Judul : JUTSU ( The Next Level )
Author : Rahmat Ardi Wijaya
Disclaimer : masashi kashimoto
Chapter : 17
Alur : maju mundur
Rated : T
Pairing : …..?
Genre : edventure
"Sebelumnya di jutsu"
Pertarungan akhirnya dilanjutkan kembali setelah izumo dan naruto kembali melancarkan serangan demi serangan dengan jutsu mereka masing-masing. Dan akhirnya pertempuran mereka masuk kelevel berikutnya Dimana akhirnya izumo diserang naruto dengan rantai cakra milik naruto dank arena kecepatan dari prediksi sharingan maka izumo dapat mengindarinya dengan baik namun sebuah ledakan terjadi di sekitar izumo berdiri.
KBHOMMM,,,,….suara ledakan itu menghasilkan dorangan udara yang sangat kuat, sehingga semua penonton harus berpegangan pada korsi mereka masing-masing. Setelah tekanan udara hilang maka semua penonton meliat kearah izumo yang terkena serangan itu. dan terdapatlah sebuah monster tulang setengah badan yang melindungi izumo dari ledakan. Sehingga lagi-lagi ini adalah kejutan untuk naruto.
Susanoo?…gumam naruto melihat kearah sasuke
"Hahahahaha…bagaimana apakah kau akan mampu menembus pertahanan dari susanoo milikku?" Tanya izumo
"Kau hanya membangkitkan susanoo yang belum sempurna, jadi bukan masalah untuk mengalahkanmu". Ujar naruto
Elemen kayu : terbentuknya hutan
Banyak akar kayu yang mulai merayap kearah izumo dan mulai memiliki cabang, sementara izumo yang menggunakan susanoo langsung memunculkan pedang di susanoo miliknya dan menebas semua akar yang hendak menyentuhnya.
Elemen es : cermin es
Naruto dengan tiba-tiba membuat banyak cermin es dan masuk kedalam cermin itu untuk menyerang izumo. Dengan tiba-tiba naruto muncul di dalam cermi di dekat izumo dan memukul susanoo dengan tangan kosong sehingga susanoo izumo terpental. Setelah berhasil membuat izumo terpental naruto langsung mengeluarkan rantai cakra miliknya, dan mengejar izumo menggunakan rantai itu sehingga dengan replex yang bagus miliknya izumo berhasil menghindari rantai itu dengan baik. Namun saat dia hendak melarikan diri kembali kakinya tidak bisa digerakkan, saat dia melihat kebawah ada jaring laba-laba yang membelit kakinya. Karena kedua kakinya terikat maka izumo memutuskan benang itu dengan kunai yang dialiri cakra Dan langsung menyerang naruto kembali.
Elemen api : bola api raksasa
Dengan jutsu rank A itu dia menyerang naruto dengan kekuatan full miliknya sehingga naruto langsung membuat bunshin dan langsung membuat segel fuin di tanah.
Fuinjutsu : lubang hitam
Setelah membuat sebuah fuinjutsu yang berfungsi untuk menghisap bola api itu. naruto yang asli membuat sebuah fuin yang lain.
Fuinjutsu : lubang hitam
Dari lubang itu tiba-tiba munculah sebuah bola api raksasa yang besar kemungkinan itu adalah jutsu api milik izumo sehingga jutsu itu malah menyerangnya balik. Saat jutsu itu hendak mengenai izumo dengan cakra yang sudah hamper habis izumo meneluarkan susanoo miliknya dan menahan serangan itu. dan saat serangan itu mengenai targetnya susanoo izumo sudah hilang namun izumo sendiri masih bisa berdiri tegak. Dan bersiap dengan jutsu miliknya. Namun sai dengan tiba-tiba menghentikan pertarungan itu yang mengakibatkan keputusan bahwa kedua peserta ini lulus ujian chunin. Dan itulah akhir dari pertarungan ujian chunin tahun ini dan semua peserta yang masuk babak final akhirnya lulus menjadi chunin.
Setelah pertarungan itu selesai naruto dan hinata langsung keluar dari tempat pertandingan dan menuju ke tempat biasa mereka makan di desa konoha yaitu ichiraku ramen. Setelah sampai di ichiraku ramen naruto dan hinata memesan ramen kesukaaan mereka, sambil menunggu ramen pesanan mereka datang hinata mengeluarkan kotak pppk untuk mengobati naruto yang memiliki sedikit luka bakar dan goresan.
"Aku tidak apa-apa hinata chan." Ujar naruto yang melihat hinata hendak mengobatinya
"Tidak apa-apa bagaimana? Kau penuh luka bakar seperti ini masih bilang tidak apa-apa". omel hinata
"Tapikan aku memang biasa begini" ujar naruto
"Tidakkk…kau harus aku obati dulu". Ujar hinata tegas
Sehingga naruto yang tadinya menolak kini menurut saja kepada hinata lagi pula dia akan berbantalkan paha hinata saat hinata mengobati wajahnya dan itu sangat menyenangkan.
"Pesanan kalian datang, wah..wah..wah…maaf mengganggu," ujar paman itu
"Tidak apa-apa paman, lagi pula naruto kun juga tidak keberatan." Jawab hinata
"Bagaimana pertandingan ujian chunin kalian apakah kalian berdua lulus"? Tanya paman itu
"Tentu saja kami lulus, karena kami adalah shinobi yang hebat" ujar naruto langsung duduk menanggapi perkataan paman itu
"Naruto kun kenapa berdiri, kamu belum selesai aku obati". Ujar hinata menarik kepala naruto untuk berguling kembali.
"Tapi hinata chan luka ku tidak lah parah, kau terlalu khawatir".ujar naruto
"Untuk ku luka apapun yang naruto alami adalah serius". Ujar hinata sambil membuka baju naruto memeriksa kondisi bagian tubuh naruto.
#skip#
Setelah makan ramen mereka akhirnya menyewa sebuah penginapan untuk satu orang dengan kamar tidur dua orang. Dan akhirnya hinata dan naruto menginap di konoha untuk beristirahat dan memulihkan semua luka yang dialaminya saat pertarungan melawan izumo dalam ujian tadi siang. Setelah malam menjelang, hinata mengajak naruto mandi bersama, karena mandi bersama naruto adalah sebuah ritual yang sering dilakukan oleh hinata saat ini dan tentu saja naruto tidak menolaknya lagi saat hinata mengajak mandi bersama dengannya.
"Nee naruto kun apakah semua luka yang kau alami sudah membaik?" Tanya hinata
"Lumayan, sudah bisa dikatakan sembuh. Nanti jam 8 malam acara kembang api akan di laksanakan untuk menutup ujian chunin tahun ini. Maukah kamu pergi ke sana dengan ku?" Tanya naruto
"Apakah kamu mengajakku kencan naruto kun?" Tanya hinata
"Ya tentu saja aku mengajakmu kencan. Memangnya apa yang sedang aku lakukan saat mengajak gadis melihat kembang api?" Tanya naruto
"Ok…apakah aku harus tetap membawa persenjataan kita atau kita akan menggunakan yukata?" Tanya hinata
"Aku akan menggunakan yukata, kalau kamu terserah yang terpenting kamu bisa nyaman memakainya." Ucap naruto
"Baiklah, kalau naruto kun ingin aku pakai apa?" Tanya hinata
"Yukata saja". Ujar naruto
Baiklah aku akan memakainya untuk mu, ucap hinata saat sedang membasuh dan menggosok punggung naruto dengan oppai miliknya.
"Hinata chan, kenapa oppai milikmu semakin besar saja, apakah karena sering aku mainkan?" Tanya naruto
"Mungkin saja." Jawab hinata
"Apakah itu mengganggu saat kau bergerak "? Tanya naruto
"Aku rasa tidak ada masalah". Jawab hinata
"Bagus lah jika begitu" jawab naruto kembali menikmati gosokan dari oppai hinata yang bertambah besar
#skip#
Setelah selesai mandi bersama naruto dan hinata akhirnya kembali kekamar mereka untuk berganti pakaian mereka dan menggunakan yukata untuk menghadiri pesta rakyat dan pertunjukan kembang api di desa konohagakure ini.
"Naruto kun, bagaimana menurutmu? Apakah aku terlihat cocok"? Tanya hinata pada naruto tentang penampilan dirinya saat memakai yukata
"Ya itu sangat menggoda, beruntung kita tidak dalam acara tidur. Kalau tidak aku tidak yakin bisa tahan" ujar naruto
"Naruto kun mau aku berpakaian seperti ini saat kita tidur, jika memang begitu maka aku akan melakukannya". Ujar hinata
"Jangan hinata chan, aku tidak bisa menjamin aku akan bisa menahan diri ku saat kau memakai itu saat hendak tidur" ujar naruto
"Sudah terlambat….aku akan menggunakanya saat kau tidak sadar dan akan mengejutkanmu" ujar hinata
"Hah…kau selalu saja menggoda ku selama ini, jadi jangan salah kan aku jika aku akan memakanmu saat aku sudah tidak tahan" ujar naruto
"Yes…naruto kun akan memakan ku" ujar hinata girang
Setelah pembicaraan ringan itu mereka berdua akhirnya keluar dari penginapan dan berjalan menuju ketempat dimana posisi yang strategis untuk menonton pertunjukan kembang api. Setelah lama memilih tempat yan strategis akhirnya naruto dan hinata memilih tempat yang paling tinggi di desa konoha yaitu ukiran patung hokage.
"Ne naruto kun, bisakah aku di peluk." Ujar hinata
"Kenapa kau hari ini sangat manja hinata chan" Tanya naruto
"Entahlah, mungkin karena kamu adalah orang yang sangat aku cintai" ujar hinata
"Kalau itu aku sudah tau" ujar naruto
Akhirnya naruto memeluk hinata dan melihat desa konoha yang sedang ramai dengan orang-orang mengadakan pesta ujian chunin. Sedangkan naruto dan hinata kini sedang berciuman mesra diatas patung hokage ke 4. Tiba-tiba mereka berdua merasakan cakra yang sangat pamiliar yaitu konohamaru dan hanabi.
"Sedang apa mereka berdua disini?" Ujar naruto
"Mungkin untuk melakukan hal yang sama seperti kita" . jawab hinata kembali menciun naruto
Sementara hanabi dan konohamaru yang duduk diatas patung hokage ke 3 kini sedang menatap bintang dan desa konoha dengan sangat bangga, bahwa desa mereka adalah desa yang damai saat ini.
Akan tetapi tanpa mereka sadari naruto dan hinata ada di atas patung hokage ke 4 dan itu membuat mereka terkejut saat mereka menyadari ada orang lain disini dan mereka berdua sedang bermesraan.
"Nee…konohamaru kun, apakah mereka berdua sedang melakukan sesuatu yang asik. Bahkan mereka berpelukan seperti itu". ujar hanabi
"Ya kurasa mereka sedang melakukannya, kalau hanabi chan mau dipeluk aku juga bisa memeluk" ujar konohamaru
"Ehhh…siapa bilang, aku nggak mau di peluk kok.."jawab hanabi gelabakan
"Ya sudah kalau begitu biarkan saja mereka bersenang-senang, aku rasa mereka berdua sudah melakukan yang lebih dari ini setiap harinya". Ujar konohamaru
Setelah membiarkan naruto dan hinata melakukan sesuka mereka, akhirnya letusan kembang api terdengar sehingga membuat naruto dan hinata menghentikan ciuman mereka, namun tidak untuk tangan naruto yang memainkan oppai hinata, karena walaupun mata mereka memperhatikan kembang api namun tangan naruto terus memilin putting oppai hinata.
"Ini indah ya naruto kun," ujar hinata
"Tak seindah kamu". Jawab naruto gombal
#skip#
Akhirnya pertunjukan kembang api kini telah selesai, sehingga naruto dan hinata kini akan kembali ke penginapan yang mereka sewa, namun saat berpapasan dengan konohamaru dan hanabi di atas patung hokage 2 pasangan ini akhirnya mengobrol dulu di sebuah kedai makanan.
"Hey….apakah konohamaru san dengan hanabi san ini adalah kekasih?" Tanya hinata
"Ehm….begitulah". jawab hanabi malu-malu
"Ooohhhh…..kalau begitu kami tidak apa-apakan berpelukan disini. Karena cuacanya dingin disini" ujar naruto
"Eh…itu mungkin bisa diakukan, tapi apakah kalian berdua tidak malu melakuan sesuatu seperti itu dimuka umum"? Tanya hanabi
"Ya itu bukan masalah, mereka mungkin saja iri sama kami yang melakukan hal yang seperti ini" ujar hinata duduk di pangkuan naruto
"Heh….terseraah kalian saja , yang penting aku ingin mengobrol dengan kalian" ujar konohamaru
"Tentang apa ?" Tanya naruto
"Terserah yang penting malam ini kita bisa mengobrol" ujar konohamaru
"Bagaimana dengan kekasihmu itu, bukankah dia harus pulang kerumah sebelum waktunya tidur"? Tanya hinata menunjuk hanabi
"Aku sudah meminta izin pada paman hiashi untuk membawa hanabi pulang kerumahku hari ini dan aku sangat beruntung dia mengizinkanku membawanya hari ini". Ujar konohamaru
Secara tiba-tiba naruto dan hinata merasakan seseorang yang mengintai mereka berempat dari kejauhan. Sedangkan hanabi hanya diam tidak menanggapi apa yang dirasakannya karena dia tau itu pasti pengawal yang di kirim oleh ayahnya.
"Jadi kalian berdua ini adalah saudara atau pasangan kekasih?" Tanya konohamaru
"Aku dan naruto kun adalah sepasang kekasih, kami juga sudah melewati masa pertunangan kami dengan hidup berdua saja". Ujar hinata
"Apakah kedua orang tua kalian sudah mengizinkan nya"? Tanya hanabi
"Tidak terutama ayahku yang sangat membenci naruto kun, tapi aku akan ikut kemanapun naruto kun pergi jadi aku melanggar perintah ayah ku". Jawab hinata lagi
"Ooohh…tapi naruto san, kenapa anda diam saja"? Tanya konohamaru
"Dia memang selalu seperti itu saat sedang memangkuku, dia menahan dirinya agar tidak lepas kendali dengan hanya diam saja". Jawab hinata
"Ehh…..jika begitu apakah hinata san tidak keberatan jika duduk sendiri dulu agar dia bisa berbicara dengan kami juga"? Tanya hanabi
"Tentu saja itu tidak boleh karena naruto kun bisa ngambek pada ku jika aku melakukan itu." ujar hinata
"Memangnya kenapa?" Tanya hanabi
"Karena aku yang meminta di pangku dan jika naruto kun belum mengatakan bahwa aku boleh menyingkir maka aku tidak akan lari dari pangkuannya". Jawab hinata
"Baiklah hinata chan, kita pulang aku ingin tidur aku sangat lelah" ujar naruto memotong pembicaraan mereka
"Ehk…bukankah ini masih terlalu awal untuk pulang?" Tanya hanabi yang belum puas mengorek informasi sebenarnya siapa mereka berdua.
"Maaf hanabi san, aku dan naruto kun harus pulang ke penginapan kami. Karena besok kami akan kembali ke desa uzugakure". Jawab hinata mulai beranjak dari duduknya.
"Selamat malam hanabi san dan konohamaru san" ujar naruto
Setelah mengatakan itu naruto dan hinata pergi dari kedai tempat mereka makan malam dan menuju ke penginapan yang mereka sewa saat ini. Sedangkan konohamaru dan hanabi yang ditinggal akhirnya pulang dengan meninggalkan mata-mata dari klan hyuga yang diperintahkan untuk mengawasi mereka saat ini. Dalam perjalanan pulang hanabi dan konohamaru berbicara dengan berjalan menuju rumah konohamaru.
"Hanabi chan nanti tidur dengan ku ya". Pinta konohamaru
"Nggak ah….konohamaru kun saja belum meminta pada ayah." Ujar hanabi
" Yah….hanabi chan, bisa-bisa aku kedinginan." Ujar konohamaru
"Masa bodoh" jawab hanabi
Sementra naruto dan hinata kini sudah sapai di penginapan meraka dan bersiap untuk tidur.
"Hinata chan aku tidur duluan ya, aku sangat lelah" ujar naruto setelah mengganti yukata dengn pakaian tidur miliknya.
"Naruto kun tidak mau memelukku?" Tanya hinata
"Kenapa tidak kau saja dulu yang memeluk ku". Jawab naruto
"Ya baiklah, aku akan memeluk naruto kun malam ini". Ujar hinata yang membiarkan naruto terlelap dalam mimpi.
Sementara naruto sudah masuk kedalam mimpi miliknya dan tidak menjawab perkataan hinata. Melihat naruto yang dengan cepat terlelap hinata langsung menyelimuti naruto dengan selimut mereka dan ikut masuk kedalam selimut setelah mengunci semua pintu di ruangan penginapan mereka.
#skip#
Suara kicau burung didesa konoha kini menjadi sebuah alarm alam yang sangat asri di desa konoha, sehingga membuat naruto yang sedang dalam pelukan hinata kini terbangun sedangkan hinata sudah bangun dari tadi akan tetapi karena naruto belum bangun akhirnya dia tetap pada posisinya tanpa bergerak karena takut membangunkan naruto.
"Hinata chan apakah kau sudah lama bangunnya"? Tanya naruto
"Ya aku sudah cukup lama bangun," jawab hinata
"Kita akan pulang hari ini hinata chan, jadi bisakah kita bangun sekarang?" Tanya naruto
"Tapi apakah ini tidak terlalu pagi?" Ujar hinata enggan melepaskan pelukannya dari naruto
"Tentu saja tidak ini sudah lebih dari pada siang, sekarang sudah jam 8 hinata". Ujar naruto
"Baik baik….ayo kita mandi bersama" ujar hinata
"Kau ini hinata, bukankah aku sudah bilang kita akan pergi dari desa konoha ini hari ini. Jika tidak akan ada masalah serius pada kita." Ujar naruto
Setelah mengatakan itu hinata langsung bergegas membersakan semua perlengkapannya dan akhirnya mereka berdua meninggalkan desa konoha dengan tenang. Karena mereka akan meninggalkan desa konoha maka naruto berpamitan dengan paman ichiraku dan menuju pintu gerbang desa konoha. Akan tetapi ada yang berbeda di pintu gerbang saat ini, disana ada banyak sekali anggota klan hyuga yang berbaris secara rapi melepas kepergian mereka berdua dan disana juga terdapat ayah hinata dan hanabi sang adik kesayangan nya.
"Wahh….wah…wah….sepertinya kita adalah orang yang penting ya hinata chan." Ujar naruto
"Sepertinya begitu", ujar hinata
Saat mereka telah melewati barisan hyuga itu, hiashi berbicara dengan lantang sehingga hinata dan naruto berhenti untuk mendengarkan perkataan dari hiashi hyuga itu.
"Hinata…..jika kau adalah putri ku, aku hanya ingin mengatakan ayah sangat menyesal karena tidak merestui kalian saat itu. sehingga di dalam dada ini terus terasa sesak saat ayah mengingatmu hinata. Jadi tolong maafkan ayah mu ini". Ujar hiashi
"Maaf tuan hyuga, apakah kami mengenal anda? Karena kami selama ini hanya tinggal di desa uzugakure berdua saja, jadi saya rasa kami tidak mengenal anda tuan hyuga" jawab hinata
"Tapi …..semua yang ada pada dirimu mencerminkan bahwa kau adalah purtiku, dan aku tidak mungkin salah" ujar hiashi
"Benarkah itu?" Tanya hinata
"Hinata nee tolong maafkanlah ayah, kasihan dia, saat ini ayah sangat menderita saat mengingat namamu hinata nee" ujar hanabi
"Hinata chan, bukankah kita harus pergi sesegera mungkin. Jika kau ingin tinggal aku tidak apa-apa". ujar naruto
"Tentu saja aku akan ikut naruto kun, jika aku tidak ikut siapa yang akan merawat luka naruto kun dan membuat makanan untuk mu. Dan juga bukankah aku sudah bilang aku akan terus bersama dengan naruto kun". Jawab hinata
"Maaf tuan hyuga tapi aku bukanlah putrimu, jadi aku mohon pamit dulu" ujar hinata pergi meninggalkan barisan hyuga itu, sementara hiashi yang ditinggalkan langsung jatuh berlutut karena permohonan maafnya sama sekali tidak di indahkan oleh hinata bahkan di toleh pun tidak oleh nya. Melihat tuan mereka yang terjatuh diatas lututnya semua anggota klan hyuga yang ada disana membantu hiashi untuk berdiri.
Sementara itu setelah kepergian mereka dari desa konoha naruto dan hinata menuju kesebuah tempat dimana dulu mereka membuat baju zirah mereka dan kini mereka berniat untuk membuat nya kembali dan juga memesan beberapa persenjataan.
"Hinata chan ayo kita menggunakan hange no jutsu untuk merubah diri kita seperti saat sudah dewasa" ujar naruto yang mengetahui hinata akan ikut dengannya.
"Baiklah ayo kita lakukan" ujar hinata menggunakan hange miliknya sehingga kini dia tampak seperti saat sudah dewasa. Dan begitupun dengan naruto dia juga mengubah tubuhnya menjadi seperti saat dia sudah dewasa. Setelah mengubah diri mereka naruto dan hinata kini pergi menuju ketempat dimana mereka dulu membuat baju zirah mereka dan berniat untuk memesannya kembali dan memesan beberapa persenjataan sekaligus.
Setelah sampai pada tempat dimana mereka sering memesan senjata naruto dan hinata kini di sambut baik oleh paman itu. dan dengan gembira naruto akhirnya duduk di mana biasanya semua pembeli menunggu.
"Hei…kalian sudah lama tidak kesini? Apa ada masalah?" Tanya paman itu
"Tidak paman, kami hanya sedang melakukan latihan saja. Oh ya paman, kami kemari ingin memesan senjata, apakah bisa paman"? Tanya naruto
"Tentu saja bisa, berapa senjata?" Tanya nya
"Hanya sepasang senjata untuk kami berdua, jika bisa yang ringan dan elegan ya paman." Ujar naruto
"Kalau untuk sepasang aku sudah lama membuatnya, dan itu sangat elegan." Ujar paman itu menuju sebuah kamar khusus, dan keluar dengan membawa sepasang pedang dengan sarung orange dan ungu.
"Ini sengaja aku buat jika suatu saat kalian membutuhkan senjata yang sepasang, selain itu bahan senjata ini juga dari bahan khusus yang aku beli secara khusus dari pasar gelap. Lempeng besi dari pedang ini dapat menyerap cakra kalian sehingga kemampuan kalian bisa di perpanjang dengan pedang ini". Ujar paman itu
Naruto dan hinata memperhatikan pedang itu dengan seksama, terdapat ukiran di sana dengan bentuk uzumaki. Dan kedua pedang itu sangat ringan sehingga mudah di bawa dan diayunkan.
"Bagaimana hinata chan, apakah kau suka?" Tanya naruto
"Ya, ini boleh juga". Jawab hinata
"Berapa kedua pedang ini?" Tanya naruto
"100 yen saja, itu saja sudah lebih dari cukup" ujar paman itu
"Terima kasih paman" ujar hinata memberikan 100 yen uang kepada paman itu dan pergi bersama naruto. Dalam perjalan yang cukup panjang akhirnya naruto dan hinata kini telah kembali ke desa uzugakure, mereka berdua saat ini mau memutuskan apa yang akan mereka lakukan untuk bertahan hidup karena mereka tidak akan bisa hidup jika terus begini, dan untuk bertahan hidup mereka berdua harus menjadi seorang pemburu dan ninja sewaan. Akan tetapi naruto dan hinata selalu melihat dulu pekerjaan yang mereka lakukan jika itu untuk kebaikan maka mereka akan mau disewa namun jika untuk kejahatan maka mereka akan menolaknya. Naruto dan hinata terus menjalani kehidupan mereka dengan suka dan duka, karena mereka berdua memiliki kemampuan dan pengalaman yang sangat luar biasa serta sangat sulit untuk mencari mereka berdua karena hanya ketika naruto dan hinata membutuhkan uang saja mereka akan keluar dari desa kecuali saat-saat itu mereka akan tetap di dalam desa uzugakure dan hidup damai berdua.
"Naruto kun apa yang akan kita lakukan sekarang?" Ujar hinata
"Memangnya kenapa, apakah semua bahan yang ada di dapur sudah habis" ujar naruto
"Ya, semuanya sudah habis dan aku berniat mengajakmu keluar desa mencari uang untuk hal itu." ujar hinata
"Tentu saja, ini akan menyenangkan dimana saat kita membutuhkan sesuatu seperti ini dan keluar dari desa kita" ujar naruto
"Tapi naruto kun apa yang akan kita kerjakan saat keluar dari desa nanti?" Tanya hinata
"Emhh….entahlah, tapi aku rasa kita akan mencari nya terlebih dahulu" ujar naruto
"Baiklah" ujar hinata
Setalah pembicaraan yang cukup panjang dengan naruto hinata kembali kedapur dan mencatat semua kebutuhan untuk satu bulan kedepan dan mengambil semua peralatan yang mereka butuhkan seperti shuriken, kunai, dan tentu saja sepasang pedang mereka.
"Nah naruto kun, aku sudah siap. Jadi kapan kita berangkat?" Tanya hinata
"Sekarang" ujar naruto menjawab pertanyaan hinata
Setelah itu naruto dan hinata pergi ke pintu gerbang desa uzugakure dan siap membuka pintu gerbang untuk melakukan sebuah pekerjaan untuk mendapatkan uang. Setelah keluar dari desa uzugakure naruto dan hinata kini melihat keadaan di luar dengan tatapan yang sangat sulit diartikan, karena keadaan diluar kini telah berubah cukup banyak dibandingkan ketika mereka melihat di fuin yang ada di desa mereka.
"Naruto kun, apakah ini dunia kita? Kemana kau membuat pintu ini terbuka?" Tanya hinata
"Kirigakure" ujar naruto
"Ternyata bukan hanya konoha yang sudah berkembang akan tetapi desa ini juga telah berkembang dengan pesat" ujar hinata
"Sepertinya bukan hanya satu desa saja yang berkembang, akan tetapi semua desa di segala Negara telah berkembang" ujar naruto pada hinata.
"Sebaiknya kita cepat menghadap ke pada mizukage untuk mencari tau apakah dia memiliki pekerjaan untuk kita". Ujar naruto
"Tapi naruto kun sebaiknya gunakan hange mu dulu" ujar hinata
Setelah mengatakn itu, mereka berdua akhirnya pergi menuju kantor mizukage untuk menanyakan tentang pekerjaan yang mungkin dapat mereka selesaikan saat ini.
"Permisi nona mizukage kami kemari ingin bertanya tentang pekerjaan, apakah ada pekerjaan untuk kami ini?" Tanya naruto dalam hange miliknya
"Maaf untuk sekarang aku belum memiliki masalah yang serius, jadi maaf" ujar mizukage
Mendengar perkataan kage itu naruto dan hinata pergi dari desa itu menuju desa iwagakure namun, hal yang sama terjadi di situ semua keadaan berubah dan hal itu juga membuat naruto dan hinata tidak mendapatkan pekerjaan. Setelah dua desa mereka kunjungi untuk mencari kerjaan akhirnya naruto dan hinata mulai mencari cara lain yaitu mencari buruan dari semua Negara yang saat ini dan mencari nya di daftar buku bingo saat ini namun yang dia temukan adalah segerombolan pemberontak biasa yang tidak memiliki harga yang cukup unuk mendapatkan uang mudah.
"Hinata chan sepertinya masa jaya ninja akan segera berakhir diganti dengan masa jaya politik, namun mereka akan mengingat suatu saat nanti mengapa mereka takut akan kekuatan" ujar naruto meninggalkan desa itu
Hinata mengiringi naruto yang hendak pergi meninggalkan desa itu dari belakng serta memikirkan apa maksud naruto dengan cara pandang miliknya itu.
"Maksud naruto kun?" Tanya hinata
"Semua orang dalam beberapa puluh tahun yang akan datang akan memilih menjadi seorang pembisnis sehingga mereka terlena dengan kekuatan dari uang dan saat itulah mereka akan mendapat masalah yang serius dari masalalu seperti kita" ujar naruto
Akhirnya hinata dan naruto memutuskan kembali kedesa mereka dan memulai hidup dengan bercocok tanam dan lainnya sehingga mereka dapat bertahan hidup di dalam desa itu, namun satu hal yang pasti hanya merekalah yang akan bertahan hidup dari generasi mereka berdua, dan hanya mereka berdualah yang akan menjadi seorang ninja selamanya. Dengan selalu berlatih tanding dengan kekuatan penuh mereka, hinata dan naruto terus menambah gravity seal yang ada pada tubuh mereka sehingga mereka akan mampu berlari secepat angin bahkan secepat petir menyambar, dan akhirnya kini mereka berdua telah hidup sangat lama, benar-benar lama…..
The end
