Ini hari ke 5 Exo berada di kerajaan Huang. Namun nampaknya tujuan awal mereka berada dibtempat tersebut tak bisa begitu saja di realisasikan. Meang sih masih ada satu minggu, tapi tetap saja kalau hanya berdiam diri tanpa ada sedikit pun perencanaan, bisa di pastikan kalau rencana baginda raja akan gagal begitu saja.

Tapi untuk mereka, boro boro merencanakan, sekalinpun mereka tak bisa membahas tentang pekerjaan mereka tersebut.

Hal ini tak lepas dari gangguan sang putri pembuat onar. Yaa mari

kira sebut dengan yang terhormat tuan putri Huang Zi Tao.

Maka untuk itu, hari ini Junmyeon berencana membuang jauh jauh adiknya itu untuk beberapa saat.

" Hanya ber tiga?" tanya Tao masih duduk di ranjangnya.

Saat itu ia masih tidur ketika Junmyeon dengan brutal mengetuk pintu kamarnya. Dengan alasan memintanya supaya bisa menemani Yixing dan Kyungsoo ke panti asuhan yang berada di bawah pengawasan kerajaan.

"Ajak Sehun saja"

"Ah tidak tidak..." Tao menggoyang goyangkan jari telunjuknya di depan wajah Junmyeon sambil menggeleng gelengkan kepalanya. "Dokter Lil bilang ia harus benar benar istirahat. Dan aku tak akan tega melihat patnerku sakit lagi"

Junmyeon nampak berpikir. Kalau itu Chen, ia pasti membutuhkanya di sini. Kalau staf atau maidnya yang lain, sangat bisa dipastikan kalau Tao tidak akan nyaman dengan kehadiran mereka.

"Kalau salahsatu dari Exo bagaimana?"

Kini gilairan Tao yang berpikir dengan cara khasnya.

"Siapa?" tanyanya dengan pose yang sama.

"Biar akutanyakan pada mereka, kau siap saip saja."

Tao mengangguk patuh lalu berlalu ke kamar mandi setelah mengambil handuknya terlebih dahulu. Meninggalkan Junmyeon yang sudah mulai beranjak.

Apri dengan tinggi standar itu melangkah menuju kamar yang ia yakini penghuninya belum sadar semua.

Sestelah mengetuk cukup lama, seorang pria berambut pirang gelap yang acak acakan memebuka pintu.

"Da apa?" suara bass itu tambah serak, kedengaran jelas kalau ia baru saja bangun dari tidurpanjangnya.

"begini..." Junmyeon membuka pintunya makin lebar supaya ia bisa merengsek masuk ke dalam. Namun baru beberapa langkah ia mundur kembali saat melihat pemandangan mengerikan. Di mana seorang namja yang kemarin ia lihat saat menari dengan lincahnya kini tengah tertidur.

Apa yang salah, tentu saja dengan posisinya yang sangat menakjubkan. Tidur dengan bagian kaki hingga pinggang berada di atas ranjang, sedangkan sisanya menjuntai kelantai. Oh, jangan lupakan mulutnya yang ternganga

lebar.

"Eeer Kris, kau bangunkan Jongin...dan di mana Chanyeol?"

"Chanyeol pergi bersama Baekhyun" jawab Kris susah payah, karena kini ia tengah menyingkirkan tubuh Kai dari ranjang.

Bruugh

"Aarrgh..." Kai mengerang kesakitan takkala tubuhnya telah seutuhnya berada di lantai. Namun ajaibnya ia kembali terlelap seolah tak pernah terjadi apapun.

"Nanti saja ku bangunkan dia" Kris kewalahan hingga memutuskan untuk duduk di samping Junmyeon. "Apa mau mu?"

"Aku ingin memebahas tentang rencanaku bersama para staf, tapi aku tak akan membiarkan Yixing atau Tao mengetahuinya. Jadi aku menyuruh mereka untuk pergi mengunjungi panti asuhan"

"Lalu apa masalahnya?"

"Oke, intinya aku ingin seseorang diantara kalian menemani

adik dan istriku ke sana"

Kris mau, tentu saja ia mau dan langsung mengajukandiri sebagai salah satu orang yang akan menemani ratu dan putri.

Dan saat Junmyeon pergi dari kamarnya ia langsung membangunkan Kai dan memberi tahu sang maknae kalau mereka akan menemani Yixing, Tao dan Kyungsoo.

Tebak apa yang terjadi selanjutnya. Yap mereka berebut untuk pergi ke kamarmandi, bahkan sempat akan mandi bersama. Namun untung keduanya masih memiliki sedikit kesadaran hingga mengurungkan niat nista tersebut.

.

.

Kris sudah ada di belakang kemudi, begitu pula Kai dan Kyungsoo yang telah duduk manis di jok belakang. Sedangkan Yixing berada di bagian tengah, sedangkan Tao masih belum masuk ke dalam mobil.

"Apa dia masih lama?" tanya Yixing pada Kyungsoo

"Saya kurang tau, tadi nona Tao hanya izin ingin ke kamar Sehun sebentar saja"

Kris diam saja saat Kyungsoo dan Yixing mulai membicarakan kedekatan Tao dan Sehun yang telahterjalin selama hidup mereka.

Ingin rasanya Kris cepat cepat mengendarai mobil ini jauh jauh. Karena ia berani sumpah mendengar ocehan dua wanita muda itu ia jadi kesal sendiri. Hatinya panas dan ia sangat yakin kalau ia benar banar cemburu dengan kedekatan tuan putri dan pengawalnya itu.

"apa aku terlambat?" suaralembut sengau itu memutus sesak napas Kris.

Kini si pemilik suara itu duduk di samping mengingatkan kita pada...

"Zi, pindahlah ke depan" ucap Yixing

"Kenapa?"

"Jika posisi duduk nya seperti ini Kris seperti supir kita"

Krik krik krik

Kris mati kutu, apalagi melihat wajah Kai yang memerah karena menahan tawa.

"Baikah" ucap Zi Tao. Dan pada akhirnya setelah merasa terbully oleh omengan Yixing, Kris pun mendapatkan apa yang ia mau.

.

.

.

Mobil berbendera kerajaan Huang itu melaju kesebuah pekarangan luas dengan berbagai pot pot buang hias di berandanya. Rumah yang ada di hadapan Kris kini terlihat sangat luas dan... Berisik.

Kelimanya disambut dengan sangat ramah oleh sebagian besar anggota panti asuhan.

Dari pertama kali melihat mereka Kris sudah tau kalau hampir seluruh anak anak disini adalah anak anak yang baik dan menyenangkan. Namun saat seorang anak berwajah bulat dan bermata sipit mendekati Tao, hilang sudah semua persepsinya.

" Tao eomma mana Sehun appa ?" Tanya si anak yang sukses membuat tanduk Kris muncul di dahinya.

" aah, Jiminie mian Sehun appa sedang tidak enak badan " jawab Tao enteng, seolah apa yang anak itu katakan sudah lumrah di telinganya.

Anak itu merengut kesal, lalu tak terduga mata foxienya menangkap tubuh Kris yang manjulang tinggi.

" Tao eomma, itu siapa?" bisik Jimin pada Tao

" aah,, itu..." Tao ikut berbisik pada Jimin, yanh tentu saja mengundang raut wajah heran Kris.

Tak lama Jimin pun mengangguk seolah mengiyakan apapun yang Tao acapkan. Dan tanpa Kris duga duga anak bertubuh bulat tersebut menghampirinya lalu memeluk erat kaki Kris.

Kris buru buru memandang ke arah Tao untuk meminta penjelasan, namun gadis panda itu hanya tersenyum lembut pada Kris.

Sekelebatan pemikiran lewat di otaknya.

Mungkin saja kan kalau tadi Tao membisikkan kalau ia adalah ayah yang akan menggantikan Sehun untuk Jimin.

"Kliiiis..."

Anak itu memandang pada Kris dengan mata sipitnya yang berbinar lucu

"Haraboji... Klis haraboji"

Kris swetdrop dan Tao tertawa terbahak bahak.

.

.

.

Suasana riuh yang tadi begitu mendominasi seketika lenyap begitu saja di telan kesunyian, seiring banyaknya anak anak yang mulai terbuai oleh mimpi di bawah pengaruh dongeng pengantar tidur yanv Zi Tao bacakan

Putri Huang itu kni tengah menceritakan sebuah cerita tentang kencil dan buaya #abaikan saja judulnya. Karena menurutnya cerita tentang cinderella atau beauty and the best terlau feminim untuknya. Lagi pula ia pikir ceita cerita semacam itu belum boleh di konsumsi oleh anak anak polos ini

..

Dinpojok ruangan yang erisi deretan ranjang tingkat itu, seorang pria tengah menatap kagum pada Zi Tao.

Mata elangnya s3olah tak a beralih dari gadis yang mengenakan sweater rajutan sederhana dengan warna babyblue. Dan jangan lupa dengan jeans yang membalut kaki kaki jenjangnya.

Rambut panjang yamg selalu ia kuncir asal itu tertiup angin angin nakal yang masuk dari jendela yang ada di hadapannya. Bila mata sehitam langit malam itu semantiasa bergulir menjelajahi kata demi kata dari buku yang ada di pangkuannya. Juga bibir kucing yang bergerak merapalkan tiap bacaannya, tak jarang belah ranum itu mengeluarkan suara suara lucu yang suses membuat pria itu, Kris tersenyum kecil.

"dan akhirnya, kancil bisa menyebrang sungai tanpa kekurangan suatu apapun . selesai."

Cerita Tao berakhir. Senyum gadis itu mengembang saat mengetahui kalau semua anak yang tadi berebut ingin bermain bersamanya kinintelah terlelap. Termasuk Jimin tang tadi tak mau lepas dari pangkuan Tao.

"Lalah?" suara itu membuat Tao sadar kalau yang ada di tempat itu bukan hanya ia dan anak anak melainkan juga masih ada Kris.

Tao menggeleng, mendekatkan kursi berodanya ke arah Kris dan berhenti tepat di depan pemuda tersebut. Bahkan lutut mereka sempat bersentuhan.

Hati Kris pun sedikit banyak berdesir, menyebabkan gelanyar tak asing baginya setiap kali bersentuan dengan Tao.

Di tatap seintens itu tentu saja membuat semburat merah muda muncul di kedua belah pipi Zi Tao. Apalagi yang menatapnya ini adalah seorang laki laki tampan layaknya di komik komik yang ia baca.

Laki laki yang mempunyai taapan tajam namun begitu melindungi bagi Tao. Garis hidung yang sempurna, rahang yang tegas dan bibir yang tak terlalu tebal namun tak bisa di bilang tipis. Bibir yang beberapa hari lalu...

Blush

Tao memalingkan wajahya, berusaha menyembunyikan wajah manisnya yang seolah sudah ketumpahan saus tomat. Merah, benar benat merah.

"Kalau lelah istirahat saja"

Wajah Tao maki merah sajaendengar suara bass itu mengalun begitu lembut. Jantungnya berdetak begitu keas dan tak beraturan. Sama seperti saat ia mengikuti turnamen wushu tahun lalu. Tapi berbeda perasaan ini begitu aneh, karena sesak yang terasa begitubmenggelitik dan menyenangkan.

"Tao..."

"eoh?"

"berbaliklah"

Walau binging Tao tetao menuruti permintaan Kris dan memutar kursinya membelakangi pemuda tersebut.

Dan tak lama ia merasakan jari jari Kris yang panjang menyapu helai helai rambutnya dengan penuh kehati hatian, seolah tak mau sedikit pun menyakiti Tao dengan pergerakannya.

"selesai."

"Terimakasih"

Kris mengangguk senang melihat wajah Tao yang nampak malu malu

"lalu mau apa kita sekarang?"

Mendengar Kris bertanya, membuat Tao refleks berpikir menggunakan posenya yang sukses membuat Kris kajang kejang.

"Kita kemnalikan saja dulu buku ini" ujarnya riang.

"Baiklah tuan putri"

.

.

.

"kau bisa memanjatkan?"

"aissh bodoh. Yang ku panjat itu pohon, bukan rak buku."

Di hadapan mereka berdua terdapat rak buku yang menjulang tinggi hampir menyentuh langit langit.

Kris yakin kalau rak rak buku itu bisa menampung ratusan bahkan ribuan jenis buku.

"Kalau begitu letakkan saja di sini" ucap Kris sambil menunjik meje baca di sampingnya.

"Gege tidak dengar, tadi nona shin berpesan untuk meletakkannya di tempat seharusnya. Dan penjaga tadi bilang kalau ini tempatnya"

"lalu kenapa bukan penjaganya saja yang meletakkan?"

"ihh gege tidak lihat kalau penjaganya sudah tua begitu, dasar tidak tau sopan santun..." Tao terus saja mengerutu.

Sedangkan Kris mulai mencari cari cara aar dapat bisa mengembalikkan mood Tao.

"Aku akan naik kursi saja" Kris menarik kursi yang ia maksud, lalu mengambil buku dari genggaman Tao.

"dimana aku harus menyimpannya?"

Tao menunjuk sebuah tempat di ujung rak. Dan dengan mudah Kris menyimpan buku tersebut di tempat yang seharusnya.

"Gege aku ingin baca buku itu." Ucap Tao sambil menunjuk nunjuk salah satu buku di sana.

" yang mana?"

"itu yang merah"

"yang ini?"

"bukan yang sebelah kiri"

"ini?"

"kirimu"

"inibukan?"

"aisshh"

Dengan tiba tiba Tao naik ke atas kursi dan meraih buku yang ia maksud. Tangannya agak sedikit terulur kebelakang Kris memebuat tubuhnya agak condong dan berdekatan dengan Kris.

"ini yang ku mak_" perkataan Tao terhenti takkala menyadari betapa dekatnya jarak keduanya. Sangat dekat hingga jika Tao bergerak sedikit saja maka hidung keduannya bisa saja bersenggolan.

Tao bergerak gelusah hingga membuat kursi yang keduanya taiki bergoyang.

Buru buru Tao mengalungkan tangannya pada leher Kris. Dan tanpa sadar Kris pun memeluk pinggang ramping Tao, berusaha menjaga keseimbangan mereka berdua.

Suasana begitu sunyi, seolah menghipnotis mereka berdua untuk larut dalam keadaanya yang sebetulnya agak riskan.

Namun entah kenapa Tao merasa kalau badannya utak keberatan di peluknseperti ini oleh Kris.

Hanya ada suara jam dinding dan helaan napas keduanya. Kris yang begitu menikmati moment ini memberanikan diri untuk menghirup aroma vanila yang menguar dari rambut Zi Tao. An Tao pun tanpa sadar turutbterbuai dengan aroma maskulin padavdada bidang Kris.

Aktivitas mereka terhenti ketika suara ketukan lantqi mulai terdengar.

Pintu terbuka dan Yixing serta nona shin tengah berdiri bingung melihat Kris dan Tao yang menunjukan wajah kaget dan canggung dalam waktu yang bersamaan.

"ups, maaf nampaknya kami mengacaukkan sesuatu" ucap Yixing dengan wajah jahil yang baru pertama kali Kris lihat.

"nampaknya kita harus segera pulang Kyungsoo dan Kai sudah ada di mobil, jadi bisa kalian lanjut nanti" sambungnya

Tanpa mengeluarkan sepatah katapun Tao berlalu begitu saja dengan wajah yang memerah sempurna.

"kau harus menjelaskannya padabku Kris " ucap Yixing

Mendengarnya Kris hana bisa mengangguk patuh sambil menggaruk tenguknya. Ia berasa menjadi terdakwa yang bertemu keluarga korbannya.

Namun terlepas dari itu semua Kris begitu menikmati peristiwa tadi.

.

.

.

Kris tak bisa tidurbayang bayang wajah Tao yang begitu dekat dengan wajahnya sukses membuatnya kacau.

"kau kenapa hyung?" tanya Chanyeol yang mulai tergangu dengan aksi gulang guling Kris di lantai.

"Aku kepeikiran soal..."

" Tao " pitong Kai yang juga masih terjaga. Kris mendelik tak senang.

"aku masih teringat..."

"kejadian di pantu asuhan"

"YAK NEO!"

Kris melemparkan bantalnya pada maknaenya itu.

" tadi Tao curhat pada Kyungsoo tentang kejadian itu"

"lalu?" krik mulai antusias.

"yasudah hanya itu yang ku tau"

"Aissh ku kira kau punyabsesuatu yang bagus" Chanyeol bersungut sungutbmendengarkan apa yang di ceritakan Kai.

"aku haus, aku mau ke dapur dulu."

Kris buru buru pergi dari kamar mereka sebelum kedua member grupnya itu bersitegang.

Pria pirang itu melangkahkan kakinyakelantai dasar. Namun saatsampai di lantai dua, ia melihat Tao yang sedang mengendap endap. Kristal hitam itu nampak begitu awas mengawasi sekitarnaya. Namun anehnya ia tak menyadari kalau Kris telah ada di belakangnya.

Tao berada di depan sebuah kamar. Mengetuknya sebenta dan tak lama pintu itu terbuka. Dengan semangat Tao masuk ke dalam pintu itu.

Dan berkat rasa penasarannya yang tinggi Kris menghampiri pintu itu.

Setelahnya ia tertegundi depan pintunya. Mata elang itu terpaku pada sebuah tulisan pada plat baja yang tertempel di daun pintu iti

"OH SEHUN"

.

.

. TBC

Adakah yang nungguin ff ini. Lama banget yaaa ngga update, padahal rencana awalnya mau udahan aja. Tapi apa daya tangan gatel broo...

Eh ngomong ngomong itu moment taorisnya . maksa gak sih?

Reviews lah yaaa