Minna-san! Aku balik lagi nih hehehe (/^O^)/ gimana? kira-kira gaje ga yah (^.^)a
Oh iya, untuk Brown Earth Girl, yups! aku akan bikin seperti itu. Awalnya cuma kurokonya aja yang kembali kemasa lalu tanpa perubahan apapun. Tapi terus ya kepikiran aja buat jadi begini hehehe.
oh iya minna, i hope you like it~
.
.
.
Kuroko no Basuke © Tadatoshi Fujimaki
fienctla
"Begin Again"
.
"Apa yang akan kau lakukan bila kau memiliki kesempatan untuk mengulang segalanya dari awal?"
.
.
-Chapter 1-
.
Ia mendesah frustasi sembari melangkahkan kakinya memasuki gerbang Teikou. Pagi harinya cukup buruk, ia belum terbiasa dengan tubuh barunya. Ditambah ia harus menggunakan rok yang membuat kakinya tidak nyaman untuk bergerak. Ia menggeleng cepat, membuyarkan pikirannya mengenai bagaimana ia harus memakai pakaian itu untuk pertama kalinya..
Wajahnya merah padam.
Bagaimanapun juga ia tetap saja laki-laki, dan itu membuat kepalanya sedikit pusing memikirkan bagaimana ia harus berkutat dengan benda-benda laknat itu setiap pagi. Apalagi dengan apa yang ia kenakan sekarang, ia merasa seperti seorang pervert yang memakai baju perempuan-
Walaupun nyatanya sekarang ia menjadi seorang perempuan.
Ia mengacak pelan rambutnya sambil melangkahkan kakinya menuju ke gedung tersebut. Ia biarkan untaian rambut biru mudanya, yang tadinya sudah berantakan, menjadi lebih berantakan. Toh, tidak ada yang menyadarinya juga bukan? Ia invisible.
Orang-orang berjalan berdesakan untuk menghadiri upacara penerimaan murid baru. Berbeda dengannya yang terlihat santai dan menyelinap dengan mudah diantara kerumunan itu tanpa terlihat. Untuk saat-saat seperti ini ia bersyukur memiliki tubuh kecil dan sulit dilihat. Apalagi sekarang ia sudah mengenal teknik misdirection. Hal itu membuat hawa keberadaannya yang tadinya tipis menjadi kelebih tipis lagi. Walaupun sebenarnya sih, ia kesulitan juga menggunakan teknik tersebut dengan tubuh barunya. Ia menjadi sedikit kasihan dengan orang-orang di sekitarnya.
"Oi! Matamu dimana, hah?"
"DAI-CHAN!"
"Tidak salah lagi," pikirnya "itu pasti Aoimine-kun dan Momoi-chan"
Matanya tertuju pada sosok bersurai biru yang terlihat ingin menghajar seseorang dan perempuan bersurai merah muda yang menengahi mereka sambil berteriak. Orang yang berada di tangan Aoimine tampak ketakutan, sementara yang lainnya berkerumun menyaksikan hal baru di hari pertama sekolah mereka.
Ia terlalu memperhatikan mereka sampai tak sadar ia menabrak seseorang dan jatuh diantara kerumunan. Orang-orang mungkin tidak akan menyadari hawa keberadaannya sehingga mungkin saja nasibnya akan berakhir dengan terinjak-injak di hari pertamanya di Teikou, ralat, hari pertama di Teikou untuk kedua kalinya. Atau mungkin juga ia terlalu tembus pandang sehingga ia bisa ditembus oleh orang-orang sekitar.
Ternyata perkiraannya salah.
Orang yang ia tabrak, ternyata adalah seorang Kise Ryouta, model paruh waktu itu menarik banyak perhatian dengan insiden yang ia buat. Perempuan-perempuan berseragam menyerupai dirinya, yakni kemeja biru muda dengan bawahan hitam, berteriak sambil mengerumuninya. Sementara Kise sendiri, yang baru Kuroko sadari ternyata tersangkut kaki seseorang sesaat setelah Kuroko mendorongnya dan jatuh tersungkur ke tanah, hanya bisa cengengesan sambil menggaruk-garukan kepala melihat banyak anak perempuan yang mengerumuninya. Tak jauh dari sana, kuroko sendiri terduduk dengan baju yang berantakan. Tiba-tiba ia tersentak, merasa tangannya ditepuk, ia pun menoleh ke belakang.
Seseorang yang ia temui, tidak lain dan tidak bukan adalah Midorima Shontarou, orang yang bahkan jarang mengobrol dengannya, bahkan saat masih satu tim pun mereka tidak begitu akrab. Kuroko menatap orang itu dengan datar seperti biasa, berbeda dengan perasaannya yang terkejut akan hal itu. "Kau tidak apa-apa?" Tanyanya.
"Eh?" Kuroko mengedipkan matanya, heran.
Yang ditatap berpura-pura membenarkan kacamatanya. Lalu mengalihkan tatapannya ke samping. "Bu-bukannya aku peduli nanodayo! Hanya saja kau menghalangi jalanku"
Kuroko mengulum senyum tipis, membuat Midorima memberikannya death glare. "He-hei!," sahutnya.
Kuroko berdiri dari tempatnya lalu memerapikan roknya dari debu yang menempel. Matanya berhenti sebentar menatap teddy bear yang ada di genggaman Midorima sebelum akhirnya ia berkata, "ano, upacara akan dimulai. Maaf merepotkanmu"
Kuroko membungkuk, setelah itu meninggalkan midorima yang masih terdiam disana.
"Midorima Shintarou"
Kuroko berhenti dan menoleh kearah midorima yang berpura-pura membenarkan kacamata di belakangnya. Ia terdiam sebentar, sedikit geli mengingat Midorima masih belum mengenalinya. "Tentu saja," pikirnya.
"Midorima-san, upacaranya akan dimulai lima menit lagi" katanya, menatap Midorima yang terkejut, kemudian berlari menyamakan langkah dengan dirinya. Mereka pun berlari menuju gedung upacara.
"Namamu nanodayo," katanya. Kuroko menoleh kearah laki-laki yang lebih tinggi darinya. Walaupun kuroko tidak terbiasa dengan Midorima yang sependek ini, tetap saja laki-laki tersebut lebih tinggi darinya. Laki-laki itu salah tingkah, lagi. "Bukannya aku peduli nanodayo!"
"Pffft.."
Kuroko menahan tawa. Ia melihat midorima yang terkejut, ia pun mengulas senyum tipis. Ia tidak tahu bahwa ternyata menyenangkan juga jika bisa mengobrol dengan Midorima. "Koroko Tetsuya, yoroshiku*"
Tidak tahu mengapa, rasanya tangannya bergerak sendiri menarik tangan midorima dan membawanya melewati kerumunan pagi itu. Entah karena kasihan melihatnya yang susah mencari celah diantara kerumunan, atau mungkin karena hal lain, ia pun tidak tahu. Yang jelas, terdapat perasaan yang sudah lama ia tidak rasakan.
Ia rindu saat-saat dimana Kiseki no Kisedai masih berkumpul bersama.
...
"Selamat datang di Teikou Koukou bagi murid baru.."
Kuroko duduk bersampingan dengan Midorima. Seperti biasa, ia memasang tampang datarnya dan duduk dengan tenang diantara sekian ribu manusia disana. Sekilas, tidak ada yang aneh darinya. Tapi jika diperhatikan lebih seksama lagi, terdapat kilatan di matanya.
Dengan tenang, ia mengawasi sekitar. Matanya menangkap ke hampir semua objek yang ada di sekitarnya. Sebuah hal yang jarang ditemui darinya kecuali jika ia sedang dalam pertandingan basket.
Tapi ini bukan soal pertandingan baginya.
Gedung itu begitu tenang, tentu saja karena kepala sekolah sedang berpidato di hari pertama mereka masuk. Diantara mereka, perempuan berhelai baby blue itu diam-diam mengamati beberapa orang yang sudah ia kenali dari dulu.
Ada suatu alasan membuatnya melakukan hal tersebut. Pertemuannya dengan Midorima membuatnya menyadari suatu hal.
Ia kini kembali ke masa lalu, artinya semua hal yang ia alami di Teikou akan terulang kembali. Ia sudah mengetahui masa depan.
Kiseki no Kisedai juga belum mengenalinya. Mereka juga belum mendaftar klub basket. Tapi di tahun ketiga mereka akan berubah. Ogiwara akan keluar dari basket setelah pertandingan Teikou melawan Meiko-
Kecuali jika ia bisa merubah segalanya dari awal.
Ia mengerutkan kening,
"Tapi bagaimana caranya?," pikirnya.
Di sebelahnya Midorima diam saja dengan teddy bear di tangan kirinya. Orang-orang menatapnya aneh dan ada yang menahan tawa. Tapi nampaknya ia sendiri tidak peduli. Tak jauh dari situ, sosok menjulang bersurai ungu dengan wajah bosan mengunyah makanan dengan tangannya yang dipenuhi bungkus makanan ringan. Pemilik rambut ungu itu menguap berkali-kali. Hampir sama dengan pemilik rambut ungu, orang yang ia tabrak tadi, pemilik rambut kuning itu juga memasang wajah bosan. Ia nampaknya tidak peduli dengan suara berisik disekitarnya.
Kuroko menolehkan kepalanya ke kanan. Diujung kanannya dekat tembok, terlihat pemuda bersurai navy blue tertidur pulas tanpa menghiraukan pidato kepala sekolah.
Tidak jauh dari sana, sedikit kedepan, terlihat pemuda berambut merah duduk tenang dan memperhatikan pidato kepala sekolah dengan seksama, berbeda dengan kebanyakan orang yang ia perhatikan. Kuroko tersenyum tipis. "Khas akashi-kun sekali," pikirnya.
Perhatiannya beralih pada kata yang ia sangat hapal dari pidato tersebut.
"..motto kita adalah.."
kuroko menutup matanya. Kata tersebutlah yang membuat Kiseki no Kisedai menjadi berubah. Kata-kata yang sejujurnya tidak mau ia dengar lagi,
"winning is everything"
Ia membuka matanya.
Kuroko tidak ingin Kiseki no Kisedai berakhir dengan kesombongan, ia pun juga tidak mau Ogiwara keluar dari tim basket. Bagaimanapun caranya, harus mencari akal agar hal tersebut tidak terjadi.
.
-Chapter 1-
End
.
*yoroshiku : salam kenal
I love you banget buat yang udah ngereview, follow, favorite, atau apapun itu. oh iya itu aku masukin sedikit jepang (apaan dah sok pamer) sebenernya karena ga enak aja kalo pake bahasa indonesia :3 kayak,"salam kenal" itu kan agak aneh dibaca jadi ya.. yaudah deh aku kasih sedikit bahasa jepangnya :v (dasar sok)
AAAAAAA aku pusing masalah tugas ulangan tugas ulangan.. Udah gitu praktek juga pula (T~T) tapi akhirnya bisa update juga. yeay~ (/^O^)/
Oh iya minna-san, maafin banget kalo ceritanya ga sesuai ekspektasi (?) abis aku baru belajar nulis sih :3 butuh bimbingannya ya *tumbs up*
YukineReina-san, hehehe doumo arigatou! liat saja nanti ya :v. ParkYuu-san, hai~ aku akan berusaha. tapi kayaknya jadinya dikit lagi deh (T~T). Iiorin miaru-san, hohoho untung aku tidak membuat kuroko jadi pervert #ups. Well, umm.. apa fic ini memang sedikit harem nantinya :v tapi aku lebih menekankan ke friendship sama basketnya kok :) tapi siapa tau aja berubah :v
