THAT PREGNANCY

Author: Shin Raewoo

Rate: M? NC-21?

Main Cast: Chanyeol x Baekhyun

Other Cast: Other character

Genre: Romance, Humor, Marriage life, M-preg

Warning: Yaoi, Typo, B x B, Bahasa berantakan, mature .

.

.

.

"Channie kamu baik-baik aja?" Baekhyun mulai khawatir dengan keadaan suaminya yang sudah satu minggu ini tidak henti muntah-muntah. Bahkan lelaki tinggi itu kehilangan semua selera makan dan tenaganya.

Chanyeol mengangguk lesu. Untuk berbicara aja dia sudah tidak punya tenaga saat ini. Baekhyun membantu Chanyeol untuk baring di atas ranjang. Chanyeol memejamkan matanya. Baekhyun mengusap lembut surai hitam milik Chanyeol untuk member kenyamanan kepada lelaki jangkung itu.

Ting tong… ting tong..

"Channie tidurlah. Aku akan meliat siapa yang datang." Baekhyun bingkas bangun dari ranjangnya. Meninggalkan Chanyeol yang sudah terlelap. Dengan cepat dia berjalan ke arah pintu utama.

"Annyeong~.." Baekhyun melongo. Pasalnya setelah dia membuka pintu terliat Sehun, Luhan, Kai, dan Kyungsoo tersenyum lebar ke arahnya.

"Kalian…"

"Aigoo Baek.. apa kau tidak mau mempersilakan kami masuk?" ucap Luhan yang meliat Baekhyun tidak memberikan sebarang reaksi sedari tadi.

"Ah ne. silakan masuk." Seiring dengan itu, mereka berempat masuk ke dalam rumah Baekhyun dan Chanyeol. Mereka meliat-liat sekeliling rumah Baekhyun dengan tatapan kagum. Hiasannya minima tetapi cukup member kesan yang sangat elegen.

"Wah. Rumah mu bagus sekali Baek!"

"Ya haruslah. Masa rumah CEO harus seperti rakjel." Ucap Sehun santai yang langsung mendapat cibiran dari Kyungsoo. Mereka berenam memang sudah bersahabat sejak sekolah lagi. Luhan dan Kyungsoo merupakan rakan sekelas Baekhyun. Sehun merupakan adik kepada Chanyeol. Dan Kai merupakan sepupu Chanyeol dan Sehun.

"Jadi Baek hyung, bagaimana rasanya setelah menikah. Apa kalian melakukan 'itu' tiap malam?"

"I.. itu.." Baekhyun gugup menjawab pertanyaan Kai barusan. Itu soalan sensitif untuk di tanya omong-omong.

"Kyaaa kai apa-apaan sih. Kenapa tanya seperti itu?."

"Aku kan cuma ingin tau Kyung chagie~."

"Dasar mesum!"

"Baek! Siapa yang datang?" Baekhyun menolehkan kepalanya ke arah kamar ketika mendengar Chanyeol memanggilnya.

"Ah kalian tunggu sebentar ya." Ucap Baekhyun langsung pergi ke arah kamar.

"Ommo hyung! Kau kenapa?" ucap Sehun kaget. Kyungsoo, Luhan, dan Kai juga tidak kalah kagetnya melihat Chanyeol yang terpaksa di papah Baekhyun untuk ke ruang tamu. Baekhyun mendudukkan Chanyeol di sofa. Chanyeol menyadarkan kepalanya. Kepalanya berasa berat saat ini.

"Aku juga tidak tau Sehun-ah. Sudah satu minggu aku seperti ini." Ucap Chanyeol lemah. Baekhyun membantu Chanyeol untuk memijit kepalanya.

"Sehun. Kau kan doktor. Bisa kau melihat keadaan Chanyeol?." Sehun menangguk mendengar permintaan Baekhyun. Dia berpindah posisi ke samping Chanyeol, dan mengecek nadi di pergelangan tangan kirinya.

"Kau lemah sekali hyung."

"Aku juga gak tau kenapa Chanyeol bisa jadi begini. Selepas aku bilang aku hamil, Chanyeol langsung muntah-muntah. Dia juga gak mau makan." Ucap Baekhyun lirih. Keadaan Chanyeol saat menggenaskan. Baekhyun tidak sampai hati melihat Chanyeolnya seperti itu.

"Mwo kau hamil hyung?" ucap Kai Luhan Sehun Kyungsoo berbarengan. Dan hanya di hadiahi dengan cengiran dari Baekhyun.

"iya.. hehe."

"Wah… Chanyeol hyung hebat sekali."-Kai

"Emang kau tidak muntah-muntah Baek? Morning sickness?"- Luhan

"Tidak sama sekali. Aku baik-baik aja."

"Sepertinya aku menyadari sesuatu." Ucap Sehun sedang berfikir. Semua mata tertumpu ke arah Sehun. Meminta agar Sehun meneruskan bicaranya.

"Ige mwoya?" Baekhyun bertanya balik kepada Sehun kerna Sehun tidak kunjung bicara.

"Kau tidak terkena alahan atau morning sickness seperti orang hamil umumnya kan hyung?" Baekhyun menggelengkan kepalanya.

"Terus Chanyeol hyung yang muntah-muntah?" Baekhyun melihat Chanyeol sekilas sebelum menganggukkan kepalanya.

"Nah itu dia."

"Maksudmu apa Sehun?" Chanyeol bertanya dengan suara seraknya meminta penjelasan lebih lagi dari Sehun.

"Kau yang terkena morning sicknessnya hyung."

"Mworago? Jadi.. kenapa bisa?" Chanyeol menatap Sehun tidak percaya. 'Aku kan tidak hamil. Tapi kenapa aku yang terkena tempiasnya.'

"Iya. Ada sesetengahnya suami yang akan menanggung ngidam dan alahan istrinya."

"Apa itu lama?"- Chanyeol

"Tergantung. Jadi bersiaplah hyung.. hahaha" Sehun ketawa dengan kuat. Sungguh itu perkara yang lucu yang pernah berlaku seumur hidupnya.

"Hoeekk.." Chanyeol menutup ke mulutnya menggunakan tangannya. Ah rasa itu datang lagi.

"Channie…"

"Minggir Baek aku mau muntah." Dan dengan cepat, Chanyeol melesatkan dirinya ketandas. Dan dihadiahi tatapan prihatin dari sahabat dan istrinya.

"Chanyeol hyung kasihan ya." Dan semua mengangguk membenarkan ucapan Kai.

C

X

B

Kandungan Baekhyun sudah memasuki bulan ke lima. Terliat perutnya sudah mulai membuncit. Dan syukurlah saat ini Chanyeol tidak lagi mengalami morning sickness yang parah tidak seperti di awal kehamilan Baekhyun dulu. Cuma saat ini Chanyeol bersikap sangat manja. Baekhyun juga heran bahkan di pernah berfikir yang sebenarnya hamil itu dia apa Chanyeol?

"Baekhyunee~.." Chanyeol langsung merebahkan tubuhnya di paha Baekhyun. Saat ini mereka sedang beristirahat di ruang tamu sambil menonton televisyen.

Baekhyun tersenyum melihat suaminya yang juga sedang menatap Baekhyun saat ini. Dia tersenyum kecil dan mengusap rambut Chanyeol lembut.

"Bagaimana keadaanmu hari ni heum?" tanya Baekhyun lembut.

"Lumayan. Banyak dokumen yang harus di tanda tangan."

"Apa kau masih mual lagi?"

"Sedikit." Baekhyun yang mendengar itu menghebuskan nafasnya.

"Mianh Chanyeol. kau harus menanggung semuanya." Ucap Baekhyun denga rasa bersalah. Chanyeol langsung bangkit dari pembaringannya. Menatap lekat Baekhyun yang sedang menunduk sedih. Chanyeol mengenggam erat tangan kana Baekhyun. Manakala tangan sebelahnya lagi memegang dagu Baekhyun agar menatapnya.

"Dengar Baekhyun. Jangan sedih eoh. Ini tidak seberapa. Aku sanggup melakukan apa saja untukmu. Bahkan aku berterima kasih kepadamu kerna telah mengandungkan zuriatku. Anak kita." Baekhyun terharu mendengar ucapan Chanyeol. Dia memeluk tubuh lelaki itu. Menenggelamkan wajahnya di dada bidang Chanyeol.

"Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu."

"Nado. Aku juga mencintaimu." Chanyeol melepaskan pelukan mereka. Dia menundukkan tubuhnya. Mensejajarkan wajahnya di hadapan perut buncit Baekhyun. Dia menyingkap baju Baekhyun ke atas. Mengusap lembut perut namja kecilnya sebelum mencium sekilas. Setelah itu dia menempelkan telinganya.

"Annyeong anak appa~ apa kau baik-baik saja di dalam? Jangan bikin eommamu kesusahan eoh. Appa sangat mencintaimu." Baekhyun mengusap lembut kepala Chanyeol. Baekhyun tersenyum kecil, melihat itu, dia berasa sangat bahagia.

"Baek.." Chanyeol mendongak memandang Baekhyun yang masih tersenyum ke arahnya.

"Nae Channie.. waeyo?."

"Aku ingin makan Baek."

"Baiklah akan aku siapin." Baekhyun akan beranjak sebelum Chanyeol menahannya, membuatkan Baekhyun terduduk semula.

"Aku ingin makan masakkan eomma Baek." Chanyeol mengerucutkan bibirnya lucu.

"Ini sudah malam Channie. Besok aja nae?."

"Shireo. Aku inginnya sekarang. Sekarang Baek. Bukan besok." Chanyeol duduk dari pembaringannya. Menyedekapkan kedua belah tangannya di hadapan dada. Jangan lupa bibirnya yang masih mengerucut.

Wajah Baekhyun memelas melihat kelakuan Chanyeol barusan. Dia memijit pelipisnya. Dia membayangkan dirinya yang akan berkelakuan seperti itu. Tapi kenyataannya... hermm..

"Besok aja nae. Mungkin eomma sudah tidur."

"…."

"Channie?"

"…."

"Ah arasseo. Araseeo. Aku akan menelefon eomma." Baekhyun mengalah. Mendengar itu. Senyuman langsung tercetak di wajah tampan lelaki tinggi itu.

"Heee.. gomawo Baekhyunee.."

"Ya tuhan.. ini yang hamil siapa coba?" ucap Baekhyun frustasi.

C

X

B

"Mianhae eomma, eomma harus datang malam-malam begini." Saat ini Baekhyun dan nyonya Park berada di dapur untuk memberesi dan mencuci piring. Wanita paruh baya itu tersenyum ke arah Baekhyun.

"Gwenchana. Haha.. tapi lucu juga ya. Eomma fikir yang akan mengidam itu kamu Baekhyunee. Tapi ternyata Chanyeol." Baekhyun ikut tertawa mendengar omongan nyonya Park barusan.

"Haha iya.. aku juga tidak tau kenapa bisa seperti itu."

"Itu berarti Chanyeol sayang sekali kepadamu."

"Maksud eomma?" tanya Baekhyun tidak mengerti.

"Chanyeol benar-benar tulus menyanyangi dan mencintaimu. Kerna itu dia sanggup berkongsi segala penderitaan dan kebahagiaan bersamamu." Baekhyun hanya ber-oh ria mendengar penjelasan nyonya Park. Sungguh dia berasa sangat bertuah saat ini.

"Kalian bicara apa? Pasti sedang berbicara tentang ku ya?" Chanyeol yang tiba-tiba muncul langsung memeluk tubuh ibunya dari arah belakang dan meletakkan dagunya dibahu ibunya.

"Percaya diri sekali kau tuan Park." Baekhyun mencibir.

"Eomma..~" Chanyeol yang tidak terima langsung mengadu pada ibunya. Manakala nyonya Park hanya tertawa kecil melihat keletah kedua menantu dan anaknya.

"Aigoo. Anak eomma manja sekali eoh? Ini yang hamil kau apa Baekhyun?"

"Haha.. jangan-jangan kau yang hamil Chaniie.."

"Aish kalian menyebalkan." Nyonya Park dan Baekhyun hanya tertawa melihat Chanyeol yang sedang merajuk lucu. Membuatkan Chanyeol turut tertawa bahagia bersama mereka.

C

X

B

"Kau sedang apa Baek?" Chanyeol memeluk Baekhyun dari belakang. Dia melingkari kedua tangannya di perut buncit Baekhyun. Dan Baekhyun langsung menyandarkan kepalanya didada bidang milik Chanyeol. membuat Chanyeol menyesapi aroma dari rambut lelaki camtik itu. Saat ini Baekhyun dan Chanyeol sedang berdiri di luar balkon kamar mereka. Menikmati angin dan pemandangan malam yang indah di kota Seoul.

"Ahni. Hanya mengambil angin sebentar." Baekhyun mengenggam erat kedua tangan Chanyeol yang melingkar di perutnya. Dia berasa nyaman dengan perlakuan Chanyeol yang seperti itu.

"Ini sudah malam Baek. Aku gak mau kau ke dinginan. Tidak baik untuk kandunganmu." Chanyeol berucap lembut. Dia mengusap-usap perut Baekhyun, membuatkan Baekhyun tersenyum.

Chanyeol membalikkan tubuh Baekhyun menghadapnya. Menyentuh lembut wajah Baekhyun. Mengagumi betapa cantiknya sosok yang berada di hadapannya. Dia mengecup lama dahi Baekhyun membuatkan Baekhyun refleks menutup matanya.

Chanyeol mengecup kedua mata Baekhyun. Sebelum turun ke bibir tipis milik Baekhyun. Chanyeol melumatnya perlahan. Membuatkan Baekhyun juga membalas ciuman dari suaminya. Ciuman yang awalnya lembut bertukar menjadi ciuman yang penuh nafsu.

"Eummmm.." Baekhyun melenguh di sela ciuman mereka. Chanyeol memegang tengkuk Baekhyun untuk memperdalmkan lagi ciumannya sementara Baekhyun telah mengalungkan kedua tangannya di leher Chanyeol.

"Baek.. aku ingin.." Chanyeol berucap dengan penuh nafsu. Tiba-tiba saja libidonya meningkat melihat Baekhyun saat ini. Baekhyun yang juga sudah di kuasai nafsu hanya menganggukkan kepalanya.

"Ayo kita ke dalam Baek.."

C

X

B

"Eunghh … Channn.." Chanyeol menyesapi leher Baekhyun. Menggigitnya kuat sebelum menyesapi semula sehingga meninggalkan bekas kemerahan. Jangan lupakan saat ini Chanyeol mahupun Baekhyun telah sepenuhnya telanjang.

"Aaaahhh … aahhhh… Chaaannn…" saat ini Chanyeol sedang menghisap nipple Baekhyun, manakala sebelah tangannya mengelintir nipple Baekhyun yang satunya, membuatkan Baekhyun tidak mampu menahan desahannya lagi.

"aaaah…. Eummm.. ohhhhh..chaaannn.." Baekhyun menggelinjang nikmat saat Chanyeol mengocok penisnya yang ereksi hebat.

"Chaaannnn… tteeerusss… aaaaah… ouhhhh.. lagggiiii … akkku.. hhhhammpirrr… aahhhh..ahhhh.. ahhhhh.. Channyeooolll.. chanyeoollll.." seiring dengan itu, Baekhyun mencemprotkan cairannya yang terkena dada bidang Chanyeol. nafasnya terengah menikmati orgasmenya barusan.

"Kita ke inti aja baek. Aku benar-benar sudah tidak tahan." Baekhyun menangguk lemah. Dia mengiringkan badannya membelakangi Chanyeol. Mengingatkan perutnya sudah membesar dan ini merupakan posisi yang pas untuk melakukan seks.

Chanyeol mengangkat sebelah kaki Baekhyun. Dia mengocok penisnya sebentar, sebelum dengan perlahan memasukkan penis besarnya ke lubang milik Baekhyun.

"Erghhh.." Baekhyun menahan kesakitan saat penis Chanyeol telah masuk sempurna. Chanyeol mengecupi bahu Baekhyun, sebelum dengan perlahan menggerakkan pinggulnya.

"Aaaahhhh….ahhhh.. ahhhhh.. ouuuhhh.. channnnn…"

"ermmmm… aaaahhhh.. Baaaek… nikmaaat baaaekk…" Chanyeol terus mengeluar masukkan penisnya ke lubang Baekhyun. Bahkan Chanyeol memperlajukan tempo gerakkan penisnya.

"Ouuhhh… aaaah… Chaaan…. Disituuu.. terussss.. aaaahhhh..lagiiii…." Baekhyun memperkuatkan desahannya saat Chanyeol dengan tepat menumbuk prostat nya.

"oouhhh..Baaaaeeek.. kauuu selaluuu nikmaaat.." Chanyeol menghentak dengan kasar. Sehingga membuat tubuhnya Baekhyun terdorong kedepan dan kebelakanng seiring dengan genjotan Chanyeol di belakangnya.

"Aaahhhh…Aaaaah.. yeaahhh… yeaahhh…Chaannn.. terussss.. fasterrr.. faster… ouhhhhh… akkku hammmpir… Chaannn.. akuuu..mauuu keluaaar… aaaah… emmmm.."

"Seeebenntarr.. Baaaeeek.. ouhhhhh.." Chanyeol mempereratkan lagi pelukan dan memperlajukan tusukan penisnya ke Baekhyun.

"arrggghhhhh…ak..akuuuu..sammmpaaai…akkuu..saammmpaiii.."

"Bersammmmaaa Baekkkk…"

"arghhhhh.." Chanyeol dan Baekhyun orgasme bersama setelah sepuluh tusukkan terakhir Chanyeol. Baekhyun memejamkan matanya meraskan cairan Chanyeol di dalamnya. Begitu juga dengan Chanyeol merasakan nikmat orgasmenya di lubang Baekhyun.

Chanyeol mencium leher Baekhyun dari belakang dan mempereratkan pelukannya. "Ayo Baek kita tidur."

"Itu tidak dilepaskan Channie?" Tanya Baekhyun, kerna saat ini penis Chanyeol masih bersarang di dalam lubangnya.

"Biarkan di situ Baek..ayo tidur." Chanyeol menyelimuti tubuhnya dan Baekhyun dan tak lama setelah itu mereka pun terlelap selapas pergelutan panas mereka.

TBC

Annyeong.. akhirnya update juga. Haha . awalnya aku mau bikin twoshoot. Tapi tidak tau kenapa bisa tbc lagi. Mungkin Chapter depan chap akhir. Maaf ya kalau nc nya tidak hot.

Gomawo kepada yang telah baca dan review. Hehe.

Mind to read and review?