Judul : JUTSU ( The Next Level )
Author : Rahmat Ardi Wijaya
Disclaimer : masashi kashimoto
Chapter : 03
Alur : maju mundur
Rated : T
Pairing : …..?
Genre : edventure
"Sebelumnya di jutsu"
Berarti kita menemui jalan buntu, dan untuk fuinjutsu itu aku sebagai seorang uzumaki dapat menggunakanya baru-baru ini setelah menemukan gulungan ini dari desa uzugakure. Ucap naruto menunjukkan gulungan rahasia fuinjutsu yang berlevel tak masuk akal.
"Apa itu?"tanya sasuke
"Disinilah rahasia kenapa desa uzumaki tidak dapat terlihat dari peta dan tidak dapat dirasakan oleh cakra" ucap naruto.
"Jadi hanya dengan fuinjutsu desa itu bahkkan tidak diketahui sampai saat ini." Ucap shunade
"Ya, fuinjutsu itu berada pada tingkat yang sangat sulit dibandingkan dengan fuin yang ada di sekitar tempat kejadian, jadi aku rasa sebaiknya kau Tanya sai terlebih dahulu lalu kau bisa menarik kesimpulan bahwa kenapa sesuatu seperti itu bisa terjadi." Ucap naruto
Setelah mengatakan itu naruto memohon untuk pamit dan meninggalkan kantor hokage langsung menuju ke diaman hyuga. Sementara itu di klan hyuga hinata sedang bersama dengan ayah dan adiknya yang sedang melepas rindu masing-masing dari mereka. sesampainya disana naruto langsung disambut dengan pelukan dari hinata yang membuat semua orang disana terlonjak kaget karena belum ada seorangpun yang berani bertindak seperti itu di depan pemimpin klan yang dikenal dengan keeleganannya itu.
"Hinata jaga sopan santunmu." Ucap hiashi
"Ah ayah,….bukankah dari dulu aku sudah seperti ini dengan naruto kun. Jadi kenapa harus malu, dan juga kami kemari selain membantu tuan jiraya dalam kasusnya, naruto kun juga ingin meminta ku menjadi istrinya". Ujar hinata dengan senyum
Melihat keberanian sang kandidat pertama pemimpin klan hyuga, membuat semua orang panas dingin bagaimana tidak, baru kali ini ada orang yang berani berkata secara trus terang seperti itu.
"Hinata chan, bisakah kau biarkan aku yang berbicara. Kalau kamu yang berbicara nanti semua penghuni disini bisa mati karena tidak bisa bernafas." Ujar naruto membujuk hinata untuk diam
"Ehm…ya begitulah tuan hiashi, aku kemari bukan hanya untuk membantu jiraya sensei dalam kasus danzo, akan tetapi aku juga punya tujuan lain yaitu meminta hinata menjadi istriku. Dan tentu saja itu jika kau mengizinkan." Ucap naruto
Hinata yang mendengar perkataan naruto seperti itu mulai panic karena jika ayahnya tidak merestuinnya maka dia tidak akan memjadi istri dari naruto.
"Ayah…kumohon…"ucap hinata kepada ayahnya
"Hinata ,….bukankah dia mengatakan jika ayah tidak setuju dia tidak akan menjadikanmu istrinya. Jika begitu ayah tidak akan merestui kalian berdua." Ucap hiashi
Naruto yang sudah mengetahui akan berakhir seperti ini akhirnya hanya tersenyum pasrah. Dan mulai beranjak dari tempat duduknya hendak meninggalkan kediaman hyuga. Akan tetapi diluar perkiraan hinata mengeluarkan sebuah shuriken tipe angin dari fuin yang ia bawa dan langsung mengamuk dengan sekuat tenaga. Bukan hanya satu, akan tetapi berpuluh-puluh shuriken raksasa dilemparkan oleh hinata sembarangan didalam ruangan itu dan memecahkan semua shuriken itu dengan bantuan kawat di tangannya. Sehingga hampir sebagian besar ruangan itu hancur berantakan, merasa kurang hinata pergi dan langsung mengeluarkan sebuah gulungan dan membukanya maka keluarlah naga air dari gulungan itu dan akhirnya dia dengan gulungan yang lain keluarlah elemen petir sehingga serangan itu menjadi sangat berbahaya.
Melihat kepergian naruto yang sudah lebih jauh, maka hinata akhirnya mengejar naruto sebelum dia masuk ke dalam desa uzugakure, karena jika naruto telah memasukinya dan hinata belum ikut maka kecil kemungkinan hinata bisa bersama dengan naruto lagi.
"Naruto kun tunggu." Ucap hinata
Naruto yang mendengar teriakan hinata hanya berjalan santai dan pergi begitu saja, akan tetapi hinata tanpa menyerah terus mengejar naruto sehingga dia dengan susah payah dapat memegang lengan naruto. Dan setibanya mereka di danau tempat mereka muncul tadi pagi maka dengan segel tangan yang sedikit berlawanan maka naruto menciptakan pusaran air dan masuk kesana hingga menghilang dan tiba di desa uzugakure bersama hinata yang kelelahan karena mengejarnya.
Sementara itu, di desa konoha semua orang tampak sedikit panic karena terjadi sedikit ledakan di kediam klan hyuga. Sementara semua pasukan klan hyuga sedang mencari naruto dan hinata akan tetapi mereka tidak dapat menemukan dimana keberadaan naruto dan hinata.
Sementara di desa uzugakure, naruto yang marah langsung menghancurkan semua yang di hadapannya dengan semua kekuatan yang dimilikinya.
Elemen api : bola api raksasa
Elemen angin : tornado
Dengan kedua jutsu itu, dan karena kebiasaan naruto yang menambahkan elemen yinyang maka dampak dari kehancuran jutsu itu malah lebih besar dan besar lagi. Sedang kan hinata hanya diam menunggu naruto melepaskan semua emosinya dan akan membujuk naruto nanti jika dia sudah meluapkan amarahnya. Dan dengan melihat amarah naruto di sini, dia mengerti sekarang kenapa naruto hanya tersenyum dan berjalan dengan santai dan kembali ke desa uzugakure. Karena dia tidak mau menghancurkan desa konoha dimana tempat dia dilahirkan.
Setelah beberapa saat naruto melampiaskan amarahnya, Nampak hutan yang ada di bagian utara seperti terkena bencana alam, kerusakan dimana-mana, api dan tanah tidak bisa di hitung jumlah besar lubang dan baranya, pohon-pohon tumbang bahkan tak bisa terhitung jumlahnya. Dan dengan melepaskan semua amarahnya itu naruto akhirnya sedikit tenang dan langsung menjatuhkan tubuhnya di dalam air untuk menjenihkan pikirannya.
Sedangkan hinata sedang memikirkan cara bagaimana agar dia bisa berbicara dengan naruto lagi. Tentu saja naruto pasti marah dengannya, karena itu naruto tidak mengajaknya bicara sama sekali. Dan saat melihat naruto mandi dan menenggelamkan tubuhnya, hinata akhirnya memutuskan untuk ikut mandi dan mengajak naruto untuk berbicara sambil mandi.
"Ehm…naruto kun…bo..bolehkah aku ikut mandi dengan mu?" Tanya hinata gugup
…..
Karena tidak ada balasan dari naruto hinata akhirnya menceburkan diri kedalam air yang cukup dingin itu. Tentu saja dengan melepas semua pakaiannya.
"Emh..naruto kun….bukankah naruto kun dulu mau….mandi bersama dengan ku?" Tanya hinata lagi
…
Lagi-lagi naruto tak membalas perkataan hinata. Karena naruto selalu diam tanpa membalas pertanyaan hinata, dengan tekat yang bulat hinata memeluk naruto dari belakang dan menggesekkan buah dada nya yang besar itu ke punggung naruto.
"Nee….naruto kun, bukankah kau selalu menginginkan hal ini?" Tanya hinata sambil menggosok punggung naruto dengan buah dadanya.
"Sudah lah hinata aku sedang tidak ingin sekarang". Ucap naruto
"Apakah naruto kun benar-benar marah padaku, bahkan dari dulu naruto kun ingin mandi bersamaku, dan sekarang aku yang sudah mau malah naruo kun sedang tidak mau. Apakah aku akan berakhir seperti ini tanpa disentuh oleh naruto kun." Ucap hinata berlinang air mata
"Sudahlah hinata, kalau kau menangis aku akan benar-benar marah pada mu". Ucap naruto
"Bahkan untuk menyentuh tubuhku saja naruto kun sudah tidak mau. Apakah aku akan di campakkan nantinya. Naruto kun, aku tidak mau naruto kun marah lagi, jadi katakana apa yang naruto kun mau, apa saja akan aku lakukan". Ucap hinata mulai putus asa. Bagaimana tidak sebelumnya naruto sangat ingin mandi berdua dengan nya dan sekarang jangankan untuk menyentuhnya berniat juga tidak.
"Peluk saja aku, mungkin aku akan sedikit tenang nanti", ucap naruto mengatakan keinginannya
Hinata yang mendengar hal itu tanpa pikir panjang langsung memeluk naruto dari belakang. Sementara naruto yang sedang marah pada keluarga hinata bisa sedikit menyegarkan pikirannya karena pelukan hinata.
"Ehm..hinata chan lain kali jika aku mau mandi bersama hinata chan boleh ya?" ucap naruto
Hinata dengan cepat menganggukkan kepala saat melihat perubahan sikap naruto yang sudah seperti semula.
"Terserah naruto kun saja, yang penting naruto kun jangan mendiamkan ku seperti ini lagi" ucap hinata setelah itu.
"Ehm…hinata chan, saat kembali ke konoha nanti kau tidak usah ikut ya. Biar aku saja saat kembali" nanti. Ujar naruto
"Tapi klan hyuga akan mencarimu saat kau kesana nanti, bagaimana kau akan menghadapi mereka?" Tanya hinata
"Biar aku urus itu, kau hanya perlu menunggu disini dan masak makanan yang enak." Ujar naruto
"Yah..jika itu yang kau inginkan aku ya menurut saja". Ucap hinata
Setelah perdebatan yang dilakukan yang melibatkan mandi bersama antara hinata dan naruto. Akhirnya mereka berdua dapat menyelesaikan masalah yang tengah menghadapi mereka saat ini.
#skip#
Saat malam tiba, hinata mulai memeluk naruto dalam tempat tidur mereka. ya sudah sejak lama hinata sering melakukan itu, tapi satu yang berbeda malam ini kalau biasanya naruto tak membalas pelukan hinata, untuk malam ini naruto akhirnya membalas pelukan hinata.
"Bagaimana hinata chan, apakah enak jika aku peluk seperti ini?" Tanya naruto
"Kenapa tidak dari dulu kau melakukan ini, ini sangat hangat. Kalau bisa naruto kun harus memeluku setiap saat." Ujar hinata
Dengan berbicara ringan, naruto dan hinata mulai terlelap menuju ke alam mimpi mereka. sehingga mereka dapat tidur dan bermimpi dengan senyum mengambang di kedua wajah mereka.
#skip#
Keesokan hari di desa uzugakure naruto dan hinata dengan malasnya masih berbaring di tempat tidur mereka, karena capek akibat berbicara yang cukup panjang tadi malam.
"Nee…naruto kun, apa yang ingin kau makan saat pulang nanti?" Tanya hinata
"Apa saja yang penting enak". Ucap naruto mulai bangun dari tempat tidur,
Setelah beberapa menit naruto melakukan mandi dan hinata memasak untuk naruto. Akhirnya kegiatan yang mereka lakukan akhirnya selesai dan dengan bersama-sama mereka sarapan di ruangan sederhana itu. Dalam kesunyian saat makan naruto dan hinata hanya menikmati makanan yang mereka makan dan tanpa terasa mereka sudah menyelesaikan acara makan mereka.
"Ehm hinata chan, seelah aku pikir-pikir sebaiknya kau ikut aku kedesa konoha". Ucap naruto tiba-tiba
"Ehh…kenapa dadakan seperti ini. Aku bahkan belum menyiapkaan apapun yang di perlukan untuk bepergian". Ucap hinata
"Kita akan datang ke desa konoha dengan melalui pintu gerbang desa konoha. Jadi yang kita perlukan hanya beberapa shuriken raksasa dan senjata lainnya". Ucap naruto
"Apakah kita akan memakai rompi dan ikat kepala dari desa uzugakure sekarang naruto kun"? Tanya hinata
"Apakah itu sudah selesai dibuat?" Tanya naruto
Ya, saat kita kekonoha kemaren aku sempat mampir ke tempat pembuatan barang itu dan katanya sudah bisa diambil sekarang. Ujar hinata
Kalau begitu kita akan mampir dulu ke toko itu dan langsung ke konoha. Ucap naruto
Flashback
Setelah berhasil membunuh kabuto dan menjadikan nya sebagai edotensei, akhirnya naruto dan hinata mulai berjalan pulang menuju desa uzugakure,
"Ehm hinata chan, kita mampir sembentar ya di dekat desa konoha. Disana ada tempat pembuatan rompi dan ikat kepala.. jadi kita akan membuat rompi dan seragam ninja sendiri". Ucap naruto
"Oh..naruto kun sudah memikirkan sejauh itu. Tapi uang untuk membayar itu semua kita dapat dari mana?" Tanya hinata
"Aku sudah mengumpulkan banyak uang saat berkelana dulu, jadi kamu tidak perlu khawatir". Ujar naruto
Flashback end
"Baiklah hinata chan, ayo kita berangkat ke desa konoha dan buat mereka terkejut bahwa desa uzumaki benar-benar akan bangkit dan menggemparkan seluruh desa lainnya". Ucap naruto
"Ini akan benar-benar seru, ya kan naruto kun." Ujar hinata
Akhirnya hinata dan naruto berangkat menuju desa konohagakure dengan jalur pertama mereka memasuki desa uzugakure. Akan tetapi di tengah jalan ada orang yang mencegat perjalanan kedua shinobi itu, sehingga terjadi pembunuhan yang tidak direncanakan oleh mereka berdua. Bagaimana tidak 5 orang perampok mati dalam seketika saat hinata marah karena momen yang romantic bersama naruto diganggu oleh mereka berlima, dan akhirnya tanpa dapat banyak berfikir ke 5 jantung mereka tertembus oleh ketajaman pedang neiburi di tangan hinata.
"Kalian ini dasar kurang ajar, aku sedang berbicara dengan naruto kun jadi jangan mengganggu." Teriak hinata kepada kelima mayat yang sudah tak bernyawa itu.
"Hinata chan kau keterlaluan. Elemen tanah : pemakaman" Ucap naruto membuat sebuah lubang yang di tempati oleh masing-masing mayat itu tergeletak dan langsung menutup kembali.
"Sudahlah simpan neiburi itu kembali, kalau tidak nanti aku ambil kembali". Ujar naruto
Hinata yang mengetahui naruto yang sedang menasehatinya langsung menyimpan neiburi ke dalam lengannya kembali.
"Ehm…..naruto kun sampai mana kita berbicara tadi?" Tanya hinata
"Entahlah aku sampai lupa, ngomong-ngomong kita sebentar lagi sampai jadi sebaiknya kita cepat karena hari sudah beranjak siang". Ujar naruto
Karena hari yang mulai siang akhirnya naruto dan hinata berlari menuju ketempat pembuatan rompi dan ikat kepala itu, dan sesampai nya mereka disana mereka disambut oleh penjaga tokoh yang menyapa dengan hormat.
"Selamat datang tuan dan nona apakah ada yang dapat saya bantu?" Tanya pelayan itu
"Saya ingin mengambil pesanan berupa rompi dan ikat kepala untuk kami". Ucap hinata
"Oh ya rompi dan ikat kepala itu telah selesai beberapa waktu lalu, jadi tuan dan nona silahkan ikut saya." Ucap pelayan itu
"Apakah itu barangnya"? Tanya naruto
"Ya tuan itu rompi yang anda pesan dan ikat kepala nya juga langsung ada dalam sakunya." Ujar pelayan itu
Naruto dan hinata melihat rompi yang mereka maksud itu dengan tersenyum, bagaimana tidak yang dimaksut rompi di situ bukanlah rompi seperti pada umumnya akan tetapi itu lebih mirip pada jubah seorang samurai dengan warna kuning dan ungu seperti warna rambut hinata dan naruto
"Jadi paman berapa harga dari semua ini?" Tanya naaruto
"15000 yen tuan, tapi itu bisa di kurangi tuan". Ujarnya
Itu harga yang murah untuk karya seperti ini, jadi ambilah ini ujar naruto memberikan 15500 yen kepada paman itu
"Apakah ini tidak apa-apa tuan, anda member saya uang yang lebih cukup banyak. Apaka nona itu tidak akan marah?" Ucapnya ragu menerima uang 500 yen dari naruto
"Ya dia akan baik-baik saja, apakah kami bisa mengganti pakaian disini" ucap naruto
"Tentu saja tuan, anda bisa lakukan itu disini". Ucap penjual itu dengan senyum
Setelah beberapa saat naruto dan hinata akhirnya keluar dengan menggunakan jubah mereka dengan warna yang sama dengan rambut mereka.
"Em…paman kami akan memesan senjata yang cukup banyak, yaitu 50 shuriken tipe angin dan 50 shuriken biasa dalam ukuran raksasa ya paman". Ucap naruto
"Hah..benarkah itu. Saya akan memberikan bonus jika sudah sebanyak itu". Ujarnya
"Tidak perlu paman, jika paman memberikan kami bonus maka keuntungan paman akan berkurang jadi pakailah itu untuk melindungi dan memberi makan kelurga paman". Ucap hinata
"Baiklah aku akan menyelesaikan pesanan anda dalam waktu 2 bulan jadi tolong bersabarlah". Ucap paman itu
"Baik paman kami pamit" ucap hinata dan naruto pergi meninggalakan paman yang masih tersenyum karena hari ini dia memiliki untung yang sangat banyak disamping mendapat pesanan 100 shuriken. Setelah meninggalkan paman itu naruto dan hinata langsung menuju ke desa konoha dengan jubah dan ikat kepala yang menunjukkan mereka adalah shinobi dari desa uzugakure.
"Hinata chan, sebelum kita masuk gerbang desa konoha aku akan memasang fuinjutsu penyimpanan di semua baris besi jubah kita ini. Sehingga kita akan mampu untuk memangil senjata itu jika di perlukan". Ujar naruto
Dengan membuat banyak segel di lempengan besi jubah itu, akhirnya banyak segel terbuat di sana. Dan banyak senjata yang tersimpan didalamnya. Yang terutama adalah hiraishin yang ditempelkan naruto pada telapak tangan dari hinata.
"Sekarang sudah selesai", ucap naruto
"Tapi jika semua persenjataan ada di dalam jubah milik ku, bagaimana dengan naruto kun sendiri?" Tanya hinata
"Aku tidak akan lepas kendali seperti mu kemaren" ejek naruto
Hinata yang mendengar itu langsung cemberut dan membuang muka.
"Naruto kun jahat ah….aku selalu di ejek." Ucap hinata
Karena gemas melihat hinata begitu naruto dengan cepat langsung mengangkat hinata dengan kedua tangannya dan berlari menuju gerbang desa konoha dengan keadaan seperti itu. Sehingga saat mereka tiba di gerbang desa konoha membuat para penjaga kebingungan dengan apa yang terjadi.
"Ah… naruto kun jahat" ucap hinata dengan melemparkan sebuah kunai ke arah naruto.
"Hahaha…kau lucu jika sedang marah hinata." Ucap naruto setelah menangkap kunai itu dengan tangannya.
"Ehm…"ucap penjaga pintu gerbang desa konoha
"Maaf apa yang kalian pakai itu adalah zirah seperti pada zaman hokage pertama dahulu?" Tanya penjaga pintu gerbang
"Ya, kira-kira begitu. Karena kami hanya desa yang memiliki satu klan jadi kami mengambil seragam dari pendahulu saat perang ninja". Ucap naruto
"Ehm..naruto kun aku akan ikut ke kantor hokage saja ya." Pinta hinata
"Kau Cuma harus berjalan mengikutiku hinata tidak perlu izin." Ujar naruto kepada hinata
Setelah mengisi data diri di pos penjaga naruto dan hinata langsung pergi kearah kantor hokage. Dan setibanya mereka disana mereka disambut dengan omelan dari shunade karena kedatangan mereka yang telat
"Naruto hinata darimana saja kalian, kenapa datang saat sudah hampir makan siang seperti ini". Ucap shunade
"Kami hanya mampir untuk ke tempat pembuatan zirah ini, jadi kami agak sedikit telat." Ucap naruto
To be continue
