.

.

.

.

Yak.. karena ada yg bingung dengan umur mereka di ni ff aku dengan berbaik hati (abaikan ini) bakalan jelasin mereka atu-atu secara singkat aja. Dr yang tertua amp yang termuda.

Anak pertama udah pasti si oom ganteng Wu Yifan. Kris di sini jadi anak tertua dengan profesi yang tetep sama ama di karekter asli animenya. Dia dokter dengan pembawaan yang tenang ama sedikit dingin.. emmm atau emang dingin?. Gimana menurut kalian setelah baca ff sebelum-sebelumnya? Bayangin kris dengan muka dingin khas pangerannya, rambut pirang pasir, yang minim senyum tapi sayang keluarga.. gya..gyagya.. aku mendadak fansgirling (ok sifat absurtku muncul lagi)

Anak kedua udah pasti bang lider Suho. Pekerjaannya juga sama jadi pengacara tapi aku buat di sedikit jahil ama mingseok n luar binasa dewasa

Anak ketiga park dobi (diseruduk jerapah dah aku). Bayangin chanyeol dengan rambut coklat panjang seleher ama sikap jahil yang super mesum yak. Jangan lupa pekerjaannya yang jadi host di host club. No pendeta-pendetaan dah ya di ni ff. dia host club mesum yang minta digeplak n dicakar ama baobao.

Anak ke empat Baekhyun yang bakalan nongol di chapter ini. Dia sipenata gaya yg eksentrik. Tapi aku gak mau gambarin dia dengan gaun n rambut panjang di ff ini kayak di animenya. Semuanya punya rambut pendek. Kalaupun panjang Cuma sebates leher

Anak kelima si mesum N dan keenam udah pasti Kyungsoo. merek sama-sama artis pengisi suara bin dubber. Si kembar yang aku buat maksa banget dah disini. Kalau N serampangan kalem n dewasa banget. Pawangnya

Jrengjreng… anak ketujuh yang sialnya kalau gak mikirin aku Lumin shiper bakal aku buat jd kembaran ama si lohan nyebelin gantiin kyungsoo ama N. Ini malah jadi kembarannya si N ama Kyungsoo yg gak ada mirip-miripnya sedikitpun, sesuailah ama animenya yang walopun mereka kembar 3 tp gak mirip. Dia kerja diperusahaan game dan tinggal di apartemen pribadi.

Tao jadi sipenata rambut dan otomatis dia jadi anak kelapan. Sebenernya pengen buat dia jadi penata gaya cs dia peduli banget ama penampilan tapi dia gak cocok jadi sok … padahal mukanya sangar beda banget ama Louis yang lembut. Tapi tao jugakan bisa lembut ya tao ya… *kedip-kedip genit ketao

Uhuk.. ini dia ni cowok nyebelin yang karakter malu-malunya di anime aku buat jadi super duper nyebelin n minta ditabok cs hobi godain minseok ku yang manis di ni ff. aku gak bisa bayangin luhan sok malu-malu sambil blushing ih.. aku juga buat dia jago olah raga n lebih focus ke sepak bola bukan basket cs diakn paling suka maen bola ama umin aku.

Lay jadi anak kesepuluh yang anteng dah pastinya. Lori si pendiem ya kalo nggak salah namanya. Kalem kayak bawaan aslinya makanya aku buat dia jadi si lori yang nggak banyak omong dan dia juga cocok ama bunga kayak si lori menurutku. Menurutku loh ya…

Kai si kesebelas n satu angkatan ama si mingseok ini kelas tiga sma. Kaikan suka malu-malu monggu tu jadi cocoklah ama karakternya yusuke yang sok malu-malu, galak, gaje bin

Jrengjreng.. anak ke 12 si chen cs ini murni karena suara n sikap berisik bin jahilnya yang cocok ama si anak ke dua belas fuuto.

Yang terakhir mark. Sebenernya aku sempet bingung mau make siapa tapi tau-tau aja keinget ama ni bocah n dia juga perah selfie ama mingseok. Muka-mukanya juga cocok jadi anak berisik n manja. Gak beda jauh lah ama hasil selfie mrk berdua yg peyuk-peyukan. Ah.. aku juga mau dipeyuk mereka berdua. Ok tolong abaikan bagian akhir ini

Nah.. udah gak bingung lagikan. Aku amp ngoceh bau gak jelas n ngabisin 3 page cuma buat ngenain mereka. Rajinnye.. ish..ish ish.. padahal bisa aja aku cuma sebutin nama mrk berurutan. Bukan ngoceh bau kayak gini. Harap maklumi ke absurtanku ini. Waks…

.

.

.

.

Minseok mengedarkan pandangannya keseluruh perpustakan yang juga merangkap sebagai tempat penyewaan DVD dengan wajah sumringah. Matanya berbinar lucu melihat bertumpuk-tumpuk buku yang tak hanya berjejer rapi tapi juga tersebar hampir disetiap sudut ruang besar itu. Baobao yang melihat bias senang di wajah minseok ikut senang melihatnya dan ikut melihat sekitar mereka dengan semangat.

"apa yang akan ku pinjam ya bao?" Tanya minseok semangat dan berderap ke arah rak buku fiksi. Walaupun sudah tingkat akhir senior high school sebenarnya minseok penggemar cerita fiksi, terlebih lagi jika itu fairytale.

"ah.. aku suka ini.. ini juga.. ah.. ada little mermaid.. ini.. ini.. dan ini.." seketika tangan mungil itu penuh dengan setumpuk buku

Ketika sedang berjalan ke arah penjaga perpustakaan saat itulah mata minseok menangkap siluet salah satu anggota keluarga barunya. Dengan semangat menggebu minseok mendekati objek perhatiannya dan menepuk pundak pria tersebut dengan pelan.

"Chen-ah!" serunya dan membuat sebuah tangan membekap mulutnya dengan cepat

"ish…bodoh. Kenapa harus berteriak sih.. kau lihat, sekarang semua orang memerhatikanku" sungut Chen kesal dibalik penyamarannya. Ia bahkan bingung bagaimana minseok bisa mengenalinya dibalik penyamaran sempurnanya itu

"hihu.. mahap.. ahu hehalu behemanghat" cicit minseok pelan dan membuat chen mengernyitkan alisnya bingung. Tak mengerti apa yang kakak mungilnya itu katakan dan mengerang kesal saat perhatian mulai terpusat pada mereka. Salahkan saja seruan semangat minseok tadi.

"arhgt.. aku tak tahu kau mengatakan apa tapi kau harus tanggung jawab. Pinjamkan semua ini untukku." Dengan semena-mena chen menjejalkan setumpuk buku dan kotak DVD pada minseok yang kesulitan memegang semuanya.

"ya.. Chenie.. ini banyak sekali.." rengek minseok manja dan sejenak membuat chen terpaku dengan wajah menggemaskan sang kakak tiri

"peduli tupai" acuh chen dan mengejek baobao yang mulai kesal sembari menjulurkan lidahnya,"aku akan mengambilnya nanti" chen berlalu dengan cuek dan melambaikan tangannya tak kalah cueknya pada minseok yang kesulitan

"Daeie… apa yang kau pinjam ini… dasar byuntae !" teriak minseok heboh ketika melihat tumpukan DVD di pelukannya dan menghasilkan pelototan terganggu dari orang-orang sekitarnya.

Sepanjang jalan pulang minseok terus menggerutu karena minseok jadi perhatian orang ketika berada diperpustakaan tadi. Terlebih lagi minseok harus menahan malu karena DVD-DVD yang dipinjam jongdae. Ia bahkan dimarahi sang pejaga perpustakaan karena meminjam DVD-DVD tersebut. Dikata-katai bocah SDlah. Padahalkan penjaga perpusnya bisa melihat seragam sekolah minseok dan minseok malah dituduh meminjam seragam kakaknya. Untungnya mulut pedas sang penjaga perpustakaan berhenti mengoceh ketika ia melihat kartu keanggotaan minseok

"hue… aku kesal bao…" teriak minseok di depan pintu masuk

"kau kenapa bocah?" dan terpampanglah wajah menyebalkan luhan yang menyeringai ke arahnya,"apa yang kau bawa itu?" luhan dengan paksa mengintip kedalam kantung kertas yang minseok peluk dan terjadilah acara tarik menarik diantara keduannya. Belum lagi ditambah dengan cicitan galak Baobao yang menjadikan keributan di basemen itu makin ramai dan kacau

"Luhan~~~" rengek minseok disela aksi rebutannya dengan luhan

"Apa sih seokie sayang.." goda luhan dengan wajah menyebalkannya dan merebut bawaan minseok. Membuat simungil menjerit kesal di depan luhan dan hanya ditanggapi dengan tawa oleh luhan.

Dengan seenaknya pria tampan itu memeriksa isi bawaan minseok dan matanya seketika membola melihat isinya. Hanya sejenak karena detik berikutnya matanya menatap minseok dengan jahil dan membuat minseok waspada.

"aku tak menyangka kalau kau mesum juga mungil" jeleb.. duar.. jelegar… minseok serasa tersambar petir mendengar perkataan santai luhan itu.

"kau salah paham!" pekik minseok tak terima dan menggapai-gapai tangan luhan untuk mengambil barang-baranggnya

"salah paham?" salah satu alis luhan terangkat dengan dramatis dan mengeluarkan salah satu bawaan minseok dengan santainya" terus ini apa?" seketika semua darah diwajah minseok serasa terserap habis melihat apa yang dikeluarkan luhan

"oh.. kau sudah pulang…" mati.. minseok rasanya ingin mati sekarang juga mendengar dua suara dibelakangnya itu, sedangkan luhan menyeringai makin lebar melihat wajah pucat minseok.

"jadi seokie sayang… apa pembelaan mu untuk ini..?" luhan melambai-lambaikan benda ditanganya dengan semangat dan membuat kedua kakak mereka menatap benda ditangan luhan dengan bingung dan melotot horror ketika melihatnya. Sekarang ada tiga mata yang menatapnya. Baobao yang menggeram marahpun sudah tak ditanggapi oleh mereka.

"itu bukan punya ku~~" rengek minseok kesal dan hampir menangis

"bukan punyamu?. Tapi aku mendapatkannya didalam barang bawaanmu baobei.."

'kurang ajar, Ia menyebalkan sekali" cicit baobao murka dan bersiap menerjang luhan yang dengan tidak berpri keBaobaoan menyambar tengkuk bao dan mengangkatnya tinggi-tinggi. Jauh dari wajah tampan luhan yang minta dihajar sampai babak belur itu.

"Luhan~~ jangan jahat-jahat dengan baobao…" rengek minseok, matanya membelalak ngeri melihat posisi rawan baobao yang memberontak dengan berutal dalam cengkraman luhan

"dan membiarkannya melukai wajah tampanku. Maaf saja baobei. Aku tak sudi wajahku berbekas cakaran tupai"

"uh… kak D.o…" uh.. oh.. puppy eyes itu beralih pada kyungsoo yang seketika membatu dan meneguk ludahnya dengan susah payah. Belum lagi wajah menggemaskan minseok yang menggigiti bibirnya dengan mata berkaca-kaca itu.

CROT… GAME OVER… KYUNGSOO TERKAPAR DENGAN HIDUNG BERDARAH…

"gya,.. kenapa malah mimisan…" pekik minseok dengan mata membulat kaget dan mengalihkan tatapannya pada N yang bersiap-siap kabur. Ogah jadi korban minseok selanjutnya

"kak N… ung… baobao…"

"uh.. iya-iya.. luhan lepaskan tupai itu" ujar N tanpa berani menatap minseok. Tak keren sekalikan terkapar seperti kyungsoo hanya karena puppy eyes minseok. Dasar kyungsoo nista, N yakin dikepalanya itu isinya hal-hal mesum semua sehingga puppy eyes minseok saja bisa membuatnya mimisan hebat seperti sekarang ini

"enak saja. Dan kau bocah. Jangan coba-coba menyelamatkan diri dengan sikap sok imutmu itu" sergah luhan kesal karena kesenangannya menggoda minseok hancur total karena puppy eyes attack minseok

"aku tidak menyelamatkan diri Lu… kasihan baobao..hue… luhan kejam,.." dan sekarang luhan yang gelagapan Karena minseok menangis meraung layaknya bocah Tk yang mainannya di ambil. Bedanya dengan minseok, peliharaannyalah yang dinistai oleh luhan.

"kau… kenapa membuatnya menangis" luhan meneguk ludahnya kelu ketika kyungsoo yang sudah selesai mimisan menatapnya dengan aura kelam disekitarnya. Kyungsoo itu memang kalem tapi begitu sudah marah tak akan ada yang berani mendekatinya sedikitpun

.

.

.

.

Ruangan berisi 11 orang ditambah satu tupai itu nampak sunyi. Semua mata terarah pada objek menggemaskan yang nampak memeluk erat salah seorang kakaknya dan membenamkan kepalanya pada pundak nyaman sang kakak. Senggukan kecil masih terdengar dari sosok mungil itu.

"arght… ini gara-gara kau!" tuding Chanyeol galak pada Luhan yang memasang wajah lempeng minta dihajar

"Minseok hyung… Mark juga mau dipeluk…" ok,, bertambah lagi rengekan di ruangan itu dan rengekan itu behasil menarik perhatian Minseok selama sejenak dan membuatnya melirik Mark dengan mata memerah dan basah oleh air mata.

"shiro… Mark duduk dekat rusa jelek" tolak minseok tegas sembari menggeleng-geleng imut. Membuat semua yang melihatnya menahan diri untuk tidak menerkam mahluk mungil menggemaskan itu.

"Luhan hyung pergi sana. Radius 2 meter dari ku. Aku mau dekat-dekat Minseok hyung bukan hyung jelek!" jleb.. jleb.. jleb.. luhan merasa diserang dari dua arah. Satu dari Minseok, satunya lagi dari Mark yang sekarang memelototinya ganas karena dianggap sudah menjauhkan Minseok darinya.

"ada apa ini?" suara baru yang bergabung dalam ruangan itu seketika menarik perhatian semua penghuninya.

"Baekbaek hyung..!" pekik Mark heboh dan melompat ke dalam pelukan Baekhyun ketika Baekhyun bersiap menangkap adik termudanya itu.

Mata cantik dengan eyeliner tebat itu menatap bingung adik-adik dan kakaknya hingga matanya menangkap mahluk mungil menggemaskan yang bergelayut manja dalam pelukan Suho. Mata cantik itu membola melihat Minseok menatapnya dengan mata berbinar penuh rasa penasaran dengan mata bulatnya.

Dengan semangat di dekatinya minseok yang menatapnya bingung dari dalam kungkungan lengan Suho dan dengan seenaknya menarik Minseok kedalam pelukannya. Menghasilkan protes dari adik-adiknya dan hanya ditanggapinya dengan tawa pelan.

"halo manis, senang bertemu denganmu. Aku Baekhyun. Kau bisa memanggilku Baekhyun hyung" sapa Baekhyun ketika ia melepaskan pelukannya pada Minseok dan menghasilkan ekspresi mengerti dari Minseok

"annyeong hyung. Minseok imnida…"

"gya.. dia manis sekali.. boleh aku bawa ikut dengan ku ketika bekerja?!" pekik bakhyun heboh dan dibalas tatapan membunuh oleh adik-adiknya,"hei.. apa-apaan ekspresi kalian itu" rutuk baekhyun kesal dan menarik Minseok mengikutinya duduk ke arah kursi yang ditolak minseok dengan tegas

"shiro…"

"wae?" Tanya baekhyun bingung

"Salahkan saja rusa sialan tak tahu diri yang menggoda minseok sampai menangis dan bergelayut pada kakak tak tahu diri yang mengambil kesempatan dalam kesempitan untuk memeluk minseokku" rutuk Chanyeol sembari menggerutu dan dia angguki oleh adik-adiknya dan ringisan oleh luhan ketika lagi-lagi semua mata menatapnya dengan tatapan membunuh

"taka pa seokie, kemari. Biar hyung yang mengebirinya jika berani macam-macam dengan mu" bujuk baekhyun sabar dan berhasil membuat minseok duduk disampingnya. Mengacuhkan wajah bodoh adik-adiknya dan juga kakak-kakaknya karena berhasil membujuk minseok dengan mudah.

"apa-apaan itu. Kenapa kau segampang itu menempel dengannya!" protes Kai tidak terima. Terang saja dia kesal, sebagai teman sekelas minseok bahkan tidak pernah menempel padanya. Dasar kainya yang tidak sadar diri. Siapa yang mau menempel dengannya jika sikapnya saja segalak anjing rabies.

"karena aku tidak semenyebalkan kalian. Iyakan Minseokie…" Baekhyun menggoda saudara-saudaranya dengan menarik minseok ke dalam pelukannya. Matanya berkilat jahil dengan seringai licik dibibir merahnya, sedangkan minseok hanya mengangguk patuh pada Baekhyun. Membuat seringai Baekhyun makin melebar dan sudara-saudaranya mengumpati pria cantik itu di dalam hati.

"ngomong-ngomong, di mana Chen?" Baekhyun yang baru menyadari keabsenan Chen kembali membuka suaranya dan dibalas dengan kendikan bahu oleh yang lainnya. dasar sudara-saudara tidak perhatian. "ya sudahlah. Aku mau istirahat dulu. Ngomong-ngomong, Minseok. Aku punya pakaian khusus untukmu untuk acara resepsi pernikahan orang tua kita. Jangan lupa untuk mengepasnya di kamarku ya" ujar baekhyun yang diangguki minseok dengan patuh.

"apa-apaan. Kenapa harus dikamar mu!" lagi-lagi protesan, tapi kali ini dari chanyeol

"terus dimana? Kamar mu. Mimpi saja kau mesum!" chanyeol mengkerut takut ketika Baekhyun memelototinya ganas. Kecil-kecil begitu Baekhyun itu ali hokpido jadi chanyeol cari aman buat keselamatan dirinya.

Sepeninggalan bekhyun kumpulan itupun bubar jalan ke kamar mereka masing-masing.

.

.

.

Suara ketukan pada pintu mengganggu kegiatan istirahat minseok siang itu. Begitu ia membuka pintu, wajah menyebalkan milik chen menyambutnya. Membuat mood minseok kembali buruk karena mengingat apa yang terjadi padanya karena ulah chen. Seketika kernyitan kesal dan wajah merajuk minseok menyambut chen dengan segera. Membuat pria tampan itu mengernyit bingnung.

"apa-apaan wajah jelekmu itu?!" tukas chen dengan raut jahilnya

"mau apa?!" minseok memelototkan mata bulatnya dengan ekspresi seganas mungkin

"mau apa kau bilang?" chen menatap minseok dengan mata menyipit," mana DVDnya?"

Dengan langkah menghentak minseok kembali masuk ke dalam kamarnya dan melempar kantung DVD sembarangan kea rah chen. Untung chen dengan sigap menangkap kantung itu, jika tidak dijamin semua isinya akan berhamburan keluar.

"kau ini bar-bar sekali sih" chen kesal setengah mati dengan sikap minseok. Lebih kesal lagi ketika melihat tupai peliharaan minseok mencicit berisik dipunggung minseok. Siap sedia untuk menerkam chen dengan cakar-cakar tajamnya.

"gara-gara kau aku dituduh Luhan mesum, sebenarnya apa yang kau pinjam itu hah?!" raung minseok marah," belum lagi aku harus dimarahi oleh penjaga petempat penyewaan DVDnya. Pakai acara dikata-katai anak SD lagi. akukan sudah besarchen. Hue… ini gara-gara kamu.." rengek minseok dengan mata berkaca-kaca. Membuat chen menghela nafas jengah.

"ya sudahlah minseok. Sudah lewat ini. Sekarang kamu temani aku menonton DVD-DVD ini" dengan tidak berperi keminseokan, chen menggeret minseok kea rah kamarnya. Sepenuhnya mengabaikan Baobao yang sudah menarik-narik rambutnya dan menggigiti kepalanya.

"tidak mau… tidak mau… aku tidak mau menonton hal-hal nista seperti itu…" minseok memberontak heboh dalam kungkungan tangan chen tapi akhirnya pasrah duduk manis disamping chen. Ikut menonton filem bergenre dewasa yang chen tonton.

"minseok, aku horny.." ada sedikit desahan dalam suara Chen ketika berbicara kepada minseok. Membuat rambut-rambut halus diseluruh tubuh minseok berdiri karena takut. Baobao bahkan sudah mengamuk menggigiti kaki chen dengan gigi-gigi tajamnya.

"dasar sialan. Bocah ini minta dibunuh." Raung Baobao murka dan makin semangat menggigiti kaki chen yang lagi-lagi tak digubris oleh chen yang telah memepet tubuh minseok ke ujung sofa. Mengabaikan wajah ketakutan minseok dan juga tubuh mungil minseok yang gemetar sembari beringsut menjauhinya.

Wajah mereka tinggal terpaut jarak tiga centi lagi untuk berciuman. Minseok bahkan sudah memejamkan matanya dengan takut sekaligus pasrah ketika chen makin menghapus jarak mereka, hingga tawa gelid an heboh chen serta merta membuatnya membuka matanya dengan ekspresi bingung. Mata bulatnya menatap chen yang masih tertawa dengan hebohnya, bahkan ada setitik air mata yang mengalir dari ujung mata chen kartena ia terlalu heboh tertawa. Membuat minseok geram dan memukul kepala chen dengan kesal.

"aduh, apa-apaan sih minseok. Sakit tau!" bentak chen kesal, tangannya sibuk mengelus-elus kepalanya

"rasakan, salah siap kau tertawa seheboh itu." Minseok bersungut-sungut dengan mata mendelik galak kea rah chen yang lagi-lagi memasang eksperi menyebalkannya.

"seharusnya kau lihat ekspersimu tadi minseok. Ekspersi ketakutanmu tadi itu lucu sekali. Coba tadi aku memfotonya dan aku sebarkan dengan yang lain. Pasti bagus sekali" chen mengejek minseok dengan seringat terus terkembang pada bibirnya. Wajah culas penuh intrik jahat pria itu membuat minseok menggeram marah.

Dengan kesal ditendangnya selangkangan chen dengan beringas. Membuat pria itu meraung penuh kesakitan dan berguling jatuh dari sofa dan menyentuh daerah pribadinya. Mawjahnya memerah menahan sakit, bahkan keringat sebesar biji jagung mulai keluar dari pori-porinya.

"arght… apa yang kau lakukan minseok! Kau menyakiti asset berhargaku brengsek!" raung chen murka dan dibalas minseok dengan wajah angkuh penuh arogansinya

"masih mending aku hanya menendangnya. Apa harus aku injak-injak juga? Biar sekalian dia tidak berfungsi lagi" minseok menebar aura berbahaya penuh ancamannya, membuat chen menelan ludahnya kelu.

"dasar bar-bar!" chen masih sempat-sempatnya mengumpati minseok yang berdiri dihadapannya dengan wajah murka

"sepertinya memang harus aku injak-injak" desis minseok berbahaya dan berjalan mendekati chen yang menelan ludahnya kelu.

"tidak, baiklah. Aku mengaku kalah. Pergi dari kamar ku" usir chan kesal dan dibalas dengusan oleh minseok yang seketika melenggang keluar dari kamar chen dengan cepat.

"rasakan itu sialan. Semoga dia tidak bisa bangun lagi" umpat baobao sembari menyusul minseok yang telah meninggalkan kamar chen.

Chen meringis melihat kepergian minseok.

"kau keterlaluan chen" suara datar dari arah pintu membuatnya mendengus tak peduli dan mendudukkan dirinya pada sofa

Seolah tak pernah terjadi apa-apa dengan selangkangannya. Bahkan ekspresi kesakitannya tadi menghilang dalam sekejap. Matanya terpancang pada sosok Lay yang bersandar cuek pada pintu kamarnya.

"aku bahkan nyaris menyerangnya Lay. Beruntung aku masih bisa menahannya. Sialan. Wajahnya benar-benar menggoda" keluh chen frustasi

"aktingmu makin ok chen. Buktinya dia percaya kalau kau kesakitan" satu kepala lagi muncul, luhan terkekeh geli melihat ekpresi terganggu pada wajah chen

"berisik. Menyingkir dari pintu kamar ku" dengan beringas chen mendorong kedua kakaknya dari pintu kamarnya dan membanting pintu kamar itu dengan segera.

"bahaya, pria itu bener-benar tidak bisa dianggap remeh" rutuk chen gusar dan merebahkan dirinya pada ranjang. Berusaha untuk memejamkan matanya dan memaksa dirinya untuk tidur. Menjauhkan ekspresi menggemaskan minseok dari pikiran dan ingatannya.

.

.

.

TBC

Banzai… setelah setahun lebih… akhirnya ni ff lanjut juga. Dan ancur lebur jauh dari cerita animenya. Memang ya, aku itu paling gak bisa berjalan dalam alur yang sama. Deng deng… chen udah mulai terpengaruh. Dannnn yang lain bakal menyusul juga… tinggal satu orang lagi yang belum muncul dan bakal muncul dichap berikutnya. Semoga aja nggak lama lg ya lanjutnya.

Maaf buat typonya cs aku nggak cek lagi. begitu kelar ketik langsung aku update

Jangan lupa reviewnya ^^