Preview
"Katakan Aaaaaa?"
"tidak bisakah kau pergi, aku ingin istirahat"
"Ya chanyeolie kau harus memakan buburnya dulu, ayo anak pintar katakan aaaa.."
"Apa kau malu karena disuapi appa mu sendiri? "
"Aishhh sudah kubilang jauh jauh sana, kau mengganggu ku. Dan berapa kali sudah ku katakan berhenti memakai celemek menjijikan itu"
Seperti biasa pemandangan yang tidak akan jauh dari rumah ini ketika nickhun sang appa yang konyol bertemu dengan anaknya chanyeol yang notabenya selalu menanggapi dingin appannya sendiri.
TOOKK
TOOKK
"ajjushi, aku mau pamit pulang"
"Kenapa cepat sekali hyunie? Tapi terimakasih ya"
"tidak masalah ajjushi,"
Nickhun meletakan mangkuk bubur di atas meja, ia mendekat ke arah baekhyun dan menggenggam lengannya.
"Sekali lagi terimakasih ya hyuni karena sudah merawat chanyeol hari ini"
Baekhyun menangguk sambil tersenyun.
"Yak pak tua lepaskan tangan mu itu,"
Chanyeol memarahi appanya, oh ayolah chan jangan bilang kau juga cemburu pada appa mu sendiri?
Drrtt
Drrtt
Nickhun pamit untuk keluar kamar karena ada telepon penting, kini tinggal baekhyun dan chanyeol yang berada dikamar itu.
'Aku minta maaf ajjushi, aku memang tidak bisa menjaga chanyeol' lirih baekhyun ketika menatap kepergian nickhun.
Lalu entah mengapa baekhyun mengingat kejadian ciumannya bersama chanyeol tadi, astaga baekhyun kau sudah terserang virus pervet dari luhan?
Sreeettt
Chanyeol menarik lengan baekhyun sehingga wajahnya berada sangat dekat dengan chanyeol
"Apa yang sedang kau pikirkan? Apakah itu cara lain meningkat kan sebuah ciuman?"
"I itu tidak benar, jangan bicara yang tidak tidak ya"
"benarkah?"
Chanyeol menarik tengkuk baekhyun dan mendekatkan wajahnya dengan wajah baekhyun yang kini sudah mulai memerah,, melihat baekhyun seperti itu chanyeol pun terkekeh dalam hati sungguh benar benar mudah digoda..
Dan ketika dirasa baekhyun mulai memejamkan mata chanyeol pun mulai mendekatkan bibirnya bersiap meraup kemabali bibir mungil baekhyun yang kini tengah menjadi candu baginya itu, tapi belum sempat itu terjadi suara dering telepon dibawah sana membubarkan segalanya
Baekhyun menarik diri dan menjauhi chanyeol.
"angkatlah.." ucap chanyeol kecewa
"nega wae?"
"aku kan sedang sakit, kau ini bagaimana sih?"
Baekhyun pun akhirnya menuruti perintah chnayeol, ia berlari menuruni tangga untuk meraih gagang telepon yang tak henti hentinya bordering
" annyeonghaseo,,,"
"….."
"hallo.. nuguseo?"
"….."
"mengapa tida dijawab? Hallo anda mencari siapa?"
"….."
"hmm sepertinya salah sambung, baiklah akan aku tutup"
Tutt
Tutt
Tutt
Setelah menutup telepon yang dirasa salah sambung itu, baekhyun lantas kembali keatas untuk menemui chanyeol dan appanya. Ia akan mengambil tas lalu berpamitan kepada mereka berdua.
Sedangkan diluar sana, seorang pria terlihat sedang menyunggingkan seulas senyum ketika mendapati suara seorang wanita yang sudah ia ketahui bernama byun baekhyun lah yang telah mengangkat telepon keluarga dia? Apa yang tengah ia rencanakan dengan senyumannya itu? Ohh ayolah bukan kah baekhyun baru saja merasakan kebahagiaan kecilnya bersama chanyeol?
Title : CHANYEOL BESIDE YOU
Main Cast : Byun Baekhyun
Park Chanyeol
Oh Sehun
Xi Luhan
Other Cast : All Member Exo, SM Family, dll
Rated : T (Sewaktu-waktu bisa berubah)
Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan, Orang Tua mereka dan Agency mereka saya cuma meminjam nama mereka disini
Warning : Typo(s) bertebaran, Bahasa tidak sesuai EYD, GS (Genderswitch) for Uke, Not Yaoi (Belum kepikiran buat bikin YAOI), Ingat FF ini Remake dari Drama Taiwan berjudul 'DEVIL BESIDE YOU'
Backsong : Rainie Yang - Ai Mei
.
.
Di Chapter ini banyak moment HunHannya karena bulan ini adalah bulannya HunHan
so, buat HunHan Shipper ayoo merapat
buat Chanbaek shipper sabar ya tenang aja kok moment CB bakal banyak di chap-chap selanjutnya ^^
.
.
.
CHAP 12
"Mengapa kau mengajak ku SM coex? Memang apa yang akan kau beli?"
"Sepatu.. he he he"
"Lagi? astaga lu, sepatu mu kan sudah banyak."
"Ini beda baek, aku harus mencari sepatu yang cocok untuk kencan ku besok"
"Kencan?"
"Oopppss"
"Maksud mu kencan dengan sehun? Aigoo.. "
"Yak memangnya kenapa? Ini akan menjadi kencan pertama untuk ku dan sehun. Aku tidak akan membuat kencan ini menjadi gagal kau tahu, maka dari itu aku harus mempersiapkan semuanya dengan sesempurna mungkin"
Baekhyun hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah luhan yang tengah sibuk berlari kesana kemari demi mendapat sepatu yang ia rasa cocok dengan dirinya.
"Assa,, aku menemukannya baek"
Baekhyun pun menghampiri luhan demi melihat sepatu pilihannya itu, tapi baekhyun sedikit khawatir karena luhan begitu memaksakan sepatu yang kelihatnya kurang pas di kaki jenjangnya
"Lu cari yang lain saja, sepatu itu kekecilan"
"Ti tidakk, aku mau sepatu ini."
"Jika kau memaksanya, nanti kaki mu bisa terluka" baekhyun memperingatkan
"Tidak akan jika sudah sering dipakai nanti juga bisa pas sendiri.. tara bagaimana? Baguskan jika ku pakai?" Luhan menunjukkan sepatu yang kini berada dikakinya
"Ckckc kau yakin? Lebih baik cari sepatu yang pas di kaki mu saja lu itu lebih aman..."
"Kau ini, pokonya aku akan tetap memakai sepatu ini besok"
Luhan pun membawa sepatu yang dipilihnya kekasir untuk dibayar dan dibawa pulang... setelah itu luhan dan baekhyun berjalan sambil terus mengobrol
"Aku benar benar iri mendengar kau akan berkencan dengan sehun, sementara aku? Aku bahkan tak punya pengalaman seperti itu..."
Lirih baekhyun yang hanya dibalas seulas senyum oleh luhan
"Kira kira akan seperti apa ya jika aku berkencan dengan chanyeol"
Baekhyun pun mulai mengkhayal kencannya bersama chanyeol, dan saking terbawa suasannya luhan pun ikut ikutan membayangkan kencannya nanti bersama sehun..
Baekhyun dengan segala khayalan manisnya, yang chanyeol memeluknya di tengah taman yang indah, dengan kedua jari jari mereka yang saling bertautan.
Lalu luhan? Kalian tahu kan se pervet apa dia, ya dia mengkhayal langsung pada intinya. Kisseu sehun chu chu chu...
khayalan luhan yang pertama bubar ketika melihat seseorang yang tengah memilah deretan baju yang terpangpang disalah satu butique di SM coex
"Baek, bukan kah itu eomma mu?"
"Eoh? Eodiga?"
Baekhyun mengikuti arah petunjuk dari lengan luhan dan tepat sekali,disana eommanya dengan wajah gembira sedang berbelanja pakaian.
Baekhyun pun memutuskan menghampiri eommanya,sedangkan luhan ia pamit pulang lebih dulu karena hari semakin sore.
Baekhyun duduk di salah satu kursi di samping ruang ganti, ya setelah menghampiri eommanya dan bertanya tentang apa yang tengah ia lakukan baekhyun kembali diliputi rasa kecewa dengan wajah yang ditopang oleh kedua lengannya.
"Ahh eomma sungguh bingung harus memilih baju yang mana? Baekie bantu eomma carikan baju, baju mana yang harus eomma beli agar ajjushi semakin mencintai eomma di kencan kami besok?"
"Ckckck tanya anak kecil tentu tidak akan mengerti, apalagi baekie kan belum pernah pergi berkencan"
Victorya lantas melangkahkan kakinya kembali untuk menyelusuri setiap sudut ruangan agar menemukan baju yang sesuai, ohh bahkan kini eomma nya terlihat seperti luhan kan?
'Bahkan eomma pun mempunyai kencan dengan ajjushi, hanya aku yang sendirian. Menyedihkan sekali'
batin baekhyun menatap wajah eommanya yang semakin menjauh...
-
tapi Sungguh Diluar dugaan, baekhyun harus meralat ucapannya kemarin sore yang mengatakan bahwa dirinya sangat menyedihkan karena kesendirian.
Kini ia tak sendiri, ia berempat ya ber 4. Duduk di bangku belakang bersama chanyeol sedangkan eommanya dan nickhun ajjushi ada bangku depan.
Ya benar pagi tadi eomma nya menyuruh baekhyun untuk bersiap siap karena dalam 20 menit nickhun ajjushi dan chanyeol akan datang menjemput untuk mengajak mereka pergi keluar. Baekhyun yang hendak protes pun tak punya pilihan lain karena eommanya terus saja mengingatkan waktu yang terus tersisa jika baekhyun menghabiskannya hanya untuk mengomel.
Baekhyun sungguh merutuki hal ini, dari pada menjadi pengganggu acara kencan eommanya ia akan lebih memilih diam dikamar seorang diri. Setidaknya ia tidak akan berakhir menyedihkan dengan terus melihat kemesraan yang di lakukan eomma dan ajjushi seperti apa yang ia lihat
"yak perhatikan jalannya pak tua, kau sedang menyetir" omel chanyeol
"Arraseo chanyeolie" kekeh nickhun yang diikuti oleh victorya
"Hari ini kita akan pergi bersenang senang ketaman hiburan, benarkan sayang?"
Victorya mengangguk dengan senyuman yang khas
'Apa aku dan chanyeol juga bisa disebut sedang berkencan?' Lirih baekhyun yang sedari tadi tidak mengeluarkan sepatah kata pun
"Hyunie... mian. Hari ini ajjushi memaksamu untuk ikut dengan kami"
"Jangan bicara seperti itu ajjushi, aku juga sudah lama tidak ketaman hiburan"
"Benarkah? Ajjushi lega mendengarnya, awalnya ajjushi mengira kau akan pergi berkencan dengan namja chinggu mu, ajjushi akan merasa tidak enak jika kencan mu gagal karena kami"
Baekhyun menunduk malu, bukan kah seseorang yang dimaksud ajjushi itu adalah chanyeol? Oh ayolahh harusnya itu sindiran yang pas untuk chanyeol yang tak pernah mengajak baekhyun pergi berkencan di akhir pekan seperti ini .
"Tidak mungkin sayang, baekie itu tidak pernah berkencan dengan seorang lelaki. Dia sangat baik, saat liburan tiba bahkan ia selalu membantuku menyelesaikan pekerjaan rumah"
Baekhyun cemberut mendengar ocehan eommannya, sedangkan chanyeol dan nickhun nampak serius.
"Ya contohnya saja seperti minggu lalu, ia membantuku menjemur selimut tebal.. dan dua minggu yang lalu pun..."
"Eomma! Kumohon berhentilah"
Victorya tertawa geli melihat wajah baekhyun yang kesal dibelakang sana, sedangkan chanyeol dia walapun tidak terlalu keras baekhyun bisa mendengar ejekannya dengan wajah menahan tawa
.
.
Saat itu luhan tengah berjalan untuk menemui sehun sesuai apa yang ia janjikan. Sehun menunggunya di persimpangan jalan shamcheok, luhan pun terlihat cantik dengan rok pendek diatas lutut serta t-shirt berwarna pink yang sangat pas dibadannya.
Luhan berjalan sambil menahan sakit karena sepatu yang kekecilan kemarin. Tapi buru buru ia merubah wajahnya dengan senyuman paling manisnya ketika melihat sehun duduk disebuah motor sport berwarna hitam
"Hari ini kau sangat cantik"
"Gomawo"
"Ini, pakailah"
Luhan menatap apa yang baru saja di sodorkan sehun, sebuah helm putih..
luhan cemberut sambil terus menatap helm dan rok pendek yang ia pakai secara bergantian.
Sehun yang langsung peka pun menyadari maksud luhan, luhan tidak bisa naik motor dengan pakaian yang ia kenakan saat ini. Roknya terlalu kekurang bahan.
"Ahhh lebih baik kita naik kereta saja, bagaimana?"
Luhan pun mengangguk menyetujui usul sehun, mereka pun lantas berjalan menuju statsiun terdekat
"Maaf, aku terlalu lama berdandan"
"Gwenchan luhan-ssi, oh ya kemana kita akan pergi?"
"Terserah kau saja"
Luhan dan sehun pun terdiam untuk sesaat, memikirkan kemana mereka akan pergi..
"Bagaiaman kalau nonton bioskop/ bagaimana jika menonton sepak bola?"
Ucap luhan dan sehun bersamaan, mereka pun dibuat kikuk dengan ide mereka yang tak sejalan. Luhan ingin nonton bioskop sedangkan sehun ingin menonton sepak bola.
Keduanya kembali dihantui kesunyian.
"kurasa sebaiknya kita makan lebih dulu" luhan pun kembali mengangguk dengan tidak percaya diri
"Bagaimana kalau spaghetti / bulgogi boleh juga"
Lagi, mereka mengeluarkan pendapat yang berbeda secara bersamaan.
Membuat sehun dan luhan kembali salah tingkah.
"Lebih baik kita kestasiun dulu dan memutuskan akan kemana tujuan kita, didalam kereta"
"Baik, luhan-ssi. Saran yang bagus"
luhan dan sehun pun berjalan dengan keheningan, tidak ada lagi dari mereka yang memulai pembicaraan karena takut tidak akan sepikiran lagi.
~~~~~~CB~~~~~~~
" wuahhh sudah lama tidak ketaman hiburan"
"Hiahhh senang sekali"
Nickhun dan victorya meloncat sambil terus memekik karena bahagia ketika mereka ber-4 sudah sampai di salah satu taman hiburan di kota seoul yang cukup terkenal ini.
Dibelakang sana baekhyun berjalan berdua dengan chanyeol, baekhyun nampak bahagia percis seperti nikhun dan victorya, sedangkan chanyeol? Jangan ditanya dari awal keberangkatan pun ia sudah malas mendengar kata (taman hiburan)
"Sekelompok bocah, aku sungguh tak mengerti apa bagusnya taman hiburan seperti ini?"
"Gawatt,,aku ingin menaiki semua wahana disini"
"Seorang bocah lagi berada disampingku"
"huuahh aku sangat rindu tempat seperti ini, aku ingat saat aku kecil appaku sering membawaku ke taman hiburan"
"Kalau begitu main saja sana, aku akan pergi meminum kopi"
"Cha chanyeolll" panggil baekhyun yang seakan tak di dengar oleh chanyeol yang terus saja melanjutkan langkahnya, menghilangkan jejak dengan sekelompok bocah seperti yang disebutkannya tadi.
Nickhun yang mendengar suara baekhyun pun bebalik dan menghampiri baekhyun begitupun dengan victorya.
"Hyunie... chanyeoll?"
"Sudah tidak apa apa, mungkin ia canggung jika harus berjalan bersama orang dewasa seperti kita. Kita biarkan saja chanyeolie.. ayo sayang, ayo baekie kita lanjutkan.."
"Eoh? Nde eomma"
Baekhyun pun mengekori eomma dan nickhun ajjushi sambil sesekali menengok kebelakang untuk melihat chanyeol yang semakin menghilang dari penglihatannya
"Rollercoaster?"
"Waahhh itu sangat menyenangkan... bagaimana kalau aku takutt? Huaahhhhh"
"huaahhhhh"
Kedua orang tua ini batin baekhyun, benar benar membuat orang geram karena teriakannya seperti bocah. Baekhyun pun memandang eomma dan ajjushi yang tak tahu malu seperti itu, bukan kah ini tempat umum?oh astaga!
Tapi Syukurlah aksi mereka bisa terhenti ketika ada seorang anak kecil yang menabrak mereka, sang eomma yang langsung menyadari kesalahan putra nya itu menyuruh buah hatinya meminta maaf dan manisnya anak itu pun melakukan apa yang eommanya katakan
"Bagi anak anak taman hiburan seperi ini adalah surga, karena hal itu membuat mereka bahagia. Tapi Aku.. aku baru kali ini mengajak chanyeol ke taman hiburan"
Baekhyun penasaran dengan cerita ajjushi,ia pun mendekat agar mempertajam indra pendengarannya
"Waktu kecil aku selalu saja mengingkari ucapan ku untuk mengajak chanyeol kemari" ucap ajjushi lemah, baekhyun lantas mengerti mengapa chanyeol terlihat tidak bersemangt tadi. Ternyata pergi ketaman hiburan seperti ini hanya akan membuatnya kembali merasakan kesedihan masa kecilnya yang kurang bahagia.
-
-
"Arrgghhh"
Luhan menyandarkan tubuhnya pada sebuah tembok berwana abu di dalam statsiun. Ia memekik kesakitan karena tak tahan dengan sepatu yang dipakainya itu,
Sehun yang menyadari luhan tak lagi bersamanya pun menoleh kebelakang dan mendapati luhan tengah menahan kesakitan sambil terus memegangi kakinya
Sehun memapah luhan agar duduk di kursi yang tak jauh dari keberadaan mereka
"Kau tak apa apa?"
"Ne, aku baik baik saja"
Sehun berlutut di depan luhan sambil membuka sepatu hak yang dikenakan luhan. Melihat luhan yang menjawab baik baik saja sehun tahu itu hanya sebuah kebohongan, maka dari itu sedetik kemudian sehun berlari meninggalkan luhan yang terus berteriak memangil namanya tak mengerti.
-
Baekhyun datang menghampiri chanyeol yang tengah duduk di salah satu cafe terbuka di taman hiburan itu. Tanpa mengerti maksud dari ajakan baekhyun yang tiba tiba, chanyeol pun hanya mengikuti kemana noonannya itu membawanya
'Chanyeol... aku akan menemanimu untuk menemukan masa kecil mu yang telah terlewatkan'
ucap baekhyun dalam hati ketika mengajak chanyeol mulai bermain pontang panting
~ChanBaek~
Luhan berjalan dengan tertatih sambil terus mencari dimana sehun, sebenarnya sehun pergi kemana? mengapa sehun sangat tega meninggalkan luhan diasaat seperti ini?
"Xi luhan?"
Luhan berbalik dan melihat seorang pria yang tengah berdiri dengan sebuah tas yang menempel pada salah satu punggungnya. Seorang pria yang tadi memanggilnya, ya seorang pria yang dulu juga pernah mengisi hatinya lalu menghancurkannya begitu saja karena berkhianat dengan teman luhan sendiri dia adalah jonghyun.
"Bagaimana kabar mu? Mengapa tidak menghubungi ku bahkan teman teman mu?"
Luhan menatap malas pria yang kini ada didepannya
"Mana boleh kita memutuskan sebuah hubungan seperti ini? Setidaknya kita masih bisa bertemankan"
sehun, tanpa luhan sadari tengah berdiri di balik tubuh pria yang bernama jonghyun itu
"Dulu kau menghianati ku, lalu mengapa sekarang terlihat bahwa aku yang telah melakukan kesalahan karena memutus semua hubungan dengan mu? Kau bertanya mengapa aku tak menghubungi mu? Apa aku harus! Dan jika kau ingin tau kabar ku, Aku baik!sangat baik. Bahkan sekarang..."
Luhan menggantungkan ucapannya ketika menyadari kehadiran sehun
"Biar ku perkenalkan..."
luhan berjalan menghampiri sehun lalu mengapit lengan sehun dengan erat
"Dia oh sehun, dia adalah pacar ku. Bagaimana kabar mu jonghyun-ssi? Ahh apa kau masih tertarik pada teman baik pacar mu saat ini?"
Luhan bertanya dengan nada merendahkan, jonghyun yang sadar itu pun menatap luhan kesal
"Sudah kan? Jja ayo kita pergi sayang.."
luhan membawa sehun pergi menjauh dari pria seperti jonghyun. Ia sungguh tak mengharapkan agar bertemu lagi dengan seorang pria brengsek seperti jonghyun saat ini
Kini sehun masih setia menemani luhan yang tengah menangis. Ya setelah membawa sehun pergi menjauh dari seorang pria seperti jonghyun, luhan pun memilih menghentikan langkahnya pada salah satu lorong statsiun yang sepi.
" lucu bukan? Xi luhan yang biasanya selalu berpakaian mencolok dan berbicara manis berlaga tegar seperti ini? Sebenarnya aku hanya seorang pecundang hiks hiks"
Sehun menarik nafas panjangnya ketika harus mendengar tangisan pilu dari luhan yang membuatnya tak tahan
"Kenapa teman baik ku dan pacarku bisa mengkhianatiku di saat bersamaan? Pasti karena aku sangat buruk, jika tidak mana mungkin mereka sekejam itu terhadap ku?"
Sehun menatap luhan yang semakin banjir air mata
" aku marah pada diriku sendiri, aku marah karena sudah salah menilai teman ku, dan aku juga telah salah mencintai seseorang. Aku tidak punya kepercayaan diri lagi untuk mencintai siapa pun"
Luhan menyekat air matanya dan mencoba menatap sehun
"Tapi gara gara kau...sehun ssi, aku aku sebenarnya sungguh berharap lebih pada kencan kita kali ini. Tapi sejak awal kita sudah tidak cocok.. lalu aku bertemu pria itu lagi... sungguh sepertinya aku memang tidak ditakdirkan berjodoh dengan pria baik"
"Aku... aku akhirnya bahagia karena kau bisa bebas dari kelemahan mu" luhan menatap sehun yang baru buka mulut setelah lama berdiam
"Sebenarnya kau tak perlu memaksakan diri jika tidak suka menonton sepak bola atau makan bulgogi, jujur dan katakan saja"
Sehun pun mendekat kearah luhan
"Karena orang yang ingin aku kencani bukan lah orang lain, tapi kau ya.. kau xi luhan" luhan pun tersenyum malu dengan ungkapan sehun barusan,
Sehun meraih sesuatu dari balik punggungnya,ia berlutut dihadapan luhan dan membuka sepatu yang membuat kaki luhan seharian ini kesakitan. Sehun lantas menggantinya dengan sepatu hak lain yang terlihat nyaman di kaki luhan karena memang ukurannya yang pas. Eoh luhan menyadari nya sekarang jadi ini kah alasan sehun pergi meninggalkannya tadi? Demi mencari sepatu untuk nya? Aigooo... luhan merona dengan sangat jelas
"Jelas jelas sepatunya tidak pas mengapa masih memaksakan untuk memakainnya?"
Setelah berhasil mengganti sepatu luhan dengan sepatu yang ia beli tadi, sehun pun lantas berdiri dan mengahadap luhan dekat.
"Jangan malu untuk mengandalkan orang lain,apa lagi jika orang tersebut bersedia melakukannya untuk mu.. jangan memendamnya itu hanya akan membuatmu menyalahkan diri sendiri"
" benarkah? aku boleh mengatakan apa yang ingin aku katakan?" Sehun mengangguk
Tanpa berpikir panjang lagi luhan langsung memeluk tubuh sehun dan sehun pun membalas pelukan luhan
"Benarkah kau yang membeli sepatu ini?"
"Iya tentu saja"
"Haha tapi modelnya sedikit jelek"
"Maaf, kalau begitu lain kali kita harus memilihnya bersama sama"
Luhan pun mengangguk masih dengan posisi yang sama.
.
~~ Chanyeol Beside You~~
Victorya dan nickhun memandang bahagia ketika melihat chanbaek tengah tersenyum sambil bermain komedi putar, pemandangan seperti ini sungguh membuat mereka terutama nickhun bersyukur karena chanyeol mempunyai noona yang bisa membuat anaknya itu sebahagia ini.
Baekhyun tidak sampai disitu, ia kembali menyeret chanyeol untuk menaiki wahana baling baling raksasa bersama.
kedua pasangan itu pun memisahkan diri, victorya nickhun-baekhyun chanyeol.
Dan setibanya didalam baling baling raksasa baekhyun membenamkan kepalanya dipundak chanyeol
'mungkin kah orang orang yang tak tahu akan menganggap aku dan chanyeol sepasang kekasih?'
"Bukan kah kita terlihat seperti sepasang kekasih?" Tanya baekhyun memulai obrolan
"maksud mu?"
"Pasangan... mak maksud ku saat ini. Kita terlihat seperti pasangan yang sesungguhnya" chanyeol tersenyum heran mendengar jawaban baekhyun yang menurutnya aneh itu. Pasangan? Tentu saja, mereka bahkan sudah pernah berciuman lalu apa namanya jika bukan pasangan?
"Tapi, ketika kita keluar nanti kita hanya akan kembali menjadi sebuah keluarga, ada appa eomma noona dan dongsaeng..."
Lirih baekhyun dengan wajah yang berubah menjadi sendu.
"Aku tidak bisa menjadi diriku sendiri ketika berada di depan mereka"
"Lalu harus bagaimana? Aku tak memikirkan hal apapun kecuali berharap pada seseorang yang kucintai untuk selalu ada di sisi ku"
Baekhyun mengangkat wajahnya demi menatap chanyeol yang sudah membuat hatinya tak percaya
"Mungkin kah orang yang kau cintai itu termasuk diriku?"
"Tentu saja itu dirimu, hanya dirimu"
Baekhyun kembali membenamkan kepalanya pada pundak Chanyeol dan keduanya pun tersenyum
bersama.
TBC
Selamat malam minggu buat readerdeul's semuanya ^^
chapter ini banyak hunhannya ya? sebenarnya gak sengaja sih, cuma waktunya tepat aja berhubung bulan ini kan bulannya Hunhan jadi gpp kali ya kalau moment hunhan agak banyak disini ...
buat para CBS sabar ya,,, tenang aja kok moment mereka gak akan pernah habis...
ayo yang penasaran siapa yang telpon baekhyun waktu itu? masih penasaran?...
disini belum keluar yahhhh :D
.
buat Kareninna-ssi selamat kamu benar ,,,, ayo tebak siapa nih yang bakal jadi tokoh itu... kkkk
.
dan buat Asmaul-ssi, terima kasih buat sarannya tapi maaf ini kan ff remake jadi buat ukuran suhu-suhu itu saya membuatnya sama persis seperti yang ada di dramanya dan gak diubah-ubah lagi. jadi maaf ya kalau tentang ukuran itu ada kesalahan. terima kasih buat masukkannya^^
.
.
Okayyy segini aja nih cuap-cuapnya...
terima kasih buat semuanya ^^
Review lagi?
Annyeong ^^
