Preview:

Malam tiba, baekhyun tengah berjalan menuju rumahnya saat ini sambil terus memikirkan ucapan wonhoo yang seakan seperti sedang bernyanyi didalam otak nya

'Apa yang harus aku lakukan untuk masalah wonhoo?'
Baekhyun membuang nafas panjangnya ketika handphone nya bergetar di dalam tasnya.

No number calling

"Halo?"
"apa kebahagiaan mu baru saja hilang? Mengapa berat sekali hanya dengan bernafas?"
"Kenapa kau tahu aku sedang mengehela nafas?"

Prangggg

Sebuah botol minuman yang tak berisi dibuang dengan sengaja tepat di depan baekhyun berdiri, dan detik selanjutnya wonhoo sudah berada disana juga dengan wajah yang sangat dekat dengan baekhyun

"Biar ku antar pulang"

Baekhyun menurunkan lengannya yang sedari tadi dipakai untuk menggengam telepon yang ia tempelkan ditelinganya, tapi dengan sigap wonhoo menahan lengan kecil milik baekhyun dan menggenggamnya

"Kenapa tangan mu dingin? berapa lama kau menunggu diluar?"

Tanya baekhyun khawatir ketika kulit nya bersentuhan dengan kulit wonhoo. Astaga byun haruskah kau mengkhawatirkan orang lain saat ini ketika dengan sendirinya dirimu ada dalam bahaya seorang shin wonhoo?

"Semua kulakukan demi mendapatkan perhatian mu, aku tak peduli harus menunggu seberapa lama dan sedingin apapun... ayoo naik, mobil ku ada di.."

ohh bukan kah sikap wonhoo mengingatkan kita pada sosok kyungsoo saat ini?

"Lepas! Siapa yang menyuruh mu untuk menunggu ku selama itu? Kita sama sekali tak memiliki hubungan apapun jadi berhentilah mengganggu ku."

Baekhyun pun lantas berlari sekencang kencangnya demi menghindar dari seorang shin wonhoo.

Drrtt
Drrtt
Drrtt

no number calling

Baekhyun yakin ini adalah panggilan yang sama dari wonhoo

"Selalu ditolak rasanya sakit, sekarang cepat putuskan perasaan mu terhadap ku"
" aku katakan sekali lagi, kita tidak akan pernah memilik hubungan seperti apa yang kau inginkan"
"cara apa lagi yang harus aku lakukan untuk membuat kau mau melihat perasaan ku?"
"Jangan lakukan apapun, karena aku tidak akan pernah perduli pada mu!"
"benar kah? Jadi begitu..hemm baiklah kau memutuskan menolak ajakan ku untuk mengantar mu pulang, Itu bagus. Karena saat menunggu mu tadi aku minum bir dan aku pun tidak punya sim jadi lebih baik jika aku..."

wonhoo menggatungkan kalimatnya membuat baekhyun kebingungan setengah mati dengan maksud dari ucapan wonhoo, tapi tiba tiba

BRUUMMM

BRUUMMMM

Sebuah mobil dibelakang sana melaju dengan kecepatan tinggi... baekhyun membulatkan mata dengan mulut yang terbuka

"SHIN WONHOO HENTIKAN MOBILNYA..."

BRUUMMMM
CKIITTTTT
BRRAAAAKK


Title : CHANYEOL BESIDE YOU

Main Cast : Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Oh Sehun

Xi Luhan

Other Cast : All Member Exo, SM Family, dll

Rated : T (Sewaktu-waktu bisa berubah)

Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan, Orang Tua mereka dan Agency mereka saya cuma meminjam nama mereka disini

Warning : Typo(s) bertebaran, Bahasa tidak sesuai EYD, GS (Genderswitch) for Uke, Not Yaoi (Belum kepikiran buat bikin YAOI), Ingat FF ini Remake dari Drama Taiwan berjudul 'DEVIL BESIDE YOU'


Backsong : Rainie Yang - Ai Mei


CHAP 14

wonhoo menabrak sebuah pembatas jalan dengan cukup keras sehingga menimbulkan suara yang membuat baekhyun harus segera berlari untuk melihat keadaan wonhoo.

"wonhoo,, apa kau kau baik baik saja?"

Baekhyun dengan panik membuka pintu mobil dan memapah wonhoo yang kesulitan bernafas untuk keluar dari dalam mobil.

"Lihat kau terlihat sangat cemas, kau sebenarnya bukan tidak peduli pada itu orang yang sangat baik, dan aku juga tahu kau itu tidak bisa berbohong"

Ucap wonhoo masih dengan nafas yang tak beraturan, mungkin efek benturan yang terjadi karena itulah sedari tadi baekhyun membantu wonhoo agar tetap berdiri tegak dengan menahan salah satu pundaknya.

"Aku selalu cemburu pada chanyeol, jika kalian benar benar kaka adik maka kalian tidak boleh menjadi sepasang kekasih seperti ini"

Baekhyun melepaskan tangannya yang sedari tadi berada dipundak wonhoo, ia berjalan mundur dari tempat dimana ia berdiri ketika melihat seulas senyum milik wonhoo lagi, ia sungguh sungguh ketakutan.

"Apa kau tahu jika rahasia mu terbongkar hal ini akan menjadi skandal terbesar dikorea? Mengingat chanyeol adalah anak dari komisaris SM university?"

Baekhyun semakin takut dengan ucapan wonhoo, ia semakin dipojokan oleh langkah wonhoo yang terus berusaha mendekat, keringat bercucuran di pelipis milik baekhyun, badannya bergetar dengan hebat.

"Ha ha ha skandal tidak hanya akan merusak masa depan chanyeol, orang yang disekitarnya juga pasti tidak akan merasa bahagia. Dan bayangkan betapa malunya nanti komisaris kita ha ha ha"

wonhoo tertawa seperti seorang psikopat, dan dengan sisa tenaga yang dimiliki oleh baekhyun, ia lantas berlari dan terus berlari meninggalkan wonhoo.

Ketika baekhyun semakin jauh, wonhoo masih saja tertawa dengan puas tapi hal itu tak bertahan lama karena detik selanjutnya tubuh wonhoo merosot kebawah disertai nafas yang semakin berat...

'Sebenarnya apa yang dia inginkan?'

Pikir keras baekhyun saat dirinya masih berlari, sungguh ia tak mengerti dengan tujuan wonhoo yang sebenarnya, ?


Pagi tiba dikediaman keluarga park, seperti biasa nickhun lah yang menyiapkan sarapan dimeja makan. Bukan karena tidak mampu membayar maid, ayolah kalian tahu sekaya apa kan keluarga park? Ya nickhun hanya menyalurkan hobi nya yang memang memasak..

"Pagi pangeran chanyeol yang tampan."

sapanya kepada chanyeol yang ternyata sudah duduk dimeja makan dan melahap salah satu makanan yang tersaji disana. Seperti biasa, chanyeol yang dingin memang tak pernah mau membalas sikap baik appanya, ya Walaupun itu hanya sekedar sapaan dipagi hari.

"Sarapan pagi sangat penting makan yang banyak ya..hmmm makan malam juga penting, makannya malam ini..."
"Aku tidak ada waku"

Nickhun membuang nafasnya kasar, chanyeol memang susah sekali dibujuk padahal semalam ketika chanyeol baru pulang, nickhun mencoba berbicara dengan santai tapi ketika mendengar nama halmoeninya disebut chanyeol menjadi tak berniat lagi.

"Chanyeol, eomma ku juga halmoeni mu. Saat kecil dia yang merawat mu sampai dewasa, jadi ayo makan bersama"
"Nasi tentu harus dimakan,tapi aku makan punya ku dan kalian makan punya kalian"
"hemm tapi tokoh utama malam ini adalah victorya dan hyuni"

Chanyeol menghentikan makannnya ketika mendengar nama baekhyun disebut oleh appanya.


"Malam ini untuk pertama kalinya halmoeni bertemu dengan victorya dan baekhyun, makan malam ini sangat penting chanyeolie..."
"Kau sudah menemukan titik penting, jadi tidak usah berbicara omong kosong"
"Titik penting dan omong kosong itu apa?"
" maksud ku adalah ketakutan karena harus melihat wajah cemberut nenek tua itu Aisshh baiklah aku pergi, "
"Hehey akhirnya kau mau pergi juga, kajja makan yang banyak pangeran tampan ku"

Chanyeol mendelik tak suka ketika appanya memanggil dengan sebutan pangeran, bahkan kyungsoo sudah tak melakukan hal itu lagi. Dan sekarang giliran appannya?

.
"Baeki, bagaimana jika aku salah bicara? Duhh aku sangat tegang"
"Tenanglah eomma, semua akan baik baik saja"

Baekhyun dan victorya sedang menuruni tangga menuju salah satu meja di sebuh restoran yang menjadi tempat mereka melakukan pertemuan pertama kalinnya dengan neneknya chanyeol.

Dan bukan tanpa alasan sebenarnya kenapa victorya begitu tegang, sebelumnya nickhun sudah memberi bocoran bahwa eommanya itu sedikit tegas orangnya, itulah yang victorya khawatirkan
Baekhyun memandang sendu wajah eommanya, ia kembali teringat ucapan wonhoo kemarin malam

'Eomma maafkan aku, jika perasaan dalam hati ku semakin dalam mungkin aku tak bisa lagi menyembunyikan ini semua. Dan jika hal itu terjadi mungkin aku sama sekali tidak sanggup untuk bisa sekeluarga dengan chanyeol'
Lirih baekhyun.

Baekhyun dan victorya sudah duduk di meja yang dipesan nickhun, semua orang sudah berkumpul wajah tegang milik victorya dan baekhyun, Nyonya park memutuskan membuka suara lebih dulu.

"Meski ini pertemuan yang pertama kalinya, tapi jangan terlalu canggung.. kita kan akan menjadi keluarga, ayo kita mulai acara makan malamnya"
Nyonya park pun tersenyum hangat

" aku atas nama keluarga menyambut kedatang kalian. Dan malam ini juga kita akan membahas persiapan acara pernikah antara nickhun dan victorya"

Victorya mengangguk mengiyakan, membuat nyonya park tersenyum kembali. Melihat hal itu victorya jadi berpikir bahwa apa yang diucapkan nickhun semunnya bohong..mungkin itu taktik untuk mengerjainya. Eoh tunggu sampai kau melihat lebih dalam karakter nyonya park yang sesungguhnya victorya eommanim.

"Aku rasa meski kalian menikah lagi, mengenai mas kawin kalian tidak usah ragu pada keluarga park karena aku akan mengabulkan semua keinginanmu"
"Sungguh tak usah yang berlebihan eomma..."

Opps victorya menutup mulutnya karena merasa tak sopan sudah berani menyebut nyonya park dengan sebutan eomma

"Ma maaf sudah berani memanggil nyonya dengan sebutan eomma"
"Tidak masalah"
"Kalau begitu aku akan memanggil lebih banyak lagi eomma eomma"

Uhukk
Uhukk

Nyonya park tersedak karena kepolosan victorya,

"Eomma,, apa eomma sedang tidak enak tenggorokan? Aku punya obat yang…"

"aku baik baik saja"

Victorya bernafas lega, ia kira nyonya park sedikit tidak enak badan.

" katakan apa yang kau minta untuk mas kawin?"

"1 dolar"

" mwo? 1 dolar? Mungkin maksud mu 10jt dolar?"

"annio eomma, aku dan nickhun akan memulai hidup baru kami bersama kedua anak kami juga. Maka dari itu aku tak membutuhkan hal apapun kecuali 1 dolar yang menurut ku lebih dari cukup untuk sekedar menjadi saksi dari awal yang baru. Bagaimana eomma? Apa kau bersedia melakukan hal itu?"

" mwo? Ahh nde, te tentu saja"

Melihat hal itu Chanyeol mendekat dan berbisik sesuatu pada baekhyun yang duduk tepat di sebelahnya

"Halmoeni ku dikalahkan oleh eomma mu"
Baekhyun terkekeh geli sambil menutup bibirnya dengan punggung lengan agar tak terlihat tidak sopan karena menertawai orang. Tapi memang Benar yang chanyeol katakan, sekarang keadaan malah berbalik dengan nyonya park yang terlihat canggung ketika harus menghadapi sikap eommanya yang terlewat polos.

.

.


Markas

Jongin, jeohon dan kihyun sedang merancang pohon natal masing masing untuk tugas akhir semesternya. Dan ketika itu Vernoon baru saja datang

"Jam berapa sekarang, aisshh aku telat"

Tak ada yang menanggapi ucapan vernoon, karena semua sibuk dengan pekerjaannya masing masing tapi tidak dengan jongin yang kala itu melirik arloji ditangannya dan langsung mengingat sesuatu.

"Ohh iya chanyeol menyuruh ku untuk menelponnya. Jam berapa ya tadi? 8.30, apa jam 9.00?"
Jeohon mengentikan aktifitasnya, ia beralih ke sopa yang berada di tengah ruangan.

"Masih ada 10 menit tersisa untuk sampai ke jam 8.30 lebih baik kita istirahat dan nonton tv dulu. Eoh bagaiamana jika DOTS? Bukan kah malam ini episode terakhir?"
"Benarkah?/kita tidak bisa melewatkannya" heboh kihyun dan vernoon.

Jongin pun tak mau ketinggalan ia sudah menyusul teman temannya yang tengah berjejer di sofa untuk menantikan drama yang sedang booming tersebut. Astaga jika sudah begini jongin ia pasti akan lupa dengan tugasnya yang harus menelpon chanyeol.


"Mau mengadakan pesta pernikahan dimana? Aku kenal salah satu WO ternama dikorea"
"Hmm aku tak ingin jauh jauh eomma. Mungkin di seoul saja, baekhyun juga setuju hal itu"
"Baiklah katakan dimana gedung yang sudah kau pilih?"
"Di restoran tempat ku bekerja, karena ditempat itu untuk pertama kalinya aku bertemu dengan nickhun. manager ku pun sudah mengijinkannya,dia benar benar murah hati"

Baekhyun menatap eommanya takjub, sungguh ia bangga pada eomma nya yang penuh dengan kesederhanaan. Padahal jika saja orang lain yang menikah dengan nickhun mungkin orang itu tidak akan memilih tempat murah sepeti yang victorya pilih mengingat seberapa berpengaruhnya nama keluarga park di seoul ini.

"manager juga bilang jika waktunya tiba dia akan memberikan seporsi bistik ayam gratis untuk para tamu hahaha"

Victorya dan nickhun tertawa bersama membuat baekhyun ikut bahagia atas apa yang dilihatnya tapi tidak dengan sang halmoeni.

" aku lega kau mendapatkan calon yang baik hati ternyata" ucap nyonya park

" eomma, victorya adalah keberuntungan bagi keluarga kita. Apa kau tak tahu betapa bahagiannya aku ketika lamaran ku diterimanya?"

" kau ini.."

Victorya menyenggol lengan nickhun karena merasa malu sudah dipuji didepan calon ibu mertuanya sendiri.

"Lihat kalian begitu mesra, aku ikut bahagia. Jja lanjutkan makan kalian semua"
Chanyeol dan baekhyun yang sedari tadi tak banyak bicara pun saling bertatapan tak sengaja, chanyeol yang pertama memutus kontak mata. Membuat baekhyun sedikit kesal.

Chanyeol lantas merogoh ponsel yang berada disaku jaketnya

'Si brengsek jongin, kubunuh kau hari ini!'

batin chanyeol dalam hati ketika tak ada tanda tanda akan adanya telepon dari jongin.

'Persiapan pernikah berjalan dengan lancar eomma dan ajjushi semua terlihat bahagia. Tentu mereka bahagia karena mereka menikahi orang yang mereka sukai'

Batin baekhyun yang terus saja memperhatikan skinship antara victorya dan nickhun. Tapi mengingat kata bahagia baekhyun kembali teringat ucapan wonhoo

(Semua orang yang kalian sayangi tidak akan bisa berbahagia)
'Boleh kah jika aku terus menyukai chanyeol?' lirih baekhyun dengan hati yang gusar.

.


"Astaga... happy ending!"
"Kuharap mereka benar benar menjadi pasangan dikehidupan nyata"

"astaga kapten yoon, aku ingin seperti dia.."

"aigoo, wajib militer saja belum. Tapi kau ingin menjadi kapten sebuah tim khusus kemiliteran korea? Kau sakit jiwa!"
"DEMI NEPTUNUS.. aku lupa harus menelpon chanyeol,"

Jongin buru buru berlari meraih ponselnya yang berada dimeja kerjanya tadi

"Yak memangnya ada apa? Mengapa begitu penting?" Tanya kihyun yang tak mengerti
"Halmoeninya, dia sedang makan malam bersama calon keluarga barunya. Kalian tahukan seberapa membosankannya ketika harus bersama halmoeni?"


"Setelah membicarakan pernikahan kalian, sekarang saatnya kita membicarakan chanyeol sebagai penerus keluarga kita"

Chanyeol mendesah berat ketika titik kebosanannya muncul.

"Mulai membicarakan ini lagi, pemikiran halmoeni sangat kolot"
"Chanyeol,, kau bahkan tidak bisa lari dari kenyataan ini. Kau itu memang pewaris keluarga park"
"Aku sama sekali tidak menginginkan hal itu"
"Tapi pewaris keluarga kita hanya..."
"Aku tidak mau"

Ucap keras chanyeol, ini lah yang menjadi alasan mengapa chanyeol tidak pernah ingin bertemu dengan halmoeninya. Dia selalu dituntut untuk menjadi pewaris keluarga park tanpa bisa bernegosiasi atau bahkan mengerti tentang keinginan chanyeol yang sebenarnya.

'Chanyeol satu satunya pewaris keluarga park? Masa depannya sudah diatur sedemikian rupa karena ia adalah bagian hal penting dikeluarganya. Jika begini mungkin apa yang dikatakan wonhoo benar, jika aku dan chanyeol ketahuan, maka... aku hanya akan mengahancurkan kehidupan chanyeol'

Baekhyun menatap chanyeol sedih, suasa tiba tiba saja menjadi tegang.

"Eomma chanyeol baru saja memasuki semster 2 aku rasa ia belum cukup matang untuk masuk kedunia pekerjaan ku" nickhun mencoba memberi pengertian halus pada eommanya.

"Kenapa kalian para orang tua selalu berpikiran kolot seperti ini?"
"Jaga ucapan mu, mana sopan santun dan jiwa berpendidikan mu?"
"Akan ku tanyakan pada guru ku ketika dikelas nanti. Setelah aku tahu jawabannya aku akan datang lagi dan memberi tahu mu"

Duagghhh

Nyonya park memukul meja makan dengan keras membuat baekhyun dan yang lainnya terperanjat kaget

"Kau sungguh keterlaluan chanyeol"

hening... tidak ada satu pun yang berani membuka mulutnya saat ini. Kecuali suara nada dering dari ponsel chanyeol

(Nomor yang anda tuju sedang tidak bisa menerima panggilan anda silakan coba beberapa saat lagi)

"Dia tidak menjawabnya, aishhh"

Jongin sedari tadi terus saja mondar mandir seperti setrikaan berjalan.

"Apa yang harus aku lakukan? Astaga, dia pasti ditahan oleh halmoeninya. Aku tinggal sebuah nama setelah ini, chanyeol pasti membunuh ku" histeris jongin semakin menjadi

"Coba kau telpon lagi" saran kihyun yang tidak tega melihat wajah ketakutan jongin

"Percuma, eoh aku punya ide. Jeohon-aa"
Joehon mendongkak menatap jongin ketika namanya dipanggil

"Bagaimana jika kita buat rumor? Kau merasa sedih telah menonton Ending DOTS kau pulang mengendarai motor dengan kecepatan tinggi lalu kau kecelakaan dan dibawa ke RS. Dan saat itu aku akan menelpon halmoeni untuk meminta chanyeol kemari aku yakin ini pasti berhasil"
"Mwo kau gila? Aku tidak mau, kau pikir nyawa ku ini adalah mainan?"

Benar juga apa yang dikatak jeohon, jongin menarik rambutnya frustasi.

"Apa kau tak berniat menerimanya?"
"menerima untuk menggantikan appa?., sudah kukatakan ribuan kali aku Tidak akan MAU!"
"Chanyeol..." panggil lembut baekhyun sambil menepuk lengan chanyeol untuk membuatnya tenang

"Maksud halmoeni bukan itu,tapi ponsel mu. Kau harus menerima panggilan dari ponsel mu"
Dasar chanyeol yang memang sudah diliputi amarah besar, jadi apa yang orang lain katakan akan ia terima dengan maksud lain.

Chanyeol pun mengangkat teleponnya dan memaki orang itu

"UNTUK APA MENGHUBINGI KU?"
"Ka kau menyuruh ku untuk menelpon"
"Jangan jadi cerewet, apa aku harus mendengarkan suara mu, aku tidak SUDI! KAU DENGAR ITU?"

PRANGGG

chanyeol membanting ponselnya kelantai hingga ponsel itu tak berbentuk lagi

"Bukan kah dia menyuruh ku menelpon? Lalu mengapa ia malah memaki ku? Apa ia makan garanat tadi?" Kesal jongin yang kala itu tak mengerti situasi apa yang sedang chanyeol hadapi

" nickhun, lihat anak kesayangan mu itu" halmoeni berbicara dengan nada tak suka
"Hmm aku sudah lihat, kurasa chanyeol anak yang punya prinsip" nyonya park pun mendelik kecewa pada nickhun yang bersikap tak tegas

"Imo maaf sudah membuat acara makan malam mu rusak, tapi keluarga kami memang seperti ini. kalian teruskan saja aku akan pergi. Baekhyun noona aku pergi dulu"

Chanyeol pun melangkah pergi meninggalkan restoran itu,baekhyun yang juga bingung dengan apa yang selanjutnya harus ia lakukan menatap sang eomma meminta persetujuan untuk menyusul chanyeol.

Victorya mengangguk tanda mengijinkan baekhyun. baekhyun pun lantas bagkit dan juga ikut berpamitan pada nyonya park dan juga nickhun.

Baekhyun berlari kesana kemari mencari keberadaan chanyeol, ia bahkan sudah mencari sampai kepersimpangan jalan tapi cahnyeol tak nampak dimanapun
Baekhyun pun menyerah, dengan perlahan ia melangkahkan kakinya menuju jalan kearah rumahnya tapi ada sesuatu yang menahannya ia merasa ada seseorang yang baru saja berdiri tak jauh dibelakang sana.

Baekhyun pun berbalik dan tersenyum ketika melihat chanyeol berdiri tak jauh darinya Tapi buru buru baekhyun menarik sudut bibirnya kebawah ketika melihat wajah sendu milik chanyeol

"Penampilan mu membuat semua orang mengira kau suka bertindak semaumu. Tapi hari ini aku baru tahu ternyata kau menyembunyikan beban yang sangat besar"

Chanyeol terus saja menatap baekhyun dari tempatnya berdiri membiarkan baekhyun berbicara sesukanya tanpa niatan menyela sedikit pun.

"Beban ini bukan beban yang harus ditanggung oleh orang sesusia mu."

Baekhyun menunduk tak berani menatap mata chanyeol semakin dalam karena ia tahu apa yang akan terjadi detik selanjuynya

"Aku selalu memikirkan perasaan ini, hati dan cinta ku tidak akan disetujui. Aku takut orang lain membicarakan hubungan kita"

Tes
Tes

"Aku membenci diriku sendiri yang telah lancang menyimpan perasaan pada mu hiks hiks"

GREPP

chanyeol berlari dan mendekap tubuh baekhyun dengan erat. Ia membuka kancing jaketnya dan menyelimuti baekhyun dengan cara memeluknya

"Cukup!"
"Aku tak pantas menjadi seseorang yang berharga untuk mu hiks hiks"

Chanyeol tersenyum mendengar ucapan baekhyun dengan suara yang terisak

"Kapan aku pernah bilang jika kau orang yang paling berharga untuk ku kkkk"

Chanyeol melepas pelukannya, ia beralih menatap baekhyun untuk mendengar jawaban darinya

"Apa pernah aku berkata seperti itu?"
" ti tidakk, tapi aku sangat mencintai mu hiks"
"Jika kau benar benar mencintaiku, itu sudah cukup. Karena dengan perasaan mu ini kau sudah membuat ku bahagia. lalu untuk apa peduli pada pendapat orang lain?"

Baekhyun mendongkat dan menatap chanyeol.

"Asal kita berjalan dijalan yang sama, semua perasaan kita biarkanlah hanyut dengan seiring waktu. Aku tak peduli pendapat orang lain, karena mereka itu tak tahu apapun soal perjuangan kita"

Chanyeol menarik tubuh baekhyun dan kembali memeluknya erat. Baekhyun merasakan kehangatan yang menajalar mengalir ditubuh dan hatinya berkat pelukan chanyeol.

Mereka pun tersenyum bersama.
Tapi tunggu bukan hanya mereka, ada seseorang lagi yang juga ikut tersenyum, senyuman seperti biasa yang selalu ia pancarkan. Ya siapa lagi jika bukan wonhoo?

Kini ia berulah lagi dengan sebuah handycam yang berada ditangnnya,

"Malam ini skinship mereka terlalu bagus untuk diabadikan hanya dengan sebuah foto"


"Aku kecewa pada sikap chanyeol"
"Eomma terlalu keras padanya,dia masih anak anak tapi eomma terus saja menentukan masa depannya. Beban ini terlalu berat bagi chanyeol"
"Keras kepadanya itu memang sudah seharusnya"

Nickhun mengantar eommanya sampai didepan mobil ketika acara makan malam keluarga ini selesai. Victorya pun tak banyak bicara setelah inisiden kemarahan chanyeol yang mengejutkan. Ia dan nickhun membungkuk ketika mobil yang dipakai nyonya park pergi.

'Apa dimasa depan nanti kebahagiaan akan berpihak pada kita'

Chanyeol melepas pelukannya setelah dirasa baekhyun sudah tenang dan berhenti menangis

"Malam ini aku ingin kau menemaniku"
"Me menemani untuk apa?" Jawab gugup baekhyun, astaga apa baekhyun mulai berpikir pervet lagi?

Bukannya menjawab chanyeol malah menarik lengan baekhyun dan membawanya untuk berlari bersama

"Cha chanyeol hentikan, ini sungguh tak benar"

Chanyeol menuruti perintah baekhyun

"Aku tak peduli, kau sendiri yang bilang bahwa kau mencintai ku. Jika hal itu benar kau harus membuktikannya dengan tindakan"
"A aku ti tidak mau, bukan.. maksud ku aku ..."

baekhyun menunduk malu, jujur saja baekhyun merasa tegang mengingat ini akan menjadi pengalaman pertamanya dan baekhyun juga masih ragu dengan keseriusan mereka berdua.

"Kau itu kenapa? Maksud ku buktikan dengan nasi goreng. Ayo"

Plakk Tenggelamkan baekhyun saat ini juga! Yang terus menerus berpikiran mesum. Jadi chanyeol hanya ingin baekhyun membuat makananan dan menemaninya makan malam berdua saja? Hanya itu? hosh

Baekhyun menatap tak percaya dengan apa yang dilihatnya, chanyeol membawanya kemarkas dan disana ia melihat ada jongin jeohon vernoon juga kihyun, apa yang sebenarnya chanyeol lakukan? Bukankah ia ingin mengajak baekhyun untuk(?)

"Ke kenapa semua ada disini?"
"Kau ini yang kenapa? Sebenarnya apa yang sedang kau pikirkan"
"Kau bilang kau ingin aku menemanimu"
"Besok batas akhir pengumpulan tugas semester, malam ini kita tidak akan bisa tidur. Makanya aku mau kau disini membuatkan makan dan minum untuk kami"
"Kau masih saja menjadikanku anak buah mu hah?"
"Hmm kurasa begitu"

Baekhyun kesal bukan main, apalagi ketika melihat chanyeol berjalan menghampiri ke 4 temanya itu

"Kau minta dihajar, sudah kubilang telpon aku dijam 8.30 apa itu begitu sulit?"

"..."

"Kenapa diam saja? Minta kubunuh sekalian?" Chanyeol mengapit kepala jongin dengan lengannya, ke 3 temannya yang lain pun mulai melerai tindakan chanyeol yang malah mendapatkan senyuman dari baekhyun.

Baekhyun sungguh bahagia melihat chanyeol yang menjadi diri sendiri ketika bersama teman temannya.
Dan ketika mereka semua memulai pengerjaan pohon natalnya masing masing, baekhyun dengan bosannya hanya bisa bermain dengan kursi yang didudukinya.

Dan ketika titik kebosanannya memuncak baekhyun mengambil selembar kertas dan mulai mencoret terasa waktu berjalan dengan cepat kini sudah hampir tengah malam, baekhyun yang tak kuat menahan kantuk pun memilih tidur dengan kepala diatas meja.

Sedangkan chanyeol dkk akhirnya menyelesaikan tugas mereka dengan rasa bangga.

"Akhirnya selesai"
"Apa aku sudah bisa tidur sekarang?"
"Oh astaga punggung ku"

Jongin Vernonn jeohon dan juga kihyun memilih pergi ke tempat yang dirasa cocok untuk tidur sedangkan chanyeol ia beralih menatap baekhyun yang tengah terlelap disalah satu meja milik chanyeol.

Chanyeol pun meraih kertas yang berada disamping baekhyun, dan betapa takjubnya chanyeol ketika melihat hasil yang begitu indah dari gambaran pohon natal yang dibuat baekhyun
Baekhyun tersentak dan bangun tiba tiba, ia kemudian berlari dan melihat pohon natal yang sudah jadi itu.

"Wahhh pohon natalnya benar benar cantik"
"Kau yang membuat ini? Benar benar tak ada nilai kreatifitasnya"
"Aku memang tak sehebat kalian yang berada dijurusan wajar saja kalau aku tak punya kreatifitas"

Ucap Baekhyun dengan bibir yang mengerucut karena chanyeol yang sudah meledek hasil gambaran pohon natalnya.

"Aku berharap ada pohon natal yang bisa melambang kebahagian"

ucap baekhyun masih dengan mata yang menyipit.

Chanyeol menarik sudur bibirnya diam diam ketika baekhyun tengah asyik memandangi pohon natal hasil karyanya dkk.


"Yak lu lepaskan"
"Cepat katakan,kemarin malam kau kemana ?"
"Ba bagaimana kau bisa tahu?"
"Semalam aku menelpon kerumah mu, eomma mu bilang kau sedang tidak dirumah di dia bilang kau pergi bersama dengan chanyeol, apa itu benar?"
"celaka aku lupa memberitahu eomma kalau aku tidak pulang malam tadi"
"Mwo? Jadi maksud mu, Kau benar benar menghabiskan malam dengan chanyeol?"
"Lu bagaimana ini? Eomma pasti memarahi ku"
"Eomma mu tidak akan pernah menyangka jika ternyata putrinya memiliki nyali yang besar.. sebenarnya apa yang terjadi diantara kalian malam tadi?"

Baekhyun yang diseret paksa oleh luhan untuk kekamar mandi setelah kelas selesai pun tak bisa menolak dan mengelak dari pertanyaan beruntun yang dilontarkan luhan.

Tapi ia sungguh tak bisa menjawab pertanyaan luhan barusan. Baekhyun yakin jika ia menjawab bahwa dirinya semalam menemani ke 5 pria untuk membuat makanan.
Luhan pasti akan menertawainya.

"Byun baekhyun, ternyata kau tak mau menjawab eoh? Bagaimana jika eomma dan komisaris tahu tentang hubungan kalian?"
"Yak xi luhan berhenti bicara. Aku tak mau memikirkan hal itu dulu"
"Hahahaha"

Tuh kan benar bahkan hanya dengan menakut nakuti baekhyun saja sudah berhasil membuat luhan tertawa apalagi jika mengetahui kejadian yang sebenarnya malam tadi.

"Pihak perusahaan sudah memutuskan untuk memilih 5 orang yang terpilih untuk kemudian akan di perlihatkan di aula kampus agar murid dari jurusan lain bisa melihat hasil karya dari jurusan seni"

Semua orang pun tak sabar mendengar nama dari 5 orang yang akan di umumkan oleh guru kim

"Yang pertama Kim jongin"
"Yess!"

"Jeohon"
"Assa"

"Kihyun"
"Huahhhhh "

"Vernoon"
"Daebak"

" dan yang terakhir adalah park chanyeol"

Berbeda dengan ke4 temannya yang beseru dengan bangga, chanyeol malah diam membisu dan terus memikirkan tentang suatu hal yang menurutnya sedikit mengganjal disini

Dan apa yang dikatakan guru kim memang benar adanya, ke5 pohon natal yang terpilih itu langsung di letakan di aula kampus. Dan seketika itu juga aula menjadi tempat yang ramai dikunjungi murid dari fakultas lain yang memang dengan sengaja ingin melihat hasil karya dari pemenang pohon natal tahun ini.

tapi entah kenapa Chanyeol ia justru mencium bau yang aneh disini, dari sekian banyak murid dijurusan seni mengapa ada kebetulan seperti ini? 5 orang pemenang adalah chanyeol beserta kawannya.

"Ini sangat mencurigakan!"

TBC

.


HAPPY BIRTHDAY BABY BYUN

gimana ada yang datang ke SM coex untuk ikut birthday party nya baby byun? kkk

gimana kemarin pas detik detik menjelang ulang tahun baby byun? ada yang nungguin update tan dari papih chanyeol gak, kalo ada berarti kita sama!

aku hampir gak bisa merem nunggu si papih chan update ngucapin selamat ulang tahun buat mamih byun.

eh by the way maaf atas keterlambatannya, serius deh ini bener bener diusahain update ko. eh emang ada yang nunggu ini cerita ini di update? hahaha

teh last thansk buat yang sudah nyempetin mampir di kolom review, fav dan follom. itu bentuk lain dari rasa semangat aku buat lanjutin remake ini loh... sekali lagi gomawoyo yeorobun...