.

.

.

Sway

Disclaimer:

Kuroko no Basuke milik Fujimaki Tadatoshi-sensei

no profit gained~

status ff twoshoots dicabut. Karna pada akhirnya saya gatau chapter berapa ini selesai XD

selamat menikmati!

Peluk cium dari istri AA'Seijuurou

.

.

.

Latar aula pribadi milik keluarga Akashi disulap menjadi aula yang mewah. Tirai tirai cantik sewarna dengan karakter anaknya—yang sedang berulang tahun hari ini, dipilih Ibunya. Katanya biar menambah pekat suasana bahagia keluarga itu. Belum lagi tanggal ini mendekati natal.

Akashi Seijuurou tersenyum profesional terhadap rekan rekan Ayahnya yang sengaja diundang hari ini. Ia juga menyapa perempuan perempuan cantik anak dari rekan rekan Ibunya. Dan ini membuat Seijuurou pusing. Cantik memang, tapi apakah mereka tidak bisa memakai parfum yang biasa saja?

Seijuurou, Ayahnya, Ibunya yakin bahwa parfum parfum itu baru saja dikirim dari berbagai negara. Hanya untuk dipakai hari ini. Dan uh, yang benar saja. Apa mereka mandi parfum?!

Untungnya, bukan hanya Seijuurou yang berpendapat demikian. Keluarga nya memang tidak suka bau parfum menyengat, dari siapapun. Dan oh, bisakah Seijuurou keluar sekarang? Kenapa Ia ditinggalkan begitu saja dengan Ibu dan Ayahnya? Digeromboli remaja-remaja perempuan dengan segudang pertanyaannya? Uh

"Seijuurou-sama, Selamat ulang tahun. Aku menghadiahkan Seijuurou-sama jam tangan The Greubel Forsey Art Piece(*) dengan warna yang aku pesan khusus untuk Seijuurou-sama. Semoga Seijuurou-sama menyukainya". Gadis dengan surai pirang menunduk tersipu malu, tidak mampu melihat Seijuurou.

Seijuurou sempat tersipu juga melihatnya. Menurutnya ekspresi perempuan itu manis sekali. Untung saja Seijuurou punya pengendalian diri yang luar biasa. Segera Ia mengambil tangan mungil yang dibungkus sarung tangan putih sampai siku, dan menciumnya lembut. "Terima kasih". Dan tak lupa senyum menawan.

Dilakukan secara profesional memang. Tapi siapapun tahu Seijuurou punya ketertarikan dengan perempuan manis itu. Lihat saja matanya, belum bisa beralih menatap wajah manisnya. Dan hal ini langsung diketahui oleh Masaomi, Shiori, James, dan Kaori (kedua orang tua perempuan itu).

.

"Anata, Lihat. Seijuurou sepertinya tertarik dengan Yui-chan. Oh! Mereka cute sekali!". Shiori girang luar biasa. Akhirnya Ia bisa melihat ketertarikan Seijuurou terhadap lawan jenisnya. Dan tentu saja, mungkin akan ada proses besar besaran setelah ini.

"Yaampun Yui, pilihanmu tepat nak. Keluarga Akashi memang tak perlu dipertanyakan. Benarkan, Shiori-san? Aku rasa kita akan menjadi besan yang cocok". Kaori tersenyum dengan senyum manisnya. anaknya—Yui, yang merupakan percampuran antara Perancis dan Jepang itu sangat mirip dengan Ibunya, terkecuali rambutnya yang pirang karna Ayahnya. "Oh my Godness, I've never seen Yui like that. Looks like they like each other!". Kesan Perancis masih khas disetiap kata yang James ucapkan. "Yeah, Seijuurou too. It's been a while since I really looked at my son's growns. Times really flows"

Dan keempat orang itu masih terkikik melihat betapa manisnya cara Seijuurou mendekati Yui. Lama kelamaan, gerombolan yang mengerubungi anaknya berkurang sedikit demi sedikit. Hanya tersisa Yui dan Seijuurou yang memilih untuk membawanya berkeliling aula.

Yui Aisaka. Irisnya sewarna emas—sekilas mirip dengan kepunyaan Kise Ryouta, tapi bagi Akashi Seijuurou iris milik Yui Aisaka jauh lebih memabukkan. Parasnya tirus dengan pipi merona akibat blush on tipis yang Ia gunakan. Perawakannya ramping bak model internasional. Tidak lebih tinggi dari Seijuurou tentunya. Tapi masih bisa dikatakan sebelas duabelas dengan tubuh profesional Momoi Satsuki, walau bagi Seijuurou tubuh Yui masih lebih bagus. Cara berpakaiannya pun sopan. Lace dress dengan warna pink manis, serta mantel bulu putih dipilihnya untuk menghadiri acara ini. Begitu manis di mata Seijuurou. Belum lagi Ia tidak mandi parfum(maaf saja, perempuan yang lain tercium seperti itu). Oh betapa Seijuurou menyukainya.

"Yui?". Seijuurou menoleh kesamping kiri. Tepat sesaat kerabatnya yang datang dari Hokkaido berlalu.

"Ya, Seijuurou-sama?". Yui kembali tersenyum manis.

"Oh ayolah, hentikan suffix itu. Aku kira kita sudah sepakat". Seijuurou kemudian memandang dengan alis bertaut, namun masih tersenyum.

"Ah, Yaampun maafkan aku. hhmm—Seijuurou"

Ada jeda diantara mereka.

"Ya begitu, aku menyukainya kok"

Dilain tempat

"Tunggu Aominechhi! Biar aku yang pilihkan baju kalian. Hei! Butler-kun yang disana! Berhenti memilih baju! Tolong bawakan tumpukan sepatu ini untukku! Hei, kira-kira Kurokochhi bagus pakai yang mana ya? Aku rasa putih paling bagus. Ngomong-ngomong, Kurokochhi? Kurokochhi dimana dirimussu?"

"Cih, Kise kau berisik!"

"Aominechhi, Kurokochhi dimanassu?". Kise Ryouta kemudian memberikan setelan jas berwarna hitam dengan dasi biru dongker. Aomine menerima dengan menggaruk kepala. "Tetsu? Aku tidak melihatnya. Tetsu! Oi Tetsu! Berhenti menggunakan misdirectionmu!"

"Aku disini dari tadi. Aomine-kun, Kise-kun. Dan kumohon, jangan berteriak seperti itu. memalukan". Dan entah sejak kapan surai baby blue itu menyembul sepuluh senti dibawah mereka.

"Kurokochhi!"

"Woah!"

Meski datar. Terlihat sekali bahwa Kuroko Tetsuya merasa kesal karna telah datang. Masih ingat betapa kasihannya Ia ketika ditinggalkan oleh mereka? Oke Ia sudah biasa. Tapi tidak juga ditinggalkan sendirian dirumah orang. Lama lama rasanya Ia perlu mengignite pass teman temannya yang kurang ajar ini.

"Kurokochhi! Ini! Aku sudah memilihkanmu jas! Ngomong-ngomong kenapa kau belum bersiap? Kau sudah mandi?". Kise Ryouta memutar mutar tubuh Kuroko yang terlihat masih menggunakan jas Seirin. Rambut baby blue nya pun masih acak. Walau tak se acak-acakan ketika bangun tidur.

"Belum, apa aku harus mandi?"

"Tentu sajassu! Masih ingat kata Akashichhi kan? Ini acara formal yang mewah. Undangannya pun aku seribu persen yakin akan sangat banyak dan mereka yang berjabatan tinggi dinegara inissu. Jadi kau harus kelihatan rapi! Eh? Kurokochhi? Kurokochhi?!"

Terserahlah. Perduli setan dengan ocehannya. Tolong lah, masa hanya untuk menyuruhnya mandi, Kise harus menceramahinya sedemikian rupa? Ia bukan anak kecil lagi yang harus diomeli panjangkalilebar hanya untuk menyuruh mandi ketika si anak tidak mau mandi.

Dan dengan itu, Kise Ryouta ditinggalkan Kuroko Tetsuya yang menghilang entah di kata nomer berapa.

/SKIP TIME/

"Kuroko-sama, izinkan saya untuk memotong sedikit poni anda, agar terlihat lebih rapi". Butler itu menanyainya dengan sopan. Cukup sopan sampai Ia sudah tak mengerti lagi, sebenarnya Ia ada dirumah mantan kaptennya atau dirumah presiden?

"Maaf, butler-san tidak usah dipotong"

"Saya berjanji tidak akan sependek poni—ehem, Seijuurou-sama". Dan entah kenapa kalimat ini terdengar seribu kali lebih pelan dari kalimat sebelumnya. Dan lagi, Kuroko tidak mengerti kenapa Akashi-kun nya ditakuti oleh orang-orang.

"Lebih pendek satu jari dari inipun aku tidak mau butler-san". Oh, bukan Kuroko Tetsuya namanya jika menurut. Akashi Seijuurou saja sampai harus melotot lotot demi menang dari anak hilang ini.

"Baiklah Kuroko-sama, bolehkah saya kesampingkan poni anda?"

Kuroko menghela nafas. Jika Ia keras kepala, maka buter ini tidak tau karma. Mulut Kuroko sudah berbusa untuk menyuruhnya berhenti dengan suffix -sama itu. Ia bukan seperti Midorima yang nampaknya sangat tenang dari tadi. Tidak ada protes, tidak ada pertanyaan. Suffix itu terdengar biasa saja untuknya. Atau Kise yang sudah biasa dipanggil demikian oleh fans nya. Atau Murasakibara yang bahkan—uh, Ia tidak mau susah payah menanggapinya. Dan hanya makan sedari tadi. Atau lagi macam orang iseng seperti Aomine. Yang malah menyuruh butler yang menanganinya harus mengucapkannya setiap semenit sekali. Ia hanya Kuroko Tetsuya yang biasa. Bukan apa-apa.

"Boleh saja"

Dan setelah itu, Ia diam seribu bahasa.

.

"Woah! Kurokochhi kau jadi machossu!"

"Kalau maksud Kise-kun semakin macho, aku terima". Yaampun, siapa laki laki yang terima dibilang tidak macho selama ini?

Oh ayolah. Kalaupun Ia semakin macho, ini karna usaha keras butler-san milik keluarga Akashi.

Kuroko melirik teman temannya yang bahkan dengan pakaian biasa sudah tampan itu semakin tampan. Midorima dengan setelan rompi abu abu tanpa jas luaran yang fit tubuhnya yang tinggi dan atletis. Siapapun pasti tidak melewatkannya. Surainya yang dirapihkan disamping kanan hanya menambah pesonanya.

Ia kemudian kembali melirik Murasakibara dengan rompi putih, dan jas abu abu. Surainya diikat, tapi berbeda dengan cara mengikatnya ketika Ia serius bertanding. Oh sumpah, wajah malasnya bahkan bertambah tampan dengan itu.

Kise Ryouta menjadi objek lirikan selanjutnya. Ia memakai jas biru dongker dengan dasi dan rompi putih. Wajahnya sekarang terlihat jelas tanpa poni pirangnya. Dan Kuroko Tetsuya paham. Mau diapakan, makhluk kuning dengan seribu ocehan dimulutnya itu hanya akan menjadi pangeran jika Akashi tidak lebih tampan darinya. Sayangnya, Kuroko tadi bilang jika.

Dan terakhir adalah Aomine Daiki. Ia percaya jika kulit tan nya itu tidak lain adalah hasil daki nya yang melimpah. Sayangnya, ternyata setelah mandi susu dirumah Akashipun tidak membuatnnya bertambah putih. Dan sekarang Kuroko yakin jika kulitnya yang hitam itu hasil dari gen Ayah atau Ibuya.

Kali ini Ia melihat dirinya sendiri dikaca. Kepala meneleng tanda merasa aneh. Oh ayolah, Ia tidak pernah sebelumnya berpakaian formal seperti ini. Ia memakai putih disekujur tubuhnya. Yang sebenarnya menurutnya hanya membuat kulit nya tambah pucat. Tidak ada yang salah dengan pilihan Kise Ryouta. Hanya saja, Ia takut bekesan berlebihan. Surainya yang kanan disisir rapi kebelakang. Poni panjangnya pun ikut disisir kekiri. Helaiannya terbelah disamping kanan.

"Tetsu, sebenarnya kau itu macho. Sayangnya kalau aku boleh jujur. Wajahmu itu malah lebih banyak manisnya ketimbang macho"

Dan Aomine Daiki mendapatkan ignite pass kai kecil.

"Ayossu! Akashichhi pasti sudah menunggu! Acaranya sebentar lagi juga dimulai!"

To Be Continued

OMG OTAK SAYA KESENGGOL OTAK JENIUS SEI-KUN. Seharusnya saya bikin ini cuman dua chapter—yang entah kenapa tiba tiba saya bikin menjadi chapter berkepanjangan yang tidak tau kapan berhentinya. Jadi saya ucapkan maaf sebesar besar nya karna fanfic ini saya cabut pernyataan twoshoots nya. Diganti dengan: tidak tau kapan berakhirnya.

Akhir kata terima kasih banyak yang sudah dengan semangat mereview. Terima kasih karna, Yaampun! Ini hanya fanfic biasa dan saya mendapat banyak dukungan!/sujud syukur/

Okay, Sampai ketemu di cahpter depan dan di fanfic lainnya! Ciao!

(*)The Greubel Forsey Art Piece adalah salah satu jam tangan termahal didunia. anda bisa langsung googling dengan kisaran harga mencapai sepuluh atau duapuluh milyar rupiah.

Akari Haana

Reply for reviews on previous chapter-

CeiCuyaCelamanya-san: yaampun uname mu imut sekali! Haha saya juga merasa kasihan. Sudah update yaa!*chuu

Naruhina Sri Alwas: haha kita lihat saja apa yang terjadi dichapter depan! Semoga Tetsuya menemukan gendernya yang asli(?) aku juga mau kok jadi menantunya Masaomi-san!

Akashi Yukina: haha biasalah orang tua kebelet. Pengen cakepnya nikah udah kaya beli kacang XD jangan-jangan apa hayooo? XD

Guest007-san: ini sudah kilat pakai petir badai yaaa XD

Prince'ss218-san: siap lanjutkan Komandan!*hormat

Hikarusherizawa-san: jangan, nanti AA'Seijuurou sama siapa?*wink

OrangeCaramell-san: siap dilanjutkan! XD

VT Lian-san: yaampun jangan lumer Lian-san! Nanti anda gabisa review lagi.../tendang

Park Rinhyun-Uchiha-san: jangaaaann, sama AA'Seijuurou aja biar cepet punya anak XD/eh?

FriendShit-san: (Kuroko: kasihani aku, FriendShit-san!)