Judul : JUTSU ( The Next Level )
Author : Rahmat Ardi Wijaya
Disclaimer : masashi kashimoto
Chapter : 05
Alur : maju mundur
Rated : T
Pairing : …..?
Genre : edventure
"Sebelumnya di jutsu"
Setelah perkataan naruto, kesunyian menemani mereka dalam makan siang mereka. suasana menjadi canggung saat naruto berkata seperti itu, di lain sisi naruto juga sedih dengan berbicara begitu, karena dia sudah sangat ingin menggauli hinata, tapi Karena sang ayah tidak mengizinkanya jadi dia sedikit ogah-ogahan menyentuh hinata saat ini.
Besok aku akan melakukan nya mulai dari kiri gakure dan mengambil pedang ke 7 dari 7 pendekar pedang dari kiri, jadi kau harus bersiap-siap ucap naruto pada hinata memecah kesunyian
Tapi bagaimana kita bisa menyerang mereka tanpa ketahuan? Tanya hinata
"Kita akan menggunakan…."ucap naruto menghentikan ucapannya
"Menggunakan apa?" Tanya hinata
"Hange saja, walau mereka dapat merasakan cakra ku karena biju, tapi kau tidak akan mudah untuk dikenali karena aku akan memasang segel pada titik aliran cakramu sehingga dapat mengaburkan sensor mereka". ucap naruto
"Baiklah kalau begitu" ucap hinata ragu
#skip#
Keesokan harinya, naruto dan hinata memakai baju zirah mereka dengan topeng setengah wajah. Mereka langsung keluar dari desa uzugakure dengan segel yang biasa mereka lakukan. Sementara itu, di desa kirigakure dalam keadaan aman-aman saja. Karena setelah masa perang berakhir mereka sangat damai dipimpin oleh seorang wanita bernama mei turami yang memiliki 2 kekei genkai. Dan kedamaiaan itu akan segera berakhir karena naruto dan hinata sedang dalam perjalanan kesini dengan semua kekuatannya untuk menghancurkan desa kirigakure.
"Hinata chan aku dengar ada seorang ninja pelarian yang di juluki sebagai raja gangster di daerah kirigakure, karena kekuatan dan banyaknya anggota dari gang itu maka mizukage tidak dapat menangkap mereka semua ataupun membunuhnya, sehingga kepala dari pemimpin gangster itu di hargai cukup mahal yaitu 100 yen".ucap naruto
"Jadi kita akan membunuh pemimpinnya saja tanpa membunuh anak buahnya"? Tanya hinata
"Ya, jika itu bisa di lakukan maka kita hanya perlu kepala dari pemimpinnya saja." Ucap naruto
"Baiklah yang ini biar aku yang hadapi, dan anak buah dari orang iyu naruto kun yang tangani ya". Ucap hinata
Setelah berjalan cukup lama akhirnya hinata dan naruto sampai dimarkas mereka, dan langsung menantang sang pemimpin untuk bertarung satu lawan satu. Semua orang yang ada di situ langsung memanggil pemimpin mereka karena semua orang itu hanya patuh atas perintah pimpinan mereka.
"Siapa yang berani menantang aku," teriak sang pimpinan gangster
"Saya ada di sini, aku ingin mendapatkan uang dari mizukage dengan memenggal kepalamu dan untuk itu aku akan menghadapimu dengan satu lawan satu." Ucap hinata
"Hahahaha…seorang perempuan ingin menghadapi ku sang raja dari gangster terbesar di kiri, ha jangan bercanda." Ucap orang itu dengan meremehkan hinata
"Apakah kau takut melawan pacarku satu lawan satu" balas naruto
Mendengar naruto berkata seperti itu membuat pria itu langsung meledakkan emosinya dan menyerang kearah hinata dengan kecepatan standar dari seorang shinobi dan menendang hinata dengan kaki kuatnya itu. Tetapi hinata bukanlah gadis biasa dia dengan mudah menghindari tendangan itu dan membalas dengan sebuah pukulan yang mengarah ke dada lawannya. Melihat balasan dari hinata, dengan sigap orang itu langsung membuat segel tangan dengan elemen air miliknya.
Elemen air : naga air
Melihat naga air yang cukup besar, hinata akhirnya mengambila sebuah kertas yang memiliki kaligrafi fuin di dalamnya dan ketika di tekan maka munculah naga api yang langsung melawan naga air milik orang itu. Setelah kedua jutsu itu bertabrakan kabut menyelimuti pandangan semua orang kecualli hinata yang sedang mengaktifkan byakugannya. Sementara anak buah dari gangster itu mulai panic ketika jutsu dari pemimpin mereka bisa di tahan dan hendak membantu akan tetapi semua itu tidak bisa di lakukan karena semua tubuh mereka sudah terjebak dalam sebuah jutsu yang tidak biasa dari naruto. Sebagian dari mereka ada yang masuk dalam gelembung dan ada yang terikat dalam jaring benang yang kuat. Sehingga mereka tidak dapat membantu pimpinan mereka. sementara itu hinata dan yang menghadapi musuhnya sudah berada pada mode ingin membunuh nya karena hinata sudah mengeluarkan sebuah shuriken tipe angin di kedua tangannya dan berlari dalam kabut yang mengaburkan penglihatan dari lawannya.
"Hah….aku tidak dapat melihat apa-apa?" ucap gangster itu
Tiba-tiba tubuh dari gangster itu terluka dan menyebabkan teriakan yang sanagat kuat,
"Akhhh…kurang ajar dimana kau?" Tanya nya
"Aku ada disini," ucap hinata dengan menebaskan kembali shuriken miliknya dan hilang dalam kabut.
"Kau …akan ku bunuh kau," teriaknya
Elemen air : 100 peluru air
Dari danau yang ada disekelilingnya, munculah banyak butiran air dan mulai menyerang kearah yang tak beraturan. Sehingga hinata yang berada dalam kabut juga harus menghindari itu agar tidak mengenai tubuhnya. Dan saat jutsu itu berakhir hinata sudah ada di belakang lawannya siap menebaskan shuriken nya.
"Apakah kau sudah menyerah", gumam hinata langsung mmenebas leher penjahat itu dengan sekali tebas hingga putus. Dan membawa kepala orang itu ke dekat naruto.
"Nah naruto kun sekarang mau kita apakan mereka semua?" Tanya hinata kepada naruto saat melihata anak buah dari gangster itu,
"Biarkan saja mereka hidup mungkin esok kita butuh kepala mereka untuk mencari uang". Ujar naruto dan pergi bersama hinata melanjutkan perjalanan
Setelah mengalahkan gangster itu, mereka berdua langsung pergi kearah desa kirigakure untuk menukarkan kepala itu dan mengambil pesanan mereka di tempat paman yang dulu mereka membuat baju zirah ini. Setelah berjalan beberapa saat mereka sampai ketempat paman itu dan mulai untuk menghitung berapa jumlah yang mereka pesan, akan tetapi jumlah yang mereka hitung dan yang mereka pesan lebih 5 buah dari masing-masing shuriken.
"Emm..paman kenapa ini jumlahnya lebih dari yang kami pesan?" Tanya naruto
"Karena tuan dan nona tidak mau saya beri diskon, jadi sebagai terima kasih saya beri 5 dari masing-masing shuriken sebagai gantinya, mohon tuan dan nona dapat menerimanya". Ucap paman itu
"Kau baik paman, jadi aku akan terima itu dengan senang hati". Ucap naruto tidak mau membuat paman itu sedih
"Hinata chan, keluarkan gulungan itu sekarang." Ujar naruto
Hinata langsung mengaktifkan fuin di sisi baju zirahnya, dan sekarang keluarkan gulungan yang sengaja di beli oleh naruto dulu saat menjadi ryuketsu dan dengan tintah naruto langsung menggambar fuinjutsu untuk menyimpan semua benda itu
"Simpan" ujar naruto
Dengan satu segel tangan, semua benda yang ada di sana masuk kedalam segel itu dan langsung digulung oleh hinata dan menyimpannya lagi di dalam segel dimana semula ia mengeluarkannya.
"Berapa harga semua ini paman" ucap hinata.
"500 yen saja itu sudah lebih dari cukup nona." Ucap paman itu
Dengan meneluarkan isi dompet yang sudah di siapkan oleh hinata sejak berangkat dari uzugakure dan mengeluarkan uang 500 yen kepada paman itu.
"Nah paman aku harap ini akan menjadi sebuah bisnis yang berjangka panjang untuk kita," ucap hinta kemudian keluar dengan naruto
Setelah naruto meninggalkan kediamannya paman itu sempat berguman yang menunjukkan bahwa dia kagum dengan kemampuan dan keahlian naruto dalam membuat segel fuinjutsu.
"Nona dan tuan itu mungkin akan menjadi pelanggan setia ku, dan mereka juga memiliki kemampuan fuinjutsu yang tidak biasa. Aku bahkan baru kali ini melihat 100 shuriken raksasa dapat disimpan dalam satu fuin yang sangat rumit seperti itu. jadi aku akan membuatkan mereka sesuatu nanti agar mereka memiliki ciri khas dari pasangan". Ucap paman itu
Setelah meninggalkan kediaman dari tempat membeli peralatan ninja, naruto langsung pergi ke desa kirigakure dan menukarkan kepala pemimpin gangster itu dengan uang yang telah di janjikan oleh pihak kirigakure.
Naruto dan hinata memasuki kawasan dari desa kirigakure dengan jalan santai, mereka bahkan memasukkan nama mereka ( nama samara ) kedalam buku keluar masuk desa itu sehingga mereka di terima dengan baik oleh par penjaga itu.
Selamat datang tuan dan nona hana, ucap penjaga itu yang mempersilahkan ryuketsu no hana dan hinahana masuk kedesa kirigakure. Naruto dan hinata yang sedang menyamar langsung masuk kedalam desa dengan santai dan menuju kearah kantor mizukage.
"Hinata chan, kita akan menghancurkan kirigakure setelah kita keluar dari sini". Ucap naruto
"Ya, aku sudah siap dengan itu." Ucap hinata
Mereka berdua berjalan dengan santai dan tentu saja ada beberapa anbu yang mengawasi pergerakan mereka berdua. Dan itu sudah di ketahui oleh naruto dan hinata, akan tetapi hinata dan naruto tidak menggubrisnya, karena anbu itu tidak berencana menyerangnya. Setelah beberapa saat berjalan, naruto dan hinata tiba di kantor mizukage dengan santi
Tok..tok…tok….suara pintu diketuk dari luar
"Masuk…"ucap mizukage itu
"Maaf nona mizukage, saya kesini ingin menukarkan kepala dari ketua dari gangster ini dengan uang yang telah anda janjikan. Sehingga aku bisa pergi dari sini secepatnya." Ucap naruto dari hange nya.
"Baik ini silahkan ambil uang 100 yen yang menjadi hakmu." Ucap mizukage
Hinata langsung mengambilnya dan memasukkan uang itu dalam fuinjutsu penyimpanan miliknya.
"Nona mizukage, kami mohon pamit atas kesepakatan ini kami ucapkan terima kasih" ucap naruto langsung pergi keluar bersama dengan hinata,
Seperti saat masuk ke dalam desa kirigakure, mereka berdua juga mendata diri mereka saat keluar dari desa. Dan meninggalkan kirigakure dengan aman.
Akan tetapi setelah 5 jam mereka pergi dari kirigakure, tiba-tiba desa itu langsung meledak di beberapa bagian desa yang merupakan bangunan penting bagi desa itu. Dan hal itu membuat semua orang panic siapa sebenarnya yang menyerang desa mereka padahal tidak terdeteksi cakra yang mencurigakan.
"Nona mizukage, serangan ini sebenarnya berasal dari siapa?" Tanya ouba
"Entahlah, yang jelas kita harus menyelidiki apa sebenarnya motif dari penyerangan ini." Ucap mizukage itu
Sementara itu naruto dan hinata yang sudah keluar dari desa itu hanya tersenyum dan menonton pertunjukan sebuah melodi kehancuran yang ditimbulkan dari suara ledakan-ledakan itu.
"Ehm…naruto kun apakah mereka tidak akan mencurigai kita?" Tanya hinata
"Tentu saja tidak, karena kita sudah keluar dari desa dengan diikuti oleh anbu desa itu, akan tetapi mereka tidak tahu bahwa kepala dari korban itu tadi telah aku pasang segel hiraishin jadi mereka tidak akan sadar". Ucap naruto
Flashback
"Hinata chan, bawa kemari kepala orang itu." Ujar naruto
"Mau kau apakan kepalanya naruto kun?" Tanya hinata sambil melakukan apa yang di perintakan oleh naruto
"Aku akan memasang segel hiraishin pada kepala ini." Ucap naruto
"Untuk apa?" Tanya hinata
"Agar kita tidak di jadikan tersangka dalam kekacauan desa kirigakure nantinya." Ucap naruto
Flashback end
"Ternyata rencana naruto kun berjalan sukses, aku bahkan tidak berfikir menggunakan hiraishin untuk menghancurkan desa ini." Gumam hinata
Flashback
"Baiklah hinata chan, kau tunggu aku di sini. Aku akan masuk kembali kedesa kiri dan memasang banyak kertas peledak dengan kekuatan ledak yang besar di beberapa bagian desa kiri" ucap naruto.
Akhirnya naruto pergi menghilang dari pandangan hinata dan muncul kembali di dalam desa kiri dan mulai menyebarkan banyak kertas peledak di semua tempat dan terutama tempat-tempat penting. Dan saat naruto pergi dari desa itu dan muncul dimana hinata berada maka mulailah ledakan terjadi secara berturut-turut.
Flashback end
Dan itulah yang sekarang di saksikan oleh naruto dan hinata, dimana mereka menonton pertunjukan ledakan yang teradi di desa kirigakure. Dan itu berlangsung selama 1 jam tanpa berhenti. Baik naruto ataupun hinata sangat menikmati petunjukan dari ledakan-ledakan yang terjadi di desa kirigakure sehingga dengan senyum mereka berdua langsung turun dari kayu dan mulai melanjutkan perjalanan mereka menuju iwagakure untuk menghancurkan desa itu sama dengan yang mereka lakukan pada desa kirigakure. Sementara desa kirigakure sedang dalam keadaan yang berdka, walau tidak banyak diantara mereka yang meninggal akan tetapi kerugian yang mereka dapatkankan sangat besar karena semua bangunan yang ada di kirigakure 90% rusak berat. Dan juga mereka harus mengobati para penduduk yang yang terluka karena kejadian itu.
#konohagakure#
Mendengar kejadian yang dialami oleh kirigakure konoha mengirimkan bantuan berupa team medis untuk mengobati para penduduk desa kiri yang terluka. Sementara sasuke sandiri masih bingung siapa gerangan yang dapat melakukan ini pada desa kiri yang dikatakan memiliki kekuatan tempur yang hebat. Sementara jiraya dan shunade yang ikut dalam team untuk membantu pengobatan itu pun dibuat kaget oleh kerusakan yang dialam oleh desa kiri, bagaimana tidak, hanya dalam satu jam dan hanya menggunakan kertas peledak desa ini dapat hancur dengan begitu parahnya.
"tsunade ini sangat tidak bisa dipercaya, ada seseorang yang memiliki pemikiran untuk menghancurkan sebuah desa dengan hanya bantuan kertas peledak". Ucap jiraya
"Entahlah, dan darimana dia mendapatkan kertas peledak sebanyak itu?" Ucap shunade
"Ayo kita bergegas menemui mizukage mencari tahu kejadian sebenarnya." Ucap jiraya
Jiraya dan tsunade langsung menemui mei yang terluka ringan di sebuah tenda yang mereka dirikan. Sehingga ketika jiraya dan shunade masuk mereka dapat langsung melihat keadaan kage dari desa kiri itu.
"Kalau boleh aku tahu, bagaimana kejadian itu berlangsung?" Tanya jiraya
"Entah mulai dari mana aku menjelaskanya, tapi ledakan itu pertama menciptakan lingkaran besar dari setiap batas desa kiri, lalu mengecil dan hingga akhirnya ledakan yang terakhir cukup dahsyat sehingga membuat bangunan dari kantorku hancur ." ucap mizukage
"Maksudmu ledakan itu seperti sudah dipasang sejak lama dan baru diaktifkan sekarang, ?" ucap jiraya
"Ya kurang lebih begitu, tapi melihat dari ledakan itu aku merasa itu sangat berbeda dengan kertas peledak biasa karena bukan hanya api yang menjadikan itu ledakan akan tetapi ada juga petir yang membuat itu menjadi ledakan." Ujar mizukage
"Mingkin musuh kia adalah seorang pengguna fuinjutsu yang sangat handal, akan tetapi jika untuk menghadapi semua orang didesa dengan dirinya sendiri itu adalah hal yang mustahil jadi aku kira dia menyamar dan menempelkan kertas peledak itu saat sedang ada di dalam desa" ucap jiraya
"Tapi itu sangat sulit untuk di ketahui tuan jiraya, orang yang datang menggunakan hange hanya satu orang yaitu ryuketsu no hana, dia meminta bayaran atas kepala yang kami hargai dengan 100 yen, dan dia sudah keluar desa tanpa melakukan apapun selain menukarkan kepala orang itu." Ucap mizukage
"Berarti ini adalah kasus yang akan sangat sulit di pecahkan. Hem…dan bisa saja kasus ini akan ditutup seperti kasus terbunuhnya team anbu nee dari konoha termasuk juga danzo sang pemimpin itu sendiri" ucap jiraya
"Jiraya apa maksud mu?" Tanya shunade
"Kau tentu tahu, semua shinobi yang ikut dalam penelitian tentang kematian danzo tewas karena ledakan yang terjadi setelah mereka memegang barang bukti yang di tinggalakan pelaku, jadi dalam hal ini desa kiri mengalami masalah yang sama dengan desa konoha tentang pembunuhan danzo dan anbu nee". Ucap jiraya
'Siapa sebenarnya pengguna fuinjutsu ini, kenapa dia sangat licin untuk di tangkap' pikir jiraya
Sementara itu, naruto dan hinata sedang dalam perjalanan menuju desa iwagakure dan mereka memutuskan untuk menginap di sebuah penginapan untuk beristirahat.
"Hey hinata chan, kita mandi bersama yuk". Ajak naruto
Hinata yang kaget langsung menganggukkan kepalanya tidak mau untuk menolak naruto yang mengajaknya mandi bersama.
"Em..naruto kun, ada apa naruto kun menajak aku mandi bersama malam ini?" Tanya hinata
"Aku hanya rindu dengan tubuhmu, jadi ayo kita mandi bersama aku sudah menyewa tempat pemandian air panas secara pribadi, agar kita tidak diganggu oleh orang lain" ujar naruto
Setelah mendengar itu, hinata dan naruto langsung melepas pakaian mereka dan menggunakan handuk sebagai penutup tubuh mereka dan berjalan menuju ketempat yang mereka pesan. Sesampainya di pemandian air panas hinata dan naruto melepas handuk mereka dan masuk kedalam kolam air panas, sehingga mereka sekarang dalam keadaan telanjang bulat.
"Emm…hinata chan, bisakah aku menyentuh oppaimu?" Tanya naruto
"Eh….."ucap hinata
"Kenapa? Tidak boleh ya?" Tanya naruto
"Eh..bukan..bukan begitu….aku hanya terkejut saja dengan permintaan naruto kun." Ucap hinata
"Jadi aku boleh memegang dan menghisapnya" ucap naruto
"Tentu saja naruto boleh melakukan itu", ucap hinata dengan wajah yang bersemu merah
Dengan perkataan hinata barusan naruto langsung memegang oppai dari hinata dan mengemutnya dengan kuat sehingga hinata yang baru merasakan sensasi ini menjerit karena terkejut, sedangkan naruto terus melanjutkan apa yang dia lakukan sejak awal.
"Ahhh…ah…..naruto kun jangan teralu kuat nanti aku bisa berteriak dengan kencang" ucap hinata sambil menahan rasa nikmat di pitingnya
"Apa kau maksud aku harus berhenti ?" ucap naruto pada hinata
"Bukannn….bukan itu, hanya saja aku baru dalam hal ini jadi tolong pelan-pelan" ucap hinata cepat
Sepanjang mereka mandi, mulut naruto tidak pernah lepaas dari puting oppai hinata. Sehingga puting itu terlihat memerah saat naruto melepaskan emutannya. Sedangkan hinata dia merasa sangat kelelahan karena naruto tidak pernah melepaskan puting miliknya walau sebentar saja. Dan saat hinata meminta naruto untuk beristirahat maka naruto mengatakan bahwa hinata ingin naruto berhenti melakukan itu jadi hinata hanya bisa menerima apa yang naruto berikan saat ini.
"Ehm naruto kun, ayo kita lanjutkan ke kamar tidur aku sudah tidak tahan." Ucap hinata
"Hem…kita simpan saja untuk lain kali ya." Ucap naruto dengan kehilangan mood nya
Melihat ekspresi naruto yang begitu hinata kembali sedih karena naruto belum mau melakukan hal itu pada hinata. Sementara naruto juga sedih karena dia tidak mau melihat hinata begitu akan tetapi apa boleh buat karena ayahnya belum memberikan restu pada naruto.
'Kenapa naruto kun masih menahan diri untuk melakukan itu, apa karena ayah tidak merestui kami sehingga naruto tidak mau melakukan itu'. Pikir hinata
#skip#
Malam yang dilalui kedaunya dengan suasana yang tidak enak, karena mood naruto yang hilang saat hinata menginginkan lebih dalam acara semalam, sehingga sebelum naruto bangun hinata sudah bangun dan mengecup bibir naruto lalu pergi ke dapur untuk membuat sarapan.
"Kau pria yang hebat dan juga baik naruto kun, kau bahkan tak melakukan apapun pada ku jika aku tidak memberikan izin. Aku rasa ayah salah menilaimu, karena itu aku akan menunggu sampai kau memintanya sendiri pada ku". Ucap hinata
Sementara itu naruto yang sedang tertidur di kasurnya sebenarnya sudah bangun dan hanya pura-pura tidur agar tidak membangunkan hinata. Akan tetapi yang diaperkirakan salah, hinata telah bangun dan mengecup bibir nya tadi.
'Maaf hinata, aku belum bisa melakukan itu sebelum ayahmu mengatakan ya pada hubungan kita'. Pikir naruto
To be continue
