Penulis: ugi98

Pasangan: KRISTAO

gendre : Romance-humor(mungkin)-fantasi dan masih banyak lagi

rate: T

GS untuk UKE

Typo'S DI MANA MANA

CERITA GJ ABSURD DAN MEMBOSANKAN

HINA SAYA JANGAN PAIRNYA

KALAU NGGA SUKA TINGGAL KELUAR

SELAMAT MEMBACA

anggaplah yang ada di sini benar adanya

Saat ini Tao tengah gelisah di kursinya. Mata pandanya nyalang menatap acak menyapu meja yang menghidangkan berbagai makanan yang rata rata adalah kegemarannya.

Bayang bayang kejadian beberapa jam yang lalu telah berhasil menyita seluruh pikirannya. Itu ciuman pertamanya dan dia melakukannya dengan orang yang benar benar asing, Tua pula #hehehe

"Kenapa, sayang?" Yixing berbisik pada Tao yang masih gelisah di kursinya.

Gadis itu menggeleng imut di sertai senyum manisnya. tak begitu peka untuk menyadari kalau di depannya ada sesosok pria pirang yang menatapnya lamat lamat.

Walau bagaimana pun kepribadian yang di tunjukan gadis yang Junmyeon perkenalkan sebagai adiknya ini., Kris (si pria beruntung yang mendapatkan frist kiss putri Huang) tidak merasa risih padanya. Bahkan ia menyakini kalau hatinya sudah di curi gadis tersebut.

sebenarnya bukan Tao saja yang bertingkah seperti cacing kepanasan, karena Kris pun demikian. Duduk tepat di depan Tao membuatnya mau tak mau harus rela di suguhi pemandangan menggemaskan plus menggairahkan.*Ini pikiran Kris ya

Jujur, saat Tao turun bersama Junmyeon dan Yixing, Kris sangat terpesona. Bahkan Xiumin dengan isengnya mengantupkan rahang Kris yang hampir jatuh. Dan itu memalukan.

Tidak bisa di pungkiri, Tao yang saat itu mengenakan mini dress berwarna pink pastel dengan renda sederhana di pinggangnya, telah membuat seorang Kris Wu kelimpungan.

Tapi Kris juga tak bisa bohong kalau ia lebih terpukau lagi saat mereka pertama kali bertemu.

Bukan, bukan karena ciumannya. Tapi karena saat itu Tao terlihat begitu manis dengan seragam olahraganya yang terkesan sederhana.

Apalagi Sang Putri Huang itu menatap bingung padanya sambil memegangi kedua belah bibir pinknya dengan wajah yang memerah. Nampak seperti seorang kelinci yang tersesat. Dan lagi lagi Kris suka itu

Binar manik hitam itu seolah menyedo kris ke dalamnya. Untaian rambut yang di hiasi tiara kecil di atasnya sukses membuat Kris menjerit histeris (di dalam hati). Belum lagi bibir pink menggoda yang seakan...

"Permisi..." siapa itu? siapa yang berani mengganggu khayalan indah/liar Kris

"Yaa ada apa Luhan?" Tanya Yixing keibuan, membuat Junmyeon ingin cepat cepat punya anak.

"Dapat saya tau di mana toiletnya?" Dasar tidak sopan rutuk Kris

"Biar aku yang antar" Seru Tao begitu semangat.

"Baiklah, Tao akan mengantarmu. Lekas kembali yah."

Tao dan Luhan mengangguk bersama. Mengabaikan tatapan tajam seseorang yang merasa terganggu. awas saja kalau dia mengamuk.

Sepanjang perjalanan Tao tak hentinya mengoceh, barcerita tentang rumah_istana_nya dan Luhan hanya menanggapinya dengan senyuman seadanya. Bukan tidak mau menanggapi, tapi sungguh panggilan alamnya begitu mengganggu.

"Ini dia toiletnya Jie. Nanti Tao tunggu di luar yaa." Luhan mengangguk lantas segera melesat ke dalam.

Tak berapa lama ia keluar dengan wajah yang lega. Tapi haya sebentar kerena setelahnya Luhan sadar Tao tak ada bersamanya.

Mata rusanya bergerak liar, ia tak bisa bergerak kemana-mana. Ia tidak tau jalan. Tempat ini kan sangat luas, kalau Luhan terseset bagaimana

"Mencari seseorang?"

Sontak Luhan terlonjak kaget mendengar suara tepat di berbalik dan mendapati seorang pemuda dengan kulit putih pucat tengah menatapnya tak berkedip.

Dan di mata pemuda berusia 18 tahun ini, Luhan bagai malaikat yang akan menyelamatkannya dari blis berkedok panda manis #DiRajamTao

Tatapan rusanya begitu menghipnotis pemuda tersebut. Setelah sekian lam di suguhi gadis jejadian macam Tao akhirnya ia di pertemuan juga dengan sesosok bidadari. Haruskah Sehun sujud syukur sekarang.

"Kalian sedang apa?"

Menyebalkan. Entah bagaimana Tao muncul di antara mereka yang sedang asyik saling tatap.

"Ah, Ti-tidak." Sehun kembali ke mode dinginnya.

"Jie jie kau baik baik sejakan? Si idiot ini tidak melakukan hal yang tidak tidak padamu kan?" Ucap Tao panik sembil memutar mutar tubuh Luhan memastikan kalau Jie jie barunya ini tidak lecer sedikit pun.

"Aku baik baik saja." ucap Luhan sambil terkiik geli.

Ia benar benar terkesan dengan sekap Tao. Jujur saja awalnya ia sepat berpikir kalau Tao itu menyebalkan. Berhubung begitulah rata rata watak gadis dari kalangan bangsawan.

Tapi ia salah besar, Tao memang manja apalagi kalau bersama Yixing. Tapi pembawaannya itu justru menggemaskan dan tidak bikin mual. Tao juga terlihat setia kawan, buktinya ia kembali ke tempat Luhan berada walau nyatanya ia bisa saja meninggalkan Luhan.

"Memangnya Kau dari mana saja? Kau membuat dia kebingungan tau." ujar Sehun.

" Yyak! tidak sopan memanggil yang lebih tua dengan sebutan Dia!Dia!" Tao menoyor kepala cukup keras.

"Aku kan tidak tau namanya." rengut Sehun sembil meringis.

"Eh iya yah. Hehhehe" Tao nyengir sendiri mengakibatkan amarah Sehun naik ke atas ubun bun. Untung saja ia mengingat orang tua tao yang mengasuhnya sejak kecil saat kedua orangtuanya meninggal. Kalau tidak sudah bisa di pastikan gadis yang aslinya manis itu akan mengapung di danau dekat sekolah mereka.

"Oke, oke. Sehun ini Luhan Jie. Dan Luhan Jie ini Oh Idiot Sehun."

Dan merekapun terlibat dalam sebuah kegiatan saling menatap dan barjabat tangan. Hingga dengan tega membiarkan Tao yang terabaikan.

.

.

.

"ZI TAO CEPAT SIAP SIAP. MAU KU TINGGALKAN HUH?"

Teriakan menggelegar itu di susul bunyi ribut yang menyambut pagi indah di kerajaan Huang.

"Aku harus memberi makan Phoo dulu hun." Sahut Tao tak kalah kencang.

FYI Phoo itu anak panda yang Junmyeon berikan sebagai hadiah ulang tahunnya beberapa bulan lalu.

"Biar Soo Noona yang memberinya makan, kita hampir terlambat Huang."

"Tidak mau, kalau Soo Jie jie yang memberinya makan nanti dia akan kebingugan mencari ibunya."

"Yyak! Huang Zi Tao. Cepat berangkat. Kalau tidak bukan hanya pandamu saja yang ada di penangkaran, tapi ku pastikan kau juga mendekam di sana."

Itu suara di bayangkan betapa kencangnya teriakan tersebut, sampai sampai seluruh orang di istana pun dapat mendengarnya.

Untuk para staff istana sih sudah biasa dengan hal itu. Tapi lain dengan tamu tamunya.

Yang wanita sih maklum maklum saja. Berhubung Junmyeon itu kan tampan, berwibawa, raja pula. Jadi bertingkah aneh sedikit tidak apa apa lah.

Tapi bagi yang laki, pasti terganggu karena mau tak mau suara teriakan Junmyeon akan mengganggu mereka dari tidur gantengnya.

"Perasaan dulu Junmyeon tidak seperti itu."ujar Kris yang belum beranjak dari kasurnya.

"Mungkin dulu Junmyeon Hyung hanya menjaga imagenya Hyung" sahut Channyeol yang baru keluar dari kamar mandi. Sedangkan Kai entah kemana. Yang pasti ia tadi lari terkejut karena teriakan Junmyeon.

"Yah kau benar, berdekatan dengan keluarga kan bisa memunculkan tabiat asli seseorang." Gumam Kris

" Huuuum, kau benar hyung. Dan ngomong ngomong keluarga, adiknya manis juga ya hyung."

Mendengar Chanyeol membawa bawa adik Junmyeon _Tao_ dalam percakapan meraka, tantu saja Kris antusias. Tapi rasanya ada yang aneh.

"Memang kenapa kalau dia manis? kau menyukainya? kau tak sadar Yeol kau masih punya Baekhyun." menyadari perkataan Chanyeol, kris jadi sewot sendiri.

"Hei hyung walau ada beribu ribu mahlik manis di hadapan ku, aku tidak akan berpaling dari baby Baekku. Lagi pula kenapa kau heboh sekali? kau suka padanya yaa hyng?" Chanyeol menatap Kris penuh selidik, membuat Kris gugup sendiri.

Ia tak habis pikir tarnyata jatuh cinta bisa membuat hyung tertuanya ini jadi mirip remaja yang baru puber.

Chanyeol tertawa terbahak bahak melihat ekspresi Kris yang OOC dan dengan keras Kris menghantamkan gulingnya pada chanyeol, walau nyatanya tak berpengaruh terhadap tawa si dobi itu.

Kris mengalihkan pandangannya kearah jendela, dari sana dengan jelas Tao sedang berjalan sambil di gandeng sehun. Si manis itu nampak kesal, terlihat dari caranya mengerucutkan bibit kucingnya.

"tapi sepertinya akan sulit mendapatkannya."

Mendengar nada suara Kris yang putus asa. Chanyeol segera menghampiri Kris yang berdiri di dekat jendela, ikut melihat ojek yang kris pandang.

"Itu belum tentu, kau tidak taukan siapa laki laki itu?"

"Tapi mereka bergandengan."

"Bergandengan buka berarti pacaran. hey kenapa kau jadi mellow seperti ni hyung. Ayolah, Junmyeon saja tak keberatan kau mendekati adiknya." Chanyeol berusaha memberi semangat pada Kris dengan menepuk bahunya."Sudah yaa hyung. Aku ke kamar Baekhyun dulu."

Kris tak menghirakan ucapan Chanyeol, yang ada di pikirannya kini hanya tao.

Lalu entah karena apa Tao yang masih di bawah, tiba tiba mengalihkan pandangnnya pada jendea Kris. Keduanya saling bertemu pandang agak lama. Dan kris bersmpah dia sempat melihat semburat merah jambu di pipi Tao sebelum Sehun menarik tangan Tao untuk berjalan agak cepat. *tsk pengganggu.

.

.

.

Hari ini Exo mengadakan latihan kecil kecilan sebelum acara Wedding Aniversery Junmyeon yang akan di adakkan sekitar 2 minggu hitung hitung pemanasan.

Mereka melakukannya di ruangan yang biasanya Tao gunakan untuk latihan wushu. Ruangannya cukup luas dan nyaman. Bahkan di bandingkan dengan tempat latihan di gedung agensinya tempat ini jauh lebih nyaman.

Ruangan ini hampir semuanya di kelilingi cermin. Dan di bagian belakangnya terdapat beberapa mendali, sertifikat juga foto kemenangan zi tao, dari gadis itu duduk di taman kanak kanak hingga sekarang. Dan ini membuat kris lagi lagi terkagum kagum.

Begitu juga dengan Chanyeol dan Baekhyun yang sedang duduk di sudut ruangan. Mereka juga tak kalah takjup dengan gadi manis itu.

"Dia cantik, manis juga berprestasi. Sempurna sekali yaa Yeolli."ujar Baekhun sambil memandangi beberapa foto Zi Tao.

"Yah jadi pantaslah kalau Leader kita itu jatuh hati padanya." bisik chanyeol pada Baekhyun yang ada di dekapannya.

"Benarkah?" mata indah Baekhyun berbinar binar mendengar perkataan chanyeol.

"Tentu saja benar. Lihat dia terlihat seperti orang gila kan." sahut Chanyeol sambil menunjuk pada Kris yang sedang duduk berselonjor dengan earphone yang menyumbat telinganya. Kadang dia tersenyum tidak jelas. Dan Chanyeol yakin bahwa yang di dengarkan Kris adalah lagu lagu romantis dengan bayangan Tao sebagai video pengantar di otaknya.

Baekhyun terkikik geli meliahat ekspresi yang jarang di temukan pada wajah Kris. Dan mau tak mau membuat seorang Park Chanyeol tak tahan untuk tak mengecup bibir tunangannya itu.

Oke mari tinggalan pasangan berbahagia itu. Sekarang kita beralih pada Kim bersudarayang juga tengah asyik mengobrol. Tepatnya hanya Kai yang bicara, karena Xiumin hanya setia mendengarkan.

"matanya, hidungnya, bibirnya. seolah olah berlarian di otakku Noona" ucap Kai dengan semangat. Dan Xiumin hanya tersenyum sambil mengusap surai coklat kai yang terbaring di pahanya.

"Jadi intinya kau jauh cinta padanya?" tanya xiumin dengan tatapan jahilnya.

Mata Kai mulai menerawang lagi. Yang ada di otaknya hanya gadis manis bermata bulat yang ia temui tadi pagi.

Hanya sayang ia tidak tau namanya. Ia tidak sempat bertanya tadi.

Sebenarnya bukan tidak sempat, kai hanya malu mengingat betapa hacurnya penampilan kai tadi. Maklum bangun tidur langsung lari kekagetan(?)

"yaah sepertinya aku_"

"oh Kyung letakkan di sana saja."

Xiumin dan Kai segera memengalihkan pandangan pada suara tadi.

dan yang kai tangkap adalah gadis manis yang dari tadi mengimvasi pikirannya.

Gadis itu mengenakkan pakaian khas maid berwarna hitam yang lucu. Sebenarnya Junmyeon tidak mengharuskan Kyungsoo mengenakan pakaian tersebut. Karena Kyungsoo sudah di anggap keluarga olehnya, mengingat eksistensi keluarga Do yang cukup bersar di kerajaan Huang.

Kyungsoo sendiri sering ko menggungakan pakaian sentai jika bersama Tao. Tapi kalau sudah menyangkut tamu seperti ini bukankah Kyungsoo harus bersikap sopan.

"Ucapkan terima kasih kami pada raja dan ratu nde. mereka menyambut baik kami semua." ucap Baekhyun begitu lembut.

"tentu saja akan saya sampaikan nona." balas Kyungsoo.

"Jangan begitu. panggil aku eonni saja ara."

"Arasso, kalau begitu aku pamit dulu, masih banyak pekerjaan yang belum ku kerjakan."

Kyungsoo tersenyum manis sebelum meninggalkan ruanga tersebut.

"waaaah gadis gadis d sini manis manis yaaa. Semoga saja tinggal di sini 2 minggu membuat wajahku ikutan manis juga." pekik Luhan yang entah kenapa jadi kegirangan.

" Wajah. Sikpmu dulu perbaiki." tukas Kris ketus sambil melahap kue kering yang tadi Kyungsoo bawa. Menyebab kan Luhan mengerucutkan bibir imutnya.

Yaa begitulah kira kira interaksi Kris dan Luhan. Bukan berarti Kris tak suka, bahkan sebaliknya. Luhan itu adalah dongsaeng kesayangan Kris.

Sadar dari pikiran konyolnya, Kai mendekat ke arah Baekhyun.

"Noona kau kenal gadis tadi?" tanya Kai antusias.

"Kenal, dia yang mengajakku berkeliling kemarin. Memang kenapa?"

"Kau tau namaya?"

"Kyungsoo."

Setelah rasa penasarannya terjawab Kai beralih kembali ke tampat asalnya sambil menggumamkan nama gadis Tadi

Kyungsoo

Kyungsoo

Kyungsoo

Mungkin mana itu akan jadi mantra penyemangatnya mulai saat ini.

.

.

.

Ketika semua kota metropolitan bergerak dengan cepat di siang maupun malam. Lain hal nya dengan kerajaan kecil ini. Setidaknya penduduknya masih cukup waras untuk istirahat di malam hari.

Kerajaan huang, kerajaan kecil yang masih begitu hijau. Belum terjamah asap asap mematikan atau gas gas beracun. Kerajaan cukup maju dengan pembangunan yang tak menyentuh keindahan alaminya. Kerajaan makmur yang di pimpin raja muda bijaksana dan ratunya yang terkenal lembut, serta jangan lupa dengan putri manisnya.

Purti dengan mata pandanya yang kini tenah duduk di atas dahan pohon cukup tinggi yang berhadapan langsung dengan seluruh kerajaannya yang nampak sangat mempesona di malam hari.

Lampu lampu berkelap kelip indah, walau tak sebanyak lampu di kota sana. Sebuah pemandangan sempurna yang membuat Tao tak pernah bosan untuk menatapnya.

Memandang hamparan kerajaan dari atas pohon seperti ini seoalah memandang masa lalunya. Di mana ada ayah, ibu, dan gegenya yang selalu menemani Tao. Di saat semuanya masih lengkap Tao tidak perna kesepian seperti ini.

Dulu, setidaknya ada salah satu di antara mereka yang menemani Tao.

Tapi untuk saat ini Tao nampaknya harus berpuas diri sendiran. Ayah dan ibunya sudah tiada, gegenya pasti sangat sibuk dengan urusan kerajaan. Sedangkan kyungsoo dan sehun, ia tidak akan tega menyuruh mereka untuk menemaninya malam malam begiani.

Zi Tao manatap sendu langit malam penuh bintang di sinari rembulan yang temaram. Ia lantas berdiri hendak mencapai dahan lain yang lebih tinggi.

"awas dahannya rapuh."

SRET

BRUKGH

Tao terjatuh.

Bukan karena dahannya yang rapuh tapi karena suara berat tadi.

" Kau cukup berat juga yah."

Ucapan itu menyadarkan Tao kalau dia sedenga menindih seseorang saat ini.

"ah m-maaf."

Tao segera bangkit membiarkan orang itu duduk di sebelahnya.

"Kau tau, ini sudah yang keduakalinya kau menimpaku. Apa itu hobimu?" Ujar kris pura pura mendengus, padahal sih di pikirannya sudah banyak hal hal nista berseliweran.

"Aku benar benar minta maaf~" cicit Tao makin menunduk.

" Hey,, santai saja. Aku hanya bercanda." Tangan besar itu mengacak puncak kepala Tao yang masih menunduk.

Tao mendongak, berusaha meyakinkan penglihatannya pada pria di hadapannya itu. Lalu menunduk kembali sambil memainkan ujung piama yang ia kenakan, dia gugup bukan main. Entahlah melihat wajah Kris Tao jadi ingat kejadian kemarin. Ugh memalukan.

Dan Kris yang masih duduk diam di samping Tao hanya bisa memperhatikan bagaimana semburat merah muda itu merambat di belahan pipi Zi Tao yang terkena cahaya bulan purnama malam itu.

Kris berdehem keras, berusaha mencairkan suasana. Ia tahu pasti yang di pikirkan gadis di sampingnya ini.

Namun belum sempat Kris bersuara Tao sudah berujar lirih.

"Maaf~"

Alis tebal Kris bertaut.

"Untuk?"

"Untuk ituuu,,, eumm.. kem-kemari…. Aku .." Ucap tao terputus putus sangking gugupnya. Gadis berperawakan cukup tinggi itu juga tak henti meremas piamanya.

Sedikit banyak Kris merasa kasihan melihat Tao yang seperti tertekan, balum lagi tadi si cantik ini malah minta maaf padanya,padahal kan Kris pihak yang di untungkan.

"ah, sudahlah. Lupakan saja." Ujar Kris enteng.

Mendengar pernyataan Kris yang seringan angin, Tao mendongak dengan ekspresi Dasar-Bandot-Tua, dengan bibir yang mengerucut sebal.

"Lupakan? Tapi itukan ciuman pertamaku TAUUUUU." Rangek Tao menggemaskan.

Kris jadi panik sendiri. Antara merasa bersalah pada Zi Tao dan tidak tahan mau nyosor bibir Zi Tao.

"E-eh bukan begitu. Aduuuuh maksudku…..emmm." Hadehh potong saja lidahmu Kris. Benar benar Kris tidak Mau menambah kesan jelek pada gadis panda di sampingnya ini.

Tao, bersusah payah ia menahan tawa melihat wajah Kris yang mulai absurd. Jadi ngga tega.

"yaa sudah, tidak usah di pikirkan?" ucap Tao, lalu menunduk lagi menahan senyum gelinya.

Hening

Kris masih berusaha mengajak Tao mengobrol.

"Sedang apa kau di sini Zi Tao?" ucap Kris masih agak canggung.

Merasa namanya di panggil. Tao mendongakkan kepalanya menatap Kris.

"kau tau nama ku?"

"tentu saja kan, Junmyeon sudah mengenalkan mu tadi….. Tunggu, jangan bilang kau tak ingat namaku?" ujar Kris dengan kerlingan jenakanya.

"Tentu saja i-ingat. K-kau Kris Wu kan?"

Kris tertawa lebar mendengar suara gugup Tao. "Oke oke. Jadi sedang apa kau di sini tuan putri?"

Oh, pipi Tao yang bulat. Berhentilah merona. Kris di sini tidak tahan.

" Melihat seluruh kerajaan."

"Memang terlihat?"

"Tentu, kalu gege naik pasti terlihat."

"Lalu kenapa sendirian? ini kan sudah malam."

Ingin rasanya Kris mengecup bibir yang tengah mengerucut imut itu, apalagi tadi bibir itu menyebutnya 'gege' auhhh makin gila saja Kris.

"tidak ada yang menemaniku. Semuanya sibuk." Lagi, pandangan Tao berubah sendu mengingat hal itu. Membuat Kris sadar, Tao kesepian.

"Kalau ku temani, mau?"

Dan entah keberanian dari mana, Tao mengangguk .

Hingga malam itu pun mereka habiskan dengan mengobrolkan berbagai topik. Dari yang paling dasar, seperti dimana Tao sekolah atau bagaimana kehidupan Kris sebagai idol. Hingga pembicaraan aneh bin ajaib seperti kenapa Kris lebih suka ngupil manggunakan kelingking dari pada telunjuk.

Tak terasa malam makin larut dan nampaknya ada yang kelelahan.

"Dulu aku sering kesini bersama Junmyeon ge, tapi setelah dia pindah ke Kanada untuk sekolah, dia tidak pernah menemaniku lagi."

"hhm Junmyeon punya tanggung jawab yang beserkan sekarang?"

Tao mengangguk sekilas mendengar penuturan Kris. "Tapi aku juga butuh gegeku" Tao sedikit menguap merasakan matanya yang mulai memberat.

"Aku mengerti kalau kau_"

Puk

Tao tertidur di bahu Kris, dan dengan sigap Kris menahan kepala Tao sebelum gadis itu oleng dan jatuh.

Dengan posisi seperti ini Kris bisa lihat dengan jelas wajah unik Zi Tao. Mata pandanya yang kini tertutup, hidung mancungnya yang melengkung,bibir kucingnya yang merah merona namun sedikit gemetar, mungkin kedinginan.

Tunggu?

Kedinginan?

Tak ingin terlalu lama membiarkan Tao terkena angin malam, Kris menggendong Tao menuju dalam istana. Meminta salah satu maid menunjukkan kamar sang Putri dan membaringkannya di ranjang empuknya.

Kris kembali memandangi wajah damai Tao saat terlelap. Cantik sekali. Pantas ia tergila gila padanya. Walau nyatanya mereka baru bertemu kemarin, dengan kejutan di pertemuan pertamanya.

"Tenanglah aku tak akan membuatmu merasa kesepian lagi Zi Tao."

.

.

T B C

Sudah panjangkah #KoAmbiguYaaa gak papalah soalnya banyak yang minta di panjangin.

Ngaret yaaaaa?

Maaf deee selama puasa banyak urusan (alaah sok sibuk)

Cumin bisa update segini dulu nanti kapan kapan dilanjut lagi hehehe

Thanks buat yang sudah mau mampir apalagi reviews…..

LOVE TAORIS PEMIRSAAAHHHH