Preview :

"chanyeol lepas, sakit!" Pekik baekhyun dengan menghempaskan lengan chanyeol dari pergelangan tangannya,baekhyun mengelus lengan yang kini memerah karena ulah chanyeol barusan

"Kenapa kau tidak bilang pada ku..."
" a aku.."
"Kau beberapa hari ini sering bertemu dengannya bukan?"
"Karena aku tak tahu kalau kalian... hmm apa benar dia adik mu?"
"Bajingan cilik itu adalah anak yang dibawa oleh eomma ku"
"Mengapa kau tak pernah menceritaknnya pada ku?"
"Karena aku tak ingin mengungkitnya lagi. Jadi mulai sekarang kau berhentilah menemui dia. Ayo pulang"
"Chanyeol-ah..."
"Jangan bicara lagi!"
"Tapi chanyeol, jika memang saudara kandung maka kau ..."
"kurasa Kau bisa pulang sendiri kan?"

'Kenapa wonhoo bisa membenci chanyeol?Dan chanyeol, bagimana mungkin dia bisa berkata seperti itu?wonhoo itu adalah adik kandung mu'

Batin baekhyun ketika dirinya menatap kepergian chanyeol yang perlahan mulai menjauh dari pandangannya.

Mungkin saat ini baekhyun akan memberikan waktu bagi chanyeol untuk menyendiri, hingga tiba saatnya baekhyun yakin Chanyeol pasti akan menceritakan semua hal yang berkaitan dengan wonhoo pada dirinya.

Baekhyun juga memutuskan pulang tak lama setelah ia tak melihat lagi keberadaan chanyeol disana dan saat ditengah jalan ia tiba tiba bertemu dengan kyungsoo yang sepertinya memang sengaja menunggu baekhyun.

"Untuk apa kau mencari wonhoo?"
"Aku hanya ingin tahu alasan wonhoo membenci chanyeol"
"Apa kau tahu dulu saat di senior high school chanyeol mempunyai masa masa yang paling buruk"

Baekhyun menggeleng dengan lemah

"ketika setan kecil itu memutuskan masuk xoxo high school seperti chanyeol, saat itu lah dimana chanyeol menjadi tak terkendali"

"Ia selalu menganggap orang yang berada disekitarnya adalah musuh, selalu berkelahi dan tak peduli apapun yang orang bicarakan. semua orang takut pada chanyeol mereka juga bergetar ketika berhadapan wonhoo, dia secara diam diam sering mengamati tindakan chanyeol tersebut dari kejauhan"

Kyungsoo sangat serius bercerita begitu pun dengan baekhyun yang menjadi pendengar baiknya, ya mungkin dari kyungsoo lah baekhyun bisa sedikit mendapatkan informasi terkait chanyeol dan wonhoo, mengingat kyungsoo sudah mengenal chanyeol lebih lama dari dirinya.

"meski tak berterus terang tapi orang lain tahu bahwa wonhoo berharap chanyeol mau memperhatikannya, tapi chanyeol tetap tidak mau menyambut wonhoo"

Kyungsoo menjeda ceritanya, ia sedikit mengambil nafas ketika harus kembali kemasa masa buruk chanyeol, yang baik kyungsoo maupun chanyeol sendiri tak ingin kembali mengungkitnya.

"Chanyeol sama sekali tak mempedulikan wonhoo dan bisa dibilang chanyeol seperti tak mengakui wonhoo sebagai adiknya"
"Bagaimana bisa? hubungan darah antara saudara bisa diputuskan begitu saja?"
"Kau akan segera tahu, bagi chanyeol hal itu adalah pantangan keras"
"Mengapa adik sendiri dianggap sebagai pantangan?"
"Sebenarnya seberapa jauh kau memahami chanyeol? didunia ini tidak mungkin ada orang yang sempurna"

Kyungsoo menatap baekhyun jengah, ia sungguh tak habis pikir mengapa baekhyun masih belum juga bisa menyimpulkan inti dari ceritanya tersebut. Ayolah kalian tidak berpikir bahwa chanyeol tak berperasaan karena sudah tak menganggap keberadaan adiknya sendiri? Chanyeol pasti punya alasan!

"Walaupun terlihat sangat tegar, chanyeol juga mempunyai sisi lemah yang tak satu orang pun ia biarkan untuk menyentuh lukanya tersebut"
"Luka..?"

Tanya baekhyun yang mulai mengerti ucapan dari kyungsoo

'Luka, mungkin kah luka yang kyungsoo maksud adalah wonhoo? Jadi wonhoo adalah luka yang tak pernah ingin chanyeol ingat ?'


Title : CHANYEOL BESIDE YOU

Main Cast : Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Oh Sehun

Xi Luhan

Other Cast : All Member Exo, SM Family, dll

Rated : T (Sewaktu-waktu bisa berubah)

Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan, Orang Tua mereka dan Agency mereka saya cuma meminjam nama mereka disini

Warning : Typo(s) bertebaran, Bahasa tidak sesuai EYD, GS (Genderswitch) for Uke, Not Yaoi (Belum kepikiran buat bikin YAOI), Ingat FF ini Remake dari Drama Taiwan berjudul 'DEVIL BESIDE YOU'


Backsong : Rainie Yang - Ai Mei


CHAP 17

Baekhyun memutuskan kerumah chanyeol setelah mendengar semua penjelasan dari kyungsoo sore tadi, ia hanya ingin memastikan bahwa chanyeol baik baik saja. Ya hanya itu.

Setibanya disana, baekhyun melihat chanyeol yang sedang duduk santai sambil menonton televisi. Ia menghampiri chanyeol dan lantas duduk disampingnya.

Dengan hati hati baekhyun kembali bertanya perihal kebenaran bahwa chanyeol-wonhoo adalah adik kakak secara langsung pada chanyeol

Tapi sungguh sia sia, baekhyun sama sekali tak mendapatkan apapun dari mulut chanyeol. Yang ada malah chanyeol yang membentak baekhyun agar dirinya berhenti bertanya soal wonhoo.

"Sudah kubilang berheti bertanya tentang dia! Dan jangan lagi mencari ku untuk hal seperti itu"

baekhyun terkejut saat menerima bentakan dari chanyeol, sedangkan chanyeol ia melangkah pergi menuju kamarnya dan meninggalakan baekhyun sendiri disana.

Chanyeol yang juga masih kesal membanting pintu kamar dengan keras, tapi tak lama karena setelah itu ia meraih sebuah bingkai foto yang ia simpan cukup lama di laci paling bawah lemarinya.

Ya foto itu adalah foto dimana dia dan adiknya wonhoo sedang duduk diantara eomma kandungnya. Itu lah foto satu satunya yang chanyeol punya jika ia merindukan dongsaeng dan eomma kandungnya.

Sadar sikapnya sudah keterlaluan terhadap baekhyun,chanyeol lantas turun dari kamarnya dan mencari baekhyun disana.

Tapi Baekhyun tidak ada dimana pun, chanyeol mencium bau yang sangat menggoda di atas meja makan sana, mungkin kah appanya sudah pulang, tidak ini terlalu sore setidaknya jam makan malam appanya itu baru bisa kembali kerumah. Lalu siapa yang memasak?
tapi disana terdapat sebuah note kecil

(Aku pamit pulang, makan lah selagi panas. Byun baekhyun)

Chanyeol merutuki dirinya saat ini, tak seharusnya ia bersikap kasar pada baekhyun dia tak salah apapun, dan oh ayolah bahkan setelah mendapat perlakuan kasar dari chanyeol baekhyun masih sempat membuatkan makanan untuknya? Chanyeol semakin diliputi rasa bersalah.

.


.

Wonhoo sedang berada dirumah saat ini, ia terlihat sedang belajar ditemani lelaki paruh baya yang... astaga bukan kah dia guru kim? mengapa bisa dia berada dirumah wonho? Apa hubungan keduannya?

"Kau salah hitung lagi, rumus yang kau gunakan salah"
"Cukup!aku tak mau melakukannya lagi"

Ucap lemah wonhoo yang langsung berdiri dari duduknya dan berniat pergi meninggalkan guru kim disana

"Maksud mu kau tak mau berusaha lagi agar masuk Sm university seperti chanyeol?"
"Bisakah kau diam?"

Guru kim terlihat sangat santai mengahadapi sikap wonhoo yang memang tak jauh berbeda dengan chanyeol,ia hanya menarik nafas dalam dalam karena ia sungguh tahu cara menjinakan wonhoo.

"Aku rasa kau benar, lebih baik kau menyerah saja. Kau selalu melandasinya dengan dendam, jika terus begini semua yang kau lakukan akan percuma, karena kau hanya akan membuat dirimu sendiri terluka"
"Apa kau berniat mengkhianati ku? Bukan kah kau bilang bahwa kau ada dipihak ku?"

Guru kim tak tahan lagi dengan sikap wonhoo, ia pun berdiri demi menyamai tinggi anak di depannya

"Jika bukan karena eomma mu, aku tidak akan pernah disini untuk membuang waktu ku"
"Aku tahu selama ini ajjushi mencintai eomma ku, apa kau tak lelah? Eomma bahkan tak berniat membalas perasaan mu itu"
"Bukan kah kita sama? kau selalu mengejar chanyeol demi mendapatkan perhatian dari hyung mu itu"
"Berhenti, aku tak akan memaafkan dia. Dia yang sudah membuat ku seperti ini tapi dengan bahagiannya dia melewati hari demi hari bersama keluarga barunya. Dan mulai detik ini juga aku bersumpah park chanyeol tidak akan pernah bisa merasakan kebahagiaan"

.

.


"Apa maksudmu anak kedua dari nickhun dan mantan istrinya?"

Tanya victorya pada baekhyun ketika dirinya yang telah selesai bekerja di paksa bercerita tentang seseorang bernama wonhoo. Astaga baek penasaran mu sangat tinggi rupannya.

"Setahu eomma,ketika mereka bercerai wonhoo sudah tinggal bersama eommanya"
"Apa hubungan mereka baik baik saja?"
"Eomma tak tahu baekie"
"Kenapa eomma bisa tak tahu?ini kan ada hubungannya dengan ajjushi"
"Eomma tak memaksa nickhun untuk memberitahu Tahu eomma tentang masa lalunya, bukan karena eomma tak peduli tapi yang lebih eomma pedulikan adalah masa depan kita bersama "

Baekhyun sedikit berpikir tentang ucapan eommanya barusan apa benar baekhyun terlihat seperti memaksa chanyeol untuk mengulik kembali masa lalunya yang menyakitkan?


.

Saat itu baekhyun berjalan melewati lorong kelas chanyeol yang sudah memulai pelajaran pertamanya, baekhyun melihat chanyeol yang duduk di pojok belakang dengan ekspresi tak biasa

'Chanyeol,, jangan menunjukan ekspresi seperti itu. Kau terlihat sama seperti chanyeol yang di ceritakan kyungsoo, menganggap semua orang yang berada disamping mu adalah musuh. Untuk pertama kalinya pula aku takut untuk berbicara dengan mu lagi padahal kita sangat dekat.'

Batin baekhyun yang lantas langsung mempercepat langkahnya.

Chanyeol merasa ada yang tak beres dari ke 4 kawannya saat ini, mereka terlihat sedang memperhatikannya diam diam.

Kihyun yang sedari tadi mencuri pandang dan setelahnya berbisik pada jeohon yang terus menatapnya secara terang terangan

Sedangkan jongin, dia yang paling chanyeol masih bisa menerima sikap kihyun yang sembunyi sembunyi dan jeohon yang terang terangan. Maka sikap jongin ini tak bisa dimaafkan

Ia mencuri curi pandang juga pada chanyeol tapi dengan wajah yang ia tutupi buku tebal, astaga buku itu bahkan terbalik.

Dengan kesal chanyeol berdiri dan meraih buku itu dari lengan jongin lalu ia membantingnya di meja jongin dan membuat sang pemilik meloncat kaget. setelahnya chanyeol pergi begitu saja seperti biasa.

Jeohon memarahi jongin yang besikap bodoh, begitu pun dengan vernoon dan kihyun

"Dasar bodoh, buku terbalik saja masih sok sok an dibaca. Pantas chanyeol marah"
"Kita seperti sedang berada diladang ranjau,sebenarnya ada apa dengan chanyeol?"
"iya ini sudah lama, kita tak pernah lagi melihat ekspresi chanyeol yang seperti ini. sepertinya kali ini masalahnya sangat serius"

Chanyeol tak bisa lagi menahan kekesalannya, ia berniat menemui guru kim dan bertanya secara pribadi padanya. Syukurlah saat itu ia melihat guru kim sedang berjalan memasuki kamar mandi

"Apa maksud mu"
"Aku tak mengerti..." jawab bingung guru kim
"Jangan pura pura bodoh, wonhoo datang kemari karena hasutan mu benar kan?
"Kau terlalu berlebihan,aku hanya diminta untuk mengawasi belajar oleh eomma mu sendiri"
"Eoh sungguh merepotkan, sudah disuruh menjadi guru privat bocah itu. Sekarang juga mau menghasut ku agar balas mencelakai wonhoo?"
"Ohh jadi kau sudah tahu Tapi masih berpura pura menganggap dia tidak ada. Mengapa kau tak tanya dia saja mengapa dia sampai melakukan hal bodoh seperti ini. Oh asal kau tahu dia..."
"Urusannya bukan urusan ku, karena itu aku tidak akan pernah menganggapnya ada"
"Kau masih saja takut mengahadapi wonhoo, karena ketika kau melihatnya kau pasti akan mengingat... "

Chanyeol mengepalkan kedua lengannya, ia akan benar benar memukul wajah guru kim jika ia berani mengatakan hal yang chanyeol takuti.

"Karena kau akan mengingat kenyataan bahwa dirimu tidak mendapatkan kasih sayang dari eomma mu"

Duaggghh chanyeol mendorong tubuh guru kim hingga membentur tembok dibelakang sana,

"Dibandingkan wonhoo,kau lah yang lebih pantas dikasihani"
"Yaaaaaaaakkkkkkkk"

Teriak chanyeol sambil melayangkan lengan kananya, guru kim sudah menutup kedua matanya demi menyambut tonjokan yang akan diberikan chanyeol karena ia sudah sangat tahu sifat chanyeol. berani menyinggung luka masa lalunya berarti sudah mengetahui resiko apa yang akan didapat

Tapi diluar dugaan chanyeol ternyata tak memukul wajah guru kim,ia memukul kaca yang berada tepat disamping kepala guru kim.

Dan setelah berhasil membuat kaca itu pecah,chanyeol dengan gontai pergi meninggalakn guru kim yang masih terkejut sambil terus menatap darah yang berceceran dari lengan chanyeol akibat tindakannya barusan.

.


.

"Cha chanyeol terluka?"

"Ia memukul kaca, dan lengannya mengeluarkan darah"
"Mengapa ia melakukan hal itu?"
"Aku tak tahu, aku hanya merasa chanyeol kembali kemasa senior high school nya ada yang berani mendekatinya bahkan kami berempat sekali saat kita bersama tatapan nya selalu kosong, nyawanya seolah tak berada ditubuhnya. Jika kita biarkan seperti ini terus aku takut chanyeol akan pergi meninggalkan kita"
"Itu tidak mungkin"
"Tapi baekhyun, aku sungguh cemas. Dulu ia juga pernah menyembunyikan dirinya dan tak satu pun dari kami berhasil menemukannya"

Baekhyun menatap jongin takut, setelah mendengar kabar dari jongin bahwa chanyeol telah melukai dirinya sendiri baekhyun semakin dibuat khawatir. Ia lantas berlari meninggalakan jongin.

'Chanyeol tidak akan pernah meninggalkan ku, ia berjanji asalkan orang yang dia harapkan berasa disisinya itu sudah lebih dari cukup. Aku percaya chanyeol tidak akan melakukan hal itu'

Baekhyun berhasil menemukan keberadaan chanyeol, ia sedang bediri sambil menatap salah satu ayunan di taman bermain tak jauh dari area kampus. Tak sulit menemukan chanyeol karena tempat ini pernah baekhyun pakai ketika harus menemani chanyeol membaca surat dari fans fansnya tersebut.

"Ternyata kau ada disini"
"Ada apa?"
"Aku dengar kau terluka"
"Bukan kah sudah kuberitahu jangan mencari keberadaan ku lagi"
"Tapi semua mencemaskan mu"
"Kalian terlalu berlebihan,tangan ku hanya lecet karena terjatuh"
"Sini biar ku lihat"
Baekhyun mencoba meraih lengan chanyeol yang terluka itu,tapi dengan tidak bersahabatnya chanyeol malah menghempaskan lengan baekhyun dan pergi begitu saja.

Baekhyun yang kecewa tak bisa lagi menahan nya, ia sungguh tak bisa lagi hanya diam begitu saja

"Mana boleh kau lakukan hal seperti itu pada tangan mu sendiri!"
Teriak baekhyun berhasil menghentikan langkah chanyeol

"Itu tangan yang dipakai untuk bermain gitar, itu tangan yang juga dipakai untuk bermain basket..tangan yang telah membuat hasil karya yang sangat indah.. dan tangan itu adalah tangan yang membuatku merasa nyaman ketika kau menautkannya dijari jari ku. Mana boleh kau membiarkan tangan itu terluka!"

Chanyeol tertegun dengan ucapan baekhyun yang mengenai sampai hatinya, dan yang paling membuatnya tertegun lagi adalah pelukan baekhyun yang tiba tiba dibelakang sana.

"Lepaskan aku!"
" aku tidak mau, aku tidak akan membiarkan kau sendirian"

Chanyeol tersenyum mendengar ucapan polos baekhyun

"Aku janji aku tak akan lagi bertanya soal wonhoo pada mu, asal kau tak melukai dirimu seperti ini lagi. Anggap saja aku sedang memohon, jangan pernah lagi menyiksa tubuhmu"

Chanyeol berbalik demi menatap mata baekhyun yang sungguh ia rindukan

"Kalau begitu balut dengan scraf ini"
"Scraf ini? Kau selalu membawanya?"
"Tentu,ini sudah seperti jimat bagi ku"

Baekhyun membalut luka di lengan chanyeol dengan scraf hijau miliknya yang dulu pernah diambil paksa oleh chanyeol saat kencan pertamanya dengan sehun.

"Kau selalu ikut campur, ikut cemas dan akhirnya menangis. Tapi tiap kali bersama mu aku selalu terpaksa mengungkapan isi hati "

Sreett

Chanyeol menarik tubuh baekhyun kedalam pelukannya

"Aku benar benar kewalahan menghadapi mu"

Baekhyun ikut membalas pelukan chanyeol dengan wajah tersenyumnya begitu pun dengan chanyeol yang saat ini telah menemukan kebahagiaanya kembali karena bersama dengan baekhyun.

Seperti menemukan sebuah gumpalan batu di dalam kue yang manis, chanyeol melepas pelukannya pada baekhyun ketika melihat seseorang berdiri tak jauh dari tempatnya berdiri dan orang itu tak lain dan tak bukan adalah wonhoo.

Wonhoo yang sadar jika dirinya di tatap oleh chanyeol memilih berlari demi menghindari chanyeol, apakah kau seorang pengecut shin wonhoo?

Chanyeol yang sudah menganggap jika masalah ini tak bisa terus ia hindari akhirnya untuk pertama kalinya ia memilih mengejar wonhoo demi menyelesaikan semua kesalah pahaman antara dirinya dan wonhoo

Baekhyun menyusul chanyeol yang sepertinya tak kunjung menemukan wonhoo

"Apa kau sudah mengetahui jika wonhoo menjadi dalang atas perusakan pohon natal kemarin?" Tanya chanyeol dengan nafas tak beraturan

"Ternyata kau sudah tahu"
"Maaf membuat mu cemas"
"Kenapa meminta maaf pada ku, jelas jelas yang menderita itu adalah memang keterlaluan"
"Aku baik baik aku paham kenapa wonhoo melakukan hal itu, karena aku lah yang lebih dulu melukainya"
"Apa maksud mu?"
"Saat kecil..."

Chanyeol mulai bercerita saat umur mereka masih disekitaran 6-7 tahun chanyeol pernah secara tak sengaja mendorong tubuh wonhoo yang lemah karena sering sakit sakitan sampai menabrak pot bunga dan jatuh diatas serpihan kacanya.

Wonhoo terluka cukup parah dan mengeluarkan darah banyak sekali saat sampai sekarang luka goresan dilehernya itu masih membekas dan sepertinya tidak akan pernah hilang.

"Jadi jika dia membenci ku itu akan sangat wajar"
"Be benci?"

'Tapi dalam mata wonhoo aku tidak hanya melihat kebencian'

lirih baekhyun yang akhirnya mengetahui secara rinci kronologi masa lalu antara chanyeol dan wonhoo.

tapi Tiba tiba sesuatu yang silau membuat obrolan serius chanyeol dan baekhyun terhenti, mereka menatap ke sumber cahaya itu dan oh astaga

Sederetan CD dengan cover chanyeol dan baekhyun sedang berpelukan dipajang menggantung disetiap koridor yang menghubungakn taman ke loby kampus. Ya tepat sekali, lagi lagi ini ulah wonhoo yang tengah berdiri sambil tersenyum menatap chanbaek disana.

"Sebenarnya apa yang kau lakukan?"
"Ini CD hasil karya ku, apa mau ku kirim sampai rumah mu oh atau aku jadikan saja iklan dan ditayangakn kepada umum. Jika semua orang tahu aku yakin mereka akan meminta kalian memutuskan hubungan ini karena kalian sebentar lagi akan resmi menjadi kakak beradik"
"Aku tahu hal ini akan terjadi, tapi aku tidak akan melepaskan byun baekhyun!"

jawab tegas chanyeol yang mana langsung membuat baekhyun merasa terharu. Lain lagi dengan yang di alami wonhoo, ia terlihat sangat sangat kesal.

"Kau selalu saja tak tersentuh dengan apa yang aku lakukan"
"Karena memang tidak akan ada tang berubah"

Ucap telak chanyeol yang lantas pergi meninggalkan wonhoo

"Apa kau lupa bahwa aku adalah dongsaeng mu?"
"Jika bisa aku bahkan ingin melupakan keberadaanmu"
"Aku hanya berharap kau mau melihat ku dan berdiri disisi ku, aku benar benar berharap mempunyai seorang hyung!"
"Aku sedikit pun tak ingin melihat mu karena setiap kali melihat mu aku selalu mengingat kegelapan hati ku"

DEG, baekhyun menatap chanyeol dengan heran. Mengapa chanyeol tega berkata seperti itu pada adiknya sendiri? Tidak tidak… ini tidak seperti apa yang diceritakan chanyeol barusan.

"Chanyeoll... hentikan ucapan mu, kau akan menyakiti hati wonhoo!"

"Karena kau pernah berniat ingin membunuh ku"
"Jangan sembarangan bicara" omel baekhyun pada wonhoo dengan tatapan membunuhnya
"Tak apa baekhyun, karena aku memang pernah berharap dia menghilang dari dunia ini"
"Hah lihat dia mengakuinya sendiri, tapi sebelum kau berhasil membunuh ku aku kan membunuh mu terlebih dahulu"

"Yyyyyyyyyyyyyuyaaaahhhhh"

Wonhoo berlari dengan sebuah batu bata di lenganya, astaga mungkin kah wonhoo benar benar akan melukai hyungnya sendiri? Baekhyun yang tak sanggup melihat itu pun akhirnya menutup kedua matanya begitu juga yang dilakukan dengan chanyeol.

Ya chanyeol hanya bisa pasrah, mungkin dengan membiarkan wonhoo menyakitinya ia akan sedikit lega dan menganggap semuanya impas, mungkin.

Tapi...

"Wonhoo/shin wonhoo"

Pekik chanyeol dan baekhyun diwaktu bersamaan ketika melihat wonhoo tergeletak begitu saja, ya wonhoo pingsan.

Chanyeol tak pikir panjang lagi, ia membopong tubuh wonhoo yang lemah dan langsung berlari untuk membawanya ke rumah sakit terdekat.


~~ Chanyeol Beside You ~~


R.S hankang

Chanyeol terus saja berdiri di depan pintu ruang inap no.8 yang hanya diisi oleh wonhoo didalamnya. Sedangkan baekhyun ia tengah duduk tepat dibelakang chanyeol.

Ya hingga saat ini wonhoo belum juga sadarkan diri,wonhoo yang memang dari kecil sudah mengidap penyakit asma membuat chanyeol tahu bahwa tubuh adiknya itu begitu lemah.

maka dari itu seperti apa yang diucapkan oleh guru kim, bahwa chanyeol memang mengakui bahwa sewaktu kecil ia sering dilupakan oleh eommanya karena wonhoo yang memang membutuhkan perhatian lebih dibanding anak seusiannya.

Chanyeol yang masih belum dewasa menganggap apa yang dilakukan eomma nya adalah bentuk ketidak adilan yang sering kita dengar dengan sebutan pilih kasih, dan hal itu juga yang membuat dia berpikir bahwa semua ini adalah kesalahana wonhoo dia telah merebut seluruh perhatian eommannya.

Tapi sungguh itu hanya pemikiran seorang chanyeol kecil, kini dirinya sudah dewasa dan benar benar paham.

"Kata dokter, wonhoo hanya perlu istirahat"

Ucap guru kim yang baru saja keluar dari ruangan wonhoo,

"Tak kusangkan kau begitu mencemaskan wonhoo"
"Jangan banyak bicara"

seperti biasa,chanyeol selalu bersikap seperti ini. Batin guru kim, ia pun melirik ke lengan chanyeol yang dibalit scarf hijau oh ia lupa tadi chanyeol sempat melukai dirinya sendiri karena ulahnya yang memancing amarah chanyeol.

"Cepat obati lengan mu, wonhoo biar aku yang mengantarnya pulang"

Chanyeol mendelik tak suka pada guru kim, ia lantas melangkah pergi untuk memastikan keadaan wonhoo seperti yang dikatakan guru kim dan baekhyun ia mengekorinya dari belakang sana.

Wonhoo masih belum membuka matanya, hal itu membuat kekhawatiran chanyeol belum reda apalagi ketika Chanyeol melihat bekas luka dileher wonhoo Ia kembali diliputi rasa bersalah.

"Dia baik baik saja"

ucap baekhyun saat melihat wajah chanyeol yang begitu khawatir

"Aku mencelakainya lagi"
"Kau tidak melakukan hal itu, menyalahkan diri sendiri"
"Sejak kecil wonhoo memang memiliki kesehatan yang buruk, dan eomma terus itu lah aku sempat iri pada wonhoo."

Chanyeol menghela nafas beratnya

"Mereka memang tak menyalahkan sebaliknya, eomma sudah terlalu lelah mengasuh diriku yang nakal dan juga wonhoo yang sakit sakitan. Appa juga hanya memikirkan saling menyalahkan dan akhirnya bercerai."

Baekhyun memandang wajah chanyeol dengan rasa iba, ia menggenggam lengan chanyeol setidaknya untuk saat ini itulah yang bisa ia lakukan untuk membantu menenangkan chanyeol.

"Ini bukan salah mu, itu adalah masalah mereka."
"Tapi aku lah penyebabnya, aku yang merusak ku tidak bisa seperti dulu karena aku, Aku merasa lega jika sudah dibenci"

'Itukah alasan mengapa chanyeol bersikap dingin pada wonhoo? Chanyeol selalu seperti ini, menanggung rasa bersalah yang tak pernah dia buat' batin baekhyun yang ikut merasakan kesedihan chnayeol.

"Jika tidak bisa kembali kemasa lalu, maka kita bisa memulainya dari awal "

Chanyeol mendongkak dan menatap baekhyun dalam

"Kalian saling menyanyangi, tidak ada salahnya jika memulai dari awal"

Tok
Tok
Tok

Guru kim datang dari balik pintu, membuat chanyeol mendesah kecil. Sadar keduanya perlu bicara baekhyun pun lantas pergi dengan alasan akan membeli minuman.
Sebenarnya chanyeol masih ingin menemani wonhoo tapi ketika melihat wonhoo yang sudah sadar, membuat dia harus kembali menjadi chanyeol yang dingin.

Maka sedetik kemudian chanyeol pergi dari ruangan itu,

"Kau sudah diperbolehkan keluar dari rumah masih mau pura pura demi mendapatkan perhatian chanyeol?"

Pura pura dia bilang?Jadi wonhoo... dia?

"Ajjushi..." panggil wonhoo dengan senyum bahagia diwajahnya
" aku minta maaf telah banyak menyebabkan masalah"
"Tidak apa apa, aku hanya berharap kau mendapatkan kebahagiaan mu karena dengan begitu eomma mu juga akan ikut bahagia"
"Kau selalu bersabar pada sikap ku demi eomma. Tapi aku selalu menyebabkan masalah yang berkepanjangan, sampai harus menyeret hyung kedalamnya. Aku tidak heran jika kedepannya hyung akan lebih membenci ku lagi"
"chanyeol sudah tahu mengapa kau melakukan hal ini. Jika saja kau melihat wajah paniknya tadi kau tidak akan lagi menganggap bahwa chanyeol benar benar membenci mu"
"Aku ingin pulang"

Guru kim mengangguk dan tersenyum lega begitu pun yang dilakukan wonhoo.

"Aku sungguh tak tahu bagaimana caranya memulai pembicaraan dengan hyung. Ajjushi, aku sangat gembira karena dia hyung ku"

Wonhoo kembali tersenyum bersama guru kim. Dan chanyeol ia yang sedari tadi berdiri dibalik pintu dan mendengarkan semua percakapan antara guru kim dan wonhoo pun ikut tersenyum dengan lega.


Wonhoo tengah berjalan berdampingan dengan chanyeol saat ini, ia sungguh terlihat sangat gugup dan terus saja membuang nafas kasarnya.

Begitu pun dengan chanyeol, ia sedari tadi juga hanya diam membisu tidak berniat sedikit pun membuka pembicaraan ini.

"Ajjushi mungkin sedang membantuku mengurus administrasi RS"
"Jaga dirimu"

Itu saja chan?Astaga bahkan ini adalah perbincangan pertama setelah belasan tahun kalian terpisahkan karena kesalah pahaman.

"Hyung..." panggil wonhoo yang berhasil membuat chanyeol menoleh

"Maaf"
"Kau ini kenapa?"
"aku benar benar minta maaf atas kejadian yang terjadi belakangan ini. Aku sudah membuat mu berada dalam keadaan sulit, tapi..."

Chanyeol mengangkat kedua alisnya menunggu kelanjutan dari apa yang akan diucapkan wonhoo

"Aku benar benar berharap kau mau melihat ku"

Chanyeol sedikit dibuat terkejut, sebegitu besarkah keinginan wonhoo demi mendapat perhatian dari dirinya?

"Bekas luka mu, masih ada" ucap chanyeol ketika dirinya kembali berbalik dan menghampiri wonhoo.
Wonhoo menundukan wajahnya dan ia menyentuh luka dilehernya itu.

"Sebenarnya aku tidak membenci mu, aku hanya tidak tahu harus bagaimana jika berhadapan dengan di leher mu itu selalu membuatku mengingat bahwa dulu aku telah melukai mu"
"Aku gembira..."

Wonhoo dengan mata yang berkaca kaca mendekat kearah chanyeol dan memeluk erat tubuh hyungnya yang telah lama ia rindukan,tubuh yang selama ini tidak bisa ia jangkau.

"Aku sangat bahagia karena kau adalah hyung ku!"
"Aku sangat rindu bocah yang menyebalkan seperti mu, cengeng suka menjerat dan ingusan"
"Hyung, aku tidak ingusan!"

Wonhoo menarik tubuhnya karena kesal dibilang seperti itu oleh chanyeol, mereka pun tertawa kedua kakak beradik ini bisa meluruskan kesalah pahaman masing masing.

"Chanyeol.."

Suara dari belakang sana membuat wonhoo dan chanyeol menoleh secara bersamaan, dia guru kim.

"Baekhyun, dia... pingsan!"

DEG

TBC


.

.

Annyeong readerdeuls

hayo itu kenapa baekhyun pingsan ?

oh ya konflik wonhoo sama chanyeol udah kelar yahhh

tapi masih ada konflik lagi nanti yang menyangkut hubungan chanbaek...

buat yang nunggu hubungan chanbaek sabar yahhhhh

pokoknya ikutin aja terus :D

sampai jumpa di chapter selanjutnya

annyeong ^^

RnR?