Celebrity Diary

Disclaimer: Masashi Kishimoto

WARNING : AU, super OOC, typos

Page 15

Dear Diary,

27 Desember 2014

Scenario

"Jadi?"

"I-ini beberapa naskah yang menginginkan Hinata-san menjadi pemeran utamanya,"

Takeru tengah berada di apartemen Hinata. Mereka kembali membahas tentang film yang akan Hinata perankan selanjutnya. Kali ini tidak ada urat tegang. Mereka telah memutuskan dalam diam bahwa apapun yang dipilih Hinata, manajemen akan menerimanya.

Selain itu, hari ini adalah ulang tahun Hinata yang ke-19. Tidak ada perayaan, karena Hinata memang tidak menyukainya. Namun tetap saja banyak hadiah-hadiah yang dikirim ke apartemen atau manajemennya.

"E-eto, yang pertama bersama L Lawliet," Suara Takeru mengecil tiba-tiba. "Tapi Mr. Osamu tidak keberatan kalau Hinata-san menolaknya!" Kali ini suaranya menjadi lebih cepat. Walaupun Takeru tahu Hinata akan menolak, pria pencemas itu tetap menjelaskan sesuai prosedur yang biasa.

"Dia sudah konfirmasi akan mengambil peran di film ini. Emm… kalau Hinata-san ingin tahu."

Hinata tidak menunjukkan ekspresi apapun. Ia lebih tertarik membaca naskah-naskah lain. Namun tidak ada yang menarik menurutnya.

"Bagaimana dengan naskah yang itu?" matanya mengarah pada naskah lain yang hampir jatuh dari meja.

Takeru segera mengambil naskah tersebut, lalu membaca judulnya. Jantungnya berdetak lebih cepat karena ia belum membaca naskah itu. Bagaimana kalau Hinata meminta ia menceritakan sinopsisnya?

Takeru membaca judulnya dan mengerinyit karena kata-katanya yang sedikit unik. Ketika ia membalik halamannya, ia menemukan tulisan yang dikenalinya sebagai tulisan tangan Mr. Osamu.

"I-ini, judulnya Ten Years Later, Onee-chan. Hinata-san akan dipasangkan dengan Sabaku Gaara dan Uchiha Sasuke," Takeru memperhatikan tulisan tangan Mr. Osamu. "Mereka sudah konfirmasi akan mengambil peran ini,"

"Berikan padaku!"

Hinata membalik-balik lembar naskah tersebut dengan tampang bosan. Beberapa kali ia berhenti untuk membaca di halaman yang menarik perhatiannya.

"Kenapa harus dengan Sabaku-san dan Uchiha, aku bosan melihat mereka selama bertahun-tahun," kata Hinata tanpa mengalihkan mata pada halaman yang dibacanya.

Takeru tersenyum, "Banyak netizen yang mulai membicarakan tentang crack-pair. Mereka berharap Hinata-san bisa berpasangan dengan Uchiha Sasuke atau Sabaku Gaara,"

"Sebenarnya aku juga penasaran," tanpa sadar Takeru tersenyum cerah. Bayangkan kalau Uchiha Sasuke yang berhati dingin dan kejam jatuh cinta pada Hyuuga Hinata yang polos dan baik hati. Pasti akan sangat romantis karena Sasuke akan menjadi pribadi yang protektif dan posesif. Lalu tiba-tiba datang Sabaku Gaara yang juga memendam rasa pada Hinata, ah maafkan aku…" ia ciut karena pandangan Hinata yang seperti akan menelannya hidup-hidup.

Cih! Hinata memandang Takeru dengan jijik.

"Omong kosong! 'Hyuuga Hinata' tentu akan berpasangan dengan Naruto. Kalaupun tidak, Kishimoto-sensei mungkin akan memasangkannya dengan Kiba ataupun Shino," Ia tidak bisa membayangkan bagaimana jalan cerita serial Naruto kalau hal itu sampai terjadi.

"Mereka mengharapkan Naruto menjadi komik shoujo, begitu?" lanjut Hinata. Ia mencampakkan naskah tersebut kembali ke meja.

"Hinata-san realistis seperti biasa," Takeru hanya bisa tersenyum kaku.

Hinata memijat pelipisnya. Sudah hampir satu jam mereka memilih dan belum ada naskah yang menurutnya menarik. Padahal Manajemen sudah tidak memaksa Hinata untuk mengambil peran dengan L Lawliet dan membebaskannya memilih mana yang dirinya suka. Namun tetap saja, belum ada naskah yang membuatnya jantungnya berdebar. Benar-benar mengesalkan!

Takeru yang menyadari Hinata akan bad mood sebentar lagi, segera mengambil naskah tersebut. Bisa gawat kalau Hinata tidak memilih salah satunya. Takeru sudah diancam oleh Mr. Osamu bahwa ia tidak boleh balik ke kantor dengan tangan kosong.

"Sebenarnya, ano… et-eto Hatake Kakashi-san juga akan ikut film ini," Takeru memperlihatkan tulisan tangan Mr. Osamu pada Hinata. "Lihat, peran pendukung,"

Hinata menegang dan terdiam. Kembali diraihnya naskah itu dari tangan Takeru. Menurutnya jalan cerita di naskah ini sudah mainstream. Cinta segitiga, harta, dan tahta. Namun, ada Kakashi disini dan itu berarti ia akan bertemu dengan pria itu.

Dengan begitu, Hinata punya alasan untuk berbicara dengan pria itu. Dengan begitu, ia tidak akan mempermalukan dirinya lagi. Jari-jarinya mengepal perlahan. Apakah ini jalan yang terbuka untuknya?

"Hm… baiklah, kalau kau memaksa. Aku ambil yang ini," Ia kembali melempar naskah itu. Tidak ingin terlihat bahwa ia menginginkannya.

Takeru tersenyum sumringah. Akhirnya, Hinata mau menerima salah satu naskah untuk diperankannya. Dalam hati, pria berumur tiga puluhan itu mengucap syukur. Ia sudah hampir empat tahun menjadi manager Hinata dan paham benar watak gadis indigo itu. Sekali ia tidak mau, gadis itu akan bertahan dan tidak bisa dibujuk lagi.

"Eh, sebenarnya ada satu naskah lagi. Hanya saja aku belum sempat memberikan hardcopy-nya pada Hinata-san," Takeru tiba-tiba teringat naskah yang baru di-email kantor pagi ini sebelum ia berangkat ke apartemen Hinata.

"Tentang apa?" Hinata menyandarkan tubuhnya di sofa, beralih ke ponselnya.

"Ano, temanya tentang kehidupan vampire. Jadi– "

"Aku menolak!" potong Hinata langsung.

"Kenapa? Tema semacam ini sedang booming. Remaja sekarang tengah menggandrunginya. Kalau Hinata-san mau, mereka bilang akan memasangkanmu dengan Kuran kaname ataupun Ayato dari Diabolic Lovers," jelas Takeru. Tidak menyadari Hinata tengah meredam emosi.

"Diam!"

"Kau kira aku mau main di film seperti itu?!" gadis itu berdiri untuk mempertegas ketidaksukaannya.

"Dengar Takeru, aku tidak suka peran menyedihkan seperti itu. Kenapa semua orang suka cerita aneh semacam itu? Apa menyenangkannya ketika lehermu digigit? Kau kira darah itu rasanya benar-benar manis? Cerita seperti itu tidak bermoral. Incest, odipus complex. Ah, benar-benar gila!" teriak Hinata frustasi.

"Tidak. Terima kasih," Hinata menghempaskan tubuhnya kembali ke sofa. Menghembuskan napas dengan keras.

"T-tapi, pasti ratingnya akan bagus..."

"Mana cappuccino-ku, hah?"

"Eh, tadi Hinata-san menyuruh Chikako membeli di supermarket yang…"

"Dasar lemot! Pecat saja dia!"

to be continued...

-thanks for reading and let me know you-