Celebrity Diary
Disclaimer: Masashi Kishimoto
WARNING : AU, super OOC, typos
Page 13
Dear Diary,
06 Desember 2014
Premiere Naruto The Last Movie
Hyuuga Hinata datang seorang diri ke pemutaran perdana film Naruto The Last Movie. Hari ini mood-nya sedang buruk. Sudah sering memang, tapi kali ini sangat buruk karena ia sampai meninggalkan Takeru sang manager di mobil, sedang ia melanjutkan perjalanan menaiki taksi. Selain itu, Chikako, si Asisten disuruhnya membersihkan apartemen dan mengunci gadis itu sendirian.
Mereka tengah berdebat tentang film yang akan dirinya mainkan setelah Naruto. Dalam bulan ini, sudah hampir sepuluh judul film yang masuk ke manajemen dan meminta Hinata untuk menjadi pemeran utama. Selain itu ada empat dorama yang juga meminta dirinya menjadi pemeran utama. Salah satunya malah dengan terang-terangan mengatakan bahwa ia akan dipasangkan dengan Uzumaki Naruto lagi.
Manajemen ingin Hinata menerima tawaran film terlebih dahulu. Mereka bahkan tidak dengan malu mengatakan bahwa lawan mainnya adalah L Lawliet. Media sangat ingin tahu apa hubungan Hinata dengan L. Hal ini dikarenakan ia pernah tertangkap kamera tengah berdua dengan pria pucat itu di sebuah kelab.
Hinata tahu tujuan manajemennya, membesar-besarkan gosip agar film laku. Dengan tindakan seperti itu, Hinata yakin film tersebut tidak bagus. Hanya menjual popularitas L yang memang tengah di atas dan dirinya sendiri. Yah, Hinata Hyuuga memang tengah menjadi perbincangan akhir-akhir ini. Ia adalah 'gadisnya' Naruto dan diantara para aktris pendukung di serial itu, nampaknya Hinata adalah yang paling banyak disukai.
Ia disukai karena sifatnya yang pemalu, kesungguhannya pada Naruto, dan semangatnya yang pantang menyerah. Hinata yang asli sebenarnya tidak berbeda jauh, hanya sifat kerasnya yang membedakan.
Hinata sampai di gedung bioskop, sepuluh menit sebelum film dimulai dan di langkah pertamanya memasuki gedung, ia sudah dikerubungi oleh wartawan yang meminta sedikit waktunya.
"Hyuuga Hinata-san, bagaimana tanggapanmu mengenai film terakhir Naruto ini?" tanya seorang wartawan bertubuh gempal.
"Aku senang Naruto berakhir happy ending," Hinata hanya menjawab singkat.
"Apakah kau sudah memiliki film ataupun dorama baru yang akan diperankan?" tanya wartawan lain yang lebih kurus.
"Aku sedang menyeleksi naskah yang masuk padaku," jawab Hinata sambil berjalan. Ia ingin segera masuk ke studio, tempat film The Last akan diputar.
"Kami dengar kau akan bermain dengan L Lawliet di film berikutnya. Seberapa dekat anda dengan L-san?" celetuk seorang wartawan sok tahu.
Hinata tidak menjawab. Ia hanya memandang dingin wajah wartawan itu, dan kamera merekam semua ekspresinya. Ia benci semua orang ingin tahu hubungannya dengan L Lawliet. Ia benci semua orang yang menginginkan bahwa ada apa-apa antara dirinya dengan pria itu.
Hinata memilih menanggapi pertanyaan wartawan tersebut dengan berlalu begitu saja. Menghiraukan panggilan menyebalkan dari mereka.
"Benarkah kalian pernah berkencan? Hyuuga Hinata-san! Hinata-san!" Suara mereka seperti kaleng pecah dan Hinata masih berjalan dengan angkuh.
"Sikapmu menyebalkan Hyuuga Hinata-san! Jangan sombong karena kau baru saja terkenal!" teriak wartawan lainnya.
Hinata hilang kesabaran. Ia pun sebenarnya bukan orang yang sabar. Segera dirinya berbalik, melangkah cepat ke arah wartawan wanita yang kini terlihat takut.
"Hinata!"
Sebuah tarikan kencang namun lembut membuat Hinata menghentikan langkahnya. Ia memandang tidak suka pada pria yang kini tengah menarik lengannya.
"Jangan rusak make-up-mu," katanya lagi.
Pria itu membelai pelan pipi Hinata, namun segera ditepis oleh gadis itu.
Wajahnya memerah dengan perasaan yang bercampur aduk. Tapi lebih banyak menahan marah dan kesal.
"Jangan ikut campur!"
Ia meninggalkan pria itu tanpa sepatah kata lagi. Jantungnya memacu, tapi ia tahu tak akan bisa berbuat apapun. Pria itu selalu bisa melelehkan kekerasannya dengan mudah. Dan berdebat dengannya adalah kesia-siaan karena Hinata tidak akan pernah menang.
Hinata memasuki lobi bioskop yang sudah dipadati banyak orang dengan pengawalan beberapa sekuriti. Ia mendapat sambutan meriah dari penonton yang memenuhi kursi salah satu studio yang memutarkan film terakhir dari serial Naruto, film yang sudah lama ditunggu-tunggu. Hinata memberikan senyum tipis pada orang-orang tersebut lalu bergabung dengan para pemain Naruto :The Last Movie yang duduk di kursi depan.
"Wartawan lagi, heh?" tanya Haruno Sakura yang berada di samping kanannya.
Hinata hanya mengangguk, lalu fokus pada layar yang menampilkan trailer film mereka.
"Sikapmu membuat mereka semakin senang membual di media, Hyuuga," kata Uchiha Sasuke yang ternyata berada di samping kiri Hinata.
Hinata mendecih. Meremehkan perkataan Sasuke.
"Dan kau berpikir aku akan bersikap seperti dirimu? Jangan harap!"
Film diputar dan lampu ruangan itu dipadamkan.
...to be continued
-thanks for reading-
