Akhirnya Ayaa-chan udah masuk chapter 3 hiks hiks hiks #nangis terharu. Makasih sudah menunggu dan membaca ff Ayaa-chan, arigatou X'D. Pasti kalian bertanya-tanya, kenapa aku selalu apdet kilat (reader : kagaak), soalnya Ayaa-chan banyak waktu luang hehehw. ok Ayaa balas riviews dulu, cekidotttt

IrenaChan 1012 : terima kasih telah memberitahu kesalahan Ayaa. Ayaa-chan juga greget sendiri kenapa Hali dan Yaya gak sadar X'D. Sebenarnya nama aku bukan Ayaa, kalo aku emang fasnya Hali-chan X3#melukHali #laludimutilasi.

Vanila Blue12 : Huhuhuhu hiks hiks hiks, makasih atas perhatiannya kak X'D jadi terharu. Ini sudah lanjut

Siti wulandari : ini sudah lanjut, semoga saja seru X'(

Guest : ini udah lanjut. Aku usahain dipanjangin kok, alhamdulillah aku bisa apdet kilat hohohoho *tertawa jahat*

Ililara : beneran keren? X'3, makasih bgt kak #sujud syukur. Btw ini udh lanjut, dan makasih sudah nyemangatin akuu X3

.

.

Chapter 3

.

Yaya pov

Hari ini aku sangat malas bersekolah, entah mengapa aku bisa semalas ini. Aku masih syok, jika rumah aku dan Hali berdekatan bahkan BERSEBELAHAN. Tapi mengapa aku susah melupakan kejadian kemarin bersama Hali?, oh tidak sudah jam segini harus segera berangkat.

" Ibu, aku harus berangkat sekarang.", ucapku terburu-buru

" tidak sarapan dulu?."

" bisa di sekolah, Bu. Assalamualaikum (maaf non muslim)."

" walaikumsalam, ckckckck Aya, Aya."

" ini semua gara-gara kau Hali, sialan.", gumamku kesal

Setelah aku bergumam ria, aku tidak sadar aku telah sampai ke depan pintu gerbang sekolah.

'KRRIINGGGG', bel masuk berbunyi

" bel sialan, terkutuklah kau yang membunyikannya.", batin Yaya meledak-ledak

Tanpa aku sadari, lantai koridor licin dan...

" huwaaaa."

aku hampir terpeleset, kenapa hampir? karena aku didekap sangat erat oleh cowok berkacamata, dan mempunyai rambut seperti landak.

" fiiuhh, ma-..ma..kasih.", ujarku terbata-bata dengan muka memerah

" cantik..", ucap cowo itu sambil menatapku lama

" ma-...ma..af. Kau bilang aku cantik?, dan tolong lepaskan dekapanmu aku sudah telat.", ujarku ragu

" kau memang cantik, lain kali hati-hati.", lalu cowo itu melepaskan dekapannya.

Baru saja aku ingin meninggalkan cowo itu, tapi dia menahanku dan memojokkanku di dinding dengan satu tangan.

" siapa namamu?, dan kau di kelas mana?."

" bukan urusanmu. Tolong aku sudah telat.", ucapku berontak

Lalu dia menggunakan kedua tangannya untuk memojokkanku ke dinding

" kau menarik sekali..", gumam cowo itu dengan seringaiannya

" Aku sudah telat, minggir!.", seruku sambil mendorong cowo itu

Lalu dia terhempas, dan aku meninggalkannya sendirian.

*KELAS XI-B*

'BRRAAKKK'

aku membuka pintu kelas terlalu kelas, satu kelas melihatku.

" eh? err... maaf.", ucapku menahan malu

Tapi untung saja belum ada guru. Aku bisa bernafas lega sekarang.

" Yaya, kau kenapa telat?.", tanya Ying khawatir

" panjang ceritanya, intinya tadi ada cowo tidak aku kenal. Aku hampir terpeleset lalu aku diselamatkan sama dia. Tiba-tiba aku dipojokkin ke dinding, ditanyain macem-macem. Terus dia bilang 'kau menarik sekali'."

" tapi tidak dimacem-maceminkan?.", tanya Ying meledek

" tidaklah Ying, pikiranmu terlalu kotor."

" hei!, aku hanya bertanya saja maa."

.

Yaya pov end

.

Author pov

Ketika Yaya dan Ying bercerita, ternyata Hali menguping pembicaraan mereka.

" Aya, apa yang dilakukan oleh laki-laki itu?. Dan mengapa dia berkata 'kau menarik sekali'?.", gumam Hali cemas

" hei, mengapa aku secemas ini?, aku dan Aya tidak ada hubungan apa-apa. Buat apa aku cemas dengan Aya?.", batin Hali kesal

*KELAS XI-C*

" GYYAAAAAA GOPALL.", teriak Taufan histeris

" Taufan, bisakah kau tidak selebay itu?.", keluh Gopal sambil memutar matanya bosan

" hei, aku tidak lebay. Kau memakan kripik kentangku, muka bulet.", bentak Taufan

" alahh~ hanya tu je kau menjerit? boleh lah aku minta sedikit saja."

" satu bungkus kau bilang sedikit?."

" kau tahu, bagi perutku satu bungkus itu sedikit lah, Taufan.", keluh Gopal

" wey wey wey, guru datang guru datang.", ucap Iwan dengan suara yang gagah mirip Papa Zola.

" awas kau Gopal, kau harus traktir aku di kantin!.", seru Taufan dengan deathglare

' glek.', gopal menahan ludah secara paksa

" selamat pagi, anak-anak."

" pagi, pak."

" hari ini kedatangan murid baru, dia pindahan dari Sekolah di Amerika, masuk.", murid baru itu masuk ke kelas XI-C

" perkenalkan dirimu."

" Panggil saja aku Fang."

Seluruh murid kelas XI-C berbisik-bisik.

" sudah, sudah. Silahkan kau duduk disana.", ucap Guru itu sambil menunjuk ke arah bangku kosong

" a-... apa? Fang?.", gumam Taufan tidak percaya.

.

#flashback

.

Waktu Halilintar, Taufan, dan Gempa di Amerika dan bersekolah di Amerika.

" apa maumu, hah? sampai kau menusukku dari belakang, sialan?.", bentak Taufan kesal

" ow ow, aku bersahabat denganmu karena aku ingin pacarmu, Yoona. Maaf Taufan sepertinya kau terlalu baik.", remeh Fang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya

" maafkan aku Taufan, aku lebih mencintai Fang.", ucap Yoona sambil memeluk Fang

" bisa liatkan?.", Fang meremehkan Taufan sambil menyeringai

" kurang ajar kau, bajin*an."

" galaknya~.", ledek Fang sambil merangkul Yoona

.

#flashback end

.

" hei kau kenapa, Taufan?.", tanya Gopal sambil memukul punggung Taufan

" ohok ohok, air mana ai-... ohok ohok. AER MANA AER, OHOK OHOK.", Taufan tersedak akibat Gopal memukul punggungnya terlalu keras

" waduhh, sorry Taufan. Mana ya mana. Nah nih airnya", Gopal menyodorkan air, lalu Taufan merebut air yang dipegang Gopal.

" aahh~ thank's Gopal. Lega sekali rasanya."

" tuh kan, lebay. Hanya dipukul pelan langsung tersedak.", sindir Gopal

" bagimu pelan, yang merasakan itu aku, Gopal.", bentak Taufan

Sementara di tempat Fang

" siapa gadis yang ku temui tadi? dia sangat menarik, akan ku incar dia.", gumam Fang sambil menyeringai

*KEMBALI KE KELAS XI-B*

" bosan, pelajaran bahasa inggris sangatlah membosankan.", gumam Hali kesal

Hali melihat keluar jendela, lalu menatap pohon-pohon yang daun-daunnya sudah mulai berguguran.

" Aya.", gumam Hali pelan

.

#flashback

.

Ketika Hali dan Yaya masih berusia 9 tahun.

" Hali, cepat. Daun-daunnya mulai berguguran.", teriak Yaya tidak sabaran

" bisakah kau bersabar. Kenapa kau mengajakku?, dan kenapa kau tidak mengajak Taufan atau Gempa saja?."

" aku ingin lebih dekat denganmu, Hali.", ucap Yaya dengan senyuman hangatnya

'blussh', wajah Hali merah padam

" kau tidak apa? wajahmu memerah. Ya sudah ayo kita kerumahmu mungkin kau demam, Hali.", Yaya menyentuh jidat Hali dengan wajah cemas

" aku tidak apa.", Hali menepis tangan Yaya

" huwaaaa, warna daunnya sangat menyejukkan dimata.", ucap Yaya sambil tersenyum lebar

" setidaknya aku masih bisa melihat senyuman itu untuk terakhir kalinya.", gumam Hali sedih

" Hali? ada apa?.", Hali langsung sadar dari lamunannya

" tidak ada."

Yaya berlari kearah daun-daun yang sudah kering dan sudah dikumpulkan. Lalu menghempaskan badannya ke arah daun-daunan.

" aku tidak pernah sebahagia ini, Hali.", ucap Yaya bahagia

" aku harus bilang sekarang, jangan ditunda-tunda.", gumam Hali yakin

" Aya."

" iya?."

" bolehkah aku memberitahumu sesuatu?."

" tentu saja boleh, Hali."

" aku... lusa nanti akan ke Amerika."

" Hahahahaha, kau lucu sekali Hali. Jangan bercanda, Hali.", ucap Yaya sambil menahan tawa

" Aya, aku serius. Aku menetap disana selaa 8 tahun."

" Hali?.", wajah Yaya langsung syok

" maaf."

badan Yaya bergetar, Yaya menahan tangisnya. Tapi Yaya tidak bisa menahannya

" kau jahat Hali. Aku ingin lebih dekat denganmu, tapi kau seenaknya pergi dariku. Kau tidak tahu?, 8 tahun itu tidak lama, Hali.", ucap Yaya terisak-isak sambil menyeka air matanya secara kasar

" Aya, mengertilah.", Hali frustasi dengan sikap Yaya

" aku masih ingin bermain denganmu, menghabiskan waktu bersamamu, tapi..tapi kau tidak akan disini lagi, Hali.. kau tidak ada disini lagi selama 8 tahun.", tangis Yaya histeris sambil memeluk Hali sangat erat

" Aya, kumohon. Demi aku, Ayah, Ibu, Taufan, dan Gempa.", ucap Hali sambil mengusap pipi Yaya lembut

" aku... aku.", Yaya membenamkan mukanya didada Hali

" baiklah aku berjanji, setelah 8 tahun di Amerika aku akan bertemu denganmu lagi.", ujar Hali sambil mengelus rambut Yaya lembut

" kau pasti mengingkarinya."

" tidak, Aya."

" baiklah, kau janji?.", Yaya mengancungkan jari kelingkingnya

" iyaa.. aku janji.", Hali membalas mengancungkan jari kelingkingnya ke Yaya

Sifat Hali yang dingin menjadi hangat ketika ingin berpisah dari Yaya.

#flashback end

.

" apa kau benar-benar Aya?.", batin Hali sambil menatap punggung Yaya

#skip time

'KRIINNNGGG', bel istirahat berbunyi

" huweee, aku lupa bawa uang jajan. Aku lapar.", ucap Yaya sedih

" biasanya kau bawa bekalkan?.", tanya Ying bingung

" tadi aku terburu-buru mana sempat."

" makan saja bekal punyaku, kita makan berdua."

" itu jatahmu, aku tidak mau."

" yakin?~.", tanya Ying meledek

" yakin!."

" Yasudah."

Kebetulan Fang melewati kelas XI-B karena searah ke Kantin. Tanpa disengaja dia mendengar keluhan dari Yaya

" gadis itu tidak bawa makan?.", lalu Fang bergegas ke kantin

*10 menit kemudian*

" aku lapar, tahan Yaya, tahan.", gumam Yaya kesal

Tiba-tiba Fang masuk ke kelas XI-B seenaknya.

" hei.. kau pergi, aku tidak mau dekat-dekat denganmu.", ucap Yaya ketakutan sambil memegang gunting

" Yaya, ada apa sih?.", bentak Ying

" dia itu yang nabrak aku tadi pagi tau.", bisik Yaya ke Ying

" hah?.. Beneran?."

Yaya mengangguk-angguk

" jadi namamu Yaya?, aku Fang kelas XI-C."

" aku tidak menanyakan namamu, bodoh.", ucap Yaya mengancungkan gunting ke arah Fang

" hei aku berbaik hati disini, nih aku dengar kau tidak bawa bekal dan uang. Jadi kubelikan roti dan susu, berterima kasihlah padaku.", ucap Fang sambil menyodorkan makanannya

" benarkah ini untukku?."

" cepat, sebelum aku berubah pikiran.", Yaya mengambil makanan itu, lalu Fang pergi

" tidak heran aku tertarik denganmu, Yaya.", ucap Fang tanpa menoleh

Yaya hanya menatap Fang dengan pipi merona.

Hali yang melihat kelakuan laki-laki yang tidak ia kenal dan Yaya dibalik pintu kelas XI-B sambil mengepalkan tangannya sangat kuat

" mengapa aku sekesal ini melihat Aya dekat dengan laki-laki yang lain?.", gumam Hali kesal

Taufan bertemu Hali di dekat pintu masuk kelas XI-B. Hali langsung masuk ke kelas XI-B, lalu Taufan mengikutinya dari belakang.

" Fang?.", tanya Hali dingin

" ya ini aku, apa kau rindu denganku?.", jawab Fang sarkastik

" brengsek kau.", bentak Taufan sambil menarik kerah baju Fang.

" TAUFAN. Ada apa sih sebenarnya?.", teriak Ying cemas

" dia merusak masa laluku, dia...dia..perebut."

" ini...ini sebenarnya apa yang terjadi?.", ucap Yaya bingung.

Hali hanya bisa diam, Hali melampiaskan kekesalannya dibalik saku jaketnya. Hali mengepalkan tangannya sangat kuat, kukunya menusuk kulitnya hingga berdarah

" brengsek.", gumam Hali kesal

" Kak Hali, aku pulang telat karena ada rapat os-... FANG?."

" hai Gempa. Kau rindu padaku?.", tanya Fang sarkastik

" sudahlah Taufan, lepaskan Fang.", ucap Ying lembut

"...", Taufan diam lalu melepaskan genggamannya

Hali berfirasat Fang melakukan sesuatu kepada Yaya. Hali menarik Yaya keluar menuju atap sekolah

" awwww Hali, sakit. Lepas."

Hali melepaskan genggamannya.

" kau kenapa sih?.", tanya Yaya kesal

" aku hanya mengajakmu kesini saja."

" huwwaaa indahnya.", Yaya berniat memarahi Hali tapi tidak jadi karena melihat pemandangan dari atap sekolah

" mengapa firasatku mengatakan kalau kau itu Aya, janji masa kecilku.", gumam Hali sambil menggelengkan kepalanya

Yaya secara tidak sengaja melihat tangan Hali berdarah.

" Ha-.. Hali tanganmu berdarah, sebentar.", Yaya segera mengambil sapu tangan dan tisu disaku roknya

" tidak usah."

" jangan keras kepala.", Yayamembersihkan tangan Hali dari darah menggunakan tisu

" hsss.", ringis Hali kesakitan

" ma-..maaf.", Yay membungkus telapak tangan Hali menggunakan sapu tangan pinknya

Hali kagum karena Yaya pandai mengobati lukanya.

" selesai."

" nanti sapu tangannya aku kembalikan.", ucap Hali sambil membuang muka

" tidak usah dikembalikan tidak apa."

Keheningan pun terjadi di antara mereka berdua.

" ayolah Yaya, kalau kau mau berteman dengan Hali, ya bilang.", gumam Yaya kesal

" Hali?."

" hn?."

" bolehkah aku meminta sesuatu?."

" asalkan tidak aneh-aneh."

" a...-aku mau berteman denganmu. Walaupun kau dingin, antisosial, tempramen, ta-...tapi entah kenapa aku bisa melihat sisi hangatmu, Hali. Kau unik, beda dengan yang lain", ucap Yaya sambil menahan malu

" e..-eh?.", Hali wajahnya merah padam, dan mulai salah tingkah

" tapi jika kau tidak mau berteman dengan gadis kampung, tidak apa-apa. Aku balik ke kelas duluan ya."

Hali menarik tangan Yaya. Terjadi tatap-tatapan cukup lama.

" ee-..eumm sebenarnya aku mau saja jadi temanmu. Kau juga beda dari siswi-siswi disini.", ucap Hali kikuk sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal

" hmhpp.", Yaya berusaha menahan tawa.

" apa yang lucu, hah?.", tanya Hali sarkastik

" tidak apa-apa.", tepis Yaya yang masih berusaha menahan tawa.

" sini kau."

" huwaaa, kaburr."

Terjadi kejar-kejaran antara Hali dan Yaya di koridor sekolah.

" Hali berhenti mengejarku, hahahhah."

" tidak akan pernah.", Hali tersenyum tipis karena kelakuan Hali

" mau berhenti atau ku gelitik sepuasnya?.", ucap Hali setengah teriak

" tidak kedua-duanya."

Tiba-tiba Yaya kelelahan, lari Yaya lama-lama mulai melambat. Lalu Hali dengan sigap memeluk Yaya dari belakang.

" kena kau."

" hahahhaha lepas, Hali."

" tidak.", jawab Hali dingin

" modus."

" aku tidak modus."

Lalu Hali menggendong Yaya lalu berputar-putar. Yaya pun sangat senang begitu pula sebaliknya

" Hali, hentikan. Hahhahaha."

" tidak akan."

" hei kalian, ini sudah masuk jam pelajaran. Kalau mau pacaran bel pulang sekolah saja. Kalian berdua dihukum, bersihkan lapangan sampai bel pulang berbunyi.", bentak Guru yang kebetulan lewat.

Hali dan Yaya mengambil jarak, wajah mereka berdua memerah.

" maaf pak.", ucap Hali

" sekarang cepat bersihkan lapangan."

" baik pak.", jawab Yaya pasrah

" huh, gara-gara kau mengajakku ke atap sekolah. Aku jadi dihukum.", ujar Yaya sebal

" tapi kau senangkan?.", tanya Hali sarkastik

" i...-iya."

" kau terlalu naif."

" su...-sudahlah, nih sapu lidinya. Cepat Hali.", suruh Yaya sambil menyodorkan sapu lidi

" hn.", ucap Hali malas sambil mengambil sapu lidi dari tangan Yaya

*30 menit kemudian*

" fiuhh akhirnya selesai. Tapi aku lapar, gara-gara Hali. Aku belum sempat makan apa-apa.", keluh Yaya kesal

Tiba-tiba Hali datang sambil membawa satu botol air mineral dan roti.

" nih."

Yaya mengerutkan keningnya

" mau atau tidak?."

" ugh, ya sudah aku mau.", Yaya mengambil makanan dan minuman ditangan Hali

" thank's."

" hn."

" aahh, lega sekali.", ucap Yaya selesai meneguk minumannya

" dongo.", Hali menyentil jidat Yaya cukup keras

" ughh, sakit Hali.", ringis Yaya kesakitan

" siapa suruh lupa bawa uang dan bekal.", ujar Hali dingin

" hei, itu gara-gara ka..- upss.", Yaya menutup mulutnya.

" gara-gara siapa?.", tanya Hali sewot

" tidak-tidak. Lupakan saja."

" kau aneh."

" kenapa kau mau berteman denganku, hah?."

" bawel."

Fang kebetulan melihat Hali dan Yaya di lapangan karena izin ke kamar mandi.

" kau kali ini hanya beruntung, Hali.", gumam Fang menyeringai sambil menatap Yaya dan Hali.

.

T

.

B

.

C

.

Yap bersambungnya ngegantung ya. Ayaa cuman mau bilang makasih bgt yang udah nyemangatin Ayaa. Doain Ayaa selalu bisa apdet kilat, ide selalu muncul, ceritanya ga gaje, romantisnya dapet. Oh ya di chap 3 ini interaksi Yaya dan Hali kurang ya, di chap besok Ayaa kasi kejutan deh buat reader hehehhe.

Jika boleh meminta sesuatu kepada reader, aku hanya meminta, riviews please? #puppyeyes #digorok pake pedang halilintar