Tittle :
Welcome at Night
Cast :
Kim Kibum x Cho Kyuhyun.
Genre :
AU, fantasy, romance (genre bisa berubah-ubah sesuai mood lizz) #digaplok_
Warning :
GS, bahasa tidak baku dsb, hati-hati typo(s) masih ada harap maklum.
Summary :
kibum bertemu dengan yeoja aneh yang menyeretnya kedalam ketidak normalan yang bahkan sulit untuk di percayainya/"cih...menyebalkan"/"Welcome at Night"/ Desember Ceria Kihyun.
Don't Like Don't Read That Simple
.
.
.
Happy Reading ^^
.
.
.
[~Lizz_L_L~]
Kyuhyun melirik Kibum yang hanya diam dan duduk di samping ranjangnya dengan tenang, bahkan sama sekali tak terdengar erangan rasa sakit yang keluar dari mulutnya Lantara luka tusuk yang di terimanya beberapa waktu yang lalu, sungguh Kyuhyun bahkan tak menyangkah jika Kibum masih bisa berdiri normal setelah apa yang dia alami.
"Buka kaosmu, aku akan mengobati lukamu Kibum" ucap Kyuhyun pada akhirnya berjalan mendekati Kibum dengan kotak p3k di tangannya. Kibum menatap Kyuhyun sejenak, entah apa maksud tatapan itu yang membuat Kyuhyun langsung merasa tidak nyaman.
"Apa ada sesuatu di wajahku?!, kenapa menatapku seperti itu?!" tanya Kyuhyun balas menatap Kibum dengan dahi yang mengernyit.
"Tidak ada!" balas Kibum penuh ke ambiguan dan melepas kaosnya begitu saja memperlihatkan luka tusuk mengerikan tepat di tengah-tengah perutnya. Kyuhyun mengamati dengan heran.
"Aku tidak mengerti~harusnya kau sudah mati setelah mereka menusukmu seperti ini, bahkan luka ini tembus hingga ke belakang tubuhmu" heran Kyuhyun menatap Kibum yang mengangkat bahunya acuh mendengar penuturan Kyuhyun. "Hei~" Kyuhyun terpekik kaget saat melihat punggung Kibum dan menatap tajam Kibum setelahnya. "Katakan padaku kau siapa?!" tanyanya dengan nada tajam penuh dengan kewaspadaan.
"Aku Kibum, bukankah kau juga sudah tau itu!" jawabnya dengan nada datar.
"Kau bukan manusia, katakan siapa kau sebenarnya dan apa maumu?!" tanya Kyuhyun berdiri dan sedikit mengeluarkan sikap waspadanya.
"Aku manusia asal kau tau!" jawab Kibum memutar bola matanya malas melihat reaksi berlebihan Kyuhyun.
"Tidak kau bukan manusia, mana mungkin ada manusia normal yang sepertimu, bahkan luka tusuk yang seharusnya ada di punggungmu menghilang, cara penyembuhan dan regenerasi yang begitu cepat bukanlah contoh dari manusia normal" desis Kyuhyun menatap tajam Kibum.
Kibum mendesah dan berdiri menghampiri Kyuhyun memenjarakan Kyuhyun di antara dirinya dan tembok. "Harusnya aku yang bertanya padamu, apa yang kau lakukan padaku hingga membuatku menjadi seperti ini?!" bisik Kibum seduktif di telinga Kyuhyun. Kibum menjauhkan wajahnya dan menatap iris selelehan caramel milik Kyuhyun yang membulat tak mengerti, sebelum sempat Kyuhyun menjawab Kibum kembali mendekatkan wajahnya ke arah wajah Kyuhyun dan melumat bibir tebal semerah darah miliknya. Serangan Kibum yang mendadak itu tak mampu untuk di hindari oleh Kyuhyun. Ciuman yang terasa menakjubkan dan memabukan membuatnya melayang dalam sekejap.
"Kyu aku sudah memeriksa~astaga" ucapan Luhan terhenti lantara melihat pemandangan yang tersaji tepat di depan matanya, Luhan berdecih lirih "setidaknya tutup pintu dulu, baka" ucap Luhan membanting pintu agar tertutup dan berlalu dengan gerutuan di bibir mungilnya.
Kedua makhluk itu bahkan tak terpengaruh meski telah di pergoki oleh Luhan. Kyuhyun menjauhkan wajahnya dengan nafas yang memburu bahkan tangannya kini mulai mencengkeram erat leher dan surai pemuda tampan itu "kau benar-benar membuatku gila Kim Kibum" ucap Kyuhyun dengan gairah yang terpancar dari dalam kedua iris caramelnya. Setelah mendengar ucapan Kyuhyun, Kibum kembali menarik gadis itu dan kembali melumat bibir semerah plum itu dengan lebih dalam. Kibum mengangkat tubuh Kyuhyun dan berjalan menuju ke tempat tidur dengan bibir yang masih saling bertaut dan lidah yang saling membelit. Kibum menghempaskan tubuh Kyuhyun ke atas ranjang dan mulai menindinya.
"Kau bahkan membuatku lebih gila lagi, Kyu" ucap Kibum serak penuh penekanan seraya menjilat dan memberikan beberapa tanda merah di leher Kyuhyun yang membuat gadis itu mendesah keras hanya dengan sentuhan kecil yang Kibum berikan padanya. Kyuhyun menarik kepala Kibum mensejajarkan dengan kepalanya dan menatap manik gelap itu dengan lebih intens.
"Apa perutmu tidak apa-apa jika kita melakukannya?!" tanya Kyuhyun dengan nada sedikit kekhawatiran dalam suaranya. Bahkan Kyuhyun seperti kehilangan otaknya saat menanyakan hal yang seharusnya tak boleh di lakukannya pada manusia.
"Apa yang kau khawatirkan, bahkan jika luka ini mengkhawatirkan harusnya aku sudah mati beberapa jam yang lalu karena kehabisan darah tidakkah menurutmu aku sama sepertimu?!" tanya Kibum seraya menelanjangi Kyuhyun tanpa menuai protes gadis itu. Kyuhyun mendesah saat Kibum dengan beraninya menarik bra warna hitam milik Kyuhyun dengan mengunakan mulutnya hingga tanpa sengaja mengigit puting yang sudah menengang di baliknya.
"Jadi apa yang kau tunggu?!" ujar Kyuhyun menantang, mendengar ucapan Kyuhyun, Kibum menyeringai dan kembali menyerang bibir Kyuhyun dengan tangan kanannya yang meremas salah satu payudara milik gadis itu yang kembali meloloskan erangan nikmat.
[~Lizz_L_L~]
Baekhyun berlari kencang dengan nafas yang memburu, niat awalnya dia hanya ingin mencari keberadaan Kyuhyun yang menghilang begitu saja dari pandangannya namun siapa yang menyangkah jika dirinya malah harus berhadapan dengan beberapa demon haus darah yang mengejarnya karena mencium aroma tubuh Baekhyun. Bahkan aroma busuk demon-demon itu mulai membuat perut Baekhyun mual, dan demi keidiotan Patrick star kenapa Baekhyun malah melangkahkan kakinya memasuki gang sempit dan membuatnya berakhir dengan menemui jalan buntu.
"Sial~hosh...hosh..." ucap Baekhyun dengan kedua netra coklatnya yang menjelajahi sekitarnya dengan penuh kepanikan mencoba mencari jalan lain agar dirinya bisa lolos dari kejaran beberapa demon yang berlari dan mulai mendekatinya.
"Apa yang harus aku lakukan?!" gumamnya dengan detak jantung yang bertalu-talu takut hingga membuat netra coklatnya mulai di penuhi kystal bening. Sungguh Baekhyun sangat takut.
"Untuk saat ini setidaknya aku harus bertahan hidup lebih dulu" gumam Baekhyun nyaris terisak kemudian meraih sebuah besi kecil Sebagai bentuk pertahanan diri hingga membuat pemuda manis itu mengerang frustasi karena hanya benda itu saja yang dapat dia temukan di gang sempit itu.
"Mendekat~mereka mendekat, matilah aku~nuna kau ada di mana?!" jerit Baekhyun dalam hati penuh dengan keputusasaan.
"Gyaaaaaa..." jerit Baekhyun sekuat tenaga berniat melawan, mereka yang sangat banyak berdatangan dari setiap penjuru.
Klontang
Besi yang di pegang Baekhyun terlempar dua meter di depannya dengan dirinya yang jatuh terduduk akibat kibasan salah satu demon yang kini mengeram marah kearahnya "Hosh~hosh~aku akan mati" tanpa sadar kystal bening itu sudah menetes dari balik lembaran bulu matanya, sudah cukup rasanya, kalin ini mungkin Baekhyun tidak akan selamat.
Beberapa demon mulai mendekati Baekhyun, sementara Baekhyun menutup kedua matanya dengan pasrah.
"Mungkin ini akhir dari hidupku, maafkan aku nuna jika aku berakhir di sini karena kenodohanku" bisik Baekhyun dalam hati hingga bunyi suara keras benda terjatuh dan menabrak tembok terdengar dalam pendengarannya.
Dengan sedikit keberanian Baekhyun membuka matanya, sedikit tertegun karena mendapati sesosok pemuda dengan surai hitamnya yang berdiri menjulang tepat di depannya, si pelaku utama yang membuat beberapa demon terdorong mundur, bahkan penampakannya terlihat sangat tenang dan terlihat kokoh saat mendapati banyaknya jumlah demon yang ada di depannya.
"Bangunlah jika kau tidak ingin mati disini?!" suara berat itu sejenak membuyarkan lamunan Baekhyun. Cepat-cepat Baekhyun berdiri dengan sikap waspada menatap pemuda itu yang bergerak lincah menyerang dan memisahkan beberapa tubuh para demon, bahkan Baekhyun sempat membulatkan matanya tidak percaya melihat kekuatan dan basik pemuda itu yang terlihat menakjubkan di matanya. lihat saja raut wajah tenang tak berekspresi miliknya saat menghadapi demon-demon itu.
Para demon itu mengeram sesaat sebelum menghilang di kegelapan sepertinya mereka tau jika mereka tidak akan menang melawan sosok sempurna yang terlihat menakjubkan di depannya. Mungkin insting mereka mengatakan jika makhluk tampan yang ada di depannya itu jauh lebih kuat dan mengerikan di banding mereka dan hal itu Pula yang membuat Baekhyun sedikit menelan ludahnya keluh, baru saja sedetik yang lalu dia sudah bernafas dengan lega karena sudah terbebas dari kejaran para demon kini dia malah di hadapkan dengan makhluk yang bahkan terlihat jauh lebih kuat hingga membuat para demon itu memutuskan untuk pergi dan tak berurusan dengannya,
Glup
Baekhyun menelan ludahnya lagi gugup dan melangkah mundur mengambil langkah mundur saat wajah tampan adonis milik pemuda itu dengan manik coklatnya yang tajam mulai menatap Baekhyun yang membuat persendian Baekhyun serasa melemas.
"Pergilah~" ucap pemuda itu dengan suara beratnya menyuruh Baekhyun pergi begitu saja. Tanpa membuang waktu Baekhyun melesat pergi dan berlari cepat menghindar sejauh mungkin dari hadapan pemuda itu.
"tidak biasanya kau membiarkan mangsa empuk sepertinya kabur begitu saja, Kris" tanya sesosok bayangan gelap yang muncul di belakang pemuda yang di panggil Kris itu. Sebenarnya Kris cukup bingung dengan sikapnya sendiri bahkan tatapan matanya tak teralihkan dari sosok mungil yang telah menghilang beberapa saat yang lalu.
"Kita pergi Chan" jawab Kris tanpa menjawab pertanyaan Chanyeol, membuat si sosok bayangan gelap itu mendengus mendengar jawaban Kris yang di rasa sangat tidak memuaskannya.
[~Lizz_L_L~]
Baekhyun terus berlari seperti seorang yang kesetanan, bahkan dia mengabaikan tatapan dan gumaman protes beberapa orang yang di tabraknya di jalanan itu.
"Taksi~" jerit Baekhyun lantang menghentikan sebuah taksi dan memasuki mobil itu cepat. Sungguh rasanya Baekhyun tidak memiliki jantung lagi saat mengalami kejadian itu.
Deg
Deg
Deg
Baekhyun meraba dadanya yang seolah menghentak-hentak keras.
"Siapa dia sebenarnya?!" tanya Baekhyun pada dirinya sendiri. Bahkan Baekhyun tidak menyangkah jika pemuda itu melepaskannya dengan mudah dan membiarkannya pergi begitu saja. Baekhyun terdiam mencoba untuk tidak terkaku memikirkannya untuk kali ini dia masih hidup itulah yang terpenting.
"Maaf sudah sampai tuan" ujar sang supir taksi menatap Baekhyun dengan ekspresi anehnya. Baekhyun tersadar dan mengumam tidak jelas sebelum merogoh saku jaketnya dan memberikan uang pada sang supir taksi. Baekhyun turun dengan ekspresi waspada, Baekhyun menoleh ke kiri dan ke kanan dan menatap ke arah jalan setapak yang ada di depannya dan pemuda mungil itu kembali mengerang pasalnya perlu beberapa waktu hingga dia bisa mencapai rumahnya dengan cepat.
"Haaaa~" Baekhyun menghirup dan menghembuskan nafasnya dengan keras mengambil ancang-ancang dan berlari sekuat tenaga yang dia mampu agar bisa mencapai rumah kastilnya dengan cepat. Baekhyun masih sedikit khawatir jika ada seseorang yang ataupun para demon yang kembali menyerangnya meski ini masih sore namun karena mendung membuat jalan menuju rumahnya semakin terlihat mengerikan.
Akhirnya bangunan kuno dengan arsitektur bergaya Eropa dengan campuran mediteranian itu tampak di kedua bola matanya, Baekhyun semakin mempercepat laju larinya.
"Sedikit lagi bertahan Baekhyun" ucapnya menyemangati dirinya sendiri dengan tergesah Baekhyun membuka pintu pagar tanpa mengunci dan berlari tergesah menuju pintu rumahnya membukannya kasar dalam sekali hentakan dan membantingnya keras. Keringat banyak bercucuran di kening Baekhyun dengan jantung yang nyaris mengelinding kemana-mana, Baekhyun menghembuskan nafasnya lega, syukurlah dia bisa kembali ke rumahnya dalam keadaan selamat.
" Hoi...byun B ada apa?! Apa kau melihat sesuatu yang menyeramkan lagi?!" tanya Luhan yang sudah berdiri dengan kedua tangan saling bertaut bersedekap di depan dada seraya menyenderkan tubuhnya di tembok, terlihat sangat santai sekali. Baekhyun terpekik untuk yang kesekian kalinya saat mendapati salah satu manusia terinfeksi lainnya berhasil masuk dan menyusup ke dalam rumahnya.
" Lu...luhan...apa yang kau lakukan di rumahku?! Ba~bagaimana kau bisa masuk kemari?!" cicit baekhyun panik dengan suara tertahan. Sungguh hari ini adalah hari luar biasa menakutkan dan mengejutkan untuk seorang Byun Baekhyun.
" menurutmu?!" jawab Luhan kembali melemparkan tanya pada Baekhyun, berteka-teki membuat pemuda mungil itu seketika menelan ludahnya gugup seakan mengerti apa yang di maksud Luhan adalah jika wanita cantik tapi lebih menyerupai iblis itu akan memakannya sebentar lagi.
Mata Baekhyun bergerak meliar, hanya satu orang yang terpikir di otaknya saat ini. "KYUHYUN" cari kyuhyun dan nyawamu akan terselamatkan.
" Nu~nnaa...Kyuhyun nunnaaa" jerit baekhyun berlari ke arah tangga guna mencari keberadaan Kyuhyun, Baekhyun berharap jika Kyuhyun sudah kembali ke rumahnya dan menyelamatkan nyawanya dari Luhan saat ini, sungguh Byun Baekhyun sangat ketakutan.
" hoi...hoi...jangan kesana, hei...Byun B..Tsk...astaga kenapa dia bersikap seperti itu setiap kali bertemu denganku" ucap Luhan seraya mengerang frustasi.
" hei...aku sudah memperingatkanmu, Byun B " teriak luhan agar suaranya di dengar oleh Baekhyun yang bahkan sudah tak perduli dan berlari seperti orang kesetanan menjauh dari jangkauan Luhan.
Baekhyun terus berlari di dalam lorong panjang itu mencari keberadaan Kyuhyun, sesekali matanya bergerak liar menengok ke belakang berjaga-jaga siapa tau Luhan akan menyerangnya tanpa suara. Baekhyun menetralkan nafasnya setelah sampai di depan pintu kamar kyuhyun. Namun gerakannya melambat karena mendengar sebuah erangan pelan dari dalam ruangan membuat Baekhyun membeku seketika.
" tidak...jangan katakan jika rumahnya sudah di serang oleh para manusia terinfeksi itu" batin Baekhyun berteriak. Dengan tekad Baekhyun membuka pintu kamar Kyuhyun, meski dia harus mati setidaknya dia harus menolong nunanya.
Ceklek
1 detik
2 detik
3 detik
" eh...apa..." Baekhyun membeku dengan tatapan horor melihat apapun yang di lakukan Kyuhyun dengan seorang pemuda yang kini sedang bergumul seru di atas ranjang tanpa sehelai benangpun, mereka bercinta. Saling mengerang dan bergerak liar dengan desahan erotis yang lolos begitu saja dari mulut mereka yang saling melumat.
" sudah aku bilang jangan naik, kau sih tidak percaya" ucap Luhan yang entah kapan tiba-tiba datang dan berdiri di samping Baekhyun, menutup pintu kamar yang terbuka itu seraya mengambil alih jemari dingin Baekhyun dan menyeret pemuda Linglung itu menjauh dari kamar kihyun couple dengan wajah yang memerah sempurna. Baekhyun terdiam membeku bahkan masih segar dalam otaknya bagaimana erotisnya Kibum yang bergerak cepat di atas tubuh nunanya dengan desahan terdengar membakar sekujur tubuhnya tanpa ampun dan tanpa sensor terus terulang di otaknya yang tiba-tiba terasa mengosong sesaat karena terkejut.
" itu...Kyuhyun nuna...mereka...bagaimana...hahaha...apa yang mereka lakukan...hahaha...astaga...aku bingung sungguh, itu kibum hyungkan, kenapa dia bisa ada di sana~ astaga dia bisa tertular, ini terlalu...aku..." racau Baekhyun tertawa seperti orang gila seraya melakukan gerakan jari yang terlihat aneh sambil berputar-putar tak jelas dan pingsan setelahnya.
" Astaga..." Luhan mendesah frustasi dan menyeret tubuh ringan pemuda mungil itu.
[~Lizz_L_L~]
Rahang Kibum mengertat dan mengeram bersamaan saat dirinya telah sampai pada puncak orgasmenya. Kibum menatap intens wajah gadis di bawahnya yang terlihat berkilau itu sampai saat tatapan matanya mengabur dan berakhir dengan dirinya ambruk di atas tubuh Kyuhyun.
"Kibummie~yak~Kim Kibum~" teriak Kyuhyun sedikit panik karena tidak mendapat jawaban apapun dari Kibumnya yang masih diam tak bergerak di atas tubuhnya. Kyuhyun menggulingkan tubuh Kibum ke arah samping dan memutus penyatuan mereka. Rahang Kyuhyun mengeras karena melihat banyaknya darah yang kembali mengucur deras dari dalam perut Kibum yang terluka. "Sial~sebenarnya apa yang terjadi denganmu Kibum" tanya Kyuhyun panik dan segera melompat untuk mengambil kotak P3k yang terjatuh dan tercecer di lantai. Segera saja Kyuhyun melakukan pertolongan pertamanya dan menghentikan pendarahan pada perut Kibum dan mengolesinya sebuah obat hasil penemuannya dengan Baekhyun setelahnya Kyuhyun membungkusnya dengan perban kain kasa. Memakaikan celana seadanya pada pemuda telanjang itu. Kyuhyun menatap Kibum lekat dengan berbagai spekulasi yang terlintas di otaknya. "Ini rumit tapi aku harus menanyakan hal ini pada Baekhyun!" ucap Kyuhyun pada dirinya sendiri masih melihat Kibum dengan tatapan meneliti. Dia turun dari ranjang dan mengenakan celana dalamnya dan sebuah kaos bersih dari dalam lemari tanpa mau repot untuk memakai bra. Kemudian Kyuhyun berlari ke arah pintu keluar menuju koridor mencari keberadaan Baekhyun atau Luhan.
"Lu~Bacon kalian ada di mana?!' teriak Kyuhyun berlari membuka satu pintu ke pintu yang lainnya. " sial~kemana mereka sebenarnya, ah~god, bagus Kyu kau meninggalkan Baekhyun berkeliaran di luar sana sendirian, sialan" jerit Kyuhyun frustasi karena dia tau jika Baekhyun tengah membuntutinya sejak tadi dan kini keberadaan Baekhyun bahkan tak bisa di endusnya. Cepat Kyuhyun berlari menuju pintu utama berniat mencari Baekhyun saat sebelum sebuah suara meneriakkan dan memanggil namanya.
"Oi~Kyu, kau mau kemana?!"
"God~Lu aku harus mencari Baekhyun sekarang?!"
Luhan mengernyit melihat penampilan Kyuhyun. "Dengan pakaian seperti itu?!" tanya Luhan menatap penampilan Kyuhyun dari atas ke bawah.
Sial, bahkan Kyuhyun lupa jika dirinya saat ini hanya memakai celana dalam dan sebuah kaos tanp bra. Kyuhyun menepuk dahinya keras. Dan berlari ke arah tangga berniat mengambil pakaiannya yang tersisa.
"Hei~idiot Baekhyun ada di sini?!" ucap Luhan menghentikan langkah kaki Kyuhyun, "dia pingsan gara-gara melihatmu bercinta secara live dengan Kibum" ucap Luhan santai menautkan kedua lengannya di atas dada seraya bersandar di pintu dapur.
"Bercinta~Baekhyun melihatku?!" tanya Kyuhyun bodoh seraya menunjuk dirinya sendiri sementara Luhan hanya mengangguk pasti. "Damn, jadi yang membuka pintu kamarku adalah Baekhyun?!" tanya Kyuhyun setengah menjerit dan Luhan kembali mengangguk. "Lain kali jika kau ingin melakukan hal tidak benar pastikan pintu kamarmu terkunci, baka" ujar Luhan dengan tatapan malas. "Kemarilah Baekhyun ada di sini?!" ajak Luhan tanpa di suruh dua kali Kyuhyun melesat cepat melewati Luhan memasuki dapur.
"Baekki~kau sudah sadar, ah~syukurlah" ucap Kyuhyun ceria melihat Baekhyun yang sedang mengompres wajahnya dengan air hangat.
"Yak~nuna apa yang kau lakukan dengan Kibum, kau tau bahkan ciuman saja bisa membuatnya tertular apa kau bodoh" sembur Baekhyun menghempaskan kain kompresnya dan menatap Kyuhyun marah.
"Yeah~itulah Cho Kyuhyun" sahut Luhan dengan nada mengejek dan di hadiahi tatapan mematikan milik Kyuhyun namun Luhan tidak perduli dan tetap acuh.
Kyuhyun berjengkit kaget saat melihat ekspresi wajah murka adik kecilnya itu.
"Tunggu sebelum kau memarahiku dengarkan aku dulu oke" ucap Kyuhyun dengan tangan terangkat berusaha menghadang pukulan Baekhyun yang siap melayang kapan saja kearahnya.
"Ada yang aneh dengan Kibum dan kau harus memeriksanya!" ucap Kyuhyun.
"Ya Tuhan, efectnya terlalu cepat sudah kuduga jika~" ucapan Baekhyun terpotong karena Kyuhyun kembali berkata.
"Tidak Baekki. Dia sudah aneh sebelum aku tidur dengannya kau bisa bertanya pada Luhan jika tidak percaya, dia~seolah berubah bukan menjadi dirinya sendiri, waktu itu aku bertarung dengan Junsu dan Yoochun dan Kibum berada di sana dia menolongku dan ikut memasuki pertarunhan, bahkan dia telah tertusuk di perutnya hingga tembus ke punggung namun yang lebih mengejutkan adalah dia tidak sekarat ataupun mati, dia bangkit berdiri dan bahkan bisa mencabut besi yang menusuk perutnya sendiri, dia juga berhasil mengalahkan Junsu dan Yoochun, dan waktu aku mengobatinya, luka di punggungnya tertutup dengan sendirinya dalam waktu singkat dan luka di perutnya terlihat baik-baik saja."
"Kurasa memang Kibum bukanlah manusia sempurna, aju sedikit mencium aroma Demon dalam tubuhnya dan sedikit aroma aneh, entahlah aku tidak bisa memastikannya, kurasa ada sesuatu yang terjadi dengan tubuh Kibum sebelumnya" tambah Luhan mengeluarkan spekulasinya seraya menatap Baekhyun.
"Dan sewaktu kami selesai melakukannya dia ambruk dengan luka yang terbuka kembali dengan darah yang terasa seperti aroma darah milik manusia, aromanya tubuhnya kembali seperti saat pertama aku bertemu dengannya" lanjut Kyuhyun.
"Dimana dia sekarang?!" tanya Baekhyun dengan raut wajah serius.
"Ada di kamarku"
Baekhyun bangkit berdiri dan berjalan mendahului Kyuhyun dan Luhan keluar dari dapur sebelum berbalik dan menatap Kyuhyun dengan tatapan datarnya.
"Nuna~benahi dulu pakaianmu astaga, kau ini wanita" ucap Baekhyun tak habis pikir dengan kelakuan Kyuhyun.
Kyuhyun menatap dirinya sendiri dan seakan tersadar. "Kau terlihat benar-benar berantakan sekali Kyu, aku akan menyusul Baekhyun" sambung Luhan seraya melenggang pergi dengan gerakan anggun.
"Hah~apa salahnya aku hanya terlalu panik tadi, Tsk~" ucap Kyuhyun membela dirinya sendiri dan menunduk menatap dadanya sendiri dengan puting yang mencuat di dalam kaos tipisnya dan sebuah celana dalam transparan berwarna hitam yang di kenakannya.
"Astaga~aku benar-benar terlihat menyedihkan" desah Kyuhyun dan bergegas kembali ke dalam kamarnya untuk membersihkan dirinya serta menganti pakaiannya dengan pakaian layak.
TBC
Big thanks untuk kalian semua yang telah setia membaca, menunggu, mereview, memfollow dan memfavoritkan FF ini.
