bangtan fic; in the mood for love.

they all spell love differently.


(throwback epilogue concert in osaka)

bonus:

"Jimin." Yang dipanggil berhenti berjalan demi panggilan lirih itu, menunggu Taehyung menyejajari langkahnya.

"Apa." Suara Jimin parau, lamat-lamat tertutup masker yang dikenakan hingga hidung.

Mereka sedang berjalan cepat, berbaris seperti anak bebek di bandara Incheon. Baru pulang dari konser di Jepang kemarin. Sekarang setengah dua pagi waktu Korea dan Jimin rasanya ingin cepat-cepat masuk van untuk mengistirahatkan punggung dan tidur sepanjang perjalanan pulang.

Taehyung tidak langsung menjawab, temannya itu malah menaruh telapaknya di bagian bawah ransel Jimin. Mengangkat tas hitam itu sedikit sehingga bahu Jimin yang terasa mau patah kehilangan separuh beban.

"Aku sudah berpikir…," Taehyung melanjutkan.

"…tentang Vapp?" Jimin mendongak. Taehyung menggeleng.

"Menurutmu, apa para ulat tahu kalau mereka akan jadi kupu-kupu? Atau mereka hanya sembarangan membungkus diri jadi kepompong sambil bertanya-tanya 'aku ini sebenarnya sedang ngapain'?"

Dari balik kacamata hitamnya, Jimin memutar mata.

Tanpa bilang apa-apa, yang lebih pendek segera mempercepat langkah, meninggalkan Taehyung sekian langkah di belakang. Biarkan saja ranselnya kembali terasa berat, yang penting hari ini Jimin bebas dari Taehyung yang sedang kumat.