Firstly, tysm :) i had good responses.
Then, maafkan saya ini tulisan pertama saya. Mohon bimbingannya. Dan koor itu artinya ketua tim, Sehun itu koor acara :)
Check it out
Part Two
Sehun tidak bisa berhenti tersenyum di kampus dari tadi pagi bangun tidur, nggak, sebenernya dari dia sebelum tidur. Dari dia buka sms dari Luhan yang isinya ucapan selamat tidur koor tambah emotikon senyum. Cuma gara-gara itu dan Sehun bahagianya udah selangit, melebihi saat pengumuman hasil SNMPTN, melebihi saat dia tau kalau dia kepilih jadi ketua BEM, demi apa cuma gegara sms selamat tidur. Hey, tapi itu dari Luhan, tambah emot senyum lagi. Emang kenapa kalau dari Luhan? Oh iya, emang kenapa kalau dari Luhan? Sehun langsung berhenti tersenyum setelah menyadari pertanyaan dari apa yang otaknya katakan.
""iya juga ya, kenapa kalau dari Luhan? Biasanya kalau Mbak Yoona ngucapin aku biasa aja, Kang Seulgi juga sering sms gitu, Krystal anak kelas sebelah juga sering, aku biasa aja kok. Tapi kok Luhan bikin seneng ya? Aneh deh. Sehun bermonolog ria di ruangannya. dia duduk dan tangannya bertumpu pada meja menumpu dagunya. Alisnya terangkat tanda berfikir keras.
Hayo mikirin siapa? Tiba-tiba ada Minseok masuk dan langsung duduk didepan sehun.
Eh Kak Minseok. Ketuk dulu dong. Ngagetin tauk.
Udah ketuk yaa, tapi nggak ditanggepin, yaudah masuk aja. Betewe aku denger kamu nyebut nama Luhan tadi, kenapa Hun? Minseok langsung nyerocos dan matanya berbinar.
Dasar tukang nguping. Nggak papa kok.
Kasih tau cepet, nggak gue bantuin skripsi ntar Lo. Minseok mendelik dan menjitak kepala Sehun.
Kekerasan ini. Aku laporin Kak Jongdae habis ntar Kakak.
Nggak takut sama si kotak gue mah, makanya kasih tau.
Iya, iyaa.
jadi?
.
.
.
Kok kamu bingung sih?"
lah, malah kakak yang bingung,
Ck, jujur, pernah pacaran?
pernah, waktu sd.
ah elah, pernah jatuh cinta?
Jatuh cinta?
Iyaa, kamu itu suka sama Luhan.
Hah?
Susah ya ngomong sama ketua BEM. Pinter ngomong iya, masalah perasaan aja bego.
Apa kak?
Kamu. Itu. Suka. Sama. Luhan.
masa sih kak? Maksudku, kita, aku sama luhan baru aja ketemu gitu, baru aja kenal maksudnya, ketemu pertama itu sebulan yang lalu, terus ketemu juga jarang, ngobrol apa lagi, paling bahas konsep acara. Secepet itu?
Loh, suka pada pandangan pertama aja ada loh ya, masa yang kenal baru seminggu terus suka nggak ada."
"Iya juga sih."
"Deketin aja, kayanya kalian cocok deh. Sehun. Luhan. Hun. Han. Hunhan. Keren kan?" Minseok berteori sambil menaikturunkan alisnya dan nyengir lebar.
"Sok ide banget sih Kak." Sehun muter bola matanya. Tapi bener juga sih bagus, kece gitu Hunhan. Kaya emang udah ditakdirin. Eh? Kok pikirin aku gini sih? Ya nggak papa sih.
"Alah, udah kejar aja, ntar lama-lama suka kok sama kamu, kalo dia udah nunjukin juga suka sama kamu, baru embat, tembak, lamar aja sekalian."
"Kak Minseok! Masa langsung lamar?! Ih kakak mah, ngode ya buat bang Jongdae?!"
"Hooh, Hun. Udah hampir sewindu, tapi nggak diseriusin juga, sakit dedek."
"Alay deh kak, udah ah sana pergi malah baper."
"Kampret emang ni anak. Gue kesini mau minta tanda tangan. Sini tanda tangan."
"Iya iyaaa. Gini-gini ketua BEM lo."
"PERCAYA. Tapi inget kata-kata gue tadi ya, deketin aja, seriusin juga, siapa tau jodoh, Hun."
"Hem in aja. Udah nih."
.
.
.
.
Sehun
Lu, aku hari ini free mulai jam 4. Kamu free nggak?
Luhan
Sekarang? Enggak. Free dari jam setengah 5. Why?
Sehun
Mau konsultasi ke ketua jam 5. Ikut?
Luhan
Kak Suho? Boleh. Dimana?
Sehun
Iyaa, di depan Perpustakaan.
Luhan
Oke ntar aku kesana jam 5
Sehun
Kamu dimana sekarang?
Luhan
Dikampus, masih ada kuliah. Kenapa?
Sehun
Oh oke. Ntar aku jemput jam 5 di depan fakultasmu. Semangat kuliah! :)
WOW. My moodbooster is here. Oh Sehun, you made it. Itu batin Luhan yang menjerit. Setelah baca itu Luhan langsung senyum lebar. Kyungsoo sama Baekhyun mendadak bingung, Luhan nggak segila itu buat senyum-senyum sendiri dan menelantarkan nasi ayam dan es jeruknya. Tapi mereka nggak tanya apa-apa dan nerusin makan siang mereka.
No. Nggak usah. Aku sendiri aja.
Thanks :)
Hapus
Nggak usah, aku jalan aja, deket kok.
Aku selalu semangat kuliah kok.
Hapus. Aneh.
No. Aku jalan aja kan deket.
As always :) Pak Koor juga fighting!
Hapus? Bodoh ah kirim aja.
Sent
Baca lagi
AAAAA, harusnya yang pertama aja. Yang pertama selalu benar. Huh.
Eh. Sehun bales. Duh kok deg-deg an. Tenang ya jantung. Itu juga batin Luhan.
Sehun
No. I'm with you. Sekalian lewat kan. Aku tungguin pokoknya.
Duh disemangatin malaikat :) Jadi semangat, thankseu
"Damn!" My heart! Aku pengen teriak. "Omooooo. Otoke?" Dan ini Luhan benar teriak. Mengalihkan perhatian Baekhyun dan Kyungsoo yang kemudian melotot. Tapi mereka tetap tidak peduli dengan Luhan yang asyik dengan ponsel pintarnya. Luhan terlalu sering seperti itu dengan idola-idola koreanya. Tapi mereka nggak tahu kalau itu bukan idola korea Luhan. That is Oh Damn Sehun.
Luhan
Hemmm yaaaaa, terserah pak koor
*rollingeyes*
Sehun
Gitu dong nurut kan cantik
Sehun bilangnya sih nggak tahu suka sama Luhan atau enggak. Tapi setiap ngobrol sama Luhan pasti ngegombal. Jadi, Sehun sebenarnya bagaimana maunya?
Luhan
Udah dari dulu -
Kalau Luhan, dia udah tahu perasaan macem gini. Lebih nyenengin dari pada ketemu Bias dalem mimpi. Tahu lah perasaan macem ini buat remaja kaya dia. Udah sadar gitu maksudnya kalau dia suka sama Oh Sehun. Tapi tetep aja dia bingung how to act di depan Sehun yang suka ngegombal.
Sehun
Tapi aku baru tahu
Luhan
Salah sendiri. Udah ya mau kuliah lagi. Bye
Sehun
ㅠㅠ Bye Malaikat
.
.
.
Sehun sedang menunggu Luhan di dekat gerbang fakultas seni. Sesuai janjinya dengan Luhan tadi siang. Sepertinya Sehun yang terlalu semangat karena sekarang baru jam setengah 5. Tapi Sehun cuek-cuek saja. Kan Luhan selesai kuliah jam setengah 5, eh atau jam 5 ya? Ah Sehun lupa. Biarlah. Sehun sabar menunggu kok. Anggap saja sebagai balasan karena telah membuat Luhan menunggunya selama lima jam waktu itu.
Setelah setengah jam menunggu akhirnya Luhan datang, bersama dua temannya yang tingginya nggak jauh beda sama Luhan. Mereka berjalan berjajar menghampiri Sehun yang duduk di motornya.
"Hai, Sehun!" Luhan datang dan berdiri di samping motor Sehun -
"Halo, kak Sehun!"
- Baek dan Kyung juga ikut meyapa Sehun.
"Hai, Luhan. Halo juga teman-teman Luhan!" Sehun tersenyum sambil melambaikan tangan kelewat ceria.
"Kok kak sih? Sehun aja. Kan satu angkatan. " Sehun lalu turun dari motornya.
"Oke deh, Sehun. Kenalin aku Baekhyun, dan ini Kyungsoo."
"Salam kenal, Baekhyun, Kyungsoo. Boleh kan pinjem Luhannya sebentar?"
"Oh boleh banget. Lama juga nggak papa kok. Dijagain tapi ya, cengeng biasanya sih." Itu Kyungsoo yang jawab. Luhan yang mendengar hanya memutar bola matanya. Teman bukan sih nyebar aib.
"Kyung, please. Udah ah, ayo berangkat Hun udah jam 5 lebih. Dan kalian, kurcaci, sana pulang, jangan monopoli tivi ku lagi. Sentuh tuh tugas."
Please, ngaca juga pohon kunyit. Baekhyun nggak terima
Kalau tugas kan ada Chanyeol yang siap nyerahin buat Baekhyun.
Kenapa jadi aku sih?
Berisik kalian. Pulang sana. Ayo Hun. Luhan mengabaikan kedua temannya yang malah berdebat dan naik ke motor Sehun.
Ayo. Duluan ya semuanya. Sehun pamit sebelum mengegas motornya.
YAAA. HATI-HATI SEHUN.
JAGAIN LUHAN KITA YA.
OKE Sehun mengatakannya sambil membentuk tanda oke dengan tangan kirinya. Dan akhirnya ditabok oleh Luhan karena berani-beraninya dia mengendarai motor dengan satu tangan.
Kasar banget sih.
"Makanya bawa motor yang bener." Luhan sih cuek
"Tenang aja, jago kok. Percaya deh sama aku."
"Iya percaya."
"Percayain hatinya buat aku juga ya?"
Eh? Luhan melongo. Bingung mau jawab apa. Tiba tiba dia deg-degan. Panas mukanya rasanya. Apa-apaan ini.
"Kok diem?"
Sehun sialan. Diem napa. Kok rasanya lama banget ya. Efek Sehun kah? Luhan terus mengumpat dalam hati, yah walaupun berbunga-bunga sih. Tetep aja dia salah tingkah.
"Eeh, itu kak Suho." Bersyukurlah Luhan terlepas dari semua rasa menyenagkan ini. Ia lihat Suho dan seorang perempuan sedang duduk didepan perpustakaan-
"Oh iya."
-dan Sehun melupakan topik tadi.
"Bang Joon, sorry lama." Sehun menyapa Suho dengan akrab lalu duduk disampingnya.
"Oh, ada eneng icing." Sehun juga menyapa wanita disamping Suho, yang nama aslinya Yixing.
"Udah biasa sama tabiatmu yang suka telat tuh." "Dan namanya Yixing, jangan sembarangan manggil icing." Suho melotot diakhir kalimatnya.
"Ck, possesif."
"Eh ada Luhan, sini duduk Lu, ngapain diem gitu." Yixing menepuk-nepuk tempat duduk -.. Menyadarkan dua cowok akan adanya Luhan.
"No. Luhan is with me. " Luhan yang mau jalan ke arah Yixing tiba-tiba tangannya ditarik dan didudukkan diatas bangku disebelah Sehun.
"Ck, possesif." Itu gantian Suho yang mengatai Sehun.
"Udah diem. Kaya anak kecil ribut." Yixing menunggikan nadanya diawal kalimat tadi. Sehun dan Suho langsung bungkam, kalau Luhan malah cekikikan melihat reaksi kedua cowok itu.
"Ekhem." "Jadi, mau konsultasi apa?" Suho memulai mode seriusnya. Dan menghadap kearah Sehun. Sehun mengikuti Suho dan Luhan menggeser kursinya agar bisa ikut membahas.
"Pertama. Aku sama Luhan udah buat konsepan acara yang aku kirim ke kamu tadi malem, Bang. Yah itu masih kasar, jadinya kita belum bikin anggaran yang jelas. Kenapa kasar? Kita masih belum fix guest stars nya, bang. Ya kita udah lihat yang tahun lalu, sama ngelist lagi kira-kira siapa. Tapi belum nyesesuaiin sama tema acara kita. Gitu. Bukan cuma guest stars sih, tapi itu ntar aja. Jadi menurutmu gimana bang?" Sehun menjelaskan secara panjang lebar.
"Menurutku, Hun. Bentar, Luhan catet ya." Luhan ternyata udah menyiapkan catatan kecil. Dia mengangguk.
"Aku udah liat konsepan kalian. Keren kok, keren menurutku. Udah kaya gitu aja konsepnya. Mungkin kalau mau dirubah itu yang acara hari kedua. Apa acara hari kedua?"
"Seminar nasional. Kenapa emang?" Tanya Luhan.
"Nah itu, seminar nasional, semnas. Itu bagus emang, tapi monoton, paling kan rangkaian acaranya cuma kaya gitu kan? Terus nggak semua mahasiswa bisa ikut. Menurutku sih mending ganti aja."
"Ganti? Semisal diganti, emang mau kaya apa?" Tanya Sehun.
"Apa gitu, yang bisa semua fakultas, jurusan, sama program pendidikan itu ikut semua. Mereka bisa nunjukin bakat dan kemampuan mereka. Atau apapun biar semua orang tau kalau they do exist gitu." Suho menjelaskan maksudnya dengan semangat, sedangkan Sehun dan Luhan sedang memikirkan acara yang nyambung sama maksud Suho.
"Stanisasi?" Luhan menggunam dengan lirih-
"Apa Lu? Stanisasi?"
-tapi sepertinya pendengaran Yixing sedang tajam.
"Apa? Enggak kok." Luhan menyangkal setelah kaget dengan pertanyaan Yixing tadi.
"Stanisasi? Apaan sih?" Sehun yang tanya.
"Usul aja sih aku. Stanisasi itu kaya bikin stan-stan gitu. Yang bikin itu jurusan gitu. Jadi tiap jurusan bisa dan harus ikut berpartisipasi. Mereka bisa nunjukin apapun tentang jurusan mereka di stan itu. Juga, kita sediain acara buat mereka nampilin bakat. Kita bikinin panggung, nanti kita lombakan. Gimana?" Luhan bertanya dengan ragu-ragu. Masalahnya Suho sama Sehun malah diem.
"Wow. Keren." Suho menepuk tangannya heboh
"Bener, keren, kok kreatif sih?" Sehun tanya dengan senyum lebar.
"Iya keren lo, aku nggak kepikiran sampai situ." Ini Yixing yang ngomong
"Eh? Bener?" Luhan malah kaget dengan reaksi ketiga orang itu. Dia fikir mereka tertawa atau langsung menolak acara itu.
.
.
.
.
.
"Udah gitu aja ya? Apalagi?"
"Udah kok, stanisasi fix, guesr stars kita konsul dulu, acara hari pertama fix, anggaran nanti dulu." Sehun menjelaskan sambil menekuk jarinya satu-persatu
"Oke deh, kalau ada apa-apa hubungin aku aja. Aku sama Yixing pulang dulu ya." Suho bangkit dari duduknya dan diikuti Yixing.
"Eh? Nggak ikut kita makan bang?"
"Enggak, aku yang mau masak buat Suho." Yixing menggandeng tangan Suho
"Aduh, calon istri yang baik. Yaudah sana pulang. Hush." Sehun mengibas-ibaskan tangannya tanda mengusir. Luhan malah ketawa lebar.
"Kampret dasar anak. Udah aku pulang. Bye." Suho langsung pergi keparkiran mobil dengan Yixing yang bergelayutan ditangannya.
"Ih, lucu ya mereka." Luhan tiba-tiba bilang begitu ke Sehun dengan mata berbinar.
"Lucuan juga kamu." Sehun menggombal sambil mencubit dua pipi Luhan.
"Aaa, lepas, aaaak." Sehun melepas cubitannya dengan tawa karena melihat pipi merah Luhan.
"Sakit bego." Luhan mengatai Sehun sambil cemberut dan mengelus-elus kedua pipinya.
"Mana yang sakit sini sini." Sehun menurunkan kedua tangan Luhan dari pipinya dan menggantinya dengan kedua tangannya. Dia mengelus-elusnya dengan ibu jarinya. Kedua mata mereka bertatapan dengan sulit diartikan. Sehun tersenyum manis dan Luhan hanya diam membeku.
"Masih sakit?" Sambil terus mengelus, Sehun bertanya dengan lembut. Dan Luhan menggeleng pelan. Sehun melepas kedua tangannya, kemudian meniup kedua pipi Luhan sebanyak tiga kali secara bergantian. Dia mengelusnya lagi sekali dan bilang "Cepet sembuh ya" sambil tersenyum lembut. Bukannya hilang warna merah dipipi Luhan, namun malah semakin memerah hingga telinga. Luhan memalingkan wajahnya dan mengangguk pelan.
"Makasih." Dan Luhan nggak bisa menahan senyumnya lagi, apalagi detak jantungnya yang menggila. Luhan is melting.
.
.
.
.
.
"Makan yuk?" Sehun bertanya ketika dalam perjalanan pulang ke kos Luhan.
"Makan apa?"
"Yamie aja."
"Jangan mie lagi, please Hun." Luhan memutar bola matanya malas.
"Emang kenapa? Mie kan enak. Yaudah kamu mau makan apa? Udon?"
"Udon juga mie, ah kamu. Nggak sehat ntar Mau ayam."
"Ayam mulu, ganti napa."
"Baru sekali juga. Yaudah apa?"
"Gimana kalau mie ayam? Kan cocok ada mie ada ayam."
"Hahaha bener." Luhan malah ketawa keras. Emang lucu?
"Tapi udah sampai kos, stop stop." Sehun menghentikan motornya dan Luhan turun.
"Nggak papa, ayo naik, aku tau tempat mie ayam enak. Masih jam 8 juga."
"Tapi ada tugas."
"Yaudah sampai jam 9 aja, gimana?"
Luhan lapar sih, tapi dia bisa makan di kos kok, bareng Baekhyun sama Kyungsoo. Tapi feeling nya bilang kalau dia nggak makan sama Sehun dia bakal nyesel.
"Oke." Luhan naik motor Sehun lagi dan mereka puter balik.
Nggak lama, Sehun markirin motornya didepan warung mie ayam kecil yang rame tapi nggak padet. Dia pesen makanan lalu duduk berhadapan sama Luhan.
"Lain kali pakai celana aja, Lu." Sehun memulai obrolan mereka.
"Kenapa emang?"
"Biar enak kalau bonceng. Emang nggak pegel bonceng miring?"
"Enggak, biasa aja."
"Kalau perjalanan jauh?"
"Kan ini deket. Kalau jauh ya pegel lah."
"Yaudah, nanti kalau perjalanan jauh sama aku pakai celana aja ya?"
"Iyaa iyaaa, cerewet. Eh? Emangnya ngapain sama kamu?" Luhan tanya dengan bingung
"Kencan dong. Ngapain lagi emang?" Sehun mengucapkannya sambil tersenyum, dan Luhan bungkam lagi. Sehun selalu bisa bikin dia diem. Tapi Luhan nggak bisa biar nggak senyum. Dan Luhan bisa membuka bibirnya lagi.
"Kapan?"
"Ha?" Sehun yang terkejut sekarang. Ah, ternyata Luhan mau kencan sama dia? Woow.
"Kapan? Biar aku siap-siap pakai celana."
"Eh, anytime? Setiap kamu pakai celana aku siap kencan sama kamu."
"Yakin?"
"Heem."
"Kamu sibuk."
"Aku tau."
"Sesibuk apapun kamu?"
"Tergantung."
"Apa?"
"Emang kamu mau, kencan terus waktu kencan aku sibuk jawab telfon "Aku lagi kencan sama Luhan" mau?"
"Em? No problem." Luhan sedikit tidak yakin sih
"Oke. Sesibuk apapun aku." Sehun mengatakannya dengan serius. Dia serius dan nggak lagi ngegombal, Luhan tahu itu.
"Fix, siap-siap ya?"
"Aku bisa pakai celana kapanpun lo." Luhan mengatakannya dengan nada menggoda.
"Hahaha iyaa iyaaa." Sehun tertawa dan mengusak rambut Luhan.
Saat itu pesanan mereka datang dan mereka makan dengan tenang. Dan Luhan bener nyesel kalau tadi dia milih makan di kos
.
.
.
.
"Udah sana masuk." Mereka sudah sampai didepan kos Luhan setelah makan.
"Iya. Makasih Sehun.." Luhan turun dari motor.
"Iya, sama-sama Luhan. Mimpi indah ya." Sehun melakukannya lagi. Mengusak kepala Luhan dan tersenyum lembut. Tapi reaksi Luhan sekarang berbeda. Dia tersenyum lembut dan menangguk-angguk imut.
"Iyaa, kamu juga." Pipinya merona pada akhirnya.
"Lucunyaaa, iya iya. Aku pulang dulu ya."
"Yaa, hati-hati."
"Oke." Sehun menyempatkan menyubit sebelah pipi Luhan sebelum buru-buru pergi dari kos Luhan. Meninggalkan Luhan, jeritannya, pipi meronanya, dan detak jantungnya yang memburu.
Luhan buru-buru masuk ke kosnya, yang ternyata ada Kyungsoo dan tivinya yang menyala.
"Eh? Mana Baekhyun?" Luhan terheran-heran karena Baekhyun tidak mungkin meninggalkan drama kesayangannya. Dia meletakkan tasnya dan membaringkan tubuhnya dikasur.
"Kamu udah pulang?" Kyungsoo kembali menghadap tivi. "Pergi nyontek tugasnya Chanyeol, dijemput Chanyeol tadi."
"Wah, Baekhyun gercep ya." Luhan terkejut sebenarnya. Yah mereka sekelas kok, Baekhyun dan Chanyeol, Luhan dan Kyungsoo juga. Kenapa Baekhyun?
Jadi ceritanya, Chanyeol itu mahasiswa pindahan. Tapi dia tetep harus ikut orientasi jurusan. Waktu itu, yang jadi panitianya adalah salah satunya Baekhyun. Entah bagaimana Luhan lupa ceritanya, Baekhyun diberikan hukuman untuk merayu Chanyeol dan Chanyeol hukumannya menyatakan perasaan ke Baekhyun. Tapi mungkin pernyataan perasaan itu beneran deh. Soalnya sehabis itu, mereka jadi deket, ralat, Chanyeol ndeketin Baekhyun dengan cara apapun. Salah satunya adalah nyontekin tugas, soalnya Chanyeol itu jago banget kalau urusan sama musik. Baekhyun sih mau-mau aja, malah kadang-sering- Luhan sama Kyungsoo juga kecipratan. Kalau perasaan Baekhyun ke Chanyeol sih belum tau. Selama satu semester ini Baekhyun juga nggak nolak segala perlakuan manis Chanyeol ke dia. Mungkin mereka saling suka.
Ngomong-ngomong soal tugas, Luhan jadi teringat tugas.
"Kyung, udah ngerjain tugas?" Luhan menegakkan badannya diatas kasur.
"Yang mana?"
"Yang sejarah musik klasik."
"Udah." Kyungsoo masih fokus ke dramanya.
"Bagi dikit dong?" Luhan menghampiri Kyungsoo dan beraegyo didepannya.
"Ih minggir." Kyungsoo menyingkirkan Luhan dengan mudah. "Sana ambil, cari sendiri dimeja."
"Yeah. Kyungsoo baik. Kaya malaikat." Luhan tertegun sendiri dengan kata-katanya. Eh jadi ingat Sehun. "Duh, udah lupakan Sehun. Ayo cari tugasnya Kyungsoo." Luhan geleng-geleng sambil bermonolog dalam hati. Dia lalu pergi ke kamar Kyungsoo. Tapi setelah lima belas menit dia kembali dengan tangan kosong.
"Mana? Nggak ada Kyung." Luhan bertanya dengan nada kesal.
"Dimeja nggak ada?" Luhan geleng-geleng.
"Ditas kali." Luhan kembali lagi ke kamar Kyungsoo. Tapi nggak ketemu juga.
"Nggak ada. Gambar pororo kan? KAGAK ADA!" Luhan kesal sendiri.
"Aku inget." Kyungsoo berbinar setelah mengatakan itu. Luhan juga.
"Dimana?"
"Aku pinjemin ke Hoshi." Kyungsoo berkata dengan polos.
"APA?" Luhan melotot.
"Iya, tadi ketemu dijalan waktu mau pulang, terus sia pinjem, katanya mau nyalin catetan." Kyungsoo masih bicara dengan watados nya.
"MAMPUS AJA LO SANA MATA BULET. DARITADI GUE NYARI SIA-SIA ANJIR!" Luhan mengamuk dengan memukulkan bantalnya ke Kyungsoo.
"TEMEN BUKAN SIH?"
"MAAFIN GUEEEE. AW."
"LO HARUS BANTUIN GUE NGERJAIN!"
"IYAA GUE BANTUIIIIIN."
"AWAS LO BOONG!"
"KAGAK. AAW. SETOP LUHAN!"
Luhan mengehentikan pukulannya.
"Kasar banget. Cewek bukan sih?" Kyungsoo tanya sambil mengelus-elus badannya yang dipukuli. Luhan jadi teringat Sehun lagi. Sehun juga pernah bilang kaya gitu.
"Mana sini bukunya?" Luhan tersadar dari lamunannya dan mengambil bukunya.
"Aku ngomong. Kamu nulis." Kyungsoo yang memerintah.
Akhirnya hari itu mereka ketiduran setelah mengerjakan tugas. Baekhyun masuk ke kos tidak lama kemudian. Dia memasuki kamar Luhan, dan melihat kedua temannya tetidur kemudian ikut membaringkan tubuhnya dikasur dan tidur.
.
.
.
.
Paginya Luhan bangun karena bunyi alarm. Dia mematikan alarm dan mulai tidur lagi. Dia tau kalau ada Kyungsoo dan Baekhyun tapi dia udah biasa sih. Tapi tiba-tiba dia merasakan getaran pada ponselnya. Luhan mengambil ponselnya dan membuka notifikasi yang ternyata pesan Whatsapp dari Sehun. Dia langsung terperanjat bangun dan rasa kantuknya hilang.
Sehun
Selamat Pagi malaikat *rose*
Bangun oy. Semangat kuliah buat hari ini :)
Sepertinya pagi hari Luhan tidak akan sama lagi.
TBC
