author : ugi98

pair : KRISTAO

gendre : Romance-humor(mungkin)-fantasi dan masih banyak lagi

rate : T

GS for UKE

TYPO'S DI MANA MANA

CERITA GJ ABSURD DAN MEMBOSANKAN

HINA SAYA JANGAN PAIRNYA

KALAU NGGA SUKA TINGGAL KELUAR

SELAMAT MEMBACA

anggaplah yang ada di sini benar adanya

IT'S MUST BE LOVE

Chapter 2

Matahari bersinar begitu terik siang itu. Sepasang remaja tengah berjalan beriringan di jalan setapak yang cukup rimbun dangan berbagai macam pohon yang menghiasi pinggir pinggirnya.

Inilah kebiasaan Zi Tao dan Sehun. Ia dan pengawalnya itu memang lebih senang berjalan kaki, dan mangabaikan teguran kakak laki lakinya tantang 'sangat bahaya bagi seorang seperti Tao berjalan kaki' Tapi baginya selama masih ada Sehun untuk apa ia khawatir.

" Haaaaah,,, aku tak habis pikir si boncel itu memasukkan ku ke kelas musim panas."seru Zi Tao dengan tangan yang menyeka peluh yang bercucuran di pelipisnya.

"Itu hanya karena kau terlalu bodoh" Sahut Sehun

"Itu berarti kau juga bodoh Oh."

"Aku bukan bodoh. Aku hanya terlalu malang, karena terus terjabak bersama putri liar seperti mu."ucap Sehun begitu jalas di telinga Tao

Tao berdecak pelan. Kali ini ia tak bisa membalas pernyataan Sehun. Karena ia sandiri juga sadar kalau Tao jauh dari kata anggun sebagai seorang putri. Penampilannya saja (kalau tidak ada Junmyeon) selalu terlihat tomboy. Dia akan malas jika Kyungsoo menyuruhnya memakai Dress, atau pakaian selayaknya seorang gadis.

Mungkin hanya setumpukan boneka panda dan tas tas Gucci koleksinya saja yang mampu membuktikan kalau ia itu seorang gadis,_dalam hal karakter

"Aku curiga dia benar benar mau menyingkirkanku." Gumam Tao

"menyingkirkan apa maksudmu? Memang dia berusaha membunuhmu?"

Tak mengindahkan kata kata Sehun , Tao malah menggumam tidak jelas hingga.

"Baiklah." Pekiknya membuat telinga orang di pinggirnya berdengung. "Kalau itu yang dia mau maka aku akan…" Perkataan gadis manis itu di biarkan menggantung.

Sepasang mata pandanya menatap Sehun penuh bahaya bagi pemuda pucat tersebut berdering nyaring.

"Ja-jangan bilang kau…"

"Ayolaahh~~ Sehun-ah sekali ini saja yaaahh… bbuing bbuing~~"

Oh, runtuhlah sudah pertahanan pengawal Oh.

.

.

.

"HUUUAAAAH….. udaranya segar sekali Kris Hyung!" seru Kai saat tiba di Huangs Kingdom.

Ke-6nya bergumam takjub pada pemandangan yang mereka lihat saat ini. Warna hijau begitu mendominasi penglihatan mereka.

Kris berdecak kagum, sedikit tidak percaya kalau tanah subur nan makmur ini hasil dari kerjakeras teman lamanya. Junmyeon.

Keduanya dulu sempat bersekolah di sekolah yang sama, tepatnya di sekolah asrama, Kanada. Kris itu roommatenya Junmyeon. Ia tau Junmyeon itu seorang dari kalangan bangsawan, namun hal itu tidak lantas membentengi pertemanan dua pemuda itu.

Buktinya saat Junmyeon hendak di nobatkan menjadi raja, atau ketika pria itu menikah ia mendapatkan undangannya. Tapi sayangnya saat itu ia tengah sibut dengan Grupnya yang sedang naik daun jadi tak sempat menghadiri acara tersebut.

Dan seminggu yang lalu ia dapat sebuah tiket ke kerajaan Huangs untuk membantu kawan lamanya menyiapkan Wedding Eniversery sang Raja dan istrinya.

Kris mau mau saja, terlebih ia juga di bayar. #leadermataduaitan

"Aku tak menyangka ada negri seindah ini." Guman Xiumin.

"Hmm kau pintar pilih job Hyung." Sahut Chanyeol.

"Tapi masalahnya, kita harus ke mana sekarang?" tanya Luhan yang baru saja kembali dari toilet

"Akan ada yang menjemput kita nanti." Jawab Kris. Ia sendiri kini tengah berada di depan sebuah jendela besar yang langsung mengarah ke pusat kerajaan yang nampak sedang sibuk. Di luarsana terlihat betapa menakjubkannya kerajaan Huang.

Kerajaan yang di kelilingi oleh gunung gunung hijau dan bangunan yang tak terkesan kuno menjadi paduan yang menarik. Negri kecil, makmur dan mempesona. Kris jadi bangga punya teman seperti Junmyeon.

'"Kris Hyung jemputan kita datang !"

.

.

.

Mulut Luhan dan Kai sama sama menganga melihat bangunan megah di depan mereka.

"Seperti Istana ya Lu."

"Bodoh, inikan memang istana."

Melihat itu Xiumin hanya bisa terkekeh dengan tingkah laku adik adik kecilnya. Sementara itu di depannya ada pasangan Chanbaek yang tengah berjalan beriringan, dan Kris sudah melesat jauh di depan.

Pintu besar berbahan kayu itu perlahan terbuka, menampakkan seorang Junmyeon yang berwibawa dengan Yixing yang nampak cantik dengan gaun sederhana di sampingnya. Tak lupa Chen yang tak kalah tampan dengan kemeja putih polos yang di lapisi jas hitamnya.

'"Xiu Jie, bukankah dia tampan?" bisik Luhan dengan dagu yang mengarah pada Chen.

Sedangkan Xiumn entah kenapa malah merona kala pandangannya bertemu dengan sorot mata Chen.

"Selamat datang di Huangs Kingdom. Senang bisa melihat kalian di sini." Ujar Junmyeon.

"Senang juga bisa mengunjungi kerajaan anda tuan." Ba;as Kris

Keadaan agak sedikit canggung, karena kedua belah pihak sama sama tutup mulut. Namun

"Tak ku sangka kau makin pendek yang mulia." Ucap Kris. Sontak semua membernya kaget dengan ucapan Leadernya itu._oh nampaknya mereka tidak tau

"Bukannya aku yang semakin pendek, kau saja yang terlalu ekstrem dalam pertumbuahan, mesum."Sahut Junmyeon, semakain membuat bingung orang orang di sana._kecuali Yixing dan Chen

Tak berapa lama mereka saling merangkul dan tertawa layaknya orang gila.

"Ini teman lamaku. Yang terhormat raja Junmyeon." Lagi duo maknae menganga berbeda dengan Xiumin, Chanyeol dan Baekhyun yang membungkuk penuh hormat.

" Hei kenapa jadi tegang begini. Santai saja, lagi pula umurku masih 24 ko. Jadi jangan terlalu sopan yaa." Ujarnya lalu bersama Kris ia meninggalkan orang orang yang menatap heran pada Raja muda tersebut.

hilang sudah wibawanya. Batin Chen.

Sepeninggalan Junmyeon rombongan di ajak Yixing untuk beristirahat di kamar masing masing dengan di antar Chen.

Namun belum sempat chen beranjak Yixing bertabta. "Chen Ge, kau tau di mana Tao?"

"Maaf yang mulia tapi nampakkya Nona Tao belum pulang."

"Oh baiklah, terima kasih."

Sebelum pergi Yixing sempat memberikan senyum terbaiknya pada Chanyeol and the gank

"bukankah dia mempesona Youllie~" ucap Baekhyun dengan tangan yang bergelayut manja pada Chanyeol.

"Tentu. Tapi kau lebih mempesona baby."balas Chanyeol di iringi sebuah kecupan manis di puncak kepala Baekhyun.

"Cih mulai lagi." Cibir Luhan dan Kai bersamaan. Nampaknya mereka tak menghiraukan pasangan lain yang tengah berjabat tangan dengan senyum canggungdi depan mereka.

.

.

.

Kyungsoo panik bukan main saat ini. Tadi Yixing menyuruhnya untuk mendandani Tao. Karena nanti malam ia akan mengadakan makan malam bersama tamu tamunya.

Bukan tugas sulit sih, bukankah itu merupakan tugas sehari harinya. Tapi yang jadi masalah adalah bagaimana ia mendandani Tao kalau ia tidak tau Tao di mana.

Ia sudah berkali kali menghubungi Tao dan Sehun. Tapi nampaknya ke dua anak itu sepakat mematikan ponsel mereka.

Sedangkan di tempat lain, biang dari kepanikan Kyungsoo tengah terlelap dengan damai di sebuah pohon rindang bersama Sehun di sampingnya yang sedang membaca buku.

Ini sudah menjelang senja. Dan mereka masih enggan untuk menghentikan aksi yang Zi Tao sebut sebagai 'kabur' itu. Sebenarnya sih Sehun sudah berniat pulang namun melihat Tao yang terlelap begitu nyenyak, ia jadi tak tega.

Yah begini lah Tao kalau merasa kesal. Maka ia akan pergi*read kabur dari istana walau itu hanya 100 meter dari sana. Dan akan berakhir saat malam tiba. Alasannya ia itu takut gelap.

"Tao! Sehun !" sebuah suara samar samar menyapa indra pendengaran Sehun. Suara yang menyiratkan kepanikan dan kekhawatiran yang sangat Sehun kenal.

"Tao-ie Tao-ie." Sehun menggoyangkan tangan Tao yang masih tertidur. Memaksa gadis itu membuka mata pandanya. Mengerjap lucu saat menyadari kalau hari makin gelap.

"Tao! " seru Kyungsoo dari atas bukit melihat Tao dan Sehun yang masih duduk di bawah lidungan pohon besar di tengah padang rumput tersebut.

Kyungsoo segera turun menghampiri mereka. "Kemana saja kalian?"

"Maaf Noona tadi tuan putri kita ini mengajak ku untuk kabur."

Kyungsoo memandang Tao dengan tajam. Dan Tao sendiri hanya bisa tersenyum aneh. Antara merasa bersalah dan tidak mau di salahkan.

"Maaf Soo Jiejie, aku benar benar merasa bosan di Istana."

"yah sudahlah, ayo lekas pulang. Jie jie mu akan mengadakan makan malam, jadi kau harus ada di istana sebelum gelap"

Tangan tangan mungil Kyungsoo menyeret Tao dan Sehun saat itu juga, menghilangkan rasa takut akan di banting si pemegang mendali emas wushu tersebut.

Dan benar dugaan Kyungsoo hari sudah gelap ketika mereka tibadi istana.

" Tunggu,tunggu kalau aku lewat depan akan ketahuan kalau aku baru pulang." Ucap Tao sambil menggenggam tangan Sehun dan Kyungsoo yang sudah hampir masuk ke dalam Istana.

"kalau pun kau lewat belakang, pasti Koki Shin juga akan melaporkanmu." Sahut Sehun.

" jadi bagaimana?"

Tao meletakkan telunjuknya di dagunya. Pose berpikir ala Putri Huang. Mata pandanya mulai menerawang ke langit yang sudah berhiaskan bintang bintang. Ia pun melirik jendela no 4, yang merupakan jendela kamarnya lalu beralih pada pohon besar yang cukup tinggi dan….

" bantu aku naik ke atas pohon."

" HAH?!" Kyungsoo dan Sehun menatap Zi Tao horor.

"Oh ayolah, aku yakin caraku akan berhasil. Aku tinggal naik ke atas, lalu meloncat ke jendela no 3 dan naik ke jendela no 4 dan BINGGO aku ada di dalam kamar." Ucap Tao bersemangat.

Lantas Sehun mendorong dahi tao pelan " Bagimana kalau kau jatuh hah?"

" Kau meragukan kemampuan memanjatku Tuan Oh? Sebenarnya berapalama sih kau jadi pengawalku?" tukas Tao begitu sengit.

"Aaiih sudah jangan bertengkar." Kyungsoo melerai. Bisa bisa sebelum Tao masuk kedalam mereka sudah ketahuan kalau begini terus. " baiklah, tapi hati hati." Ujar gadis belo itu setelah berhasil menengahi.

Tao mengangguk antusias, lalu menatap Sehun lekat lekat. "Jongkok !"

Sehun kena lagi.

Walau dalam hatinya Sehun menggerutu, tapi pada akhirnya ia menurut juga. Berusaha merelakan bahunya menjadi korban ide gila Zi tao.

Dengan perlahan Tao mulai naik merayap ke atas pohon, dari dahan satu ke dahan lain yang lebih tinggi dengan lincah. Untung saja pakai celana olah raga, kalau tidak, celana dalam pandanya bisa kemana mana.

" Hati hati " pekik Kyungsoo saat melihat Tao hampir terpeleset.

Sekali lagi Tao mengangguk.

Tangannya kini berusaha menjangkau tonjolan tembok di dekat jendela no 3 dan setelah berhasil dangan cepat Tao menarik tubuhnya sendiri mendekat ke arah jendela.

Namun naas jendela itu tiba tiba terbuka. Tao yang tak bisa menghentikan pergerakan tubuhnya langsung masuk ke dalam jendela cukup basar itu.

Yang gadis itu rasakan hanya sakit di bagian sikutnya yang bergesekan dengan lantai kamar. Selebihnya tak ada yang aneh. Kecuali bibirnya yang terasa mendarat di sesuatu yang lembut. Dan saat ia membuka matanya, yang ia lihat seorang pria berambut pirang gelap dengan bibirnya yang menempel di bibir bawah Zi Tao.

Sontak saja….

"GYAAAAA"

Sadangkan Sehun dan Kyungsoo hanya bisa saling pandang, menerka nerka apa yang terjadi di atas sana.

T.B.C

Kelar….. heheh ada yang nunggu nggak nih?

Sebelumnya terimakasih atas reviews dan segala bentuk apresiasi yang telah di berikan di ff chaptered pertama ugi.

Kalau ada yang kurang sreg/? Langsung tulis di kolom revies atau ke PM juga boleh.

Oh yaa ngomong ngomong ini postingan terakhir ugi sebelum Lebaran. Jadi mohon maaf yaaaa. hehehe