Preview :
Wonhoo tengah berjalan berdampingan dengan chanyeol saat ini, ia sungguh terlihat sangat gugup dan terus saja membuang nafas kasarnya.
Begitu pun dengan chanyeol, ia sedari tadi juga hanya diam membisu tidak berniat sedikit pun membuka pembicaraan ini.
"Ajjushi mungkin sedang membantuku mengurus administrasi RS"
"Jaga dirimu"
Itu saja chan?Astaga bahkan ini adalah perbincangan pertama setelah belasan tahun kalian terpisahkan karena kesalah pahaman.
"Hyung..." panggil wonhoo yang berhasil membuat chanyeol menoleh
"Maaf"
"Kau ini kenapa?"
"aku benar benar minta maaf atas kejadian yang terjadi belakangan ini. Aku sudah membuat mu berada dalam keadaan sulit, tapi..."
Chanyeol mengangkat kedua alisnya menunggu kelanjutan dari apa yang akan diucapkan wonhoo
"Aku benar benar berharap kau mau melihat ku"
Chanyeol sedikit dibuat terkejut, sebegitu besarkah keinginan wonhoo demi mendapat perhatian dari dirinya?
"Bekas luka mu, masih ada" ucap chanyeol ketika dirinya kembali berbalik dan menghampiri wonhoo.
Wonhoo menundukan wajahnya dan ia menyentuh luka dilehernya itu.
"Sebenarnya aku tidak membenci mu, aku hanya tidak tahu harus bagaimana jika berhadapan dengan di leher mu itu selalu membuatku mengingat bahwa dulu aku telah melukai mu"
"Aku gembira..."
Wonhoo dengan mata yang berkaca kaca mendekat kearah chanyeol dan memeluk erat tubuh hyungnya yang telah lama ia rindukan,tubuh yang selama ini tidak bisa ia jangkau.
"Aku sangat bahagia karena kau adalah hyung ku!"
"Aku sangat rindu bocah yang menyebalkan seperti mu, cengeng suka menjerat dan ingusan"
"Hyung, aku tidak ingusan!"
Wonhoo menarik tubuhnya karena kesal dibilang seperti itu oleh chanyeol, mereka pun tertawa kedua kakak beradik ini bisa meluruskan kesalah pahaman masing masing.
"Chanyeol.."
Suara dari belakang sana membuat wonhoo dan chanyeol menoleh secara bersamaan, dia guru kim.
"Baekhyun, dia... pingsan!"
DEG
Title : CHANYEOL BESIDE YOU
Main Cast : Byun Baekhyun
Park Chanyeol
Oh Sehun
Xi Luhan
Other Cast : All Member Exo, SM Family, dll
Rated : T (Sewaktu-waktu bisa berubah)
Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan, Orang Tua mereka dan Agency mereka saya cuma meminjam nama mereka disini
Warning : Typo(s) bertebaran, Bahasa tidak sesuai EYD, GS (Genderswitch) for Uke, Not Yaoi (Belum kepikiran buat bikin YAOI), Ingat FF ini Remake dari Drama Taiwan berjudul 'DEVIL BESIDE YOU'
Backsong : Rainie Yang - Ai Mei
CHAP 18
Chanyeol masih menemani baekhyun yang tak kujung membuka matanya bahkan setelah ia membawanya pulang ke rumah baekhyun, ya setelah guru kim memberitahu chanyeol tentang baekhyun yang pingsan ia langsung berlari dengan pikiran kalang kabutnya. Dan saat itu juga ia memutuskan membawa baekhyun kerumah setelah memeriksakan baekhyun terlebih dahulu.
Baekhyun mengerejapkan matanya dengan lucu, pemandangan pertama yang ia lihat adalah wajah panik chanyeol yang sedang duduk menghadap tubuhnya yang tengah terbaring di sebuh kasur(?) Astaga apa yang terjadi ….
"Aaarrrrrgggghhhh,apa yang kau lakukan?"
Baekhyun setengah bangun, lalu mengecek pakaiannya yang masih utuh, huuffttt syukurlah.
"Apa yang kau pikirkan?"Tanya chanyeol dengan tatapan kesalnya.
"mengapa aku bisa ada dirumah? Bukan kah kita tadi sedang ada dirumah sakit?"
"Kau pingsan karena kelelahan,ckck dasar bodoh. sekarang siapa yang tak bisa merawat dirinya sendiri "
"Semua ini kan karena mu, aku terlalu khawatir pada mu dan juga wonhoo. Sampai sampai aku tak bisa tidur beberapa hari ini karena memikirkan kalian!"
Chanyeol memejamkan mata lalu menghela nafas, astaga dia lupa orang dihadapannya ini terlalu mencampuri urusan orang lain.
"Tapi siapa yang menggendong ku kemari?Apa itu kau?"
"Kau gila?Kau pikir aku bisa menggendong mu sepanjang jalanan rumah sakit?"
Baekhyun cemberut dengan wajah kecewa, park chanyeol ini benar benar tidak bisa bersikap romantis pikirnya.
"Aku hanya menggendong mu dari pintu sampai ke kamar, karena guru kim yang mengantar kita pulang"
Baekhyun pun tersenyum sambil mulai membayangkan dirinya yang digendong bak seorang putri seperti difilm film kartun dulu. Biarkan lah seperti itu pikir chanyeol, dari pada harus melihat baekhyun yang murung. Tapi Omong omong memang benar tadi itu ia hanya menggendongnya dari depan pintu rumah sampai ke kasur baekhyun tidak dilebih lebih kan atau dikurangi.
"Kau sangat berat, apa kau tahu ? Berhenti tersenyum seperti itu, mulai besok berdiet lah"
"Yakkkk aku tidak ber..."
Duggg
Chanyeol mendorong tubuh baekhyun hingga ia terbaring di kasur, astaga astaga apa yang akan kau lakukan yeol? Keduanya saling bertatapan dengan sangat intim, menatap setiap inci wajah yang selalu menyita pemikiran masing masing. Baekhyun yang lebih dulu menatap bibir kisable milik chanyeol, ia pun mulai memejam kan matanya berharap chanyeol akan memberikan ciumanan, tapi...
Chu...
Chanyeol mencium kening baekhyun dengan lembut,Sedikit kecewa karena ia tak mendapataknnya di bibir, tapi itu sudah lebih dari cukup untuk membuat tubuhnya bergejolak.
"Istirahat lah" ucap chanyeol yang lantas langsung keluar dari kamar yang kini pemiliknya sedang bergemuruh menahan teriakan bahagiannya.
Dasar baekhyun yang pecicilan, disuruh istirahat dikamar malah datang mengekori chanyeol yang kini tengah berada di dapur untuk, tunggu apa kita tak salah lihat chanyeol ia sedang memasak(?)
"Apa ini pertama kalinya kau memasak?"
"Bukan kah sudah ku suruh istirahat?"
"Aku terharu sekali, ini pertama kalinya kau memasak dan itu karena ku?Astaga aku harus meresmikan hari ini sebagai hari memasaknya park chanyeol untuk byun baekhyun"
Chanyeol memutar bola mata malas, ia memilih berkonsentrasi pada bubur yang sedang ia masak dengan terus mengaduknya. Meniadakan pemandangan seorang gadis yang meloncat loncat kegirangan dengan kedua tangan yang diangkat keudara.
"Ingat kata ajjushi, masakan mu akan mencerminkan kepribadian masak yang enak ya"
"tentu, Aku akan memberikan garam yang banyak supaya kau keasinan"
Baekhyun mengerucutkan bibirnya dengan kesal sambil terus berkomat kamit tak jelas. Dengan kedua lengan yang ditopang di kedua pinggangnya baekhyun menatap sengit kearah chanyeol.
"arraseo, Aku akan memasak dengan rasa yang lezat. karena kau orang yang berharga di dalam hidup ku"
Ucap chanyeol sambil tersenyum secara diam diam, baekhyun yang mendengar itu pun menjadi malu terus saja tersenyum seperti orang gila astaga harus kah chanyeol membawanya ke rumah sakit jiwa saja? Dengan sekali tarikan nafas chanyeol pun langsung menghampiri baekhyun dan mengangkat tubuh mungil itu
"Ya ya ya apa yang kau lakukan?"
Protes baekhyun minta diturunkan
"kau pasien yang sangat merepotkan"
"Tunggu, apa tadi kau menggendong ku seperti ini? Seperti seorang putri di negri dongeng?"
"Kau berisik kekanak kanakan sudah tua masih saja mempercayai dongeng anak astaga kau berat sekali lengan ku aigoo lengan ku rasanya mau patah!"
"Yak aku tidak seperti itu, apa salahnya memimpikan menjadi puteri di negri dongeng, dan sudah kukatakan berapa kali aku ini tidak berat!"
Chanyeol menyerah dengan kecerewetan noonanya itu, ia lebih memilih diam dan menggendong tubuh baekhyun untuk membawanya kekamar agar beristirahat.
-
"Akhirnya malam yang diberkahi akan segera tiba" ucap baekhyun ketika dirinya chanyeol and the gank tengah mengikuti acara peresmian pohon natal dari hasil lomba kemarin.
Berbeda dengan baekhyun, chanyeol and the genk terlihat kurang berbahagia karena bukan pohon natal karya mereka lah yang dipajang dipusat kota.
Ya setelah diumumkannya bahwa pemenang dari konten pohon natal dari YG university, mereka semua terlihat kecewa. Tapi memang tak di pungkiri bahwa desain dari pemenang benar benar terlihat menakjubkan!
"Musim dingin akan tiba, walau begitu sambutan hari natal yang ditunggu membua hati menjadi hangat" celoteh baekhyun lagi,
"Kau pikir orang orang yang tersenyum itu karena bahagia menyambut natal?" Baekhyun mengangguk dengan lucu.
"Aku tak sependapat dengan mu, mereka hanya menyesuaikan senyumannya pada musim ini tapi itu tidak benar benar palsu!"
"Kenapa kau berbicara seperti itu?Apa kau takut?"
Chanyeol melangkah pergi meninggalkan baekhyun tanpa mau menjawabnya, atau bisa dibilang lebih tepatnya menghindar? Baekhyun pun hanya menatap punggung chanyeol yang mulai menjauh tanpa mau menahan atau menghentikannya.
Setelah sekian lama bersama, membuat baekhyun setidaknya mengetahui kapan dirinya harus berada di samping chanyeol dan kapan dirinya harus membiarkan leleki itu sendirian.
'Sepertinya dia hanya takut merasakan kehilangan kehangatan, jadi dia membuat dirinya dingin dan
menjauh'
lirih baekhyun yang perlahan juga mulai melangkah pergi, Karena ditinggal pergi begitu saja oleh chanyeol baekhyun memutuskan untuk pulang sendiri seketika ada seorang bocah perempuan memanggilnya dari samping sambil menggoyang goyangkan baju yang dipakai baekhyun
"Eonni..."
"Eohh kenapa kau berjalan sendirian?Dimana orang tua mu?"
Anak yang tingginya hanya sampai perut baekhyun itu menggelang dengan lucu, ia tidak menjawab tapi jari telunjuknya mengarah ke suatu tempat. Baekhyun pun akhirnya mengikuti arah telunjuk bocah perempuan itu yang mengarah ke sebuah balkon dari salah satu gedung mall tak jauh dari tempatnya berdiri.
Dan betapa terkejutnya baekhyun ketika menyadari ada sesuatu yang bercahya disana, itu..itu..
'desain pohon natal ku'
batinnya, dan tanpa mengucap terimakasih pada bocah perempuan itu baekhyun langsung saja melesat pergi menuju balkon, heoll setidaknya kau harus memberikan bocah itu ice cream baek.
Baekhyun sudah berada di balkon, dan tidak usah ditanyakan lagi siapa orang yang tengah berdiri disamping pohon natal tersebut, ya dia chanyeol.
"Berkah tidak pernah menjadi milik iblis seperti ku, dan aku pernah katakan sebelumnya. suasana kegembiraan seperti ini aku tak pernah merasakannya sekalipun, sampai kau mendatangkan potongan kebahagiaan padaku"
"Katamu desain ku tidak ada nilai seninya ?"
"Karena dirimu,Untuk pertama kalinya, iblis ini menyukai musim ini"
"Jadi kau tak bisa menyangkal kehangatan atau menuntut untuk sendiri"
"Aku berjanji akan memberikan mu kebahagiaan dimusim ini"
baekhyun pun mendekat, menyapu jarak antara dirinya dan juga chanyeol. chanyeol pun menyambutnya dan mendekat tubuh baekhyun erat, sambil terus menciumi lembut pucuk kepala baekhyun. Baekhyun semakin terlena, semua tindakan dan ucapannya selama ini yang menyimpulkan bahwa chanyeol bukan lah seseorang yang bisa bersikap manis seperti lelaki kebanyakan, tapi sepertinya hal itu tidak berlaku pada malam ini. Karena baekhyun harus mengakui bahwa park chanyeol melakukan hal yang sangat romantis di malam penyambutan natal.
-
Baekhyun meletakan pohon natal pemberian chanyeol dikamarnya, ia terus saja menatap pohon natal itu seakan akan pohon itu adalah chanyeol. Ya pohon natal bentuk cinta chanyeol padanya, lagi pula malam ini chanyeol sungguh menjadi pria yang selama ini baekhyun impi impikan.
semua keadaan pun semakin membaik, baik chanyeol maupun wonhoo mereka akhirnya sudah bisa berbaikan dan memahami kesalah pahaman masing masing
Berbicara tentang wonhoo, baekhyun tiba tiba mengingat tentang pembulian pada wonhoo yang sempat ia saksikan beberapa saat lalu.
Baekhyun pun berniat menelpon chanyeol dan memberitahunya, mungkin dengan begitu chanyeol bisa menghentikan anak anak yang kurang kerjaan itu. Lagi pula korban dari pembulian ini adalah wonhoo adiknya sendiri jadi tidak mungkin chanyeol hanya berdiam diri tanpa melakukan apa apa kan?
"Chanyeol?... ada sesuatu yang ingin aku katakan..."
-
~Chanyeol Beside You ~
Lapangan basket
"Mereka pikir mereka siapa? Astaga apa mereka tahu siapa lawan kita lusa nanti? Mereka adalah YG university lawan terberat kita selama ini!"
"Yak mengapa kau tak bicara, Apa kau tahu dimana mereka kyungsoo?"
dengan kedua lengan yang berada di pinggangnya sehun terlihat benar benar marah sangat. Bagaiamana tidak? Lusa adalah pertandingannya,tapi chanyeol dkk tak pernah sekalipun ikut latihan selama hampir seminggu ini. Oh astaga demi neptunus dan saus tar tar sudah berapa kali sehun bilang bahwa lawannya kali ini adalah musuh terberatnya? Ia tak ingin kekalahan berada di tangannya lusa nanti.
Kyungsoo yang menganggap sikap sehun ini berlebihan pun tak berniat menanggapinya, Percuma! Kyungsoo lebih percaya pada skill chanyeol dkk ketimbang meladeni omelan sehun yang seperti kicauan burung merpati pula kyungsoo tahu alasan dibalik ketidak hadiran mereka, dan itu masih oke oke saja menurutnya.
"Kemana chanyeol dan yang lain?" Seru baekhyun yang baru tiba dan ikut bergabung dalam perbincangan sehun dan kyungsoo
"Semua ini adalah karena mu"
"Aku?Maksud mu?"
Baekhyun bingung mengapa ia yang disalahkan atas ketidak hadiran chanyeol dkk, memangnya apa yang telah ia perbuat? bukan kah ia baru saja datang?
"Jika ada yang patut disalahkan atas absennya mereka, itu adalah byun baekhyun. Yak ketua cepat marahi dia"
"Tunggu, aku tak mengerti maksud mu kyungsoo. Jelaskan kemana sebenarnya chanyeol dan yang lainnya?"
"chanyeol.. dia pergi ke xoxo high school, dan byun baekhyun lah yang menyuruhnya"
kyungsoo menunjuk baekhyun yang terkejut? Astaga baekhyun sendiri bertanya pada dirinya kapan ia pernah menyuruh chanyeol datang kesana?
Sedangkan sehun yang sejak awal datang sudah mengomel karena tak melihat kehadiran chanyeol and the genk itu pun semakin murka dengan alasan yang baru saja ia terima dari mulut kyungsoo.
"Chanyeol pergi menemui wonhoo?" sehun bertanya dengan alis yang hampir menyatu
"Bukan chanyeol, tapi mereka semua!"
Baekhyun dan sehun semakin dibuat bingung, sebenarnya ada masalah apalagi diantara mereka?Bukan kah wonhoo dan chanyeol sudah berbaikan?
"Aku sangat yakin pasti akan ada yang terbunuh disana!" Ucap kyungsoo sambil mendelik kearah baekhyun, ohh kau sedang menakut nakuti baekhyun kan kyung? Ayolah apa chanyeol separah itu sampai sampai harus ada yang terbunuh disana?
"Aku harus segera kesana" ucap baekhyun yang hendak berlari tapi ditahan oleh kyungsoo
"Aku yang akan kesana, kehadiran mu hanya akan memperburuk keadaan."
"Tapi aku..."
"Heyy kalian semua, jika ada yang ingin memesan sesuatu katakan lah baekhyun, ia akan pergi membelinya"
Kyungsoo memutus ucapan baekhyun yang belum terselesaikan, astaga kyungsoo lihat apa yang baru saja kau lakukan. Semua anggota tim basket langsung menggerumuni baekhyun dengan segela keributan yang dibuat
"Aku mau pizza"
"Heyy aku mau teobboki"
"Manager aku mau semuanya"
"Ya ya hentikan, bicara satu per satu"
Kyungsoo tersenyum atas apa yang telah ia lakukan, sementara itu sehun yang tadi hanya diam ikut khawatir dengan keadaan baekhyun
"Kau bukan kah akan pergi?" Tanya sehun yang berhasil membuat kyungsoo beralih menatap wajahnya yang masih terlihat kesal
"Cepat sana, bawa pulang chanyeol dan yang lainnya. Aku akan benar benar menggantung mereka jika hari ini mereka tidak datang untuk latihan"
"Baik lah. Aku pergi"
Drrtt
Drrtr
Selepas kepergian kyungsoo, getar dari ponsel sehun yang berada di saku celana nya pun membuat sang pemilik cepat cepat merogohnya.
"Oh nde, luhan?"
"Hmm kau masih dimana?"
"Aku?Tentu saja di lapangan, memangnya dimana lagi?"
"Yak kau,, apa kau lupa hari ini kita memilik janji pergi ke bioskop?"
Sehun menepuk jidatnya dengan cukup keras hingga meninggalkan bekas merah dari telapak tangannya sendiri disana.
"Ahh hmm mi mianhae, aku melupaknnya"
"Isshhh, yasudah kalau begitu!"
Tutt
Tutt
Tutt
" yeo yeoboseo?"
sehun mendengus lemah ketika luhan mematikan panggilannya secara tiba tiba, sehun pun merasa bersalah karena sudah melupakan janji mereka. Ia yakin luhan saat ini pasti sedang kecewa berat, ia akan meminta maaf padanya setalh ini semua berakhir. Lagi pula ada hal yang lebih penting dari pada berkencan baginya, yaitu BASKET!
-
Luhan yang kembali kecewa karena sehun yang melupakan acara nonton nya pun mencoba mencari seseorang yang bisa ia ajak menonton bersama, kan sayang tiketnya kalau tidak di tonton.
Ohh xiumin, ya dia pasti mau diajak nonton. Luhan pun buru buru merogoh dan menekan nomor xiumin di ponselnya.
"Bukan kah seharusnya kau pergi dengan sehun?"
"Harusnya seperti itu, tapi lagi lagi aku diabaikan"
"Geurae? Baiklah aku akan segera datang, kau tunggu aku ya."
Tuutt
Tuutt
Luhan mengakhiri perbincangannya ditelepon, dan tak jauh dari sana seorang wanita yang sedang memunggunginya seperti bergumam sesuatu, mungkin kah ia sedang berbicara pada luhan?
"Lelaki yang mengabaikan mu adalah pertanda dan peringatan keras agar kau berpikir!"
Luhan menyerengit heran, siapa wanita itu? Apa dia menguping obrolannya bersama xiumin tadi?
Tapi dibanding bertanya siapa wanita itu dan apa alasannya, luhan lebih memilih diam sambil berpikir. Apa yang dikatakan wanita itu memang benar, terlepas ia harus percaya atau tidak tapi itu semua memang menjawab apa yang saat ini terjadi pada dirinya.
TBC
Long time no see all ^^
apakah ada yang merindukan ff ini? hahahaha bagaimana sudah terobati kan rasa rindunya :D
Mohon maaf sudah menganggurkan ff ini lama sekali
jongmal mianhae *bow
buat yang lagi baper sama Exo r'dium di Seoul yang sabar ya nak,,, kita sama kok...
baper mak baperrrr itu papih ceye tolong dadanya sama absnya dikondisikan *.*
gila sumpah keren banget,, pokoknya exo r'dium harus ada diindonesia tahun depan (sambil ngumpulin duit cyinn)
udah dulu ya cuap-cuapnya ...
sampai jumpa di chap selanjutnya
jangan bosen untuk menunggu ff ini :*
buat semua pembaca setia terima kasih banyak,,, (peluk cium dari chanbaek)
:* :* :*
Review lagi ?
annyeong ^^
