bangtan fic; in the mood for love.

they all spell love differently.


(throwback ISAC 2015)

iii.

"Kalian keren sekali!" Namjoon berseru kepada tiga anggota termudanya yang sedang cengar-cengir gembira. Medali emas lagi di perlombaan estafet empat orang.

Hoseok berdiri di sampingnya, medali terkalung bangga di leher. Tanpa bilang apa-apa, Namjoon hanya melontarkan senyum. Gengsi rasanya memuji teman sebaya.

Jimin tertawa terlalu keras saat Namjoon sekali lagi mengucapkan selamat dengan gestur yang super berlebihan. Tidak apa, Namjoon biasa ditertawakan Jimin. Ah, anak itu menertawakan segala hal, sebenarnya.

Mengalihkan perhatian dari Jimin, Namjoon mengusak rambut Jungkook kasar (percaya deh, dia memang terlahir 'tidak lembut' bukan karena dia berniat kasar). Yang paling muda langsung menghardik tangan Namjoon dengan protesan yang lebih mirip kucing mengeong—setidaknya di mata Namjoon.

"Jeon Jungkook memang emasnya Bangtan!" Namjoon berteriak sembari menjauh dari Jungkook yang terlihat siap mencakar siapapun yang merusak tatanan rambutnya.

"Aigo, Kim-sajang!" Tidak luput dari perhatian, Namjoon melemparkan cengiran ke Taehyung yang balas memamerkan gigi. Mengangkat jempolnya tinggi-tinggi ke wajah Taehyung, Namjoon yakin adiknya itu mengerti kalau Namjoon sedang bangga-bangganya.

Namjoon menoleh ke sekeliling. Mendapati Hoseok tengah mengamati tingkahnya dari tadi dengan senyum yang ditahan.

"Kau juga keren," Namjoon menghampiri Hoseok saat trio kwek-kweknya Bangtan sudah mengalihkan perhatian ke pertandingan futsal. Berujar selirih mungkin, sedikit berharap Hoseok tidak mendengarnya malah.

"Memang. Baru tahu?" Jawabannya datang terlalu cepat. Tipikal Hoseok tiap berbicara dengan Namjoon. Seolah-olah kawannya itu sudah tahu apa yang akan Namjoon bilang dan mengantisipasi jawabannya.

"Pasti enak dapat medali dua tahun berturut-turut," Namjoon komat-kamit, lebih pada dirinya sendiri, sambil menyentuh ujung medali Hoseok yang terasa agak berat di genggamannya. "Ah, aku harusnya sering-sering olahraga juga supaya bisa menang."

Tanpa menunggu kata terakhir Namjoon terucap sempurna, Hoseok melepaskan medalinya, kemudian malah mengalungkannya di leher Namjoon.

"Bicara apa, sih? Medali kita semua ini." Ujarnya santai.

Namjoon tidak tahan tidak tersenyum.


in the mood for love (iii)

END.


a/n:

fancam terbaik yang pernah saya tonton di event ISAC 2015 adalah interaksi 94z ketika bangtan menang medali emas. the vid got me like, damn, hoseok is too precious for this world.

p/s: i love namjoon so much, like, i'm so glad bangtan's leader is namjoon and not some random rappers bang sihyuk casted in the street.