Haunted Chapter 3 by Izumi Akita Suzuku

Sumarry : Kegagalan akan menyelamatkan seseorang telah membuat Donatello kehilangan dirinya sendiri dan membuatnya merasa bahwa ia masih terjebak dalam 'mimpi buruk' yang ia alami beberapa tahun yang lalu.

Sets in 2k3 verse.

TMNT belongs to Peter Laird & Kevin Eastman, 2k3 verse belongs to 4Kids Entertainment and as always I only have the storyline of the fic

Warning for Minor Character Death and Schizophrenic!Donatello


Normal's PoV

Michelangelo menunjukkan raut wajah kecewa ketika ia keluar dari kamar Donatello. Raphael dan Leonardo mengakhiri perdebatan mereka ketika mereka melihat si bungsu. Shell, sesuatu pasti benar - benar terjadi. Kedua orang kakak dari Michelangelo itu tahu betul bahwa Michelangelo sangatlah jarang menunjukkan wajah seperti itu dan jelas saja hal itu membuat Raphael bahwa ada sesuatu yang terjadi pada kakak termudanya alias Donatello.

"Mikey, kau baik - baik saja bro? Lihatlah wajahmu! Is sumthin' really up with Donnie-boy?"

Michelangelo hanya dapat mengangguk. Kata - kata yang terucap dengan jelas dari bibir Donatello masih terngiang di telingannya. Donatello menjerit agar mereka tak menghantuinya dan ia meminta maaf akan kesalahannya, Michelangelo benar - benar dibuat bingung karena well semua dari mereka masih sehat dan hidup kan? Dan satu poin lagi kenapa Donatello merasa bersalah? Ia rasa ia dan saudaranya yang lain perlu menemukan jawaban dari semua ini.

"Mikey, apa yang dia katakan padamu?"Sang leader akhirnya mengangkat suaranya.

"Dia mengusirku, ah ya dia bahkan meminta maaf padaku aku benar - benar tak mendapat petunjuk dengan apa yang terjadi."

Entah mengapa jawaban dari Michelangelo membuat sosok Leonardo dan Raphael terhening. Leonardo agak sedikit mengerti masalah yang terjadi sekarang, Donatello berpikir seluruh anggota keluarganya adalah hantu dan ia merasa bersalah atas kematian mereka. Tapi, bukannya Donatello bilang bahwa yang membunuh dirinya adalah Karai? Lalu kenapa Donatello meminta maaf atas kematian mereka kalau ia bukanlah pembunuh mereka? Masih ada banyak hal yang kurang jelas dalam peristiwa itu. Sementara itu Raphael menatap kamar dimana Donatello berada. Sekarang apakah ia harus berusaha masuk kesana dan menjelaskan segalanya pada Donatello? Bahwa mereka masih hidup dan apa yang dilihat Donatello hanyalah ilusinya? Raphael akhirnya dengan yakin memasuki kamar Donatello yang ditanggapi dengan Leonardo dan Michelangelo yang saling pandang.

"Aku akan menolongnya!"

"Raph dia tak akan mendengarmu!" Michelangelo berteriak mengingat tadi sebelum ia sempat bicara Donatello telah mengusirnya lebih dahulu dan ia tak ingin kakak termudanya mendapatkan perlakuan yang akan membuatnya menyesal.

"Shell! I dun care, Mike! Aku akan mencobanya."

Master Splinter yang sebenarnya sudah meninggalkan tempat tersebut sejak beberapa menit yang lalu akhirnya memutuskan untuk kembali untuk memastikan apakah keadaan sudah membaik. Namun, ketika ia datang ia hanya mendapati Michelangelo dan Leonardo yang saling tatap.

"Anakku, bagaimana dengan Donatello dan dimana Raphael?"

"Donnie tadi mengusir Mikey, Sensei. Sekarang Raph sedang berusaha berbicara dengannya." Leonardo menjadi sosok yang menjawab pertanyaan dari sang tikus.

"Yeah, Sensei. Doakan saja Raphie berhasil membuat Donnie sadar."Sahut Michelangelo yang diiringi dengan nada sedih karena ia benar - benar tak mau melihat sosok Donatello terjebak dalam ilusinya sendiri.

Donatello's PoV

Aku benar benar ingin berteriak karena semua yang kulihat namun nyatanya aku sama sekali tak mampu. Bagaimanapun aku tak akan pernah mempercayai bahwa aku harus menyaksikan hantu dari saudara – saudaraku yang berusaha menghantuiku. Oke, mungkin saja semua yang kulihat adalah ilusi karena keberadaan hantu itu sama sekali tak bisa dijelaskan oleh ilmu pengetahuan apalagi ini hantu dari dimensi yang berbeda benar – benar sesuatu yang di luar rasionalitas. Namun, aku juga tak dapat menyangkal bahwa ini semua terlihat nyata, semua suara yang kudengar –bahkan apa yang kulihat- benar – benar terpampang nyata sehingga aku juga tahu bahwa ini tak mungkin hanya sebatas ilusi yang terbesit di kepalaku. Satu – satunya hal yang aku ingin temukan adalah jalan keluar namun aku sama sekali masih belum menemukan petunjuk. Secara tiba – tiba aku mendengar langkah kaki menuju ke arahku… ini pasti adalah Raphael dia satu – satunya yang belum menampakkan dirinya padaku.

"Donnie?"

"Aku tahu aku harus membayar apa yang aku lakukan aku tahu aku yang telah menyebabkan kalian tamat di dunia ini. Aku tahu semua itu salahku, ah ya kau pasti mau dengar sebuah cerita kan Raphael bermata satu? Aku hampir membunuh seorang anak kecil tak berdosa di dimensiku sendiri."

Aku melihat wajah Raphael yang nampaknya tersenyum puas. Ia ingin aku mengakui dosaku rupanya, setelahnya aku hanya melihat sosok yang tadi sempat meletakkan tangannya di bahuku tersebut. Ia pergi setelah mendengar aku bicara begitu, pasti dia sudah puas atas segalanya. Aku benar – benar ingin membayar apa yang telah kulakukan, aku sama sekali tak mau dihantui dengan cara begini. Satu – satu hal yang selalu inginkan hanyalah untuk melindungi semua yang aku miliki namun aku telah gagal, aku justru telah membuat mereka tewas dalam sebuah pertempuran dimana justru hanya aku yang selamat. Mungkin semua orang –kecuali Leatherhead- tak dapat merasakan betapa dalam rasa bersalah yang aku miliki karena mereka sama sekali tak mengetahui cerita akan mimpi burukku yang paling mengerikan. Ah aku sendiri tak akan pernah menceritakan mimpi buruk itu karena rasanya yang terlalu memilukan bahkan kepiluan itu masih membekas hingga detik ini. Namun, mimpi buruk yang sekarang kualami lebih mengerikan daripada yang sebelumnya. Aku dituntut untuk mengakui dosaku di hadapan mereka semua yang terbunuh oleh kesalahanku secara pribadi. Ya, akulah Donatello seseorang yang gagal untuk melindungi semua yang pernah kumiliki.

Normal's PoV

Raphael tersentak mendengar perkataan Donatello. Raphael bermata satu? Ilusi yang dialami kakak termudanya itu terlihat sangat mengerikan. Ia juga dengan jelas mendengar Donnie berkata 'kalian tamat di dunia ini', apa maksud dari kalimat itu? Di dunia mana memang si jenius pernah menyebabkan saudara - saudaranya tamat? Ia menghela nafasnya ketika keluar dari kamar Donatello, di sana ia mendapati saudar – saudaranya –atau lebih tepatnya Mikey saja- menatapnya dengan pandangan yang seolah berkata 'apa yang kau dapatkan?'. Raph sama sekali tak suka dengan tatapan Mikey itu. Well, mungkin semua perkataan sang jokster itu benar tetapi ia tak akan mau mengaku kalah di hadapan adiknya itu kan? Ia mencoba mengabaikan pandangan dari sang pemegang nunchaku itu, tetapi tiba – tiba suara kakak tertuanya menyapa telinganya.

"So, bagaimana keadaan Donnie, Raph? Apakah dia baik – baik saja?"

Suara Leonardo terdengar santai tetapi dipenuhi oleh kekhawatiran. Well, Leo seorang leader-kan? Bisa dipastikan kepalanya dipenuhi dengan pikiran apa yang akan terjadi dalam kehidupan mereka jika sang jenius absen dari kehidupan mereka seperti sekarang ini? Raph tentu saja tak ingin mengakui omongan Mikey benar dan ia juga tak mau kepala Leo meledak karena harus memikirkan semua hal sendiri. Heck, Raphael dan Michelangelo adalah dua ekor kura – kura yang hidup berdasarkan dengan insting dan bukan dengan pikiran seperti Leo maupun Donnie. Sayangnya, Raphael tak dapat membohongi Michelangelo dan Leonardo soal bagaimana keadaan Donatello karena jika ia mengatakan Donnie baik – baik saja tentu saja saudara – saudaranya akan mencoba mengecek dan jika ia berbohong maka saudara – saudaranya mungkin akan membunuhnya –well, mungkin itu terlalu berlebihan karena Raph tahu saudara – saudaranya tak akan membunuhnya sekalipun mereka kehilangan kesabaran mereka untuk si hothead-. Akhirnya Raphael menghela nafasnya dan memandang kedua saudaranya yang ada di sana.

"Sama buruknya ketika kalian mencoba berbicara padanya. Dia bahkan menyebutku sebagai Raphael bermata satu. Shell fer brains! Sejak kapan aku pernah kehilangan salah satu mataku?"

Mikey dan Leo saling pandang. Jadi, apakah Donatello tak mengatakan bahwa Raphael telah tiada? Sungguh sesuatu yang terdengar mengejutkan mengingat sedari tadi semua orang telah dikatakan tewas oleh Donnie.

"Dia tak berkata kalau kau sudah tewas?"

Raph menghela nafasnya mendengar pertanyaan dari Leo. Pertanyaan itu mengingatkannya akan Donnie pada saat ia mengatakan mereka sudah tamat.

"Worse than it, bro. Bahkan, ia berkata bahwa ialah penyebab tamatnya kita adalah dirinya sendiri."

Pernyataan yang diungkapkan Raphael benar – benar membuat Leo maupun Mikey terkejut. Bagi Leo, dia ingat benar bahwa sang jenius mengatakan bahwa ia dibunuh oleh Karai. Namun, mengapa sekarang adik tertuanya itu berkata bahwa dirinya sendiri bertanggung jawab atas kematian mereka? Ia menghela nafasnya, tampaknya semua ini terlalu rumit. Bahkan, Leo merasa bahwa Master Splinter tak akan bisa menyelesaikan semua ini dengan mudahnya.

Donatello's PoV

Aku menarik nafasku lega ketika tak ada seorangpun yang berusaha kembali untuk mengusikku. Ha-ah, akhirnya semua bayang – bayang mimpi buruk itu menyingkir dariku. Aku berharap untuk segera pulang ke rumahku karena well, aku tak akan pernah kuat untuk melihat penderitaan dari orang – orang tersayangku. Mereka harusnya aku lindungi tetapi karena sebuah perhitungan yang salah aku menghancurkan mereka.

Kejadian di dimensi ini masih terus menghantuiku siang dan malam. Harusnya aku bisa lari dan melupakan segalanya, sayangnya aku masih merasa bahwa diriku ini penuh dengan dosa. Kematian Master Splinter disebabkan oleh kepergianku sedangkan kematian saudara – saudaraku diakibatkan oleh kedatanganku. Ironis, bukan?

Terkadang aku merasa membenci diriku atas peristiwa yang kualami itu. Tetapi, aku sadar aku sudah bebas dari perasaan bersalah karena aku tak akan pernah kembali kesana. Sayangnya, aku kini ditarik kembali kesana. Aku datang kesini hanya untuk menyaksikan kesalahan terbesar yang telah kuperbuat dan membuatku dihantui oleh orang – orang yang kusayangi. Aku, Donatello memang terkenal sebagai sang jenius dalam keluarga sayangnya aku tak bisa menggunakan otak jeniusku untuk lari dari dimensi ini.

TBC

A/N : Ok! Saya apdet lagi dan maafkan bagian kurang baper ini…. (?) Saya berjanji chapter 4 akan menjadi sesuatu petualangan batin yang kuat untuk kalian karena well skizofernia yang dialami seorang Donatello akan semakin menjadi – jadi. Uhm, seperti biasa saya menunggu review dari kalian karena dengan review saya merasa dicintai!