Pemuda tampan mengenakan mantel tebal dipadu celana jeans biru pudar serta memakai topi rajut hampir menutupi seluruh kepalanya berjalan keluar dari barisan yang mengantri memesan tempat untuk berhanami tahun ini. Sembari melangkah ia menatap nanar isi dompetnya. Ia menghela napas dan menatap lurus ke depan, mengira -ngira apa kiranya yang bisa ia lakukan untuk mendapatkan uang dengan cepat untuk memesan tempat berhanami di taman paling besar di kotanya ini. 'Dunia sudah gila. Mau berhanami saja harus mengeluarkan uang banyak.' Ia membatin kesal. Seingatnya saat ia masih kecil berhanami adalah hal mudah yang menyenangkan dan tidak perlu mengeluarkan uang. Dulu hanya perlu pergi pagi-pagi untuk mendapat tempat nyaman, mambawa tikar dan bekal makanan untuk dimakan bersama. Langkah pemuda itu terhenti melihat gadis yang berdiri menatapnya dari kejauhan. Ia berjalan mendekati gadis itu sembari menghela napas. Ditatapnya gadis berambut merah muda di hadapannya dengan tatapan bersalah. "Maaf Sakura, aku tidak bisa mengajakmu..."
"Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat." Gadis itu memotong cepat dan tersenyum. Diapitnya erat lengan pemuda yang menatapnya dengan raut bersalah dan menyeret pemuda itu ikut dengannya. "Kau tidak keberatan,'kan?"
Pemuda itu mengacak rambut pink gadis yang mengapit lengannya sembari tersenyum. "Tentu saja tidak,"
Gadis itu terkekeh, meskipun begitu ia tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Kepalanya bersandar di lengan berotot yang ia apit manja. "Kau ingat padang ilalang yang biasa kita lewati?"
"Ingat." Jawab pemuda pirang itu. Sesekali ia mengusap kepala yang bersandar pada lengannya.
"Aku ingin mengajakmu ke sana,"
"Bagaimana dengan hanami?"
"Hanami sudah tidak keren di mataku," jawab gadis berambut merah muda itu sembari tertawa.
Naruto tahu itu sebuah kebohongan. Ia tahu betapa Sakura ingin berkencan di bawah guguran bunga bersamanya. Tapi, apa yang ia bisa lakukan sekarang? Ia tidak bisa melakukan apa-apa.
Koizora
Seorang gadis berambut merah muda tiduran di bawah pohon. Bunga ilalang berterbangan di wajahnya, menyentuh pipi, hidung dan keningnya lembut. Kedua matanya terbuka mencari asal bunga ilalang. "Naruto," gumamnya ketika melihat pemuda memakai topi bahan wol dengan segenggam besar batang ilalang.
Pemuda itu tersenyum lebar, "bagaimana? Sudah mirip seperti dalam film drama 'kan?"
Gadis berambut merah muda itu tertawa. "Ini jauh lebih baik,"
Pemuda kurus itu ikut tiduran di samping gadis berambut muda dengan posisi berlawanan dan kepala saling berhadapan. Ia sedikit menghela napas kemudian mengacak gemas rambut gadis di hadapannya sembari tersenyum. "Di sini sejuk ya," gumamnya sembari memejamkan mata.
Sakura tidak menjawab. Ia hanya menatap lama wajah pemuda di depannya dengan tatapan yang sulit diartikan. Sebuah kecupan lembut membuat pemuda itu kembali membukanya, "kenapa kening?" Tanyanya menggoda.
Sakura tersenyum, telunjuknya bermain di hidung mancung Naruto terus naik sampai kening pemuda itu. "Keningmu jauh lebih menarik dari bibir,"
.
.
.
.
Naruto © Masashi Kishimoto. Sejelek dan senistanya fic ini tolong jangan benci Pair/Chara di dalamnya.
.
.
.
.
.
.
.
Angin berhembus menggoda helaian merah muda seorang gadis yang tertidur di bawah pohon di tengah padang ilalang. Bunga ilalang tertiup angin menari menggoda menyentuh lembut pipi dan hidungnya membuat ia membuka mata. Kedua matanya menatap dalam rumput-tumput di depannya seolah ada seseorang yang tengah tertidur menemaninya. Ia tersenyum sebelum kembali menutup mata menikmati semilir angin dan guguran bunga ilalang.
Koizora
Naruto tampak tidak tenang duduk di atas tempat tidur. Kedua tangannya saling meremas, rambutnya berantakan dan wajahnya tampak tegang. Ia bahkan tampak tak acuh ketika lampu kamarnya hidup-mati dan mengeluarkan suara konslet kabel. "Apa kau tidak punya wajah lebih menyeramkan dari itu, huh? Aku bahkan sudah tidak takut padamu dan hewan peliharaanmu itu." Katanya dengan nada mengejek pada seseorang tak kasat mata yang berdiri di sampingnya. "Percuma, aku sudah tidak takut lagi padamu. Sebaiknya kau pergi, aku punya banyak urusan yang harus aku selesaikan selain meladenimu." Ia membuka mantel kemudian melemparnya ke atas tempat tidur. Pria pirang itu menggeram marah dan melempar semua barang yang bisa ia raih ketika dilihatnya pria tak kasat mata itu masih berdiri di sampingnya. "Berengsek! Pergi dari sini berengsek! Kau tidak dengar?! Pergi bajingan!" Pikirannya sedang kacau. Dia sedang marah dan gelisah, tidak bisakah pria gila dengan hewan peliharaannya itu meninggalkannya sendiri? Kali ini saja.
'Aku menderita, aku terjebak perasaan cinta sehingga membuat aku menderita,'
Naruto menoleh cepat mendengar suara lirih pria tak kasat mata itu. Suara mendesis dan lirih itu seolah memaksa ia menoleh, tapi kemudian ia memalingkan wajah saat melihat hewan menjijikan itu lagi. Cepat-cepat Naruto menutup mulutnya.
'Aku ingin pergi, pergi ke tempat seharusnya, tapi aku tidak bisa. Aku tidak bisa pergi bila 'dia' menangis dan menderita karena diriku, aku tidak bisa.'
"Apa?" Naruto tidak mengerti kemana arah pembicaraan ini, dan ketika pria tak kasat mata itu mendongak menatapnya, ia menggeleng. Sedikit merasa ngeri saat pria muda tak kasat mata itu menatapnya dengan tatapan yang... entahlah. "Tidak. Lanjutkan." Katanya saat pria muda itu masih menatapnya.
"Sakura ... namanya Sakura. Dia kekasihku. Aku tidak berniat mengganggumu, aku hanya ingin mengingat, jangan permainkan perasaannya, aku tidak suka."
"Kau!" Naruto menoleh ke arah pria muda itu kemudian dengan cepat memalingkan wajah saat melihat hewan melata menjijikan itu lagi. Ughhh... ini menjijikan. "Tidak punya wujud lebih menjijikan dari ini, huh?" Katanya dengan nada sedikit mengejek. Dalam satu kali kedipan mata luka-luka dan hewan melata di tubuh pria muda itu menghilang. Dia berubah menjadi sosok pria muda tampan berpakaian kumal dan memiliki tubuh tinggi dan padat, berotot. Naruto terkesiap, dia berkedip beberapa kali.
"Jangan permainkan perasaannya,"
"Aku tidak berniat mempermainkan perasaan siapun,"
"Lalu kenapa kau mendekatinya, kau menyukainya?"
"Kalau iya apa kau mau mencekikku,"
"Dengar, sekalipun kita memiliki wajah sama dia tidak akan tertarik padamu. Jadi, berhentilah mendekatinya kalau kau tidak bisa membuatnya berpaling dariku,"
"Kau percaya diri sekali, huh."
"kau yakin bisa membuatnya melupakanku," Naruto mengangguk mantap. Pria muda itu tersenyum tipis.
Koizora
Sebuah PAGANI ZONDA CLINQUE ROADSTER berhenti di pasar pinggir kota, sebuah pasar tempat jual beli baju serta celana bekas inpor dari berbagai negara. Pintu kemudi terbuka menampil sosok pria pirang berambut pirang memakai kacamata hitam. Naruto menutup pintu kemudi kasar kemudian menoleh ke kanan di mana seseorang tak terlihat berdiri dengan tatapan lurus ke depan. "Kau mau mengerjaiku, huh?" Kesalnya. Pria muda itu hanya menoleh sesaat kemudian menatap lurus ke depan. Semua pedangan dan pembeli di sana yang tadi menatap takjub mobil mewah dan pemiliknya itu kini menatap aneh Naruto saat pria pirang tampan itu berbicara sendiri. "Kau kesal padaku dan membalas dendam dengan membawaku ke tempat sampah ini," Naruto mendesis yang kemudian tetap diacuhkan pria muda tak kasat mata di sampingnya. Tempat apa ini? Sebelumnya pria muda yang memiliki rupa yang sama dengannya mengajak ia membeli pakaian, pria muda itu bilang akan memperbaiki penampilannya dan membantu ia menarik perhatian Sakura. Tapi nyatanya pria muda itu malah mengajaknya ke tempat tumpukan baju kumal seperti sampah. Sial!
Pedagang dan pembeli yang ada di sana menatap tajam Naruto saat pria tampan berambut pirang itu menghina barang jualan dan belian mereka. Tapi Naruto tidak peduli dengan tatapan tajam mereka, dia merasa apa yang ia katakan benar, jadi untuk apa ia peduli.
"Tutup mulutmu. Mereka bisa membuatmu babak belur," ia berjalan lebih dulu. Sementara Naruto mengekorinya di belakang sembari mendengus. Naruto berhenti saat pria muda yang ia ikuti berhenti membuat semua mata yang ada di sana kembali menatap aneh dirinya. "Kau tahu cara Sakura membedakan kau dan aku," Naruto menggeleng. "Cara berpakaian, cara bicara, cara kau tersenyum dan bahkan bau tubuhmu. Itu yang membuat Sakura dengan mudah membedakannya." Naruto diam. Dia tidak tau yang dia lakukan benar atau tidak, berpura-pura menjadi orang hanya untuk mendapatkan hati seorang wanita. "Aku tidak berpakian rapih atau kasual sepertimu, aku berbicara tidak sesopan dirimu, maksudku... aku berisik tidak berwibawa sepertimu, senyumku seperti orang bodoh tidak sepertimu yang begitu mempesona, bau tubuhku... aku bau sabun mandi tidak sepertimu yang bau parfum mahal. Penciuman dan penglihatannya tajam. Dia sangat teliti. Dia berbeda dengan wanita-wanita lainnya... sama berbedanya dengan kau dan aku." Naruto diam mendengarkan dengan seksama. Ia mengingat-ingat kembali saat ia dekat dengan Sakura. Saat Sakura tidur di sofa ruang tamu dalam ruangannya, ketika tangan wanita itu akan mengusap pipinya dan kemudian mendorongnya sampai ia jatuh dari sofa. Kemudian saat di rumahnya, saat Sakura berjalan mendekat dengan tatapan rindu kemudian tatapan itu hilang.
"Haah..." Naruto menghela napas. Ia yang terbiasa dengan pakaian bermerek kini terpaksa memakai pakaian bekas... ini sedikit menjijikan. Bagiamana bila pemilik lama pakaian yang akan ia beli memiliki penyakit menular. Aku harus merendam semuanya dengan air mendidih.
Koizora
Setelah mengundurkan diri dari Namikaze corp Sakura jadi penganggura. Wanita itu menghabiskan waktunya berkunjung ke padang ilalang, seperti dua hari lalu, dan bermain sepeda sambil mengenang masa lalu. Wanita merah muda itu berjalan mendekati sebuah toko serba ada saat melihat topi rajut barbahan wol terpajang di etalase toko. Ia membeli topi rajut motif polkadot biru-putih dan langsung memakaikannya di kepala. Wanita itu tersenyum samar melihat pantulan wajahnya di jendela cermin toko kemudian melanjutkan parjalanannya. Ia menyusuri jalan sembari menuntun sepedanya kemudian berhenti ketika melewati toko bunga. Lagi, ia memarkirkan sepedanya dan berjalan memasuki toko bunga saat dilihatnya seikat bunga aster merah dalam toko.
Sakura keluar dari toko bunga dengan seikat bunga aster dalam genggamannya. Dengan senyuman samar wanita itu berjalan mendekati tempat sepedanya ia parkirkan. Yang membuatnya terkejut adalah ketikan mendegar dengungan motor tua yang sangat ia kenal dari arah kanannya. Dengan cepat wanita itu berbalik. Kedua manik seindah permata emerald Kulombianya menisik dengan jeli seorang pria memakai mantel coklat dan baju biru sebagai dalamannya yang sedang turun dari motor tua. Pria memakai topi rajutan itu mendongak, tatapan mereka bertemu, kemudian pria itu tersenyum lebar membuat Sakura kesulitan bernapas dan meneteskan air mata.
Apa ia salah lihat? Apa ia sudah benar-benar gila seperti yang dikatakan orang. Siapa yang berdiri di dekat motor itu? Apa penglihatannya bermasalah? Apa imajinasinya semakin gila dan tak terkendali.
Sakura tidak bisa untuk tidak berlari saat membaca gerak bibir pria itu yang seolah mengatakan, "Taidama" wanita itu berlari mendekat dan memeluk erat tubuh pria yang sudah lama dirindukannya. Menghirup aroma tubuhnya sebanyak yang ia mau dan mendekap tubuhnya. "Taidama. Taidama Sakura ..." kemudian menarik kepala pria itu dan menempelkan bibirnya. Hanya sebuah kecupan, tidak lebih. Kening mereka saling bersentuhan. Naruto menatap intens wajah Sakura di depan wajahnya, memperhatikan wanita itu yang tengah mengisak dan meneteskan air mata untuknya. Awalnya ia sedikit ragu tapi kemudian tangannya bergerak memeluk punggung wanita merah muda itu, sebuah pelukkan hangat yang sangat Sakura rindukan, bibirnya mengecup kening Sakura membuat wanita itu memejamkan mata dan mencengkram mantel coklat yang ia kenakan.
.
.
.
.
Tbc...
Amanda R. Skolaye
Janji setelah Ramadhan update~
Ini udahhh...
ave maurie
hallow author sy silent reader yg ndadak comment hehehe salam kenal ini kayaknya emang naruto yg sama deeh.. entah knapa tumornya mungkin masi ada tanpa operasi entah dradiasi ato dkemo.. jdnya kayaknya mo kumat tuuu.. ada halusinasi visual yg jd penanda adanya gangguan mental organik krn tumor otak tsb. klo d fossa anterior emang kebanyakan menyerang anak2 dan org muda soalnya.. jadi penasaran niy.. naruto yg kena tumor emang udah passed away ato bgmna ya? nama sama..marga sama..bisa jadi akibat terapi kehilangan memori jangka panjang. hmm.. penisirin gmn lanjutannya ijin follow n fave y thor tengkyu dtunggu next chapnya
Suka deh sama review ave maurie, jeli banget :). Tapi... Naruto pacarnya Sakura mati sebelum melakukan operasi, dia mati dipukulin Pain sama teman-temannya, jadi Naruto pacar Sakura dan Naruto bos Sakura itu dua orang yang berbeda :).
Guest
Woah gendre agak belok disini, ada horornya hiii. Tp seru jg loh hehehe... Ditunggu next chapter!
Genrenya gak belok kemana-mana kok. Dari Chap satu udah dikasih sinyal mau kemana alur cerita ini (buku yang dijatuhin Sakura) di Chap tiga semakin diperjelas dengan Naruto yang merasa ada yang mengikuti dan menyentuh bahunya. Tapi... karena cuma bisa tag dua genre horrornya/misterinya gak dimasukin :).
kiutemy
Update ... Ada cerita baru? Yeah, ditunggu ... Kurang panjang nih ... Naruto sudah baik2 saja? Next ...
Haha... ditunggu aja ya cerita barunya. Kalo udah waktunya pasti dipublish :)
A/N: Naruto gak kembar, juga tidak berengkarnasi. Ficnya memang tidak masuk akal. Sejak awal memang seharusnya gak pake Naruto pacar Sakura di masa lalu, mestinya pake menma atau Deidara karena mereka berambut pirang. Tapi, karena pacar Sakura dapet peran penting dan sering nongol Z gak rela. Tau sendirikan di setiap fic NS Z ficnya full NS, no sligh. Egois ya? Emang. Hehe...
Sttt... Chap depan lemon mulai bermunculan, bagi yang tidak suka lemon ada baiknya stop baca sampai disini :).
