EH?
Disclaimer : Karakter milik mereka sendiri, tapi Yixing punya sa—gak jadi, saya cuman punya cerita geje ini :')
Pair : SuLay?
Warning : Crossdress, Bahasa campur aduk, Typo(s), Light Shounen-ai, OOC (untuk kebutuhan cerita)
.
.
.
Kim Junmyeon tersenyum mesum. Ia masih memandang benda kotak yang sedang ada di genggamannya sambil tiduran. Senyum lagi. Lalu guling-guling sendiri.
"Imut banget sih"
Junmyeon kemudian memeluk hpnya gemas. Bukan. Dia bukan punya kelainan seksual dengan benda. Tapi ia gemas dengan foto yang sudah dari kemarin ia jadikan wallpaper hpnya. Kemudian ia memencet lagi salah satu tombol untuk membuat hp yang sudah meredup itu hidup lagi.
Setelah Junmyeon memencet salah satu tombol di pinggir, layar hp itu langsung menampilkan foto seorang gadis dengan pipi merah-merah delima dan mata yang dihiasi setitik air di ujungnya sedang melirik ke samping. Foto itulah yang membuat Junmyeon, si pemuda dengan citra pemuda bersahaja, kalem dan alim jadi fanboying OOC begitu.
Foto yang sebenarnya Junmyeon ambil diam-diam karena si empunya sedang kelewat panik karena ketahuan sedang jadi banci—eh crossdress (biar agak keren) oleh Junmyeon. Iya, sebenarnya si gadis itu makhluk berbatang, tapi tetap saja cantik. The power of make up sih ya.
Tidak kok, dia memang sudah cantik dari sananya.
Junmyeon jadi senyum-senyum sendiri mengingat kejadian itu.
Waktu itu, Junmyeon yang sedang berjalan pulang dari acara nongkrongnya melihat adegan yang ia kira hanya ada di sinetron. Seorang gadis sedang di kerubungi tiga pemuda bertampang preman—tidak mereka memang preman. Badan gadis itu mengkerut yang menandakan ia ketakutan.
Awalnya ia hanya memperhatikan mereka tanpa berniat membantu. HA! Males banget harus berurusan sama preman jalanan, toh titel pemuda bersahaja hanya hasil pencitraan saja. Tapi setelah di perhatikan dengan seksama, ia merasa familiar dengan wajah gadis itu.
Matanya. Bibirnya. Hidungnya. Lesung pipinya. Pahanya—
Tadinya Junmyeon mau mengedip tapi tidak jadi. Habis liat paha, kalau ngedip jadi dosa. Lagian tadi kan lagi bahas wajah, kenapa malah jadi nyasar ke paha? Matanya Junmyeon cuman kepeleset kok, ia jadi lihat paha (Haa alesan—
Itu Zhang Yixing.
Tidak salah lagi. Junmyeon tahu betul sosok itu—walaupun rambutnya jadi panjang terus pakai dress, tapi Junmyeon yakin itu Zhang Yixing. Junmyeon tidak akan salah mengenali orang yang selama ini ia perhatikan dari jauh.
Iya, Kim Junmyeon seorang murid populer yang banyak digandrungi kaum hawa maupun adam diam-diam memendam perasaan tertentu kepada seseorang yang sebenarnya jarang dinotis di sekolah. Dan ia hanya bisa memperhatikan si dia dari jauh. Katakan Junmyeon pengecut, tapi ia memang tidak berani mendekati si dia.
Junmyeon melihat tangan si preman sudah mulai berani memegang tangan Yixing. Junmyeon tidak bisa membiarkan tangan yang selama ini ia impikan menggandeng tangannya sendiri malah dipegang-pegang orang tidak jelas macam preman itu.
Junmyeon melangkahkan kakinya kearah mereka. "Dia bilang tidak mau jadi tidak usah dipaksa"
Preman-preman itu menoleh lalu memasang wajah sangar "Lu siapa hah?" Junmyeon jadi takut sendiri. Lihat, udah mah badannya gede-gede, pasang wajah sangar lagi. Tapi Junmyeon tetap memasang wajah santainya. Jangan panggil dia Kim Junmyeon jika ia tidak bisa menyembunyikan rasa takutnya.
"Apa harus kenalan dulu?" Melihat kedutan dari sudut mata si preman, dengan otak jeniusnya Junmyeon berinisiatif untuk mengambil hpnya "Ah tadi aku udah telpon polisi duluan" Ia memperlihatkan hpnya.
Junmyeon mengutuk kebodohannya, dari sekian cara untuk terbebas dari si preman, ia malah memperlihatkan hpnya yang masih padam, karena boro-boro telpon polisi, nomer polisinya saja ia tidak tahu. Tapi ia melihat preman itu jadi gelagapan. Junmyeon jadi merasa geli sendiri. Kenapa mereka malah percaya? Jadi yang bego siapa sih?
"Cabut"
Setelah para preman itu pergi, Junmyeon jadi lega. Lalu ia menghampiri Yixing dengan senyum sejuta dolarnya "Kamu gak apa-apa?"
"A-aku gak apa-apa" Jawabnya salah tingkah.
"Syukurlah" Junmyeon yang sedang gemas melihat sikap salang tingkah Yixing jadi tidak tahan ingin menggoda "Omong-omong, aku baru tahu kalau kamu punya hobi lain selain ngedance"
Tuh kan, si dia jadi makin salah tingkah.
"Ma-maksudnya?"
"Iya, ternyata selain suka ngedance kamu juga hobi bercrossdress ya, Zhang Yixing?"
Wajah Yixing memerah sampai ke telinga. "Bu-bu-bukan gitu"
Yixing terlihat makin panik dan Junmyeon jadi makin gemas. Ah, dia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk mengambil foto Yixing oleh handphone yang sedari tadi ia pegang, dan Junmyeon bersyukur Yixing tidak menyadari itu.
"Tenang saja, aku tidak akan bilang siapa-siapa kok" Junmyeon menepuk-nepuk kepala Yixing "Sampai jumpa, Zhang Yixing" Ujarnya sambil berlalu. Padahal sebenarnya ia masih ingin bersama Yixing di sana, tapi ia masih sayang jantungnya, jadinya ia memutuskan untuk pergi dari sana.
Dan setelah ia berjalan beberapa puluh meter dari Yixing, ia jadi menyadari sesuatu
"Kalau preman-preman tadi menyadari kalau Yixing itu cantik, yang lain juga dong?" Gumamnya bermonolog sendiri "Wah gawat juga"
Ya, mungkin Junmyeon harus segera mengambil langkah sebelum ia keduluan orang lain.
.
.
.
END
.
.
a/n : Gaje? Yaaapss haha, duh sebenarnya gak tega nistain Junmun, but yaaa aku lagi err pusing-pusingnya mikirin tugas yang kayak kasih ibu tak terhingga sepanjang masa, dan mikirin pkl juga mwahhaha, jadinya aku malah bikin ini sebagai pelarian *malah curhat gapenting* yasudah, kalau ada yang mau dan kalau ada waktu nanti ini dilanjut xD
ehem mind to give review?
