Chapter 4b

Present,

Lolly Aiko

.

.

TET TET TET

Bunyi yang terdengar tiga kali dengan ritme yang panjang itu menjadi pertanda bahwa ini sudahlah waktunya pulang. Baekhyun yang sedari tadi melamun pun akhirnya tersadar ketika lengannya disenggol oleh Kyungsoo. Kepalanya segera menoleh ke arah Kyungsoo yang menatapnya dengan pandangan aneh, membuat Baekhyun balik menatap Kyungsoo kebingungan. Apakah ia melakukan kesalahan?

"Wae?" tanya Baekhyun dengan nada bingung serta matanya yang bersinar menunjukkan keingintahuan, namun hanya gelengan yang ia jawabkan.

"Ayo pulang, Baek." Ajak Kyungsoo pada sahabatnya itu, perlahan, Baekhyun beranjak dari kursinya dan berjalan menuju pintu kelas. Sebelum keluar kelas, ia menatap kelasnya tapi tak menemukan Chanyeol— hal itu tentu membuatnya merasa hampa. Eh? Apa yang dia rasakan tadi—?

Perjalanan kali ini lebih di dominasi oleh keheningan baik dari Kyungsoo, Baekhyun maupun Kai. Pria itu hanya menatap Baekhyun dalam diam, dengan batin yang bertanya mengapa hyung nya tiba-tiba terlihat sangatlah lesu.

"Hyung— kau tak apa-apa?" tanya Kai memecahkan keheningan membuat Baekhyun yang tadinya menunduk ke arah jalanan, mendongakkan kepalanya ke arah Kai.

"Ani— aku tak apa-apa." ujarnya dengan senyuman yang tentu saja terlihat sedikit dipaksakan, namun ia tak ingin kedua orang yang sangatlah dekat dengannya itu khawatir. Mendengar jawaban hyung nya, yang bisa dilakukan oleh Kai hanyalah ber 'oh' ria. Keheningan kembali mendominasi mereka sebelum akhirnya mereka sampai di sebuah pertigaan. Melihat ini waktunya Baekhyun berpisah karena arah rumahnya berbeda dengan milik Kai maupun Kyungsoo, pemuda itu lalu menatap kedua sahabatnya itu.

"Kurasa kita harus berpisah disini. Oke— sampai bertemu besok!" Ujar Baekhyun dengan nada yang dipaksakan ceria sambil melambaikan tangan lalu mulai berjalan ke kiri sedangkan Kyungsoo maupun Kai masih ditempat, memperhatikan Baekhyun— tak lupa juga mereka ikut melambaikan tangan ke arah pemuda bersurai coklat itu sebelum akhirnya sang pemuda menghilang dari pandangan mata karena jarak yang semakin jauh.

Merasa bahwa baik Kyungsoo maupun Kai sudah tak terlihat, Baekhyun menghentikan lambaian tangannya kemudian mulai menghela nafas karena pikirannya saat ini benar-benarlah penuh, dan itu karena Chanyeol. Entah kenapa setelah ingatannya dibuka kembali oleh Chanyeol— ia sekarang mampu mengingat semua. Baik dari janji nya agar menjadi tunangan Chanyeol maupun bagaimana masa kecilnya yang selalu menanti kapan rubah itu akan menjemputnya.

Tapi kemudian ingatannya langsung berputar dimana murid baru di sekolah—Choi Sooyoung datang dan berhasil membuatnya merasakan sakit di dadanya. Apalagi ketika gadis itu mengaku sebagai tunangan Chanyeol, apakah itu benar? Apa janji nya dengan Chanyeol hanyalah permainan dari rubah itu? Baekhyun menggigit bibirnya ketika mengingat bagaimana Chanyeol memperlakukannya, tak ayal— Baekhyun mulai nyaman dengan siluman itu.

TAP TAP TAP TAP!

Baekhyun menghentikan langkah kakinya ketika mendengar suara langkah kaki dari arah belakang, tak ayal laki-laki itu langsung berhenti dan membalikkan badannya. Tetapi yang ditangkap oleh pandangannya hanyalah jalan yang sepi, dimana tak ada orang lain selain dirinya disini. Ia kemudian melanjutkan untuk berjalan ke rumahnya dengan sedikit cepat atau bisa dibilang berlari karena saking takutnya— mungkin saja itu adalah hantu atau penculik— Baekhyun masih sayang dengan nyawanya tentu saja.

Namun tak berapa lama setelah Baekhyun berlari, muncul seorang gadis cantik yang tak asing— gadis itu adalah Choi Sooyoung. Yang tersenyum misterius ke arah Baekhyun, dan memutuskan akan pergi tetapi sebuah tangan yang mencekal lengannya membuat ia menoleh dan menemukan pandangan membunuh dari Park Chanyeol— dan berhasil membuat gadis itu menahan nafas.

"Ikut aku, nona." Perintah Chanyeol dengan nada yang sangat dingin serta aura menusuk yang membuat Sooyoung merasa tak betah berada di sampingnya. Sebelum sebuah api berwarna biru keluar dari tangan Chanyeol, kemudian membesar dan menelan mereka berdua.

KITSUNE'S WORLD

BRUK!

Dalam sebuah rumah yang terlihat sangatlah indah, tepatnya di pintu masuk rumah itu yang tadi nya hening, dipecahkan oleh suara sesuatu jatuh dengan keras sebelum perlahan api biru terlihat di tempat berbeda. Ketika api biru itu menghilang, dapat dilihat bahwa posisi dua orang yang sangatlah jauh berbeda. Dimana sang gadis terlihat berdiri dengan anggun sedangkan sang pria tersungkur di lantai. Gadis itu— Sooyoung yang melihat kelakuan Chanyeol hanya bisa memutar bola mata malas dan lebih memilih langsung masuk ke rumah megah tersebut. Terlihat beberapa pelayan terlihat berlalu lalang sebelum terdengar suara geraman yang begitu mengerikan membuat Sooyoung terdiam dan membulatkan matanya menatap sosok kitsune di depannya yang terlihat begitu marah kearahnya. Gadis itu menoleh dan mendapati Chanyeol sudah ada di belakangnya dan memberikan smirk ke arahnya.

"Ini akibat dari perbuatanmu noona, lihat— hyung marah besar." tepat ketika Chanyeol menyelesaikan ucapannya, kitsune itu segera menabrak tubuh Sooyoung membuat tubuh gadis itu menabrak lantai dengan cukup keras membuat sooyoung menatap sosok kitsune di atasnya dengan pandangan kesakitan. Sebelum akhirnya sosok kitsune itu berubah menjadi sosok nama dengan paras yang sangatlah tampan sedang menatap Sooyoung dengan pandangan menusuk.

Melihat pemandangan di depannya, Chanyeol menghela nafas lalu segera memisahkan hyung nya itu dengan sang noona.

"Hyung— jika kau ingin memberikan hukuman bagi noona nanti saja. Tapi sekarang lebih gawat— tidak, tapi ini sangat penting malahan. Baekhyun mulai menjauhiku dan noona malah memperburuk suasana. ARGH!" Chanyeol menatap hyungnya dengan raut wajah kesal sebelum mengeluarkan geramannya karena begitu banyak pikiran dan Baekhyun adalah dalang dari semua hal yang hinggap di pikirannya.

Tunggu— apa tadi Chanyeol menyebut Sooyoung adalah noona? Ya, karena mereka sebenarnya kakak adik dan selalu mengganggu adiknya adalah hal yang dilakukan Sooyoung bila ia tidak mendapat perhatian dari Suaminya. Seperti yang ia lakukan sekarang, berpura-pura menjadi tunangan Chanyeol tanpa mengetahui perbuatannya bisa semakin merusak hubungan Chanyeol maupun Baekhyun.

Sedangkan orang yang sedari tadi dibicarakan Chanyeol , hanya menundukkan kepalanya. Ia sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, bagaimana tidak, adiknya memberitahukan semua pada suaminya itu membuat namja di sebelahnya itu menoleh sebelum menghela nafas sambil memijit kepalanya.

"Choi Sooyoung—" panggil namja bernama Choi Ill Wo itu.

"Aku akan membereskannya." ujar Sooyoung memotong omongan sang suami sambil memutar bola matanya malas lalu menatap Chanyeol dengan pandangan seakan berkata 'kau puas?'

"Bagaimana Noona akan membereskan masalah ini." Tantang Chanyeol pada kakaknya itu karena bisa saja kakak perempuannya itu ceroboh dan malah membuat masalah semakin rumit.

"Aku akan berterus terang dengan Baekhyun, puas?" Jawab Sooyoung yang dijawab oleh senyuman Chanyeol dan anggukan semangat dari adiknya itu, sebelum bau harum bunga mawar menguasai ruangan itu, membuat ketiga Kitsune itu menatap pintu yang terbuka dengan pandangan penasaran. Karena ini adalah bau yang sangatlah harum untuk mereka.

"Bau mawar— bau milik seorang kitsune suci." Kata-kata Sooyoung membuat Chanyeol maupun Ill wo melotot karena jika benar ada kitsune suci disini— maka benar bahwa ramalan yang mengatakan salah satu keluarga kitsune Park akan menikah dengan cucu dari kitsune suci yang bahkan hingga sekarang masih dicari. Dan dengan menikahi sang cucu, maka seluruh negeri kaum kitsune akan dipimpin oleh sang kitsune jantan itu.

Perlahan sinar bulan digantikan oleh sinar matahari yang mulai menembus jendela milik penduduk bumi dan hal itulah yang memberikan pertanda bahwa Baekhyun akan segera bangun. Benar saja, tak lama kemudian kedua kelopak mata milik sang adam yang memiliki paras menawan itu terbuka dan terlihat mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan dengan cahaya di sekitar. Setelah berhasil menyesuaikan dengan keadaan di sekitarnya, Baekhyun mulai beranjak dari tempat tidurnya dan menemukan tidak ada tanda-tanda Chanyeol ataupun rubah kecil di sekitarnya, dan lagi— Baekhyun merasakan hampa.

Tapi berusaha ia tepis rasa sakit yang ia rasakan itu, dengan langsung berjalan ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk berangkat sekolah. Tanpa menyadari, bahwa ada dua sosok kitsune yang memperhatikannya dengan pandangan penuh kelembutan. Membuat tanda tak terlihat di punggung Baekhyun menyala terang, dan hanya bisa dilihat oleh para sosok kitsune maupun gumiho.

Hari itu, Baekhyun mendapati Chanyeol absen dan itu membuat moodnya entah kenapa menjadi sangatlah buruk. Jadi, yang bisa ia lakukan hanyalah menatap jendela sambil memperhatikan murid yang sedang berolahraga. Bahkan suara bel istirahat pun ia tak perdulikan.

Tapi tidak sebelum ia merasa bahwa bangku di sampingnya diduduki oleh seseorang padahal jelas-jelas tadi Kyungsoo dan Luhan berpamitan ke kantin lalu menjanjikan akan membawakan jus strawberry kesukaan Baekhyun. Pemuda itu segera menoleh dan menemukan bahwa yang menduduki bangku di sebelahnya adalah Sooyoung— orang yang mengacaukan moodnya kemarin. Melihat gadis itu menatapnya penuh keingintahuan, Baekhyun pun membalas pandangan sang gadis dengan tatapan bingung.

"Ada apa?" tanya Baekhyun pada Sooyoung dengan nada ia ramah-ramahkan. Hanya gelengan kepala yang ia dapatkan sebagai jawaban.

"Kurasa, aku tau kenapa dulu Chanyeol langsung memilihmu untuk dia ikat. Ternyata kau benar-benar mate dari Chanyeol, tak perlu diragukan lagi." Oceh Sooyoung pada Baekhyun sambil gadis itu menatapnya dengan pandangan menilai. Membuat Baekhyun mengerutkan dahinya, terlihat bingung mendengar perkataan Sooyoung.

"Mate— apa itu?" tanya Baekhyun dengan pandangan ingin tahu, yang dijawab oleh kekehan Sooyoung.

"Mate artinya pasangan sejati. Atau di dunia manusia disebutnya jodoh." Jelas Sooyoung lalu mulai beranjak dari duduknya,

"Oh iya— jangan dipikirkan mengenai aku dan Chanyeol, kami tidak bertunangan."

"Lalu hubungan kalian apa?" pertanyaan Baekhyun membuat Sooyoung menghentikkan langkah nya yang hendak menjauhi meja Baekhyun. Gadis itu pun membalikkan badannya, menatap Baekhyun dengan senyuman misterius.

"Kau akan tau suatu saat nanti. Itu masih rahasia." ujar Sooyoung lalu pergi begitu saja dari kelas, mungkin saja gadis itu ke kantin. Meninggalkan Baekhyun yang masih terbengong, berusaha mencerna kata-kata Sooyoung. Walaupun bebannya sudah menghilang satu, namun tetap saja pikirannya tetap terisi mengenai Chanyeol. Kenapa pria itu tidak masuk hari ini maupun tentang perasaannya pada Chanyeol. Di satu sisi, ia merasa nyaman dengan siluman itu tapi tetap saja ada bagian di hatinya yang meragukan Chanyeol . Apakah siluman itu benar-benar menyukainya atau hanya menggunakan Baekhyun sebagai boneka.

Sedangkan di tempat yang berbeda, Chanyeol tengah memperhatikan Baekhyun melalui media air. Sebelum pria itu akhirnya menghentikan aksi memata-matai Baekhyun karena bahkan ia dapat merasakan perasaan Baekhyun.

"apa yang harus kulakukan agar kau percaya padaku?" tanya Chanyeol pada Baekhyun, yang tentu saja tak bisa mendengarkannya sambil mengulum senyum pedih dengan perasaan yang tentunya tidak bisa dikatakan.

TBC

Note ;

Halo aku kembali dengan chapter 4b. Maaf sudah menghilang 2 tahun dengan ff menggantung *crys*

Aku sibuk sekolah jadinya tak sempat melanjutkan, tapi sekarang sudah kulanjutkan kok ^^ jadi silahkan dinikmati.