IT'S MUST BE LOVE

TAORIS

GS

BY

UGII

2 hari sudah Tao berbaring begitu saja di tempat tidur. Tanpa melakukan aktivitas apapun. Tidak ada sekolah_oke, itu malah membuat Tao senang. Tidak ada jalan jalan ke luar apalagi memanjat pohon.

Karena sungguh, Junmyeon membuatnya bak pasien pengidap penyakit paling mematikan yang bisa menular jika di lepas ke alam bebas. Dan asal kalian tau saja itu sangat menyebalkan.

Seperti saat ini, istana nampak seperti rumah tak berpenghuni. Sepi.

Entah kemana semua orang orang yang selalu hilir mudik di kediaman kerajaan tersebut. Tao sendiri masih bertahan di kamarnya untuk saat ini. Setidaknya sebelum mendengar jeritan melengking dari arah dapur.

Gadis yang masih mengenakan piyama motif panda itu dengan tertatih tatih menuruni anak tangga, hal itu dikarenakan ia tak mau jatuh lagi dan berakhir dengan dikurung di dalam kamar selama sebulan penuh oleh sang kakak tercinta.

"Junhong?" gumam sang gadis sambil manatap heran temannya yang tengah menganga lebar di depan seorang laki laki yang amat di kenal Tao_Kris.

"T-tao" ucap junhong terbata.

"Sedang apa kau di sani?"

Junhong tak juga menjawab, hanya mengedip ngedip kan matanya berulang kali.

"Sebaiknya kau bawa temanmu ke atas. Dan hati hati saat jalan di tangganya." Kata Kris seraya mengusap surai hitam Tao sebelum melenggang pergi dari tempat mereka berada.

"Junhong ayo ke atas"

Tao menarik narik blazer sekolah Junhong supaya mengikutinya ke kamarnya. Namun teman kelewat tingginya itu malah menatapnya penuh selidik sebelum kembali berteriak kencang.

"ITU SUNGGUH KRIS, KRIS EXO?! YA TUHAN YATUHAN YATUHAN SEHERUSNYA AKU MEMINTA TANDA TANGANNYA, BERFOTO DENGANNYA ATAU ATAU MEMELUKNYA." Gadis itu masih berteriak heboh manakala Zi Tao menatapnya dengan raut tak suka.

Entahlah melihat Junhong yang seperti memuja Kris seperti itu membuatnya menjadi sedikit risih. Seakan enggan melihat betapa memesonanya seorang Kris di hadapan orang lain.

"Iya, dia Kris Exo. Mau apa kau? Jangan coba coba memeluknya apalagi menciumnya atau kau akan-"

Perkataan Tao terpotong saat melihat Junhong menatapnya penuh selidik.

"kenapa kau marah marah?" tanya Jungong dengan nada polosnya.

"lagi pula mana berani aku menciumnya, bisa bisa aku di diami moonjong satu minggu penuh_tunggu sebenarnya kenapa dia bisa ada di sini?"

Diam diam Tao menghela napasnya lega.

"kuceritakan di atas."

"Jadi sudah satu minggu penuh mereka di sini? Kenapa kau tak memeberi tauku?"

"aahh berhenti lah Berteriak Junhong, kau merusak gendang telingaku."

"yah habis kau menyimpan mahluk mahluk keren itu sendiri." Junhong memberenggut, berusaha merejuk pada Tao.

"Akukan pernah diantar olehnya ke sekolah, kau juga sempat melihatnya."

"tetap saja aku marah padamu."

Gadis yang rambutnya telah berubah warna jadi coklat ini membalik tubuhnya membelakangi Tao dengan tangan yang di lipat didada. Sedangkan Tao hanya memutar malas matanya. Itu sungguh sangat biasa, lihatsaja di pancing sedikit maka...

"Jadi ada angin apa kau kesini?"

1

2

3

"Ahh..." Kan moodnya berubah lagi.

Tao tersenyum geli malihat Junhong yang telah berbalik kembali kearahnya.

"Sehun bilang kau merindukanku dan karena aku sedang santai jadi aku memutuskan kemari"

Tao meringis mendengarnya. Dasar Oh bermulut ember Sehun, ia membocorkan curhatannya kemarin malam tentang betapa rindunya ia pada temannya itu.

"Lalu setelah itu kau mau apa?"

Junhong terlihat berpikir. "Tidak tau, Sehun tidak menyuruhku malakukan apapun."

Lagi lagi Tao meringis, sungguh temanya ini polos atau bodoh sih sebenarnya.

"Kau mau menari untukku?"

"Menari?"

"iya, aku sudah lama tak melihatmu manari"

"euum baiklah"

"wahh benar mau, kalau begitu ayo kita ketempat aku biasa berlatih."

Dengan di bantu oleh Junhong Tao berjalan menuju ke arah tempat biasa ia berlatih dan berharap semoga saja para tamunya tak sedang menggunakan ruangannya.

Namun di tengah jalan ponsel di saku blazer Junhong berdering, membuat mereka berhenti sejenak dan membiarkan Junhong mengangkat telponnya lebih dulu.

Junhong menghampiri Tao dengan raut penuh penyesalan.

"Tao, mian~"

"Wae?"

"Appa menyuruhku pulang karena Yongguk oppa dan Himchan eonni sedang berkunjung. Bagaimana ini?"

Tao sedikit mengembungkan pipinya, ia kesal. Tapi mau bagaimana lagi, kan jarang jarang kakak laki laki Junhong itu berkunjung kerumah mereka setelah sekitar 1 tahun yang lalu pindah ke Jepang.

Jadi mana tega ia menahan Junhong di sini. Itu terdengar sangat jahat kalau kalian mau tahu.

Hingga akhirnya haluan berubah. Junhong pulang dan sang tuan putri tangah duduk termenung di taman belakang kerajaan.

Entah kenapa ia merasa jadi sangat kesepian begini. Sehun tak ada, Kyungsoo menghilang Yixing entah kemana dan Junmyeon jangan di tanya sudah pasti tak ada di istana. Padahal 2 hari kebelakang tak ada dari mereka yang meninggalkannya, apa harus ia sakit lagi untuk mendapat perhatian mereka lagi.

"sendiri nona?"

Suara bass itu menghancurkan lamunan Tao. Membuat ia menolah dan langsung di suguhi wajah Kris yang berjarak sangat dekat dengan wajahnya.

Pria itu tersenyum sangat manis, tak ayal rona kemerahan menjalar keseluruh permukaan wajahnya.

Wajah Kris hanya berjarak satu jengkal dari wajahnya, bagaimana bisa ia menahan gejolak yang lagi lagi muncul dalam hatinya. Gemuruh di dalam tubuhnya menyelipkan rasa geli yang menyenangkan.

"Mana temanmu?"

Namun berhasil Kris hancurkan dengan membawa bawa Junhong. Sialan, batin Tao.

"Pulang."

"Siapa sih namanya? Dia menggemaskan sekali?"

"Junhong dan dia sudah punya kekasih, asal gege tau saja."

Kris terkekeh mendengar Tao yang seakan tak suka pada sikapnya yang ingin tau soal Junhong. Membuatnya ingin terus menggodanya.

"Wah benarkah, sayang sekali."

"Apanya yang sayang?!"

"akunya yang sayang kamu"

"Aa..."

Mulut Tao terbuka tak henak melanjutkan perdebatannya dengan Kris yang entah kenapa menjadi sedikit menjurus.

Kris ingin sekali tertawa menlihat ekspresi Tao saat ini, namun ia tahan sekuat tenaga karena tak mau Tao makun unmood.

"mau jalan jalan?"

Raut wajah Tao berbeda 180 derajat dari tadi siang, karena sore ini airmukanya begitu ceria dan menyenangkan.

Sejak kepergian Junhong yang tiba tiba, ia di ajak oleh Kris jalan jalan ke mana saja asal keluar.

Dan akhirnya mereka memutuskan pergi ke padang rumput tempat ia dan Sehun sering kabur dulu. Mereka duduk berdua di bawah pohon cukup besar. Saling berbicara satu sama lain mengobrolkan hal hal menyenangkan. Hampir mirip dengan kali ke dua mereka bertemu.

Hingga tak terasa keduanya sudah menghabiskan berjam jam untuk kegiatan tersebut.

Matahari sudah ingin istirahat, begitupun dengan Tao yang tengah berbaring berbantalkan paha Kris, sedangkan sang pemilik tengah bersandar pada pohon di belakangnya sambil mematai paras menawan gadis pujaannya dengan sesekali merapihkan anak rambut Zi Tao yang tak sengaja menghalangi pemandangan paling indah bagi pemuda satu ini.

Angin angin nakal tak mengganggu gadis panda itu terlelap karena ia di lindungi jaket cukup tebal milik Kris.

Entah berapa kali Kris tersenyum lembut pada Tao yang nampak sangat pulas dalam tidurnya.

Dan entah berapa kali juga ia barterimakasih pada tuhan yang telah menciptakan mahluk seindah ini. Serta berharap bahwa sang bidadari ini lah yang akan manemani sisa hidupnya.

Pria ini mendesah seraya memandangi warna jingga yang merambat menyusuri langit sore. Tak kalah indah dengan paras menakjubkan gadis yang tengah berbaring di pahanya kini.

Merasa hari mulai beranjak malam, Kris memutuskan untuk pulang tanpa membangunkan Tao yang terlihat begitu lelap dalam tidurnya.

Maka dengan kehatihatian tingkat dewa, Kris mengangkat Tao dan menggendongnya di depan, seperti koala.

Untuung saja Tao sebelumnya menunjukkan jalan rahasianya, hingga Kris tak perlu melewati pemukiman warga. Bisa biasa ia di anggap melakukan hal yang iya iya jika para warga melihatnya menggendong sang putri dengan posisi agak riskan seperti ini.

Kaki kaki jenjang Zi Tao ia lingkarkan ke pinggangnya, sedangkan tangan gadis itu terkait di lehernya dan kepala Tao yang terbaring di bahu lebar Kris, membuat sang pemuda bisa mendengar helaan nafas sang gadis.

"Kau tau Tao, aku selalu berhasil membuat orang orang menjerit seperti Junhong tadi siang. Tapi saat bersamamu, kaulah yang membuat hatiku histeris bahkan tanpa melakukan apapun kau selalu sukses membuatku berhasil menahan napas karena pesonamu.

Kau, kau yang selalu akan aku puja. Pandaku...

...aku mencintaimu"

Ini seharusnya menjadi hari paling membahagiakan untuk kerajaan Huang. Hari di mana raja dan ratu mereka sudah beranjak 2 tahun menjadi pasangan yang diagung agungkan kerajaan. Hari di mana sang raja resmi mengucap sumpah sehidup sematinya dengan seorang gadis desa sederhana dan disaksikan ribuan pasang mata.

Tidak ada unsur politik dalam penyatuan dua insan ini. Semuanya murni karena Junmyeon telah jatuh pada pesona gadis polos nan lembut seperti Zang Yixing.

Tapi ada yang aneh dari keadaan kerajaan. Semuanya nampak biasa biasa saja.

Yaah kalian tau ini semua berkat kepercayaan sang raja yang terlampau cerdik_Chen.

Bahkan hingga saat ini Yixing serta Zi Tao tidak menyadari kalau Junmyeon telah membuat perhelatan besar yang hampir melibatkan seluruh kerajaan.

Buktinya untuk sekarang, Yixing masih sibuk dengan bunga bunga di tamannya. Serta Tao dengan entengnya melangkahkan kaki bersama Sehun untuk berangkat sekolah.

Tak ada raut kecurigaan dari keduanya.

Bahkan Tao pun tenang tenang saja saat ini. Walau tadi ia sempat menggerutu akan sikap kakaknya yang tiba tiba memaksanya pergi ke sekolah.

Tapi Tao sendiri tidak keberatan sih, toh ia pun sudah merasa sehat. Apalagi dengan kakinya yang sudah bisa menendang bokong seseorang, Sehun contohnya.

"Aaahh hari ini, hari yang membahagiakan ya Tao?" ujar Junhong dengan tangan yang di satukan di depan dadanya.

"kau kenapa Junhong? " tanya Tao heran.

"aku bahagia tau!"

"kenapa? Jongup mengajakmu kencan kemarin?"

"Bukan" gadis yang tinggi ya melebihi tinggi kekasihnya ini berdecak sebal. "masa kau tak tau?"

"Kau tak ingat aku baru masuk sekolah lagi?"

"heol, kau tak sekolah bertahun tahun pun harusnya kau tau kalau raj_"

"Yak, kaki panjang!" itu Sehun, di belakangnya terdapat seorang pemuda bermata sipit.

"Apa muka tembok?" laki laki itu terkekeh mendengar kekasihnya_Junhong berdecak kesal saat Sehun menyebutnya kaki panjang.

"kau juga, kenapa tertawa?" tuduh Junhong pada Joongup.

"Kau manis kalau sedang kesal" ucap lelaki tersebut.

Sehun dan Tao serempak ber rollingeyes.

Tao akhirnya kembali dengan catatannya, sedangkan Sehun beralih mendekati Junhong yang masih merajuk pada Joongup.

"Kau baru saja hampir membuat rencana gagal nona Choi" bisik Sehun, sedangkan matanya terus memperhatikan Tao. Ia takut ketahuan.

Bayangkan saja jika itu terjadi. Waktu yang rajanya habiskan untuk mempersiapkan ini semua hancur hanya karena tiba tiba Tao berteriak 'YIXING JIEJIE JUNMYEON GEGE MEMBERIMU KEJUTAN ROMANTIS' saat pulang sekolah.

Maaf maaf saja bagi Sehun itu sama sekali tak lucu.

"memang kanapa?" tanya Junhong ikut berbisik.

"Tao tidak tau soal rencana itu. Kau sendiri kan tau bagaimana Tao dan mulut embernya."

"Omona, Jinjja?"

Sehun mengangguk meyakinkan.

"yaaa tuhan aku minta maaf, aku benar benar tak tau"

"haaaaah yasudahlah"

Ppulang sekolah Tao kelimpungan, Kyungsoo mengoceh dari tadi. Istana tampak sepi, hanya ada beberapa maid yang hilir mudik di depan kamar Tao dan permaisuri.

Di kamarnya, Tao sedang duduk di atas ranjangnya dengan hanya mengenakan bathrrobe. Ia sedang asik menonton Kyungsoo yang masih saja sibuk menggerutu tentang gaun apa yang harus Tao kenakan.

Sudah ada 5 gaunyang tercecer begitu saja di lantai kamar sang putri. Semuanya tak lolos seleksi.

"Yang ini yah?" ucap Kyungsoo setengah memelas. Di tangannya sebuah long dress berwarna abu abu dengan sebuah hiasan bunga di dadanya.

Sontak Tao menggeleng, sebenarnya ia tidak cukup yakin dengan siapa pemilik gaun itu. Karena seingatnya ia tak perna memiliki atau membeli baju model tante tante seperti itu.

Kyungsoo mendesah keras, melihat Tao menggeleng.

"Yasudah, pilih sendiri." Seru Kyungsoo sangking kesalnya.

Dan Tao menurut. Karena melihat Junmyeon yang sedang mengoceh lebih baik dari malihat Kyungsoo yang diam dan memendam kekesalan, percayalah seorang pendiam akan menakutkan saat sedang kesal.

Gadis itu mengangkat telunjuknya ke dagu sambil menelisik berbagai macam dress di sekitarnya. Sesekali telunjuknya itu mengetuk ngetuk bibirnya yang ter pout lucu.

Ia bingung, iakan sangat awam dalam hal seperti ini.

Tao lantas berbalik. Memandang Kyungsoo dengan cengiran anehnya.

"Aku memilih yang itu saja deh" ucap Tao menunjuk bubble dress berwarna pink pastel tanpa lengan dan pita kecil di bagian pinggangnya.

Bukannya senang Kyungsoo malah ingin menelan bulat bulat gadis di depannya.

Yang benar saja itukan pilihan pertamanya.

Yixing dan Tao tengah duduk manis di dalam sebuah mobil kerajaan yang beberapa saat lalu menjemput mereka.

Pakaian keduanya sudah rapi, cantik. Namun raut bingung tak dapat di halau dari wajah ayu mereka.

Yixing tampak mengagumkan dengan shift dress berwarna merah. Tipikal Yixing sekali, yang tidak mau memamerkan lekuk tubuhnya di depan banyak orang. Rambut panjangnya hanya di ikat sederhana, dan hanya ada tambahan bandana kecil berhiaskan permata di rambutnya tersebut. Sangat manis.

Begitu pula adik iparnya. Ia memakai gaun pilihannya. Rambut hitamnya di buat sedikit bergelombang di bagian bawahnya. Parasnya yang cantik di sapu makeup tipis.

"Jiejie, kita mau kemana sih?"tanya Tao penasaran.

Yixing pun mengedikan bahunya, sama sama buta ke mana mereka akan pergi.

Tadi Kyungsoo sudah berangkat terlebih dahulu bersama dengan Sehun. Mereka sama rapinya dengan Yixing dan Tao. Kyungsoo yang mengenakan gaun dengan potongan Aline berwarna soft blue dan sehun yang mengenakan blazer hitam sebagai outter pakaiannya cukup meyakinkan dua wanita kerajaan itu bahwa acara yang akan di hadiri cukup resmi.

Mereka berhenti di sebuah padang rumput luas yang di sulap Junmyeon menjadi tempat pesta yang menakjubkan.

Konsepnya garden party,sama seperti konsep pernikahan Yixing dan Junmyeon yang juga di laksanakan di tempat ini.

Di sebelah timur terdapat sebuah panggung terbuka di hiasi berbagi macam bunga. Hal paling di sukai Yixing.

Yixing dan Tao sama sekali belum menyadari apa yang terjadi. Hingga pada saat keduanya keluar, meeka di kejutkan oleh puluhan bulter yang berbaris sepanjang jalan menuju panggung.

Tak lama suara musik mengalun, dentingan piano begitu merdu di telinga Yixing. Dan sebuah suara emas terdengar seiring musik yang mulai semakin kuat. Itu suara Baekhyun, yixing hapal karena ia sempat melihat mereka latihan. Persis untuk lagu ini.

nan ganghaeboyeodo utgo isseodo honjail ttaega manha

neul geogjeonghana eobseo boyeodo hal mari manha

Yixing trus melangkah. Sedangkan Zi Tao menghampiri Kyungsoo saat gadis yang sudah ia anggap sebagai kakaknya sendiri itu melambaikan tangan padanya dari samping panggung. Di sana ia bisa melihat Kris yang tengah memainkan piano dengan serius bersama teman temannya yang bernyanyi dengan merdunya.

cheom bon sungan neomuna kkeullyeoseo

igeotjeogeot jaeji mothago marhaesseo

Yixing hampir menangis saat naik ke atas panggung.

The answer is you

My answer is you

nae modeungeol da boyeojwo bwasseo

You are my everything

neomu hwaksinhaeseo

Dari balakan Junmyeon datang dengan seikat mawar berwarna putih. Lalaki itu bergerak ke depan menuju Yixing yang menatapnya dengan binar haru di matanya

Junmyeon tersenyum lembut. Tubuh tegapnya terbalut tuxedo hitam. Begitu serasi jika di pasangkan dengan Yixing.

Saat yang lainnya sudah berhenti bernyanyi alunan piano dari sang leader masih terdengar bagai latar musik kedua insan yang saling menatap mesra itu.

Junmyeon menarik napasnya, nampak sedikit gugup. Bahkan mungkin sama gugupnya dengan saat di mana ia akan mengucapkan sumpah setianya 2 tahun yang lalu.

"Yixing..." tatapan maya Junmyeon kini sepenuhnya jatuh pada manik jernih wanita yang telah mengisi hariharinya.

"Dulu aku bertemu dengan seorang gadis desa, yang dengan lancangnya mencuri hatiku yang pada saat itu masih sebagai putra mahkota."

Yixing diam, menunggu perkataan Junmyeon selanjutnya.

" Gadis seindah bunga sakura dan semurni pualam. Gadis dengan senyuman sehangat matahari di musim semi. Gadis yang telah membuat pemuda angkuh sepertiku merasakan cinta untuk pertama kalinya"

Junmyeon berkata sambil menatap lekat lekat pada sang istri tercinta.

" Gadis yang telah memberikanku kekuatan, yang telah menjadi jawaban atas segala kegelisahanku.

Hari demi hari gadis itu terus menariku ke dalam pusaran kebahagiaan. Dan tepat pada hari ini, 2 tahun yang lalu aku dan gadis itu berdiri di sini. Mengikrarkan janji sehidup semati yang di berkati pohon angin dan matahari."

Hati Yixing berdesir mendengar untaian kata kata yang Junmyeon ucapakan.

"bersama kita rajut asa demi asa , membuatku tak mampu memikirkan kemungkinan buruk saat bersamamu. Tak perlu secantik aprodite, untuk menghiasi hariku. Karena dengan caramu tersenyum dan cinta kita yang sederhana cukup menjadikan hariku indah penuh makna."

Tao benar benar trpesona dengan kakaknya kali ini. Ia bangga mempunyai Junmyeon dan Yixing.

"Di belakang kita sudah ada 2 tahun, mari kita rangkai sama sama tahun tahun berikutnya. Dengan kesederhanaan mu dan cinta kita"

Yixing menengis sekarang, kata kata Junmyeon benar benar menyentuh hatinya sampai yang paling dadalam

"Terimakasih, terimakasih telah menjadi cintaku." Junmyeon menutupnya dengan mengecup lama pungunggung tangan Yixing.

"Nde... Hiks mari kita lewati tahun-tahun berikutnya bersama. Aku, kau dan bayi dalam perutku"

Belum sempat Junmyeon bertanya lebih lanjut Yixing sudah terlebih dahulu memeluknya. Dan disusul oleh sebuah lagu yang tak kalah indah dari lagu yang sebelumnya di lantunkan oleh tamu terhormat yang talah jauh jauh datang dari seoul.

Exo Lucky

Tao sedang duduk di salah satu meja, mengamati berjalannya pesta yang meriah. Matanya tak henti manatap kagum pada Yixing dan Junmyeon yang tengah berdansa bersama tamu yang lainnya.

Yixing telah berganti baju dengan gaun potongan asimetrical berwarna putih senada dengan alaskaki yang ia gunakan. Rambutnya ia gulung ke atas memperlihatkan leher jenjangnya.

Tao tersenyum sendiri melihat pasangan itu.

Mengingat betapa bahagianya wajah Junmyeon saat mengetahui bahwa Yixing tengah mengandung anak mereka.

Nampaknya disini bukan hanya Junmyeon yang membuat kejutan.

"Tidak berdansa yang mulia?" Tao menoleh kearah sumber suara, lalu melemparkan senyumnya yang amat manis.

Itu Kris, ia manpak sangat tampan. Pakaiannya yang rapi dan rambutnya yang ditata sedemikian rupa membuatnya tampak makin mempesona.

"Aku tidak bisa berdansa." Jawab Tao malu-malu.

Kris terkekeh, membuat Tao jadi cemberut, ia merajuk. "menyebalkan" gumamnya pelan, namun masih bisa di dengar Kris.

"siapa?"

"Kau, gegeku, semuanya."

"kenapa?"

"cih, pura pura tak tau. Kalian dengan teganya menyembunyikan hal seperti ini padaku. Yang mendapat kejutan kan Yixing jie jie kenapa aku juga tak di beri tau."

Kris tersenyum lembut, lalu mengusak pelan rambut Zi Tao. Ia hanya tak mau saja diomeli karena telah merusak tatan rambut yang Kyungsoo buat dengan susah payah.

"Itu permintaan kakakmu, dia bilang kau tak pintar jaga rahasia."

Mendengar jawaban Kris, Tao makin cemberut yang entah kenapa dalam pikiran Kris hal itu hanya akan membuatnya gemas pada Zi Tao.

"Hei, jangan marah." Kris mencolek dagu Zi Tao namun langsung ditepis begitu saja oleh yang bersangkutan.

"Kemarin saat aku melihat lihat daerah sini, aku menemukan tempat yang bagus. Mau menemaniku ke sana?"

Mata hitam itu berbinar mendengar ajakan Kris dan. Tak lama senyum itu mengembang. Senyum manis yang selalu membuat Kris tak bisa tidur.

Setelah mendapat izin dari Junmyeon. Kris membawa Tao ketempat yang ia maksud. Tempat yang letaknya ada di belakang panggung.

Tempat itu di kelilingi ilalang sepinggang Zi Tao. Ditengah tengahnya terdapat sebuah batu besar yang cukup tinggi.

Kris naik keatas sebelum membantu Tao. Beruntung gadis itu tak mengiyakan permintaan Kyungsoo untuk mengenakan highhils.

Pemandangannya tak kalah indah dengan bukitnya. Jika ia tengok ke belakang panggung terbuka tempat pesta di adakan terlihat sangat kecil.

"indah bukan?"

Tao menoleh kesamping, kaarah Kris yang tengah menatap lurus kedepan.

Dilihat dari samping, membuat Kris semakin tampan. Garis hidungnya terbentuk dengan sempurna, serta kedua mata tajam yang entah kenapa malah membuat Tao merasa nyaman di dekatnya.

Kris menoleh, membuat Zi Tao gelagapan. Oh ia ketahuan saat menatap penuh minat kepada kris. Malu sekali.

Sedangkan pria di sampingnya itu hanya terkekeh melihat Zi Tao yang menunduk di sampingnya.

"kemana tiaramu Zi?" tanya Kris kemudian.

Tao mendongak. "aku malas memakainya"

"kalau pakai ini bagaimana?"

Kris tiba-tiba memakaikan sebuah flowercorn yang ternyata sudah ia siapkan di sedari tadi kapada Tao. Membuat si pemakai menjadi sangat manis. Lalu lelaki muda itu merapian helaian rambut Zi Tao yang beterbangan di tiup angin.

Tapi diluar kendalinya, tangan Kris tak berhenti sampai di sana. Telapak besarnya kini mulai membelai pelan pipi Zi Tao yang mulai memerah. Dan entah siapa yang memulai, tau tau bibir keduanya sudah bertemu.

Awalnya gadis itu sedikit terkejut. Namun lama kelamaan ia mengikuti alur yang Kris ciptakan. Mereka bergerak seirama, tenang mengikuti deru angin lembut yang juga menemani kedua sejoli ini memadu kasih.

Walau demikian suara jantungnya sendiri membuat Tao sedikit gugup hingga tanpa sadar meremas terlalu kencang bagian depan jas yang di gunakan oleh Kris.

Dan dengan begitu lembut Kris meraih tangan itu, menggenggamnya, memberikannya keyakinan bahwa yang mereka lakukan itu bukan kesalahan.

Melihat situasi dan keadaan Zi Tao yang mulai tenang, Kris makin berani memindahkan tangannya ke tenguk sang gadis. Meekannya supaya bisa lebih dalam memangut belahan menggoda milik Zi Tao.

Dan sebuah kecupan lembut mengakhiri ciumannya.

Tangan besar itu masih menggenggam tangan Zi Tao serta menatapnya penuh cinta.

"Zi, aku mencintaimu."

Maunya apa TBC ato END?

TBC Aja yeeee

Hai hai balik lagi ni ada yang makin penasaran?

Btw, Lvenge Sunbae apakah ini udah cukup panjang. Maaf sebelumnya untuk typo dan durasi yang sangat pendek. Sekali lagi saya minta maaf. Deep bow. Dan jujur aku kagum banget sama Lvenge senbae yang walau pun cerita taoris udah mulai jarang di minati, masih aja ngasih suport ssama kita kita author taoris yang masih bertahan. Pokoknya aku udah resmi de ngefans sama Lvenge sunbae. Hahahaha

Dan Ini Kris udah ngomong tentang perasaannya. Tinggal Tao yang jawab tapi apa yakin di terima? Kemungkinankan bisa apa aja. Soo reviews yaaa kalo mau tau kelanjutannya.

Saya ugii mihon diri bye.

selamat bertemu di final chapter.