THAT PREGNANCY

Author: Shin Raewoo

Rate: M? NC-21?

Main Cast: Chanyeol x Baekhyun

Other Cast: Other character

Genre: Romance, Humor, Marriage life, M-preg

Warning: Yaoi, Typo, B x B, Bahasa berantakan, mature .

Usia kehamilan Baekhyun sudah memasuki bulan ke tujuh. Perutnya semakin membesar. Dan tubuhnya juga semakin berisi dan pipi tembamnya yang minta di cubit membuat sesiapa saja menjadi gemes jika melihatnya.

Oke. Itu tentang Baekhyun. Kita beralih kepada Chanyeol, morning sickness yang dihidapinya sudah hilang sepenuhnya. Itu berarti dia gak usah repot-repot keluar masuk tandas untuk muntah di pagi hari. Chanyeol sangat bersyukur akan hal itu! Tapi yang jadi masalahnya…

"Baekyunee… aq ingin makan buah." Ucap Chanyeol tiba-tiba. Saat ini mereka sedang menonton TV bersama. Mumpunglah ini hari minggu. Baekhyun yang sedang fokus menonton tv sambil mengusap perutnya mengalihkan pandangannya ke Chanyeol yang duduk disampingnya.

"Bentar. Aku ambilin."

"Gak usah Baek biar aku yang ambil sendiri di kulkas ." Baekhyun menanggukkan kepalanya.

Jadi apa masalahnya jika Chanyeol mau memakan buah? Oke masalahnya….

Baekhyun melihat Chanyeol datang dengan membawa mampan yang penuh dengan buah-buahan. Oh ada strawberry dan pisang di situ. Tentulah kerna Baekhyun itu penyuka strawberry dan Chanyeol penyuka pisang.

Mata Baekhyun berbinar-binar melihat strawberry kesukaannya sudah berada dihadapannya. Baekhyun mulai mendekatkan tangannya untuk mengambil strawberry itu sebelum dengan tiba-tiba Chanyeol menarik piringnya menjauh dari Baekhyun.

Sontak Baekhyun memandang Chanyeol dengan perasaan tidak puas hatinya. "kyaa kenapa? Aku ingin strawberry nya." Chanyeol memandang balik Baekhyun. Dia menyodorkan sepotong buah kepada Baekhyun yang membuatkan Baekhyun melotot memandang buah yang berada di tangan Chanyeol.

"Pisang? Kyaaa aku mau strawberry, bukan pisang." Ucap Baekhyun tidak terima. Dia mengurucutkan bibirnya lucu. Harus di ingatkan seorang Byun (Park) Baekhyun tidak suka sama namanya pisang, kecuali pisang Chanyeol. fufufufu~

"Shireo. Aku mau strawberry. Kau makan aja pisangnya. Aku tidak suka pisang." Ucapan Chanyeol barusan hampir membuat Baekhyun jantungan coret hampir jantungan. Harus di ingatkan lagi seorang Park Chanyeol tidak suka apa-apa yang bersangkut paut dengan Strawberry. Dan sejak kapan seorang Park Chanyeol tidak suka PISANG?! Bahkan dia pernah bilang kalau dia lebih menyukai pisang dari apa pun di dunia ini.

"Ya ampun." Baekhyun memijit(?) batang hidungnya. Sedangkan Chanyeol dengan rasa tidak berperikestrawberry-an-nya menikmati buah merah itu, mengabaikan istrinya yang frustasi.

Itu merupakan salah satu masalah yang dihadapi Baekhyun sepanjang tempoh kehamilannya. Bahkan Baekhyun harus menghadapi situasi di luar jangkaannya sepanjang tempoh kehamilan seperti….

"Baekhyunee..poppo~…" minta Chanyeol suatu pagi. Terliat jelas Chanyeol sedang memuncungkan bibirnya yang membuat Baekhyun menatap jijik.

"Tapi Channie aku sedang memberus gigi."

"Aku gak peduli." Dan saat itu juga Chanyeol terus mencium bibirnya tanpa sempat Baekhyun membersihkan mulutnya.

Oke ada lagi. Pernah Chanyeol mengejutkan Baekhyun di tengah malam gara-gara dia mau Baekhyun menepuk pantatnya seperti anak kecil. Ayolah Baekhyun sangat mengantuk waktu itu dan dia harus melayani Chanyeol seperti anak kecil!

Baekhyun juga pernah melihat Chanyeol menangis semau-maunya ketika menonton tv. Dan terpaksa namja kecil itu menenangkan suami tingginya. Dan harus diberitahu Chanyeol menangis gara-gara melihat anime One Peace kegemarannya. Dan lebih parah lagi, adegan yang di tayangkan saat itu bukannya adegan yang menyedihkan.

Bukan itu saja. Chanyeol juga pernah memintanya untuk tidur telanjang tanpa mengenakan pakaiannya dengan alasan dia mau merasakan kehangatan semulajadi sewaktu tidur dan ayolah Baekhyun tidak tahan dingin. Chanyeol juga pernah menghalang Baekhyun daripada mandi kerna dia bilang Baekhyun berbau harum jika tidak mandi dan harus di jelaskan Chanyeol menghalangnya mandi selama tiga hari yang membuatkan Baekhyun ingin menangis sepanjang tempoh itu. Itu sangat menjengkelkan!

Dan suatu hari dengan pedenya Chanyeol bilang kepada Baekhyun "Baekhyunee..kau gemuk." Dan itu sukses membuat Baekhyun ingin menjambak rambut Chanyeol sekeras-kerasnya saat itu juga. Dan demi tuhan sehingga saat ini baekhyun tidak habis pikir kenapa Chanyeol bisa bersikap layaknya seperti orang hamil sedangkan Baekhyun tidak mengalami hal-hal aneh seperti itu. Baekhyun tidak tau.

C

X

B

"Baekhyunee sayang aku pulang~" Chanyeol melepaskan sepatunya sebelum masuk ke dalam rumah. Senyumannya menggembang melihat Baekhyun dengan perut yang membesar sedang berjalan perlahan ke arahnya. Dengan perut yang membesar menyukarkan Baekhyun untuk melakukan pergerakkan kecil. Untung Chanyeol mengupah pembantu rumah separuh hari untuk membantu Baekhyun melakukan kerja-kerja rumah.

Chanyeol memberi kucupan sayang di kening Baekhyun sebelum member kucupan kecil di bibir pink milik istrinya. Chanyeol dengan perlahan memapah Baekhyun ke sofa yang berada di ruang tamu dan mengambil tempat duduk di sebelah namja cantik tercintanya.

"Bagaimana keadaanmu hari ini?" tanya Chanyeol lembut. Dia memandang wajah cantik Baekhyun. Bahkan wajah Baekhyun bertambah cantik semenjak hamil yang membuat Chanyeol seperti jatuh cinta untuk kali kedua.

"Aku baik-baik aja." Baekhyun memberi senyuman manisnya yang membuatkan Chanyeol ikut tersenyum. Chanyeol merendahkan sedikit tubuhnya dan mukanya berada tepat di hadapan perut Baekhyun. Dia menyingkap ke atas baju yang di kenakan Baekhyun. Mengucup lama perut hangat itu sebelum menempelkan telinganya ke perut Baekhyun. Baekhyun yang melihat itu hanya mengusap kasih surai hitam milik suaminya.

"Annyeong anak appa~. Kau sedang apa di dalam sana? Apa kau lagi tidur? Appa tidak sabar mau bertemu denganmu mu aegi-ya~."

"Ouch" Baekhyun meringis kecil. Sontak Chanyeol memandang muka Baekhyunyang sedang mengeryit.

"Ouch." Baekhyun meringis lagi dan dia membungkukkan sedikit tubuhnya kehadapan.

"Waeyo Baekhyunee? Gwenchana?" ucap Chanyeol mulai khawatir dengan keadaan Baekhyun.

"Dia menendang Channie." Chanyeol membulatkan matanya tidak percaya.

"Jinjja?" Baekhyun mengangguk. Dengan cepat Chanyeol meletakkan tangannya di atas perut Baekhyun untuk merasa pergerakkan kecil bayinya. Chanyeol menatap Baekhyun dan menatap perut Baekhyun sebelum menatap Baekhyun semula.

"Baekhyunee. Aku merasakannya. Aku merasakan bayi kita." Seru Chanyeol kagum. Dia tertawa gembira. Merasakan pergerakan si kecilnya dari dalam sana membuatnya benar-benar rasa gembira.

"Ne Channie. Aku juga merasakannya." Baekhyun ikut tersenyum sehingga menampilkan eyes smile indah miliknya membuatkan Chanyeol langsung memeluk tubuh mungil istrinya.

"Gomawo Baekhyunee. Saranghanda."

C

X

B

Chanyeol dan Baekhyun sedang duduk di kasur mereka. Chanyeol sedang bersandar di headbed sambil membaca buku manakala Baekhyun bersandar di dada bidang suaminya sambil bermain ponsel. Sekali-sekali Chanyeol menyesapi aroma rambut Baekhyun dan mengusap rambut lembut namja mungilnya.

Baekhyun mulai kebosanan dengan ponselnya. Sesekali dia melihat Chanyeol yang masih fokus membaca. Jangan melupakan fakta Byun Baekhyun tidak suka suasana yang sepi seperti kuburan. Baekhyun menghela nafasnya. Jari-jari lentiknya menari lincah di dada terbentuk Chanyeol.

"Waeyo Baekhyunee?"

"Aku bosan Channie." Chanyeol memandang sejenak Baekhyun yang sedang mendongak ke arahnya. Dia meletakkan bukunya ke samping. Memberi perhatian kepada si kecil yang mulai kebosanan.

"Jadi kamu apa eum?"

"Channie tadi aku baca di internet. Katanya melakukan seks di saat hamil tua itu bagus untuk memudahkan proses kelahiran nanti." Chanyeol mengernyitkan dahinya tidak mengerti.

"Jadi maksudmu apa?" Baekhyun langsung mencium bibir suaminya. Dia memejamkan matanya untuk menikmati ciuman itu lalu meelepaskan ciuman mereka dan berbisik perlahan di telinga Chanyeol.

"Ayo lakukan itu. Aku sedang ingin."

C

X

B

"Eungh.." Baekhyun melenguh kenikmatan bercampur sedikit kesakitan saat penis besar Chanyeol sepenuhnya masuk ke dalam lubangnya. Posisi mereka saat ini Baekhyun sedang duduk membelakangi dan bersandar di dada Chanyeol dan kedua kakinya yang mengangkang diletakkan diatas kedua belah paha Chanyeol. Manakala Chanyeol bersandar di kepala katil di belakang Baekhyun dan mereka sudah sepenuhnya full naked. Perut Baekhyun yang membesar menyukarkan mereka untuk melakukan di posisi baring.

"Baekyunee gwenchana?" Chanyeol diam tidak bergerak. Mereka sudah lama tidak melakukan seks sejak seks terakhir mereka sewaktu usia kandungan Baekhyun berusia lima bulan dan itu membuat Baekhyun merasakan nyeri di lubangnya.

"Nde. Bergeraklah channie." Jawab Baekhyun dengan suara yang penuh nafsu. Chanyeol memalingkan sedikit kepala baekhyun ke belakang dan menyambar bibir tipis Baekhyun melumatnya atas bawah secara bergantian dengan lihai, Baekhyun membalas ciuman panas Chanyeol.

"Emmmmmhh…emmmmmh…" Baekhyun melenguh dalam ciuman mereka saat Chanyeol mulai mengerakkan tautan mereka dengan perlahan. Baekhyun menarik tengkuk Chanyeol untuk memperdalamkan lagi ciuman mereka.

Chanyeol melepaskan ciuman mereka saat dirasakn namja kecilnya sudah kekurangan oksigen. Kini kucupannya beralih dileher Baekhyun. Chanyeol mengucup lembut leher lelaki munggil itu hingga ke bahunya dan meninggalkan tanda pemilikan di situ.

Baekhyun menggigit bibir bawahnya merasakan kenikmatan sentuhan Chanyeol dan juga dorongan lembut penis Chanyeol di lubangnya.

"Ahhhh… oooohhhhh..aaaahhhh.. Channieeee.." Baekhyun tidak bisa menahan desahannya saat sebelah tangan Chanyeol memainkan nipplenya dan sebelah tangannya lagi meramas kuat dada berisi Baekhyun.

"Aaaahhh…chaaannnnn…aaaaah….eunghhhhh."

"emmmmm…oooooh….Baaaaeeeekk..kaau selalu nikmat…"

Chanyeol mulai mengocok penis munggil Baekhyun yang sedang menegang. Membuatkan tubuh Baekhyun bergelinjang menerima kenikmatan yang berganda dari suaminya.

"ooooohhhhh…ahhhhh…ahhhh…channnyeeolll…ahhhhh…aahhhhh" Baekhyun menguatkan desahannya saat kocokan tangan Chanyeol di penisnya bertambah laju, seiring dengan sodokan-sodokan penis Chanyeol yang di terimanya. Chanyeol mendongakkan kepalanya dan memejamkan matanya menikmati kenikmatan penisnya di cengkam erat oleh lubang sempit milik Baekhyun.

"ahhhhh…aaahhhh…channn aku haaampirrr.,,"

"ahhhhh… baeeekkkk.. ahhhh…ahhhh,,akuu jugaaa..tahan sayaaaanggg." Chanyeol mencengkam erat pinggang Baekhyun. Penisnya semakin laju keluar masuk di dalam lubang Baekhyun.

"Chaaannn…chaaannn..akuuuu…akuuuu…arggghhhh…" desahan yang keras lolos dari bibir munggil itu saat dia sampai di pucak orgasmenya. Dia menjatuhkan kepalanya di dada bidang Chanyeol, terengah setelah mencapai klimaksnya.

"Argggghhhh baaaeeekkk..aaahhhh…aaaahh kau mencengkam penis ku baaaaek.. arghhhh…" Chanyeol juga mengeluarkan spermanya di lubang baekhyun di tiga terakhir tusukannya.

Chanyeol mengusap surai basah milik Baekhyun dan mengucup lembut kepalanya. Dia mendongakkan wajah Baekhyun dan menyingkirkan poni yang menutupi sebahagian mata namja cantik itu. Chanyeol mengucup sekilas bibir Baekhyun dan berakhir dengan kucupan hangat di keningnya.

"Gwenchana Baekhyunee?" Chanyeol sedikit khawatir dengan keadaan Baekhyun kerna mereka melakukan seks di saat Baekhyun sedang sarat hamil.

Baekhyun tersenyum dan mengangguk kecil. "Aku tidak apa-apa Channie. Ayo tidur aku lelah." Chanyeol membalas senyuman Baekhyun. Dengan hati-hati dia mengangkat tubuh Baekhyun kesamping dan menyelimuti tubuh telanjang mereka berdua. Chanyeol melingkari tangannya di perut Baekhyun dan Baekhyun memegang tangan Chanyeol yang berada di perutnya dan akhirnya mereka tertidur dengan mimpi indah yang menemani mereka sepanjang malam.

C

X

B

Baekhyun terjaga dari tidurnya. Dia bergerak tidak selesa . Memiringkan tubuhnya ke kanan, ke kiri, ke kanan lagi dan ke kiri lagi. Memasuki bulan kesembilan kehamilannya, Baekhyun jadi sukar untuk tidur. Pinggangnya sering sakit. Kakinya juga mulai membengkak membuatkan Baekhyun benar-benar tidak nyaman.

"Waeyo Baekhyunee?" Chanyeol turut terjaga dari tidurnya kerna terganggu dengan pergerakkan-pergerakkan yang di lakukan namja munggilnya.

"Channie aku mau ke tandas." Tanpa banyak bicara, Chanyeol langsung bangkit dari pembaringannya membantu Baekhyun berjalan ke tandas. Namun, baru beberapa langkah berjalan, tiba-tiba Baekhyun menghentikan langkahnya.

"Baek kenapa berhenti?" bukan jawaban yang diterima melainkan Baekhyun menatapnya dengan wajah menahan tangis. Tiba-tiba Chanyeol merasakan kakinya basah. Dia memandang ke bawah dan mengangkat jarinya sedikit kerna kakinya sudah basah dengan air yang datang dari Baekhyun!

"Kau pipis Baek?" tanya Chanyeol menatap Baekhyun dengan mata bulatnya.

"Channie.." ucap Baekhyun dengan suara seperti mau menangis.

"Aku gak bisa bergerak. Perutku sakit."

"Mwo?" Chanyeol kaget. Baekhyun sudah mulai menangis membuatkan Chanyeol mulai gelagapan. Dia menuntun Baekhyun untuk duduk di pinggiran katil. Sedangkan dirinya kini jalan bolak-balik di hadapan Baekhyun sambil mengigit ibu jari tangannya. Dia tidak tau harus melakukan apa saat ini. Dia tidak bisa berfikir dengan jelas.

"Argh..Channie.." rintihan kesakitan Baekhyun membuat Chanyeol menatap istrinya yang sedang memegang perut menahan sakit. Dia mengacak rambutnya frustasi. Chanyeol seperti mau menangis sekarang juga.

"Ayo Chanyeol..pikir..pikir..Sehun? ya Sehun!" nama itu tiba-tiba terlintas di pikirannya. Dia langsung mengambil ponselnya di meja nakas mendail nombor Sehun yang berada di dalam ponselnya.

"Sebentar Baek. Ayo Sehun angkatlah.." Chanyeol coba menenangkan Baekhyun yang terus-menerus merintih kesakitan. Sekali gus menenangkan dirinya sendiri. Setelah beberapa saat terdengar suara khas orang yang baru bangun tidur di seberang sana menjawab panggilannya.

"Halo Sehun-ah. Aku harus bagaimana ini? Baekhyun mengeluarkan air yang banyak. Dan dia sedari tadi tidak berhenti meringis kesakitan." Ucap Chanyeol panjang lebar tanpa menjeda kalimatnya bahkan Chanyeol mengucapkan itu dengan hanya satu tarikan nafas.

"Kyaaa…kyaaa hyung bertenanglah."

"Bagaimana bisa aku bisa bertenang?!" Chanyeol berteriak. Dapat di pastikan kemungkinan saat ini Sehun sedang menjauhkan ponselnya dari telinga setelah mendengar teriakan dari suara besar Chanyeol.

"Kau harus membawa Baekhyun hyung ke rumah sakit sekarang hyung. Sepertinya dia akan melahirkan. Aku akan menyusul sebentar lagi." Chanyeol mengangguk mendengar arahan dari dongsaengnya dan setelah itu dia memutuskan panggilan mereka.

"Ayo Baek kita ke rumah sakit."

"Aku gak bisa bergerak Chanyeol. Rasanya sakit sekali." Peluh sedang membanjiri wajah baekhyun yang sedang menahan sakit itu. Dia tidak bisa menggambarkan kesakitan yang sedang di alaminya sekarang ini.

Chanyeol yang melihat itu, langsung menggendong tubuh Baekhyun ala bridal style. Dia langsung membawa Baekkhyun masuk ke dalam mobil dan Chanyeol dengan cepat menyetir mobilnya ke arah rumah sakit. Tidak peduli dia selepas ini ditahan polisi atau tidak yang penting dia mau Baekhyunnya cepat-cepat sampai ke rumah sakit. Dia tidak sanggup melihat Baekhyun terus-terus kesakitan seperti ini.

C

X

B

Sesampainya di rumah sakit, Sehun langsung menyambut Baekhyun untuk di bawa ke ruang khusus untuk melahirkan. Sehun sebagai doktor dan juga adik Chanyeol akan menangani sepanjang proses kelahiran Baekhyun nanti.

"Sehun-ah bagaimana Baekhyun? Aku tidak sanggup melihatnya kesakitan seperti itu."

"Tenanglah hyung. Semuanya akan baik-baik aja oke?" Sehun meletakkan tangannya di pundak Chanyeol untuk menengkan Chanyeol yang sedang khawatir akan kondisi Baekhyun saat ini.

"Apa kau mau menemanni Baekhyun sepanjang proses melahirkan nanti?"

"Apa bisa?" Chanyeol bertanya balik Sehun. Sungguh dia mau tetap di sisi Baekhyun saat ini.

Sehun mengangguk dan tersenyum kecil. "tentulah hyung. Kau bisa menemaninya nanti. Ayo ikut aku."

Chanyeol mengikuti Sehun menuju ruang bersalin. Setelah pintu dibuka terliat jelas disana Baekhyun sedang berbaring menahan kesakitan. Tanpa ba bi bu lagi Chanyeol langsung menerpa kearah Baekhyun.

"Baekhyunee.."

"Channie.. sakit.."

"Tenanglah Baek. Aku akan menemanimu di sini." Ucap Chanyeol mengenggam erat tangan Baekhyun. Dia mengucup kening namja munggil itu dengan harapan itu bisa memberi ketenangan dan kenyamanan terhadap Baekhyun.

"Baiklah sepertinya kau harus melahirkan sekarang hyung." Sehun menangkat bicaranya setelah tadi dia memeriksa kondiksi Baekhyun. Baekhyun menangguk lemah mendengar kalimat yang di ucapkan doktor muda itu.

"Buka lebar kakimu hyung. Kita akan mulai sekarang." Baekhyun mengikuti semua arahan yang di berikan Sehun begitu juga Chanyeol. Meskipun hanya tuhan yang tau hatinya sekarang ini.

Saat ini Baekhyun sedang mendorong keras untuk mengeluarkan bayinya sesua dengan intruksi yang di berikan Sehun kepadanya. Bukan saja Baekhyun, malah Chanyeol juga merasakn sakitnya. Mana tidak terkadang Baekhyun mencengkam tangannya erat yang mungkin bisa membuatkan tangannya patah. Terkadang Baekhyun juga menggigit tangan Chanyeol untuk mengurangi rasa kesakitannya yang membuatkan Chanyeol menjerit kesakitan lebih daripada Baekhyun dan dia juga hampir menangis gara-gara itu.

Akhirnya setelah hampir 30 menit Baekhyun bertarung dengan kesakitan, Baekhyun berjaya melahirkan seorang bayi mungil yang imut dan lucu. Suara tangisan bayi yang kuat terdengar di ruangan itu. Baekhyun ambruk. Dadanya turun naik menghirup oksigen. Dia memejamkan matanya sebentar. Rasa bersyukur dan kelegaan menjalar dalam dirinya.

Begitu juga Chanyeol. Akhirnya penderitaan yang di alaminya sepanjang Baekhyun melahirkan berakhir. Dia mengurut dadanya. Menarik nafasnya lega.

"Selamat hyung bayi mu laki-laki." Sehun memberikan bayi kecil yang sedang tertidur itu dan di sambut dengan dakapan hangat Baekhyun lalu Sehun meninggalkan mereka untuk memberi kesempatan kepada mereka berdua. Baekhyun mengelus-ngelus lembut pipi mungil bayinya. Dia mengucup lama bayi itu. Chanyeol yang melihat itu turut rasa terharu dia sampai sekarang tidak percaya bahwa di sudah menjadi seorang appa.

Chanyeol mengecup puncak kepala Baekhyun. Dan mengucup sekilas bibir Baekhyun. Dia mendakap Baekhyun membawa Baekhyun ke dalam dakapan hangat miliknya.

"Gomawo Baekhyunee. Terima kasih kerna sudah melahirkan zuriat yang lucu untukku. Terima kasih kerna sanggup melahirkannya. Terima kasih Baekhyunee." Chanyeol tidak henti-henti mengucup puncak kepala Baekhyun. Dia sangat gembira dan bersyukur saat ini. di kurnai istri yang di cintainya dan juga putra kecilnya melengkapkan lagi rumah tangga mereka.

Baekhyun mendongak melihat Chanyeol. Dia membelai lembut pipi suaminya. Senyuman terukir di bibir tipisnya. "Aku juga Channie. Terima kasih kerna sudi menerimaku dan menjagaku. Aku sangat mencintaimu." Pergerakkan kecil bayi mereka menyebabkan Baekhyun dan Chanyeol mengalihkan pandangan terhadap bayi yang berada di dakapan Baekhyun.

"Baek dia terlihat mirip sepertimu." Chanyeol meneliti wajah bayi sulung mereka. Hidung dan bibir munggil serta kulit putih itu mirip Baekhyunnya.

"Benarkah?" Baekhyun juga melihat ke wajah bayinya. Kepalanya mengangguk kecil mengiyakan ucapan Chanyeol barusan. Dan tiba-tiba mati bayi itu terbuka lalu menutupnya kembali membuatkan Baekhyun tertawa kecil.

"Kau kenapa tertawa Baekhyun?"

"Apa kau liat matanya saat terbuka tadi?"

"Iya. Waeyo?" Tanya Chanyeol tidak mengerti.

"Matanya bulat miripmu Channie. Dan juga…" Baekhyun menjeda kalimatnya sebentar tangannya memegang telinga kecil bayinya.

"…telinga nya juga miripmu."

"Hahaha… ternyata dia mewarisi genetic kita berdua. Tapi kita mau letak namanya apa ya?" Tanya Chanyeol. Baekhyun memikir-mikir nama untuk bayinya. Begitu juga Chanyeol memikirkan nama yang sesuai.

"Park Jiwon. Kita menamakannya Park jiwon."

"Bagus Baekhyunee. Aegiya.. mulai sekarang namamu Par Jiwon nae." Chanyeol mengecup pipi bayinya sekilas sebelum kecupan itu berakhir di bibir milik istrinya. Chanyeol merasakan keluarganya benar-benar lengkap sekarang.

C

X

B

1 tahun kemudian…

"Jiwonie-ya.. ayo kesini sama eomma.." Baekhyun terkikik melayani putranya yang saat ini sedang tertatih berjalan. Baekhyun menepuk-nepuk tangannya sendiri agar Jiwon bisa jalan ke arahnya. Alih-alih berjalan, Jiwon tiba-tiba jatuh terduduk. Dan langsung merangkak kearah Baekhyun dengan tawa cerianya.

"Aigoo anak eomma. Malas berjalan eoh?" Baekhyun mengangkat tinggi Bayi munggilnya lalu dia membenamkan wajahnya di perut Jiwon, membuat bayi kecil itu tertawa kegelian dengan satu jari telunjuknya berada di dalam mulut.

Baekhyun mengalihkan pandangannya kearah Chanyeol apabila melihat lelaki itu berjalan lemah kearah sofa. Baekhyun menggendong Jiwon untuk mendekat kearah Chanyeol dan duduk di sebelah lelaki tinggi itu.

"Channie kenapa?" Tanya Baekhyun melihat Chanyeol memijat kepalanya.

"Aku gak tau Baekhyunee. Dari pagi tadi kepalaku pusing terus. Aku juga muntah-muntah."

"Apa kau masuk angin?" Chanyeol menggelengkan kepalanya. Saat ini Jiwon sedang meronta-ronta dalam pangkuan Baekhyun, tangannya terulur menghadap Chanyeol. Chanyeol yang melihat itu langsung mengambil alih Jiwon dari Baekhyun.

"Aigoo anak appa. Ingin di gendong appa ya?" Chanyeol mengangkat tinggi-tinggi Jiwon. Dia sedikit mengguncang perlahan tubuh munggil itu yang membuatkan Jiwon tertawa kesukaan. Manakala Baekhyun menundukkan kepalanya seperti sedang memikirkan sesuatu.

"Kau sedang pikir apa Baek?"

"Anu… Chanyeol.. kali terakhir kita melakukan itukan kau tidak pakai penggaman."

"Jadi..?"

"Hehehee.." Baekhyun hanya menyengir menbuatkan Chanyeol semakin heran dengan sikap namja cantik itu. Seperti mendapat petunjuk, Chanyeol tiba-tiba membulatkan matanya dan menatap Baekhyun tidak percaya.

"Jangan bilang kau…."

"Yaa Channie. Aku hamil lagi. Aku lupa mau bilang ke kamu." Ucap Baekhyun mengusap tengkuknya canggung.

"Mwo?!" seiring dengan itu rasa mual kembali menyerang Chanyeol. Dengan cekatan dia menyerahkan Jiwon kepada Baekhyun dan langsung berlari menuju ke kamar mandi. Dan tedengarlah suara muntahan Chanyeol dari kamar mandi.

"Mianhae Channie. Sepertinya kau harus menanggung morning sicknessnya lagi." Baekhyun berteriak lalu terkekeh sambil menatap bayinya yang juga ikut tertawa.

"ANDWAE!" Dan juga terdengarlah teriakan frustasi dari Chanyeol. Sepertinya Chanyeol harus melalui kejadian buruk itu sekali lagi. Kekeke…

THE END

Haha akhirnya FF ini kelar juga. Ini author bikin panjang FFnya. Semoga kalian suka. Oh ya terima kasih ya yang sudah membaca, review,favourite dan follow ff ini. terima kasih banyak, walaupun author tau kalau kalian mungkin ada yang tidak mengerti dengan bahasanya. Tapi author tetap hargai kalian kok ^^.

Thanx to: ViolaBiola, .1654,sehunboo17,Hyo Luv ChanBaek,Guest,parkobyunxo,Galaxy Aquarius,helenaaaaafela,parkchanchan,Shiina Park,anaknyacb,parkbaexh614,cici fu.

Rillakuma-bear: maaf soalnya aq Malaysia jadi textnya setengah-setengah. Dan aku memang masuk FFN ^^ hehehe.

Oh ya nanti kan juga ff baru dari author ya. Hehehe

Read and Review for the last chapter?