Disc,dll ada di chap 1 #apaan sih malas nulis mulu
.
,
.
9. Hal tak terduga
Sudah sebulan berlalu sejak Arata dipanggil oleh pak Ackerman. Masalah itu akhirnya selesai dengan "damai" setelah ancaman pada ibu tersebut pak Ackerman yang jengkel karena sekolahnya terus dituding.
Pagi itu ponsel Arata berdering.
'Bibi Cerewet calling...'
"Ada apa bi?" Tanya Arata,tanpa mengetahui bahwa kalimat yang akan diucapkan Kyoko akan membuatnya syok setengah mati.
"Arata! Akhirnya aku menemukan orang yang bersedia mengadopsi mereka berdua! Bagaimana? Kau senang?"
"Bibi...ti...dak...bercanda...,kan?"
"Tentu saja tidak,aku akan kemari menjemput mereka besok pagi,Ciao~!"
'Tut...tut...tut' sambungzn telepon pun diputus sebelah pihak.
Arata langsung terjatuh,dan malamnya dia pun berusaha berkonsultasi dengan Yuuko.
"Saranku hanya satu,Anata. Lakukanlah yang menurutmu terbaik,jangan menyesal di kemudian hari. Apapun keputusanmu,aku tidak akan mendebatnya,walau jujur saja aku akan rindu pada mereka."
Arata pun kembali termenung sendirian setelah Yuuko meninggalkannya untuk merenung di ruang tamu.
.
.
.
10. My Final Choice
Pagi itu Arata berusaha menenangkan Ami yang menangis karena tidak ingin pergi dari mereka, sementara Yuuko hanya bisa tersenyum sedih.
"Pa...eh bukan...Pak tua,tak kusangka ternyata kau se brengsek ini, padahal kukira kau orang yang lumayan" Kata Takumi dengan sinis.
'Ya,...aku memang orangtua yang buruk...' gumam Arata.
"Yahoo~ aku datang! Mari kita diskusikan dulu masalah pengadopsiannya" kata Kyoko.
Arata,Kyoko,dan sepasang suami istri tua yang ingin mengadopsinya pun menuju di ruang tamu.
Begitu sampai di ruang tamu,tanda terduga,Arata langsung bersimpuh dihadapan mereka.
"BIBI! SERTA KAKEK DAN NENEK YANG INGIN MENGADOPSI AMI DAN TAKUMI! SAYA MEMOHON MAAF PADA KALIAN! AKU MERASA TIDAK BISA MELEPAS MEREKA BERDUA. TOLONG,BIARKAN AKU YANG MENGADOPSI MEREKA,AKU AKAN MENYAYANGI MEREKA SEPERTI ANAKKU SENDIRI!"
'Jadi itu keputusanmu,Anata...syukurlah...'
"Heh...bocah ini ternyata dewasa juga,baiklah...kek,nek,maafkan saya,sepertinya ini harus dibatalkan,keponakan saya ini agak merepotkan dan keras kepala"
Tiba tiba Ami datang dan memeluk Arata, "Sudah kuduga Papa tidak akan menyerahkan kami begitu saja" bisiknya
"Ya sayang,walau harus mati pun,Papa akan mempertahankan kalian".
.
.
.
END.
.
.
.
Author's Note :
Eh,gaje ya? Wkkwkwk maaf deh...ini pertama kali buat fic soalnya. Akhirnya selesai juga cerita pertama saya hahahaha. Setelah ini belum yakin kapan akan membuat cerita lagi,tapi... review plisss :3 xDDDDD!
