Hug
.
[TaeGi/ Taehyung x Yoongi]
.
Rate T
.
.
Aku kira Yoongi-hyun,g, terganggu atas pelukanku. Ternyata diam-diam ia merasa nyaman. •Kim Taehyung;
.
.
.
Mata Taehyung tak lepas, dari gerak gerik Yoongi. Entahlah, sudah berapa lama ia mengagumi tubuh mungil itu.
Didalam kamus Taehyung, ada istilah dimana tubuh Min Yoongi hanya pas dipeluk olehnya. Pokonya hanya Taehyung, bahkan Park Jimin selaku pacar dari Yoongi tidak cocok memeluk tubuh itu, pikirnya.
Dari situ semua sudah bisa menyimpulkan, bahwa sudah menjadi rahasia publik dimana Taehyung sangat sering memeluk tubuh Yoongi. Sudah tidak terhitung, berapa lebam yang tertutup make up, yang sudah ia dapat dari kekasih Yoongi. Belum lagi teriakan cempreng yang mengganggu pendengarannya, teriakan Jimin dapat membuat gendang telinga Taehyung pecah rasanya.
"Yoongie, Yoongie-yoongiiie~~~" suaranya menggema disepanjang lorong gedung agensi, membuat Jimin dan Yoongi jengah dan memutar bola mata malas.
Jimin mengecup singkat pipi kekasihnya, kemudian berlalu lebih dulu.
"Ahh, nyamannya." Melihat Jimin yang sudah menjauh, membuat Taehyung semakin bersemangat memeluk Yoongi dari belakang.
"Oh, ayolah Tae-yaa. Kau sudah mimisan gara-gara pukulan Jimin kemarin. Sayangi wajahmu, Taehyung!"
Tubuh Yoongi sedikit terangkat karna tangan si namja tinggi itu semakin erat memeluk tubuhnya.
"Mue_mu_mu_mhuue. Aku tidak peduli, aku menyukai ini." bibirnya mengecupi berkali-kali, tengkuk Yoongi dengan manja. "Inginku melemparmu keranjang, lalu mengungkung tubuhmu dibawahku." lanjut Taehyung.
Yoongi membelalakkan matanya, bersamaan dengan berbaliknya tubuhnya menghadap Taehyung.
"Oh, kau balik sendiri. Tanpa ku balik, hyung?"
Yoongi membungkam mulut Taehyung dengan tangan kecilnya.
"Astaga Tae, kondisikan mulutmu." Balasannya? Hanya senyuman bodoh ditambah semakin eratnya pelukan tadi, membuat Yoongi menahan tubuh Taehyung yang semakin mendekat.
"Taehyung, lepas ini. Jimin bisa saja keluar dan menghajarmu lagi. Ya, ya YA!"
Yoongi semakin berteriak saat wajah Taehyung mendekat pada wajahnya.
"Hyung,-" Yoongi terdiam mendengar suara itu, jelas sekali nada itu berubah bisa disebut lebih dewasa, mungkin? "Kau-
"-kau merona." /bugh/
Setelah mengatakan itu ia melepas pagutannya, dan sudah pasti tubuh Yoongi akan menyentuh lantai.
"Akhh, YAK! KIM TAEHYUNG KAU MATI JIKA BERTEMU AKU LAGI!"
Taehyung cekikikan sambil berlari dengan tubuh terbaik. "Ya ya ya, aku juga mencintaimu."
Ia bahkan melambai dengan percaya diri dan,
/dugk/ "Ahhk, sial."
Saking asiknya dengan acaranya tadi, Taehyung tidak sadar ada tembok dibelakang tubuhnya.
Saat kembali membuka mata, ia melihat wajah tertawa lepas dari seorang Min Yoongi. Ini jarang bagi Taehyung, ia tersenyum lembut memandangi itu.
"Whaaaa, karma berlaku Kim Tae, Taehyung Kim!" dengan logat dan gaya menyerupai Taehyung sendiri.
Taehyung kembali tersenyum kikuk dalam keadaan bahagia.
.
.
.
Taehyung baru pulang dari tempat syutingnya. Saat memasuki dorm ia tidak menemukan seorang pun ada didalamnya.
Namun, saat Taehyung masuk lebih dalam, ia mendengar isakan tangis dari seseorang.
Bodoh jika ia tidak mengenali isakan itu, isakan seorang dengan dengan tubuh ternyaman dipeluk Taehyung, siapa lagi kalau bukan Yoongi.
Tidak ingin membuang waktu, Taehyung langsung melesat menghampiri orang yang memangis tadi.
"Hyu-hyung, Yoongi-hyung?" terlihat Yoongi menggerakkan tangannya, demi mengusap kasar wajahnya yang basah.
Belum selesai dari acara mengusapnya, Taehyung sudah menghentikan itu dengan mendekap tubuh Yoongi dari belakang, seperti yang ia lakukan biasanya.
Bukannya mereda, tangisannya bertambah. Yoongi membalikkan tubuhnya lalu balas memeluk tubuh Taehyung dengan eratnya.
Deg/
Dari sekian ribu pelukan yang Taehyung berikan, ini kali pertama Yoongi membalas pelukan itu. Mungkin dasar memang pengecut atau gugup, seketika kaki Taehyung melemah.
"Hyung, kenapa?"
.
.
Jimin berjalan tergesa mencari Yoongi diseluruh ruang. Dan akhirnya dapurlah, tempat yang belum ia datangi. Jimin terdiam, ada rasa cemburu dan rasa lega, melihat Yoongi menangis dipelukan Taehyung.
Alasan Jimin mencari Yoongi, karna ia takut Yoongi menangis sendiri dan menjadi prustasi karnanya.
.
.
"Ji-jimin, Jimin mengakhiri hubungan kami, Tae-yaa!"
"TAPI KENAPA? Kau cantik, kau imut, kau seksi, pantatmu bagus, lekuk tub-"
Ucapannya terhenti, saat Yoongi mendongak menghadap wajah Taehyung, dengan bibir yang menekuk lucu. 'Tahan Tae, Tahan!' Batin Taehyung. "Oke, aku berhenti. Jadi karna apa?" lanjutnya sambil mengusap wajah Yoongi, dengan menunduk.
"Karna kau selalu memelukku! Heeeee eommaaaa!"
Taehyung merapatkan bibirnya, lalu mengangguk-angguk dengan bodohnya. Ia kembali memeluk tubuh Yoongi, "Okay, aku akan mendengar alasannya lain waktu. Sekarang ayo kekamar, dan membuat anak bersama!"
"TAE!"
"Hihi, canda hyung canda."
Taehyung mengangguk, karna tau dan mengerti bahwa alasan Jimin memutuskan hubungannya dengan Yoongi bukan seperti yang dikatakan Yoongi barusan. Toh jika ia, Yoongi tak akan mau memeluknya begitu saja, bukan?
.
.
.
Seminggu belakangan Yoongi hanya dekat dengan Taehyung. Sejak kejadian itu, Tae bukan hanya memeluk tapi selalu memerhatikan serta selalu tersenyum dihadapan Yoongi.
Kali ini Taehyung tidak ingin menahan lagi, ia ingin tau penyebab putusnya hubungan Yoongi dan Jimin. Tapi, kenapa Taehyung sangat bersemangat?
Sampai lah disini, dimana Yoongi sedang menggantikan Jin yang tidak enak badan, untuk memasak hari ini.
"Hyung?"
"Emh?"
Taehyung besandar didinding dapur menatap Yoongi yang sedang mengaduk masakannya.
"Itu hyung, aku tau alasan yang kau sebut kemarin bukan alalasan sebenarnya, jadi apa alasannya?"
"Mungkin ada yang lain yang lebih manis dariku, Tae." jawab Yoongi dengan santai.
"Eiiyyy, mana ada hyung. Apa- apa, kau canggung dengannya?"
"Tidak, Jimin sudah minta maaf."
"Yeeess! Kalau begitu jadi kekasihku, mau ya-ya-ya."
"Kau bercanda, memang aku bodoh? Aku tau kau hanya kasihan denganku." jawabnya lagi dengan kekehan. Senyuman Taehyung luntur, tangannya jatuh dan menjuntai disisi tubuhnya.
Jadi Yoongi hyung menganggapku hanya kasihan dengannya, selama ini?
"Lalu jika itu karna aku menyukaimu, apa cukup?"
Yoongi memalingkan wajahnya menatap Taehyung. Taehyung menunduk dan berjalan meninggalkan Yoongi. Mata Yoongi yang masih menarap tubuh Taehyung pun berputar memandangnya.
.
.
.
Ini hari dimana anggota bts mendapat hari libur. Selama beberapa hari, sesudah Taehyung mengatakan bahwa menyukai Yoongi, keduanya tidak lagi dekat.
Bukan Yoongi yang menjauh, tapi Taehyung. Taehyung juga bingung alasannya menjadi seperti ini. Karna itu membuatnya pulang lebih dulu dari yang lain tanpa pamit.
Dan sayangnya Yoongi mulai memikirkan perasaannya dan berniat mengajak Taehyung pulang ke Daegu bersama.
"Mana Taehyung?-
*Mana Taehyung?-
*Mana Tae?-
*Mana sialien?-
*Mana manusia 4d itu?
*Sebenarnya kemana Taehyung?" pertanyaan terakhir mengarah pada sang leader Namjoon.
"Aku tidak tau kenapa, tapi ia mengatakan akan pulang sendiri lebih dulu dan jangan memberitahu yang lain. Itu saja hyung."
"Ahh, kalau begitu terima kasih Namjoon-ah. Aku juga akan pulang sekarang."
.
.
.
Sayangnya kata-kata "..pulang sekarang..." nya Yoongi tidak tepat sesuai rencana.
Ia pulang dengan seorang supir yang disewa pihak agensi, namun mobil yang mereka tumpangi mogok ditengah-tengah jalanan yang sepi. Alhasil mobil tadi diperbaiki dan selesai saat sore hari.
Yoongi sampai didaegu saat hari sudah gelap. Setelah mengucapkan terima kasih, ia keluar dan menelpon Taehyung.
+Tae?
-Hmm?
+Aku didaerah rumah keluarga mu, datanglah kedekat jembatan gantung itu.
-Malas.
+YA! Kau serius? Aku akan membakar rumahmu jika tidak kesini.
Taehyung tersenyum, sebenarnya ia sedang berjalan ringan di jembatan kecil gantung itu. Ia semakin terkekeh melihat wajah kesal Yoongi diujung jembatan sana.
+Tae? Tae? Kim Taehyung? Ahh sialan, kenapa diam? Oh oke aku akan membakar rum-mah-
Kalimat selanjutnya tak dapat ia katakan, Yoongi melihat itu. Yoongi melihatnya tersenyum manis ditengah situ.
Taehyung menutup telponnya lalu membuka lebar jaket besarnya, seakan menyuruh Yoongi agar segera memeluknya.
Diujung sana mulut terbukanya sudah tertutup tergantikan dengan senyum yang tak kalah manisnya.
Yoongi meletakkan ponselnya disaku, laku berlari kencang-
-menghampiri dan memeluk erat tubuh Taehyung. Taehyung pun melakukan hal sama, membungkus tubuh kecil namja bermarga Min itu dengan jaket hangatnya.
"Aku tau sejak lama kalau ini nyaman, aku merindukan pelukan ini."
"Emh? Tidak merindukanku? Padahal aku merindukanmu."
Yoongi terdiam, "Kenapa terdiam? Kalau kau tidak menjawab aku melepas pelukan ini."
"Iyaa, aku merindukanmu~~" lirih Yoongi hampir tak terdengar.
Taehyung tersenyum jahil, "Oh apa itu berarti kau menerima ku?"
Yoongi terdiam lagi, wajah memerahnya semakin ia sembunyikan didada Taehyung. Membuat Taehyung kembali terkekeh, melihat betapa imut dan manisnya manusia yang lebih tua darinya itu.
Taehyung meraih wajah Yoongi, agar menatapnya.
Chu/
Kecupan kilat mendarat dibibir Yoongi. Yoongi hanya dapat menutup wajahnya menahan malu.
"Hyung lihat aku!" Taehyung meraih tangan yang menutupi wajahnya. "Aku ingin hubungan kita diam-diam!"
"Tapi kenapa?"
"Karna aku tidak ingin seorang pun, menghancurkan hubungan kita!"
Yoongi tersenyum lalu kembali memeluk tubuh Taehyung, sambil mengangguk. Begitu pun dengan Taehyung.
.
.
.
.selesai.
Bayangin kalo tae semanis ini! Daku pen nangis rasanya ╥﹏. Tapi kalo daku jadi suga keknya gak bakal nerima Tae, kan canggung sama Jimin
…
…
Buat;
minyoonlovers: ehe, ntar kalo jin ngikut jadi uke x uke, gak enak pan. Bener TT^TT. Udah next yaa. | mysuga: bagus lah kalo manis, terhura daku huhuhu. Udah lanjut yeth. | naegrnxxi: terhura dibilang bagus T.T, makasih dukungannya mue_mue_mue. | syubchim: tubuh yungi yang mini itu loh bikin gakuku kalo dipasangin sama namjoon, taeginya udah up yaa. | rizuku: ku tak mau tanggung jawab, akkkh | peach prince: huhuhu, suga emang gitu tipe uke manis-canteks-sekseh bhak. Okedeh makasih dukungannya chu-chu-chu. | mintswaega: maafkan daku yang penuh dengan kesalahan, ehe. Makasih yaa udah dikoreksiin. Daku usahakan deh. | thedolphinduck: ia daku juga jarang dapat namgi, daku juga gak terlalu ngeship mereka cuman mikirnya kalo mereka digabungin malah manis baget ga kuath aing. |
.makasih semua. See You!
…
…
Next —
Friend? [MinYoon] -Rate M
Yoongi selalu menjadi hal pertama bagiku. –Park Jimin;
.,.
