Rifki merasa kalau dia sangat dijahili.

Rifki punya gebetan, namanya Udara, dan Udara adalah cewek paling membingungkan yang pernah Rifki kenal. [bukan berarti Rifki tidak suka, ehm. Justru itu bikin hati Rifki makin kebat-kebit dibuat Dara.]

Dan pagi ini tiba-tiba entah kesambet setan apa, Dara datang dengan wajah tertekuk seolah-oleh bingung—matanya menatap layar handphone dengan intensitas menyeramkan. Rifki bingung. Apa kali ini Dara masih belu menyelesaikan laporan tetap anfisman miliknya atau apa?

"Lo ngapain sih?" Rifki bertanya pada Dara dengan pandangan yang tidak dapat di artikan. Untung cakep, pikir Rifki. Kalo nggak Rifki bakal lari ngibrit dari pelototan Dara.

"Kakak gue." Ucap Dara pendek. Dan Rifki langsung mahfum. Kakak Dara adalah tukang masak yang kabur ke Perancis meninggalkan ibu dan adiknya sendirian. Dan kadang Dara suka uring-uringan sendiri ketika ada masalah dengan kakaknya. Sepertinya, mereka cukup dekat. "Kakak lo sekarang ngapain lagi?" tanya Rifki dengan tenang.

Dalam diam, Dara menyorongkan handphone-nya. Di layar tersebut muncul screen e-mail.

Rifki mengerutkan dahi. Kalau pesannya begini, pantas saja Dara manyun.

From : Bumi

To : Dara

SEKARANG LAGI TONJOK-TONJOKAAAAN!

.

.

.

.

.

Like it Hot and Fast (And Yummy)

Kuah Kimchi

Nothing is being reaped unless the satisfaction of being reviewed and grown to be a better writer, then guilt is not as charged!

.

.

.

.

.

Chapitre seize : That is so Fetch! (parte deux)

.

.

.

.

.

Saat Arthur naik ke atas ring dan melihat wajah yang familiar, dia menaikan alis. Suara-suara suporter yang mendukungnya begitu memekakkan telinga dan Arthur melihat Abel sedang melakukan stretching tanpa peduli jeritan wanita-wanita yang rela ditiduri oleh Abel secara bergilir. Arthur tahu bahwa kedatangan Abel, selain karena ingin bertemu dengan Anri, juga karena Abel ingin menikmati sekali lagi memukul seseorang dengan tenaga yang dahsyat—naluri membunuh yang lama terpendam dan adrenalin lari dari ujung kaki ke ujung rambut adalah hal yang membuat orang-orang ketagihan, dan Arthur mengerti itu.

Arthur sendiri sudah bernazar tidak bakalan kembali ke dunia ini selama hampir setahun, sebelum akhirnya monster dalam dirinya mengobrak-abrik segalanya—semuanya lebih buruk ketika dia tidak bisa menahan diri. Arthur punya pengendalian diri yang baik, namun semua yang dia tahan akan keluar begitu saja ketika dia melepas dirinya. Apalagi kefrustrasiannya semakin meningkat dengan adanya orang itu di dapur—orang yang sejak dulu dia impikan ketika kecil, gadis bermata hitam berambut kelam…

Gadis yang sekarang sedang menghadapi salah satu obstakel paling berat!

Frustasi ada banyak jenisnya dan Arthur sering mengalaminya dulu maupun sekarang—sayangnya Arthur paling tidak pernah mengalami apa yang orang-orang sebut dengan frustasi secara seksual. Secara teknis, Arthur memiliki wajah adonis—secara mekanis, tentu banyak wanita bersedia menjadi santapan satu malamnya mau itu di sebuah rumah bordil kecil atau di Ritz Carlton. Jadi bayangkan betapa bingungnya Arthur ketika ada sesuatu yang begitu dia inginkan, hanya berjarak sejengkal dari dirinya, tidak bisa dia peluk, dia miliki?

Rasa itu menumpuk dan terakumulasi, dan Arthur baru kemarin melepaskan rasa frustasi itu dengan memojokkan sang peri kecil.

Atau mungkin seekor Imp Api? Dengan kobaran amarah dan teriakan buas saat itu, Bumi kelihatan seperti seorang petarung sejati.

["I can't cook to save my life and damn myself to hell and back, I really hate it!"]

[Arthur terkesima.]

Sayang hal itu tidak membuatnya kenyang sama sekali.

Jadi mungkin racun hitam dalam tubuhnya bisa menguap jika dia meninju seseorang malam ini. Dan Arthur terkejut ketika lawan pertamanya adalah Abel. Bukannya dia takut atau apa, Arthur sangat yakin dengan kemampuannya sendiri, tapi dia tidak ingin kena tinju malam ini—dia masih punya restoran untuk dijalankan besok, dan wajah bengap berikut tangan yang keseleo bukanlah yang dia cari sekarang. Abel adalah petarung yang piawai jika tingginya yang hampir enam kaki itu tidak menunjukkan suatu apapun.

"Fancy an ol' one two, huh?" Arthur berseru, suaranya seakan terdengar oleh Abel diseberang. Peks milik Abel mengintimidasi, begitu pula trisep dan bisepnya—tapi Arthur dipanggil Pirate bukan tanpa sebab, dan jika sedikit pameran otot membuat Arthur gentar, maka dia tidak akan bisa berdiri di atas ring ini sekarang. Abel memandang Arthur, mata hijaunya yang berwarna botol dingin.

"Malam ini disaster buatmu." Deklarasi Abel.

"Siapa kau, Ayahanda Peri?" ucap Arthur ironis. "Kau bisa melihat masa depan?"

Abel memandang kebawah, hanya sekelibat, seakan mencari-cari dan Arthur mengikuti arah pandang Abel dan menemukan hal yang mengejutkan. Arthur mengenali rambut hitam kelam tersebut dimanapun—Bumi ada disini, menontonnya!

Wajah Arthur yang tadinya tidak berekspresi berkeriut sedikit. Sementara pikirannya berkecamuk. Apa yang anak ini lakukan disini?

Abel memerhatikan wajah Arthur yang berubah semilisekon itu. Arthur memandangnya lagi, tidak ada tanda-tanda ke-syokannya tertunjukkan. "Pirate and the Killer… apa kalian sudah siap?" cowok yang bertugas sebagai referee berteriak, dan Drop Dread malam itu sepertinya gempa bumi skala minuskul berkat teriakan para penonton. Arthur menjaga fokusnya ke seluruh tubuh Abel. Bukan waktunya untuk memikirkan anak itu, pikir Arthur. Dia harus bisa keluar malam ini sebagai pemenang, kalau bisa tanpa ada sedikitpun luka…

Sementara Abel, disisi lain, melakukan hal kebalikannya dari Arthur.

Arthur jelas sekali suka dengan anak ini, pikir Abel. Mata Abel memandang postur Arthur yang lentur namun siap menyerang. Ada sesuatu dalam ekspresi Arthur—sesuatu yang liar, namun kalkulatif, dingin namun penuh pesona, dan apakah Abel melihat sekelibat hasrat disana? Arthur menganggap pria kecil yang kelihatan seperti gadis ini adalah seseorang yang spesial. Abel tidak pernah melihat Arthur seperti ini, dan itu membuat Abel termenung.

Apa yang dimiliki Bumi yang tidak dimiliki orang lain?

Selain kenyataan bahwa Bumi adalah seorang perjaka, tentu saja. Flirt Abel yang tadi bukan tanpa alasan—Abel hanya ingin tahu warna asli Bumi, dan ternyata warnanya adalah putih bersih. Wajah yang merah tanpa sebab, mata yang bergerak kesana kemari seperti kupu-kupu bersayap emas…

Dan tentu saja, Arthur bakalan suka sama sesuatu yang putih, kan? Karena kelihatan bersih. Kelihatan patut untuk dijaga. Arthur senang berlaku seperti knight in shining armor dan itu kelihatan dari cara Arthur memandang Bumi.

Itu membuat Abel… bergairah.

Abel tahu apa yang dia inginkan dan dia selalu mendapatkannya. Tolong jangan salah sangka dengan mengira Abel tidak menyukai Arthur atau membencinya. Hanya saja, Abel sangat penasaran bagaimana jadinya kalau sesuatu yang Arthur sukai terampas dari dirinya, terambil begitu saja… Abel senang membuat orang-orang terguncang, dan hobi itu terdengar buruk, ya kan? Anri sudah berkali-kali menyuruhnya ke psikiater karena hal itu, namun tentu saja Abel tidak akan mau membuang tiga ribu euro hanya untuk merebahkan diri di atas sofa panjang dan bercerita soal keluh kesah hidupnya kepada seseorang bersertifikat 'psikiater'.

Apa yang akan Abel lakukan?

Yah, jadi tidaknya Abel melaksanakan rencana main-main ini pun tergantung seperti apa pertarungan malam ini akan berakhir. Abel bukan seseorang yang kompetitif, namun jika ada tantangan dilemparkan ke depan mukanya, dia akan menerimanya dan menang. Go big, or Go home.

Dan untuk sekedar informasi, warna putih juga merupakan warna kesukaan Abel dengan alasan yang sangat berbeda dari Arthur.

Karena warna putih jauh lebih menyenangkan saat dikotori.

.

.

.

.

.

Saat lonceng gong dibunyikan, tidak ada yang bisa melihat kecepatan Arthur mendekati Abel. Mungkin gerakan tangannya bisa mendengingkan telinga.

Arthur langsung mengarahkan tinjunya ke bagian diafragma Abel dan rahang Abel mengeras kesakitan—Bumi hampir berteriak karena oh my god itu pasti sakit banget. "Mana pengamannya?" tanya Bumi bingung.

"Ini Underground, kami nggak pakai pengaman segala macam kalau mau bertarung. Kalau pakai, apa bedanya kami dan para Pencuci Tangan di atas sana? Dan ini mungkin terdengar menjijikkan, tapi tidakkah kau pikir 'pengaman' disini terdengar seperti kondom atau alat kontrasepsi?" Gil menjelaskan, bermaksud menolong namun lagi-lagi malah terdengar seperti seorang peleceh seksual. "Pencuci Tangan?" tanya Bumi lagi, matanya terserap sepenuhnya di adegan pukul memukul mematikkan antara Abel dan Arthur. Satu poin dari Arthur saat ia mengenai sisi bahu Abel. Tripel poin untuk Arthur karena sudah mengenai kedua sisi leher Arthur.

"Orang-orang yang melakukan hal yang sama dengan kita, hanya saja profesional dan diawasi pihak interpol. Membosankaaaan," Gil menaikkan bahu sebelum berseru, "OI, THE KILLER, AKU DISINI BUKAN UNTUK MELIHATMU DIHAJAR ABIS-ABISAN, OKE?"

Abel sepertinya mendengar dan Bumi bersumpah dia melihat tangan Abel menunjukkan jari tengah. Arthur memukulkan kedua tangannya di baji milik Abel dan Abel tiba-tiba merunduk sebelum Arthur bisa bereaksi, dan meraih pundaknya sebelum menahannya di ring—untunglah Arthur berguling ke samping.

"Malam ini jelas bukan malam yang baik untuk Pirate—lihat saja otot-otot Killer, mungkin kau bisa mendapatkan tiga ratus pon daging babi jika kau memotong mereka dan menjualnya di pasar!" komen yang tidak perlu keluar dari comentator di ujung ring malah terdengar. Suara-suara tidak puas dan 'boo' terdengar kuat dari pendukung Pirate. Tubuh Abel menabrak ring terdengar berdebam dengan keras. "Setidaknya Pirate mengerti Killer itu tipe pemain jarak dekat," lanjut si komentator riang, seakan-akan dia hanya mengomentari cuaca melihat Abel segera berdiri. "Untung untuk para pendukung Killer, Killer bukan tipe yang bermain hanya dengan otot saja. Brawns and brains, they work together."

Arthur berlari menuju ke karet ring dan memakai gerakan momentum untuk membuatnya terlempar kepala duluan menabrak perut Abel. Abel menghindari di saat yang tepat dan memeluk perut Arthur.

"Yap!" suara si komentator yang final tenggelam di antara teriakan-teriakan ganas. "Pirate has just bought himself a death contract!"

Bumi mengerutkan dahi, kembali menonton pertandingan. Suara teriakan killer, killer, killer mulai menggema seakan-akan itu nyanyi puji-pujian, dan Bumi merasa bahwa dia tidak menyukai arah permainan ini. Jadi tanpa sadar dia berteriak sampai tenggorokannya sakit, 'Piraaateeeeeeeee'.

Arthur dan Abel bergumul untuk detik yang sangat menegangkan—mereka berdua seperti ular boa yang melilitkan diri satu sama lain, berusaha mengintimidasi, berusaha menjadi lebih superior dibanding yang lainnya. Tidak berhasil. Malah membuat semuanya memburuk—wajah Arthur berwarna kuning keunguan dan Abel kelihatan seperti seseorang yang ingin muntah di akhir menit. Akhirnya setelah lima menit mereka berdua melepaskan diri dan Abel menjadi lebih agresif dengan melayangkan tendangan dengan gaya superaneh yang tidak pernah Bumi lihat—

"Jeet Kune Do, benar-benar gerakan yang berirama sekali! Aku bahkan mengira Killer sedang menari dan bukannya menghadiahi bogem mentah ke Pirate!" seru komentator.

"Jeet kune do, boleh juga Abel." Gil bersiul.

"Itu curang!" seru Bumi, menghentakkan kaki. "Dia pakai jurus cabang bela diri lain! Itu tidak sah!"

"Dude, please. Disini semuanya minum darah hanya karena kesenangan belaka, terus kenapa juga harus membatasi diri sendiri dengan peraturan bego?" Gil menggelengkan kepala memandang Bumi prihatin. "Orang-orang atas sampai akhir, kau ini." Bumi masih tidak menginginkan hasil yang sangat tidak valid ini dan terus berteriak, berharap Arthur mendengar namanya, paling tidak Bumi tidak ingin Arthur muncul di restoran dengan wajah yang tidak simetris.

Pukulan demi pukulan Arthur terima dengan tidak ikhlas—dia berusaha untuk menahan pukulan tersebut dengan mundur dan menghindar, namun sepertinya tangan Abel seperti ular yang mencari mangsa. Arthur terlihat kewalahan dan terpojok ke pojok ring. Abel tidak punya keinginan untuk berhenti. Para penonton menggila, menyuruh Arthur untuk berdiri dan memukul balik dan Abel untuk terus lakukan pukulan keren tersebut. Arthur hampir terkena pukul di mata kalau saja dia tidak menghindar.

"Dia sudah kalah!" seru komentator. "Pirate mungkin harus mengatakan selamat tinggal kepada medali menangnya yang berwarna keemasan… ini di luar dugaan sekali, ternyata memang tubuh bisa mengungguli strategi disaat yang mendesak… Pirate memang tidak cocok berada di kickboxing, dilihat dari statur tubuh… dia mungkin langsing berotot dan cukup tinggi, namun dia harusnya tahu hanya pria sejati yang bermain dan menang di turnamen ini!"

"Berisik lo!" desis Bumi pada komentator yang berada tepat di sebelahnya tersebut. Sepertinya suaranya memantul di mik milik sang komentator, dan sang komentator tertegun sejenak karena diomeli dalam bahasa tidak teridentifikasi dan oleh seorang pria yang tidak dikenal. "Berisik, kau bedebah! Bisakah kau diam? Aku sedang mencoba menikmati atasanku bermain disini, kau kucing busuk! Attans bananer(1), dasar buntut kuda!" seluruh kosa kata buruk keluar dari mulut Bumi, dan Gil, yang terpana serta sedikit terpesona, bahkan tidak dapat berkata apa-apa. Seluruh perkataan Bumi terdengar keras di mik tersebut, dan seluruh penontong mendengar rutukan Bumi termasuk kedua survivor di atas ring.

Hal ini sepertinya merupakan faktor keberuntungan untuk Arthur, karena di detik kelemahan itulah Arthur menyelengkat kaki Abel. Abel, yang tidak siap dengan serangan mendadak, kehilangan keseimbangan dan hampir saja jatuh kalau saja Arthur tidak menangkap tangannya dan menahannya sebelum jatuh… dan alih-alih di lepas oleh Arthur, Arthur mengunci satu tangan tersebut dan memukul wajah Abel hingga darah muncrat dari mulut Abel, gigi-giginya berkelotakan tajam. Berkali-kali, berpuluh kali, dan tentu saja Abel melawan, namun matanya sudah tertutup begitu banyak darah dia tak bisa lagi membuka mata—Arthur menjatuhkannya di atas ground ring dan menendang punggungnya serta perutnya. Abel menangkap kaki Arthur, namun darah di matanya masih belum dibersihkan, dan itu satu lagi faktor keberuntungan—Arthur menepis tangan tersebut dan menendang Abel yang tertidur lemah ke luar ring melalui sela-sela karet ring. Suara petaruh Arthur bersorak riang dan suara gong terdengar.

"Sangat tidak dapat dipercaya!" komentator yang sedikit bingung tersebut kembali ke jalannya acara. "Ini merupakan malam yang diberkahi… diberi mujizat! Malam bersejarah!" sepertinya komentator ini memang niat banget membuat Bumi dongkol. "Seorang Pirate menang dari Killer… THE WINNER IS… PIRATE!"

Suara-suara kemenangan dan tawa keji terdengar, sementara erangan malas dan sebal terdengar juga. Arthur langsung turun dari ring bahkan sebelum Bumi dapat melihatnya pergi. Gil bertepuk tangan dengan wajah terpesona ke Bumi.

"I don't know you had it in your little waspy brain." Ucap Gil, menepuk bahu Bumi.

"Komentator itu membuatku kesal." Balas Bumi, mendelik ke komentator yang sedang meminum slurpie. Darimana ada slurpie di tempat seperti ini?

"Dia memang begitu, kau terlalu baper." Gil menaikkan bahu. "Mau kukenalkan dengannya? Aku cukup kenal dengannya, lho."

Bumi menaikkan alis. Bukannya dia baru bilang kalau dia tidak suka dengan komentator itu? Kenapa sekarang Gil malah kepingin mengenalkannya dengan cowok hot dengan rambut sandy blonde itu?

Sepertinya Gil memang memiliki daya ingat yang rendah, sehingga bukannya mengapresiasi wajah Bumi yang kentara sekali jijik, Gil malah menarik tangan Bumi menuju si komentator yang sedang tertawa keras-keras dengan seorang pria besar berotot dan berwajah menyeramkan.

"Woi, Amerika!" seru Gil, dan Bumi bingung. Sepertinya Gil baru saja menjadi sedikit rasis…

Si Komentator berbalik dan matanya bersiborok dengan mata Bumi. Kemudian dia memandang Gil yang melambaikan tangan. "Oh, Albino. Apa kabar?! Bukannya kau sudah berubah jadi salah satu masyarakat madani yang produktif?" Sindir si 'Amerika' ini namun senyum bodohnya masih terpampang. "Kalau kau ada waktu menyindir orang, lain kali jadilah objektif. Temanku disini tidak suka dengan kau." Ucap Gil blak-blakan. Bumi melirik Gil judes. Gilbert memang pengkhianat!

"Heeei," Amerika (Bumi merasa aneh memanggil seorang manusia dengan nama Negara atau Kebangsaannya) melambaikan tangan. "Cewek manis, Gil."

"Saya cowok." Ucap Bumi kaku.

Amerika kelihatan mengerjap lalu tertawa keras. "Ya, dan aku alien dari planet mars. By the way, Iggy kelihatan sangat tidak fresh hari ini. Jadi wajar kalau aku bilang performanya mukjizat bisa menang." Amerika berkata dengan wajah yang blak-blakan. "Lagipula, siapa juga yang tidak akan bertaruh kepada Killer? Killer punya badan buldozer dan Iggy sebesar semut didepannya."

"Iggy?" Bumi mengerutkan dahi bingung.

"Pirate. Dia orang Inggris." Amerika menaikkan alis. "Inggris. Iggy. Ya get it dude?"

"Sebenarnya, nggak." Bumi berkata. Dia merasa berhadapan dengan Amerika tidak membutuhkan basa-basi dan kesopan-santunan. Dari awal dia sudah jengkel dengan Amerika dan kenyataan bahwa Amerika membuatnya begitu sebal tanpa harus menaikkan satu jaripun membuat Bumi yakin Amerika memang biasa membuat orang-orang marah."Hanya karena Pirate orang Inggris kau memanggilnya Iggy tidak memberikan relevansi yang nyata buat saya. Itu malah akan membuat Anda kelihatan jadi seorang Pria rasis yang tidak tahu kapan harus adil dan kapan tidak."

"Whoa,"Amerika menaikkan tangan. "Albino, put some leash on her, geez. Aku tidak mau tergigit olehnya, oke?" Amerika menyeringai dan berhadapan dengan Bumi sekali lagi dan menyodorkan tangan sebelum Bumi meledak marah. "Maaf kalau aku membuatmu sebal." Ucap Amerika, matanya melembut dan dia tersenyum tulus. "Asal kau tahu, Aku orangnya memang begini. Kalau aku menyinggungmu, aku minta maaf. Dan aku tidak bermaksud rasis atau bagaimana—aku sendiri cukup dekat dengan Arthur."

Bumi menyentuh tangan Amerika dan menggenggamnya, walau masih ada perasaan sebal dalam hatinya.

"Kalian… sedang apa disini?"

Suara familiar itu terdengar, dan Bumi, Gil, serta Amerika berbalik hanya untuk melihat Arthur dengan wajah keringatan dan terengah-engah, habis diberi selamat oleh para suporter, turun dari ring. Bumi merasa Arthur memiliki kegantengan berkali-kali lipat.

"Biasa, mereka survei." Ucap Amerika. "Lihat kan, babe? Kami teman dekat." Amerika menarik Arthur ke sampingnya dan merangkulnya. Bumi hanya mengangguk, suka suka lo aja dah.

"Malam ini kayaknya malam yang nggak beruntung banget." Gil menaikkan bahu. "Aku hilang banyak uang gara-gara kau, Arthur… yah, paling tidak ada yang bisa bikin aku panas di atas ranjang malam ini…" Mata Gil bersiborok dengan mata bunny girl yang dia goda tadi. Mereka bertukar pandang dan Gil menyeringai. "Bumi, kau disini dulu. Aku mau kesana… atau, kau hari ini pulang sama West saja. Aku tidak pulang hari ini." Dan segera menyeruduk ke bunny girl yang kelihatan sangat girang.

Bumi menggigit bibir. Sudah pengkhianat, tidak setia kawan pula.

"Bukankah sehabis ini ada klasemen lagi, Al?" Arthur memandang Amerika dengan wajah datar. "Kau seharusnya segera kembali kesana sebelum orang-orang ini tambah marah.

Amerika, yang bernama 'Al', menepuk kepalanya. "Kau benar! Aku harus segera ke sana… ya sudah jaga gadis ini baik-baik, dia tidak bisa pergi kesana kemari mencakar orang dengan opininya, kan? Bye!" dengan itu Amerika pergi dengan tidak bertanggung jawabnya. Arthur hanya menghela napas dan mata emeraldnya segera mencari mata oniks Bumi. "Sekarang sudah malam sekali. Aku antar." Ucap Arthur dengan cepat. Bumi menaikkan alis. "Anu, tapi tadi Gilbert bilang saya pulang dengan Ludwig…"

"Ludwig sedang sibuk—dia bekerja sebagai konsultan pajak di underground kickboxing ini, dan percayalah padaku, kalau sudah soal kerjaan dia tidak akan ingat apapun lagi." Arthur segera menyuruh Bumi mengikutinya menjauhi kepenatan orang-orang. Setelah jauh dari orang-orang, Bumi mengikuti Arthur yang sudah berjalan keluar dari tempat tersebut. Bumi diam-diam mengikuti. Dia tidak tahu harus berbicara apa dengan Arthur, lagipula mereka tidak dekat…

"Malam ini bagaimana kalau kau menginap di rumahku?"

Bumi melebarkan mata, merasa kalau dia salah dengar.

"Eh?"

Arthur melemparkan pandangan datar. "Menginap. Di rumahku. Sudah malam. Lagi pula, kalau kau harus pulang sekarang ke rumahmu, besok kau harus bangun pagi ke restoran. Lebih efektif jika kita berangkat bersama."

Bukan itu masalahnya. "Tapi…"

"…kau menolak?"

Bumi merasa tengkuknya mendingin dan dia langsung menggeleng. "Saya tidak menolak!" Arthur masuk ke dalam mobilnya dan membukakan pintu mobil ke Bumi, wajahnya datar. "Masuk." Bumi bengong. Arthur menyipitkan mata dan menggerakan kepalanya seakan berkata, masuk, bodoh.

Dan Bumi buru-buru masuk ke dalam. Semuanya canggung. Bumi bingung dengan apa yang harus dia lakukan… dia baru saja melanggar kode etik ketimuran dengan setuju menginap. Di rumah. Cowok.

"…bagaimana dengan masakanmu?"

Bumi menatap Arthur yang menatap lurus ke jalanan. Bumi tidak mengerti kenapa Arthur menanyakan hal ini. "Bolehkah saya jujur?" ucap Bumi pelan.

Silakan, ujar Arthur tanpa berbicara, bahunya bergerak naik sedikit.

"Saya mentok." Ucap Bumi. "Fighting event kali ini terlalu berat… saya bahkan tidak tahu apa yang harus saya buat, apa konsepnya, seperti apa kesukaan dari pengantinnya, semuanya, saya buta. Tapi karena itulah saya terpancing… saya terpacu untuk tidak kalah dari Razak." Bumi menaruh dagunya di atas tangan, matanya serius. "Saya tahu reputasi Razak dan saya tahu kalau saya masih belum sepadan dengan dia. Saya terima itu. Tapi bukan berarti saya tidak melakukan yang terbaik yang saya punya nanti. Saya tidak mau kalah sebelum berperang."

Arthur tersenyum kecil, walau wajah porselen miliknya terhalang gelapnya malam.

"Kau memang luar biasa."

Lampu merah, dan mobil berhenti.

Bumi memandang Arthur, dan tersenyum kecil. "Terima kasih atas pujiannya."

Arthur tiba-tiba memandang Bumi intens dan menyeringai kecil. Jemarinya yang sudah bertahun-tahun terampelas di dapur meraih poni Bumi dan mengelusnya lembut. Bumi langsung membeku.

Orang ini ngapaiiiiin?

"Mau aku ajari sesuatu?"

Diiin, diiin. Suara mobil mengklakson terdengar dari jauh. Selain itu, tak ada suara lagi.

"sesuatu?"

Bibir Arthur tersenyum menggoda.

"Sesuatu. Di rumahku."

.

.

.

.

.

.

Maafkan.

SHOUT OUT TO nuruko03 YANG SUDAH NGEPM SAYA DAN BIKIN SAYA SEMANGAT MELANJUTKAN CHAP KALI INI…..

YAH SAYA SANGAT BERTERIMA KASIH PADA YANG SUDAH MAU KOMEN, FAVE, DAN FOLLOW CERITA INI…. SILAHKAN BICARA SAMA SAYA SAYA NGGAK GIGIT KOK.

Dan buat Rifki… dia bukan sekadar cowok ganteng loh. Kedepannya dia bakal sering muncul HAHAHAHA SAYA SUKA RIFKI.

.

.

.

Enaimer : nggak papa yang penting nggak ketinggalan cintaku {{{APADAH}}} iya saya juga nggak suka sama karakter feli yang banci banget di ff lain DIAM-DIAM SAYA PINGIN NGELIAT FELI YANG GANTENG JADI. BEGITULAH. HAHAHA FELI AKU JUGA INGIN DIBELAI JANGAN ENAIMER-SAN AJA ((( sebenernya epi kemaren ada dua quote, dari oitnb sama mg. quote oitnb yang kata si Bumi bilang 'I've been stalked, threatened, felt up, and called taylor swift'; sementara yang mg… TAU LAAH HAHA GLEN COCO FTW. HAHAH NETFLIX AND CHILL THAT WAS REALLY A SEXUAL INNUENDOS. IYAAA ARTHUR MENANG KANZZZZ YEY. Iya sebenarnya saya bikin dirty talking itu hanya for the sake of fanservice jadi sekali lagi, kalau OOC dimaafkanlah sangattt HAHAH. Soal fs di chapter 25 mendatang, saya sendiri kurang yakin apakah smut saya hot atau nggak jadi mohon maaf [[[[SPOILER]]]]) HAHAHAHA. Makasih suda baca m(_ _)m /sabila foster : CUATIN DOOOONG YA ALLAH : ( SEDI AKU BANYAK YANG SUKA ABEL AKU MALA NGGAK SUKA ATUH. HAHAHA PRIA-PRIA HAWT RAWR BANGET NGGA SI. LAHF U TU./Kuroi uso : AKU PALING INGET UNAME KAMU KENAPA YA :DDD sebenernya saya sendiri jadi males munculin lovino…. Bismillah semoga episode depan Lovinonya ada ya :DDD oke sipp maafkan kalo episode ini Lovinonya nggak ada…/caramellyapple : bukan Cuma direndem air doang, kayaknya dia harus digosok juga pake sikat wc. Menurut aku pribadi sih itu karena feli itu peka banget cowoknya… dan bisa dibilang, Bumi tuh androgini, buat sebagian orang yang pengen ngeliat dia sebagai cowok, dia bakal keliatan kayak cowok dan sebaliknya. Contohnya Amerika (yang kita tau siapa dia) dia langsung nebak Bumi cewek kan? Walau Amerika ngomongnya hanya dalam konteks mengejek, sih…/Harukichi Ajibana : YAAAA MEREKA IKUT GITUAN. Tadinya aku mau bikin mereka ikut underground prostitution tapi gajadi WKWKWK. Makasih udah baca, Harunyan!/Indah605 : nama kamu kayak nama teman aku! Makasih banget hahaha xDD adegan masaknya masih belom ada maaafff. Besok ada tapinya hehe/kuro91 : HALO KUROCHAN! Yapp karena saya suka harem HAHAHA. Sebenernya di hetawiki namanya Belanda masih belum ada nggak sih? Atau saya yang salah? Eniwei, Belanda punya berbagai macam nama yang bakal dijadiin ofisial, dan salah satunya Abel…/hazelBlonde : WAHAHA MASIH LAMA SAYANG DIMAAFKAN YAA/D.N. : IYAAAA saya juga bayangin WWE JOHN CENA, BOOGEYMAN XDDD WKWKWK ((( KALAH DIRANJANG ))) oksippppp makasih udh reviewww :9/Fiv :aku juga GEMES banget sama mereka wkwkwk AKU JUGA NGAREP SIH RAZAK SUKA BUMI WAHAHAH MAMPOES/Manusia : HAI MANUSIA (((APA INI))) MAAFKAN LAH YA SAYA SUKA MOTONG-MOTONG. Alasan kenapa Feli bisa tau bisa dilihat di answer buat carramellyapple diatas~ IYA BENAR SEKALI. Kalo nggak salah aslinya juga Italy tuh jago tarung tapi karena terlalu (((pengecut))) dia jadi nggak tarung lagi. Okeee nanti saya tampung aspirasinya (apandah) MAKASIH SUDAH BACA~/2Tsuki Hime : maaf Hime, tapi kayaknya dari kemarin saya udah bilang kalau pemeran utama masih belum siap ngelakuin seks : ) jadi sebagai gantinya Cuma fanservice dengan bau-bau seksual aja, haha. Dan seinget saya Belanda masih belum punya nama human yang resmi? Saya Cuma cari-cari aja haha… Saya punya kehidupan yang harus saya lakukan diluar sana, du du du du~~ Makasih sudah membaca yaaa xDDD/Misaki Younna : IYA FELI MANTAN PETINJU! WKWKWK dan di canon juga dibilang kok kalo Feli tuh petarung Cuma dia nggak suka violence jadi berhenti tarung. PUR* IT HAHA. Nggak papa makasih udah review yaaa? xDD/Wei Lien Liu : halo, Liu! Bisa dibayangkan gimana Nethere wkwkwk. Udah adayang sadar koook tenang aja wkwkwk. Dirty talk Gilbert masih belum ada seperempatnya buat episode 25 ke atas lho~ makasih sudah baca! xDD/Vania : nama kamu kayak nama teman smp ku… WKWK iya bener banyak saingan karena saya suka poliandri HAHAAH. Itu kayaknya masih cukup lama ya…/Males login : xDDD