2 – Lagi-lagi Kalah.
Hari sudah menjelang sore, semua murid kelas 3-E SMP Kunugigaoka sudah meninggalkan kelas, menuruni bukit dan mungkin sudah berada di kasur empuk mereka.
Terkecuali untuk gadis berkacamata yang kini nampak serius di ruang laboratorium butut itu. Hawa penuh semangat mengilat di iris ametisnya.
Dengan hati-hati Okuda menuangkan larutan HCl ke dalam tabung reaksi yang sudah terlebih dahulu di bubuhi bubuk soda api. Setelah larutan itu berbusa, buru-buru Okuda meletakkan tabung ke meja, agar tangannya tidak terkena larutan itu.
Memang, sih, larutan HCl yang digunakan hanya 15% dan itupun sudah dicampur dengan air tanpa mineral, jadi, tak mungkin bersifat korosif. Hanya saja, cukup untuk membuat kulitnya gatal-gatal dan iritasi ringan. Bukankah itu merepotkan?
"Loh, Okuda-san, kau sedang apa?"
Nyaris saja Okuda menyenggol tabung itu, kala ia mendengar kalimat sapaan dari suara yang familiar.
Jantung Okuda mencelos.
Dengan gerakan lambat, gadis berkacamata itu memutar kepalanya ke arah samping, dan ia menemukan sosok lelaki bersurai merah yang sedang menyandar di palang pintu dengan satu tangan memegang susu kotak rasa stroberi.
"Ka.. Karma-kun?" Okuda terlihat begitu panik dan gugup. Seperti sedang tertangkap basah ketika sedang maling kutang tetangga.
Melihat reaksi Okuda, lelaki itu menyeringai. "Iya, aku memang Karma. Kukira kau tidak tahu namaku," canda Karma dengan geli.
Okuda sendiri, sedikit banyak, sadar bahwa itu merupakan sindiran. Pasti, itu karena mereka jarang mengobrol dan saling memanggil nama satu sama lain.
"M-maaf." Oh, jangan tanya kenapa Okuda meminta maaf, karena ia juga tak tahu. Kata itu meluncur begitu saja melalui mulutnya.
Karma sendiri, hanya tersenyum seperti biasa. "Yah, tak masalah," ujarnya, seraya berjalan perlahan menghampiri Okuda.
"Hee, sedari tadi kau bereksperimen sendiri, ya?"
"Uh, i-iya."
"Kau membuat apa?"
"T-tidak ada yang spesial. Hanya memastikan kadar HCl dan bubuk soda yang tepat untuk membuat busa yang banyak."
"Untuk apa?"
Demi gurita dan ubur-ubur! Okuda sendiri tidak tahu kenapa makhluk yang dijuluki setan merah itu jadi banyak bertanya. Mereka jarang mengobrol, dan kini, sekalinya mengobrol, itu malah mengganggu Okuda.
Entah kenapa, Okuda jadi keki sendiri kalau ingat tadi Karma mengalahkannya di ulangan Kimia. Ups, Okuda tahu itu bukan kebiasaan yang bagus; tak suka di atas kebahagiaan orang lain. Hanya saja... bagaimana, ya?
"Aku iri."
"Huh?" Karma memiringkan kepalanya bingung mendengar kalimat spontan—dan ia yakin Okuda tak sadar berkata begitu karena sedari tadi ia melamun.
"Kau bereksperiman hanya karena kau iri?"
"Eh? A-a-ah! Bukan!" Okuda mengelak mati-matian, ketika sadar ia mengutarakan apa yang ada di kepalanya secara keras.
Panik sekaligus malu, Okuda buru-buru membereskan peralatan kimia dan mengambil tasnya, kemudian berlari meninggalkan laboratorium butut itu. Tanpa menunggu ataupun memberi kesempatan pada Karma untuk berbicara.
Karma kembali menyeringai ketika gadis itu sudah menghilang dari pandangan.
"Menarik. Benar-benar menarik."
Bruk!
"Huwaa, Okuda-san, daijoubu?" Kayano menghampiri Okuda yang berbaring(?) di rumput. Lebih tepatnya, ia terlempar dan terbanting.
Okuda mengusap punggung dan pantatnya sambil meringis. Karasuma-sensei memang tidak segan-segan ketika sedang pelajaran olahraga!
"Aku tidak apa-apa." Jawab Okuda, tak lupa memberi senyuman agar Kayano tak khawatir secara berlebihan.
Mereka berduapun duduk di tepi lapangan dan memerhatikan Karasuma-sensei yang sekarang sedang mengajar murid laki-laki. Latihan menyerang dan mengelak ini memang ada dua sesi, sesi pertama untuk perempuan dan ke dua untuk laki-laki.
Saat sesi pertama tadi, tak ada satupun perempuan yang berhasil memukul ataupun melukai Karasuma-sensei. Bahkan tidak bagi Nakamura ataupun Okano—yang biasanya bisa membuat Karasuma-sensei terkejut akibat kelenturan tubuhnya.
Lalu, disitulah Okuda Manami.
Paling lemah dan tak serangannya selalu meleset. Bahkan Karasuma-sensei sempat-sempatnya mengambil foto selfie menggunakan kamera B669 ketika Okuda hendak menyerang.
Aku tidak berguna sekali, pikir Okuda sedih. Ia menenggelamkan wajahnya pada ke dua telapak tangannya.
"Hei, lihat deh."
Seruan Kayano dan Kanzaki membuat Okuda kembali mengangkat kepalanya, "Hm? Apa?" tanyanya.
"Akabane Karma."
Deg
Eh? Okuda bertanya pada dirinya sendiri. Ia tidak mempunyai riwayat penyakit jantung, tapi, kenapa jantungnya tiba-tiba berpacu sangat cepat ketika mendengar nama itu?
"Wah, kau menyadarinya, ya, Kayano?" Kanzaki menunjuk ke arah Karma, "di luar sifat jahil dan menyebalkannya, ia kuat sekali, ya?"
Mendengar itu, spontan Okuda melihat ke arah depan hanya demi melihat Karasuma-sensei yang terlihat kewalahan ketika melawan Karma. Jangan lupakan kalau lelaki setan itu juga menggunakan cara sedikit kotor.
Tak disangka-sangka, serangan Karma pun berhasil mengenai Karasuma-sensei. Guru berambut kaktus itu pun memujinya—untuk pertama kalinya ada murid 3 E yang berhasil melukainya.
Okuda, kembali cemberut.
Lagi-lagi Karma yang menang.
Okuda terus mengeluh dalam hati sembari melemparkan tatapan iri dan tak sukanya pada Karma. Tanpa mengetahui bahwa lelaki bersurai merah itu tahu ia sedang di tatap.
Akabane Karma tidak tahu ia sudah menguap yang ke berapa kalinya hari ini. Ia juga tak memedulikan teriakan Koro-sensei yang menyuruhnya untuk memerhatikan kelas.
Karma tidak peduli, toh, ia benar-benar sudah mengerti pelajaran algoritma itu. Bukannya sombong, sih, tapi, ia bahkan bisa mengerjakan soal algoritma sambil ngeden di kamar mandi.
Sekarang, yang ada di pikiran lelaki bersurai merah itu adalah gadis yang duduk sekitar tiga bangku di depannya.
Gadis berkacamata dan berkepang, yang akhir-akhir ini sering memandangnya terang-terangan. Karma tidak keberatan kalau gadis itu menatapnya penuh cinta—yang jadi masalah, gadis itu terlihat seolah ingin mencekokinya dengan sianida!
"ANJIR, SIAAAAL!" Teriakan ngenes Terasaka, membuat Karma tersadar dari lamunannya. Sontak ia menoleh pada lelaki nista kelas 3 E itu.
"Siaal! Kenapa gue harus sekelompok dengan Itona!?"
"He? Lo pikir gue mau sekelompok dengan orang bego macam lo?" sewot Itona balik, tak terima dengan ketidakterimaan(?) Terasaka.
Sementara mereka berdua ribut, Karma hanya mampu menyimak dengan heran. "Kelompok? Kelompok apa?" tanya Karma.
Terasaka meliriknya sadis dan mendecih, "Makanya jangan melamun terus! Mentang-mentang pinter jadi seenaknya—eh ampun! Ampun! Woy, lu dapet golok darimana itu!?" Terasaka histeris ketika Karma menyodorkan golok tiba-tiba ke lehernya.
"Makanya jawab."
"Buset. Koro-sensei tadi bilang, kita harus ngerjain PR halaman 123 berkelompok. Satu kelompok dua orang dan itu di kocok, lu bisa liat di papan tulis tuh!" jelas Terasaka. Masih sayang sama nyawa.
Karma menyengir evil seraya menaruh golok—yang entah ia dapat darimana. Ia pun menolehkan kepalanya ke arah papan tulis.
Karma terpekur.
Okuda Manami & Akabane Karma.
Perlahan, ia pun melirik ke arah samping hingga akhirnya pandangannya bersiborok dengan manik Ametis yang berkilauan. Okuda Manami. Mereka kini saling memandang penuh keterkejutan.
Dan demi tentakel kuning milik Koro-sensei, Karma ingin sekali tertawa terbahak-bahak melihat wajah Okuda yang masam sekali. Ia pasti tidak rela karena sekelompok dengan Karma—meski ia juga tak tahu karena apa.
Namun, Karma tak mau memusingkan itu semua. Tingkah aneh Okuda akhir-akhir ini, cukup membuatnya terhibur.
Ia menyeringai.
"Kebetulan sekali kita sekelompok, Okuda-san."
-tbc-
A/n:
Kyaaaa! XD
Eyke terhura ada yang mau review efef abal ini :"3 mohon maaf kalau OOC dan alur ceritanya gaje ya. aku bakal berusaha lebih keras lagi biar alur cerita ga ngalor ngidul ngikutin nyi roro kidul *plak
Sasuga Afi: HUWAAA author favorit komen :""3 merasa tersandung(?) tak tauuu, aku merasa tulisanmu 'senpai' sekali :"3 (bagus maksudnya) wkwk. Ayooo ramein KARMANAMi XD
Nekompus: hihi tunggu dan bersabar eaaa~~
Dhaniyuki01: aiiih yang benar? Makasih ya :3
Misacchin: anjir kapal titanic X'D hihi konflik mulai dipertegas di next chap~ waa sama2 baru. Salam kenal ya^^ hehe boleh koo boleee
Chindleion: mungkin karena itu okuda jadi iri kali ye wkwk :3 hihi makasih yaaa
Cieru cherry: ini masih on going ko^^ tunggu yaaa~
