Before...
"Entah kenapa aku tidak percaya padamu." Sungmin memandang Kyuhyun curiga.
"Oh ayolah... yang penting sekarang aku tidak apa-apa. Kau tidak perlu khawatir seperti itu."
Kontan Sungmin terdiam. "Aku... aku tidak khawatir," ujar Sungmin kembali pada nada dinginnya. "Aku hanya takut tiba-tiba kau mati di sini. Itu pasti akan sangat merepotkanku."
Kyuhyun mendesah berat. "Susah kalau berbicara pada orang yang memiliki sifat gengsi sepertimu. Akui sajalah, Minimin. Aku tidak keberatan kok." Lelaki itu mengedipkan matanya beberapa kali dengan cepat. Hal ini semakin membuat Sungmin kesal.
"Namaku bukan Minimin! Aku ini SUNGMIN. Dan sekali lagi kau menggodaku, hidupnya akan berakhir, Kyuhyun!"
Kyuhyun terkekeh mendengar ancaman itu. Ia sangat tahu jika Sungmin hanya menggertak. Gadis itu tak mungkin melakukan hal tersebut. Karena Sungmin bukanlah seorang yang berkepribadian jahat. Memang ia ganas dan dingin dalam waktu yang bersamaan. Tapi Kyuhyun yakin Sungmin memiliki sesuatu di dalam dirinya.
Yahh... Gurunya yang manis itu memang sangat misterius. Sialnya, Kyuhyun makin menyukainya.
**Jlee137**
JOURNEY FOR A REMEMBRANCE
Cast:
CHO KYUHYUN
LEE SUNGMIN
Others (Coming Soon)
Genre:
Fantasy
Romance
Adventure
Rating:
Teen (T)
Summary:
Tentang kisah seorang lelaki yang tiba-tiba datang ke sebuah pedesaan, tapi sayangnya ia kehilangan ingatannya. Bagaimana jika lelaki itu bertemu dengan sesosok gadis misterius yang menyimpan masa lalu yang kelam, seorang gadis dingin dan sama sekali tak memiliki sisi ramah, Lee Sungmin./"... Bagaimana kalau kau kita panggil Kyuhyun?" ; "Kyuhyun? Bagus juga..."/
Disclaimer:
This story is mine, but the casts are ours. Kisah ini terinspirasi pada sebuah game yang bernama "Harvest Moon" :)
Okey, happy reading...
.
.
.
Sunyi dan santai. Seseorang berdiri sambil menghadap pohon besar di depannya dengan mata tertutup. Seolah dia sedang menikmati udara sejuk yang ada di sekitar pohon itu. Salah satu tangannya tergerak untuk menyentuh batang pohon tersebut. Terdapat goresan-goresan yang membentuk sebuah kalimat di sana.
"Apakah Demon Knight telah menunjukkan keberadaannya?" Tanya orang tersebut pada seorang yang lain yang sejak tadi berada di dekatnya.
"Maaf, Lord. Sejak awal Demon Knight tak pernah memperlihatkan wajahnya. Apalagi ini sudah 4 tahun lamanya. Kemungkinan dia telah merubah penampilannya."
"Kau benar. Tepat sehari setelah kejadian di panggung eksekusi itu, Demon Knight menghilang secara tiba-tiba. Kita tidak bisa membiarkannya. Iya kan, Zhoumi?"
Sontak lelaki lain yang tengah berjalan dari kejauhan menoleh saat namanya disebut. Ia tak tahu apa yang orang yang dipanggil Lord dengan pengawal pribadinya itu bicarakan. Setelah menunjukkan seringaiannya, Zhoumi segera mendekati lelaki paruh baya itu.
"Maksudnya Demon Knight, Lord? Tentu saja. Demon Knight adalah aset berharga yang kita miliki. Bagaimanapun caranya, dia harus kita temukan. Jika kau tidak ingin ramalan dari seorang peramal di masa lalu menjadi kenyataan." Zhoumi menyilangkan kedua tangannya sambil bersandar di pohon lain yang letaknya dekat dengan pohon besar tadi.
Seseorang yang dipanggail Lord itu tersenyum. "Ancaman itu masih berlaku hingga kini, Zhoumi. Jika kita tetap menahan wanita itu di sini, Demon Knight tak akan bisa berkutik. Cepat atau lambat dia akan segera kembali."
"Kupikir juga begitu."
Sepasang sayap berwarna campuran antara hitam dan putih tiba-tiba muncul di punggung Zhoumi. Berbagai bentuk ukiran aneh terselip di antara bulu-bulu yang tampak bercahaya itu. Zhoumi yang tadinya bersandar, kini mulai melangkah melewati sebuah gerbang besar. Tak lama kemudian, dengan kecepatan kilat lelaki itu terbang ke atas untuk memperhatikan segala sesuatu yang terjadi di setiap daerah.
"Dia selalu seperti itu. Hahahahaha..."
Lelaki paruh baya itu tertawa layaknya habis menonton tontonan komedi. Seolah tak ada sedikitpun dosa yang ia ingat. Atau bahkan ia memang tak pernah mempedulikannya.
**Jlee137**
KRASSHH! SRETT... SRETT! WUUSSHH!
Sungmin mendesah malas. "Kau benar-benar merepotkanku, Kyuhyun."
Gadis itu mengamati beberapa monster yang kini tergeletak tak berdaya, mungkin beberapa detik lagi mereka akan berubah menjadi koin emas. Sungmin mengembalikan pedangnya pada tempat di punggungnya. Ia lalu melihat Kyuhyun dengan pandangan datar. Namun tak ada yang tahu betapa kesal hatinya saat ini.
"Ah... ma-maaf. Aku tidak akan mengira jika para burung ini akan bergerak selincah itu. Jadi... jadi aku tidak menggunakan seluruh kekuatanku," ujar Kyuhyun memberi alasan yang tak sepenuhnya benar.
Sungmin memandangnya dengan alis berkerut. "Kau tidak menggunakan seluruh kekuatanmu? Cih! Jangan membuatku tertawa, Kyuhyun."
"Tapi itu kenyataannya."
"Ya... ya... ya. Sama seperti tadi. Kau jalan di depan. Untuk selanjutnya, coba kau kerahkan SELURUH kekuatanmu saat melawan monster selanjutnya." Sungmin sengaja menekankan kata "Seluruh" dalam kalimatnya.
Kyuhyun hanya bisa menghela nafas berat. Mau bagaimana lagi? Ini semua demi ingatannya. Dan juga... ia tak bisa membiarkan begitu saja tindak diskriminasi yang dilakukan orang-orang aneh itu di rumah Keluarga Lee malam kemarin.
Tak terasa mereka berdua telah berjalan memasuki hutan sejauh ini. Beberapa rute kosong juga telah mereka lalui. Tapi tak ada yang tahu sampai kapan mereka akan terus berjalan, kecuali jika kau bersama dengan orang yang paham benar tentang seluruh hutan Raven.
"Seluruh hutan yang ada di tempat ini sering dikenal sebagai hutan yang tak memiliki ujung."
Kyuhyun mengernyitkan alisnya. "Bagaimana bisa begitu?"
"Karena ada suatu tempat. Paling rahasia, paling terpencil, namun juga paling berjaya yang letaknya berada di wilayah paling ujung hutan. Dengan kata lain, setiap hutan di sini berujung pada satu titik. Itulah tempat dimana para makhluk bersayap indah tinggal. Bangsa Phoenix."
"Jadi maksudmu tempat itu... tunggu! Kau bilang bersayap indah?" Sungmin mengangguk
Seketika ingatan Kyuhyun melayang pada seekor burung berbulu indah yang kadang ia lihat tengah terbang. Seekor burung berbulu hitam mengkilat yang dipadukan dengan warna ungu cerah. Apakah burung itu merupakan bangsa Phoenix?
"Jelaskan padaku bangsa Phoenix itu seperti apa. Tolonglah..."
Kali ini gantian Sungmin yang mengernyitkan dahinya. "Nanti saja. Aku sedang malas. Lagipula mereka juga tak ada hubungannya denganmu."
Kyuhyun menghentikan langkahnya lalu menatap Sungmin. Otomatis gadis itu juga melakukan hal yang sama. Tampak sekali raut wajah melas yang Kyuhyun berikan. Gadis dua pedang itu menghela nafas berat. Ia lanjut berjalan tanpa menghiraukan Kyuhyun. Tentu laki-laki itu pantang menyerah. Ia masih berada di depan, memandang Sungmin, sambil berjalan mundur. Hal yang cukup berbahaya. Bagaimana jika tiba-tiba ada jurang di belakang Kyuhyun? Itu malah makin merepotkan bagi Sungmin.
Dukk!
Kyuhyun merasa punggungnya telah menabrak sesuatu. Kasar, keras dan juga dingin. Sontak ia berbalik badan hingga mendapati hal yang tak pernah diduganya. Lelaki itu memandang Sungmin untuk meminta penjelasan. Namun ia hanya mendapat wajah tanpa ekspresi dari gadis itu. Tapi ada yang aneh... kedua matanya... tampak menyimpan sesuatu. Berbagai perasaan yang mungkin gadis itu pendam sendiri, berkumpul pada kedua matanya.
"Sungmin? Hey!"
Dengan tenang Sungmin memandang Kyuhyun. Lalu ia maju beberapa langkah mendekati batu besar di mana memiliki permukaan yang rata. Terdapat noda kemerahan di atasnya. Tangan mungil gadis itu tergerak untuk menyentuhnya.
"Tidak kusangka kita telah berjalan cukup jauh. 5 rute ke kanan, maka kau akan menjumpai tempat tinggal Bangsa Hamonhu. 7 rute ke kiri ditambah 1 jurang, maka kau akan sampai di kerajaan Phoenix," jelas Sungmin yang masih memandang noda kemerahan itu.
"Tapi batu besar itu... di atasnya ada alat pasung," Kyuhyun menunjuk benda pasung yang tepat berada di atas batu.
Namun tak ada sahutan dari Sungmin. Kyuhyun merasa ada hal yang aneh. Lelaki itu pun menatap Sungmin. Kedua tangan gadis itu mengepal kuat, kedua matanya menutup rapat, nafasnya juga mulai tak beraturan.
"Sungmin... kau tidak apa-apa?" Tangan Kyuhyun menyentuh bahunya yang agak bergetar. Sontak gadis itu tersadar. Sungmin memandang Kyuhyun dengan tatapan yang sama sekali tak dapat ditebak. Antara marah, sedih, dan tatapan penuh kebencian.
"Kita pergi dari sini, Kyuhyun!"
"Huh? Tapi...-"
"Terserah jika kau ingin aku tinggal."
Tanpa menunggu jawaban Kyuhyun, Sungmin segera pergi neninggalkan tempat itu. Entah sadar atau tidak, ia melangkah cepat ke arah kanan. Rute yang nantinya akan mengarahkan mereka menuju Bangsa Hamonhu.
Kyuhyun menghela nafas. Namun seolah ada yang sesuatu yang menahannya untuk pergi. Batu itu... batu itu seperti memanggilnya. DEG! Jantungnya berpacu dengan sangat cepat. Beberapa bayangan samar melintas di kepalanya. Bayangan abstrak, tak berwarna, dan berjalan begitu cepat. Tangan Kyuhyun tertarik untuk menyentuh noda merah yang telah kotor oleh debu. Mungkin itu sudah lama.
"Tangkap mereka! Tangkap makhluk-makhluk itu!"
"Mereka, para makhluk yang menghalangi rencana kita. Werebird itu harus musnah!"
"Tolong jaga putriku, Mark. Jangan biarkan dia mati. Aku mohon..."
"Pedang Raventhm. Pedang terkutuk yang akan mempertemukan kita berdua, Gadis Kecil."
Kyuhyun sontak memegangi kepalanya yang teramat sakit. Bahkan lelaki itu berteriak keras. Kedua matanya terpejam. Tidak! Bahkan kini ia tak sanggup untuk membuka kedua matanya. Kyuhyun jatuh terduduk. Tak sanggup lagi untuk menegakkan badannya. Nafasnya tersengal-sengal. Satu hal yang Kyuhyun ingat sebelum kesadarannya benar-benar hilang, yaitu Sungmin yang berteriak memanggil namanya. Sekilas gadis itu menunjukkan wajah khawatirnya. Tapi Kyuhyun tak terlalu memperhatikannya. Ini terlalu menyiksa jika dirinya memaksa untuk bertahan.
Dan semua pun akhirnya menjadi gelap.
**Jlee137**
Sungmin hanya duduk diam kala dua orang di depannya itu menatapnya dengan pandangan penuh tanya. Setelah kejadian Kyuhyun yang tiba-tiba pingsan tadi, gadis itu tak tahu harus membawanya kemana. Karena tujuan mereka adalah tempat tinggal bangsa Hamonhu, jadilah Sungmin membawa Kyuhyun ke sini. Hanya rumah inilah dimana ia bisa tinggal.
"Kau benar-benar Lee Sungmin? LEE SUNGMIN?!"
"Jangan teriak, Donghae."
Sungmin mendesah malas. "Kau tetap seperti anak kecil, Hae."
Donghae mengerucutkan bibirnya sebal. "Tapi, Min... bagaimana kau bisa mengenal manusia ini? Dan juga... pedang peninggalan ibumu, Raventhm. Kau...-"
"Jangan salah paham dulu. Kakek Kim memberikan pedang ini padanya. Mungkin itu hanya untuk mengetes. Tapi kau tidak akan mempercayainya. Raventhm telah menemukan pemiliknya sendiri."
Donghae membulatkan matanya terkejut. Tak hanya itu, dia bahkan hampir menjatuhkan teh buatan sang ibu. Eunhyuk yang memang sejak tadi ada di sana dan tengah duduk di samping Donghae juga tak kalah terkejutnya. Mereka berdua memandang Sungmin dengan tatapan tak percaya.
"Jangan bercanda, Sungmin," ujar Eunhyuk dengan sedikit tawa berharap semoga yang ia dengar itu bohong.
Seketika Donghae teringat akan sesuatu. "Cahaya pada ujung pedang itu. Kau benar-benar telah yakin apa warnanya?"
"Cahaya biru," sahut Sungmin tenang. "Jika kalian pikir aku percaya ini semua, maka kalian telah salah. Jelas di surat yang ibuku berikan tertulis 'Temukan pemiliknya dan tanyakan padanya seluruh kebenaran yang ada'. Bahkan sepertinya Kyuhyun tak tahu apa-apa tentang pedang itu."
"Sebenarnya siapa lelaki ini?" Gumam Eunhyuk pelan namun masih bisa didengar oleh yang lain.
"Aku juga tidak tahu. Tapi kudengar dia adalah sepupu jauh Ryeowook."
"Sepupu jauh? Dia bahkan baru muncul sekarang. Mana mungkin Kakek Kim tidak memberitahu segala hal pada Kau ataupum si Kepala Besar itu yang notabene sangat dekat dengan kalian."
"Sudah aku katakan aku juga tidak tahu apakah Ryeowook berbohong atau tidak. Lagipula apa untungnya jika dia berbohong?"
Eunhyuk mendengus lelah. "Sebaiknya kita periksa lagi surat yang ibumu berikan, Min."
"Sayangnya surat itu hilang," jawab Sungmin yang tak sedikitpun kehilangan nada tenang di dalamnya.
Eunhyuk dan Donghae langsung melemaskan badan mereka di kursi. Satu-satunya orang yang terlihat tenang setelah menghilangkan barang bukti, orang itu adalah Sungmin. Dia sama sekali yak berubah, pikir mereka berdua yang tak sengaja sama.
Tap tap tap...
Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki. Waktu yang pas. Ketika semua dalam keadaan hening, seseorang yang menjadi topik pembicaraan memunculkan dirinya seperti ini. Dengan langkah pelan dan satu tangan berada di kepala, terlihat sekali jika rasa pening yang ia rasakan belum hilang.
"Bagaimana kondisimu, Kyuhyun?" Tanya Sungmin.
Kyuhyun menghentikan pergerakan kakinya sejenak. Perlahan ia memandang Sungmin dengan tatapan yang tak dapat diartikan. Bahkan Sungmin mengerutkan alisnya ketika menyadari ekspresi aneh dari Kyuhyun.
"Ahh... ya. Kau yang membawaku kemari ya?"
"Memang siapa lagi, Bodoh? Satu-satunya orang bodoh yang selalu merepotkanku. Yaitu kau."
Kyuhyun tersenyum tipis namun hanya sebentar. "Benar juga. Dan kau..." lelaki itu menunjuk Donghae. "Terakhir kali aku datang kemari ada penyerangan mendadak. Ibumu tak apa-apa, kan? Aku belum sempat berterimakasih padanya."
"Benar kata Sungmin. Kau memang sangat merepotkan. Aku yakin kau sama sekali tak tahu apa yang terjadi di rumah ini waktu itu."
"Jadi dia manusia yang kau maksud, Hae?" Eunhyuk menunjuk Kyuhyun. Dengan malas Donghae menjawabnya dengan anggukan.
"Ck! Manusia itu memang bodoh. Sungmin, bagaimana kau bisa mengenalnya? Rumah ini hampir saja dihancurkan jika dia tidak pergi waktu itu." Temperatur emosi Eunhyuk meningkat drastis. Sifat alami Hamonhu yang membenci manusia benar-benar tak bisa dihindari.
Sesuatu yang mengkilat dibalik punggung Kyuhyun. Sebuah pedang dengan lengan kaca anti pecah ditambah ukiran-ukiran aneh. Hal itu mencuri perhatian Donghae. "Raventhm," gumamnya sangat pelan.
"Hari ini kita bermalam di sini dulu, Kyuhyun. Kita tak tahu apa yang akan terjadi esok. Kemungkinan besar Rozoro akan mencium bau tubuhmu. Masih untung Demon Knight saat ini tidak ada," jelas Sungmin.
"Rozoro?" Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya.
"Seekor anjing yang tugasnya mendeteksi keberadaan manusia dan tugas lainnya yang masih dirahasiakan," jelas Eunhyuk.
Kyuhyun mendesah malas. Namun tak ada yang tahu bagaimana situasi hatinya saat ini. Hatinya benar-benar hancur ketika mengingat seseorang di masa lalu.
'Jika begini, aku memilih untuk tidak mengingat semuanya sampai mati. Tapi sayangnya aku dilarang untuk mati. Sungguh menyedihkan,' batin Kyuhyun.
**Jlee137**
Sinar rembulan menyinari malam yang sunyi dengan begitu indahnya. Diiringi dengan berbagai suara dari hewan-hewan kecil, setidaknya itu dapat nengurangi keheningan malam ini.
Seorang lelaki duduk di dekat jendela sembari memandang bulan. Ia sedang memikirkan segala hal yang terjadi belakangan ini. Dan juga seorang gadis...
"Lee Sungmin... seharusnya dulu aku tak membiarkanmu hidup. Jika begini, mungkin hal itu akan terulang kembali? Apakah aku harus lari lagi? Bahkan tanpa menunjukkan diri, si tiang berjalan itu bisa menangkapku dengan mudahnya. Ras kita tidak berbeda jauh. Tapi rasmu selalu menjadi sasaran mereka."
Sosok tersenyum miris. Berbicara tentang ras, ia sadar jika dirinya hanya sendiri di dunia ini. Tapi lelaki itu benci pada dirinya sendiri. Di masa lalu ia menjalin kasih dengan seseorang, meski keduanya sadar jika cinta mereka terlarang. Lelaki berwajah tampan ini tak mampu mengelak hal tersebut.
Namun naas... cinta mereka harus berakhir akibat tangannya sendiri. Melalui pedang Raventhm, menjadi seorang algojo yang diperintah oleh seseorang yang tak berperasaan.
"Sungmin, maafkan aku..."
**Jlee137**
Sang mentari mulai menyapa, pertanda dimulainya aktivitas orang-orang yang ada di desa yang selalu tentram ini, Desa Elfsara. Desa yang dipenuhi dengan taman yang indah, para tetangga yang ramah, dan jangan lupakan juga bagaimana super baiknya keluarga kerajaan yang sejak dahulu kala telah memimpin di desa ini.
Namun hari ini, tampaknya ketentraman itu tak bisa berlanjut. Ketika sekelompok orang-orang bersayap datang. Penduduk Elfsara menyambut mereka dengan penuh kehangatan. Seolah mereka adalah pahlawan di sini. Keluarga kerajaan pun telah bersiap di depan istana.
"Princess Kibum, itu adalah Prince Choi, Sang Putra Mahkota, bukankah dia begitu tampan?" Bisik salah satu pengawal pribadi gadis cantik dan berpenampilan elegan itu.
Princess tampaknya tengah memikirkan sesuatu. Ia memandang Prince Choi dari atas hingga bawah. "Kami sudah bertemu beberapa tahun yang lalu di tempat mengerikan itu. Memang sih dia tampan. Tapi karisma lelaki yang kulihat kemarin tak bisa tertandingi." Sang Princess tersenyum malu membayangkan jika yang lelaki yang tengah berjalan ke arahnya itu adalah lelaki yang dilihatnya kemarin.
Setelah itu ia mendekati dirinya dan memandang dengan penuh cinta. Tapi...
Sayang, itu hanya khayalannya saja.
"Princess, anda baik-baik saja?" Tanya pengawal yang tak diindahkan oleh Princess. Hingga sesosok lelaki tepat berdiri di hadapan gadis itu.
Merasa ada yang aneh, Kibum melepas khayalannya dan kembali ke dunia nyata. Tatapan pertamanya tertuju pada Prince Choi. Sontak gadis itu terkejut, bahkan hampir saja terjungkal ke belakang. Aisshh... prince yang satu ini mengagetkan saja. Pikir Kibum.
"Halo, putri yang cantik." Prince Choi tersenyum manis yang memperlihatkan lesung pipinya.
Kibum mendengus malas. Setelah lelaki waktu itu hadir di pikirannya, pendapat mengenai Prince Choi adalah lelaki tertampan di dunia ini hilang sudah. Hahh... seandainya lelaki itu tang gadir di hadapannya saat ini... mungkin Kibum sudah tak mampu menunjukkan wajahnya yang memerah.
"Ada apa? Seluruh keluargamu sudah masuk ke dalam istana. Kenapa masih di sini?" Tanya Kibum dengan nada malas.
"Kau juga."
Kibum mengerutkan keningnya bingung. Dilihatnya keadaan sekitar. Gadis itu tak bisa berkata apa-apa lagi setelah merasakan keheningan yang tercipta di sini. Yeah, meskipun masih ada pengawal pribadi mereka di sini. Tetap saja ini terlalu sepi.
Sang Princess berdecih sambil berbalik dan segera pergi menuju istana. Sementara Prince Choi hanya bisa terkekeh melihat tingkah lucu gadis yang dijodohkan dengannya itu. Walaupun sikapnya berubah dibandingkan beberapa tahun yang lalu saat mereka pertama kali bertemu.
Sementara itu, mungkin tak ada yang menyadari jika terdapat 4 sosok yang sejak tadi masih berdiri di dekat pintu gerbang istana. 4 sosok yang bersayap dengan wajah datar.
"Usahakan kita mendapatkannya saat ini. Demon Knight sudah terlalu lama menyembunyikan dirinya."
"Tapi kita tidak tahu bagaimana wajahnya, selain Lord."
"Demon Knight, sesuai namanya, ia seperti kesatria kesetanan saat menghadapi musuh. Siapapun kau, maka akan merasakan auranya yang sepekat gelapnya malam."
"Yang pasti kita awasi terus orang-orang yang mencurigakan di sekitar sini. Tak peduli laki-laki ataupun wanita, karena ada kemungkinan Demon Knight tengah nenyamar. Tapi bisa juga tidak."
"Baiklah. Agar tak menimbulkan kecurigaan, kita segera masuk ke dalam."
4 sosok tadi mulai melangkah memasuki istana. Yeah, sayangnya mereka tidak sadar jika mereka tengah diawasi oleh tiga penduduk yang bersembunyi di balik pohon. Mereka adalah penduduk yang telah kita kenal sebelumnya. Yesung, Ryeowook, dan Kakek Kim.
"Mereka kah Bangsa Phoenix? Ras setingkat di atas ras burung biasa." Ryeowook mengalihkan pandangannya ke arah bunga-bunga yang hampir layu.
"Ya. Ras satu tingkat di bawah werephoenix," sahut Yesung. "Jadi jika dijelaskan menjadi seperti ini. Ras yang berada di posisi pertama adalah Werephoenix, yang membawahi ras Werebird. Lalu ada Bangsa Phoenix di bawahnya bersama dengan Bangsa Hamonhu. Dan yang terakhir adalah Ras normal, yaitu manusia yang tidak memiliki kemampuan khusus," jelas Yesung.
Ryeowook memelungkungkan bibirnya ke bawah. "Memang apa bedanya Werephoenix, bangsa Phoenix, Werebird, dan Hamonhu?"
"Werephoenix adalah makhluk yang memiliki dua wujud, manusia dan phoenix. Kapanpun mereka bisa merubah wujud mereka. Sedangakan bangsa Phoenix, wujud mereka manusia, namun bisa mengeluarkan sayap Phoenix tanpa merubah wujud manusianya. Lalu ada juga Werebird. Sama seperti Werephoenix."
"Tunggu dulu, Harabeoji!" Ryeowook menyela di tengah-tengah penjelasan Kakek Kim. "Kenapa Werephoenix dibedakan dari Werebird? Bukankah mereka sama-sama burung?"
"Itu karena Phoenix dianggap sebagai raja dari segala burung. Jadi ras mereka di bedakan. Sama seperti Hamonhu misalnya. Mereka adalah makhluk manusia setengah monster. Ada di antaranya yang memiliki sayap, namun tidak bisa merubah bentuk aslinya. Sementara Werebird, mereka bisa merubah bentuk kapan saja."
Ryeowook menganggukkan kepalanya mengerti. "Jadi begitu," gumamnya pelan.
"Namun masih ada misteri yang tak terpecahkan..." Yesung tiba-tiba berujar misterius. "Werephoenix dan Werebird tak lagi ditemukan keberadaannya. Hal ini mengakibatkan berkurangnya 2 dari 5 ras yang ada. Dan akibat terburuka adalah bangsa Phoenix menjadi ras tertinggi. Memerintah dengan kekejaman mereka. Tapi tak ada satupun orang yang mengetahui fakta ini."
Kakek Kim tiba-tiba teringat dengan waktu lampau. "Werephoenix, beberapa waktu yang lalu aku melihatnya. Aku sangat yakin dia berasal dari ras Werephoenix."
Pandangan Yesung dan Ryeowook menjadi sangat serius. Apakah masih ada kemungkinan itu? Menggulirkan kekuasaan bangsa Phoenix dan kembali menyatukan seluruh ras tanpa ada perbedaan serta permusuhan. Secercah harapan yang menjadi cahaya kecil di penghujung terowongan gelap nan panjang mulai nampak. Cukup sudah berbagai konflik yang berakar dari hilangnya dua ras ini, Werephoenix dan Werebird.
"Tolong jelaskan lebih detail, Harabeoji."
Kakek Kim menyanggupi permintaan Yesung. Setidaknya ini masih belum terlambat untuk memperbaiki segala keadaan.
**Jlee137**
"Kyuhyun, cepatlah! Kau pikir menelusuri desa Hamonhu ini mudah?" Teriak Sungmin yang tidak suka kata 'menunggu'.
"Sebentar, kau pikir memasang ekor singa ini adalah hal yang mudah, huh?" Teriak Kyuhyun dari dalam rumah yang masih memakai ekor singa palsu untuk mengelabuhi para penduduk yang dibantu oleh Nyonya Lee.
Jujur saja lelaki itu ingin protes kenapa ekor milik Sungmin lebih mudah dipasang daripada miliknya. Menyebalkan...
Sungmin berdecih. "Milikku juga sebuah ekor, tapi bahkan tak perlu waktu 5 menit untuk memasangnya. Kau bahkan lebih dari setengah jam!"
"Yayayaya... wanita memang selalu menang," ujar Kyuhyun final, mengakhiri perdebatan tak berguna mereka.
"Dua orang menyebalkan ini berteriak-teriak di rumah orang sembarangan. Dipikir tidak mengganggu apa? Dasar!" Gerutu Donghae yang tidak bisa fokus terhadap lukisan monster ikan miliknya akibat teriakan keduanya yang terlalu menggema. Beruntung di desa ini memiliki jarak yang jauh di tiap rumah. Jadi tak akan ada yang mendengar, kecuali jika ada yang lewat. Tapi semoga saja tidak ada untuk saat ini.
Beberapa menit kemudian, Kyuhyun akhirnya keluar dengan tampang kusutnya bersama Nyonya Lee yang justru menampakkan ekspresi senang. Sungguh kontras.
"Ada apa dengan tampangmu itu?" Tanya Sungmin dengan wajah datar.
"Jangan tanya hal itu lagi. Sebaiknya kita pergi sekarang." Sungmin mengedikkan bahunya tak peduli mendengar jawaban ketus Kyuhyun.
Setelah berpamitan dengan Nyonya Lee, mereka berdua segera melanjutkan perjalanan menelusuri desa ini. Meskipun sebenarnya ini tak lagi berguna bagi Kyuhyun. Tapi akan aneh jika ia tiba-tiba membatalkan rencana ini.
Sepi... benar-benar sunyi dan sepi. Itulah kesan yang mereka berdua dapatkan. Sangat berbeda dengan yang ada di desa Elfsara. Di sini bahkan terkesan menakutkan.
"Sama sekali tak ada perubahan," gumam Sungmin.
Angin sepoi tiba-tiba tertiup ke arah mereka. Cukup kuat hingga mampu menerbangkan rambut panjang Sungmin. Wajah cantik yang selama ini tertutup oleh poni dan rambutnya menjadi terlihat jelas. Kyuhyun yang kala itu masih memandangnya, menjadi terkesiap.
Wajah itu... mata itu...
Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya dengan cukup kuat. Selama ini ia memang tak pernah melihat langsung keseluruhan wajah Sungmin. Namun kali ini benar-benar terlihat jelas. Sungguh ini membuatnya tak berdaya.
'Aku benar-benar tak memiliki muka lagi untuk bertemu denganmu, Sungmin. Kesalahan ini sungguh besar. Bahkan tak termaafkan, sekalipun itu oleh Tuhan.'
.
.
.
'Tapi, maafkanlah aku...'
TO BE CONTINUED
Yeah! Annyeoonggg!
Duhh... maafkan author yang penuh dosa ini karena kelamaan update :'(
Kelas tiga SMA penuh tugas dan perjuangan :3. Jadi gak ada waktu buat lanjutin FF. Ini aja aku buat di saat-saat UTS. #curcoldikit
Okelah... setidaknya ff ini tetep lanjut.
Makasih buat yang udah review yakk... yang masih siders, jangan malu-malu buat review yah... ini aku mau buat perjanjian sama kalian.
"SIAPAPUN YANG BISA MENEBAK MASA LALU SUNGMIN DAN KYUHYUN, AUTHOR JANJI BAKAL UPDATE KILAT, MINGGU INI."
udah itu aja...
See you next chapter ^^ Kamsahamnida ^^
