Part Three

Maaf lama sekali updatenya. Terima kasih yang sudah review, follow dan favourite. 谢谢。ありがとう。감사합니다.

Chek this out.

Luhan

Selamat pagi :)

Shap! I'll do that

Sehun

Nggak nyemangatin aku?

Luhan

Ngapain?

Sehun

Kan aku udah nyemangatin kamu

Luhan

Oh jadi nggak ikhlas?

Sehun

Ya ampun, ikhlas tauk.

Luhan

Yaudah kalo ikhlas, ngapain minta balik

Sehun

Ayolaah

Luhan

Dapet apa?

Sehun

Loh tadi udah aku semangatin ya

Luhan

Nggak ngaruh kok

Sehun

Terus kamu maunya apa?

Luhan

Kamu tuh yang maunya apa?

Sehun

Aku kan udah jelas tadi maunya minta disemangatin kamu

Luhan

Sehun

Duh kabur ni anak

Luhan

Voice note sent

Senyum sehun langsung melebar dari sebelumnya. Dia deg-degan mau play Voice note dari Luhan.

/Sehun semangaaaaat/

"Itu suara luhan. Ya ampun lembutnyaa" Suara Luhan kedengeran serak sih, dan nggak ada semangatnya sama sekali, malahan sayup sayup lemes gitu.

Tapi Sehun tetep aja tambah semangat. Bisa dipastikan Sehun nggak akan berhenti tersenyum hari ini.

Sorenya, sesuai sama janji mereka, mereka ketemuan di foodcourt untuk membahas acara bareng sama Abang Yifan dan Mbak Tao. Setelah berkenalan dan berbasa-basi, mereka membahas yang berhubungan dengan acara HUT Universitas.

"Siapa Guest Star buat acara puncaknya?" Yifan bertanya ke Sehun dan Luhan.

"Kayanya belum ditentuin ya?" Tao ikut-ikutan tanya.

"Jujur, aku nggak terlalu tahu siapa yang pas, cocok gitu sama acara ini, yang Mahasiswa tuh suka, nggak cuma Mahasiswa, tapi remaja sekarang tuh suka. Nggak tahu kalau Luhan. Gimana Han? Kamu kan anak seni."

"Gimana kalau ngundang EXO?" Luhan bertanya dengan ragu kepada tiga temannya.

Hening.

Ketiga orang lainnya tidak menanggapi pertanyaan Luhan.

"EXO? Yang keren itu?" Tiba-tiba Yifan menanggapi dengan heboh

"Emh, iya." Luhan masih ragu menjawab

"Yakin? EXO mahal loh Lu. Iya sih cocok, keren, banyak yang suka. Tapi kalau buat acara kita? Menurutku sih No." Tao meolak usulan Luhan.

"Sebenernya, aku punya temen yang kenal sama manajernya EXO. Mungkin kalau kita ngobrol sama manajernya bisa nembusin EXO. Soalnya pernah dia cuma tanya-tanya gitu, bisa kok, nggak mahal banget kalau kenal. Ya walau cuma beberapa lagu nggak papa menurutku. Daya tariknya lebih kuat buat narik penonton" Luhan ngejelasin masih dengan ragu.

"Aku setuju sih sama Luhan. EXO kan? Mereka dari SM kan? Kalau nggak bisa semua grup, bisa aja satu member terus kita buat kolaborasi." Sehun menyetujui usulan Luhan

"Aku sih nggak papa kalau kalian optimis bisa ngedatengin mereka." Yifan bersuara lagi.

"Saran aja, cari Guest star utama yang lain. Siapa tahu mereka nggak bisa kan?"

"Iya sih, aku juga mikir gitu. Selain EXO, aku juga kepikiran Red Velvet gitu."

"Kamu punya channel juga?"

"Sempet satu acara sih sama Irene, sempet ngobrol juga, punya kontaknya malah." Luhan nyengir diakhir kalimatnya.

"SERIUS???!" Yifan tambah heboh denger Luhan kenal sama artis sekelas SM.

"Serius kak, ya nggak pernah kontak-kontakan sih. Tapi mungkin kalau dimintain bantuan mau."

"Kok kamu keren sih, Han. Aku juga mau kenalan sama mereka. Yaudah undang aja." Sekarang Tao malah merengek, padahal tadi dia menolak keras.

"Gimana, Hun?" Luhan sih nurut Sehun aja.

"Kalau BoA kamu kenal nggak? Dia aja gimana?" Mata Sehun berbinar setelah menanyakannya.

"Sehuuun, jangan mentang-mentang ngefans jadi asal nunjuk. Yang kenal aja nggak pasti bisa, apalagi yang nggak kenal." Yifan mengatakan dengan gemas. Iya dia tahu kok kalau Sehun ngefans banget sama BoA.

"Yaah." Sehun langsung menunduk lesu

"Gini aja, aku tanyain temenku dulu soal EXO, terus aku coba tanyain Irene kalau dia kosong atau enggak. Mungkin Irene juga bisa ngedatengin BoA atau siapa yang lain yang kosong jadwalnya. Mereka artis gede kan, ya mungkin susah sih, tapi coba dulu aja." Luhan menjelaskan panjang lebar.

"Yaudah, cadangannya, biar aku cari band-band indie. Kalau kita nggak bisa mereka, kita masih punya band indie, atau band apapun lah yang belum go internasional gitu. Kalau mereka bisa, band indie nya bisa jadi pembukaan nggak masalah." Sehun kembali bersemangat setelah mendengar ucapan Luhan.

"Kalau band indie aku punya beberapa kontak manajernya, nanti aku kirimin ke kamu deh, Hun. Tanya-tanya dulu aja nggak papa kan?" Tao yang bilang begitu.

"Makasih Mbak Tao." Sehun nyengir lebar.

"Apalagi acaranya, Hun?" Yifan bertanya setelah pesanan mereka datang.

"Sesuai usulan Luhan, acara hari kedua ada stanisasi dari jurusan. Kalau hari pertama mirip tahun lalu, Bang. Pembukaan, hiburan, kaya gitu lah. Terus hari ketiga itu pengumuman pemenang lomba dari seluruh acara, terus udah, konser. Yey selesai." Sehun bersorak diakhir ucapannya.

"Karena stanisasi nya fix. Aku udah minta sekretaris buat ngurusin surat ke jurusan-jurusan. Mungkin minggu depan udah nyebar. Eh, nunggu rapat dulu sih. Besok jumat rapatnya." Luhan bicara ditengah makannya.

"Kalau makan tuh nggak boleh sambil ngomong. Makan dulu aja, lanjutin ntar." Kata Sehun mengingatkan. Ketiganya setuju dan mulai makan.

"Sehun tumben makan ayam." Tao keheranan melihat Sehun yang libur makan mie, biasanya kalau makan bareng Sehun, dia pasti pesen mie.

"Dimarahin Luhan, tadi udah mau pesen bakmie gak jadi." Sehun nyengir lagi.

"Dasar penggila mie." Yifan mendengus kasar.

Luhan nggak tau dia lagi beruntung atau sial. Pertama, EXO nggak bisa kalau dateng, temennya bilang EXO lagi padet jadwal di Januari, that's okay, masih ada Irene.

Kedua, Irene nggak bisa dateng juga. Iya dia udah nge chat Irene yang beruntungnga inget sama Luhan, dan masih bersikap baik ke Luhan.

Tapi, kata Irene, di Red Velvet cuma Wendy yang nggak ada jadwal tanggal 25 Januari itu. Oke, jadi mungkin Wendy bisa dateng.

Ketiga, ini masalah utamanya. Kata Irene, Wendy nggak mau kalau dia tampil sendiri, maunya sama Luhan. Apa-apaan?

Emang Wendy kenal Luhan? Emang siapa Luhan? Heh? Luhan bahkan belum pernah ketemu sama Wendy. Kenapa Luhan?

Soalnya Luhan yang minta tolong. Dan, kalau Wendy tampil bareng Luhan, Luhan nggak harus lewat manajer dulu izinnya, Wendy yang bakal izin kalau dia mau tampil diacara temennya. Gampang kan?

Luhan akhirnya chattingan sama Wendy dan bahas soal acara itu. Dia udah nawarin gimana kalau sama yang lain? Maksudnya temennya Luhan yang lain gitu, soalnya Luhan masuk Tim Acara kan, masa iya dia tampil.

Tapi kata Wendy "Tampil sebentar no problem kan? Kan ada panitia yang lain."

Alasan kedua "Tapi, aku nggak bisa nyanyi or something else."

Wendy tau dia bohong "Irene udah bilang kamu suaranya bagus, bisa main gitar juga -_-"

Akhirnya Luhan nyerah "Yaudah aku bilang ke panitia yang lain dulu. Kalau boleh, kamu harus join. Nggak ada pembatalan janji. Oke?"

Dan Wendy menang "Pasti boleh. Oke. Janji join."

Luhan udah cerita ke Baekhyun sama Kyungsoo. Tapi mereka bilang

"Kalau Wendy mau sama yang lain mah, aku mau Han. Ya nggak, Kyung?"

"Yaampun. Iyain aja kali. Kapan lagi bisa tampil sama artis kaya Wendy."

Tapi, Luhan nggak mau. Bayangin aja, anak amatiran kaya Luhan tampil sama artis profesional. Nanti kalau dia malah njelek-njelekin gimana?

Akhirnya Luhan cerita ke Sehun, mungkin sebagai partner dia bisa ngasih pencerahan dan solusi. Dan jawaban Sehun nggak jauh beda sama Baekhyun dan Kyungsoo.

"Iyain aja Luhan. Kenapa nggak mau? Kita untung banyak loh. Sebagai panitia, kita nggak harus keluar banyak biaya. Kata kamu juga, walaupun beberapa lagu pasti narik minat penonton juga. Sebagai kamu sendiri. Kamu bisa sepanggung, duet bareng artis pro, mungkin kamu malah bisa jadi banyak job nantinya." Sehun memberikan pengertian ke Luhan dengan sabar. Ternyata Sehun bisa ngelakuin hal bener selain ngegombalin Luhan.

"Tapi, Hun. Itu masalahnya. Dia profesional, berpengalaman, dan aku? Nol besar. Gimana kalau aku bikin Wendy keliatan jelek ntar. Gimana kala aku ngacauin semuanya. Jadi kaya sia-sia juga kita ngedatengin Wendy."

Sekarang Sehun ngerti. Luhan cuma kurang pede.

"Sekarang gini, apa lagu favorit kamu?" Sehun menggenggam sebelah tangan Luhan.

"Kok jadi lagu sih? Kan kita lagi bahas Wendy." Luhan bingung dengan topik yang Sehun buat.

"Jawab aja." Sehun berkata dengan lembut.

"Banyak lagu favoritku."

"Yaudah satu aja. Yang suka banget." Luhan menerawang dan nemikirkan lagu apa yang paling dia suka.

"Night changes nya One Direction."

"Coba nyanyiin."

"Hah? Banyak orang Sehun. Yang bener aja. Ditaman." Luhan cengo, apa maksud Sehun nyuruh dia nyanyi di taman kampus yang rame sore-sore gini.

"Iya, nyanyiin. Nurut deh."

Akhirnya Luhan nurut, dia nyanyi bagian reff nya. Suaranya mengalun dengan lembut.

We're only getting older, baby

And i've been thingking about you lately

Does it ever drive you crazy just how fast the night changes?

Everything that you ever dream off

Disapearing when you wake up

But there's nothing to be afraid off

Even when the night changes

It will never change me and you

Sehun tersenyum lembut melihat dan mendengar Luhan bernyanyi sambil memejamkan mata. Suara Luhan seperti membangunkan jantung Sehun.

"Tuh, bagus banget suaranya. Kaya malaikat gitu kok. Wendy mah kalah."

"Sehun, nggak usah bohong." Luhan memutar kedua bola matanya jengah dengerin gombalan Sehun.

"Serius. Tanya siapapun yang denger suara kamu nyanyi. Pantes kamu duet sama Wendy. Apa yang salah?" Sehun berkata dengan serius. Dan Luhan tahu itu.

Hhhh

Luhan menghembuskan nafasnya lelah.

"Oke, aku tampil sama Wendy. Tapi kamu ikut."

"Apa?!" Sehun kaget mendengar perkataan Luhan.

"Iya. Kamu ikut."

"Kamu masih nggak mau tampil sama Wendy?" Sehun bertanya dengan lembut, menggenggam dua tangan Luhan. Dan Luhan diam saja.

"Denger Luhan." Sehun menangkup dua pipi Luhan. Memaksa Luhan untuk menatap matanya. Tatapan Sehun masih selembut tadi.

"Kamu, aku nggak ngerti sebenarnya kenapa kamu nggak mau. Tapi yang perlu kamu tau. Pertama, suara kamu, bagus, merdu, aku aja meleleh dengernya. Kedua, kamu cantik, cantik banget. Tanyain kesemua orang yang lewat, kamu sama Wendy cantikan siapa? Pasti mereka bilang cantikan kamu. Ketiga, kamu pantes tampil bareng dia. Kalau orang agensi tau kamu tampil. Pasti mereka berebutan kamu biar masuk agensi mereka. Soal panitia dan acara, itu biar aku yang urus, kamu percaya kan sama aku? Keempat, aku nggak mungkin tampil, karena kamu udah tampil dan suara aku kalah sama suara cicak. Kelima, pikirin ini baik-baik. Bukan cuma buat kamu, tapi buat panitia, dan acara juga. Keenam, aku bakalan dukung apapun pilihan kamu." Kaliamat panjang Sehun terhenti, tapi tatapannya masih lurus kedalam mata bening Luhan. Kalimat Sehun sangat mempengaruhi keputusan Luhan. Luhan tau sekarang dia harus apa. Keterdiaman Sehun bikin Luhan angkat bicara.

"Udah?" Tanya Luhan.

Sehun geleng-geleng."Belum." Sehun tersenyum tulus setelahnya.

"Terakhir. Ketujuh. Aku cinta kamu." Tiba-tiba Sehun memiringkan kepalanya dan menempelkan bibirnya ke bibir Luhan.

Luhan nggak tau harus ngapain. Dia cuma membolakan matanya dan meremas kemeja Sehun tepat didadanya. Sehun terlihat menutup matanya dan menikmati bibir Luhan. Jantung keduanya memompa dengan cepat. Akhirnya Luhan ikut memejamkan mata, seperti yang Sehun lakukan. Tidak ada apapun, hanya menempelkan bibir dan itu membuat pipi keduanya memerah setelahnya.

Tiba-tiba suasana terasa hening dan canggung. Luhan menunduk dan meremas jarinya sedangakn Sehun menggaruk kepala belakangnga yang tidak gatal. Sehun nggak tau dia senekat itu menyatakan perasaannya ke Luhan, secepat ini, salahkan mata polos Luhan dan bibir ranumnya yang menggoda. Setelah cukup lama, akhirnya Sehun berujar dengan pelan

"Em, Luhan. Pokoknya, kamu harus mikirin kata-kata aku yang tadi."

"Hm." Luhan hanya mengangguk dan mendehem.

"Aku udah mikirin." Luhan melanjutkan kalimatnya. "Aku mau tampil bareng Wendy." Luhan masih menunduk dan berujar pelan.

"Beneran?!" Sehun yang mendengarnya terlonjak girang.

"Iya. Aku tampil. Tapi..."

"Tapi apa?"

"Kamu." Luhan masih nunduk dan nunjuk Sehun dengan jari telunjuknya.

"Aku?" Sehun ikut menunjuk dirinya sendiri.

"Iya kamu."

"Aku kenapa?"

"Kamu! Siapa kamu berani-berani nyium bibir aku?!" Luhan mengangkat wajahnya dan terlihat wajahnya merah dan matanya berkaca-kaca.

Sehun tertegun melihat wajah Luhan. Dia nggak tau Luhan bakal nangis gara-gara dia cium, dia fikir Luhan bakal luluh dan menjadi gadis manis. Tapi ternyata...

"AWW!" Itu teriakan Sehun setelah Luhan memuk keras dadanya.

"Bego."

"Luhan, maaf Luhan. Kenapa kamu nangis. Oke aku minta maaf aku lancang." Sehun menghentikan pukulan Luhan dengan menggenggam kedua tangan Luhan.

"Sehun bego! Itu buat suami masa depan, tapi kamu ambil. Bego. Sehun bego." Luhan mengumpat pelan dengan airmata yang masih mengalir. Dengan berani, Sehun memeluk Luhan erat dan menyandarkan kepala Luhan didadanya.

"Aku minta maaf Luhan. Aku nggak tau. Maafin aku ya?"

"Kalau itu buat suami masa depan kamu, kamu nggak usah khawatir, di masa depan nanti aku yang bakal nikahin kamu. Jadi, kamu nggak perlu khawatir lagi. Tapi di masa depan oke?"

Luhan sudah tidak mengumpat lagi walau masih terdengar isakan kecil. Dia juga mendengar detak jantung Sehun yang sama cepatnya dengannya.

"Aku minta maaf karna ngambilnya sekarang, bukan nanti waktu aku jadi suami kamu."

"Kalau sekarang, mungkin terlalu cepat buat kita. Jadi sekarang kaya gini dulu aja. Kamu denger kan tadi aku bilang aku cinta kamu?"

Sehun bertanga dan Luhan menangguk didadanya.

"Itu serius Luhan. Aku nggak butuh jawaban kamu, karena aku nggak minta atau tanya apapun. Aku juga nggak maksa kamu buat cinta aku. Tapi aku yakin aku bisa bikin kamu jadi cinta sama aku. Aku belum pernah seyakin ini Luhan. Aku juga yakin aku bakal jadi suami masa depan kamu. Jadi kamu nggak usah khawatir. Nggak usah nangis lagi, oke?" Luhan mengangguk sebagai jawabannya.

"Nah gitu dong, masa malaikat nangis sih." Sehun melepas pelukannya dan mengusap air mata Luhan. Dia tersenyum lembut kepada Luhan.

"Sehun." Luhan bersuara dengan serak

"Yaa?"

"Jadi, sekarang hubungan kita kaya apa?" Luhan memandang mata Sehun dengan lembut.

"Kamu mau yang kaya apa? Bebas atau terikat?" Sehun bertanya sambil mengusap kepala Luhan.

"Aku nggak ngerti, Sehun. Aku belum pernah sebelumnya." Luhan menjawab dengan polos. Dan Sehun terkekeh mendengar jawaban Luhan.

"Gini aja, kita nggak ada hubungan apapun."

"Maksudnya?"

"Hubungan kita, kaya partner, teman, sahabat, keluarga, adik-kakak, apapun itu terserah. Yang penting kita saling melengkapi. Kamu butuh apa? Bilang aku. Kamu ada masalah apapun bilang ke aku. Nanti aku selalu ada buat kamu. Gimana?"

"Kalau gitu, posisimu kaya Baekhyun sama Kyungsoo dong Hun. Mereka selalu ada buat aku, masalah apapun aku ceritain ke mereka, aku butuh apa, apapun aku minta tolong mereka. "

"Hhhh" Sehun menghela nafasnya.

"Luhan."

"Ya?"

"Jujur."

"Apa?"

"Kenapa kamu tanya hubungan kita kaya apa sekarang? Emang kamu punya perasaan yang sama ke aku?" Sehun masih berkata dengan lembut ke Luhan.

"Aku..."

"Iya." Luhan berkata dengan pelan dan menundukkan kepalanya

"Iya, apa?"

"Ya, iya."

"Iya apa Luhan?" Sehun coba sabar ngadepin Luhan.

"Iya! AKU JUGA CINTA SAMA KAMU." Luhan kesal dengan Sehun yang malah menggoda nya. Sehun tidak tahu atau apa. Luhan malu mau bilang cinta. Eh, keceplosan.

Sehun tersenyum lebar dan lanvsung memeluk Luhan.

"Nah gitu, daritadi kenapa."

"Malu." Luhan mencicit dipelukan Sehun. Lagi.

"Oh Sehun. Berapa kali hari ini bikin jantung aku mendadak gila. Oh Sehun sialan. Kenapa cuma dia yang bisa bikin kaya gini. Untung aku masih hidup."

"Hahahaha" Sehun tertawa mendengar jawaban Luhan.

"Tahu gitu aku tanyain daritadi deh."

"Sehun bego."

"Bego bego gini kamu juga cinta."

"Habisnyaa..."

"Kenapa?"

"Nggak papa. Nggak jadi.

"Manisnyaa."

"Kalau gini besok nikah pun aku siap. Yuk nikah." Sehun nyengir pada akhirnya

"Oh Sehun." Dan Luhan memukul dada Sehun pelan.

Sehun melepas pelukannya dan menyubit hidung Luhan pelan.

"Bercanda, sayang."

Ya ampun. Pipi Luhan panas denger panggilan sayang dari Sehun. Jantungnya, siapapun tolong Luhan.

"Capek? Pulang nggak?"

"Laper."

"Yuk makan Sate ayam."

"Bener?" Luhan berbinar ada kaya ayam disebut.

"Beneran. Yuk."

Sehun beranjak dari duduknya dan mengulurkan tangannya. Luhan menyambutnya dengan senang dan mereka berjalan bersama.

Luhan nggak tau hubungan macem apa jadinya dia dan Sehun. Sebenarnya dia nggak terlalu peduli. Rasanya cukup tau Sehun juga cinta sama dia. Dia akan mencoba yakin bahwa Sehun adalah suami masa depannya.

Sehun tau terlalu cepat buat nyatain perasaan ke Luhan. Tapi dia inget kata-kata Minseok. Cinta pandangan pertama aja ada, apalagi Sehun yang udah kenal Luhan. Jadi, dia ngeyakinin diri sendiri bahwa ini keputusan yang bener.

Sehun jadi ingat pertama kali mereka ketemu. Waktu itu kumpul perdana panitia HUT. Joonmyun meminta setiap Tim untuk berkumpul dan berkenalan. Ketika Tim acara dipanggil dia maju kedepan dan disusul seorang gadis yang manis dan anggun. Setelah memperkenalkan diri dihadapan panitia lain. Mereka duduk bersebelahan.

"Aku Oh Sehun. Jurusan Matematika. Salam Kenal."

"Hai Sehun. Aku Luhan dari Seni Musik. Salam kenal." Luhan tersenyum sangat manis waktu itu. Mereka tidak canggung sedikitpun dan membicarakan banyak hal, mulai dari mata kuliah hingga acara Tv kesukaan. Sehun tidak mengira akan menjadi sejauh ini. Dia fikir dia hanya akan menjadi partner satu tim lalu sudah, selesai. Lalu menyapa atau tersenyun jika bertemu dijalan. Tidak akan menjadi lebih dari itu. Kenyataannya, apa yang dibayangkan Sehun nol salah besar. Tapi Sehun bersyukur itu Luhan. Bukan orang lain.

END

or

TBC

Kalau end disini aku sih nggak papa :D