Makasih Yang riviews, Ayaa-chan jadi semangat berkat riviews kalian. Ayaa-chan bales riviews dari kalian, cekidot

TiaraSekarMd : Yap ini dah dilanjut. Dan terima kasih telah menyemangati Ayaa-chan huhuhuhu terharu jadinya :"D.

IrenaChan 1012 : Gempa ama aku aja #plakk, sementara aku buat Gempa menjomblo dulu hahahaha. Irena chan bisa nebak yaa, kalau dichapter 2 ini udah ada konflik X'D

ninazatria : Gempa ama aku aja #plak, Gempa sementara aku buat jomblo

Vanila Blue12 : waahh kakak semangat sekali XD, aku juga pencinta Haliya. Mungkin Ayaa-chan lebih suka ke Halinya XD #dipaksa nelen pedang halilintar. Ini udah dilanjut kak.

EruCute03 : ini udah dilanjut kak XD

Chapter 2 :

.

Author pov

" apa kau benar-benar Aya?.", batin Hali tidak percaya

" Ha-..hai aku Yaya Yah. Panggil saja aku Yaya atau Aya.", ucap Yaya

" aku sudah tahu Yaya, aku Ying salam kenal.", jawab Ying semangat

" apa kau punya teman disini Ying?.", tanya Yaya ragu

" tidak.", jawab Ying lesu

" ke-kenapa?."

" apa kau tahu 3 pangeran kembar?." Yaya mengangguk-angguk

" a-..aku memacari salah satu dari mereka.", ucap Ying malu-malu

" APA?.", teriak Yaya yang membuat satu kelas melihat dia.

" Ada masalah, Yaya?.", tanya guru fisika

" eh..eumm tidak tidak." " Yaya, kau kenapa sih?.", tanya Ying kesal

" aku kaget Ying, jadi kau memacari siapa?.", tanya Yaya serius

" Aku harap bukan Hali.", batin Yaya memohon

" a..-aku memacari Taufan."

" fiiuhhh.", Yaya bernafas lega

" kenapa kau terlihat lega?.

" eh? err.. tidak tidak."

" mengapa kau berharap Ying tidak memacari Hali? jangan terlalu yakin kalau itu Hali yang kutunggu selama 8 tahun. Banyak kok yang mempunyai nama 'Hali'.", batin Yaya sedih 'KRIIINGGGG', bel istirahat berbunyi

" hei kau bawa bekal juga, Ying?.", tanya Yaya sambil menunjuk bekal Ying

" seperti kau tahukan? tidak punya teman, otomatis aku selalu bawa bekal dari rumah."

" Ying, aku mau jadi temanmu."

" apa kau yakin?, tidak tidak, aku tidak meragukanmu. Tapi aku sering dibully, hanya masalah memacari Taufan kau tahu itukan?."

" aku yakin, aku tetap akan jadi temanmu, Ying.", jawab Yaya yakin Setelah mereka asik bercerita tentang Ying dan begitu pula sebaliknya. Ada 4 orang gadis yang tiba-tiba masuk ke kelas XI-B.

" kau tidak bosan-bosan terus kesinikah, Amy?.", tanya Ying

" oh oh oh, jadi kau mulai berani denganku sekarang, hah?.", tanya Amy sarkatis

"...", Ying hanya diam

" jawab gadis brengsek.", Amy mengambil ancang-ancang untuk memampar Ying

tapi...

'GREEPP',

Yaya menahan tangan Amy

" kau anak baru disini ya? pasti dari beasiswa. hei gadis kampungan, jangan ikut campur urusanku.", ucap Amy sambil memberontak

" Ying yang berpacaran dengan Taufan, kenapa kau tidak suka? apa karna kau iri dan tidak laku, hah?.", tanya Yaya sambil tertawa meremehkan

" uggh, Suzy!.", tiba-tiba Suzy dan kedua temannya lagi menarik Yaya dan membanting Yaya ke tembok

" Yaya!.", seru Ying dan tiba-tiba Suzy menahannya

" jangan jadi sok pahlawan kesiangan.", ucap Amy sambil mengambil ancang-ancang menampar

'GREEPP', Hali menahannya. Dan ada Taufan yang melindungi Ying. Hali menarik Yaya lalu membawa kebelakang tubuhnya.

" anak baru kau jadikan incaranmu juga? pergi atau aku usir secara kasar. Jangan harap kau bisa menyentuh Aya sedikit pun.", ucap Hali sarkatis Amy dan ketiga temannya pergi secara tidak hormat.

" Ha...-Hali?.", gumam Yaya tidak jelas

.

#flashback

Pada waktu itu, Yaya dan Hali pergi jalan-jalan mengelilingi komplek rumahnya.

" Aya mengapa kau selalu merepotkan sih.", ucap Hali dingin

" huh, aku kan maunya pergi sama kamu, Hali."

'Blushh', muka Hali memerah

" su..-sudahlah cepat.", ucap Hali sambil berjalan mendahului Yaya

" Hali, tunggu."

Setelah cukup lama jalan-jalan, tiba-tiba ada seekor anjing.

" Hali, ada anjing.", ujar Yaya takut Hali menarik Yaya kebelakang badannya dan memegang tangan Yaya.

" Hali, apakah kau tidak takut?."

"...", Hali hanya diam

Tiba-tiba Hali mengambil roti bungkus kecil disaku celananya. Hali membuka bungkusnya, lalu melempar rotinya jauh. Anjing itu mengejarnya

" Hali, sejak kapan kau menyimpan roti itu?.", tanya Yaya heran

" entah, tiba-tiba ada saja disaku celanaku."

" terima kasih.", ucap Yaya sambil tersenyum hangat

'Blusshh'

" Hali, wajahmu memerah.", teriak Yaya panik

" apaan sih Aya, sudahlaahh"

.

#flashback end

" ha..-hali.", ucap Yaya kaget

Hali menengok kebelakang, " apa?."

" e..-eh tidak apa-apa. Terima kasih." Hali memegang tangan Yaya, lalu menatap Yaya cukup lama. Yaya hanya bingung dengan kelakuan Hali.

" manis.", ucap Hali

" eh? apa? kau bilang aku manis?."

" tidak, ingin sekali kau dibilang manis.", ucap Hali cuek sambil melepas pegangannya

" heii, kau menyebalkan sekali.", ucap Yaya sebal sambil memukul bahu Hali " heii, berhenti memukulku."

" kita masih disini.", ucap Taufan sambil merangkul Ying

" heii, jangan ganggu mereka, Taufan dongo.", ucap Ying sambil menempeleng pelan kepala Taufan Yaya dan Hali langsung mengambil jarak, wajah mereka berdua memerah. Hali menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

.

#skip time

Bel pulang sudah berbunyi dan sialnya lagi hujan turun secara tiba-tiba.

" oh sial, aku lupa bawa payung.", ucap Yaya kesal

" hah? beneran? terus buku-bukumu bagaimana kalau basah?.", tanya Ying bertubi-tubi

"entahlah, aku menunggu hujan reda saja."

" YINGG!.", teriak Taufan

" kak Taufan ini kelas orang, pintu rusak kau yang harus membiayai.", ucap Gempa

" pulang bareng aku dan gempa yuk.", ajak Taufan

" sebentar Taufan. Aku pulang duluan ya, kau tidak apa-apa nunggu hujan reda?.", tanya Ying khawatir

" tidak apa." " hei kak Hali kau tidak pulang bareng?.", tanya Taufan

" aku masih ada urusan di sekolah.", ucap Hali dingin

.

Author pov end

.

Hali pov

Oh sial, hari ini hujan. Mungkin aku cukup beruntung, aku membawa payung.

" oh sial, aku lupa bawa payung.", ucap Yaya kesal Aya tidak bawa payung? apakah aku mengajak pulang bareng saja? tidak, tidak boleh.

"YINGG!.", teriak Taufan.

Ck, Taufan lagi Taufan lagi. Pasti mengajak Ying pulang bareng.

" sebentar Taufan. Aku pulang duluan ya, kau tidak apa-apa nunggu hujan reda?.", tanya Ying khawatir

"tidak apa."

" aku masih ada urusan di sekolah.",ucapku dingin

" fiiuhh, betapa bodohnya diriku. Aku terobos saja hujannya? Bukuku basah nanti, aku tunggu saja hujannya sampai reda? kalau redanya malam bagaimana?.", ucap Yaya pasrah Aku meninggalkan Yaya sendirian di kelas. Aku berjalan ke kantin membeli makanan untuk dimakan di rumah. Setelah membeli makanan, aku melihat Yaya yang sedang meneduh didekat pintu gerbang.

" Aya, kau tidak bawa payung?.", ucapku dingin

" seperti kau lihatkan? tidak."

" lebih baik kau taruh buku-bukumu itu diloker."

" oh iya ya. Mengapa aku tidak kepikiran. Astaga.", ucap Yaya panik Lalu tanganku reflek menahan tangan Yaya

" Apa?.", tanya Yaya

" a..-aku temani kau.", astaga kenapa aku bisa mengeluarkan kata-kata ini

" baiklah." Lalu aku menemami Yaya menaruh bukunya diloker.

" Nah aku bisa hujan-hujanan.", ucap Yaya lega Aku membuka payungku, lalu memayungi Yaya.

" apa yang kau lakukan?."

" mau pulang atau tidak, bodoh. Kalau kau sakit besok, tidak masuk sekolah bagaimana?.", ucapku sarkastik

" baiklah."

Aku memayungi Aya agak sedikit memiringkan ke Aya, supaya tidak terkena hujan. Selama perjalanan pulang, aku dan Aya hanya diam membisu. Tidak ada yang membuka suara.

" Hali, mengapa kau mau pulang bersama ku?.", Yaya membuka suara

" jangan terlalu pede, aku hanya kasihan saja padamu.", ucapku sarkastik

Keheningan terjadi lagi. Tiba-tiba Yaya menarik-narik tanganku

" huwaaaaa, Hali ada es krim. Ayo kita beli es krim.", ucap Yaya semangat

" Aya, sekarang masih hujan dan suhunya dingin.", ucapku kesal

" Ayolah beli."

" ya sudah, terserah kau.", ucapku pasrah

" horee."

Aku membeli 2 es krim rasa strawberry dan coklat

" nih.", ucapku sambil memberikan es krim strawberry

" huwaaaa.", ucap Yaya semangat

'DEG'

#flashback

" Aya-chan jangan buru-buru dong~.", ucap Taufan manja

" nanti tukang es krimnya keburu pergi."

" masalah es krim buru-buru. Penggila es krim.", ucap Gempa sambil terkikik geli

" Hali, jalannya cepat dong.", bentak Yaya

" bawel.", ucapku kesal

" karena kamu paling lama jalannya, kamu yang pesan." perintah Yaya

" heii mana adil."

" sudahlah Kak Hali turuti saja.", ucap Gema

" iya kak Hali, turuti.", ucap Taufan

Aku membeli 3 es krim coklat dan 1 es krim strawberry

" nih.", ucapku sambil memberikan es krim strawberry ke Yaya

" huwaaaaa.", teriak Yaya senang

.

#flashback end

.

" mengapa sifat Aya sama seperti Aya yang kutunggu selama 8 tahun yang lalu


" Hali ada apa? hati-hati es krimmu mencair.", tanya Yaya khawatir

" aku tidak apa-apa.", jawabku dingin

Setelah aku menghabiskan es krimku, Yaya belum menghabiskan es krimnya.

" kau makan es krim lama sekali.", ucapku sarkastik

" biarin aja, wlek.", ucap Yaya sambil memeletkan lidahnya

" huh dasar kau ini.", ujarku sambil mengacak-acak jilbabnya

" hei, jilbabku berantakan jadinya."

" sudah SMA makan es krim belepotan."

" biarin."

Aku menghapus bekas es krim dibibirnya menggunakan tanganku, lalu menjilat tanganku yang ada bekas es krim Yaya.

" Manis.", ucapku sambil tersenyum tipis

Wajah Yaya sangat merah.

.

Hali pov end

.

Yaya pov

Aku terkejut atas apa yang dilakukan Hali.

" wajahmu memerah. Kan sudah ku bilang hujan-hujan jangan makan es krim.", ucap Hali malas sambil memegang keningku

" ughh, aku tidak apa-apa. Ayo pulang, hujan sudah reda nih."

Selama perjalanan pulang aku terus memikirkan kejadian tadi yang dilakukan oleh Hali.

" 1,2..."

Aku reflek menengok ke Hali. Tiba-tiba

'BRRUKK'

" 3."

Aku menabrak tembok cukup keras.

" Dasar, melamun terus.", ucap Hali sambil menahan tawa

" sakit tau, kau jahat tidak memberitahu ku. Dan kau tertawa?."

" tidak."

" ughh, kau jahat.", ucapku sambil mengerucutkan bibir

" kau lucu.", gumam Hali sambil geleng-geleng

" kau bilang apa?."

" tidak.", ucap Hali dingin sambil menurunkan topinya lebih rendah.

" ke-..kenapa sekarang aku nyaman bersama Hali? apakah aku jatuh cinta dengan Hali? ugh, ok Yaya nyaman berteman dengan Hali. Bukan nyaman karena cinta.", batin Yaya bingung.

" Hali, sudah sampai sini saja."

" dimana rumahmu?."

" itu.", ucapku sambil menunjuk rumahku

" ternyata rumah kita sebelahan.", ucap Hali cuek

" APAA?."

.

T

.

B

.

C

.

Makasih yang udh baca ff. Tadinya patah semangat dan rencananya ga mau lanjut karena yg riviews sedikit. Tapi setelah mengingat tujuan Ayaa-chan buat ff ini, yaudalah tetep lanjutin aja bodo amat mau ada yg rivews atau gak kek. Maaf wordsnya masih sedikit, aku ngetiknya lewat hp. Aku usahain chap depan wordsnya ditambahin

.

Omake

" akhirnya sampai juga ke Malaysia.", gumam laki-laki menggunakan kacamata.

Setelah menempuh perjalanan dari Amerika ke Malaysia sangat melelahkan bagi laki-laki itu.

" Aku lupa, aku harus ke SMA Pulau Rintis Royalti, ck."

Akhirnya laki-laki itu ke SMA Pulau Rintis Royalti. Setelah menempuh perjalanan dari Bandara ke SMA cukup jauh.

" yap sampai juga.", gumam laki-laki berkacamata itu sambil

*RUANG KEPSEK*

" oh oh, jadi Abangmu Kaizo yang memindahkanmu dari SMA di Amerika ke SMA ini. Kaizo belum cerita tentangmu. Bapak dengan Kaizo saling kenal."

" iyya pak."

" besok kau di kelas XI-C."

" baik pak. Terima kasih.", ucap laki-laki berkacamata itu lalu keluar dari ruang kepsek

" permainan akan segera dimulai, Fang.", gumam Fang sambil menyeringai