"NOOOOO!"
"Yak, hyung. Kau mau manghancurkan gedang telingaku yaah?"bentak Chanyeol pada Kris yang baru saja berteriak.
Sejak tadi Chanyeol memang sudah menyadari gelagat aneh Kris saat tidur, di mana leadernya itu terlelap dengan mimik muka yang sulit di artikan. Belum lagi peluh yang membanjiri sekujur tubuhnya.
"Aku bermimpi..."
"Eoh?"
"Aku mimpi Tao menikah..." hening, Chanyeol rasa tak ada yang salah Kris mimpi seperti itu " dengan Sehun"
Krik krik krik
"Lalu?"
"Aku jadi pendetanya"
.
.
.
"BWAHAHAHAHAH"
BRUGH
"AAARRGGHH"
"kau sama sekali tak membantuku Park"
"sejak jatuh cinta kau makin sadis hyung " rajuk Chanyeol, tangannya memdekap bantal yang tadi Kris lempar ke wajahnya
"hyung kau harus lihat ini!" ujar Kai yang dari tadiberdiri di depan jendela, memperhatikan Kyungsoo yang sedang menyiram tanaman.
Mereka berdua pun ikut berdiri di samping Kai.
Disana, di taman yang berada di dekat gedung utama bisa di lihat dengan jelas kalau Tao sedang asyik bermain dengan Phoo di temani Sehun.
Melihat hal itu, membuat Kris harus menahan tanduk di dahinya agar tidak keluar. Ia benar seperti melihat keluarga kecil saja.
Kris pun menghela napas yang terdengar putus asa. Lalu menyeret kakinya menuju kamar mandi, dan di susul oleh bunyi bunyian random dari dalam ruangan tersebut. Maklum Kris sedang galau jadi wajar kalau dia jadi tak waras.
.
.
.
Hari ini Kris serasa di jutuhkan harga dirinya sebegai leader.
Bayangkan saja, mulai dari Chanyeol, Baekhyun bahkan sang maknae Kai memarahinya habis habisan saat sesi latihan. Baik itu vocal atau dance.
Saat take vocal di ruangan pribadi Junmyeon, Kris sukses membuat vocal line geleng geleng kepala karena kelakuannya yang seperti anak treining yang baru belajar menyanyi.
Belum lagi saat latihan dance. Kris terus saja melakukan kesalahan, bahkan sempat tumpuk tumpukan bersama Kai dan Chanyeol karena Kris salah blocking.
Ia kacau hari ini, benar benar kacau.
Pikiranya selalu di penuhi oleh bayang bayang keluarga bahagia_red Taoibu Sehun ayah dan Jimin anak ( karena kalau yang jadi anak itu Phoo Kris merasa sangat keterlaluan)
Kris benar benar tak tau dengan jalan pikiran Zi Tao. Sudah jelas jelas ia lebih tampan, mapan dan dewasa dari pada Sehun. Tapi kenapa Tao justru lebih memilih si pengawal kurang pigmen itu.
"Oppa berhenti seperti ini terus." Ucap Baekhyun lembut.
Saat ini mereka baru saja selesai latihan. Di tempat itu hanya ada Baekhyun, Xiumin dan Kris. Sedangkan yang lainnya pergi sebentar untuk menenangkan pikiran masing masing akibat kelakuan Kris.
"Nde, kau membuat kami pusing leader Wu." Imbuh Xiumin yang duduk di samping kiri Kris, sedangkan Baekhyun di kanan Kris.
Memang sih Kris itu menyebalkan tapi sebagai seorang leader dia sangat care pada anggotanya. Jadi tak heran kalau anggota yang lain pun tak akan membiarkan ia terlarut dalam masalahnya.
Dan saat saat seperti ini adalah waktu yang tepat untuk duo umma dalam grup beraksi.
"aku mau pulang saja" gukam Kris makin membuat keeduanya khawatir.
"Sebenarnya apa masalahnya? Kau hanya perlu menceritakannya pada kami. Jangan buat dirimu menanggungnya sendiri."
Dengan malas malas Kris memutar kepalanya ke arah Baekhyun.
"apa yang kau rasakan jika Chanyeol bersama yeoja lain dalam satu kamar di malam hari?"
Baekhyun sempat berpikir kalau masalah Kris ada hubungannya dengan ia dan Chanyeol. Tapi aneh juga kalau Kris uring uringan hanya karena masalah membernya, apalagi tadi Chanyeol terlihat biasa biasa saja.
"Aku marah, kesal dan yang pastinya ingin menghabisi si dobi dan yeoja itu"
"mungkin maksud Baekhyun dia cemburu Kris." Ucap xiumin memperjelas perkataan Baekhyun.
"itu yang aku rasakan "
"kau cemburu? Pada siapa?"xiumin mulai antusias. Kan jarang jarang ke tiba leadernya cemburu
"Sehun"
"Sehun? " Baekhyun membeo ucapan Kris. Lalu tiba tiba keningnya berkerut, ia bingung.
"sebenarnya, oppa ini suka pada siapa? Luhan atau Tao?"
Kris mengangkat kepalanya, menatap heran pada Baekhyun.
"apa maksud mu?"
"Wu... Kemarin Luhan bilang padaku kalau dia dan Sehun sudah resmi, itu artinya jika kau cemburu pada Sehun, kau menyukai Luhan?"
Kris diam, ia berusaha mencerna ucapan xiumin.
Luhan pacaran dengan Sehun, itu artinya Tao dan Sehun tak ada apa apa. Dan dengan kata lain Kris dengan mudah bisa mendekati Tao.
Yah Tao bisa di dapatkannya.
"Baek?"
"Nde?"
"xiu?"
"apa?"
"TERIMAKASIH BANYAKKKK" Serunya sambil merangkul bahu Baekhyun dan xiumin lalu mengecupi puncak kepala dua dongsaengnya itu samakin senangnya.
.
.
.
Siang ini menjadi jadwal latihan wushu mingguan Tao. Sebenarnya gadis penggila panda ini agak sedikit enggan untuk latihan. Kerena ia sudah cukup lelah dengan jadwal sekolah musim panas yang Junmyeon aturkan.
Namun lelah dan malasnya seketika hilang saat Junmyeon memberikanya sebuah tongkat wushu fortable berwarna coklat gelap dengan ukiran namanya yang tercetak cantik di pangkal tongkat yang terbuat dari bahan paling berkwalitas tersebut.
Tao pun kini sedang berjalan ringan ke arah ruang latihannya. Sesekali bibir cruvy itu bersenandung seraya tangannya memainkan tongkat barunya.
Rambut panjangnya telah rapi dikepang Hasil karya Kyungsoo
Tao menggeser pintu kaca di depannya. Lalu masuk keruangan tersebut.
"Gege kau masih di sini?" tanya Tao. Sebenarnya ia sedikit kaget mendapati seorang pria tengah telentang dengan mulut ternganga. Tao kira orang sekarat mununggu ajal mendekat.
Kris segera bangkit mendengar suara sengau yang teramat ia hafal. Dan bukan main terkejutnya saat ia mendapati Tao tengah berdiri di ambang pintu.
Bagitu manisnya dia mengenakkan baju seragam wushunya yang berwarna putih gading dengan border dari ujung bawah memanjang hingga ke lehernya. Benar benar terlihat cantik dan anggun.
"Gege!?"
"Oh? Eh,,, yah?" Kris gelagapan.
"Mau menemaniku latihan?"
Tanpa sadar Kris mengangguk.
Mimpi apa ia semalam, hingga kini ia bisa menemani sang putri berlatih. _yah perlu Kris tau kalau ia semalam mimpi Tao menikah dengan Sehun dan tadi pagi ia benar benar mengutuk mimpi itu.
Tao mulai menggenggam tongkatnya dengan erat. Ekspresinya begitu serius, namun terlihat sangat menggemaskan di mata Kris yang kini sedang menontonnya dipojok ruangan.
Tao memutar tongkat itu dengan mudahnya. Bahkan ia sempat memberi Kris wink mematikan saat tangannya sibuk memainkan tongkatnya. Dan jangan lupakan senyumnya yang semanis madu murni.
Selesai dengan tongkatnya, Tao melanjutkan latihannya dengan gerakan gerakan seperti pukulan, tendangan dan lainnya.
Sesekali ia meniupi poninya yang sedikit menghalangi pandangannya.
Merasa cukup lelah dan berkeringat, Tao memutuskan untuk berhenti sejenak.
Ia berjalan ke arah Kris yang masih memandang takjub pada sang pujaan hati.
Tapi dengan sigap Kris menyodorkan botol minumannya pada Tao. Dan karena gadis manis itu tak membawa botol minumnya, tentu saja dengan senang hati Tao menerima pemberian Kris.
Setelah mengucapkan terimakasih, ia dengan segera menegak langsung dari botolnya hingga airnya tandas sampai setengah.
Tao menyandarkan punggungnya di samping Kris. Napasnya masih pendek pendek. Sedangkan matanya tertutup rapat. Kris yang disampingnya bisa lihat dengan jelas betapa banyak peluh menghiasi wajah manis Tao.
Tangannya gatal, ingin sekali ia mengusap keringat itu hingga menyingkir dari wajah yang selalu membuat malamnya tak tenang itu.
Namun baru saja tangannya terangkat, netra hitam tersebut telah menampakkan pesonanya. Dan Tao kini tengah menatap heran pada tangan Kris yang terangkat seolah ingin berbuat yang tidak tidak padanya.
"Gerakan mu tadi menakjubkan" ucap si pirang, ia berusaha menyembunyikkan rasa canggungnya dengan menggaruk garuk rambutnya sendiri.
" Terimakasih. Biasanya Kyungsoo jiejie atau Sehun yang menemani ku. Tapi karena mereka ada acara, aku jadi sendirian latihannya. Untung ada Kris ge"
"acara? Acara apa?"
"kencan. Mereka berempat sedang double date. Memaangnya Kris ge tak tau kalau luhan jie dan Kai ge akan kencan?"
Entah bagaimana, tapi Kris merasa ia menangkap sesuatu di ucapan Tao. Seperti rasa tak rela dan bahkan kecewa.
Apa Tao memang tak rela Luhan memiliki hubungann dengan Sehun.
Dan dengan itu pikiran Kris terbuka. Memang betul Sehun sudah menjalin kasih dengan Luhan, tapi apa itu menjadi bukti kalau Tao memang tak punya perasaan apa apa pada sehun.
Bagaimana pun perasaan seorang wanita dan laki laki itu berbeda. Mungkin Sehun memang tak punya persaan lebih selain sayang pada sahabat. Tapi bagaimana dengan Tao.
Seorang gadis pasti akan merasa sangat nyaman jika berada disamping seseorang yang selalu ada bersamanya setiap saat.
"...kan"
Kris berbalik memandang pada Tao yang ternyata sedang menangkupkan kepalanya di atas lututnya yang tertekuk.
"Tao..."
"mereka menyebalkan." Tao nerucap lirih, namun masih bisa di dengar oleh Kris walau sedikit teredam karena ia mengucapkkannya tanpa mengangkat kepalanya.
Kris lagi lagi ragu untuk mengusap pucak kepala Tao. Dalam hatinya ia sangat menginginkan untuk menenangkan perasaan Tao yang nampak sedikit kacau. Tapi ia juga tak ingin mendengar kalau nantinya Tao bercerita sebab ia bersedih seperti ini. Padahal beberapa jam yang lalu ia masih sangat semangat latihan.
Kris tak mau kalau ia akan mendengar bahwa Sehun lah penyebabnya.
"Kau, sedih kalau mereka berkencan?" tanya Kris hati hati.
"Tentu saja." Jawab Tao masih dengan posisi yang sama.
Apa Kris bilang, mendengar apa yang Tao katakan seketika dadanya sesak.
"Apalagi sebelum pergi Sehun mengejekku tak laku."
"heh?"
Tao mengangkat kepalanya dan berusaha menegakkan posisi duduknya.
Bisa di lahat mimik wajah Tao dengan jelas oleh Kris. Bukan wajah orang sedih atau bahkann patah hati melainkan kesal dan marah.
"Lihat saja, kusumpahkan Luhan jiejie meninggalkannya karena bertemu dengan laku laki yang lebih tampan darinya." Ucap Tao penuh emosi.
"Tunggu bukankah kau marah karena kau memang punya perasaan pada Sehun?" ups keceplosan
"Aku punya perasaan pada Sehun? Tentusaja punya, perasaan ingn membunuh lebih tepatnya.
Haduh kris yang otaknya sering loading jadi bingung sendiri.
"Maksudku perasaan seperti suka, begitu."
"Suka?" Kris mengangguk.
"Yang benarsaja." Seru Tao sambil memukul bahu Kris. Dan asal tau saja iti sangat sakit.
"Aku dan Sehun itu berteman sejak kami masih mengenakkan popok, aku sudah tau luar dan dalamnya Oj Sehun begitupun sebaliknya, Sehun sudah tau baik buruknya diriku. Jadi tak mungkin kami menjalin sesuatu yang lebih dari ini." Ucap Tao sambil menerawang entah kemana.
Kris vsadar sekarang, ada berbagaihal yang membuat Tao bisa menolak segala perasaan paa Sehun. Tapi bagaimanapun akan selalu ada saja kesempatan utuk perasaan itu muncul di hati Tao kapan saja. Jadisebelum perasaan itu hadir, ia harus dengan segera menciptakan perasaan suka di hati Tao.
"bagaimana dengan gege?"
"aku?"
"iya, apa tanggapanmu tentang mereka. Kau kan terlihat sangat dekat dengan Luhan jie."
"Aku, entahlah. Luhan memang anggota paling menyebalkan ku rasa. Tapi aku tak bisa menyangkal kalau dia juga adalah anggota yang paling ku sayangi."
Kris berujar tanpa melihat perubahan mimik wajah Tao yang nampak sedikit tak suka.
Hingga ia pun tak sadar kalau botol yang ada digenggaman Tao telah terjatuh dan mengenai pahanya.
"Oh maaf" gumam Tao seraya menyingkirkan botol tersebut.
"Ap_ouh basah" desis Kris.
"biar aku yang bersihkan."
Tao meraih handuknya, lalu mengusap area yang basah di celana Kris dengan khusu. Sedangkan Kris taak bisa fokus karena tubuh Tao yang begitu dekat dengannya.
"Sudah."
Saat Tao mengangkat kepalanya, ia disuguhi pemandangan yang lagi lagi menyebabkan dadanya bergemuruh.
Tanpa sadar wajah keduanya mulai mengeleminsi jarak masing masing, namun.
Kryuuuk
Deg
Matilah kau Kris
" g-gege lapar yaah"
Mari buang Kris ke TPA terdekat.
.
.
.
TBC
