Tittle :

Welcome at Night

Cast :

Kim Kibum x Cho Kyuhyun.

Genre :

AU, fantasy, romance (genre bisa berubah-ubah sesuai mood lizz) #digaplok_

Warning :

GS, bahasa tidak baku dsb, hati-hati typo(s) masih ada harap maklum.

Summary :

kibum bertemu dengan yeoja aneh yang menyeretnya kedalam ketidak normalan yang bahkan sulit untuk di percayainya/"cih...menyebalkan"/"Welcome at Night"/ Desember Ceria Kihyun.

Don't Like Don't Read That Simple

.

.

.

Happy Reading ^^

.

.

.

[~Lizz_L_L~]

Kibum mengerjabkan matanya yang seolah di gelayuti oleh berton-ton benda berat, perlahan di edarkan tatapannya ke sekeliling ruangan, ternyata dia masih berada di rumahnya, tepatnya apartement pribadi kibum sendiri.

" oh...kibum hyung, kau sudah sadar?!" tanya kai menghampiri kibum dengan sebuah ember yang berisi air dingin di tangannya.

" syukurlah panasmu sudah turun. Kau sih di ajak ke rumah sakit menolak jadinya begini kan, tapi sudahlah aku ambilkan bubur dulu, joon sedang memasak untukmu, tunggu ya?!" ucap kai beranjak pergi menuju ke dapur.

" ugh...apa yang terjadi?!" tanya kibum linglung karena kepalanya masih terasa pening. Diturunkannya kakinya dari atas ranjang dengan perlahan kibum meraih gelas yang berada di samping tempat ditidurnya. Tepat di meja nakas.

Gluk

Gluk

Gluk

Kibum tergesah menyesap cairan bening itu hingga tanpa sadar mulai membasahi dada telanjangnya, tengorokannya benar-benar terasa kering hingga rasanya sangat menyakitkan. Kibum meletakan gelas yang ada di tangannya ke atas meja seraya mendesah berat.

" berapa lama aku tertidur?!" tanya kibum sambil merengangkan otot tubuhnya yang terasa kaku saat melihat penampakan kai yang datang ke arahnya sambil membawa nampan berisi bubur.

" kau tertidur selama tiga hari dua malam dengan panas tinggi hyung?!" jawab kai di ikuti oleh taemin di belakangnya.

" apa kau sudah merasa lebih baik, makanlah sedikit, minum obatmu dan beristirahatlah" ucap taemin duduk di atas ranjang kibum mengambil bubur yang ada di atas nampan dan memberikannya pada kibum. Kibum menatap intens kai dan Taemin selama sepersekian detik.

" kenapa?!" tanya kai bingung saat melihat kibum terdiam cukup lama hanya untuk menatap keduanya.

" tidak...terima kasih" sahut kibum setelahnya dan menerima bubur pemberian taemin. Taemin dan kai beranjak dari tempatnya meninggalkan kibum. Kibum sungguh tak berselera dengan bubur ayam pemberian taemin tadi. Dengan gusar kibum kembali menghempaskan tubuhnya ke atas kasur. Di otaknya terbayang aliran darah yang tampak mengiurkan di antara kedua leher kai dan Taemin yang sejak tadi terasa sangat mengusik dan mengelitiknya rasa laparnya.

" sebenarnya apa yang terjadi padaku?!" tanya kibum pada angin seraya memejamkan matanya. Kibum membuka matanya yang entah kenapa sudah berubah warna menjadi coklat kekuningan yang berpendar dalam temaramnya senja tanpa penerangan lampu sedikitpun.

Kibum beranjak dari rebahannya mengambil sebuah sweater berwarna gelap. Tanpa pikir panjang kibum membuka pintu kamarnya dan menyelinap keluar tanpa di ketahui oleh teman-temannya.

[~Lizz_L_L~]

" hai...Lu...lama tidak berjumpa, kau terlihat semakin menakjubkan dan juga mengerikan di saat yang bersamaan" ucap Kyuhyun menatap sosok luhan yang diam di tempatnya menatap kyuhyun tanpa ekspresi di wajahnya.

" Yunho...apa dia yang mengutusmu untuk mencariku, tidak...apa dia menyuruhmu untuk menangkapku?!' ucap Kyuhyun menatap dingin luhan yang masih berdiri diam dalam kebungkaman.

" kurasa aku tak perlu menjawab apapun kyu, kau pasti tau apa yang yunho inginkan" sahut luhan menatap kyuhyun intens.

" kau bisa menolaknya, Lu...kau tau ini tidak benar, kita masih bisa mencari cara lain?!" balas kyuhyun menatap Luhan dalam.

" aku tau, tapi aku tidak bisa, dialah yang memberikan hidup padaku"

" hidup seperti monster, itukah yang kau maksud Lu, itu bukanlah kehidupan, kau...berubah menjadi bukan dirimu, apa ini kehidupan yang kau maksud dan kau inginkan?!" ujar kyuhyun dingin.

" tutup mulutmu, aku tak ingin mendengar apa-apa lagi darimu kyu?!" luhan mengeram berbahaya mulai terpancing seraya mengambil ancang-ancang untuk menyerang kyuhyun. Kyuhyun bergerak cepat menghindar dengan bersalto berputar ke belakang dan melakukan tendangan memutar ke arah kepala luhan membuat gadis yang lebih mungil darinya itu terpental.

" sayang sekali, kau bukanlah tandinganku Xi luhan" ucap Kyuhyun dingin menatap angkuh menuju ke arah luhan berada.

[~Lizz_L_L~]

Kibum mengendarai motor sportnya dengan kecepatan yang tidak wajar bahkan polisipun tak sanggup untuk mengejar dan menyamai kecepatan motor kibum yang melintas dan membela malam menuju ke kediaman kyuhyun, namun tak berapa lama kibum memelankan laju motornya seraya mengendus udara malam, seakan mengetahui jika aroma yang menguat di udara malam adalah aroma tubuh yang sangat familiar di Indra penciumannya. Aroma milik Kyuhyun.

" kyuhyun..." gumam kibum pelan membuat manik gelapnya benar-benar berubah menjadi kuning secara cepat. Kibum melajukan motornya ke asal aroma tubuh kyuhyun hingga membuatnya sampai di sebuah reruntuhan gedung yang terbengkalai beberapa tahun itu yang menunjukan kesan angker dan terasa mencekam.

Sementara itu terlihat kyuhyun telah di kepung oleh beberapa manusia terinfeksi yang masih sadar dan yang sudah nyaris menjadi mayat hidup dengan berbagai luka membusuk di tubuhnya, membuat kyuhyun sedikit kuwalahan melawan mereka sendirian, apalagi dengan kedatangan Junsu dan Yoochun belum lagi serangan membabi buta yang di lancarkan luhan padanya sejak tadi membuat kyuhyun terpojok. Bahkan saat ini kyuhyun tengah berusaha menahan serangan ketiga manusia terinfeksi yang masih sadar (luhan, Junsu dan Yoochun) membuatnya terpental jauh.

Tap

Tap

Tap

Sebelum tubuh kyuhyun benar-benar menghantam tembok kibum berlari dan menangkap tubuh kyuhyun dalam dekapannya membuat keduanya terjatuh namun tidak sampai menabrak tembok.

" kim kibum, sedang apa kau disini?!" tanya kyuhyun terkejut mendapati pemuda datar itu berada di tempat yang tidak semestinya.

" aku hanya mengikuti aroma tubuhmu kyu, siapa mereka? kenapa mereka menyerangmu?!" tanya kibum tanpa mengalihkan fokusnya dari ketiga manusia terinfeksi yang masih sadar.

" tidak...tidak...kau tidak boleh ada di sini pergi dari sini kibum, kau akan membuat nyawamu sendiri dalam bahaya, pergi dari sini?!" panik kyuhyun karena kibum tak menangapi apapun yang di ucapkan kyuhyun.

" baiklah aku akan pergi...setelah kita selesai dengan ini semua, aku perlu bicara denganmu kyu" ucap Kibum menatap kyuhyun yang mengeram karena sikap keras kepala kibum yang di rasa tidak pada tempatnya.

" jangan salahkan aku jika setelah ini kau akan berubah menjadi mayat, bodoh" ucap Kyuhyun menyerah.

Berdua akhirnya mereka memutuskan untuk melawan luhan, Junsu dan Yoochun secara bersamaan. Kyuhyun bahkan tak menyangkah jika kibum bisa sekuat itu sampai membuat Junsu dan Yoochun yang menjadi lawannya terdorong mundur dan kewalahan.

" aku tak menyangkah jika kau akan menjadi partner bertarungku, aku sedikit kagum pada kemampuan bela dirimu kim kibum" ucap Kyuhyun menyeringai kecil.

" kurasa kau belum sepenuhnya tau tentang diriku" balas kibum ikut menyeringai kemudian.

" siapa kau sebenarnya?!" tanya Junsu pada kibum.

" aku kim kibum, apa masih belum jelas kyuhyun memanggilku tadi, apa kau tuli?!" sahut kibum dengan nada sing a songnya, bernada santai dan teekesan sangat dingin di pendengaran junsu, berniat menantang Junsu.

" baumu...?!" ucap Yoochun mengantungkan kalimatnya di udara seraya mengendus udara berusaha mengumpulkan aroma tubuh kibum yang menguar di udara dalam Indra penciumannya.

" unik...apa kau spesimen baru pemerintah hah?!" tanya Yoochun menatap kibum intens, seolah tertarik.

" menurutmu, apa kau takut?!" tanya kibum dengan nada menantang tak terlihat sedikitpun rasa takut yang terpancar di kedua manik gelap kibum.

Kyuhyun menatap kibum intens, kyuhyun bahkan baru menyadarinya jika aroma tubuh kibum sedikit berbeda dari terakhir yang di ketahuinya, sekarang aroma tubuh kibum jauh lebih memabukan dari pertama mereka bertemu.

" aku benci dengan makhluk sombong sepertimu" ucap Junsu menatap kibum tajam dan mulai menyerangnya lagi. Meski kibum terlihat santai menghadapi mereka berdua tak dapat di pungkiri jika Junsu dan Yoochun adalah lawan yang berat untuk kibum.

" hei kyu...perhatikan pertarunganmu sendiri " bisik luhan yang datang menyerang serta melancarkan tendangan memutar namun dengan gesit kyuhyun dapat menghindar dan menahan kaki luhan dengan gerak cepat kyuhyun menangkap kaki luhan dan melempar tubuh kecil gadis mungil itu keras hingga menabrak tembok jauh di belakangnya. Mata kyuhyun melebar tatkala melihat Junsu berniat menyerang kibum dengan mengunakan besi karatan yang di temukannya entah di mana.

" kibuuummm..." jerit kyuhyun saat tanpa sadar iris selelehan karamel miliknya melihat sebuah besi panjang melesat tepat ke arah kibum dan menancap sempurna ke dalam perutnya hingga menembus ke ke punggung kibum, membuat pemuda datar itu terdiam dengan darah yang menyembur dari mulutnya dan ambruk seketika. Melihat itu kyuhyun berlari melesat cepat menahan tubuh kibum sebelum menyentuh tanah.

" tidak...tidak...jangan mati bangunlah" ucap Kyuhyun yang sudah duduk menahan kepala kibum seraya menepuk-nepuk pipi pemuda datar itu.

JDUAK...

BRAKk...

" uhg...uhuk..uhuk...sialan" kyuhyun mengerang saat luhan menendangnya hingga terpental dan menabrak tembok.

" khukhukhu...sayang sekali manusia itu sudah mati, jadi menyerahlah kyu, kami hanya butuh sample darahmu dan sedikit sample dari daging dan cairan otakmu juga, bukankah itu tidak sulit untukmu?!" ucap Junsu berdiri di depan kyuhyun seraya menjambak surai karamel kyuhyun.

" aarrrggghh...dalam mimpimu brengsek" kyuhyun meludah dan meninju wajah Junsu yang terkecoh oleh raut tak berdaya kyuhyun, namun dengan sigap Junsu dapat menghindar menarik kyuhyun kasar dan membantingnya ke tanah membuat kyuhyun menyemburkan darah segar dari mulutnya.

" sialan...kalian " bisik kyuhyun sedikit terbata. Saking asyiknya mereka menyiksa kyuhyun mereka bahkan tak menyadari jika kedua manik beda warna milik kibum telah terbuka. Kibum berdiri dalam diam menatap ke arah kyuhyun yang sedang di siksa dengan manik dua warnanya-emas dan merah darah-dengan gerakan pelan kibum menarik batangan besi keluar dari tubuhnya. Setelah sepenuhnya terlepas kibum memutar pelan dan mengambil ancang-ancang dan tanpa ragu melemparkannya tepat ke arah kepala Junsu membuat besi tajam itu sukses menembus kepalanya, membuat Junsu ambruk seketika.

" kalian terlalu bersenang-senang hingga melupakanku" ucap Kibum menatap dingin dan menyeringai kemudian. Luhan dan Yoochun terlihat terbelalak kaget saat melihat penampakan kibum yang bahkan bisa berdiri tegak dengan perut yang masih mengucurkan darah segar, bahkan wajahnya sama sekali tidak menampulkan rasa kesakitan saat lukanya terbuka semakin lebar.

Cepat kibum berlari ke arah Yoochun dan melesakan tinjunya kuat hingga bunyi retakan tulangnya terdengar di telinga kyuhyun yang masih terkejut dengan apa yang sebenarnya terjadi pada kibum dengan segala perubahannya yang sangat ekstrem dan terlihat luar biasa.

" apakah dia terinfeksi?! Dia terlalu kuat dan terlihat luar biasa dengan kemampuannya, dia nyaris seperti dirimu?!" gumam luhan pada kyuhyun yang berdiri dengan raut wajah syoknya.

" aku tidak tau, terakhir kali kulihat dia adalah manusia biasa Lu" sahut kyuhyun sama bingungnya.

" kurasa kau harus meneliti dia, tidak ada manusia yang masih bisa berdiri kokoh setelah di tusuk seperti itu" ucap Luhan pada kyuhyun. Bahkan kedua gadis itu tidak sadar jika tengah berdiskusi layaknya teman lama.

" kau benar, aku harus membawanya ke rumahku, kurasa baekhyun bisa menjelaskannya lada kita nanti setelah dia melakukan penelitian pada kibum" sahut kyuhyun serta menatap intens ke arah luhan.

" maukah kau membantuku Lu?!" tanya kyuhyun lagi.

" hah...sepertinya ini akan sulit, aku pasti akan terkena masalah dengan Yunho tapi apa boleh buat" ucap luhan pada akhirnya menyetujui usul kyuhyun.

" sebaiknya kau hentikan dia sebelum membunuh Yoochun dan semakin berakibat fatal ke depannya, aku tak mau berurusan dengan Yunho lebih jauh" ucap luhan masih dengan sikap tenangnya.

" kibummie, hentikan...ayo pergi dari sini" tanpa menunggu kyuhyun menyeret tubuh kibum dan menjauh dari area gedung tua itu di ikuti oleh luhan yang berlari di belakangnya.

[~Lizz_L_L~]

Tubuh mungil pemuda itu berlari di jalanan malam yang gelap dengan tergesah. Keringat menderas mengalir dari celah pori-porinya meluncur begitu saja dari dahinya efek ketakutan dan kecemasan yang berlebihan.

" Hosh...hosh..."

Pemuda mungil itu~byun baekhyun~menarik paksa pagar besi yang mengelilingi rumah bak kastil berhantu itu dengan sekali dorongan. Matanya melihat kesekelilingnya dan sedikit berkaca-kaca dengan jantung yang berpacu bagai sebuah meriam perang yang berdegung dengan letusan yang memekakan telinga, tanpa menunggu baekhyun berlari membuka pintu dan menutupnya dengan suara bantingan keras. Baekhyun berdiri memunggungi pintu dengan nafas tersengal tanpa sadar tubuhnya sudah merosot pelan hingga bersandar di pintu.

" sialan...sialan...harusnya aku tidak keluar, jantungku...sialan" umpat baekhyun dengan perasaan berkecamuk. Entah saat ini dia merasa ketakutan atau hal lain mengingat kejadian yang mengancam jiwa sekaligus mendebarkan tadi, saat dirinya bertemu dengan seorang manusia terinfeksi yang terlihat cukup seksi di matanya.

" Hoi...byun B ada apa?! Apa kau melihat sesuatu yang menyeramkan lagi?!" tanya luhan yang sudah berdiri dengan kedua tangan saling bertaut bersedekap di depan dada seraya menyenderkan tubuhnya di tembok, terlihat sangat santai sekali. Baekhyun terpekik untuk yang kesekian kalinya saat mendapati salah satu manusia terinfeksi lainnya berhasil masuk dan menyusup ke dalam rumahnya.

" Lu...luhan...apa yang kau lakukan di rumahku?! Ba~bagaimana kau bisa masuk kemari?!" cicit baekhyun panik dengan suara tertahan. Sungguh hari ini adalah hari luar biasa menakutkan dan mengejutkan untuk seorang byun baekhyun.

" menurutmu?!" jawab luhan kembali melemparkan tanya pada baekhyun, berteka-teki membuat pemuda mungil itu seketika menelan ludahnya gugup seakan mengerti apa yang di maksud Luhan adalah jika wanita cantik tapi lebih menyerupai iblis itu akan memakannya sebentar lagi.

Mata Baekhyun bergerak meliar, hanya satu orang yang terpikir di otaknya saat ini. "KYUHYUN" cari kyuhyun dan nyawamu akan terselamatkan.

" Nu~nnaa...kyuhyun nunnaaa" jerit baekhyun berlari ke arah tangga guna mencari keberadaan kyuhyun, baekhyun berharap jika kyuhyun sudah kembali ke rumahnya dan menyelamatkan nyawanya dari luhan saat ini, sungguh byun baekhyun sangat ketakutan.

" hoi...hoi...jangan kesana, hei...byun B..Tsk...astaga kenapa dia bersikap seperti itu setiap kali bertemu denganku" ucap luhan seraya mengerang frustasi.

" hei...aku sudah memperingatkanmu, byun B " teriak luhan agar suaranya di dengar oleh baekhyun yang bahkan sudah tak perduli dan berlari seperti orang kesetanan menjauh dari jangkauan luhan.

Baekhyun terus berlari di dalam lorong panjang itu mencari keberadaan kyuhyun, sesekali matanya bergerak liar menengok ke belakang berjaga-jaga siapa tau luhan akan menyerangnya tanpa suara. Baekhyun menetralkan nafasnya setelah sampai di depan pintu kamar kyuhyun. Namun gerakannya melambat karena mendengar sebuah erangan pelan dari dalam ruangan membuat Baekhyun membeku seketika.

" tidak...jangan katakan jika rumahnya sudah di serang oleh para manusia terinfeksi itu" batin baekhyun berteriak. Dengan tekad baekhyun membuka pintu kamar kyuhyun, meski dia harus mati setidaknya dia harus menolong nunanya.

Ceklek

1 detik

2 detik

3 detik

" eh...apa..." baekhhun membeku dengan tatapan horor melihat apapun yang di lakukan kyuhyun dengan seorang pemuda yang kini sedang bergumul seru di atas ranjang tanpa sehelai benangpun, mereka bercinta.

" sudah aku bilang jangan naik, kau sih tidak percaya" ucap Luhan yang entah kapan tiba-tiba datang dan berdiri di samping baekhyun, menutup pintu kamar yang terbuka itu seraya mengambil alih jemari baekhhun dan menyeret pemuda Linglung itu menjauh dari kamar kihyun couple dengan wajah yang memerah sempurna.

" itu...kyuhyun nuna...mereka...bagaimana...hahaha...apa yang mereka lakukan...hahaha...astaga...aku bingung sungguh, itu kibum hyungkan, astaga dia bisa tertular, ini terlalu...aku..." racau baekhyun tertawa seperti orang gila seraya melakukan gerakan jari yang terlihat aneh sambil berputar-putar tak jelas dan pingsan setelahnya.

" Astaga..." Luhan mendesah frustasi dan menyeret tubuh ringan pemuda mungil itu.

Sungguh berterima kasihlah pada Tuhan karena jantung seorang byun baekhyun tidak terbuat dari kue atau bukan buatan tangan manusia kalau tidak mungkin sudah sejak tadi baekhyun akan mengalami gagal jantung saking mengejutkannya kejadian yang di alami seharian ini.

TBC