"Ugggh" Naruto perlahan bangun dan kemudian duduk bersila."...Tubuhku sakit semua, Aneh ada apa sih sebenarnya?"

"Oh Ya, Tadi ada Wanita yang mau memakanku...Aku terus mati...Situasi ini Aneh, aku kan sudah mati...Aku tidak bermimpikan? Setelah hidup kembali...Eh?! Cewek tadi berasal dari Bijikan...Dari biji?"

"Hey..." Naruto perlahan menoleh kebelakang dan melihat Gadis merah tadi kini tengah melayang di atasnya. "...Apa kau yang membangunkanku ?"

"A-Aku cuman menanam Biji, lebih tepatnya Aku menaruh Biji itu dikantongku...Oh benar ini bukan mimpi" Ujar Naruto berpikir keras. "...Itu benar...Kau yang menolongku...Kau adalah...

...Demon Spirit"

'Demon Spirit memang hebat! Tidak hanya mereka kuat! Tapi juga dapat menyembuhkan luka...Dan Juga cantik..' Pikir Naruto kagum pada Gadis didepannya. '...Aku yang jadi Masternya kan?...Itu berarti'

Croooots !

'Coeg, berarti Hidupku akan sangat nikmat sekali...Aku sudah bisa melihat masa depan yang indah!' Batin Naruti dengan seringai aneh.

"..." Gadis yang dinamakan Demon Spirit itu memandang Naruto dengan pandangan yang tidak dapat diartikan. "...Sudah Cukup...Kau tidak mengenaliku..."

"Huh? apa yang kau katakan ?" Tanya naruto tak mengerti. "...Kita Kan belum pernah bertemu"

Mata Gadis itu terbelalak cepat tanda dia sangat terkejut.

"BELUM...PERNAH BERTEMU?...HAHAHAHAHAHA KAU BENAR-BENAR BILANG ITU?!"

"Aku tahu kalau kau yang menolongku...Tidak papa kok kalo kita memang belum pernah bertemu...Um Makasih ya Hahahahaa" Ujar naruto tersenyum Canggung.

"Aku menyelamatkumu agar aku bisa...

...membunuhmu dengan tanganku sendiri"


Demon Spirit Master : Re-born

.

By RenDevi (NightHunter12)

.

Disclaimer: Naruto dan Semua Chara dari Seluruh Anime bukanlah milikku

.

Pairing: Naruto x Harem

.

Warning: Typo, M COntent and the Another warn

.

Enjoy the Story

.


"...Uuhuh ?!"

Sungguh, Naruto tidak tahu harus ber-ekspresi apa saat ini. Pertama, dirinya ketakutan saat dibunuh oleh Sucubus, Kedua, dirinya senang karena di hidupkan lagi oleh Demon Spirit, Yang ketiga, Demon Spirit yang baru saja menyẹlamatkannya sekarang ingin membunuhnya. Apa memang Authornya hanya ingin mempermainkannya saja dari awal.

"AKU DISEGEL OLEHMU RIBUAN TAHUN YANG LALU HANYA UNTUK HARI INI, JADI AKU BISA MEMBUNUHMU SENDIRI..." Teriak Gadis Demon Spirit itu keras dan penuh dendam. Gadis itu terbang cepat ke Naruto dengan Pedang yang siap untuk meng-eksekusi. "...AKU AKAN MEMOTONGMU SAMPAI MATI PELAN-PELAN DAN SEDIKIT DEMI SEDIKIT...RASAKAN KEMARAHANKU."

'JANCUK APA-APAAN INI! SEHARUSNYA BUKAN INI YANG TERJADI!' Teriak Naruto panik dalam hati.

"MATI KAU!" Gadis itu menyabetkan pedangnya kearah Naruto. Secara reflek Naruto menahan sayatan itu dengan menggunakan lengannya sendiri.

Craaaash !

Naruto terduduk di tanah dengan tangan penuh darah tapi anehnya Naruto tidak merasakan kesakitan atau apapun. 'Aneh, kenapa tidak sakit...Disini terlihat lukanya tap-'

"Ugh!"

Naruto membelalakan matanya saat melihat Gadis didepannya sedạng merintih kesakitan dan memegangi tangannya yang juga berlumuran darah seperti Naruto.

"Sialan" Desis Gadis itu penuh amarah. Tangan kanannya yang memegang pedang dilonggarkan hingga menjatuhkan pedang itu. Tangan kanan Gadis itu mengepal dengan Cakra Merah pekat besar. "...Bajingan!"

Naruto menutup matanya saat Gadis itu memukulnya.

Buuuugh !

Braaaaakh !

"Ugh !" Rintih Naruto saat punggungnya menabrak Pohon. Mata Biru Shaphirenya menatap Gadis didepannya yang sedang dikelilingi Listrik biru.

Dzzzzzt !

"Aaaarrrrgh !" Listrik-Listrik itu menyetrum Sang Demon Spirit. Mata Lavender si Gadis menatap Naruto dengan pandangan benci. "...Kubunuh kau, aku pasti akan membunuhmu!"

"..." Naruto hanya diam dengan pandangan bingung ke gadis itu. Naruto berdiri dan perlahan mendekati gadis itu hingga jaraknya 3 Meter. Suatu pikiran muncul dikepalanya. Naruto mengangkat tangan kirinya lalu menampar pipinya sendiri.

Plaaaak !

"Ugh !" Gadis itu memegangi pipinya saat merasakan seperti ditampar. Naruto dengan iseng mencoba memegang dadanya sendiri.

"Uuwaah !" Desah Gadis itu dengan ekspresi imut. Naruto hampir saja mimisan kalau saja Gadis itu tidak menatapnya dengan Glare membunuh. "...Bajingan, kau grepe-grepe tubuhku...MATI KAU!"

"A-aku minta maaf!, aku tidak pernah berpikir bila akan jadi seperti ini. Aku tidak melakukan itu dengan sengaja." Ucap Naruto sebelum Gadis itu menyerangnya lagi.

"Dasar Hentai." Desis Gadis itu.

"Oh Wow, Memang benar yang seperti Legenda katakan!"

Naruto dan Gadis merah itu sontak menoleh ke samping mereka. Seorang Wanita berambut pirang berdada Jumbo yang berbicara.

"Siapa kau ?" Tanya Naruto.

"Kasarnya diriku...aku adalah Kepala sekolah Academy Konoha...Namaku Tsunade Senju" Ujar Wanita itu memperkenalkan diri.

"Kepala Sekolah?" Gumam Naruto.

"Demon Spirit-Chan yang disana! Lebih baik kau menenangkan diri dulu, Jika kau terus-terusan marah. Kau pasti akan terluka." Ucap Tsunade.

"Demon...Spirit?...Jadi itu namaku sekarang?...Demon Spirit..." Gumam Gadis itu. Dengan cepat matanya melirik Naruto dengan pandangan membunuh disertai Aura Cakra Merah disekujur tubuhnya melambai-lambai. "...INI SEMUA SALAHMU!"

"EH?! EH?! EH?!" Teriak Naruto saat Gadis itu menyabetkan pedangnya kembali.

Dzzzzzzzt !

"UGH !"

Gadis itu sekali lagi tersetrum oleh kumpulan listrik. "S-Sialan"

"Bah, akukan sudah bilang untuk tenang dulu...Eh!..." Ucap Tsunade melirik kebelakang. Wanita itu kemudian mengambil sebuah buku emas dengan Sampul Demon Spirit lalu diberikannya ke Naruto. "...Sepertinya para penjaga mulai berdatangan...anak muda, cepat simpan Demon Spiritmu, aku akan membawa kalian semua keluar dari sini"

"Me-Menyimpan?" tanya Naruto tak mengerti.

"Ini adalah Sollomon Treasure yang sudah sejak dulu diturunkan di Sekolah ini, Taruh tanganmu diatas Buku itu" Suruh Tsunade. Naruto perlahan mengambil buku itu dan memegangnya.

Wuuuuush !

'A-Ada Suatu energi yang masuk ke kepalaku' Batin Naruto. Energi Emas masuk kedalam tubuhnya. Matanya berubah menjadi Emas dan menatap ke arah Gadis merah yang saat ini menatapnya terkejut.

"BERANINYA KAU! JIKA KAU MELAKUKANNYA AKU AKAN-"

Cliiiing !

Gadis itu tidak menyelesaikan kalimatnya karena sebuah Barrier Cakra emas sedang menyelimutinya. Cakra itu berasal dari Naruto yang sedang mengarahkan tangan kanannya ke Gadis itu.

"Dengan Kuasa dari Mastermu, Aku memerintahkanmu Demon Spirit Sara...Kembalilah kedalam Sollomon Treasure" Ujar Naruto.

"UUUWAAAAH!...TUNGGU SAJA! AKU PASTI AKAN MEMBUNUHMU...KAU TIDAK AKAN PERNAH KULEPASKAN! TIDAK AKAN" Teriak Saara yang perlahan melebur menjadi Cakra merah yang masuk kedalam buku Naruto.

.

Demon Spirit : Sara

Collection Complete

Process : 1%

Silahkan cari lebih banyak Demon Spirit Master

.

Naruto menatap tak percaya kearah Lembar buku pertama yaitu Gambar Demon Spirit Saara yang sedang memejamkan mata dengan kedua tangan menyatu seperti berdoa.

"A-Apa...Apa-Apaan ini ?"

.

.

.

'Kenapa aku bisa tahu nama Demon Spirit itu...Dan Demon Spirit tadi aku masukan dalam buku?'

Naruto sekarang tengah duduk di Sofa diruang tamu Kepala sekolah.

"Mau Teh?" Tawar Tsunade sambil memberikan secangkir Teh. Ditangannya ada Botol besar dengan merek yang dikenal Naruto.

"A-Arigatou..." Ucap Naruto menerima Teh itu. Naruto Sweatdrop sendiri, Kepala Sekolah ini menawarkan Teh tapi minum Sake.

"Aku tahu kau pasti punya banyak pertanyaan!" Ujar Tsunade duduk di Sofa depan Naruto. "...Sebenarnya jumlah pertanyaan yang kupunya tidak lebih dari punyamu."

"..." Naruto hanya diam mendengarkan.

"Legenda tentang Demon Spirit telah diceritakan sejak dahulu kala dibenua ini...Khususnya zaman disebut 'Demon Spirit Re-Birth'...Entah kemana Cerita mengenai Demon Spirit yang menghilang tiba-tiba dahulu kala." Jelas Tsunade meminum Sakenya dengan Santai. "...Buku yang kau pegang itu adalah buku Kramat yang telah diturunkan sejak dahulu, mereka bilang didalamnya ada cara mengontrol Demon Spirit...Dan Kau..."

"..." Naruto masih diam dengan tubuh menegang.

"...Senyumlah..." Ucap Tsunade mendekati Naruto dan memegang Buku yang masih dipegang Naruto itu. "...Kau mau ini?...Tidak akan kuberi."

"Eh?!" Respon Naruto Sweatdrop melihat dengan santainya Kepala Sekolah didepannya mengambil buku yang digenggamnya. "...T-Tunggu Kepala Sekolah...Karena Anda tidak bisa menggunakan buku ini, Lebih Baik anda memberikannya padaku"

"Bagaimana kau tahu jika aku tidak bisa menggunakan buku ini Bocah ?!" Ejek Tsunade.

"Bohong Jika anda bisa, anda pasti akan mengumpulan Demon Spirit sebelumnya."

"Kau pintar Sekali..." Puji Tsunade dengan raut mengejek alias tidak Ikhlas. "...Tapi buku ini milik Konoha, meskipun aku menggunakan ini untuk tutup Mie Instan atau Lemek, aku tak ada alasan untuk memberikannya padamu. Tiga kata...Kenapa...Harus...Kuberikan?"

Tsunade mendekatkan wajahnya pada Naruto yang menurunkan badannya. Wajahnya memerah karena dari situ bisa melihat belahan dada Si Kepala Sekolah Konoha. "...S-Syarat apa yang anda punya ?"

"Aku ingin kau...Masuk ke Sekolah Konoha!" Ucap Tsunade.

"Huh?"

"Dengan ini satu-satunya Orang yang bisa menggunakan Demon Spirit akan jadi muridku...Tidak burukkan ?"

"P-Pintar Sekali!" Komen Naruto. Dirinya tersenyum Miris, Seminggu yang lalu dirinya ikut Tes masuk Academy Konoha akhirnya Tidak Lolos dengan memalukan. Sekarang dirinya diundang masuk sendiri oleh Kepala Sekolahnya. Ironi, Ironi.

"Dan ada lagi...Aku ingin kau menemukan para Sucubus yang menyamar diantara para murid."

"Sucubus ?...Eh! AKU TIDAK BISA MENGALAHKAN MEREKA, TIDAK MAU."

"Apa kau mau mempermainkanku?"

"APA KAU MAU MEMPERMAINKANKU?! SI CEWEK DEMON SPIRIT ITU KELUAR DAN MAU MEMBUNUHKU..." Protes Naruto dengan Wajah ketakutan. "...AKU MENOLAK! AKU TIDAK MAU BERURUSAN DENGAN MAKHLUK YANG DISEBUT SUCUBUS ITU!"

"Apa kau mau Hadiah? Disini ada 3 Benih Demon Spirit yang juga diturunkan turun temurun bersama Sollomon Treasure" Ucap Tsunade dengan kemerlap Bintang Merah muda disekitarnya.

"AKU TERIMA!"

...

Dengan itu Naruto resmi masuk ke dalam Academy Konoha...

...Dan Cerita panjang tentang sang Master Demon Spirit...

...Telah Dimulai.

.

.

.

.

.

TBC

Maaf jika saya tidak balas Review karena sebenarnya pas saya cek Kolom Review yang muncul cuma 3 doang padahal tulisannya ada 6 Review