author : ugi98

pair : KRISTAO

gendre : Romance-humor(mungkin)-fantasi dan masih banyak lagi

FAMILY FOR THIS CHAPTER

rate: T

GS untuk UKE

TYPO'S DI MANA MANA

CERITA GJ ABSURD DAN MEMBOSANKAN

HINA SAYA JANGAN PAIRNYA

KALAU NGGA SUKA TINGGAL KELUAR

SELAMAT MEMBACA

Hari berjalan begitu cepat jika dilalui dengan canda tawa dan kegembiraan. Begitu juga yang di alami Tao, rasanya baru saja tadi ia dan Kris berjalan beriringan di taman dekat balai kota. Menikmati semilir angin dan sejuknya alam sekitar. Saling berpegangan tangan dan bercakap cakap akrab.

Namun sekarang ia harus rela melepas tautan keduanya.

Mereka sudah ada di depan gerbang kerajaan saat matahari benar-benar telah menghilang ke peradabannya.

Tao masuk duluan karena Kris akan menyimpan sepedah Tao terlebih dahulu ke gedung belakang.

Tiba di depan pintu masuk, gadis berwajah oriental ini mendadak merah pedam melihat, seorang wanita cantik yang sedang berpelukan dengan seorang pria. Dari bahunya yang bergetar ia tahu wanita itu tengah menangis sesegukan.

Tanpa ba bi bu Tao menghampiri keduanya.

" Kau apakan Yixing Jie sampai menangis begitu?"

Baru bertanya demikian, sebuah tangan biadab dari si pria_ Junmyeon menyapa dahi mulusnya.

" Gege…. Sakit"

" Kenapa kau pulang begitu malam?!" bentak Junmyeon pada gadis yang berada di hadapannya ini.

Tantu saja Tao terlonjak kaget melihat kakak laki-lakinya yang marah besar. Kali ini Tao berani sumpah kalau wajah angel yang di elu-elukan rakyatnya hilang sudah. Dan itu benar benar membuatnya takut.

" Maaf~" cicit Tao. Kepalanya menunduk. Tak mau menatap mata Junmyeon yang nyalang menatap Tao tajam.

" Maaf katamu? Berapa kali Gege bilang untuk pulang tapat waktu. Apalagi ini tanpa sehun di sampingmu. Kau lihat Jie jie mu menangis karena menghawatirkan mu" lagi Junmyeon memakinya

Tao mengangkat kepalanya, melihat Yixing yang masih bercucuran air mata. Jujur ia sendiri juga tak tega dan merasa bersalah melihatnya.

" jie jie Tao minta maaf." Ujar Tao lirih. Dan tanpa ia sadari, setetes air mata jatuh meluncur melewati pipinya yang sedikit berisi.

Baru saja hendak merangkul Tao, Junmyeon sudah berujar. " Sudahlah, masuk ke kamarmu dan renungkan kesalahan yang kau perbuat."

Tao segera masuk. Ia mengusap kasar air mata yang semakin deras keluar, berusaha untuk menyembunyikannya. Namun sia-sia semuanya bahkan sudah sadar kalau si cantik itu menangis saat ia masih di omeli Junmyeon.

Tak tarkecuali Kris yang juga ikut menyaksikan keotoriteran Junmyeon untuk pertama kali selama mereka bersahabat.

" Ada apa dengan mu yang mulia?" ucapnya member sedikit penekanan pada dua kata terakhir, seolah menyindir Junmyeon lewat nada bicaranya.

" Sesekali anak itu harus dikerasi (?) agar mengerti yang namanya tanggung jawab?"

" Kau yang seharusnya mengerti apa iu tanggung jawab Tuan" katanya masih dengan nada dinginnya.

" apa maksud dari ucapanmu itu Kris?" kali ini Junmyeon sedikit terpancing kembali emosinya, andai tak ada Yixing yang menggenggam tangannya erat.

" Mana tanggung jawabmu?" lagi gaya bicara sang leader begitu meremehkan sang Raja.

" Aku sudah sangat bertanggung jawab sebagai pemimpin, kalu kau mau tau."

" Bukan, bukan itu Junmyeon sayang, tapi tanggung jawab sebagai kakak."

Junmyeon tertegun, begitu pula Yixing yang sedari tadi memang tak bersuara.

" Aku yang mengajak Tao. Kau tau, dia bilang dia kesepian disini. Dan sekarang aku tau kenapa dia kesepian. Karena memang kakaknya selama ini tak bertanggung jawab sebagaimana mestinya." Lanjut Kris.

Hati Junmyeon berdenyut sakit mendengarnya. Dia sangat merasa bersalah dengan apa yang terjadi barusan. Tao menangis dan seharusnya ia sadat kalau adiknya sanagat rapuh saat ini.

Junmyeon sadar kalau tugasnya sebagai raja sangat menguras waktunya bersama adik kecilnya. Dan tanpa Ia ketahui, Tao tersakiti akan hal itu.

Mungkin memang benar di Istana sebesar ini ada banyak orang yang bias kapan saja menemaninya, tapi hati orang siapa tau. Bias saja kan Tao tetap saja merasa kesepian.

" Bukan aku mencampuri urasan keluargamu, tapi Tao juga butuh kau Myeon. Dan jangan salahkan Tao kalau nanti ia akn berubah jadi Tao yang lain."

Susasana ruangan itu begitu sepi. Yixing dan Junmyeon sudah terbaring di ranjang mereka, namun tak ada satupun dari kedua sejoli ini ang memejamkan mata.

Keduanya Nampak termenung dan sibuk dengan pikiran masing masing yang nampaknya tak jauh beda.

Masih seputar peristiwa tadi petang . sepertinya Tao masih sangat sedih, kesal atau bahkan marah pada junmyeon. Buktinya gadis yang seringkali dicap polos oleh teman-temannya itu sama sekali tak turun saat makan malam walau Kyungsoo sudah berulangkali membujuknya.

Junmyeon menatap langit-langit kamarnya yang remang-remang, karena satu-satunya penerangan di sana hanyalah lampu tidur di nakas samping tempayt tidur mereka.

Kata-kata Kris terus menari-nari di ingatannya. Dia bosan dan aku terlalu sibuk. Ini gila, junmyeon gila. Pria berusia 24 tahun ini menarik rambutnya Frustasi. Ia benar benar merasa bersalah kali ini.

Sebuah usapan halus di tangannya menyadarkan Junmyeon dari tingkah absurdnya.

" ayo ke kamarnya." Ajak Yixing disertai senyum manis menenangkan.

Junmyeon mengetuk pitu berwarna coklat gelap iti, pintu yang agak lain dengan pitu yang berjejer di sampinya. Pitu dengan hiasan kepala panda, pintu yang entah berapa lama tak ia kunjungi.

Tak ada respon .

" Tao bukalah ini Gege…" masih tak ada yang menyahut. Junmyeon melirik Yixing yang berada di sampingnya, dan wanita itu mengangguk kecil.

Lalu dengan perlahan Junmyeon membuka pintu tersebut yang ternyata tak terkunci.

" Tao…"

Junmyeon masuk. Disana, tepat di atas meja belajar adiknya bias Junmyeon lihat sepiring makan malam yang sepertinya tidak tao sentuh sedikitpun.

Ia melirik ranjang yang penuh dengan boneka panda itu Nampak kosong. Ia berjalan kea rah pintu yang ada di sebelah kanan ranjang. Ruang baca sekaligus ruang penyimpanan barang-barang tao yang sudah tak muat di lemarinya denagn Yixing yang masih mengekor di belakangnya.

Junmyeon merasakan hawa dingin begitu ia membuka pintu itu. Bagaimana tidak, jika jendela besar yang ada di sana terbuka begitu lebar dengan seorang gadis yang duduk disana.

" Sayang…" Junmyeon mendekat.

Gadis itu tak menjawab sama sekali, ia masih saja memandang lurus ke luar.

" Apa yang kau lakukan?" Tanya Junmyeon, tanganya mulai menyentuh surai hitam nan lembut adiknya.

" Merenungkan perbuatanku."

Seolah ditarik ke masalalu. Junmyeon jadi ingat masa kecilnya.

Ia ingat saat umurnya 11 tahun dan Tao masih 6 tahun. Mereka sama-sama nakal dan susah diatur,

Junmyeon dulu sangat sering mangajak Tao bermain laying-layang. Dia juga mengajari Tao naik ke atas pohon. Bahkan saat itu dirinya dan Tao punya tempat favori masing masing. Tempat diman seluruh kerajaan bias terlihat.

Hingga satuhari Tao jatuh, tentu kedua orangtuanya marah. Junmyeon tentu saja adalah sasaran utamanya. Ia di marahi habis habisan. Dan perkataan ayahnya pun masih melekat di dalam memorinya.

'pergi ke depan jendela dan renungkanlah perbuatanmu'

Junmyeon menangis saat itu. Biar bagimanapun, ia yang patut di salahkan. Belum lagi ia juga sangat khawatir dengan keadaan adiknya.

Lalu sepasan tangan mungil menggenggam tangannya.

" Tao-ie, apa yang kau lakukan?"

" Tao juga ingin merenung bersama gege…" ujar gadis kecil itu. Walau perban masih menutupi sebagian besar bahu dan pelipisnya.

" Tapi nanti luka Tao makin sakit."

" Tapi Tao juga tidak mau gege sakit" tao menggenggam tangan Junmyeon makin erat, lantas menenggelamkan wajahnya di perut Junmyeon (dulu junmyeon lebih tinggi dari Tao) lantas menangis, meminta pada ayahnya supaya membiarkan junmyeon lolos dari hukumannya.

Itu sebenarnya hanya sebagian kecil dari setumpuk kenangan masalalu yang sebenarnya sangat Junmyeon rindukan.

Pria ini kini duduk di samping Tao.

" Apa yang gege lakukan?" Tanya Tao heran.

" Merenung bersamamu."

"Kembalilah nanti gege kedinginan."

" Tapi gege juga tak mau adik gege yang manis ini kedinganan."

Tao menoleh kearah Junmyeon, memandangnya dengan tatapan sendu lalu tanpa aba-aba Junmyeon menarik Tao kedalam pelukannya.

"Maaf, maafkan kata kataku tadi, maaf karena telah membuatmu kesepian."

Junmyeon tau kalau adiknya tengaaha menangis sekarang, terbuktu dari piamanya yang mulai basah.

" maafkan Tao juga, Hiks…. Tao janji tak akan membuat gege dan Jie jie khawatir lagi."

Junmyoen melirik Yixing yang masih ada di ambang pintu, menatap Tao dan suaminya yang tengah melakoni adegan mengharukan.

" Kau tak mau ikut bergabung?" Tanya Junmyeon yang masih memeluk Tao.

" Tidak kau lanjutkan saja, ini waktu kau dan keluargamu"

" Tapi Jie jie juga kelusrga kamikan?" ujar Tao.

" Kemarilah!"

Junmyeon membentangkan sebelah tangannya, mengisyaratkan Yixing untuk masuk ke dalamnya. Dan tentu saja Yixing mau.

Kedua tangan Junmyeon mendekap dua tubuh wanita paling berharga di hidupnya. Adik tersayang dan istri tercinta.

Esoknya di pagi yang cerah, meja makan yang cukup besar itu penuh sesak dengan berbagai makanan. Semua kursi terlihat penuh.

Kris lagi lagi duduk di samping Tao. Bukan makanan yang ia nikmati tapi paras cantik si pujaan hati. Apalagi dengan senyum hangat yang lebih hangat dari sebelumnya. Tak ada raut kesedihan apalagi kesepian. Dan itu sukses membuat Kris tersenyum kecil.

Tanpa mengetahui kalau Tao punjuga tengah menahan senyum manisnya. Oh mereka mulai jatuh cinta….

Tapi apa benar itu cinta? Entahlah Tao tak terlalu paham akan itu.

.

.

.

END

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.Ngga deng ini Tbc

Kekekekekeke #plak

Gimana ngaret bangetkan?

Marah ? Kesel? Mari salahkan author sialan ini. Ugi rela kok #nangisDiBahuTao

Maaf yaah ugi ngga bisa update cepet cepet. Jadi kelas 12 itu ngga enak tau. Sooo kalau emang ngga tahan nunggu ff ini kelar gak papa kok kalau mau berpaling juga. #alakh

Chapter kali ini lebih menekankan ke hubungannya Tao sama si boncel #ditendangyixing dan untuk moment kang Naga sama neng Pandanya di tunda di chapter depan.

Nah sekarang taukan alesan Tao jadi Tomboy n ada yang Tanya soal style Kris, jangan ngebayangin pas dia botak dong, nanti ketukes sama lampu taman lagi. Bayanginnya pas dia di era growl. Ok

And last

BIG THANKS TO MY READER yang ugi gak bisa sebutin satu satu, maaf yaa kalau ugi terlalu mem PHP in kalian….

Love Ugi and Tao

Reviews Ok