan takjub.
'Chanyeol menggenggam tangan ku' ucap baekhyun bahagia dari dalam hati.
"Jangan marah byun baekhyun"
Baekhyun mengangkat kedua alisnya,ini adalah pertama kalinya chanyeol memanggil baekhyun dengan sebutan nama, biasanya ia hanya akan memangil baekhyun dengan sebutan nuna.
Sreet
Chanyeol menarik tubuh baekhyun dan memeluknya erat, mengesap setiap aroma tubuh baekhyun yang seperti bayi ini
"Kau selalu membuatku merasakan kebahagian"
Ucap chanyeol berbisik di telinga baekhyun. Dan mereka pun tersenyum sambil terus berpelukan bersama.
TBC
haiii saya update lagi nihh
aduh pada gak suka chansoo ya? tenang saja kok chan cuma milik baek dan soo cuma milik kai hehhe
gimana yang ini moment chanbaeknya masih kurang yah? hehehe sabar ya,,
okey jangan bosen-bosen ya nunggu moment CB disini :D
sampai jumpa
bye
annyeong ^^
