Ahoooy guys~ AKL is bek. Oke...chap 3 ini akan menjadi chapter yang berbeda banget dari 1 n 2,karena disini timeskip dimana mereka udah 7 tahun wuahahahaha.

O iya,disclaimer,dll ada di chap 1 ya? :V

Introducing guest character disini : Levi Ackerman(Attack on Titan) dan Kishou Arima(Tokyo Ghoul),Yonebayashi Saiko(Tokyo Ghoul),Ouma Shu(Guilty Crown).

Well,Enjoy!

.

.

.AkL

.

.

.

7. Papa yang kalah pintar,WTF?

6 tahun sudah berlalu. Yuuko masih belum bisa menemukan orangtua yang mengadopsi mereka,karena kebanyakan tidak ingin mengadopsi 2 anak sekaligus. Oleh karena itu,Arata masih menampung mereka di rumahnya.

Arata tidak menyesal. Ia sangat menyayangi mereka berdua,terutama anak perempuannya,Ami. Takumi lebih suka bermanja pada Yuuko yang dianggapnya jauh lebih dewasa dan logis. Sementara Ami lebih suka Arata yang lebih memanjakan mereka,berbeda dengan Takumi yang lebih suka menukar pendapatnya dengan Yuuko. Walau begitu,Takumi juga sering bermain dengan Arata,apalagi kalau di iming imingi uang jajan atau kue(Poor Arata :V).

Ami tumbuh menjadi gadis yang sangat manis dan ceria,berbanding terbalik dengan kembarannya yang lebih suka membaca buku dengan pertemanan yang tidak begitu luas,tetapi begitu pintar.

Minggu yang begitu nyaman untuk tidur,membuat Arata mendengkur dengan gajenya di kasur...setidaknya sampai Yuuko membangunkannya.

"Anata! Bukankah kau seharusnya membawa mereka ke kebun binatang hari ini?"

'Mampus.' "WATDEPAK! AKU LUPA!" Arata berlari ke kamar mandi seperti orang kesurupan.

Kenapa begitu? Ya,setelah meeting dengan kepala sekolah dan wali kelas Ami dan Takumi kemarin,Pak Ackerman dan Pak Arima,Arata merupakan salah satu orangtua yang ditugaskan untuk menjaga anak anak pergi study tour ke kebun binatang. 1 orangtua akan ditugaskan untuk menjaga 4 anak.

*Skip to the zoo...brmmmm*

"Baiklah...anak anak,selamat pagi..." kata pak Ackerman dengan malasnya.

"PAGIIII!"

"Tolong jangan terlalu keras anak anak...sebenarnya saya ini latah. Kan memalukan kalau pak kepsek yang ganteng ini ketahuan latah" balas pak Ackerman,yang menuai cibiran dari kebanyakan dewan guru dan orangtua murid.

"Baiklah...acara boleh dimulai,tolong anak anak jangan melompat ke kandang hewan,sesuka apapun anda dengan hewan itu...ingin saya ingatkan lagi,walau mereka tidak jahat...hewan disini tidak semuanya jinak...hati hati,saya malas mengurus kalau terjadi apa apa...sekian..."

"Pembukaan macam apa itu!?" Desis Arata.

"Paman,kapan mulainya?" Kata seorang anak.

"Baiklah,saya absen dulu. Ouma Shu?"

"Hadiiir!"

"Yonebayashi Saiko?"

"Hadiiir!"

"Yak,Aiba bersaudara juga sudah hadir,jadi kira bisa mulai sekarang".

"Kalian ingin kemana dulu?"

"Papa,ke exhibit panda saja!" Kata Ami.

"Aku mau ke akuarium Hiu" kata Takumi yang sudah kebelet mau liat hewan yang jadi favoritnya itu.

"Kita ke exhibit panda saja,baru ke akuarium Hiu" kata Arata yang pilih kasih :V.

Tapi segera disanggah Shu. "Paman,jarak ke akuarium cuma 100m,sedangkan kita harus berjalan 500m untuk mencapai exhibit panda,kenapa tidak ke akuarium dulu saja?"

"Baiklah,...paman mengalah...Haha" kata Arata yang pilih kasih.

Sesampainya di akuarium Hiu...

'Aku sudah berusaha sebisa mungkin belajar tentang hewan...sekarang saatnya untuk terlihat keren didepan mereka...Yoshhh!' Batin si gaje Arata.

"Baiklah anak anak...disini adalah akuarium koleksi Hiu mereka."

Arata melihat seekor Hiu berukuran kecil,sekitar 1,7m dan berkata.

"Lihat anak anak,disitu bisa kita lihat adalah Hiu putih besar,dikenal juga dengan Carcharodon carcharias sebagai nama latinnya."

"Wahhh...paman keren ya!" Kata Shu dan Saiko,sementara Ami terlihat menggoda hiu hiu kecil dari balik kaca dan Takumi mencibir.

"Dasar Papa sok pintar. Huft..." kata Takumi.

"Apa kau bilang!?" Desis Arata.

"Maaf saja,itu adalah seekor Hiu karang bersirip putih,dikenal dengan nama Triaenodon obesus."

"Bocah...apa buktinya!?"

"Papa...kau kekanak kanakan. Aku kasihan kepadamu,seekor Hiu putih besar tidak akan bisa diam di bawah seperti itu,mereka harus tetap berenang untuk tetap bernafas. Jangan pikir kalau aku tidak melihat Papa membaca buku panduan hewan untuk anak anak di ruang tamu. Itu buku yang banyak kesalahannya. Setidaknya bacalah buku yang lebih serius. Bahkan wikipedia pun lebih akurat daripada info milik Papa."

"HUUUUU,,,,,,Paman pembohong!" Sindir Saiko dan Shu.

Arrrggghhhhh... Arata kesal...

Arata pun berbicara seperlunya saja sampai akhir perjalanan itu. Poor Arata.

.

.

.

8. Haha...ternyata aku jadi lembek yah?

Suatu siang,Arata disuruh Yuuko yang sedang sibuk untuk mengantar makanan untuk Ami yang sedang bersekolah. Kebetulan Takumi sedang ada kegiatan ekstrakurikuler di tempat lain,jadi Arata hanya perlu mengantarkan satu bekal.

Arata yang repot mencari Ami di sekolah yang luas pun bertanya kepada Pak Arima. "Pak,dimana ya kelas Ami Aiba?" Tanya Arata.

Pak Arima membalas "Oh,di lantai dua,kelas paling ujung. Naik saja,tidak apa apa."

Arata pun berterima kasih pada Arima dan berniat menuju ke kelas Ami untuk mengantarkan makanannya.

Tapi saat sampai,Arata disuguhi pemandangan yang mengagetkannya.

Ami sedang di bully dan di jambak oleh beberapa anak perempuan. Arata bahkan mendengar beberapa kata kata seperti 'Tukang cari perhatian guru' dan 'Mentang mentang kakakmu pintar'.

Arata pun mendekati mereka dan berkata "Apa yang kalian lakukan dengan putriku?"

Mereka pun pucat pasi.

Diluar kendali,Arata pun menampar anak anak tersebut.

Sementara Ami hanya menangis sambil berlari memeluk Papanya.

"Ayo kita pulang" kata Arata.

Keesokan paginya,di luar dugaan,Arata di panggil ke sekolah oleh orangtua para murid.

"Dasar pecundang! Berani menampar anak kecil!" Kata Ibu seorang siswi.

Pak Ackerman pun menengahi "Wow wow,sabar dulu bu. Lebih baik kita tanyakan dulu alasannya"

Arata membalas "Putri kalian membully dan menjambak putriku,sialan!"

"Kasar sekali,beda dengan Takumi-kun yang sopan"

"Maaf bu,walau pak Sanada memang agak berlebihan,tapi putri Ibu memang sudah keterlaluan" kata Pak Arima.

"Cih,sekolah tidak berguna dan orangtua tidak tahu sopan santun,menjijikkan!"

Levi membalas "Sudah cukup kau mengamuk di kantorku dan sekarang kau menghina sekolahku? Tidak tahu diri."

"Terserah apa katamu,lebih baik aku pergi!"

Seperginya Ibu itu,pak Ackerman dan pak Arima berkata pada Arata.

"Sanada-san. Maaf atas kekacauan ini"

"Tidak apa"

"Tapi walau begitu,kami sarankan untuk tetap meminta maaf pada para siswi yang kau tampar,bagaimanapun mereka hanyalah anak kecil. Lagipula Ibu yang tidak tahu diri itu juga hanya satu,yang lain menelepon pada saya untuk menyampaikan maaf pada anda dan Ami-chan."

"Baiklah,aku mengerti. Permisi" kata Arata.

'Heh...aku sudah lunak yah...tidak kusangka aku akan menyayangi Ami dan Takumi sampai rela membela mereka...beda sekali dengan saat mereka pertama datang...Haha' batin Arata.

.

.

.

OKE AUTHOR NOTE HIYAAAA :

AKL is bek! Sorry kelamaan update wkwkwk,...Keasikan main Closers Online. Kalau kalian ada main,PM yuk,jadi temen :3. Ga ada yang review? Sedihnya...Tapi tetap akan saya selesaikan kok...siapa tahu diujung dunia sana ada silent reader yang nunggu up saya...Kalau ada...saya ucapkan terimakasih sebesar besarnya huuuks. Sorry kalau gaje yaaaa. Btw,Next chapter udah last.

AKL Out~ Byeee Muach (Hueeek)