Hari makin cepat bergulir, kesibukan mulai merenggut waktu masing masing individu dari kerajaan Huang.
Mulai dengan Tao yang sibuk dengan tugas tugasnya yang makin hari makin menumpuk, juga waktu belajar yang terus Junmyeon tambahkan,membuat Zi Tao tak bisa bermain sedikitpun.
Namun berbeda dengan sekarang, gadis manis itu sedang menikmati waktu senggangnya dengan bersepedah santai sendirian.
Kris tak pernah menemaninya lagi karena sebagai seorang leader ia harus bertanggung jawab dengan segala persiapan yang mereka jalankan demi berlangsungnya acara sang raja.
Urus saana urus sini, memang sih Junmyeon dan Chen selalu membantu, tapi itupun belum cukup untuk membuat Kris santai santai. Tanpa menagernya di sini ia harus bisa bertanggung jawab penuh pada member membernya. Apalagi Luhan dan Kai.
Tao sendiri masih tak tau apa apa tentang acara tersebut karena kecerdasan dan kelicikan Chen serta Junmyeon yang dengan susah payahenyembunyikan rencana mereka. Yah maklum saja, Tao kan mulutnya ember, jadi bisa di bayangkan apa yang terjadi jika Tao tau tentang hal ini.
Jadi saat Tao sedang ada waktu senggang, buru buru Junmyeon menyuruhnya jalan jalan. Kerena Yixing pun sedang mengunjungi panti jompo dengan Kyungsoo, sedangkan Sehun yang telah pulih di minta untuk menemani Chen menyurvei tempat pelaksanaan acara.
Sepeda warna hitam yang ia Tao naiki berjalan santai, membelah padang ilalang yang luas. Tadi Tao sempat pergi berkeliling kerajaan yang pada sore hari terlihat sangat ramai.
Orang orang yang baru pulang bekerja dari kota atau anak anak yang tengah bermain dengan orang tuanya menyapa Tao dengan ramah. Mereka semua sangat baik, selayaknya sang raja yang memerintah dengan bijak dan ratunya yang mengayomi rakyatnya dengan penuh kasih sayang. Maka pantaslah rakyatnya selalu sejahtera dan begitu menyayangi anggota kerajaan terutama sang putri.
Dan kini putri Huang tersebut tengah mengayuh sepedahnya ke arah bukit cukup terjal dengan pinggiran tebing yang berbilang tinggi.
Itu tak membuat Tao takut. Ingat, dia atlet panjat pohon profesional. Ia juga sering ke tempat ini bersama Sehun atau gegenya dulu.
Pemandangan dia atas yang selalu membuatnya lupa betapa berbahayanya menaiki bukit tersebut sendirian.
Pemandangan dimana ia bisa melihat istana dan seluruh kerajaan. Istana yang kokoh dan terlihat sangat hangat, juga kerajaan yang begitu hidup.
Senja di sini memang mengasyikan. Ia sering mendengar tentang indahnya senja di pantai, tapi Tao tidak pernah ke pantai, karena menurutnya senja di bukit ini pun sudah cukup membuatnya puas.
Senja yang indah dengan lembayung jingga yang menyelimuti langit.
Tapi, ketika ia tengah menikmati pemandangan di depan matanya. Tiba tiba wajah Kris dengan tidak sopan melintas di pikiran Tao.
Gadi itu pun termenung. Dalam pikirannya ia selalu menganggap pemilik wajah tampan itu tak lebih dari seorang kakak, tapi entah kenapa hatinya selalu mengkhianati apapun yang Tao pikir tersebut.
Belum lagi jantungnya yang selalu berdetak lebih kencang saat bersama Kris. Serta rasa sesak kala melihat Kris yang selalu terlihat dekat dengan Luhan.
Ia akui kalau dirinya terlalu awam dalam menafsirkan apa yang ia rasakan saat ini. Maklum saja, walau kelihatannya Junmyeon kurang memperhatikan Tao, tapi diamdiam raja Huang ke III ini begitu posesive pada adiknya.
Memangnya apa yang Sehun lakukan selain menjaga Tao, tentu saja ia harus melaporkan apa apasaja yang terjadi pada Tao hari itu. Junmyeon hanya tak mau ia ketinggalan sedikit saja perkembangan Tao.
Maka dari itu hampir setiap malam Tao mendatangi kamar Sehun demi mendapatkan jawaban dari segala pertanyaannya. Tapi selalu lagi dan lagi Sehun selalu menjawab kalau suatu saat nanti Tao pasti menemukan jawabanyya.
Sayangnya jawaban macam itu tak akan memuaskan untuk rasa penasaran Tao yang tinggi.
Haaah memikirkannya hanya membuat Tao semakin bingung saja.
Dan dari pada kepalanya meledak disini, ia pun memutuskan untuk pulang. Berhubung haripun sudah semakin sore dan sebentar lagi gelap.
Tao kembali mengendarai sepedahnya untuk menuruni bukit . namun entah kenapa gadis panda itu merasakan ada yang aneh dengan sepedahnya.
Astaga
Tao baru saja ingat kalau rem belakangnya tidak terlalu berfungsi dengan baik. Bahkan Sehun saja sempat akan mengirim sepedahnya ini ke bengkel tadi pagi, namun urung karena Chen mengajaknya ke suatu tempat.
Dan ketika ia benar benar panik, di depannya sebuah batang kayu dari pohon yang tumbang terlihat menutupi jalannya.
Dengan sekuat tenaga Tao menahan laju sepedahnya menggunakan kedua tungkai kakinya. Namun naas sepedahnya terlalu cepat meluncur dan mau tak mau ia haru menabrak batang pohon itu hingga terpental bersama sepedahnya.
Pelipisnya perih, kakinya tak bisa ia gerakan.
"g-gege... Hisk"
Sesaat sebelum ia kehilangan kesadarannya ia sempat melihat darah mulai merembes dri jins yang ia kenakan.
.
.
.
"Sehun kau lihat Tao? " Kyungsoo mulai panik kesana ke mari.
Ia baru saja pulang dan Yixing yang juga lelah memintanya untuk memanggilkan Tao.
Tapi sudah 2 kali ia berkeliling di istana, gadis bermata burung hantu itu tak juga menemukan sang tuan putri.
"entaklah aku tak bersamanya seharian ini. Kau tanya yang lain, aku sedang sibuk." Ucap Sehun seolah tak peduli.
"Aku sudah cari di semua tempat, dan Tao tak bisa di temukan" ucap Kyungsoo di liputi rasa khawatir yang ketara.
"Tempat latihannya?"
Geleng
"perpustakaan?"
Geleng
"Kandang Phoo?"
Geleng
"Pohon depan?"
Geleng
"p-padang rump..."
"Sehun Yang benar saja, ini sudah larut mana berani Tao ke padang rumput malam malam begini !"
Ya ampun betapa bodohnya kau Oh Sehun.
Sehun dengan tergesa gesa berlari ke arah pos penjaga yang berada di luar gerbang utama. Disana terlihat pak Lee dan beberapa panjaga tengah berbincang.
"Pak Lee apa tuan putri tadi meminta izin untuk keluar?"
"Oh, tuan putri tadi sore meminta saya mengeluarkan sepedahnya. Dia bilang ia akan pergi ke bukit." Jawqb pak Lee
"Gawat" desis Sehun seraya meninggalkan pak lee, dan tak menghiraukan teriakan kepala penjaga tersebut.
Sehun kembali berlari menuju istana. Niatnya ia akan menemui Junmyeon di ruangannya, namun ia terlanjur bertemu dengan rajanya di ruang makan bersama anggota exo dan sang ratu.
"Sehun, kau sudah bertemu Kyungsoo. Aku memintanya mencari Tao untuk makanmalam, tapi sampai sekarang dia belum kembali." Ucapa Yixing sesaat setelah Sehun masuk ke dalam ruangan tersebut.
"maaf yang mulia saya ingin bicara terlebih dulu dengan Raja." Sahut Sehun masih dengan napas yang belum teratur.
Junmyeon mengangkat sebelah alisnya bingung. Tak biasanya Sehun yang begitu tenang menjadi sosok yang berantakan.
Raja muda itupun menghampiri pengawal pribadi adiknya itu.
Lama mereka berbincang di luar ruangan yang hanya bersekat kaca bening tembus pandang, hingga Yixing dan anggota Exo yang lainna bisa melihat pergantian mimik muka Junmyeon.
Junmyeon kembali dengan raut wajah yang tak beda jauh dengan Sehun.
"Aku akan kembali" ucapnya pada seluruh orang yang berada di meja makan.
"Myeon ada apa?" Yixing bertanya seraya memegang tangan suaminya, berusaha menahan kepergian Junmyeon.
Junmyeon berbalik dan merendahkan tubuhnya sejajar dengan Yixing yang masih duduk di kursinya.
"dengar, apapun yang terjadi percayalah Tao akan baik baik saja."
Setitik airmata jatuh dari pelupuk mata Yixing.
"kenapa, kenapa dengan Tao. Apa yang terjadi? Junmyeon jawab aku ?!"
Yixing meronta, pikirannya trpenuhi oleh apa apa saja yang bisa terjadi pada adik iparnya itu.
"Yixing, tenanglah. Tao baik baik saja." Junmyeon mendekap istrinya itu dengan erat. "aku akan pergi memastikannya"
Pria dengan senyum malaikat itu mengecupi pucuk kepala istrinya sambil menggumamkan kata kata penenang. karena ia tau, walaupun Tao hanya adik ipar tapi untuk Yixing gadis tomboy itu sangat berarti bagi hidupnya.
Setelah merasa Yixing suda tenang ia mulai merenggangkan pelukannya.
"Xiumin, dan yang lainya ku mohon jaga Yixing, aku dan para penjaga akan mencari keberadaan Tao."
"aku ikut mancari Tao"
.
.
.
"ZI TAO "
Berulangkali Nama itu disebut. Namun sang pemilik nama tidak sama sekali menyahut.
Ini sudah pukul 9 malam. Junmyeon dan yang lainnya sudah hampir 3 jam mencari.
Kali ini ia turun sendiri untuk mencari Tao. Hei, ini adiknya yang hilang, tentu saja Junmyeon panik bukan main saat mendengar kalau gadis pandanya hilang tak ada kabar.
Junmyeon tau betul batapa takutnya Tao pada gelap. Maka ia kerahkan seluruh penjag kerajaan untuk mencari keberadaan adiknya tersebut.
Sedangkan Yixing sendiri, tadi saat Junmyeon berangkat masih ditenangkan oleh Kyungsoo dan beberapa maid serta xiumin, Baekhyun dan Luhan.
Tadi Junmyeon Sempat melewati pemukiman penduduk, dan tentu saja beberapa pria membantunya untuk mencari Tao. Bahkan tak sedikit para perempuan yang ikut cemas dengan hilangnya sang putri.
Jumnyeon mamabagi beberapa kelompok warga dan pengawal kerajaan untuk mengefektipkan pencarian. Beberapa kelompok menyisir wilayah selatan kerajaan yang berisi hutan rimba dan sebagian lagi naik ke atas bukit. Termasuk kelompok Kris, yang tadi sempat memaksa junmyeon untuk ikut mencari.
Kris seolah lupa segalanya saat mencari Tao. Karena yang ada di benaknya saat ini hanya bagaimana keadaan gadis manis tersebut.
"Tao?!" Kris berteriak sangat kencang, tak pedulu dengan pita suaranya yang kapan saja bisa putus jika ia terua terusan berteriak seperti itu.
Senter yang ia genggam, di gerakan ke segala arah. Mencari objek yang sekiranya akan bisa membawa Kris ke tempat Tao berada.
Selang beberapa lama senternya menerangi sebuah benda metal berwarna hitam mengkilat walau terlihat agak kotor. Sepada Tao, Kris yakin itu sepedah Tao.
"Zi Tao, jawab aku."
Kris berlari ke arah sepedah tersebut, yang ternyata tersangkut kesebuah batang pohon yang tumbang. Dan tak jauh dari sana terdapat sebuat jurang cukup dalam.
Dengan hati hati Kris di bantu pengawal lainnya melongok ke arah dalam jurang, yang ternyata...
.
.
.
Kosong
Separuh hati Kris berucap syukur, namun yabg lainnya mendesah lelah.
Tao nya tak ada dan belum di temukan.
"Kau dimana Zi Tao... "
Tbc...