Judul : JUTSU ( The Next Level )

Author : Rahmat Ardi Wijaya

Disclaimer : masashi kashimoto

Chapter : 04

Alur : maju mundur

Rated : T

Pairing : …..?

Genre : edventure

"Sebelumnya di jutsu"

Setelah mengisi data diri di pos penjaga narto dan hinata langsung pergi kearah kantor hokage. Dan setibanya mereka disana mereka disambut dengan omelan dari shunade karena kedattangan mereka yang telat

Naruto hinata darimana saja kalian, kenapa datang saat sudah hamper makan siang seperti ini. Ucap shunade

Kami hanya mampir untuk ke tempat pembuatan zirah ini, jadi kami agak sedikit telat. Ucap naruto

Semua orang baru menyadari bahwa naruto dan hinata telah menggunakan baju zirah seperti pada zaman hokage pertama dan kedua, dan itu membuat semua orang disana mengingat bahwa naruto adalah seorang yang bisa menguasai perubahan jenis cakra air dan kayu. Jadi naruto mulai menunjukkan kekuatannya dengan menggunakan seragam khas dari klan-klan terdahulu.

"Hey…apa kalian semua mendengarkan ku." Ucap naruto

"Ya, kami mendengarkan mu, hanya saja kami tidak akan mengira bisa melihat seseorang dengan jubah yang sama seperti pendahulu kita." Ucap shunade

"Nah naruto, kenapa jubah hinata memiliki begitu banyak segel di lempengan besinya". Ucap jiraya

"Segel itu hanya menyimpan semua senjata kami jadi jika aku perlu senjata aku hanya perlu meminta pada hinata. Bagaimana tentng penyelidikan pembunuhan terhadap danzo?" Tanya naruto

"Sai mengatakan semenjak dia masuk dalam team zero dia sudah jarang mendapatkan kabar dari nee". Ucap sasuke

"Ini sulit, bahkan seorang anggota nee tidak memiliki informasi tentang danzo pemimpin mereka". ujar naruto

"Baiklah agar ini tidak merepotkan dan jadi masalah dalam desa konoha kita beritahukan saja bahwa danzo tewas dalam misi yang dia lakukan dan itu adalah rahasia klas ss". Ujar sasuke

"Tetapi bagaimana dengan sharingan miliknya? Apakah itu harus di cari"? Tanya jiraya

"Kalau memang dia di bunuh oleh musuh konoha pasti seseorang akan datang dan mengalahkan kita semua dengan jutsu itu. Jadi untuk sekarang kita aman" . ujar sasuke

"Baiklah kalau begitu sasuke, jiraya sensei, dan nenek shunade aku akan mengajak hinata pulang ke desa kami." Ujar naruto

Setelah berpamitan dengan orang-orang yang ada di ruangan itu, naruto menggandeng tangan hinata keluar dan ingin meninggalkan desa konoha. Akan tetapi, perjalanan yang mereka lakukan di cegat oleh sekelompok anggota dari klan hyuga yang menginginkan agar naruto tidak membawa hinata pergi.

"Naruto…aku ingin kau memulangkan nona hinata". Ucap seseorang yang berada paling depan.

"Hinata, aku akan menunggu di depan dan kau harus menyelesaikannya dengan cepat. Terserah kau mau pakai cara apa." ujar naruto dengan mood yang mulai tidak enak didengar

"Eh…naruto kun, tapi naruto kun tidak marahkan dengan ku?" Tanya hinata takut, pasalnya kemaren karena penolakan dari sang ayah naruto langsung mendiamkannya hampir seharian penuh, dan jika terus begini naruto pasti akan ngambek lagi dengan nya.

"Ya, tapi cepat lah". Ujar naruto beranjak dari tempatnya berdiri

"Maaf tolong jangan buat naruto kun marah lagi dengan ku, kemaren saja beruntung aku dapat membujuknya kalau tidak aku bisa kedinginan tau malam nya. Jadi katakan pada ayah, jangan ganggu kami jika ayah tidak memberikan restu". Ujar hinata pergi

"Nona hinata, kami tidak akan membiarkanmu pergi dari desa konoha." Ujar seseorang yang paling depan tadi

Mendengar dan melihat pergerakan mereka yang hendak menghalangi jalannya untuk pulang, hinata langsung mengeluarkan shuriken tipe angin dari jubahnya.

"Aku tidak mau melukai kalian semua, akan tetapi kalian tidak memberiku pulihan." Ucap hinata

Setelah mengatakan itu, hinata langsung melemparkan shuriken itu dengan cepat, akan tetapi

Kaiten

seorang yang mungkin pemimpin dari kelompok itu membuat kubah dari cakra untuk melindungi dirinya dan teman temanya dari shuriken itu. Sehingga shuriken itu terpental jauh dari sasaran utama nya.

"Nona hinata sebaiknya anda menyerah, kalau tidak aku .."

"Aku apa.."ujar hinata memotong perkataan dari orang itu.

Hinata hendak menyerang kembali, akan tetapi dengan tiba-tiba naruto memegang bahunya dan disisi klan hyuga ada sasuke yang menghadangnya.

"Sudahlah hinata, ayo kita pergi". Ujar naruto

"Tunggu nona hinata…jangan pergi dengan nya" ujar ketua dari sekelompok hyuga itu.

"Hey kau sudah lah, apakah kau tidak melihat ikat kepala mereka? itu bukanlah lambang dari desa konoha" ujar sasuke

"Bukankah sebuah desa tidak dapat diakui jika belum mendapat persetujuan dari semua desa. Jadi kami masih memiliki peluang mengambil nona hinata kembali." Ucap orang itu

"Heh kau ini, apakah menurutmu dulu kita bertarung sesame klan, jadi anggap saja mereka adalah klan yang kuat yang dapat membentuk desa sendiri tanpa bantuan dari klan lain". Terang sasuke

Berbeda dengan sasuke, naruto masih berjalan dengan santai bersama hinata ingin meninggalkan desa konoha, jika naruto berjalan dengan santai berbeda dengan hinata yang cemas jika naruto marah dengannya lagi,

'Apakah naruto kun marah lagi dengan ku?' Pikir hinata dalam diamnya

"Ehm…naruto kun, apakah kau ngambek lagi dengan ku/?" Tanya hinata was-was

"Tidak, aku hanya lagi males bicara," ucap naruto yang membuat hinata sedikit lega, karena jika naruto marah lagi dengan nya, entah bagaimana lagi hinata akan membujuk naruto.

"Emm…hinata kita mampir ke ichiraku ramen saja yuk, aku sudah lama tidak makan ramen". Ujar naruto

Hinata langsung menganggukkan kepala, karena naruto benar-benar tidak marah dengannya. Dan terbukti dengan dia yang mengajak hinata makan ramen.

"Halo paman, lama tak bertemu. Aku memesan ramen ukuran jumbo 1 dan hinata…"ucap naruto menatap hinata

"Ramen miso satu" ucap hinata kepada paman

"Naruto sudah lama kau tidak makan ramen di toko ku, memangnya kamu kemana?" Tanya paman itu pada langgannan nya itu.

"Kami sekarang sudah masuk dalam desa uzugakure". Ucap naruto

"Ohh…aku sangat sedih jika begitu. Aku bakalan kehilangan pelanggan setia ku." Ujar paman

"Kalau begitu, untuk terakhir kali ini aku akan memborong ramen paman semuanya". Ucap naruto

"Eh…tapi siapa yang akan memakan semuanya". Ucap hinata bingung

"Kita akan membagikanya kepada semua orang yang ada di desa konoha." Ucap naruto langsung menghilang dari pandangan.

"Kemana naruto pergi?" Tanya paman itu

"Dia pasti sedang menemui konohamaru dan teman-temannya untuk mengumpulkan warga yang kurang mampu untuk makan ramen bersama." Ucap hinata

Setelah hinata berbicara seperti itu, naruto sudah muncul kembali di dekatnya. Dan mengatakan bahwa semua nya sudah beres.

Flashback

Setelah kepergiannya dari ramen ichiraku naruto langsung muncul di dekat latihan kelompok konohamaru. Akan tatapi disana juga ada teman se team nya. Jadi saat mereka melihat naruto semuanya langsung gembira, pasalnya naruto adalah orang yang mau berbagi tentang jutsu yang hebat.

"Wah….ada kak naruto?" Ucap mogi

"Kak naruto….aku sudah bisa membuat rasen shuriken dan melemparnya dengan jarak 5 meter" ucap konohamaru semangat

"Ya itu bagus untuk mu, dan kakak kesini ingin minta tolong dengan kalian untuk memberitahukan kepada penduduk desa konoha yang kurang mampu untuk membeli makanan silahkan datang ke ramen ichiraku untuk makan ramen, anak anak seperti kalian juga boleh diajak" ucap naruto pada konohamaru dkk.

"Benarkah, ye….kak naruto memang baik…kalau begitu aku akan langsung mencari semua orang ". Ucap konohamaru.

Flashback end

Setelah beberapa menit menunggu hinata dan naruto langsung kagum dengan usaha yang dilakukan konohamaru, semua orang akhirnya antri di depan ramen ichiraku untuk makan ramen termasuk juga hanabi yang merupakan pacar dari konohamaru.

"Paman untuk semua warga ini, berapa yang harus ku bayar." Ucap naruto

"1500 yen semuanya naruto" ucap paman itu

"Hinata chan, bisa tolong aku keluarkan gulungan itu". Ucap naruto kepada hinata

Hinata langsung mengambil guulungan yang ada di balik jubahnya, dan ketika di buka ada sebuah segel fuin dan ketika di aktifkan maka muncullah uang yang cukup banyak dan dengan uang itu naruto membayar semuanya. Dan langsung disimpan oleh hinata saat sudah digunakan oleh naruto

"Paman tentang kupon yang aku dapatkan, bisahkah aku memberikannya pada orang lain?" Tanya naruto

"Tentu saja, itu tetap akan berlaku". Uajr paman

Setelah beberapa jam, akhirnya ramen di ichiraku habis padahal hari baru beranjak siang. Ini semua karena naruto yang memborong semuanya.

"Konohamaru, kakak memiliki 50 kupon ramen ichiraku, dan kau harus menggunakanya dengan bijak agar kau dapat bertahan jika dalam situasi genting." Ucap naruto memberikan 50 lembar kupon ichiraku

"Wah…konohamaru memang adik kak naruto, bahkan 50 kupon ramen yang dikatakan hanya kak naruto sendiri yang memilikinya diberikan semua. Aku jadi iri." Ucap mogi

Disamping itu, hanabi menatap hinata dengan pandangan sedih. Pasalnya dia tidak bisa melihat hinata pergi begitu saja. Akan tetapi jika melihat kakak nya bersama dengan orang yang dicintainya maka itu sangat membaut dia senang.

"Ehm…hinata nee, hati-hati ya, naruto ni san juga harus menjaga hinata nee dengan baik". Ucap hanabi

"Kenapa kau bersedih hanabi chan bukankah kau tidak suka menangis". Ucap hinata

"Hanabi chan, tenang saja kan masih ada aku". Ucap konohamaru

"Hinata chan, sebaiknya kau tinggal saja di desa konoha. Aku tidak tega jika melihat hanabi bersedih seperti itu". Ucap naruto membuat terkejut hanabi dan hinata

"Eh….naruto nii jangan begitu, bawalah hinata nee chan pergi dari desa. Aku rasa dia memiliki tempat yang hebat disana, disini dia selalu diolok-olok oleh ayah jadi daripada nee chan sedih tinggal di desa lebih baik dia ikut naruto nii saja". Ujar hanabi

"Apa-apaan itu, apakah naruto kun bermaksut meninggalkan ku dan tidak mau mengajakku lagi?" Tanya hinata dengan mata berkaca-kaca

"Tentu saja tidak, ehm..baiklah kalau begitu kami akan pergi. Konohamaru aku titipkan ichiraku pada mu jangan sampai paman merasa kesepian karena tidak ada pelanggan". Ucap naruto

"Ya…serahkan pada ku" ucap konohamaru

Dengan perlahan naruto dan hinata kembali berjalan menyusuri jalan yang selalu mereka lalui dulu. Dan sekarang masa terakhir dari mereka untuk menginjakan kaki di desa ini sebelum mereka memulai apa yang mereka rencanakan. Konohamaru dan hanabi yang melihat kepergian naruto dan hinata merasa sangat sedih dan tidak dapat menahan air mata mereka untuk jatuh. Tiba-tiba naruto berhenti dan menghampiri konohamaru dan teman-temannya.

"Konohamaru, ambilah gulungan jutsu rasengan level ke 3 ini, simpan dan jagalah dengan nyawamu. Dan untuk kalian berdua ini adalah gulungan jutsu rank B jenis perubahan cakra kalian. Jadi gunakan dengan bijak. Dan satu lagi" ucap naruto memberikan ke 4 orang itu dengan kunai cabang 3 miliknya yang berwarna hitam.

Hinata melihat hal itu langsung memeluk dan berbisik kepada hanabi agar tidak jauh dari konohamaru dan jangan melupakan kunai yang diberikan naruto saat sedang misi diluar desa. Dengan meneteskan air mata hinata memberikan nasehat pada hanabi.

"Ya…"balas hanabi kecil

"Konohamaru, jadilah laki-laki yang lebih hebat dari pada kakak. Setelah itu jadilah hokage selanjutnya, dan jangan lupa jagalah hanabi untuk ku dan hinata nee" ucap naruto

"Ya…aku akan melakukan itu. Walau kakak jauh disana desa ini akan tetap aman selama kami masih memiliki tekat api di dada kami". Ucap konohamaru berjanji

"Kau akan menjadi kuat dan terus bertambah kuat konohamaru," gumam naruto saat hendak meninggalkan desa konoha.

Akhirnya naruto dan hinata pergi dari desa konoha dan mulai perjalanan mereka yang panjang menuju desa uzugakure.

#skip#

Setelah satu minggu naruto dan hinata meninggalkan desa konoha, terjadi banyak perubahan di desa konoha yang mana konohamaru dan ke dua temannya sudah bisa menguasai jutsu rank B walau masih pada tahap genin, terlebih konohamaru yang sudah menambah jarak lemparan rasen shuriken miliknya yang dapat masuk dalam kategori rank S jutsu. Sedangkan hanabi dia bahkan lebih bisa bertahan lama menggunakan byakugan bahkan diantara semua pengguna byakugan hanabi adalah orang pertama yang mampu mengaktifkan byakugan dalam waktu 24 jam tanpa berhenti. Dan itu membuat dia menjadi ahli dalam byakugan dengan kekuatan lebih dari hinata sendiri.

Sementara itu di desa uzugakure, naruto selalu latihan menggunakan cakra biju di dalam tubuhnya. Karena kurama yang merupakan ekor 9 sudah bisa dikendalikan maka biju lainny dari ekor 2 sampai ekor 7 pun bisa dikendalikan dengan baik. Sehingga dengan bantuan dari ke 6 biju itu naruto dapat memiliki kemampuan khusus seperti, bisa mengeluarkan jaring akibat efek dari comei, elemen lava dari songoku, membuat ilusi dari isobu, api biru dari matatabi, dan dapat berubah jadi cairan dari saiken. Karena kemampuan itu naruto dapat dengan mudah menghancurkan apa saja yang dia mau.

Sementara hinata yang melakukan latihan dalam tingkat yang sama dengan hanabi dengan kemampuan yang lebih berpariasi dari pada hanabi, karena hinata berlatih byakugan dengan menggunakan senjata dan tanpa senjata sehingga dia memiliki pariasi serangan yang hanya dimiliki oleh nya seorang saja sebagai pengguna byakugan dan senjata. Akurasi yang sejak dahulu adalah dalam tingkat 100% membuat hinata dalam kategori sangat menakutkan jika bergabung dengan neiburi, bahkan naruto yang melakukan latihan dengan nya merasa kesulitan dengan itu, jadi dapat dikatakan hinata akan membuat semua lawannya tewas jika tidak memiliki reflex yang bagus dan kecepatan yang diatas rata-rata.

#skip#

Setelah 2 bulan latihan bagaimana cara menggunakan kekuatan para biju itu. Akhirnya naruto dapat dengan mudah membuat gabungan dari kelima jenis perubahan cakranya dengan ukuran yang berdiameter 30 cm. dan itu bukan hanya satu, naruto bahkan bisa membaut 5 jutsu itu dengan sangat mudah sekarang. Sedangkan hinata, byakugan yang dilatih secara terus menerus akhirnya dapat aktif 25 jam tanpa henti dan ditambah dengan pariasi serangan mereka, itu akan sangat mematikan untuk lawan-lawan mereka.

"Hinata chan, latihan kita cukupkan sampai disini. Kita akan mengambil pesanan yang kita pesan waktu itu". Ujar naruto

"Tapi sebelum itu kita harus mencari banyak ninja pelarian atau buronan dari desa-desa lain untuk di tukar menjadi uang". Ucap naruto

"Baiklah kalau begitu, naruto kun mau makan siang dengan apa"? Tanya hinata

"Bukankah apa saja yang kau masak selalu aku makan hinata chan, jadi masak apa saja aku akan memakannya nanti" ujar naruto

Setelah mendengar komenter naruto, hinata langsung pergi ke dapur rumah sederhana yang di buat oleh naruto menggunakan elemen kayu miliknya. Keduanya saat ini seperti pasangan suami istri, padahal mereka bukanlah suami istri. Memang hinata selalu memancing naruto untuk melakukan hubungan suami istri akan tetapi selalu di tolak naruto entah karena apa. setelah beberapa saat memasak didapur hinata menyajikan makanan di atas meja dan menikmatinya bersama-sama.

"Ehm naruto kun,…bisakah kita melakukan itu nanti malam." Ucap hinata

"Itu apa.?" Tanya naruto tidak mengerti

"Itu,….masa naruto kun tidak mengerti. Aku ingin melakkan itu dengan naruto kun". Ucap hinata

"Bukankah ayahmu tidak mengizinkan ku memilikimu hinata." Ucap naruto

"Tapi bukankah aku sudah mengizinkan mu untuk itu, bahkan setiap malam aku tidak memakai dalaman untuk memikatmu". Ucap hinata

"Ya kapan-kapan saja saat kita sudah cukup dengan hidup ini" ujar naruto

"Maksudmu?" Tanya hinata

"Ya setelah kita melakukan apa pun yang kita inginkan, jadi bersabarlah" ucap naruto

Setelah perkataan naruto, kesunyian menemani mereka dalam makan siang mereka. suasana menjadi canggung saat naruto berkata seperti itu, di lain sisi naruto juga sedih dengan berbicara begitu, karena dia sudah sangat ingin menggauli hinata, tapi Karena sang ayah tidak mengizinkanya jadi dia sedikit ogah-ogahan menyentuh hinata saat ini.

"Besok aku akan melakukan nya mulai dari kiri gakure dan mengambil pedang ke 7 dari 7 pendekar pedang dari kiri, jadi kau harus bersiap-siap" ucap naruto pada hinata memecah kesunyian

Tapi bagaimana kita bisa menyerang mereka tanpa ketahuan? Tanya hinata

Kita akan menggunakan….

To be continue