Preview:

"Yak lu lepaskan"
"Cepat katakan,kemarin malam kau kemana ?"
"Ba bagaimana kau bisa tahu?"
"Semalam aku menelpon kerumah mu, eomma mu bilang kau sedang tidak dirumah di dia bilang kau pergi bersama dengan chanyeol, apa itu benar?"
"celaka aku lupa memberitahu eomma kalau aku tidak pulang malam tadi"
"Mwo? Jadi maksud mu, Kau benar benar menghabiskan malam dengan chanyeol?"
"Lu bagaimana ini? Eomma pasti memarahi ku"
"Eomma mu tidak akan pernah menyangka jika ternyata putrinya memiliki nyali yang besar.. sebenarnya apa yang terjadi diantara kalian malam tadi?"

Baekhyun yang diseret paksa oleh luhan untuk kekamar mandi setelah kelas selesai pun tak bisa menolak dan mengelak dari pertanyaan beruntun yang dilontarkan luhan.

Tapi ia sungguh tak bisa menjawab pertanyaan luhan barusan. Baekhyun yakin jika ia menjawab bahwa dirinya semalam menemani ke 5 pria untuk membuat makanan.
Luhan pasti akan menertawainya.

"Byun baekhyun, ternyata kau tak mau menjawab eoh? Bagaimana jika eomma dan komisaris tahu tentang hubungan kalian?"
"Yak xi luhan berhenti bicara. Aku tak mau memikirkan hal itu dulu"
"Hahahaha"

Tuh kan benar bahkan hanya dengan menakut nakuti baekhyun saja sudah berhasil membuat luhan tertawa apalagi jika mengetahui kejadian yang sebenarnya malam tadi.

"Pihak perusahaan sudah memutuskan untuk memilih 5 orang yang terpilih untuk kemudian akan di perlihatkan di aula kampus agar murid dari jurusan lain bisa melihat hasil karya dari jurusan seni"

Semua orang pun tak sabar mendengar nama dari 5 orang yang akan di umumkan oleh guru kim

"Yang pertama Kim jongin"
"Yess!"

"Jeohon"
"Assa"

"Kihyun"
"Huahhhhh "

"Vernoon"
"Daebak"

" dan yang terakhir adalah park chanyeol"

Berbeda dengan ke4 temannya yang beseru dengan bangga, chanyeol malah diam membisu dan terus memikirkan tentang suatu hal yang menurutnya sedikit mengganjal disini

Dan apa yang dikatakan guru kim memang benar adanya, ke5 pohon natal yang terpilih itu langsung di letakan di aula kampus. Dan seketika itu juga aula menjadi tempat yang ramai dikunjungi murid dari fakultas lain yang memang dengan sengaja ingin melihat hasil karya dari pemenang pohon natal tahun ini.

tapi entah kenapa Chanyeol ia justru mencium bau yang aneh disini, dari sekian banyak murid dijurusan seni mengapa ada kebetulan seperti ini? 5 orang pemenang adalah chanyeol beserta kawannya.

"Ini sangat mencurigakan!"


Title : CHANYEOL BESIDE YOU

Main Cast : Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Oh Sehun

Xi Luhan

Other Cast : All Member Exo, SM Family, dll

Rated : T (Sewaktu-waktu bisa berubah)

Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan, Orang Tua mereka dan Agency mereka saya cuma meminjam nama mereka disini

Warning : Typo(s) bertebaran, Bahasa tidak sesuai EYD, GS (Genderswitch) for Uke, Not Yaoi (Belum kepikiran buat bikin YAOI), Ingat FF ini Remake dari Drama Taiwan berjudul 'DEVIL BESIDE YOU'


Backsong : Rainie Yang - Ai Mei


CHAP 15

Luhan sedang makan siang bersama sehun di kantin kampus, keadaan kantin yang saat itu tak terlalu ramai pun membuat keduannya semakin menikmati kebersamaan yang jarang mereka rasakan.
Tapi ketika mereka menyelesaikan makanannya sekitar 10 menit yang lalu sehun terus saja memperhatikan luhan yang terlihat sedang melamun entah memikirkan apa.

"Kenapa kau terus melamun?"
"Ya, Hari ini baekhyun juga melamun terus. Gadis yang sedang jatuh cinta memang terkadang terlihat bodoh"
"Lalu kau?"

Sehun tersenyum sendiri, bukankah luhan juga sedang seperti itu saat ini? Jadi secara tidak langsung ia juga mengatai dirinya bodoh? Hahaha

"Kau juga gadis yang sedang jatuh cinta kan?"
"Tentu saja"
"Hmmm berarti kau mengakui dirimu juga bodoh"
"Mwo apa katamu tadi?"
"Ti tidak ada, maksud ku pacar ku ini selalu saja mengabaikan ku jika sedang menghabiskan waktu bersama."
"bohong! Kau pikir aku tidak dengar? Kau mengataiku bodoh kan?"
"Geura?"

Luhan kesal jelas jelas ia mendengar kata bodoh keluar dari mulut sehun, tapi sehun tak mau mengakuinya

"kihyun-ah apa tadi pacar ku memanggil ku dengan sebutan bodoh?"

Kihyun yang baru saja datang seorang diri dengan makanan dinampannya pun mengangguk asal, padahal ia sama sekali tak tahu apapun.

"Arraseo, mian. Memangnya apa yang sedang kau pikirkan?"
"Hmm aku sedang berpikir bagaimana kalau kita mengumumkan pada semua orang bahwa kita sekarang adalah sepasang kekasih?"

Sehun pun mengangguk setuju, ya hal itu menurutnya tak usah di pikirkan sampai melamun seperti yang luhan lakukan tadi astaga... pacarnya ini benar benar membuat dirinya gemas sendiri

"Tapi aku mencemaskan baekhyun"
"Baekhyun? Ada apa dengannya?"
"Apa kau tak merasa kalau baekhyun seperti terlalu memaksakan diri?"
"Jika tidak begitu,bagaimana bisa dia berpacaran dengan chanyeol. Kau tahu hubungan mereka berbeda, hubungan mereka terlalu istimewa"

Luhan menunduk lemas, benar juga yang dikatakan sehun. Tapi bukan itu yang luhan maksud

"Tapi ada orang lain yang saat ini sedang mengejar baekhyun,"

Sehun pun terkejut dengan apa yang barusan didengarnya, jadi ini maksud luhan dari awal. ia ingin mengumumkam kepada semua orang tentang hubungannya dengan sehun. Karena ia melihat ketidak berdayaan baekhyun yang tidak bisa melakukan seperti yang luhan ingin lakukan.

"Aku harap baekhyun akan lebih berani"

.


.

Baekhyun berjalan ketempat lokernya setelah kelas terakhir selesai. Sebenarnya tadi luhan mengajaknya kekantin untuk makan siang, tapi baekhyun menolak karena sedang tidak nafsu makan.
Dan ketika dirinya sampai lokernya ia langsung membuka loker itu,tapi ada sebuah note yang bertulisakan

(aku ingin bertemu dengan mu. Kutunggu kau di aula-Park chanyeol)

Tanpa pikir panjang lagi baekhyun berlari menuju aula yang letaknya lumayan jauh dari tempat ia berdiri sekarang.
Baekhyun sampai di ruang aula yang lumayan besar itu, ia memandang kesekeliling dan melihat hasil pohon natal yang chanyeol dkk buat beberapa waktu lalu berjejer disana. Baekhyun pun tersenyum bangga.

Baekhyun mencari cari keberadan chanyeol, tapi nihil dia tidak ada dimanapun. Justru orang lain yang ia temukan tengah berdiri dibelakangnya dengan sebuah handycamp yang menyala

"Rupanya kau"
Baekhyun mendesah berat, ya lagi lagi ini ulah shin wonhoo.


"Chanyeol"

Seseorang memanggil namanya ketika ia tengah berdiri di tangga di luar area kampus dan jika tidak salah orang itu adalah sehun?

"Ada yang ingin aku bicarakan"
"Katakanlah"
"Minggu depan tim kita akan mengadakan pertandingan, kau tidak lupa kan?"
"Tentu!"
"Ckck aku tahu perasaan mu sedang buruk, tapi bagaimanapun juga kau tetap harus melakukan sesi latihan"

ucap kesal sehun karena sedari tadi chanyeol menjawabnya dengan singkat dan dingin
"Kenapa perasaan ku buruk?"
"Apa kau tidak dengar? Ada setan cilik dikelas 1, yang sama seperti mu yang terus mengejar baekhyun. Woahh baekhyun menjadi primadona dikalangan junior"

Chanyeol memanas, ia benar benar marah ketika mendengar apa yang diucapkan sehun barusan.

"Walaupun aku belum mengetahui yang mana bocah itu, tapi kata luhan ia lumayan tampan"

Astaga sehun, hentikan. Tak tahu kah kedua lengan chanyeol dibawah sana sudah mengepal dengan keras? Ayo hentikan sebelum terlambat.

Jongin dan jeohon baru saja datang langsung berbaur dalam perbincangan antara chanyeol dan sehun, jeohon pun merangkul chanyeol saking bahagiannya karena hasil karya pohon natal mereka memberikan hasil yang memuaskan, sedangkan vernoon dan kihyun mengikuti dibelakang

"Chanyeol, tak disangka semua karya kita akan menjadi pemenangnya"
"Iya, usaha kita tidak sia sia ternyata"
"Enyah kau!"

Duaghhh

Jeohon tanpa tahu apa salahnya tiba tiba dipukul dan ditendang oleh cahnyeol, jongin yang berada disamping nya pun mencoba menghentikan tapi naas ia juga malah kena hantaman pukulan chanyeol yang memang selalu terasa sakit.
Chanyeol melangkah pergi setelah memukul kedua temannya tanpa berdosa

"Ya mengapa sangat emosi? Kau sungguh aneh"

teriak jongin sambil menahan sakit diperutnya yang kena bogem chanyeol barusan

"Jangan menyinggungku, jika tak kulampiaskan pada orang akan kulampiasakan pada barang disekitar ku. Jadi jangan coba coba..."
"Apa haid mu sedang tidak stabil?"

Tambah jongin lagi, stop jongin apa kau ingin mendapatkan yang lebih dari sekedar pukulan?

Sehun menatap kepergian chanyeol dengan firasat buruk, sepertinya ia sudah salah memberitahu chanyeol tentang orang yang sedang mengejar baekhyun itu. Emosi chanyeol tidak pernah terkontrol
-


-
"Apa yang kau lakukan?"
"Ternyata kau datang byun baekhyun, wajah mu masih terlihat manis ketika kau marah"

Goda wonhoo di waktu yang tidak tepat, baekhyun sungguh lelah terus bermain dengan bocah seperti wonhoo

"Apa note ini juga ulah mu?" Baekhyun mengangkat note yang telah membawanya kemari

"Tepat sekali, aku terus saja berpikir bagaimana caranya agar kau mau menemuiku,ternyata menggunakan nama chanyeol cukup mempan"

Wonhoo tertawa sambil terus merekam baekhyun dengan handycampnya

"Keterlaluan, untuk apa merekam ku? Apa kau merasa bahagia telah mempermainkan ku seperti ini?"
"Aku merekam orang yang kusukai, apa tidak boleh?"
"Sudah ku bilang apapun cara yang kau lakukan aku tidak akan pernah menyukaimu!"

Prayyy

Baekhyun berlari dan membanting handycamp yang berada di tangan wonhoo sampai handycamp itu rusak.

"Demi dirimu aku membeli handycamp yang paling mahal"
"Kumohon jangan menjeratku lag!i"

Baekhyun berbalik dan hendak pergi meninggalkan wonhoo

"Kau akan pergi? Kumohon temani aku sebentar saja"
"Aku bahkan tak ingin sedetik waktu ku, kusia siakan hanya untuk bersama mu"

(Apa pernah aku berkata seperti itu)
(ti tidakk, tapi aku sangat mencintai mu hiks)
(Jika kau benar benar mencintaiku, itu sudah cukup. Karena dengan perasaan mu ini kau sudah membuat ku bahagia. lalu untuk apa peduli pada pendapat orang lain?)

DEG

Baekhyun membulatkan matanya ketika mendengar suara percakapan yang dilakukan antara dirinya dan chanyeol beberapa waktu lalu saat acara makan malam keluarga

Astaga bagaimana bisa? Wajah baekhyun dan chanyeol ada dilayar LCD yang besar itu. Tubuh Baekhyun bergetar dengan hebat ketika melihatnya, bagaimana bisa itu berada disini?

"Kau benar benar pemeran utama wanita terbaik, baekhyun. Ekspresi yang direkam saat tak sadar memang paling realistis"
"Apa maumu? Apa yang kau cari dari ku?"
"Aku mau kau tinggalkan park chanyeol dan pergi memilih ku. Karena aku tak mau melihat mu menyukai calon adik mu sendiri. Tenang saja asalkan kau memilih ku aku tidak akan memberitahu orang lain tentang kau dan chanyeol"

PLAKK

baekhyun menampar wonhoo dengan sangat keras sehingga menimbulkan suara yang khas dan bergema di aula yang sepi ini

"Meski aku menderita sekalipun aku tak akan pernah memilih orang seperti dirimu yang hanya bisa menggunakan kelemahan orang lain untuk memaksanya menerima mu. Ini adalah ancaman, kekerasan. Jika kau begini tidak akan ada orang yang menyukai mu"

Wonhoo menatap tajam baekhyun, ia jengah dengan semua usaha yang dilakukannya. Harus dengan cara apalagi dirinya meyakinkan baekhyun agar mau meninggalkan chanyeol.

"Kalau begitu kau menganggap ku musuh saat ini, ini keputusan final mu? Kau akan menyesalinya. Kau yang akan membuat hidup chanyeol menderita mulai sekarang, sampai jumpa"

Wonhoo meninggalkan baekhyun seorang diri disana, baekhyun tak lagi bisa menopang tubuhnya yang sempat bergetar hebat tadi.
Tubuhnya merosot kebawah seiring dengan pertanyaan yang terus memenuhi otaknya

'Membuat hidup chanyeol menderita? Apa maksud dari perkataannya' lirih baekhyun.


Chanyeol berjalan pergi dengan hati yang kesal, ia butuh pelampiasan sesuai dengan apa yang ia katakan di depan jongin dan yang lainnya.

Dia memilih mampir kesebuah time zone di SM authurium. Dan chanyeol berniat memainkan semua permainan disana.

"Astaga siapa yang melakukan ini?"
" benar benar sifat pengecut"
"Jika aku ada diposisi mereka aku akan sangat marah"

Riuh riuh suara yang berbisik memenuhi ruang aula yang kini tengah gempar, pasalnya pohon natal yang baru dipajang dalam beberapa jam lalu sudah rusak berserakan diantai, eitss ralat telah dirusak!

"Mengapa bisa seperti ini!" Vernoon menendang pohon natal hasil karyanya yang sudah terbelah 2 dilantai dengan kesal

"Apa ini maksud dari ucapan chanyeol yang melampiaskannya pada barang?"

kini giliran jeohon yang bersuara, ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya sehingga secara tak langsung ucapannya seakan menuduh chanyeol, menuduh chanyeol? Yak bagaimana mungkin semua orang yang tengah berkumpul diruang aula tidak mencurigai chanyeol sebagai pelaku, pasalnya hanya pohon natal buatannya lah yang tidak rusak dan masih angkrem ditempat semula.

"Brengsek kau, mana mungkin chanyeol melakukan itu ?" Jawab jongin telak.

dari sekian banyak orang diaula, guru kim tiba tiba saja datang menerobos kerumunan

"Jeohon, apa maksud ucapan mu tadi?"
Semua orang pun terdiam saling bertatapan. Bingung harus menceritakan kejadian sebenarnya atau tidak mengingat apa yang dikatakan jongin memang benar jika ini tidak mungkin perbuatan chanyeol. Tapi mereka juga tak menutup kemungkinan karena saat bertemu terkahir kali dengan chanyeol, ia mengucapkan kalimat yang menguatkan tuduhan terhadapnya


Malam sudah menyelimuti kota seoul, dengan wajah tertunduk baekhyun berjalan selangkah demi selangkah untuk tiba dirumah, begitu pun dengan yang diakukan chanyeol di jalan yang berbeda

"Ponsel ku sudah ku hancurkan"

Lirih chanyeol yang saat itu berniat menghubungi baekhyun, beruntung ia melihat box telepon disebrang jalan sana.

Chanyeol pun melangkah pergi untuk menelpon baekhyun, tapi diwaktu yang bersamaan baekhyun juga berniat menelpon chanyeol ia sungguh ingin mendengar suara berat milik kekasihnya itu sebagai penenang dirinya disaat seperti ini

(Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif/nomor yang anda tuju sedang tidak bisa dihubungi)

Baekhyun pun mendesah kecewa, ayolah baek apa kau lupa kalau ponsel chanyeol telah rusak?

"Dia sedang berbicara dengan siapa? Aishh mengapa aku memikirkan ini? Dasar bodoh!" Ucap chanyeol ketika ia menyerah untuk menghubungi baekhyun.

Sedangkan baekhyun terus saja memikirkan ucapan wonhoo,

'Tujuannya adalah aku, aku tidak bisa melibatkan chanyeol tidak boleh'

.
.


Sehun berlari menaiki tangga dengan sangat demi sampai dikelas baekhyun.
Dan ketika ia sampai, baekhyun luhan dan minseok pun menatap heran kepada sehun yang terlihat seperti baru dikejar kejar hantu.

"Apa yang terjadi?"

Tanya luhan dengan alis yang berkerut

"Apa kalian tidak dengar? pohon natal karya jongin dan 3 lainnya rusak karena ulah chanyeol yang tidak bisa menah emosinya"
"Menahan emosi karena apa?"
"Hmm itu, di dia sudah tahu ada orang lain yang mengejar baekhyun"

Deg

Baekhyun menunduk lemas, akhirnya sesuatu yang baekhyun tutupi sejak lama tercium juga oleh chanyeol. Dan hal itu membuat luhan serta minseok menatap baekhyun iba


~~CB~~


"Bagaimana kau menjelaskannya, asal kau bilang kau bukanlah pelakunya kami akan mempercayaimu"

jeohon bertanya dengan dingin saat ini, ya mereka tengah berkumpul diaula, bahkan chanyeol juga ikut terkjut dengan apa yang terjadi tapi mengapa nada dari pertanyaan yang dilontarkan jeohon seolah olah menganggap bahwa dirinya memang lah pelaku perusakan itu

"Jika aku diam apa kalian akan percaya?"
"Keadaan kita sudah sangat kacau saat ini, katakan saja bukan dirimu apa begitu sulit"
"Maka teruskan saja kekacauan ini kalau begitu"
"Yakk kau!"

Jeohon berusaha memukul chanyeol, untung dengan sigap kihyun dan vernoon menahannya

"Tenanglah jeohon"

teriak jongin yang ikut merasa kesal karena jeohon membuat keadaan malah semakin buruk.

"Aku percaya chanyeol tidak melakukan hal seperti ini"
"Lepaskan aku!"
Teriak jeohon pada kihyun dan vernoon, yang pada saat itu juga langsung melepaskan jeohon dari tahannanya.

"Aku tidak bilang dia pelakunya, aku hanya marah... aku tidak sudi karya kita sia sia begitu saja, siapa pun orang yang melakukan hal rendah seperti ini pasti akan ku bunuh"

Chanyeol dan jongin menunduk lemas, membenarkan apa yang baru saja dikatakan jeohon. Ya hasil kerja keras mereka selama ini terbuang sia sia hanya karena seorang pengecut yang ingin mengkambing hitamkan mereka

Sepertinya setelah mereka mengetahui siapa pelakunya, mereka akan benar benar membunuh orang itu sesuai dengan apa yang dikatakan jeohon barusan.

"Apa yang kalian lakukan?"

Chanyeol dkk pun menatap sumber suara yang datang dari arah pintu masuk, astaga itu kepala sekolah SM university kim yunhoo.

Dia berjalan mendekat untuk menghampiri chanyeol

"Park chanyeol, ikut aku ke kantor"

Jongin dan yang lainnya saling bertatapan, ia tak menyangka pihak kampus akan benar benar menetapkan chanyeol sebagai pelakunya disini, padahal mereka tak memiliki satu buktipun.

Kim yunhoo pun berjalan meninggalkan kerumunan yang diikuti chanyeol dibelakang, baekhyun yang baru saja datang bersama dengan luhan dan juga minseok menatap chanyeol dengan sejuta rasa khawatirnya.


Baekhyun mencoba mengikuti chanyeol sampai ke ruang kepala sekolah, tapi hal itu dicegah oleh luhan yang mengatakan bahwa hal itu hanya akan memperburuk keadaan chanyeol

Minseok juga membenarkan ucapa luhan dengan mengatakan bahwa chanyeol hanya akan diperiksa sebagai saksi dan setelah itu chanyeol pasti akan bebas dari tuduhan.

"Jika dipikir lebih dalam lagi ini sepertinya jebakan" ucap luhan yang saat itu langsung membuat baekhyun berpikir keras tentang siapa orang yang yang ada dibalik ini semua?

Dan baekhyun tak membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaannya barusan

'Shin wonhoo?' Batin baekhyun ketika di sebrang sana ia melihat kehadiran wonhoo yang menatap chanyeol dengan seringainya yang khas

Baekhyun pun kembali mengingat ancaman terakhir wonhoo saat di aula .

(Kalau begitu kau menganggap ku musuh saat ini, ini keputusan final mu? Kau akan menyesalinya. Kau yang akan membuat hidup chanyeol menderita mulai sekarang, sampai jumpa)

Baekhyun tak berpikir panjang lagi, ia segera melesat pergi meninggalakan luhan dan minseok yang terus memanggilnya dibelakang sana.

Tujuannya saat ini adalah wonhoo, baekhyun pun menerjang kerumunan murid murid SM university yang saat itu tengah ramai ramainya berada di luar kampus karena memang kelas terakhir sudah selelai

Tapi bak di telan bumi, wonhoo tak ada dimana mana.

"Inilah maksud dari ancaman wonhoo, meski aku tak mempunyai bukti tapi aku sangat yakin wonhoo ada dibalik semua kekacauan ini"

Ucap baekhyun ketika dirinya putus asa untuk mencari wonhoo... mungkin ia akan menanyakan keberadaan wonhoo pada anak anak kelas satu dijurusan psikologi, oh hampir lupa bukan kah dulu wonhoo pernah mengatakan identitasnya saat dikelas baekhyun?

(Shin wonhoo anak kelas 1 jurusan paikolog tinggi 178 berat 60kg)

Yak lebih baik bertanya pada teman teman yang ada disatu jurusan dengannya, karena itulah satu satunya cara agar bisa bertemu dengan wonhoo.


Chanyeol duduk menghadap kim yunhoo diruang yang tak terlalu luas bernuansa klasik ini.

"Bukan kah kau sangat menginginkan menjadi pemenang dilomba ini, maka dari itu kau sampai melakukan hal keji pada hasil karya teman teman mu"
"Sajangnim, IQ ku tidak serendah itu untuk melakukan hal bodoh macam ini"
"Apa apaan sikap mu itu? Jangan mentang mentang kau putra komisaris jadi kau bisa seenak nya bertingkah. Jika bukan kau memangnya siapa lagi?"
"Seseorang dengan rencana busuk didalam otaknya"
"Siapa yang kau maksud tuan muda?"

Percakapan oh bukan ini lebih dari sebuah percakapan. Introgasi ya introgasi yang dilakukan kim yunhoo tiba tiba terhenti ketika seseorang masuk secara tiba tiba dari balik pintu masuk, dia adalah guru kim.

"Memangnya siapa orang di kampus ini yang berani melawan mu?"
Chanyeol mendelik tak suka menatap guru kim, ia sungguh semakin mencurigai guru ini oh atau bisa dibilang mantan sekretaris dari komisari yang tak lain dan tak bukan adalah appanya chanyeol

"Sudah kukatakan, orang itu adalah orang yang dengan sengaja ingin menjebak ku"
"Kau masih saja sombong seperti dulu" jawab guru kim dengan smirknya
"Guru kim apa kau dulu mengenal chanyeol?" Tanya yunhoo penasaran

.


Baekhyun berjalan dengan lemas setelah hampir menghabiskan waktunya sampai sore hari, ia tak menemukan setitik terang pun tentang keberadaan wonhoo.
Dan yang paling membuat Baekhyun tak mengerti mengapa tak satu pun anak kelas satu dijurusan psikologi yang mengenal wonhoo.

Bahkan mereka merasa asing dengan nama shin wonhoo dan ciri ciri yang baekhyun berikan.

'Ini aneh, mengapa semua orang tak mengenali wonhoo?'
Baekhyun teru saja bertarung dengan pemikirannya sampai sebuah getar dari dalam tasnya membuat ia mengalihkan perhatiannya untuk beberapa saat

"Hallo?"
"ketika kau sedang memikirkan ku aku pasti selalu bisa melihat mu"

Baekhyun mendongkat menatap seseorang diatas balkon yang menghubungkan dua fakultas terfavorit di kampusnya, akhirnya orang yang ia cari muncul dengan sendirinya tanpa ia minta

'Siapa dia sebenarnya'
ucap baekhyun dalam hati yang langsung memutuskan sambungan panggilan tersebut untuk melesat menyusul wonhoo diatas sana.

TBC


.

.

long time no see yeorobun...

bagaimana chapter ini? makin gaje ya tulisan nya, padahal filmnya keren banget tapi kenapa kalau diremake sama malah jadi kek gini ya? haha.

maaf sebelumnya, saya mau klarifikasi dari salah satu review kalian.

untuk artian remake yang saya ketahui adalah seperti yang saya buat sekarang ini, jika ada yang bilang bahwa apa yang saya tulis adalah hasil copast saya tekan kan sekali lagi diawal ini just remake oke? remake itu akan menyertakan identitas asli dari apa yang diremakenya, dan saya sudah bilang bahwa ini adalah remake dari drama taiwan DEVIL BESIDE jika ada yang menganggap ini masih copast,hallo... situ sehat?

oke saya terlalu banyak berkicau, terakhir thanks yang sudah mampir di kolom review. dan semoga yang menjadi silent readers di cerahkan untuk mampir review hahaha.

.

sebelumnya numpang promote ya ,,

bagi kalian yang suka yaoi boleh nih mampir ke ff kita di account Chanbaek Indonesia judulnya 'here i am'

sekalian review dan follow yah ^^

itu juga jika kalian berminat hehehe kalau tidak ya tidak apa kok :D

.

Sampai jumpa dichap selanjutnya ^^

papai..