Judul : JUTSU ( The Next Level )

Author : Rahmat Ardi Wijaya

Disclaimer : masashi kashimoto

Chapter : 15

Alur : maju mundur

Rated : T

Pairing : …..?

Genre : edventure

"Sebelumnya di jutsu"

Dan satu lagi sasuke kun, naruto tidak mempan dengan sharingan mauapun mangekyou sharingan karena semua syarap otaknya telah di temple dengan fuinjutsu yang sangat kuat sehinngga jika ada seseorang yang ingin melihat isi pikirannya dengan doujutsu maka hal itu akan percuma saja. Tambah sakura

Iya, yang dikatakan ibu kalian adalah benar. Bahkan semua orang penting di konoha tidak mengetahui apa sebenarnya yang ada di pikiran naruto. Ujar sasuke

Jadi apakah orang yang kami lawan itu sangat berbahaya ayah? Tanya haruka

Jika kalian menghadapi mereka secara satu lawan satu kemungkinan kecil itu kalian akan menang, namuan jika kalian melawan nya secara berkelompok maka itu akan membuat kalian terbunuh. Ujar sasuke

Setelah diskusi tentang ujian dari izumo dan haruka akhirnya mereka memutuskan untuk tidur karena hari sudah beranjak gelap. Sementara itu di desa uzugakure naruto dan hinata tidur dengan nyenyak sambil berpelukan. Hal ini adalah kebiasaan hinata sejak dulu yang selalu tidur dalam pelukan naruto.

#skip#

"Baiklah kita akan melakukan latihan control cakra terlebih dahulu" ujar naruto pada hinata

Naruto dan hinata akhirnya melepas segel yang mengunci semua cakra mereka berdua sehingga terjadi retakan dimana tanah tempat mereka berpijak karena kuat cakra mereka berdua.

"Naruto kun tekanan cakra mu sangat tidak setabil, cobalah untuk menenangkan cakramu" ujar hinata yang sudah lebih dulu menenangkan cakranya.

Naruto yang mengeluarkan semua cakranya sangat kessulitan dalam hal control karena banyaknya cakra jubi di dalam tubuhnya. Sehingga dia membutuhkan waktu 3 jam untuk mengontrol tekanan cakranya.

Sementara itu hinata yang sudah bisa mengendalikan cakra full nya dengan baik kini kembali kerumah mereka dengan meninggalkan naruto sendirian di sana.

Naruto kun berlatih dengan sangat keras seperti saat di konoha dulu.

Flashback

Hinata yang melihat naruto selalu latihan sendiri dari kejauhan karena saat itu semua penduduk desa membenci naruto, namun berbeda dengan hinata yang sangat kagum dengan naruto yang memiliki tekat yang kuat dan selalu melatih diri, jika aku ingin bersama dengan naruto kun, maka aku harus bisa mengimbanginya setidaknya sedikit lebih kuat dari sekarang.

Flashback end

Mengingat kembali kenangan dimana dia sangat mengagumi naruto dan sekarang dia bisa hidup berdua dengan naruto walau mereka berdua tidak memiliki ikatan pernikahan namun hinata sangat senang dengan keadaan saat ini. Bahkan dalam mimpi pun hinata tak pernah membayangkan bisa hidup bersama dengan naruto, tapi sekarang semua itu terjadi dan hinata sangat bersyukur dengan hidupnya saat ini.

"Aku harus bergegas, mungkin naruto kun akan menyelesaikan latihannya saat ini" gumam hinata melihat kearah naruto

Setelah beberapa saat, naruto akhirnya berhenti dari latihannya itu dan mencoba untuk mendekat kearah hinata yang sudah menunggunya di meja depan rumah mereka.

"Naruto kun, sudah selesai latihannya?" Tanya hinata

"Ya aku akan istirahat sebentar." Ujar naruto

"Silahkan diminum naruto kun, supaya kamu sedikit pres dan kembali bertenaga". Ujar hinata memberikan segelas tea pada naruto

"Ya baiklah aku akan meminumnya." Ujar naruto

"Naruto kun sudah seberapa kekuatan control cakramu, apakah sudah bagus?" Tanya hinata

"Belum sama sekali, aku akan menggunakan kagebunshin nanti saat latihan". Jawab naruto

"Bukankah efeknya akan terasa sangat melelahkan? Apakah kamu tidak apa-apa?" Tanya hinata

"Serahkan padaku" ujar naruto

#skip#

Setelah satu bulan maka naruto dan hinata telah berhasil dalam latihan mereka, naruto sendiri sudah dapat mengendalikan kekuatan penuh dari jubi walau hanya dalam waktu 24 jam saja. Sementara hinata kini sudah mahir dalam menggunakan senjata yang dibuat oleh naruto.

"Hinata chan, kita akan kembali kekonoha untuk melanjutkan ujian chunin dan kita akan mengambil semua senjata yang dilemparkan oleh semua lawan kita," ujar naruto

"Bukankah ujian babak ini adalah duel, apakah tidak apa-apa jika kita mengambil senjata mereka?" Tanya hinata

"Ya, lakukan saja." Ujar naruto

"Apakah semua persiapan dan gulungan yang kita perlukan sudah ada?" Tanya naruto

"Ya….semuanya sudah siap". Jawab hinata

"Ayo kita berangkat." Ujar naruto langsung membuat sebuah segel dan membuka gerbang desa uzugakure

Setelah keluar dari desa uzugakure naruto dan hinata berlari menuju desa konoha karena dari tempat mereka berdiri saat membutuhkan waktu 30 jam untuk sampai di desa konoha. Dan naruto akhirnya berlari bersama dengan hinata. Sementara itu, didesa konoha semua orang telah bersiap-siap untuk ujian chunin babak ke 3 dan karena ujian tahap ini adalah duel maka semua petinggi desa diundang untuk menyaksikan pertarungan yang hebat dari para penerus mereka. dan tentu saja semua kage dari lima kage berkumpul untuk menyaksikan pertarungan hebat yang akan di peragakan oleh para genin desa mereka. Setelah 20 menit naruto dan hinata berlari, naruto dengan tiba-tiba berhenti dan akhirnya berbicara dengan hinata tentang sesuatu yang dia lupakan.

"Nee…hinata chan bukankah di kamarmu dan juga di tempat konohamaru dan hanabi ada kunai hiraishin milik ku?" Tanya naruto

"Ya tentu saja, bukankah kau yang memberikannya pada mereka ber 4." Ujar hinata

"Kalau begitu, kenapa kita harus lari? Kita gunakan hiraishin saja untuk menghemat tenaga mu". Ujar naruto

"Apakah tidak apa-apa? bukankah itu akan menguras cakra naruto kun karena jarak dari sini hingga konoha sanggat jauh?" Ujar hinata

Tanpa menjawab, naruto langsung memegang tangan hinata dan menghilang dari pandangan.

Sementara itu di taman desa konoha ada dua remaja yang sedang berkencan, tentu saja mereka berdua adalah konohamaru dan hanabi.

"Ehm hanabi chan apakah ayahmu tidak akan marah jika kau berkencan dengan ku seperti ini?" Tanya konohamaru

"Ayah sudah kapok melarang anaknya berteman dengan seseorang, karena hinata nee ayah menjadi sedikit melonggarkan pergaulan ku karena dia tidak mau aku mengalami hal yang sama seperti hinata nee". Jawab hanabi

"Tapi hanabi chan, kalau aku tidak salah dengar naruto nii bahkan sudah tidur bareng dengan hinata nee saat mereka pacaran. Apakah itu benar?" Tanya konohamaru

"Entahlah, itu dulu pernah beberapa kali hinata nee kepergok sedang menginap di apartemen naruto". Ujar hanabi

"Kenapa kita tidak melakukan hal yang sama?" Tanya konohamaru memancing gairah hanabi

"Naruto nii adalah orang yang sangat hebat dan dia dapat bertahan dari godaan hinata nee. Maka dari itu hinata nee bahkan bisa membuktikan bahwa tubuhnya masih bersih dari naruto nii, tapi kalau konohamaru kun yang menjadi naruto nii, maka perang saudara pasti akan terjadi. Karena kamu orangnya sedikit mesum". Ujar hanabi

"Akh…apa benar begitu? Bukankah kau juga ingin melakukan hal yang nakal". Ujar konohamaru

Saat mereka sedang mengobrol dengan serunya, hanabi tiba-tiba merasakan sebuah cakra.

"Konohamaru kun, ada yang datang". Ujar hanabi

Konohamaru langsung berdiri dari tidur berbantalkan paha hanabi dan langsung waspada.

Dengan seketika naruto dan hinata muncul didepan mereka berdua, dan membuat konohamaru dan hanabi diam melihat kemunculan kedua genin itu. Sedangkan naruto yang baru saja menggunakan hiraishin dalam jarak yang sangat jauh akhirnya terduduk diatas rerumputan taman desa konoha. Sementara hinata tampak begitu khawatir dengan keadaan naruto saat ini.

"Kita sudah sampai kan hinata chan, bisakah kau tolong aku bantu aku berdiri". Ujar naruto

Hinata langsung memapah naruto dan mendudukkan nya di korsi yang tak jauh dari hanabi dan konohamaru.

"Apakah kau baik-baik saja naruto kun?" Tanya hinata

"Aku hanya sedikit pusing, dan aku rasa aku harus beristirahat sebentar hinata chan". Ujar naruto yang menyenderkan kepalanya di dada hinata dan langsung memejamkan matanya.

"Huh dasar naruto kun, aku pikir dia kenapa-napa". Gumam hinata

Sementara itu hanabi dan konohamaru sangat shok melihat kemunculan kedua genin itu dengan cara yang laur biasa hebat. Dan yang paling penting dari pada itu adalah mereka bisa bermesraan seperti itu walau mereka masih belasan tahun sedangkan mereka hanya sekedar mengobrol saja dan meletakkan kepala konohamaru diatas paha hanabi. Dengan saling tatap mereka berdua akhirnya malu sendiri karena memiliki pikiran yang sama.

"Bagaimana cara kalian melakukan itu?" Tanya konohamaru saat dia dan hanabi sudah dekat dengan hinata dan naruto

"Sssiiitttttt…..jangan berisik, naruto kun mau tidur. Sebaiknya tuan dan nona pergi saja dulu aku tidak ingin naruto kun terbangun dari tidur nya. Dan jika tuan ingin tahu maka tunggu saja dia bangun dari tidurnya". Ujar hinata langsung mengecup kening naruto

"Tidurlah yang nyenyak naruto kun, aku akan ada disini sebagai alas dan bantal mu dan sebagai pelindungmu saat ini" ujar hinata

"Aku cinta kamu hinata chan, maaf sudah merepotkan mu". Ujar naruto saat matanya terpejam

Sedangkan hanabi dan konohamaru diam saja saat melihat dua sejoli itu bercengkrama. Walau yang laki-laki kini sudah terlelap di dada si wanita.

'Mereka berdua adalah pasangan yang serasi' pikir hanabi dan konohamaru

"Maaf tuan dan nona harus melihat kejadian barusan, itu memang sudah kebiasaan kami berdua. Dan tidur dalam pelukan nya adalah kebiasaan ku dan sekarang dia yang tidur dalam pelukanku ini adalah hal langka jadi aku harap tuan dan nona tidak risih melihat hal itu." Ujar hinata

"Ternyata kalian sudah terbiasa dengan kebiasaan ini, jadi dimana orang tua kalian?" Tanya konohamaru

Hinata hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan dari konohamaru…

"Maaf jika aku menyinggung sesuatu yang sensitive dari masalah pribadi mu" ujar konohamaru

"Tidak apa-apa". jawab hinata

"Kalian adalah genin dari desa uzugakure, apakah kalian mengenal seseorang bernama naruto uzumaki di desa itu?" Tanya konohamaru

"Tentu saja naruto uzumaki adalah ini yang ada di dekapanku" ujar hinata

"Maksutku yang sudah dewasa" ujar konohamaru lagi

"Tidak ada orang bernama naruto selain naruto kun ku," ujar hinata

"Dan hinata hyuga, apakah kau mengenalnya?" Tanya hanabi memotong

"Shuittttt…jangan keras-keras nanti naruto kun bangun. Nama itu juga tidak ada". Ujar hinata

Hanabi dan konohamaru sebenarnya masih memiliki banyak pertanyaan untuk di tanyakan akan tetapi ternyata sore sudah mendekat dan mereka harus pulang.

"Apakah kau sudah menyewa penginapan?" Tanya hanabi pada hinata

"Tidak, aku belum melakukannya" ujar hinata

"Konohamaru kun bisakah kau membawa yang laki-laki menginap di rumahmu dan yang perempuan dirumah ku". Ujar hanabi

"Maaf sebelumnya, aku berterima kasih karena kalian mau menolong. Tapi jika itu artinya berpisah dengan naruto kun aku akan tidur di sini saja. Lagi pula disini adalah desa yang damai, jadi aku rasa akan baik-baik saja". Ujar hinata

"Tapi diluar sini akan sangat dingin ketika malam tiba." Ujar hanabi

"Kami adalah seorang uzumaki jadi aku rasa aku akan dapat mengatasi hal itu" ujar hinata menolak ajakan dari hanabi karena mereka berniat memisahkan naruto dari nya

"Tapi di klan ku aku tidak bisa membawa laki-laki kedalam rumah sebelum mereka menjadi suami ku. Jadi maaf aku tidak bisa menolongmu jika begitu." Ujar hanabi

"Ya tidak apa-apa, lagi pula jika di izinkan untuk membawanya ada kemungkinan aku tidak satu kamar dengan naruto kun, jadi sebaiknya aku tolak saja". Ujar hinata

"Maksud mu kau tidur dengan seorang laki-laki yang bukan suamimu?" Tanya hanabi sedikit terkejut

"Tentu saja, naruto kun adalah nyawaku dan aku adalah nyawa naruto kun, jika satu dari kami tewas maka keduanya harus tewas. Dan jika satu dari mereka hidup maka yang lain akan hidup." Ujar hinata

"Maksudmu?" Tanya hanabi

"Kalian berdua adalah pasangan bukan, jika memang ia maka laki-laki akan menghormati keputusan perempuan dan sebaliknya dan dari situlah tercipta rasa saling sayang dan cinta. Jika rasa itu telah muncul maka jangan kan untuk sehari satu malam saja sudah gelisah jauh dari dirinya". Ujar hinata

"Kau seperti sudah mengenal cinta saja." Ujar konohamaru

"Jika kalian berdua sudah kenal dengan cinta, jangan kan klan, desa, Negara ataupun dunia ini menentang kalian maka kalian akan tetap bersatu". Ujar hinata dan aku adalah contohnya pikir hinata

"Sebaiknya anda pergi, karena aku akan istirahat juga". Ucap hinata membuat sebuah segel gengan sebelah tangan kirinya.

Fuinjutsu : dinding lima jari

Muncullah dinding yang hanya dapat di tembus dari dalam dan hal itu melingkupi daerah yang hinata inginkan. Melihat hal itu baik hanabi ataupun konohamaru terkejut karena kemampuan hinata dalam fuin dan konohamaru berniat untuk menyentuh dinding itu.

"Jangan di sentuh, aku sudah memasang sebuah alarm yang akan menghilangkan dinding ini saat matahari mengenai salah satu pilarnya, atau dengan cara dibuka dari dalam. Sementara itu orang dari luar tidak akan bisa membukanya". Ujar hinata langsung meletakkan naruto di kuris taman dan mengeluarkan selimut dari fuin yang ada di gulungan miliknya.

"Aku akan istirahat, selamat malam tuan dan nona".ujar hinata masuk kedalam selimut yang naruto gunakan dan memposisikan kepala naruto kedalam pelukan didadanya lagi.

"Dia benar-benar melakukanya." Ujar konohamaru

"Mereka masih genin akan tetapi cara pikir mereka tentang cinta lebih dari kita yang sudah jonin, mungkin inilah yang namanya cinta tidak mengenal usia". Ujar hanabi

"Hanabi chan apakah cinta sudah benar-benar kita dapatkan?" Tanya konohamaru

"Entahlah, aku saja belum berani untuk tidur dengan seorang pria sedangkan dia jangankan untuk takut, ragu saja tidak. Mereka memang sudah biasa melakukan hal ini". Ujar hanabi

"Hanabi chan kapan-kapan kita tidur bersama kamu mau tidak?" Tanya konohamaru

"Apa maksutmu?" Tanya hanabi

"Kita tidur bersama seperti mereka, apakah kamu mau?" Tanya konohamaru

"Aku akan melakukan itu kapan-kapan. Tapi bukan saat malam melainkan saat siang hari. Karena aku takut kamu akan di bantai oleh klan hyuga jika mengetahui hal itu" ujar hanabi.

"Ya siang pun tak masalah" ujar konohamaru cemberut

#skip#

Keesokan harinya banyak orang yang berkumpul di taman desa konoha karena ada sepasang genin yang tidur berduaan dalam satu selimut dan itu membuat gempar semua desa. Akan tetapi untuk naruto dan hinata mereka yang sudah biasa tidur berdua hanya heran melihat banyak orang yang ada di sekeliling mereka.

"Nee…hinata chan apakah kau memasang dinding pelidung di sekitar sini?" Tanya naruto

"Ya aku memasang dinding lima jari" jawab hinata

"Ohh…begitu ayo bangun kita harus segera mandi dan bersiap untuk ujian babak ke 3" ujar naruto

Hinata dengan santai bangun dan membuat sebuah segel dan melepas dinding penghalang itu. Dan terdengarlah suara banyak warga desa konoha

"Hey kalian berdua dari desa mana hah….tidak sopan masih kecil sudah tidur seperti itu. Dasar anak kurang ajar" ujar seorang warga

'Warga konoha sama sekali tidak berubah, mereka masih saja sinis pada sesuatu yang janggal menurut mereka' pikir naruto

Hinata yang emosi mendengar perkataan dari warga langsung mencabut senjatanya yang ada di tanah dan langsung berniat menyerang orang itu akan tetapi di tahan oleh naruto dengan sebuah ciuman dibibir hinata sehingga membuat semua orang disana terkejut termasuk hinata.

"Hey nona yang disana, aku adalah seorang genin dari sebuah desa tak dikenal. Jadi apa yang kami lakukan adalah hak kami sebagai peserta ujian disini karena dalam peraturan itu kami tidak dilarang untuk menjalin kasih. Sedangkan kami hanya tidur bersama, apakah desa ini belum pernah merasa hancur. Kalau belum maka aku akan meminta kehancuran konoha dengan hokage". Ujar naruto

"Memang siapa kau, dasar anak bau kencur" ujar seorang pemuda

Naruto hendak menyerang namun hinata langsung mengecup bibir naruto di depan banyak orang dan lagi-lagi hal itu mengejutkan baik untuk naruto ataupun penduduk desa.

"Desa kalian dengan desa kami sangat berbeda, jika di desa kami seorang gadis dengan seorang pria yang sudah tidur bersama baik itu masih kecil, sudah remaja ataupun dewasa maka mereka sudah mengikat sebuah hubungan yang sacral, jadi karena dari kecil kami berdua sudah tidur bersama, maka baik orang tua maupun penduduk desa tidak akan bisa memisahkan kami walau hanya satu malam saja, kecuali jika itu adalah misi untuk kami. Dan sebaiknya jangan ganggu hidup kami" ujar hinata memeluk naruto dan pergi dari sana

"Hinata chan ujian babak ke 3 akan dilaksanakn di stadion yang ada di tengah konoha jam 9 pagi, dan sekarang baru jam 6, apakah kamu mau mandi air hangat hinata chan?" Tanya naruto

"Naruto kun pasti ada maunya." Ujar hinata

Akhirnya mereka memesan sebuah pemandian khusus pasangan, dan mandi dengan air hangat di dalam ruangan itu. Seperti biasa saat mereka mandi, hinata selalu saja di pangku oleh naruto dan selalu saja naruto memainkan puting hinata dan menghisapnya.

"Naruto kun jangan terlalu bersemangat, nanti naruto kun bisa kelelahan dan tidak konsen dalam pertarungan". Ujar hinata

"Apakah kau mau mangatakan jangan memainkan oppaimu hinata chan?" Tanya naruto berpura-pura ngambek

"Bukan…..tentu saja bukan begitu. Naruto kun selalu saja menggunakan kata itu untuk mengalahkan argumenku, aku khawatir padamu jika kau terlalu lelah nantinya" ujar hinata yang kini memeluk naruto

"Akh….naruto kun jangan terlalu kuat nanti bisa berbekas." Ujar hinata

Naruto hanya diam dan terus menghisap puting oppai hinata tanpa membalas perkataan hinata

"Apakah naruto kun sudah tidak mau mendengarkan pendapat ku lagi?" Tanya hinata

"iYa…iya…aku berhenti." Ujar naruto

#skip#

"Selamat datang kembali di desa konoha bagi para peserta ujian chunin, selamat datang bagi para tamu dan para ketua klan dan para pemimpin dari desa tetangga yang sempat hadir. Saya selaku hokage pemimpin desa konoha mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas apresiasi kalian dalam ujian tahun ini. Dan mari kita sambut para peserta ujian babak ke tiga ujian chunin tahun ini." Ucap sasuke sebagai hokage

"Baiklah terima kasih tuan hokage". Ucap sai yang menjadi juri

"Perkenalkan nama saya adalah sai dan saya adalah wasit dalam ujian babak ini. Dan peraturannya sederhana hanya aku yang dapat memulai dan menghentikan pertandingan, dan hanya aku yang menentukan siapa yang menang, dan yang terakhir tidak ada yang boleh membunuh dalam pertarung babak ini" ujar sai dengan senyum palsunya

"Baiklah nama kalian akan di tentukan melalui monitor dan nama yang muncul akan bertarung di sini". Ujar sai

Mendengar perkataan sai monitor langsung bebunnyi dan mengacak semua nama hingga akhirnya.

"Hinata uzumaki vs nezu hyuga ( putri neji / tenten )

"Hinata chan, apakah lima senjata itu cukup untuk mu?" Tanya naruto

"Ya, aku akan turun. Do'akan aku ya naruto kun." Ujar hinata mencium pipi naruto dan meloncat dari atas hingga mendarat ditanah dengan sempurna dengan menimbulkan retakan disana.

"Nezu berhati-hatilah melawan nya, aku pernah bertarung dengannya. Dia adalah wanita yang cerdik dan cepat" ujar haruka memberi nasehat pada nezu sebagai temannya.

"Ya terima kasih haruka" jawab nezu

"Baiklah semua peserta sudah ada di lapangan apakah kalian berdua sudah siap?" Tanya sai

Ya ujar keduanya

Mulai teriak sai memulai pertandingan

Byakugan..teriak nezu

"Byakugan adalah sebuah doujutsu salah satu klan dari konoha, mereka adalah klan yang sangat hebat jika mampu menggunakannya dengan benar mata itu." Ujar hinata mencabut dua pedang jarum miliknya.

Melihat pedang yang digunakan hinata mizukage sangat kaget karena senjata wanita itu sama persis dengan salah satu pedang kirigakure. Yaitu "neiburi" ujar mizukage

"Ya sepertinya mereka berdua memiliki pengetahuan tertentu tentang jurus dari pedang dari kiri". Ujar raikage

Sementara itu, hinata yang mencabut kedua pedang miliknya siaga ditempat tanpa melakukan apapun. Karena hinata tak kunjung menyerang maka nezu langsung menyerang dengan juken kearah hinata. Akan tetapi karena hinata adalah seorang yang pernah menggunakan byakugan sampai sekarang maka hinata tau kemana jurus itu akan dilancarkan dan menghindarinya dengan sangat sempurna.

Semua penonton melihat pertarungan itu sungguh takjub dengan keahlian dari hinata yang menghindari serangan nezu. Sementara neji yang duduk di bangku penonton memperhatikan anaknya bertarung kini duduk dengan gelisah, pasalnya lawan putri pertama mereka kini sedang bertarung dengan seseorang yang dapat membaca gerakan khas klan hyuga.

"Kau heran kan kenapa aku bisa menghindari semua serangan yang kau lancarkan? Kau tahu perinsip dalam cara bertarung kita adalah sama yaitu menusuk akan tetapi bedanya kau menusuk dengan cakra sedangkan aku menusuk dengan senjata. dan hal yang sama juga terjadi untuk menghindari serangan dari musuh baik untuk mu ataupun untuk ku kita berdua hanya harus menghindari tusukan itu". Ujar hinata panjang

"Heh….kau meremehkan ku nezu dari klan hyuga." Teriak nezu menyerang kearah hinata

"Kau …..kau….sama seperti seseorang yang pernah aku dengar, dia adalah seorang yang arogan akan tetapi dia jenius tidak sepertimu" ujar hinata menghindari semua serangan dari nezu dan langsung membalasnya dengan pedang miliknya. Namun pedang yang dimiliki hinata hancur berkeping-keping setelah bertubrukan dengan tangan penuh cakra nezu sehingga membuat penonton merasa takjub karena keahlian dari seorang klan hyuga itu.

"Heh…bagaimana sekarang apakah kau masih memiliki mulut besarmu itu?" Tanya nezu

"Kau hanya menghancurkannya tidak membuatnya hilang dari keberadaan bukan, jika memang begitu maka kau akan kalah dalam waktu lima senjata ku ini bisa kurang dan tidak akan lebih" ujar hinata

Kini senjata hinata hanya tinggal 4 buah dan yang satu di kiri sedangkan yang 3 nya masih ada di punggungnya sementara nezu hanya menggunakan telapak tangannya.

"Sementara aku bisa menghancurkan semua senjatamu maka aku akan menang dengan mudah" ujar nezu

"Ya, jika itu terjadi mungkin kau akan menang, tapi itu sangat sedikit" ujar hinata

Dengan tiba-tiba nezu muncul dibelakang hinata dan menendangnya dengan kaki kirinya, akan tetapi hinata dapat menahannya dengan tangan kanan miliknya yang sedang kosong. Dan melemparkan nezu kearah yang berbeda dan mengiringi jatuhnya nezu dengan sebuah pedang ditangan kirinya. Akan tetapi nezu dapat menghancurkan nya dengan sebuah juken. Sehingga mengharuskan hinata untuk mundur kebelakang. Dengan mencabut dua dari tiga pedang yang tersisa untuk menjadikannya sebagai senjata.

"Sudah dua dari lima senjatamu yang aku hancurkan, apakah kau masih mau bilang bahwa aku akan kalah"? Tanya nezu

"Tentu saja, takdir tidak bisa diubah. Benar kan" ujar hinata pada nezu

"Heh…kau hanya bisa bicara saja" ujar nezu kembali menyerang hinata dengan juken, namun lagi-lagi hinata berhasil menghindari serangannya dan bahkan kali ini hinata menangkis semua serangannya tanpa terkena serangan itu sendiri. Dan langsung membalas serangan dari nezu dengan menusukkan pedang miliknya kearah nezu. Namun kedua pedang yang digunakannya malah hancur saat terkena kedua telapak tangan nezu sehingga membuat hinata lagi-lagi harus mundur mengambil jarak serangan.

"Baiklah aku sudah bosan bermain, maka akan aku akhiri dengan yang lebih hebat dari yang tadi." Ujar hinata mengaktifkan sebuah segel tangan dan akhirnya kaki kiri dan kedua tangan dari nezu langsung terbelenggu oleh seal fuinjutsu tipe gravity sehingga nezu tidak bisa bergerak seperti biasanya dan memanfaatkan hal itu hinata mengaktifkan sebuah segel kembali sehingga semua serpihan dari senjatanya langsung menyerang kearah nezu sehingga menyebabkan luka yang sangat banyak dan dalam di tubuh nezu. Dan tanpa membuang kesempatan hinata langsung mencabut pedang yang terakhir dan mengarahkannya pada nezu sebagai tanda ini sudah berakhir.

"Pertarungan sudah berakhir dimenangkan oleh hinata uzumaki dari desa uzugakure" ujar sai sebagai wasit

"Baiklah tadi adalah pertarungan yang seru sekali dan selanjutnya adalah "ujar sai melihat monitor mengacak nama mereka.

Izumo uchiha melawan mizaki

Peserta silahkan memasuki area pertarungan ujar sai

#skip#

Semua pertarungan yang sangat menegangkan ini akhirnya sampai pada pertarungan terakhir yaitu antara naruto dan kotshuci dari iwagakure, yang di panggil sekarang silahkan maju ke area pertarungan ujar sai

Naruto yang menggunakan rantai cakranya sebagai kaki dan tangannya menusuk dinding dan turun dengan sangat mulus. Sehingga perbuatan naruto itu membuat semua orang merasakan ngeri saat melihat rantai yang seperti hidup itu.

"Baiklah kotshuci silahkan turun ke arena pertempuran" ujar sai sebagai wasit

Setelah kotshuci memasuki arena pertempuran sai langsung menyatakan pertarungan mereka dimulai

Kotshuci yang mendengar pertarungan sudah dimulai maka langsung menyerang naruto lebih

Elemen tanah : tanah runcing

Kotshuci menghentakkan tangannya ketanah dan muncullah tombak yang terbuat dari tanah menyerang kearah naruto, namun naruto tidak tinggal diam dia berusaha untuk menghindar dari serangan itu. Akan tetapi hal itulah yang diinginkan oleh kotshuci karena di belakang naruto kotshuci sudah menyiapkan sebuah lubang jebakan dan itu pasti akan berhasil. Dan akhirnya yang diharapkan kotshuci akhirnya terkabul naruto akhirnya jatuh kedalam tanah itu dan langsung pingsan. Namun sebelum wasit mengatakan pemenangnya naruto muncul dari balik pohon yang dari tadi hanya santai dengan duduk bersandar di bawah pohon itu.

"Kau cukup hebat untuk mengalahkan bunshinku" ujar naruto

"Kau sungguh pandai dalam menggunakan bunshinmu aku tak menyangkanya" ujar kotshici

"Benarkah? Bukankah kau sudah tau dari awal karena hal itulah kau berniat untuk membunuhku". Ujar naruto

Baiklah aku akan sedikit serius sekarang, elemen tanah : tanah penjepit

Dengan tiba-tiba tanah yang ada di sekitar naruto menjepit naruto tanpa sebab, karena tidak akan sempat untuk menghindar naruto langsung maka naruto hanya menggunakan sebuah cara untuk meloloskan diri yaitu dengan

Sringg….sringggg….sringgg…..suara rantai yang nuncul menghancurkan bongkahan tanah itu

Semua penonton sangat kagum melihat sebuah rantai cakra yang sangat indah itu dan naruto menggunakannya disaat yang tepat sehingga menimbulkan efek yang sangat luar biasa.

"Apakah kau sudah selesai?" Tanya naruto

"Belum" ujar seseorang dibelakang naruto dan menyerangnya dengan kunai sehingga wajah naruto tergoresa oleh kunai itu.

"Heh…kau akan tewas pada saatnya nanti" ujar naruto

To be continue